cover
Contact Name
Yulius Tiranda
Contact Email
yuliustiranda@ikestmp.ac.id
Phone
+6281994854458
Journal Mail Official
penelitianikestmp@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu, Plaju, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Masker Medika
ISSN : 23018631     EISSN : 26548658     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Inovatif (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang ini berfokus pada kajian keperawatan (Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas dan Manajemen Keperawatan) , Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Bayi dan Anak, Kesehatan Reproduksi), Kesehatan Lingkungan, fisioterapi dan Tekhnik Laboratorium Medik. Jurnal Masker Medika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan bulan desember yang dipublikasikan dalam terbitan cetak dan elektronik.
Articles 765 Documents
THE FACTORS RELATED TO THE POSTPARTUM MOTHERS’ KNOWLEDGE OF THE PUBLIC ABOUT THE DANGER SIGNS OF PUERPERIUM AT PMB LISMARINI PALEMBANG Junie Harista
Masker Medika Vol 8 No 2 (2020): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v8i2.429

Abstract

ABSTRAK Masa nifas atau masa puerperium adalah masa setelah persalinan selesai 6 minggu atau 42 hari. Selama masa nifas, organ reproduksi secara perlahan akan mengalami perubahan seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan organ reproduksi ini disebut involusi (Dewi, 2017). Dimana selama waktu tersebut pada seorang ibu nifas seringkali terjadi masalah tanda-tanda bahaya masa nifas di antaranya perdarahan post partum, lochea yang berbau busuk, subinvolusi uterus, nyeri pada perut dan pelvis, pusing yang berlebihan, suhu tubuh ibu >38 ̊C, mastitis, baby blues dan depresi postpartum. Masa nifas merupakan masa yang kritis bagi ibu yang sehabis melahirkan. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu terjadi setelah persalinan dan 50% diantaranya terjadi dalam selang waktu 24 jam pertama (Prawiharjo, 2010). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya masa nifas di Praktik Mandiri Bidan Lismarini Palembang tahun 2019. Desain penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang berkunjung pada saat dilakukan penelitian di Praktik Mandiri Bidan Lismarini. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling berjumlah 36 ibu. Hasil Penelitian didapatkan tidak ada hubungan antara usia ibu nifas dengan pengetahuan tentang tanda bahaya masa nifas didapatkan niali p value = 0,467 > 0,05, tidak ada hubungan antara paritas ibu nifas dengan pengetahuan tentang tanda bahaya masa nifas didapatkan niali p value = 0,370 > 0,05, ada hubungan antara pendidikan ibu nifas dengan pengetahuan tentang tanda bahaya masa nifas didapatkan niali p value = 0,039 < 0,05 serta ada hubungan antara pekerjaan ibu nifas dengan pengetahuan tentang tanda bahaya masa nifas didapatkan niali p value = 0,016 < 0,05. Diharapkan Kepada petugas kesehatan ditingkatkannya komunikasi informasi dan edukasi (KIE) tentang bahaya masa nifas dalam berbagai media sehingga dapat menambah pengetahuan dan pemahaman ibu. Kata Kunci :Ibu Nifas, Tanda Bahaya Nifas, Pengetahuan, Umur, Paritas, Pendidikan dan Pekerjaan. Daftar Pustaka :15 (2010-2019)
IDENTIFIKASI RESPON PENDERITA DALAM MENYIKAPI NYERI FRAKTUR DI WILAYAH KABUPATEN DAN KOTA PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2017 Mujahidin Mujahidin
Masker Medika Vol 5 No 2 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v5i2.450

Abstract

Kondisi nyeri banyak ditemukan pada sebagian besar kasus seperti pada kondisi luka bakar, luka tusuk, luka robek serta pada kondisi fraktur, baik fraktur terbuka maupun fraktur tertutup. Setiap individu yang mengalami nyeri mempunyai respon yang berbeda dalam menyikapi kondisi nyeri yang dialaminya seperti berteriak, meringis, memejamkan mata dengan kuat, menggigit bibir, meniup, memegang dan menggosok area yang mengalami nyeri. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk melakukan identifikasi terhadap respon apa saja yang dilakukan oleh penderita fraktur dalam menyikapi nyeri yang dialaminya di wilayah Kabupaten dan Kota Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dimana peneliti melakukan identifikasi terhadap respon yang dilakukan penderita fraktur di wilayah Kabupaten dan Kota Provinsi Sumatera Selatan. Sampel dalam penelitian ini adalah penderita yang mengalami fraktur berjumlah 78 orang yang dipilih dengan menggunakan tehnik Accidental Sampling serta memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Data dalam penelitian ini di dapat dengan melakukan identifikasi langsung terhadap respon penderita yang mengalami fraktur. Hasil identifikasi dicatat dan selanjutnya dilakukan entry data ke dalam program SPSS versi 19. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Juni 2017 bertempat di wilayah Kabupaten dan Kota Provinsi Sumatera Selatan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui jika respon penderita yang mengalami fraktur cukup banyak dan bervariasi, respon terbanyak yaitu dengan meringis sebanyak 17 orang responden (21.8%), menangis sebanyak 15 orang responden (19.2%) berteriak dan menjerit masing-masing sebanyak 7 orang responden (9.0%). Beberapa respon dilakukan oleh penderita fraktur seperti melakukan kompres, relaksasi/mengatur pola pernafasan dan memegang area fraktur, respon yang bersifat mandiri tersebut dilakukan oleh penderita dengan tujuan untuk meminimalisir intensitas nyeri fraktur yang sedang dialaminya.
PENGARUH LAMA MENGAJAR MENGGUNAKAN MEDIA LAPTOP TERHADAP TERJADINYA MYOFACIAL PAIN SINDROME REGIO UPPER BACK MUSCLES PADA DOSEN IKEST MUHAMMADIYAH PALEMBANG juliastuti juliastuti juliastuti; Imam Haryoko
Masker Medika Vol 10 No 1 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v10i1.469

Abstract

Background: Myofascial pain syndrome (MTPS) is a condition with many collections of signs and symptoms caused by damage to the structure of fascia and muscle tissue. Some of the signs and symptoms include trigger points in the hyperirritated muscle region and hypersensitivity to the link bands in muscles with myofascial pain syndrome, which will feel painful when pressed, and there are specific characteristics, namely Referred Pain, Motor Dysfunction, and Autonomic Phenomena. . Purpose : This study aims to determine the effect of teaching time using laptop media on Myofascial pain syndrome Upper back muscles at IKesT Muhammadiyah Palembang lecturers. Methods: The research was conducted observationally using the Cross Sectional (Chi Square) analytic method with a Point Time Approach design. Results: The results of the study obtained p value = 0.004 it can be concluded that the difference in the proportion of the incidence of teaching time using a laptop on the occurrence of MTPS complaints. The conclusion of this research is that there is a relationship between the length of time teaching using a laptop to the occurrence of Myofascial Pain Syndrome. Recommendations for this research can be continued with research with treatment of respondents Keywords: Long Teaching Time, Myofascial Pain Syndrome
Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di PMB Andina Palembang Suci Sulistyorini
Masker Medika Vol 10 No 1 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v10i1.470

Abstract

One of the indicators of a country's success in improving public health is by decreasing the infant mortality rate (IMR). The most common cause of neonatal death is low birth weight (LBW). 2017 shows AKN of 15 per 1,000 live births, IMR of 24 per 1,000 live births, and AKABA 32 per 1,000 live births. The incidence of LBW is still quite high in the city of Palembang, Based on data from the Independent Practice Report of Midwife Andina Primitasari Palembang, it was found that the incidence of LBW in 2018 was 10 events, in 2019 11 events and in 2020 the period January 1 to May 30 totaled 11 events. This study aims to analyze the factors that influence the incidence of low birth weight babies in PMB Andina Primitasari Palembang. The design of this study used an analytical survey method with a case control research design. The population in this study were all newborns who were recorded as being born in PMB "X" Palembang for the period January 1 to May 30, 2020. The research sample was case: control comparison 1: 1. The subject of the case study was 32 LBW infants and the control was low birth weight infants. Normal number is 32 babies. Sampling technique is simple random sampling. The analysis used univariate and bivariate with Chi-Square. The research was conducted at PMB Andina Primitasari Palembang in June 2020. Based on univariate analysis, the incidence of LBW was 32 (50%) and not LBW was 32 (50%). Birth spacing is not at risk 73.4% and at risk 26.6%, gestational age at term 87.5% preterm 12.5%, not gammeli 89.1%, gammeli 10.9%, not anemic 76.6% and anemia 23, 4%. Based on bivariate data, it was found that there was a relationship between birth spacing (p value = 0.048), gestational age (p value = 0.002), gammeli (p value = 0.005), and anemia (p value = 0.039) to the incidence of low birth weight babies in PMB. Andina Palembang. It is recommended to health workers that preventive efforts are needed with counseling and counseling for pregnant women to pay attention to nutritional intake and carry out antenatal care regularly and comply with the counseling given by health workers so that the mother's pregnancy is normal without complications and the baby is in a healthy condition.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PERSIAPAN PERSALINAN SECARA HOLISTIK DI MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL Raden Ayu Aminah Maya
Masker Medika Vol 10 No 1 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pada masa covid -19 ini Ibu hamil harus menjalani kehamilan dan persiapan kehamilan dengan ketenangan tanpa ada raca kecemasan. Gangguan akibat kecemasan yang dialami ibu akan menjadi kegawatdaruratan baik bagi ibu sendiri maupun janin dalam proses persalinanya. Salah satu upaya untuk mengurangi kecemasan ibu hamil saat menghadapi persiapan persalinan yaitu dengan memberikan pendidikan kesehatan yang bertujuan menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil. Persiapan persalinan normal pada ibu di masa covid-19 ini tidak hanya berfokus pada persiapan secara fisik tapi juga persiapan mental dan spiritual. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana efektivitas pendidikan kesehatan tentang persiapan persalinan secara holistik di masa pandempandemic 19 terhadap penurunan tingkat kecemasan ibu hamil. Metode: Penelitian ini dilakukan di PMB Husniyati Palembang dengan responden sebanyak 50 ibu hamil. Jenis penelitian ini penelitian analitik yang menganalisis efektivitas variabel independent terhadap variabel dependen menggunakan Uji Wilcoxon. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Hasil: Terdapat perbedaan nilai sebelum dan sesudah intervensi pendidikan kesehatan dengan menggunakan Uji Wilcoxon, diperoleh p value = 0.000. Kesimpulan: pendidikan kesehatan tentang persiapan persalinan secara holistik dimasa pandemi covid-19 terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Covid-19, Kecemasan Ibu Hamil
PEMBERIAN RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP TEKAN DARAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN HIPERTENSI : LITERATURE REVIEW yuniza yuniza
Masker Medika Vol 10 No 1 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v10i1.472

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit Hipertensi dalam kehamilan merupakan tekanan darah tinggi yang terjadi saat kehamilan berlangsung dan biasanya pada bulan terakhir kehamilan atau lebih setelah 20 minggu usia kehamilan pada wanita yang sebelumnya normotensif, tekanan darah mencapai nilai 140/90 mmHg upaya menangani penyakit tekanan darah tinggi menggunakan terapi non farmakologi disamping terapi farmakologi yaitu dengan memberikan terapi rendam kaki menggunakan air hangat kepada ibu hamil yang mengalami hipertensi. Tujuan: Untuk menganalisis artikel yang berjudul pemberian rendam kaki air hangat terhadap tekanan darah pada ibu hamil trimester III Metode Penelitian: Literature Review antara tahun 2016 sampai 2021 bahasa Indonesia dan bahasa inggris, data diperoleh dari database elektronik melalui google scholar. Hasil: Terdapat tujuh artikel yang berasal dari dalam negeri dengan menyatakan hasil yang sama bahwa adanya penurunan tekanan darah ibu hamil yang mengalami hipertensi sesudah dilakukan pemberian rendam kaki air hangat yang mencapai rata-rata penurunan tekanan darah sistolik mencapai 13-16 mmHg dan diastolik 8-9 mmHg dan nilai p value antara 0,000-0,003<0,05. Kesimpulan: Berdasarkan kajian dari tujuh artikel diatas dapat disimpulkan Terdapat pengaruh pemberian rendam kaki air hangat terhadap tekanan darah pada ibu hamil Trimester III. Kata Kunci : Ibu Hamil Trimester III , Rendam Kaki Air Hangat , Tekanan Darah. ABSTRACT Background: Hypertension in pregnancy is high blood pressure that occurs during pregnancy and usually in the last month of pregnancy or more after 20 weeks of gestation in women who were previously normotensive, blood pressure reaching a value of 140/90 mmHg. An effort to treat high blood pressure using non-pharmacological therapy, namely by providing foot soak therapy using warm water to pregnant women who have hypertension. Objective: To analyze the article entitled giving warm water foot soaks on blood pressure in third trimester pregnant women with hypertension. Research Methods: Literature Review between 2016-2021 Indonesian and English, data obtained from an electronic database through Google Scholar. Results: There were seven articles originating from within the country stating the same results that there was a decrease in blood pressure of pregnant women who experience hypertension after giving warm water foot soaks which achieve an average reduction in systolic blood pressure of 13-16 mmHg and diastolic 8-9 mmHg and p-value between 0.000-0.003 < 0.05 Conclusion: based on the study of the seven articles above, it can be concluded that there was an effect of giving warm water foot soaks on blood pressure in third trimester pregnant women. Keywords:. Thrid Trimester Pregnant Women, Warm Water Foot Soak, Blood Pressure.
DAMPAK PSIKOLOGIS PERAWAT DALAM MELAYANI PASIEN COVID-19 DI INSTALASI RAWAT INTENSIF PENYAKIT INFEKSI IMAGING (PIE) RS RIVAI ABDULLAH Inne Yelisni
Masker Medika Vol 10 No 1 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v10i1.473

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan paling depan (frontline) dalam melakukan perlawanan terhadap COVID-19. Beberapa rumah sakit melakukan pengurangan jumlah kunjungan pasien, tetapi tidak pada ruang gawat darurat dan ruang isolasi. Perawat yang bekerja di ruang tersebut memiliki risiko yang lebih besar untuk berinteraksi dengan pasien atau penderita yang dicurigai positif COVID-19. Banyaknya dampak yang dialami oleh seorang perawat yaitu, depresi, ansietas, Insomnia, dan tekanan psikologis yang dialami perawat yang merawat pasien covid. Tujuan: Untuk mengetahui Dampak psikologis dalam melayani pasien Covid-19. Metode: Penelitian ini di lakukan di RS Rivai Abdullah Palembang dengan partisipan sebanyak 5 orang perawat ruangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan melihat fenomenologi dampak psikologis perawat yang merawat pasien dengan covid-19. Hasil: Didapatkan 3 tema yaitu, Terpaksa dan pasrah perasaan saat merawat pasien covid 19, Keputusasaan dan ketakutan sebagai pemberi dampak sebagai perawat covid 19, Pencapaian dengan menerima sebagai perawat covid 19. Kesimpulan: Hasil penelitian ini perawat mampu menilai dirinya sendiri yang memiliki perasaan ketidakberdayaan, adanya konfilik batin, perasaan sepi yang melanda, ketidakstabilan emosi. Kata Kunci: Dampak Psikologis, Perawat, Covid- 19
PENGARUH PEMASANGAN CERVICAL COLLAR TERHADAP PERTOLONGAN PERTAMA PADA PASIEN KECELAKAAN DENGAN FRAKTUR SERVIKAL : LITERATURE REVIEW Apriyani Apriyani
Masker Medika Vol 10 No 1 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v10i1.474

Abstract

Latar Belakang : Kecelakaan Lalu Lintas adalah suatu peristiwa di jalan yang sedikitnya diakibatkan oleh satu kendaraan yang menyebabkan cedera, kerusakan, dan kerugian. Fraktur merupakan salah satu kejadian yang paling sering akibat dari terjadinya kecelakaan, Fraktur servikal adalah terpisahnya kontinuitas tulang pada vertebra servikalis. Penanganan pada fraktur servikal adalah dengan cara menggunakan pemasangan servikal collar atau penyangga leher yang berfungsi membatasi gerak servikal untuk immobilisasi, mencegah komplikasi, dan mempertahankan sirkulasi dan pernapasan. Tujuan : Untuk Menganalisis artikel jurnal penelitian tentang Pengaruh Pemasangan Cervical Collar terhadap Pertolongan Pertama Pada Pasien Kecelakaan dengan Fraktur Servikal. Metode Penelitian : Review Literatur antara tahun 2015-2020. Pencarian artikel di lakukan dengan menggunakan database elektronik seperti google scholar, pubmed, dan sciencedirect untuk menjawab tujuan penulisan. Kombinasi kata kunci yang di gunakan dalam pencarian artikel adalah pemasangan cervical collar, pertolongan pertama pasien kecelakaan dengan fraktur servikal. Hasil : Berdasarkan hasil ulasan terdapat 10 artikel yang di dapatkan bahwa fenomena yang telah di jelaskan berkaitan dengan pengaruh pemasangan cervical collar terhadap pertolongan pertama pada pasien kecelakaan dengan fraktur servikal dapat membantu dalam penanganan awal yaitu immobilisasi, mencegah komplikasi dan mempertahankan jalan napas. Kesimpulan : Berdasarkan dari hasil 10 artikel ilmiah yang telah dapat di simpulkan bahwa pemasangan servikal collar dapat membantu proses immobilisasi, mencegah komplikasi dan mempertahankan jalan napas.
PENGARUH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROTOKOL KESEHATAN TERHADAP PENURUNAN KEJADIAN COVID-19 Dewi - Sayati
Masker Medika Vol 10 No 1 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v10i1.475

Abstract

Background : One of the challenges in handling Covid-19 is that there are people who are against government policies. Some of these people still don't believe in the Covid-19 virus, distrust the information and reality about Covid-19 that the government provides, and not complying with government policies, including the implementation of health protocols. According to data from the Center for Systems Science and Engineering (CSSE) at Johns Hopkins University (JHU), Indonesia is in the top 20 list in the world. To be precise, it is in the 18th position, with the number of cases reaching 1,837,126 (as of June 24, 2021), and the death toll reaching 51,059 people. Methods: The research design is a descriptive quantitative survey with a cross sectional approach and the sampling technique used is accidental sampling and a sample of 71 respondents, which was then performed a chi-square statistical test, with a confidence degree of 95%. Results: The results of the statistical test show that there is a relationship between communication (p value 0.003), attitude (p value 0.001), and attitude of the implementer (p value 0.004) with a decrease in the number of cases of covid-19.
STATUS MENARCHE BERDASARKAN IDEKS MASSA TUBUH DAN LINGKAR LENGAN ATAS DI SMPN 37 PALEMBANG Atma Deviliawati
Masker Medika Vol 10 No 1 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v10i1.476

Abstract

Introduction: About 1 billion people or every 1 in 6 of the world's population are teenagers. In America the median age of menarche fell by 0.9 years for women born before 1920 compared with women born before 1980-1984, the average age at menarche for women born in 1920 was 13.3 years old and for women born 1980-1984 is 12.4 years old. In Indonesia, the number of adolescents and young people is growing rapidly. Generally, teenagers experience menarche at the age of 12 to 16. This period will change behavior from several aspects, such as psychology and others. Methods: This type of research is an observational survey to find out the description of menarche status based on the Body Mass Index and Upper Arm Circumference which was conducted at SMPN 37 Palembang in 2019. The research sample was 133 seventh grade students obtained using the total sampling technique. Univariate analysis was used to determine the distribution of respondents' characteristics. Results: Students who experienced menarche were 66 people (49.6%), the early category was 42 people (63.6%), the most experienced menarche at the age of 11 years with 37 people (56.1%), and the most at least 9 years old with 1 person (1.5%). while the age of 10 years with 4 people (6.1%), age 12 years with 20 people (30.3%) and age 13 years with 4 people (6%). Body Mass Index of 66 people who experienced menarche was 28 people in thin body (42.4%), 33 people in normal body (50%) and 5 people in fat body (7.6%). Upper arm circumference based on menarche status, 30 skinny people (45.5%) and 36 people with normal body (54.5%). Discussion: Adolescent girls at puberty will experience their first menstruation or menarche, menarche can occur earlier or later depending on body condition.