cover
Contact Name
Yulius Tiranda
Contact Email
yuliustiranda@ikestmp.ac.id
Phone
+6281994854458
Journal Mail Official
penelitianikestmp@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu, Plaju, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Masker Medika
ISSN : 23018631     EISSN : 26548658     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Inovatif (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang ini berfokus pada kajian keperawatan (Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas dan Manajemen Keperawatan) , Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Bayi dan Anak, Kesehatan Reproduksi), Kesehatan Lingkungan, fisioterapi dan Tekhnik Laboratorium Medik. Jurnal Masker Medika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan bulan desember yang dipublikasikan dalam terbitan cetak dan elektronik.
Articles 765 Documents
KUALITAS TIDUR DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT X PALEMBANG Romadoni, Siti; Septiawan, Carlingga Devi
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tahun di dunia, diperkirakan sekitar 20-50% orang dewasa melaporkan adanya gangguan tidur dan sekitar 17% mengalami gangguan tidur yang serius. Prevalensi gangguan tidur pada lansia cukup tinggi yaitu sekitar 67%. Apabila orang mengalami insomnia selama tiga hari, maka kemampuan tubuhnya dalam memproses glukosa akan menurun drastis sehingga dapat meningkatkan risiko mengidap Diabetes. Tidur kurang dari 6 jam per malam meningkatkan kemungkinan Obesitas, dan tidur kurang dari 8 jam mengakibatkan peningkatan IMT yang sebanding dengan waktu tidur yang berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah pasien diabetes Mellitus tipe 2 di RumahSakit X Palembang Tahun 2016. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan 46 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan April dan Mei 2016. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner PSIQ dan pengukuran Kadar Glukosa Sewaktu menggunakan glukotest. Analisis yang digunakan adalah anlisis univariat berupa distribusi frekuensi dari variabel kualitas tidur dan kadar glukosa darah, dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Dari penelitian didapatkan hasil sebanyak 27 (58,7%) responden memiliki kualitas tidur buruk. 32 (71,7%) responden memiliki kadar glukosa darah tinggi. Dan dari analisis bivariat antara hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah didapatkan nilai p value = 0,049. Simpulan: Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas tidur mempengaruhi kadar glukosa darah pasien, sehingga sangat penting bagi pasien ntuk mempertahankan kualitas tidur yang baik
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN PERAWATAN PAYUDARA SELAMA KEHAMILAN DI PUSKESMAS PLAJU PALEMBANG Pratama, Renda Natalina
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan payudara selama kehamilan adalah salah satu bagian penting yang harus diperhatikan sebagai persiapan dalam pemberian ASI. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2008-2009 menunjukkan bahwa 55% ibu menyusui mengalami mastitis dan puting susu lecet, kemungkinan hal tersebut disebabkan karena kurang pengetahuan ibu mengenai perawatan payudara selama kehamilan. Dari sekitar 4,7 juta bayi lahir di negeri ini setiap tahunnya, hanya sekitar 2 juta bayi bayi yang mendapatkan ASI. Hal ini diketahui karena kurangnya perawatan payudara selama kehamilan.Metodologi penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan metode accidental sampling dengan tekhnik wawancara, sampel dalam penelitian ibu pada usia kehamilan 18 minggu sampai usia kehamilan 40 minggu, yang berjumlah 49 responden, uji statistic menggunakan Chi-square. Hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan perawatan payudara selama kehamilan di Puskesmas Plaju Palembang tahun 2015 (p value = 0,025). Dan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan perawatan payudara selama kehamilan di Puskesmas Plaju Palembang Tahun 2015 (p value = 0,047). Kesimpulan penelitian adalah bahwa dengan pendidikan dan pengetahuan yang baik maka ibu dapat merawat payudara dengan baik pula
PENGALAMAN REMAJA PUTRI DALAM MENGATASI DYSMENORRHOEA DI SMP MUHAMMADIYAH 1 PALEMBANG TAHUN 2016 Isrizal, Isrizal
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kejadian dysmenorrhoea di dunia sangat besar. Rata-rata lebih dari 50% perempuan disetiap negara mengalaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman remaja putri dalam mengatasi dysmenorrhoea di SMP Muhammadiyah 1 Palembang tahun 2016. Penelitian dilakukan dalam area keperawatan maternitas dan metode penelitian yaitu kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi dengan wawancara mendalam. Pemilihan informan dengan purposive sampling pada tanggal 14 Juni 2016. Hasil penelitian ini mendapatkan Pengetahuan remaja putri tentang dysmenorrhoea meliputi Arti dan makna dysmenorrhoea yaitu nyeri ketika menstruasi, nyeri yang hebat mengganggu aktivitas, dan menstruasi yang sakit atau kram perut, penyebabnya yaitu dikarenakan keluarnya bekuan darah, masuk angin, kurang berolah raga,kurang minum, dan keturunan. Tanda dan gejalanya yaitu sakit perut dan pinggang, sakit kepala/pusing, diare, kram pada perut, dan sering BAK. Sedangkan sumber informasi didapatkan dari kakak perempuan, dari ibu, dari materi kuliah, dan dari televisi. Tindakan remaja putri SMP Muhammadiyah 1 Palembang dalam mengatasi dysmenorrhoea meliputi tindakan non farmakologi yaitu dengan cara dikerok, di urut/masase, dikompres air hangat, tidur/istirahat, dan berolah raga. Sedangkan tindakan farmakologi yaitu dengan cara minum jamu kemasan dan beli obat anti nyeri. Dengan demikian Perlu diadakan penyuluhan kesehatan mengenai dysmenorrhoea, dan penyediaan buku kesehatan khususnya tentang dysmenorrhoea di perpustakaan sekolah dan menyediakan ekstrakurikuler tentang kesehatan reproduksi di sekolah. dan bagi siswi yang mengalami dysmenorrhoea untuk konsultasi pada biro kesehatan. Dan bagi penelitian lebih lanjut dapat dilakukan penelitian tentang dysmenorrhoea primer dan sekunder
PERBEDAAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI SETELAH MENDAPATKAN PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE SIMULATION GAME (SIG) DAN METODE CERAMAH DI SMK MUHAMMADIYAH 2 PALEMBANG TAHUN 2016 Majid, Yudi Abdul; Sasmita, Ci’im Sastra
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan suatu keadaan sejahtera yang meliputi fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan sistem reproduksi pada remaja. kesehatan reproduksi sering menjadi permasalahan kesehatan di masayarakat, diantaranya: perilaku berisiko, penyakit menular seksual dan tindakan kekerasan seksual. Upaya untuk mengurangi permasalahan tersebut yaitu meningkatkan pengetahuan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi salah satunya bisa menggunakan metode simulation game (SIG) media ular tangga dan metode ceramah dengan media leaflet. Tujuan Penelitian untuk perbedaan nilai rata-rata pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi setelah mendapatkan pendidikan kesehatan dengan metode simulation game dan metode ceramah di SMK Muhammadiyah 2 Palembang tahun 2016. Metode Penelitian menggunakan Quasy-eksperimental dengan rancangan pre-test and post test without control group design uji statistic menggunakan wilcoxcon dan mann-whitney. Teknik sampling menggunakan purpossive sampling dengan jumlah sampel 148. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata pengetahuan remaja setelah mendapatkan pendidikan kesehatan dengan metode simulation game nilai P value 0,000 dan terdapat perbedaan nilai rata-rata pengetahuan remaja setelah mendapatkan pendidikan kesehatan dengan metode ceramah nilai P value 0,000. Pada uji mann-whitney di dapatkan hasil terdapat perbedaan nilai rata-rata pengetahuan remaja SMK Muhamamdiyah 2 Palembang setelah mendapatkan pendidikan kesehatan dengan metode simulation game dan metode ceramah nilai P value 0,003 dengan nilai mean rank SIG (84,75) & Ceramah (64,25). Disimpulkan bahwa ada perbedaan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi setelah mendapatkan pendidikan kesehatan dengan metode simulation game dan metode ceramah. Metode simulation game lebih efektif dari pada metode ceramah
GAMBARAN PARITAS DAN PENGETAHUAN IBU BERSALIN TENTANG PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DI BPM HUSNIYATI PALEMBANG Marlin, Riska
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO (World Health Organization) menjelaskan bahwa ASI adalah makanan ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan merupakan cara yang paling optimal dalam keberhasilan makanan kepada bayi. Tujuan penelitian Untuk mengetahui Gambaran Paritas dan pengetahuan Ibu Bersalin Tentang Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di BPM Husniyati Palembang tahun 2015. Metode penelitian menggunakan survey deskriptif. Populasi dalam penelitian ini semua ibu bersalin yang kebetulan ada di BPM Husniyati yang diambil secara non random dengan menggunakan teknik accidental sampling. Uji statistik menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitian. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang melakukan IMD sebanyak 13 responden (40,6%) dan yang tidak melakukan IMD sebanyak 19 responden (59,4%) responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 7 responden (21,9%) dan yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 25 responden (78,1 %), responden yang anaknya kurang dari 3 sebanyak 14 responden (43,8%) sedangkan yang jumlah anaknya lebih dari 3 sebanyak 18 responden (56,3%).
PROSEDUR PEMASANGAN TRANSFUSI DARAH PADA PASIEN THALASEMIA RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHADIJAH PALEMBANG TAHUN 2016 Utama, Yofa Anggriani
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thalasemia merupakan gangguan darah yang diwariskan, dikarakteristikan dengan defisiensi sintesis rantai globin spesifik molekul hemoglobin. Data terakhir dari WHO menyatakan bahwa sebanyak 4,5% atau 250 juta penduduk dunia membawa gen thalasemia, dan dari 250 juta penduduk tersebut sebanyak 80-90 juta orang membawa gen beta thalasemia. Di Indonesia frekuensi pembawa gen penyakit ini sekitar 5%. Sehingga dapat diperkirakan akan ada 5000 kasus baru pertahun. Penelitian ini bertujuan untuk diperoleh informasi mendalam tentang Penatalaksanaan pemasangan transfusi darah pada pasien thalasemia di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang 2016.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam dan observasi. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2016 sampai 18 Mei 2016. Jumlah informan yang diteliti sebanyak 6 orang, yaitu 1 kepala ruangan, 3 perawat pelaksana dan 2 orang keluarga pasien thalasemia. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perawat dalam melaksanakan tindakan pemasangan transfusi darah pada pasien thalasemia di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang mulai dari pengkajian, dilakukan dengan anamnesis yaitu menayakan keluhan dan pemeriksaan fisik seperti observasi tanda-tanda vital: suhu, nadi, pernafasan, tekanan darah dan mengukur tinggi badan dan berat badan. Pelaksanaan tindakan dimulai dari informed consent, persiapan pasien dan alat kemudian pelaksanaan tindakan. Evaluasi dilakukan dengan mengobservasi tanda-tanda vital untuk mengetahui adanya peningkatan suhu tubuh dan observasi ada flebitis dan edema di daerah pemasangan infus. Pemberian transfusi packed red cell dan washed red cell didokumentasi distatus disertai nama dan paraf perawat. Diharapkan bagi Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang untuk memberikan pelatihan pemberian transfusi darah bagi perawat agar kompetensinya sebagai salah satu tenaga pelayanan transfusi darah dirumah sakit dapat terpenuhi dan dapat melaksanakan transfusi darah yang aman baik bagi pasien maupun perawat
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI DALAM PENANGANAN DISMENOREA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 2 PALEMBANG Agustini, Arisanti; Yuniza, Yuniza; Rukiyati, Desy
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja dalam bahasa Inggris yaitu “adolesence” yang berarti tumbuh menjadi dewasa. Salah satu fenomena yang timbul pada remaja saat menstruasi adalah dismenorea. Dismenorea merupakan masalah yang serius bagi kaum wanita, jika tidak segera ditangani dengan tepat dapat mengganggu aktivifitas. Upaya dalam penanganan dismenorea dapat dilakukan dengan cara memberikan pendidikan kesehatan. Salah satu media yang dapat yaitu media audiovisual, media ini mengandalkan pendengaran dan penglihatan. Penggunaan audiovisual melibatkan banyak alat indra sehingga cepat untuk menerima dan mengolah informasi. Tujuan Penelitian: Diketahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri dalam penanganan dismenorea di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian quasy eksperiment dengan rancangan one group pre-post test dengan pendekatan kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling yaitu quota sampling pada siswi kelas X di MAN 2 Palembang, jumlah sampel sebanyak 131 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa rerata pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan melalui media audiovisual (pretest) 9,00 dan rerata pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui audiovisual (posttest) 14,00. Rerata sikap sebelum diberikan pendidikan kesehatan melalui media audiovisual (pretest) 42,00 dan rerata sikap setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui media audiovisual (posttest) 53,00. Hasil uji wilcoxon pengetahuan didapatkan nilai p value 0,000 dan sikap didapatkan nilai p value 0,000 yang artinya nilai p value kurang dari 0,05 sehingga Ho ditolak. Simpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui media audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri dalam penanganan dismenorea di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Palembang
EFEKTIVITAS KULIT PISANG DALAM MENURUNKAN KEKERUHAN DAN KADAR BESI (Fe) PADA AIR SUMUR GALI Maliandra, M Rian; Shatriadi, Heri; Zairinayati, Zairinayati
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air sumur gali merupakan salah satu sarana yang paling umum digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air minum dan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kenyataannya air sumur gali yang biasa digunakan masyarakat masih belum memenuhi persyaratan salah satunya yaitu kekeruhan. Kekeruhan air disebabkan oleh partikel-partikel yang tersuspensi di dalam air seperti tanah liat, pasir dan lumpur. Adanya unsur-unsur besi(Fe) dalam air dapat menimbulkan bau dan warna pada air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kulit pisang kepok (Musa acuminate balbisiana C) dalam pengolahan air sumur gali yang mencakup kekeruhan dan besi(Fe). Bahan yang digunakan sebagai adsorben adalah kulit pisang kepok (Musa acuminate balbisiana C). Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 kelompok perlakuan yang masing-masing dilakukan 3 kali pengulangan. Air sumur gali diberi perlakuan dengan cara adsorbsi dan filtrasi dengan kulit pisang kepok (Musa acuminate balbisiana C) sebagai adsorben. Kelompok I sebagai kontrol(tanpa perlakuan), kelompok II, III, dan IV diberi perlakuan dengan dosis kulit pisang 40 g , 50 g, dan 60 g masing-masing untuk 250 mL air sumur gali. Kelompok V diberi perlakuan tanpa menggunakan kulit pisang. Data pengamatan diuji dengan Uji Statistik Regresi Linear untuk melihat pengaruh penggunaan kulit pisang dalam penjernihan air dan penurunan kadar besi(Fe) air sumur gali. Hasil uji menunjukkan rata-rata penurunan tingkat kekeruhan air sumur gali berturut-turut yaitu, Po(kontrol) 57 NTU, P1( 40 g dosis kulit pisang) rata-rata penurunannya yaitu 34,97 NTU, P2 ( 50 g dosis kulit pisang) rata-rata penurunannya yaitu 28,87 NTU dan P3(60 g dosis kulit pisang) rata-rata penurunannya yaitu 26,1 NTU. Dan penurunan kadar Besi(Fe), Po(kontrol) 0,09 mg/L, P1( 40 g dosis kulit pisang) rata-rata penurunannya yaitu 0,026 mg/L, P2 ( 50 g dosis kulit pisang) rata-rata penurunannya yaitu 0,063 mg/L dan P3(60 g dosis kulit pisang) rata-rata penurunannya yaitu 0,02 mg/L. Simpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh berbagai dosis kulit pisang kepok (Musa acuminate balbisiana C) dalam menurunkan kekeruhan dan kadar besi(Fe) pada air sumur gali.Keke
HUBUNGAN ANTARA TIPE TUBUH DENGAN TINGKAT KOORDINASI PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 1 KAYUAGUNG KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2015 Mujahidin, Mujahidin
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Somatotype atau tipe tubuh merupakan klasifikasi dari tubuh manusia yang terdiri dari tipe tubuh endomorph, mesomorph dan tipe ektomorph. Tipe tubuh di prediksi akan memberikan pengaruh terhadap tingkat koordinasi yang merupakan salah satu dari komponen kebugaran yang terkait dengan keterampilan atau skill-related fitness. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tipe tubuh dengan tingkat koordinasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik observasional potong lintang yang dilakukan terhadap 40 siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan. Hasil uji Chy Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tipe tubuh endomorph dengan tingkat koordinsi dengan nilai p = 0.075
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN ANGKA KEJADIAN PYTIRIASIS VERSICOLOR PADA SANTRI TSANAWIYAH DI PONDOK PESANTREN AL-ITTIFAQIAH INDRALAYA Maftukhah, Nur Afni; Sari, Ratna
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pytiriasis versicolor adalah infeksi jamur yang menyebabkan timbulnya bercak - bercak putih sampai coklat muda yang disebabkan oleh jamur Pytirosporum orbiculare Penyakit ini terutama terdapat pada orang dewasa muda, dan disebabkan oleh ragi Malassezia, yang merupakan komensal kulit normal pada folikel pilosebaseus. Ini merupakan kelainan yang biasa didapatkan di daerah beriklim sedang, bahkan lebih sering lagi terdapat di daerah beriklim tropis.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan Personal Hygiene dengan Angka Kejadian Pytiriasis versicolor pada Santri Tsanawiyah di Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya.Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Alkohol dan Reagen KOH 10% serta sampel menggunakan sampel kerokan kulit. Desain penelitian yang digunkan dalam penelitian ini Deskriptif Analitik dengan pendekatan Scross secsional, yaitu dengan cara pengumpulan data sekaligus dalam satu waktu dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dengan Angka Kejadian Pytiriasis versicolor pada Santri Tsanawiyah di Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 responden terdapat 18 responden yang positif kejadian Pytiriasis versicolor dan 12 responden negatif Kejadian Pytiriasis versicolor. diperoleh nilai P value = 0.660 maka tidak ada hubungan antara Personal hygiene dengan kejadian Pytiriasis versicolor karena P value > dari 0.05. Hasil analisa data menunjukkan OR = 1.667, artinya personal hygiene memiliki peluang 1.667 kali untuk menyebabkan penyakit Pytiriasis versicolor. Dengan nilai Confidence Interval (CI95%) antara 0.275 – 10.094.Kesimpulan dari penelitian ini tidak ada hubungan antara Personal hygiene dengan kejadian Pytiriasis versicolor Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi kamar hunian asrama seperti ventilasi, kelembaban kamar, pencahyaan kamar dan kepadatan penghuni

Page 8 of 77 | Total Record : 765