cover
Contact Name
Yulius Tiranda
Contact Email
yuliustiranda@ikestmp.ac.id
Phone
+6281994854458
Journal Mail Official
penelitianikestmp@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu, Plaju, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Masker Medika
ISSN : 23018631     EISSN : 26548658     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Inovatif (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang ini berfokus pada kajian keperawatan (Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas dan Manajemen Keperawatan) , Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Bayi dan Anak, Kesehatan Reproduksi), Kesehatan Lingkungan, fisioterapi dan Tekhnik Laboratorium Medik. Jurnal Masker Medika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan bulan desember yang dipublikasikan dalam terbitan cetak dan elektronik.
Articles 765 Documents
Penelitian PENGETAHUAN LANSIA TENTANG KEBUTUHAN DASAR MANUSIA BERDASARKAN TEORI VIRGINIA HENDERSON Miskiyah Tamar; Puji Setya Rini
Masker Medika Vol 8 No 2 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i2.405

Abstract

Latar Belakang: Usia lanjut adalah fase menurunnya kemampuan intelektual dan fisik, yang di mulai dengan adanya beberapa perubahan dalam hidup. Menurut teori yang di kemukakan oleh Virginia Henderson dalam hal ini menyatakan tolak ukur pandangan terhadap manusia di dasari pada unsur teori kemanusia, bahwa manusia memiliki empat cabang kebutuhan manusia yang saling berhubungan diantaranya kebutuhan dasar biofisikal, psikofisikal, psikososial, spiritual. Tujuan dalam penelitian ini Diketahuinya pengaruh pendidikan kesehatan pada usia lanjut tentang kebutuhan dasar manusia secara holistik berdasarkan teori Virginia Henderson Di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian pre experimental dengan rancangan one group pre test-post test dengan pendekatan kuantitatif.Tehnik sampling adalah total sampling pada usia lanjut di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai yang berjumlah 30 orang. Hasil : Hasil bivariat menunjukan terdapat perbedaan yang bermakna pada pengetahuan usia lanjut sebelum pendidikan kesehatan dengan nilai rata-rata 9,10 standar deviasi 1,447 dan rata-rata pengetahuan usia lanjut sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan nilai 11,63 standar deviasi 1,847 dengan p-value 0,000. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pada pendidikan kesehatan tentang kebutuhan dasar manusia secara holistik berdasarkan teori Virginia Henderson pada usia lanjut di Panti Tresna Werdha Teratai Palembang.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI KEHAMILAN DI BPM ELLNA TAHUN 2018 Nen Sastri
Masker Medika Vol 8 No 1 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i1.406

Abstract

Menurut laporan dari WHO, kematian ibu umumnya terjadi akibat komplikasi saat, dan pasca kehamilan. Adapun jenis-jenis komplikasi yang menyebabkan mayoritas kasus kematian ibu – sekitar 75% dari total kasus kematian ibu – adalah pendarahan, infeksi, tekanan darah tinggi saat kehamilan, komplikasi persalinan, dan aborsi yang tidak aman (WHO, 2014). Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan kejadian komplikasi kehamilan, umur, pendidikan, pekerjaan ibu, pekerjaan suami, abortus, jarak kelahiran, paritas, kunjungan ANC pada ibu hamil di Bidan Praktik Mandiri Ellna Palembang tahun 2018. Rancangan penelitian yang digunakan penelitian observasional dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di Bidan Praktik Mandiri Ellna Palembang pada bulan Januari sd Desember tahun 2018. Kriteria kasus adalah semua tersangka ibu hamil dengan komplikasi kehamilan yang tercatat dalam buku register kehamilan dari bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2018 di BPM Ellna. Kriteria kontrol adalah semua tersangka ibu hamil yang tidak komplikasi kehamilan yang tercatat dalam buku register kehamilan dari bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2018 di BPM Ellna. Besar sampel menggunakan sampel minimal yaitu 668 ibu. analisa data yang digunakan yaitu Analisis univariat, Analisis bivariat, Analisa Multivariat. Hasil penelitian bahwa hubungan antara usia ibu dengan komplikasi kehamilan. Hasil uji chi square, diperoleh nilai signifikan p = 0,922. hubungan antara pendidikan ibu dengan komplikasi kehamilan. Hasil uji chi square, diperoleh nilai signifikan p = 0,960. hubungan antara pekerjaan ibu dengan komplikasi kehamilan. Hasil uji chi square, diperoleh nilai signifikan p = 0,022. hubungan antara pekerjaan suami dengan komplikasi kehamilan. Hasil uji chi square, diperoleh nilai signifikan p = 1,000. hubungan antara paritas dengan komplikasi kehamilan. Hasil uji chi square, diperoleh nilai signifikan p = 0,000. hubungan antara jarak kehamilan dengan komplikasi kehamilan. Hasil uji chi square, diperoleh nilai signifikan p = 0,777. hubungan antara riwayat abortus dengan komplikasi kehamilan. Hasil uji chi square, diperoleh nilai signifikan p = 0,777. hubungan antara kunjungan ANC dengan komplikasi kehamilan. Hasil uji chi square, diperoleh nilai signifikan p = 0,821. Simpulannya ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan komplikasi kehamilan, ada hubungan antara paritas dengan komplikasi kehamilan, ada hubungan antara riwayat abortus dengan komplikasi kehamilan. Saran diharapkan bagi ibu hamil lebih banyak mengetahui upaya pencegahan komplikasi kehamilan. According to reports from WHO, maternal deaths occur during complications, and post pregnancy. More than 75% of the total cases of maternal death - are bleeding, infection, high blood pressure during pregnancy, childbirth complications, and unsafe abortion (WHO, 2014).This research is intended to be known. Participation, complications, assessment, age, education, mother's occupation, husband's occupation, abortion, birth distance, parity, ANC visits to pregnant women at the Ellna Independent Practice Midwife, Palembang, 2018. The study design used observational research with cases such as controls.The population in this study was all pregnant women in the Independent Practice Midwife Ellna Palembang in January to December 2018. Case criteria are all contained in the pregnancy book that discusses the pregnancy register book in January to December 2018 at Ellna BPM. Control criteria are all pregnant woman suspects who did not experience pregnancy complications recommended in the pregnancy register book from January to December 2018 at BPM Ellna. Large sample using a minimum sample of 668 mothers. Analysis of the data used is univariate analysis, bivariate analysis, multivariate analysis.Results of research on the relationship between maternal age and pregnancy complications. Chi square test results, obtained a significant value of p = 0.922. the relationship between maternal education and pregnancy complications. Chi square test results, obtained a significant value of p = 0.960. the relationship between mother's work and pregnancy complications. Chi square test results, obtained a significant value of p = 0.022. the relationship between husband's work and pregnancy complications. Chi square test results, obtained a significant value of p = 1,000. the relationship between parity and pregnancy complications. Chi square test results, obtained a significant value of p = 0,000. the relationship between the distance of pregnancy with pregnancy complications. Chi square test results, obtained a significant value of p = 0.777. relationship between history of abortion with pregnancy complications. Chi square test results, obtained a significant value of p = 0.777. therelationship between ANC visits and pregnancy participation. Chi square test results, obtained a significant value of p = 0.821. In conclusion, there is a relationship between mothers and pregnancy complications, there is a relationship between parity and pregnancy, there is a relationship between pregnancy abortion and pregnancy complications. Expected advice for pregnant women.
EFEKTIVITAS SENAM HAMIL TERHADAP PERCEPATAN KALA I DAN KALA II PERSALINAN DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN KOTA PALEMBANG R.A Aminah Maya
Masker Medika Vol 8 No 1 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i1.407

Abstract

Latar Belakang: Komplikasi pada ibu hamil dapat timbul sejak awal kehamilan, memasuki trimester kedua, pada akhir kehamilan atau bahkan saat proses persalinan. Tiga hal yang dapat mempengaruhi durasi persalinan yaitu tenaga, jalan lahir dan janin. Faktor persalinan yang dapat dikendalikan adalah masalah tenaga atau power, dan upaya peningkatan tenaga atau power tersebut adalah dengan senam hamil. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Senam Hamil Terhadap Lama Persalinan Kala I dan Kala II di Praktik Mandiri Bidan Kota Palembang. Metode: ini adalah Quasi Experiment dengan rancangan Static Group Comparison. Penelitian ini dilaksanakan di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Kota Palembang, yaitu PMB Husniyati dan PMB Fauziah Hatta pada Bulan September – Desember 2019. Sampel penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.Hasil: uji statistik, rata-rata lama persalinan kala I pada ibu bersalin dengan senam hamil adalah 11.00+ 1.25 jam dan pada ibu bersalin tanpa senam hamil adalah 11.93+ 1.03 jam. Rata-rata lama persalinan kala II pada ibu bersalin dengan senam hamil adalah 0.67+ 0.24 jam, dan pada ibu bersalin tanpa senam hamil adalah 0.90+ 0.26 jam (ρ: 0.018). Ada perbedaan pengaruh lama persalinan kala I dan II antara kelompok ibu yang melakukan senam hamil dan tidak melakukan senam hamil di mana lama persalinan kala I dan Kala II pada ibu bersalin dengan senam hamil lebih cepat dibandingkan dengan yang tidak senam hamil. Kesimpulan: Senam hamil terbukti efektif mempercepat kala I dan kala II persalinan. Background: pregnant women complication can happen since early pregnancy, into second trimester, at the end of pregnancy or even when the delivery process. The duration of delivery is not same in each childbirth. The delivery process on the normal maternity held for less than 24 hours, in which divided into four phases. Delivery factors that can be controlled is the exertion or power, and improving the exertion or power was by doing the gymnastic pregnant. Purpose: To know the effectiveness of pregnancy exercise to the duration of the first and second phase of delivery. Method: of this research is Quasi Experiment designed with static group comparison.This study was conducted in independent midwife practice in Palembang, they are husniyati and fauziah hatta. This study was conducted in september until december 2019. The sample collection technique using purposive Sampling. Results from the statistical tests, the average duration of delivery first phase in maternity mother by pregnancy exercise is 11.00 + 1.25 hours and on the maternity ward without pregnancy exercise is 11.93 + 1.03 hours ( p value: 0.035 ). the average duration of delivery second phase on maternity wards with pregnancy exercise is 0.67 + 0.24, hours and on the maternity ward without pregnancy exercise is 0.90 + 0.26 hours ( p value: 0.018 ). there is a difference duration of the first and second phase of delivery between groups of women who do pregnancy exercise and did not do pregnancy exercise where long duration of the first and second phase of delivery to mom maternitywards with pregnancy exercise is faster than those who do not do pregnancy exercise. The conclusion: Pregnancy exercise can accelerate the first and second phase of delivery.
PERILAKU MEROKOK PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PALEMBANG BARI Joko Tri Wahyudi
Masker Medika Vol 8 No 2 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i2.412

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan awal dari munculnya penyakit – penyakit katastropik. Hampir setiap tahun sebanyak delapan miliyar orang di dunia meninggal karena hipertensi dan hampir 1,5 juta orang setiap tahunnya di kawasan Asia Timur-Selatan meninggal karena hipertensi. Kurang lebih sebanyak sepertiga orang dewasa di Asia Timur Selatan terserang penyakit hipertensi. Salah satu faktor yang beresiko memicu seseorang terserang penyakit hipertensi adalah merokok. Merokok bisa mengakibatkan seseorang menderita hipetensi, nikotin yang terkandung di dalam rokok bisa merangsang pelepasan katekolamin. Katekolamin yang mengalami peningkatan menyebabkan iritabilitas miokardial, peningkatan denyut jantung, lalu mengakibatkan vasokontriksi yang kemudian menyebabkan tekanan darah meningkat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seperti apakah gambaran perilaku merokok yang mencakup pengetahuan, sikap dan tindakan pada pasien Hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Palembang Bari. Metode Penelitian : Desain Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif analisis yang berfungsi mendeskripsikan atau menggambarkan objek yang diteliti menggunakan data dan sampel yang terkumpul dengan jumlah sampel 45 responden. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menyatakan bahwa dari 45 responden yang diteliti diperoleh (13,3%) dengan Pengetahuan Kurang, (37,8%) dengan Pengetahuan Cukup, dan (48,9%) dengan Pengetahuan Baik. Kemudian sebanyak (8,9%) memiliki Sikap Negatif, dan sebanyak (91,1%) memiliki Sikap Positif. Serta sebanyak (31,1%) memiliki Tindakan Kurang, (60,0%) dengan Tindakan Cukup, dan (8,9%) dengan Tindakan Baik. Diskusi : Pengetahuan pasien hipertensi tentang merokok masuk dalam kategori baik, sikap pasien hipertensi tentang merokok masuk kategori positif dan tindakan merokok pasien hipertensi masuk kategori cukup baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN TERHADAP PELAKSANAAN IMUNISASI MEASLES RUBELLA Dewi - Sayati
Masker Medika Vol 8 No 2 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i2.413

Abstract

Latar Belakang : Imunisasi Measleas Rubella adalah imunisasi kombinasi untuk mencegah penyakit campak, gondongan, campak Jerman (rubella), dan penyakit yang diberikan oleh virus RNA dari golongan Togavirus. Rubella adalah penyakit virus yang terjadi pada anak dan dewasa muda, gejala ini meliputi demam, batuk, kongjungtivitis, dan ruam kulit. Menurut data cakupan Posyandu Cempaka dan Kenanga yaitu 73,25%, dengan urutan 9 terbawah dari 41 puskesmas yang sekota Palembang. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling sebanyak 63 responden, yang selanjutnya dilakukan uji statistic chi-square, dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil : hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p value 0,003), sikap (p value 0,002), dukungan keluarga (p value 0,001), peran petugas (p value 0,007) dengan pelaksanaan imunisasi Measleas Rubella, dan tidak ada hubungan antara jarak tepuh (p value 0,092), dan peran tokoh masyarakat (p value 0,101) dengan pelaksanaan imunisasi Measleas Rubella.
PENGARUH SLOW DEEP BREATHING TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI anggi pratiwi
Masker Medika Vol 8 No 2 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i2.414

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan : Tekanan darah tinggi menjadi adalah masalah kesehatan masyarakat yang meningkat dengan signifikan. Angka kejadian hipertensi di Indonesia berjumlah 34.1% dan untuk di Jakarta 35%. Hipertensi dapat diobati dengan cara farmakologis dan non farmakologis dan juga dengan terapi alternatif. Slow deep breathing merupakan salah satu teknik latihan dan relaksasi yang membantu menjaga keadaan normal tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh slow deep breathing pada tekanan darah di antara pasien dengan hipertensi. Metode : Design penelitian ini adalah one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 15 responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Analisa data dengan menggunakan t-test dependent. Latihan slow deep breathing diberikan kepada responden dua kali sehari selama satu jam selama satu minggu. Tekanan darah diukur dengan sphygmomanometer elektronik sebelum serta setelah intervensi di setiap sampel. Hasil : Latihan slow deep breathing efektif dalam mengurangi tekanan darah sistolik dan diastolik pada tingkat tersebut dengan nilai p <0,05. Diskusi : Slow deep breathing dapat menurunkan tekanan darah dengan efek melalui sistem kontrol refleks kardiovaskuler dan sensitivitas barorefleks serta penurunan tekanan darah. Kata kunci : Hipertensi, slow deep breathing, tekanan darah
FAKTOR MATERNAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PADA IBU HAMIL DI DAERAH URBAN NEN SASTRI
Masker Medika Vol 8 No 2 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i2.418

Abstract

Profil kesehatan Indonesian tahun 2015 menunjukkan bahwa AKI adalah sebesar 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Komplikasi yang terjadi tentunya tidak terlepas dari buruknya status gizi ibu dan pada akhirnya berdampak kepada kondisi janin yang dilahirkan (Kemenkes RI, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan antara umur, pendidikan, pekerjaan, jarak kelahiran, paritas pada ibu hamil dengan kejadian KEK di BPM Ellna Palembang tahun 2017. Penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil pada bulan 1 sd 12, tahun 2017. Kriteria Kasus adalah semua tersangka ibu hamil dengan KEK yang tercatat dalam buku l kehamilan dan pemeriksaan LILA diketahui kurang dari 23,5 cm. Analisa data: analisis univariat, analisis bivariat, analisa Multivariat. Hasil penelitian ibu hamil didapatkan distribusi frekuensi berdasarkan kejadian KEK sebanyak 87 kasus KEK. Hasil analisis hubungan antara umur dengan kejadian KEK diperoleh nilai signifikan p = 0,007 OR diperoleh sebesar 3,302. Analisis hubungan antara pendidikan dengan kejadian KEK diperoleh nilai signifikan p = 0,030 OR diperoleh sebesar 1,870. Analisis hubungan antara pekerjaan dengan kejadian KEK diperoleh nilai signifikan p = 0,002 OR diperoleh sebesar 2,538. Analisis hubungan antara paritas dengan kejadian KEK diperoleh nilai signifikan p = 0,000 OR diperoleh sebesar 2,758. Analisis hubungan antara jarak kelahiran dengan kejadian KEK diperoleh nilai signifikan p = 0,014 OR diperoleh sebesar 2,359. Simpulannya ada hubungan antara umur, Pendidikan, pekerjaan, paritas, jarak kelahiran ibu hamil dengan kejadian KEK. Kata kunci: KEK pada ibu hamil
Hubungan Quadriceps Angle dengan Knee Osteoarthritis di Panti Sosial Harapan Kita juliastuti juliastuti juliastuti
Masker Medika Vol 8 No 2 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i2.420

Abstract

Pendahuluan : Osteoarthritis adalah suatu kondisi sendi yang ditandai dengan kerusakan dan hilangnya kartilago artikular yang berakibat pada pembentukan osteofit, nyeri, pergerakan yang terbatas dan deformitas. Osteoarthritis berperan penting sebagai penyebab utama nyeri dan disabilitas pada lansia. Metode : Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang termasuk dalam penelitian analisis. Jenis penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental dengan tipe studi korelasi menggunakan uji Pearson dan One Way Anova dengan memaparkan hasil pengukuran sudut Q-angle dengan menggunakan Goniometer dan hasil pengukuran Functional knee dengan KOOS (Kuisioner Injury and Osteoarthritis Score). Hasil : terdapat hubungan linear antara Skor Koos dengan Q Angle, nilai pearson correlation coefficient atau R antarvariabel adalah 0,868 yang berarti kedua variabel memiliki hubungan positif atau berbanding lurus dan sangat kuat. Diskusi : Dari hasil penelitian ini dapat diketahui adanya hubungan yang positif antara fungsional lutut dengan besar sudut Quadricep pada kasus Knee Osteoarthritis serta dapat disimpulkan bahwa semakin besar sudut Q angle maka semakin tinggi nilai fungsional lutut.
PENGARUH WALKING TANDEM EXERCISE PADA LANSIA SEHAT DI PANTI LANJUT USIA HARAPAN KITA PALEMBANG Yudiansyah Yudiansyah
Masker Medika Vol 8 No 2 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i2.421

Abstract

Pendahuluan: Proses penuaan terjadi secara alami diikuti dengan adanya penurunan kondisi fisik, psikologi maupun social diantaranya adalah penurunan kekuatan otot, dan penurunan fungsi otak sehingga timbul banyak permasalahan pada lansia dalam melakukan kegiatan sehari-harinya. Metode: Pre-post design pada 34 lansia dan dilakukan screening dengan MMSE, lansia dengan nilai MMSE >24 point diberikan Walking Tandem Exercise (WTE) sebanyak 3 kali dengan istirahat 1 menit diantara tiap sesi dilakukan 2 kali seminggu selama 4 minggu. Hasil: Uji beda nilai pre-post test diperoleh hasil p = 0,012 (p < 0,05). Diskusi: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna pada nilai indeks katz sebelum dan sesudah diberikan WTE. Kata Kunci: Walking Tandem Exercise, Indeks Katz, Lansia
The ANALISIS HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Raden Ayu Aminah Maya
Masker Medika Vol 8 No 2 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i2.425

Abstract

Pendahuluan: Anemia pada ibu hamil masih menjadi prioritas penanganan masalah kesehatan oleh Kementerian Kesehatan. Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil. Jarak antara kehamilan sebelumnya dan berikutnya yang pendek atau singkat, misalnya kurang dari 2 tahun, dapat meningkatkan risiko kejadian anemia pada ibu hamil. Begitu juga dengan umur ibu saat hamil, umur di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun memiliki risiko yang signifikan dengan kejadian anemia. Metode: Jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2017. Sampel penelitian adalah 34 orang ibu hamil yang didapatkan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Analisis univariat digunakan untuk mengetahui distribusi karakteristik responden dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil: Dari hasil uji statistik menggunakan Chi square untuk mengetahui hubungan antara umur ibu dan kejadian anemia, diperoleh tingkat signifikansi ρ>0.05 (ρ: 0.289) sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian anemia. Dari hasil uji statis tik menggunakan Chi square untuk mengetahui hubungan antara paritas ibu dan kejadian anemia, diperoleh tingkat signifikansi ρ<0.05 (ρ: 0.041) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara paritas ibu dengan kejadian anemia pada ibu hamil.Diskusi: umur bukan satu-satunya faktor penyebab anemia melainkan ada faktor lain yaitu faktor dasar (sosial ekonomi, pengetahuan, pendidikan, dan budaya) dan faktor langsung (pola konsumsi tablet tambah darah, infeksi dan perdarahan. Wanita yang sering mengalami kehamilan dan melahirkan makin anemia karena banyak kehilangan zat besi, hal ini disebabkan selama kehamilan wanita menggunakan cadangan besi yang ada di dalam tubuhnya. Kata Kunci: Kejadian anemia, umur, paritas