cover
Contact Name
Yulius Tiranda
Contact Email
yuliustiranda@ikestmp.ac.id
Phone
+6281994854458
Journal Mail Official
penelitianikestmp@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu, Plaju, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Masker Medika
ISSN : 23018631     EISSN : 26548658     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Inovatif (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang ini berfokus pada kajian keperawatan (Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas dan Manajemen Keperawatan) , Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Bayi dan Anak, Kesehatan Reproduksi), Kesehatan Lingkungan, fisioterapi dan Tekhnik Laboratorium Medik. Jurnal Masker Medika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan bulan desember yang dipublikasikan dalam terbitan cetak dan elektronik.
Articles 765 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG VAKSIN (MAESLES RUBELLA) DAN PENDIDIKAN IBU DENGAN MINAT KEIKUTSERTAAN VAKSIN DI PALEMBANG lina contesa
Masker Medika Vol 10 No 1 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v10i1.477

Abstract

Introduction: Measles and rubella are infectious diseases transmitted through the respiratory tract. Rubella is a mild disease in children, but it can cause adverse effects, if it occurs in pregnant women in the first trimester, namely miscarriage or disability in babies, it is often called Congenital Rubella Syndrome. Methods: The design of this study was analytical observational with a cross sectional research design. The research instrument used a check list and interview. The population in this study were mothers of children aged 5 years totaling 65 respondents and the sampling technique used was accedental sampling. The analysis used univariate and bivariate with Chi-Square test. Results: Based on univariate analysis, the results of high knowledge and interest were 89.2% and mother's education level was 87.7%. The results of the Chi-Square statistical test showed that there was a relationship between knowledge about MR Vaccine and interest in participating in MR Vaccination (p value 0.001 < 0.05). Conclusion: There is a relationship between mother's knowledge about the MR vaccine and the interest in participating in the MR (Maesles Rubella) vaccination at the integrated clinic and growth and development at the Palembang Bari Hospital, Children with the MR vaccine (Maesles Rubella) and those who are not vaccinated against MR (Maesles Rubella) more at risk of adverse effects on children's health.
FAKTOR RISIKO GANGGUAN PSIKOLOGIS PADA IBU POSTPARTUM DI RSUD KOTA BEKASI vivi dwi putri
Masker Medika Vol 10 No 1 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Postpartum mood disorder is not a trivial issue. It has possibility to disrupt the life of the mother, family, baby and other children. Mother will have difficulty in caring and maintaining adequate emotional bond to the baby and other children. To study and analyze The Risk Factors of Psychological Disorders on Postpartum Mothers in Bekasi City Hospital at 2015. This research is an analytic research with cross sectional approach. Data collection was done on February 26, 2015. The population in this research are all mothers who gave birth in Bekasi City Hospital with a total sample of 155 mothers. Sample technique is accidental sampling. The results of research shows that psychological disorders on postpartum mothers relates with education factor (p value = 0.011), parity (p value = 0.011), giving birth types (p value = 0.007), social support (p value = 0.004), and not related, they are age factor (p value = 0.068) and work status (p value = 0.125). And the most dominant factor is social support with OR score = 3.782. It is expected that hospitals can giving directions to health workers replace the roles of a husband and family the mothers postpartum that is less social the provision of support of them.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN VIDEO ANIMASI HANDWASHING DANCE TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP MENCUCI TANGAN ANAK Rosi Erliyani; Yudi Abdul Majdi; Puji Setya Rini
Masker Medika Vol 10 No 1 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v10i1.479

Abstract

Pendahuluan : Cuci tangan merupakan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit dan merupakan bagian dari Program PHBS Sekolah. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti masih terdapat siswa dengan pengetahuan dan sikap yang rendah tentang cuci tangan. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap mencuci tangan adalah dengan pendidikan kesehatan melalui media tertentu, salah satu media yang dapat digunakan video animasi dance handwashing. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan video animasi handwashing dance terhadap pengetahuan dan sikap mencuci tangan anak usia sekolah di SD Muhammadiyah 16 Palembang. Metodologi : Desain penelitian ini adalah Pra Eksperimen dengan rancangan one-group pre test-post test. Populasi penelitian ini adalah 132 orang, teknik sampling yang digunakan adalah total sampling yaitu 132 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pengetahuan mencuci tangan siswa SD Muhammadiyah 16 Palembang sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 3.89, setelah diberikan pendidikan kesehatan adalah 9.43. Nilai sikap mencuci tangan sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 24.12, dan setelah diberikan pendidikan kesehatan adalah 35.64. Hasil uji T-test didapatkan nilai p value = 0,000 artinya ada peningkatan pengetahuan dan sikap mencuci tangan siswa setelah intervensi. Kesimpulan : ada pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan video animasi dance handwashing terhadap pengetahuan dan sikap mencuci tangan anak SD Muhammadiyah 16 Palembang.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH) sukron sukron
Masker Medika Vol 10 No 1 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v10i1.480

Abstract

Benign prostatic Hyperplasia (BPH) is an enlargement of the gland and cellular tissue of the prostate gland associated with endocrine changes related to the aging process, this condition is thought to be influenced by factors such as age, weight, smoking history, history of consuming drugs that trigger libido, history of diabetes mellitus (DM), cardiac history. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of BPH. This study used a quantitative analytical method with a cross sectional approach, this sample was taken using accidental sampling technique. The sample in this study were urological patients who were hospitalized at the surgical IRNA of Dr. Mohammad Hosein Hospital Palembang, totaling 61 respondents with a mean age of 70 years (0.30027). The results of the Chi-squere test showed a significant relationship between age and the incidence of BPH (p= 0.02), there was a relationship between body weight and the incidence of BPH (p=0.007), there was a relationship between smoking history and the incidence of BPH (p= 0.02) , there was a history of consuming libido-triggering drugs with the incidence of BPH (p= 0.05), there was no relationship between a history of diabetes mellitus and the incidence of BPH (p=1.00), there was no significant relationship between a history of heart disease and the incidence of BPH (p= 0.383). It is hoped that nurse practitioners can optimize themselves as educators in providing information about BPH, especially factors related to the incidence of BPH.
HUBUNGAN KEHAMILAN USIA DINI DENGAN KEJADIAN POSTPARTUM BLUESS DI PMB CH MALLA septiana Rahayu
Masker Medika Vol 10 No 1 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Periode kehamilan dan persalinan merupakan periode kehidupan yang penuh dengan potensi stres (Sarwono, 2005). Seorang wanita dalam periode kehamilan dan periode melahirkan (postpartum) cenderung mengalami stres yang cukup besar karena keterbatasan kondisi fisik yang membuatnya harus membatasi aktivitas dalam proses adaptasi psikologis. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini diketahuinya hubungan kehamilan usia dini dengan kejadian postpartum blues. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu postpartum hari ke 6-14 di PMB CH Malla. Teknik pengambilan sampel adalah dengan purposive sampling. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer. Hasil : Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil secara langsung di PMB CH Malla . Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 90 Responden. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara kehamilan usia dini dengan kejadian postpartum blues, variabel luar yang ikut berhubungan dengan kejadian postpartum blues adalah induksi persalinan, kehamilan usia dini < 20 tahun meningkatkan risiko 4,0 kali untuk mengalami kejadian postpartum blues.
THE RELATIONSHIP OF PROLONGED SITTING DUE TO ONLINE LEARNING TO MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) IN MUHAMMADIYAH SMA STUDENTS, PALEMBANG CITY juliastuti juliastuti juliastuti; Yudiansyah Yudiansyah
Masker Medika Vol 10 No 2 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v10i2.484

Abstract

Introduction : Prolonged sitting is a sedentary activity for a long time characterized by low energy consumption in combination with movements in a sitting or lying position. Online learning can be one of the causes of this condition because during learning, students sit for about two-thirds of working hours and their sitting period usually lasts at least 30 minutes. Objective : This study aims to determine the relationship between prolonged sitting and musculosceletal disorders (MSDs) in Muhammadiyah high school students in Palembang. Methods: This type of research is a survey with a descriptive quantitative approach, using a Cross Sectional analytic method. Collecting data through the distribution of jotform questionnaires to students of SMA Muhammadiyah Palembang City. Results: Hypothesis test results obtained p value = 0.005, it can be concluded that there is a difference in the proportion of events between prolonged sitting and musculoskeletal disorders (MSDs). Conclusion: the results of this study found a relationship between prolonged sitting due to online learning and the occurrence of musculoskeletal disorders (MSDs). This research recommendation can be continued with research using a more specific MSDs measurement instrument
EFEKTIVITAS EDUKASI MELALUI APLIKASI MPASI TERHADAP TINGGI BADAN ANAK Reza Andriani
Masker Medika Vol 10 No 2 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v10i2.485

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Masalah gizi (Kekurangan Energi dan Protein) dan stunting dapat terjadi karena salah satu faktor penyebab yaitu pemberian MP-ASI yang kurang tepat. MP-ASI yang baik adalah memenuhi persyaratan tepat waktu, bergizi lengkap, cukup dan seimbang, aman, dan diberikan dengan cara yang benar. Kurangnya kesedaran dan pengetahuan ibu tentang gizi yang baik diberikan kepada anak memegang peranan yang penting dalam menjaga kualitas makanan yang diberikan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan jenis pre-post test control group design. Hasil: Penggunaan edukasi melalui aplikasi MPASI lebih efektif 1,4 kali lebih besar dari pada edukasi melalui leaflet dalam meningkatkan Tinggi Badan (TB) Bayi sebesar ≥1,9 cm. Diskusi: Pemberian edukasi dan pendidikan gizi mengenai MP-ASI merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya stunting atau balita pendek. Kata Kunci: Aplikasi, MPASI, Tinggi Badan, Anak
Hubungan Frekuensi Pemberian ASI Terhadap Peningkatan Produksi ASI Secara Holistik Pada Ibu Menyusui Miskiyah Tamar; Puji Setya Rini
Masker Medika Vol 10 No 2 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v10i2.486

Abstract

The process of breast milk production is influenced by several factors including nutritional factors, breast care, socio-cultural factors, socio-cultural factors, breastfeeding factors/frequency of breastfeeding and psychological factors. The frequency of breastfeeding is one of the factors to increase breast milk, namely by breastfeeding children regularly. This research was conducted using descriptive analytic method, namely connecting between variables using a cross sectional approach. The independent variable in this study is the frequency of breastfeeding and the dependent variable is the increase in breast milk production. The results of the bivariate analysis of a total of 56 respondents using the Chi-Square Test obtained p value = 0.002, because the p value <0.05, statistically it can be said that there is a relationship between the frequency of breastfeeding and increased milk production.
PENGARUH LAMA PEMBENDUNGAN TERHADAP KADAR HEMATOKRIT PADA PENGAMBILAN DARAH VENA Aris Toteles
Masker Medika Vol 10 No 2 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v10i2.487

Abstract

Hematokrit adalah pemeriksaan untuk menentukan perbandingan eritrosit terhadap volume darah atau volume eritrosit di dalam 100 ml darah, yang ditetapkan dalam satuan %. Dalam pengambilan volume darah pemasangan tourniquet pada pengambilan darah vena dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan beberapa parameter laboratorium. Dalam laboratorium, tourniquet di gunakan sebelum pengambilan darah vena dengan tujuan agar pembuluh darah tampak melebar dan menonjol sehingga lokasi penusukan dapat dengan mudah ditentukan. Tujuan untuk mengetahui Mengetahui pengaruh lama pembendungan pada pengambilan darah vena terhadap kadar hematokrit menggunakan waktu normal 1 menit dan lama pembendungan ≥ 1 menit.. Jenis penelitian yang digunakan cross sectional, penilitian ini dilakukan di Laboratorium Hematologi Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Muhammadiyah Palembang. Popupasi berupa 34 mahasiswa Prodi DIV TLM. Hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar hematokrit darah dengan sampel lama waktu pembendungan <1 menit ialah sebesar 9,79 mg/dL, sedangkan rata-rata kadar hematokrit darah dengan sampel lama waktu pembendungan >1 menit ialah sebesar 10,11 mg/dL. Rata-rata perbedaan sampel dengan lama waktu pembendungan sebesar 0,32 mg/dL. Analisis data menggunakan uji T Tidaak Berpasangan didapatkan nilai p = 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pembendungan diatas 1 menit dapat mempengaruhi hasil kadar hematokrit lebih tinggi dibandingkan dengan pembendungan dibawah 1 menit
Perbandingan Kadar C-Reactive Protein (CRP) Pada Sampel Serum Dan Plasma Lithium Heparin Bastian Darwin
Masker Medika Vol 10 No 2 (2022): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v10i2.488

Abstract

C-Reactive Protein (CRP) ialah protein fase akut dengan struktur homopentamer dan memiliki tempat ikatan kalsium yang spesifik terhadap phosphocholine. Peningkatan kadar C-Reactive Protein (CRP) dikarnakan adanya trauma, infek bakteri dan inflamasi (peradangan dan kerusakan jaringan). Pemeriksaan laboratorium C-Reactive Protein (CRP) dapat dilakukan dengan metode, aglutinasi, ELISA, dan immunoturbidimetri. Konsentrasi dari CRP ditentukan secara kuantitatif dengan pengukuran immunoturbidimetri, dalam pemeriksaan CRP lebih banyak menggunakan sampel serum tetapi penggunaan serum dalam pemeriksaan laboratorium sering terjadinya hemolisis sehingga pada proses pengambilan sampelnya membutuhkan waktu yang lebih lama dan membuat proses pemeriksaan kurang efisien, sehingga diperlukan penggunaan plasma lithium heparin dari pada serum karena plasma lithium heparin leebih baik dalam menggambarkan situasi patologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pebandingan Kadar C-Reactive Protein (CRP) Pada Sampel Serum dan Plasma Lithium Heparin. Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan dilaboratorium Patologi Klinik Intitut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Muhammadiyah Palembang pada bulan Januari 2022. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu Crosssection. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon, Hasil: Didapatkan Hasil p= 0,000 dengan adanya perbedaan selisih kadar CRP menggunakan serum dan plasma lithium heparin mengalami peningkatan sebesar 15%.. Diskusi: terdapat perbedaan yang signitifikan pada pemeriksaan kadar CRP menggunakan sampel serum dan plasma lithium heparin.