cover
Contact Name
Yulius Tiranda
Contact Email
yuliustiranda@ikestmp.ac.id
Phone
+6281994854458
Journal Mail Official
penelitianikestmp@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu, Plaju, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Masker Medika
ISSN : 23018631     EISSN : 26548658     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Inovatif (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang ini berfokus pada kajian keperawatan (Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas dan Manajemen Keperawatan) , Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Bayi dan Anak, Kesehatan Reproduksi), Kesehatan Lingkungan, fisioterapi dan Tekhnik Laboratorium Medik. Jurnal Masker Medika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan bulan desember yang dipublikasikan dalam terbitan cetak dan elektronik.
Articles 765 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI HORMONAL KB SUNTIK 3 BULAN DI BPM DEWI ANGGRAINI PALEMBANG TAHUN 2017 Sulistyorini, Suci
Masker Medika Vol 6 No 1 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pelayanan Keluarga Berencana (KB) mempunyai arti penting dalam mewujudkan manusia Indonesia yang sejahtera, disamping program pendidikan dan kesehatan. Berdasarkan data BKKBN, jumlah akseptor KB suntik di Kota Palembang tahun 2016 didapatkan sebesar 5583 orang (50,61%). KB suntik merupakan salah satu kontrasepsi yang popular dan banyak diminati di Indonesia umumnya dan Sumatera Selatan khususnya, kontrasepsi suntik yang digunakan adalah DMPA (Depo Medroxy Progesterone Acetate) dan cyclofem. Dengan besarnya jumlah akseptor KB suntik tersebut maka peneliti tertarik untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruh pemakaian alat kontrasepsi hormonal KB Suntik 3 Bulan di BPM Dewi Anggraini Palembang tahun 2017. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pemakaian alat kontrasepsi hormonal KB Suntik 3 bulan adalah karakteristik ibu (Usia, pendidikan, pekerjaan) paritas, dan pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemakaian alat kontrasepsi hormonal KB suntik 3 Bulan di BPM Dewi Anggraini Palembang Tahun 2017. Sampel dalam penelitian ini adalah semua akseptor KB Suntik 3 Bulan yang berkunjung ke BPM Dewi anggarini pada tanggal 1-15 Juni 2017. Tehnik pengambilan sampel yaiti accidental sampling. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat, bivariat, dan multivariate. Berdasarkan data univariat didapatkan data dari 92 responden sebanyak 60 responden (65,2%) akseptor KB suntik 3 bulan dan 32 (34,8%) responden akseptor KB lain, usia muda 57 (62%), usia tua 35 (38%), pendidikan tinggi 48 (52,2%), pendidikan rendah 44 (47,8%), paritas primipara 53 (57,6%), paritas multipara 39 (42,4%), pengetahuan baik 34 (37%), pengetahuan cukup 50 (54,3%), pengetahuan kurang 8 (8,7%). Berdasarkan data bivariat diperoleh hasil ada hubungan antara usia dengan pemakaian alat kontrasepsi hormonal KB suntik 3 Bulan di BPM Dewi Anggraini dengan p value 0,042, dan ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemakaian alat kontrasepsi hormonal KB suntik 3 Bulan di BPM Dewi Anggraini dengan p value 0,001. Tidak ada hubungan antara pendidikan dan paritas terhadap pemakaian alat kontrasepsi hormonal KB suntik 3 Bulan di BPM Dewi Anggraini. Untuk petugas kesehatan khususnya Bidan agar dapat lebih meningkatkan informasi dan edukasi pada masyarakat untuk memberikan pelayanan yang paripurna kepada akseptor KB
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN MASA NIFAS DI BPM DEWI CHOIRUL MALA PALEMBANG Harista, Junie
Masker Medika Vol 6 No 1 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas merupakan masa rawan bagi ibu sekitar 60% kematian ibu terjadi setelah melahirkan dan hamper 50% dari kematian pada masa nifas terjadi 24 jam pertama setelah persalinan, diantaranya disebabkan oleh komplikasi masa nifas. Komplikasi masa nifas adalah keadaan abnormal pada masa nifas yang disebabkan oleh masukknya kuman ke dalam alat genetalia pada waktu persalinan dan nifas.Survey awal yang dilakukan pada tanggal 7-8 Oktober 2017 di BPM Choiru Mala Palembang terdapat 4 orang ibu nifas yang melakukan kunjungan ulang hanya 1 orang yang empat kali selama masa nifas, sedangkan 3 orang hanya dua kali selama masa nifas. Penelitian ini menggunakan metode survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu nifas. Sampel menggunakan Acidental Sampling berjumlah 36 responden. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 36 responden dengan pengetahuan baik patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 20 (79.6%) lebih banyak dibandingkan dengan tidak patuh emlakukan kunjungan ni sebanyak 6 (23.1%). Sedangkan pengetahuan kurang patuh melakukan kunjungan nifas sebanyak 3 (30.0%) lebih sedikit dibandingkan dengan yang tidak patuh melakukukan kunjungan nifas sebanyak 7 (70.0%) . Hasil uji statistik Chi Square, diperoleh nilai p value = (0.018) <α (0,05) artinya ada hubungan bermakna antara pengetahuan ibu nifas dengan kepatuhan kunjungan masa nifas dengan demikian hipotesis yang menyatakanada hubungan antara pengetahuan ibu nifas dengan kepatuhan kunjungan masa nifas terbukti secara statistik. Diharapkan bidan untuk bisa melakukan kunjungan rumah ke ibu nifas apabila ibu tidak patuh melakukan kunjungan nifas agar masa nifas berjalan dengan baik sedangkan bagi masyarakat diharapkan dapat melakukan kepatuhan kunjungan selama masa nifas sesuai program yang telah ditetapkan
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN TERHADAP PEMAKAIAN KB SUNTIK 3 BULAN DI BPM MALIA PALEMBANG TAHUN 2017 Agustina, Rama
Masker Medika Vol 6 No 1 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontrasepsi suntik adalah kontrasepsi hormonal jenis suntikan yang dibedakan menjadi dua macam yaitu depo medroksi progesterone asetat (dmpa) dan kombinasi. Berdasarkan data yang didapat dari Bidan Praktik Mandiri Malia Palembang tahun 2014 jumlah akseptor KB sebanyak 348 orang. Ibu yang menggunakan akseptor KB suntik sebanyak 90 orang (25,9%), pada tahun 2015 jumlah akseptor KB 392 orang, ibu yang menggunakan akseptor KB suntik sebanyak 130 orang (33,16%), pada tahun 2016 jumlah akseptor KB sebanyak 435 orang, ibu yang menggunakan KB suntik sebanyak 160 orang (36,8%). Desain Penelitian, jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain survei deskriptif melalui pendekatan croos sectional yaitu data yang menyangkut variabel independen (pendidikan dan pengetahuan ibu), dan variabel dependen (ibu pemakai KB suntik 3 bulan) yang dikumpulkan dalam waktu bersamaan. Populasi merupakan keseluruhan subjek penelitian atau objek yang di teliti (Notoatmodjo, 2010) Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang menggunakan KB di BPM Malia Palembang Tahun 2017 yang berjumlah 75 orang.. Sampel penelitian ini adalah akseptor KB yang berkunjung di BPM Malia Palembang bulan Mei-Juli Tahun 2017. Jumlah sampel yaitu keseluruhan populasi. Hasil. Diketahui bahwa dari 75 responden (100%) semuanya menjadi peserta KB.. Proporsi ibu kategori pendidikan dengan KB suntik 3 bulan, bahwa dari 46 orang (61,3%) dengan pendidikan tinggi 49,3% yang melakukan KB suntik 3 bulan dan 12,0% tidak melakukan KB suntik 3 bulan, sedangkan 38,7% dengan pendidikan rendah, sebanyak 21,3% yang melakukan KB suntik 3 bulan, dan 17,3% tidak melakukan KB suntik 3 bulan. Hasil analisis uji statistik chi-square didapatkan p value = 0,036. Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu dengan KB suntik di BPM Malia Palembang. Bagi ibu Kb yang Bependidikan tinggi disarankan agar selalu memperhatikan kesehatannya. Proporsi ibu kategori pengetahuan dengan pemakai KB suntik 3 bulan yaitu dari 53,3% dengan pengetahuan baik sebanyak 38,7% yang melakukan KB suntik 3 bulan, dan 14,7% tidak melakukan KB suntik 3 bulan, sedangkan dari 35 orang (46,7%) dengan pengetahuan kurang sebanyak 32,0% melakukan KB suntik 3 bulan dan 14,7% tidak melakukan KB suntik 3 bulan. Hasil analisis uji statistik chi-square didapatkan p value = 0,801. Hal ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan KB suntik 3 bulan di BPM Malia Palembang
TINGKAT KECEMASAN DENGAN TANDA VITAL PASIEN DI RUANG INTENSIF RUMAH SAKIT PALEMBANG Romadoni, Siti; Putri, Monica
Masker Medika Vol 6 No 1 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cemas merupakan ketakutan mengenai sesuatu yang akan terjadi dan diikuti oleh perasaan tidak jelas, tak berdaya, isolasi dan perasaaan tidak aman. 62-70% pasien di ruang intensif mengalami kecemasan yang menyebabkan terjadinya perubahan fisiologis meliputi tekanan tekanan darah, heart rate, pernafasan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan tanda vital pasien di Ruang Intensif Rumah Sakit Palembang. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitaf dengan metode cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Penelitian dilakukan pada pasien di Ruang Intensif Rumah Sakit Palembang pada tanggal 4 April sampai dengan 4 Mei 2017. Instrumen kecemasan menggunakan Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS). Analisis data menggunakan One Way Anova. Hasil: Berdasarkan analisis didapat hasil tingkat kecemasan dengan tekanan darah P=0.035, tingkat kecemasan dengan pernafasan P=0.015, tingkat kecemasan dengan nadi P=0.005, tingkat kecemasan dengan suhu P=0.257. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan tanda vital: tekanan darah, pernafasan, nadi dan tidak ada hubungan tingkat kecemasan dengan tanda vital: suhu. Diharapkan bagi Rumah Sakit untuk lebih meningkatkan pemberian informasi kepada pasien terkait kondisi pasien baik melalui penyuluhan, pembagian leaflet, poster, maupun peningkatan peran aktif perawat untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien
POLA PERAWATAN DIABETES MELITUS DENGAN KEJADIAN KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Djamil, Achmad; Hermawan, Nur Sefa Arief; Dea, Priscilia
Masker Medika Vol 6 No 1 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Pola perawatan Diabetes Melitus adalah suatu kegiatan untuk memelihara atau menjaga agar penderita diabetes dapat mengendalikan kadar gula darah dalam batas normal dan mencegah atau memperlambat terjadinya komplikasi meliputi diet, olahraga/latihan, terapi, pemantauan kadar gula darah, dan edukasi. Berdasarkan diagnosis dokter dan gejala hasil prevalensi penyakit diabetes di provinsi Lampung sebesar 0,8%, sedangkan prevalensi penyakit diabetes tertinggi di Lampung yaitu kota Bandar Lampung sebesar 0,9% (Riskesdas RI, 2013). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola perawatan Diabetes Melitus dengan kejadian kaki diabetik pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di RSUD dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2017. Metodelogi : Desain penelitian analitik menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel penelitian semua pasien Diabetes Melitus tipe 2 yang dirawat di ruang Murai, Kenanga, Mawar, dan Kutilang sebanyak 67 orang. Analisa data yang digunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian : ada hubungan antara edukasi (pengetahuan) dengan kejadian kaki diabetik Pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (p-value = 0,000). Diskusi: bagi lokasi penelitian perlu upaya meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga tentang pola perawatan Diabetes Melitus tipe 2 dengan cara mengintensifkan lagi penyuluhan tentang pola perawatan Diabetes Melitus tipe 2, misalnya dengan memasang poster tentang pola perawatan Diabetes Melitus tipe 2 di ruang perawatan atau di papan pengumuman sehingga mudah diakses dan dibaca oleh pasien keluarga yang sedang menunggu keluarga yang dirawat.
HUBUNGAN USIA DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN RETENSIO PLASENTA PADA IBU BERSALIN DI RSUD DR. IBNU SUTOWO BATURAJA KABUPATEN OGAN KOMERING ULU Delvia, Siska
Masker Medika Vol 6 No 1 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks dan janin turun ke jalan lahir. Akan tetapi tidak semua persalinan berjalan normal. Salah satunya adalah terjadinya retensio plasenta dalam proses persalinan. Retensio plasenta adalah terlambatnya kelahiran plasenta selama setengah jam setelah persalinan bayi. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang melahirkan di Ruang Bersalin RSUD Dr Ibnu Sutowo Baturaja pada tahun 2016 yang berjumlah 1.371 orang dengan sampel berjumlah 310 orang. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan menggunakan tabel distribusi dan uji statistik Chi-Square, dengan derajat kepercayaan 95%.Pada analisa univariat, Dari 310 responden yang mengalami kejadian Retensio Plasenta 11,9% dan 88,1% yang tidak mengalami kejadian Retensio Plasenta, usia beresiko 53,9% dan usia tidak beresiko 46,1%, paritas beresiko 56,1% dan paritas tidak beresiko 43,9%.. Pada analisa bivariat didapatkan ada hubungan yang bermakna antara usia ibu dengan kejadian retensio plasenta dengan p value 0,050 dan ada hubungan yang bermakna antara paritas ibu dengan kejadian retensio plasenta dengan p value 0,043. Ada hubungan yang bermakna antara usia dan paritas dengan kejadian retensio plasenta.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS HIDUP IBU POSTPARTUM DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG Susilo, Ahmad Andi; Murbiah, Murbiah
Masker Medika Vol 6 No 1 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Postpartum adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi, plasenta, serta selaput yang diperlukan untuk memulihkan kembali lorgan kandung seperti sebelum hamil dengan waktu kuirang lebih 6 minggu. Masalah ibu postpartum sering terjadi, akan tetapi dianggap oleh masyarakat sebagai hal yang biasa, padahal gangguan atau masalah tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi ibu postportum sehingga menyebabkan kualitas hidup pada ibu tersebut dapat terganggu. Kualitas hidup ibu postpartum dengan cara melakukan aktivitas fisik. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kulaitas hidup ibu postpartum di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2016. Metode Penelitian: Penelitian kuantitaif dengan metode crossectional. Tekhnik sampling Non Probability Sampling, pengambilan sampling dengan cara purpossive sampling. Sample yang digunakan adalah semua pasien postpartum normal dan sectio caecarea di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang yang berjumlah 97 orang. Hasil: hasil analisa dari 54 responden aktivitas fisiknya baik, berjumlah 48 responden (88,9%) kualitas hidup baik dan 6 responden (11,1%) kualitas hidupnya buruk. Sedangkan dari 43 responden aktivitas fisik kurang baik, berjumlah 7 responden (16,3%) kualitas hidupnya baik dan 36 responden (83,7%) kualitas hidupnya buruk. Hasil uji hipotesa menunjukkan nilai r=41,143 p=0,000. Simpulan: Ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup ibu postpartum di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN DALAM PEMBATASAN ASUPAN CAIRAN PADA KLIEN MENJALANI TERAPI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHADIJAH PALEMBANG TAHUN 2016 Setiawan, Setiawan
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemodialisa merupakan salah satu dari terapi pengganti ginjal yang diguakan pada penderita dengan penurunan fungsi ginjal, baik akut maupun kronik. Di dunia sekitar 2.622.000 orang yang telah menjalani pengobatan End-Stage Renal Disease, sebanyak 2.029.000 orang (77%) diantaranya menjalani pengobatan bdialysis dan 539.000 orang (23%) menjani transplantasi ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan dalam pembatasan asupan cairan pada pasien yang menjalani terapi hemodialisa di RSI Siti Khadijah Palembang. Desain penelitian ini menggunakan metode suvey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 21 - 29 April 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang menajalani terapi hemodialisa di RSI Siti Khadijah Palembang. Pengambilan sampel secara purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 24 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesiner. Hasil penelitian menunjukan bahwa Ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan dalam pembatasan asupan cairan (p value = 0,011), Ada hubungan antara lama menjalani terapi dengan kepatuhan dalam pembatasan asupan cairan (p value = 0,014), dan Ada hubungan anatara dukungan keluarga dengan kepatuhan dalam pembatasan asupan cairan (p value = 0,011). Saran untuk perawat diruang hemodialisa diharapkan terus memberikan informasi dan motivasi kepada pasien yang menjalani terapi hemodialisa untuk mematuhi pembatasan asupan cairan, dan untuk keluarga diharapkan untuk selalu memberikan dukungan karena dukungan sangat penting bagi pasien yang menjalani terapi hemodialisa
PERILAKU SEKS BEBAS MAHASISWI STIKES “X” PALEMBANG TAHUN 2014 Anggraini, Novita
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seksual aktif di kalangan remaja adalah realitas yang tidak bisa dipungkiri. Perilaku seksual yang tidak sehat di kalangan remaja khususnya remaja yang belum menikah cenderung meningkat. Perilaku seksual pada remaja dapat diwujudkan dalam tingkah laku yang bermacam-macam, mulai dari perasaan tertarik, berkencan, berpegangan tangan, mencium pipi, berpelukan, mencium bibir, memegang buah dada di atas baju, memegang buah dada di balik baju, memegang alat kelamin di atas baju, memegang alat kelamin di bawah baju, dan melakukan senggama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor dengan perilaku seks bebas mahasiswi STIKes “X” Palembang Tahun 2014. Metode penelitian menggunakan survey analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswi STIKes “X” Palembang berjumlah 106 responden. Hasil uji statistik diketahui bahwa responden yang berperilaku seks bebas sebesar 81,1%. Hasil uji chi square diketahui bahwa ada hubungan antara perilaku seks bebas dengan variabel pengetahuan dan peran orang tua (p value 0,047 dan 0,005), sedangkan diketahui tidak ada hubungan antara perilaku seks bebas dengan variabel sikap (p value 1,000), peran teman sebaya (p value 0,996), dan sumber informasi (p value 0,438). Analisis multivariat diketahui bahwa peran orang tua merupakan faktor yang paling berpengaruh perilaku seks bebas (PR 4,677). Sebagai orang tua hendaknya memberikan pengetahuan tentang seks bebas dan menjalin komunikasi yang baik dengan anak sehingga orang tua dapat mengetahui problem pada anak, dan orang tua dapat mengarahkan dan mengawasi anak agar tidak salah mengambil tindakan sehingga dapat mencegah mereka agar tidak melakukan seks bebas
PENGARUH LATIHAN FISIK AEROBIK TERHADAP KADAR INSULIN- LIKE GROWTH FACTOR-1 (IGF-1) JARINGAN HIPOKAMPUS OTAK Pujiana, Dewi
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latihan fisik aerobik yang dilakukan secara teratur selain dapat meningkatkan kesehatan jantung – paru juga dapat menyebabkan pertumbuhan dan regenerasi sel-sel otak. Latihan fisik meningkatkan Insulin – like Growth Factor – 1 (IGF – 1) yang berdampak terhadap pertumbuhan dan regenerasi sel-sel otak. IGF-1 diproduksi oleh jaringan otak. Belum diketahui apakah latihan fisik mengakibatkan terjadinya perbedaan kadar IGF-1 jaringan hipokampus . Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar IGF-1 jaringan hipokampus pada tikus wistar yang diberi perlakuan latihan fisik aerobik 1 kali seminggu, 3 kali seminggu dan 5 kali seminggu. Penelitian ini merupakan Post Test Control Group Design. Subjek penelitian berupa tikus Rattus norvegicus strain Wistar berjumlah 28 ekor tikus yang dibagi dalam 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan yaitu kelompok latihan fisik aerobik yang dilakukan 1 kali seminggu, 3 kali seminggu dan 5 kali seminggu. Latihan fisik aerobik dilakukan menggunakan animal treadmill dengan kecepatan 20 m/menit selama 30 menit. Hasil penelitian : Terjadi peningkatan kadar IGF-1 jaringan hipokampus (103,986±3,58 pg/mL) dibandingkan kelompok kontrol (97,367±5,72 pg/mL). Kadar IGF-1 jaringan hipokampus tertinggi terjadi pada kelompok 5 kali seminggu (111,078±3,31 pg/mL),. Hasil uji One way Anova menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna (p < 0,05) rerata kadar IGF-1 jaringan hipokampus 1 kali seminggu, 3 kali seminggu dan 5 kali seminggu. Kesimpulan Terdapat perbedaan yang bermakna kadar IGF-1 jaringan hipokampus tikus wistar yang diberi perlakuan latihan fisik aerobik dengan frekuensi yang berbeda

Page 6 of 77 | Total Record : 765