cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Vocational : Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan
ISSN : 27750019     EISSN : 27746283     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Kejuruan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 23 Documents clear
PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DALAM STRATEGI PENJUALAN HASIL JADI PRAKTIKUM SISWA JURUSAN KULINER DI SMK DHARMA WANITA GRESIK Octavia, Azzarah Kaneishia; Evawati, Diana
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6870

Abstract

This study was conducted to analyze the influence of entrepreneurship learning on the sales strategies of culinary students' practicums at Dharma Wanita Vocational High School in Gresik. The background of this study highlights the importance of integrating culinary practice skills with an understanding of entrepreneurship to produce job-ready and entrepreneurial vocational high school graduates. Through a quantitative approach using surveys, questionnaires, practicum observations, and documentation, this study shows that entrepreneurship learning has a significant positive impact on product quality, student creativity, self-confidence, and their ability to sell. Practice-based learning was found to improve students' strategic abilities in directly marketing practicum products. The results of theoretical studies and empirical data confirm that sales strategies implemented in the school environment are very effective in developing entrepreneurial character in students. These strategies include promotional techniques, pricing, packaging, and customer service, which are part of the learning process. Teachers and schools play an important role as facilitators in fostering students' creativity and entrepreneurial mindset from an early age. Overall, it can be concluded that integrating entrepreneurship learning with sales strategies for practicum products is an effective learning model. This not only improves the quality of students' practicums but also strengthens their readiness to enter the workforce or even start their own businesses. This research is expected to form the basis for developing a practice-based entrepreneurship curriculum in vocational schools, particularly in culinary majors. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran kewirausahaan terhadap strategi penjualan hasil jadi praktikum siswa jurusan kuliner di SMK Dharma Wanita Gresik. Latar belakang penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi keterampilan praktik kuliner dengan pemahaman kewirausahaan untuk membentuk lulusan SMK yang siap kerja dan memiliki jiwa wirausaha. Melalui pendekatan kuantitatif dengan metode survei, angket, observasi praktikum, dan dokumentasi, penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kewirausahaan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas hasil produk, kreativitas siswa, rasa percaya diri, serta kemampuan mereka dalam melakukan penjualan. Pembelajaran berbasis praktik ternyata mampu meningkatkan kemampuan strategis siswa dalam memasarkan hasil produk praktikum secara langsung. Hasil kajian teori dan data empiris memperkuat bahwa strategi penjualan hasil jadi yang diterapkan di lingkungan sekolah sangat efektif dalam membentuk karakter wirausaha pada siswa. Strategi ini mencakup teknik promosi, penetapan harga, kemasan, dan pelayanan konsumen yang menjadi bagian dari proses belajar. Guru dan sekolah memainkan peran penting sebagai fasilitator untuk menumbuhkan kreativitas dan mental kewirausahaan siswa sejak dini. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa integrasi pembelajaran kewirausahaan dengan strategi penjualan hasil jadi praktikum merupakan model pembelajaran yang efektif. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas hasil praktik siswa tetapi juga memperkuat kesiapan mereka untuk terjun langsung ke dunia kerja atau bahkan menciptakan usaha sendiri. Penelitian ini diharapkan menjadi landasan pengembangan kurikulum kewirausahaan berbasis praktik nyata di SMK, khususnya pada jurusan kuliner.
PENGARUH PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL KETERAMPILAN DAN HASIL BELAJAR PENGETAHUAN SISWA KELAS XI KULINER DALAM MATA PELAJARAN PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN DI SMKN 8 SURABAYA Rohmawati, Ovik Azahra; Evawati, Diana
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6871

Abstract

This study aims to determine the effect of the Project Based Learning (PjBL) model on the skills and knowledge learning outcomes of Grade XI Culinary students in the subject of Creative Products and Entrepreneurship at SMKN 8 Surabaya. The background of this research is based on the importance of implementing active, contextual, and student-centered learning models to improve practical skills and conceptual understanding in vocational education. The PjBL model was chosen because it is considered capable of building meaningful learning experiences, encouraging collaboration, and fostering students’ creativity and responsibility in completing real-life projects. The research employed a quantitative approach with an ex post facto design. The sample consisted of 60 students from two Grade XI Culinary classes, selected randomly. Data were collected through questionnaires, practical skills observation sheets, and cognitive tests. The data analysis techniques included validity tests, reliability tests, normality tests, homogeneity tests, and paired t-tests to determine significant differences between the results before and after learning using the PjBL model. The results showed that the application of the Project Based Learning model had a significant effect on improving students’ skills and knowledge learning outcomes. Students who participated in learning with the PjBL approach demonstrated better improvement compared to those who did not use this model. Therefore, the PjBL model can be an effective alternative for improving the quality of learning in the Creative Products and Entrepreneurship subject at vocational high schools, particularly in practical skills and cognitive mastery. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap hasil keterampilan dan hasil belajar pengetahuan siswa kelas XI Kuliner dalam mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan di SMKN 8 Surabaya. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penerapan model pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa guna meningkatkan keterampilan praktik dan pemahaman konsep dalam pendidikan vokasional. Model PjBL dipilih karena dinilai mampu membangun pengalaman belajar yang bermakna, mendorong kolaborasi, serta melatih kreativitas dan tanggung jawab siswa dalam menyelesaikan proyek nyata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 siswa dari dua kelas XI program keahlian kuliner yang dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, lembar observasi keterampilan praktik, dan tes kognitif. Teknik analisis data mencakup uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, dan uji t berpasangan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan model PjBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil keterampilan dan hasil belajar pengetahuan siswa. Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan PjBL menunjukkan peningkatan yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang tidak mengikuti model tersebut. Dengan demikian, model PjBL dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pada mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan di SMK, khususnya dalam aspek keterampilan praktik dan penguasaan materi secara kognitif.
KREATIVITAS DAN INOVASI BELAJAR SISWA XI KEAHLOAN KULINER PADA MATA PELAJARAN PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN DI SMKN 6 SURABAYA Af’idah, Nurul; Evawati, Diana
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6872

Abstract

This study aims to determine and analyze the level of creativity and learning innovation of grade XI students of the culinary expertise program in the subject of Creative Products and Entrepreneurship at SMKN 6 Surabaya. The background of this study is based on the importance of strengthening entrepreneurial character since school level through learning that is not only theoretical, but also encourages creative and innovative thinking skills. The subject of Creative Products and Entrepreneurship has great potential to develop these skills, but the integration between creativity, innovation, and the teaching and learning process remains a challenge. This study uses a descriptive quantitative approach. The population in this study were all grade XI students majoring in culinary at SMKN 6 Surabaya. The data collection technique was carried out by distributing closed questionnaires to respondents, and the data were analyzed using descriptive statistics with the help of calculating average scores and assessment categories. The questionnaire instrument used has gone through validity and reliability tests to ensure the accuracy of the results. The results of the study indicate that both students' creativity and innovation levels in learning are high. Students' creativity in learning is reflected in their ability to generate new ideas, solve problems, and develop concepts independently. Meanwhile, students' innovation in learning is evident in their use of technology in the learning process, their ability to create new products, and their active attitude in evaluating and modifying their work. These findings suggest that creativity- and innovation-based learning can be an effective approach to fostering students' interest and readiness to enter the business world. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kreativitas dan inovasi belajar siswa kelas XI program keahlian kuliner pada mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan di SMKN 6 Surabaya. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya penguatan karakter wirausaha sejak jenjang sekolah melalui pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. Mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan memiliki potensi besar untuk menumbuhkan keterampilan tersebut, namun integrasi antara kreativitas, inovasi, dan proses belajar mengajar masih menjadi tantangan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI jurusan kuliner di SMKN 6 Surabaya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket tertutup kepada responden, dan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan perhitungan skor rata-rata dan kategori penilaian. Instrumen angket yang digunakan telah melalui uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan keakuratan hasil.Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik tingkat kreativitas maupun inovasi belajar siswa berada dalam kategori tinggi. Kreativitas belajar siswa tercermin dari kemampuan mereka dalam menghasilkan ide-ide baru, menyelesaikan masalah, dan mengembangkan gagasan secara mandiri. Sementara itu, inovasi belajar siswa terlihat dari penggunaan teknologi dalam proses belajar, kemampuan menciptakan produk baru, serta sikap aktif dalam mengevaluasi dan memodifikasi hasil karya. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kreativitas dan inovasi dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam menumbuhkan minat dan kesiapan siswa untuk terjun ke dunia usaha.
ANALISIS HIDROLIKA SALURAN BERKELOK PADA SISTEM IRIGASI PERMUKAAN D.I. HARITI UNTUK EVALUASI EFISIENSI PENGALIRAN AIR Arifin, Arifin
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6964

Abstract

This research is motivated by the potential for inefficient water flow in the surface irrigation system in the Hariti Irrigation Area (DI) due to the presence of meandering channels. This condition can cause energy loss, turbulence, and sedimentation, which disrupt water distribution to agricultural land. Therefore, this study focuses on an in-depth analysis of the hydraulic characteristics of meandering channel segments to evaluate water flow efficiency. As a crucial step, this study uses a quantitative-descriptive approach that includes field surveys, channel geometry measurements, and actual discharge measurements using the float method. The obtained data are then analyzed using the Manning formula to compare the hydraulic performance between straight and meandering segments. The main findings indicate that sharp bend geometry significantly reduces flow efficiency. At the point of the sharp bend, flow efficiency drops drastically to only 66.5%, much lower than in straight channel segments. In conclusion, suboptimal bend shape is the main cause of irrigation system inefficiency. Technical improvements such as increasing the bend radius, lining the canal walls, and routine maintenance are recommended to improve hydraulic performance and ensure even water distribution. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi inefisiensi pengaliran air pada sistem irigasi permukaan di Daerah Irigasi (D.I.) Hariti akibat adanya saluran yang berkelok. Kondisi ini dapat menimbulkan kehilangan energi, turbulensi, dan sedimentasi yang mengganggu distribusi air ke lahan pertanian. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis secara mendalam karakteristik hidrolika pada segmen saluran berkelok guna mengevaluasi efisiensi pengaliran air. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif yang meliputi survei lapangan, pengukuran geometri saluran, dan pengukuran debit aktual menggunakan metode apung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan rumus Manning untuk membandingkan performa hidrolika antara segmen lurus dan berkelok. Temuan utama menunjukkan bahwa geometri kelokan yang tajam secara signifikan menurunkan efisiensi pengaliran. Pada titik kelokan tajam, efisiensi aliran turun drastis menjadi hanya 66,5%, jauh lebih rendah dibandingkan segmen saluran lurus. Kesimpulannya, bentuk kelokan yang tidak optimal menjadi penyebab utama inefisiensi sistem irigasi. Direkomendasikan perbaikan teknis seperti memperbesar radius tikungan, pelapisan dinding saluran, dan pemeliharaan rutin untuk meningkatkan performa hidrolika dan menjamin distribusi air yang merata.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN BUDAYA POSITIF TERINTEGRASI BUDAYA INDUSTRI Ariani, Dian; Yoto, Yoto
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6998

Abstract

ABSTRACT The leadership of a school principal plays a central role in shaping the direction, quality, and overall atmosphere of the school culture, particularly in building a positive environment that is integrated with the demands of the industrial world. This article focuses on the leadership of the principal of SMKN 1 Boyolangu in constructing a positive school culture aligned with industrial culture as a strategic response to the challenges of globalization and workplace competition. The study is motivated by the observed gap between existing school culture and the work ethics required by industry, which calls for leadership capable of bridging both spheres. This research applies a descriptive qualitative approach using data collection techniques such as observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted through reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the principal plays a strategic role in fostering values of discipline, responsibility, integrity, and collaboration as core elements of school culture. Furthermore, systematic efforts have been made to harmonize school programs with industrial standards, such as competency-based curriculum development, strengthening partnerships with business and industry (DUDI), and creating a learning environment that emphasizes professional work ethics. The main conclusion highlights that visionary, participatory, and adaptive leadership successfully builds a positive school culture that not only supports students’ character development but is also relevant to industrial culture, thereby equipping graduates with better readiness to face the challenges of the workforce. ABSTRAK Kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran sentral dalam menentukan arah, kualitas, sekaligus atmosfer budaya yang berkembang di lingkungan sekolah, khususnya dalam membangun budaya positif yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri. Artikel ini berfokus pada kepemimpinan kepala sekolah SMKN 1 Boyolangu dalam mengkonstruksi budaya positif yang selaras dengan budaya industri, sebagai upaya menjawab tantangan era globalisasi dan persaingan kerja. Penelitian dilatarbelakangi oleh fenomena masih ditemukannya ketimpangan antara budaya sekolah dengan tuntutan budaya kerja industri, sehingga dibutuhkan strategi kepemimpinan yang mampu menjembatani keduanya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memainkan peran strategis dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, integritas, dan kolaborasi sebagai bagian dari budaya sekolah. Selain itu, terdapat upaya sistematis dalam menyinergikan program sekolah dengan standar industri, seperti penyusunan kurikulum berbasis kompetensi, peningkatan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta penciptaan lingkungan belajar yang menekankan etos kerja profesional. Simpulan utama penelitian ini adalah kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, partisipatif, dan adaptif mampu membangun budaya positif yang tidak hanya mendukung perkembangan karakter peserta didik, tetapi juga relevan dengan budaya industri, sehingga lulusan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan dunia kerja.
PERANCANGAN ANTARMUKA PENGGUNA SISTEM PEMESANAN DIGITAL UNTUK OPTIMALISASI PROSES TRANSAKSI PADA KEDAI KOPI Sandria, Muhammad Yaries; Pramesta, Zulfan Andrya; Tsaqiif, Zahraan Dzakii; Khadijah, Khadijah
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.7068

Abstract

The rapid growth in the number of coffee shops is in line with the increase in domestic coffee consumption. This growth reflects competition in the world of the coffee industry. To remain relevant in the midst of competition, an application-based digital service is needed that simplifies the coffee ordering process. This research aims to design a user interface and evaluate the prototype design of a flexible and modular web-based digital coffee ordering application. The research focuses on user experience and the segmentation needs of the coffee market. The application design not only meets the needs of basic orders (takeaway, delivery, dine-in), but also supports advanced settings (manual brew and batch brew) as part of the research gap. The Design Thinking approach  is used to identify user needs, find innovations and evaluate the user experience through five stages: emphatize, define, ideate, prototype, and test. The test was carried out using The Thinking Aloud and Hallway Testing methods  on 17 respondents with a sampling approach. The respondents have an age range of 17-20 years and are domiciled in Bogor and its surroundings with the most gender, namely men. This method was chosen because it is considered the most representative because it takes random users informally where users can be frank about their thoughts after trying to use the prototype design of the application. The test results showed that the app received a positive response, especially in terms of ease of navigation (? = 4.24) and visual design (? = 4.65). The advanced brew feature still needs improvement in terms of interface and user education (? = 3.65). This research shows that a user-based approach and modular features can add value to digital ordering systems for coffee shops. ABSTRAKPertumbuhan jumlah kedai kopi yang pesat seiring dengan meningkatnya konsumsi kopi domestik. Pertumbuhan ini mencerminkan persaingan di dunia industri kopi. Untuk tetap relevan di tengah persaingan, diperlukan layanan digital berbasis aplikasi yang mempermudah proses pemesanan kopi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang antarmuka pengguna dan melakukan evaluasi terhadap desain prototype aplikasi pemesanan kopi digital berbasis web yang fleksible dan modular. Fokus penelitian pada pengalaman pengguna dan kebutuhan segmentasi pasar kopi. Rancangan aplikasi tidak hanya memenuhi kebutuhan pesanan dasar (takeaway, delivery, dine-in), namun juga mendukung pengaturan lanjutan (manual brew dan batch brew) sebagai bagian dari gap penelitian. Pendekatan Design Thinking digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna, menemukan inovasi dan mengevaluasi pengalaman pengguna melalui lima tahapan: emphatize, define, ideate, prototype, dan test. Pengujian dilakukan dengan metode Thinking Aloud dan Hallway Testing terhadap 17 responden dengan pendekatan rendom sampling. Responden memiliki rentang usia 17-20 tahun dan berdomisili di Bogor dan sekitarnya dengan gender terbanyak yaitu laki-laki. Metode ini dipilih karena dianggap paling representatif karena mengambil pengguna acak secara informal dimana pengguna dapat berterus terang terhadap pemikirannya setelah mencoba menggunakan desain prototype aplikasi. Hasil pengujian menunjukkan aplikasi mendapat respons positif, terutama dalam aspek kemudahan navigasi (? = 4,24) dan desain visual (? = 4,65). Fitur advanced brew masih membutuhkan penyempurnaan dari sisi antarmuka dan edukasi pengguna (? = 3,65). Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis pengguna dan fitur modular dapat memberikan nilai tambah pada sistem pemesanan digital untuk kedai kopi.
PENGEMBANGAN MODUL MENULIS PUISI MODEL ACTIVE LEARNING BERBANTUAN AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS X SMK Megasari, Ferika; Rahman, Elmustian
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6490

Abstract

Poetry writing learning in Vocational High Schools still faces challenges in terms of less innovative learning approaches and low student motivation. This research aims to develop a poetry writing module using Active Learning model assisted by audio visual for grade X SMK students through qualitative approach with library research method. Literature review was conducted on eight relevant studies from 2019-2025 discussing the use of audio visual media and active learning models in poetry writing learning. Research results show that module design integrating Active Learning principles with audio visual media has great potential in improving students' poetry writing skills. Previous research proved the effectiveness of audio visual media with strong correlation (rxy = 0.64) and learning motivation improvement up to 97.14%. Active Learning model enables active student participation through discussion, exploration, and collaborative practice. Audio visual media functions as creative stimulus that helps develop ideas and writing inspiration. Module feasibility can be ensured through validation by material, media, and pedagogical experts considering curriculum suitability and learning approach effectiveness. Research implications show that this module can become an innovative solution for transforming poetry writing learning in SMK and a model for developing teaching materials for other subjects. ABSTRAKPembelajaran menulis puisi di Sekolah Menengah Kejuruan masih menghadapi tantangan dalam hal pendekatan pembelajaran yang kurang inovatif dan rendahnya motivasi siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul menulis puisi model Active Learning berbantuan audio visual untuk siswa kelas X SMK melalui pendekatan kualitatif dengan metode library research. Kajian pustaka dilakukan terhadap delapan penelitian relevan dari tahun 2019-2025 yang membahas penggunaan media audio visual dan model pembelajaran aktif dalam pembelajaran menulis puisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain modul yang mengintegrasikan prinsip Active Learning dengan media audio visual memiliki potensi besar dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa. Penelitian terdahulu membuktikan efektivitas media audio visual dengan korelasi kuat (rxy = 0,64) dan peningkatan motivasi belajar hingga 97,14%. Model Active Learning memungkinkan partisipasi aktif siswa melalui diskusi, eksplorasi, dan praktik kolaboratif. Media audio visual berfungsi sebagai stimulus kreatif yang membantu pengembangan ide dan inspirasi menulis. Kelayakan modul dapat dipastikan melalui validasi ahli materi, media, dan pedagogis dengan mempertimbangkan kesesuaian kurikulum dan efektivitas pendekatan pembelajaran. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa modul ini dapat menjadi solusi inovatif untuk transformasi pembelajaran menulis puisi di SMK dan model pengembangan bahan ajar untuk mata pelajaran lain.
KONTRIBUSI TEACHING FACTORY DAN PEMBELAJARAN PKWU TERHADAP KESIAPAN BEKERJA SISWA SMK NEGERI 2 JOMBANG Sari, Dian Puspita; Misbahuddin, Agus Ridwan; Asmaul, Rina
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6491

Abstract

This study aims to analyze the Contribution of Teaching Factory (TEFA) and Craft and Entreprenurship Learning (PKWU) to students' work readiness in Vocational High Schools (SMK). TEFA is a production-based learning approach that integrates theory with direct industrial practice,, aiming to equip students with technical skills according to world of work standards. PKWU, on the other hand, aims to develop students' creativity, innovation, and entrepreneurial spirit so that they are able to face the challenges of the world of work or créate business opportunities. This study uses a quantitative approach with multiple linear regression analysis teshniques to measure the contribution of each variable. Data were obtained from 103 grade XII students in several vocational schools that implement the TEFA and PKWU programs through structured questionnaires. The results of the study showed that TEFA has a significant contribution to improving students' technical skills, such as the ability to use tools according to industry standards and completing work according to targets. Meanwhile, PKWU has a major influence on strengthening soft skills, including creativity, time management, and the courage to take risks. Simultaneously, TEFA and PKWU contribute 75% to students' work readiness, covering aspects of hard skills and soft skills. This finding confirms the importance of implementing TEFA and PKWU in an integrated manner to produce competitive graduates in the job market. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kontribusi Teaching Factory (TEFA) dan Pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) terhadap kesiapan bekerja siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). TEFA adalah pendekatan pembelajaran berbasis produksi yang mengintregasikan teori dengan praktik industri secara langsung, bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan teknis sesuai standar dunia kerja. PKWU, di sisi lain, bertujuan mengemlbangkan kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan siswa agar mampu menghadapi tantangan dunia kerja atau menciptakan peluang usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda untuk mengukur kontribusi masing-masing variable. Data diperoleh dari 103 siswa kelas XII di beberapa SMK yang menerapkan program TEFA dan PKWU melalui kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TEFA memiliki kontribusi signifikan terhadap peningkatan keterampilan teknis siswa, seperti kemampuan menggunakan alat sesuai standar industri dan penyelesaian pekerjaan sesuai target. Sementara itu, PKWU memberikan pengaruh besar terhadap penguatan soft skills, termasuk kreativitas, manajemen waktu, dan keberanian mengambil risiko. Secara simultan, TEFA dan PKWU berkontribusi sebesar 75% terhadap kesiapan bekerja siswa, mencakup aspek hard skills dan soft skills. Temuan ini menegaskan pentingnya implementasi TEFA dan PKWU secara terintelgrasi untuk meghasilkan lulusan yang kompetitif di pasar kerja.
EFFECTIVENESS OF TEACHING FACTORY IMPLEMENTATION IN PRODUCTIVE LEARNING: AN EVALUATION FROM VOCATIONAL TEACHERS' PERSPECTIVES Gumelar, Agung; Nugraha, Hari Din; Pratama, David; Utami, Salsa Belladinna Putri; Sutrisno, Himawan Hadi
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6809

Abstract

Studi ini mengevaluasi efektivitas implementasi Teaching Factory (TEFA) dalam pembelajaran produktif dari perspektif guru kejuruan dan mengidentifikasi prioritas berbasis data untuk perbaikan pada tingkat butir soal. Survei potong lintang dilakukan terhadap 19 guru mata pelajaran produktif dari sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri dan swasta di Jakarta yang telah menerapkan TEFA, menggunakan instrumen versi guru yang terdiri dari 31 butir soal tipe Likert (1–4) yang mencakup Produk (16 butir soal), Kompetensi Pedagogis (6 butir soal), dan Lulusan Siap Kerja (9 butir soal). Validitas isi telah ditetapkan selama pengembangan instrumen melalui tujuh penilai ahli, dengan semua butir soal melebihi ambang batas minimum Aiken’s V sebesar 0,76. Analisis mencakup rata-rata dan simpangan baku per dimensi dan per butir soal (diperingkat), interval kepercayaan 95% untuk rata-rata keseluruhan menggunakan uji t Student, dan alfa Cronbach untuk setiap dimensi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata keseluruhan M = 3,63 (SD = 0,30, 95% CI [3,49, 3,77]), Produk M = 3,58 (SD = 0,34, ? = 0,88), Kompetensi Pedagogis M = 3,81 (SD = 0,26, ? = 0,65), dan Lulusan Siap Kerja M = 3,60 (SD = 0,39, ? = 0,88). Peringkat item menyoroti kekuatan dalam memahami dan menerapkan gambar, kepatuhan terhadap SOP, supervisi guru, dan keterlibatan siswa dalam pengendalian mutu, sementara area dengan peringkat lebih rendah meliputi waktu penyelesaian, biaya (bahan/harga), dan pemecahan masalah teknis mandiri. Temuan ini menyiratkan penguatan SOP dan pengendalian mutu, pengaturan keseimbangan waktu takt/lini, perluasan peningkatan keterampilan berbasis industri dan penilaian autentik bagi guru, serta integrasi biaya dan pemecahan masalah teknis terstruktur ke dalam proyek TEFA untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti. ABSTRACTThis study evaluates the effectiveness of Teaching Factory (TEFA) implementation in productive learning from the perspective of vocational teachers and identifies data?driven priorities for improvement at the item level. A cross?sectional survey was conducted with 19 productive?subject teachers from public and private vocational high schools (SMK) in Jakarta that have implemented TEFA, using a teacher?version instrument comprising 31 Likert?type items (1–4) across Product (16 items), Pedagogical Competence (6 items), and Job?Ready Graduates (9 items). Content validity had been established during instrument development through seven expert raters, with all items exceeding the minimum Aiken’s V acceptance threshold of 0.76. Analyses included means and standard deviations by dimension and by item (ranked), a 95% confidence interval for the overall mean using Student’s t, and Cronbach’s alpha for each dimension. Results showed an overall mean of M = 3.63 (SD = 0.30, 95% CI [3.49, 3.77]), Product M = 3.58 (SD = 0.34, ? = 0.88), Pedagogical Competence M = 3.81 (SD = 0.26, ? = 0.65), and Job?Ready Graduates M = 3.60 (SD = 0.39, ? = 0.88). Item rankings highlight strengths in understanding and applying drawings, adherence to SOPs, teacher supervision, and student involvement in quality control, while lower?ranked areas include turnaround time, costing (materials/pricing), and independent technical problem?solving. The findings imply strengthening SOPs and quality control, arranging takt time/line balancing, expanding industry?based upskilling and authentic assessment for teachers, and integrating costing and structured technical problem?solving into TEFA projects to support evidence?based decision?making.
DESAIN KURIKULUM BERBASIS MULTIKULTURAL DI SEKOLAH MENENGAH NEGERI 1 SELAKAU TIMUR Mas’ula, Mas’ula; Wahyuni, Sri
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6853

Abstract

This research is motivated by the importance of multicultural education in Vocational High Schools (SMK) as a response to the diversity of student backgrounds and the demands of an increasingly global workplace. The gap between the curriculum, which tends to be uniform, and the reality of diverse students, drives the need for innovation. Therefore, this research focuses on analyzing the design, strategies, and challenges of implementing a multicultural-based curriculum at SMKN 1 Selakau Timur. This research uses a qualitative approach with literature study methods and analysis of school policy documents. The research stages include identifying key concepts from various scientific sources, analyzing the school's vision, mission and curriculum structure, and evaluating ongoing implementation practices. Key findings indicate that the curriculum at SMKN 1 Selakau Timur is designed based on five main principles: inclusivity, equity, social relevance, critical thinking, and collaboration. Its implementation is carried out through the integration of cultural materials into various subjects, the use of interactive learning methods such as PjBL, and culturally themed extracurricular activities. It was concluded that despite facing challenges such as limited teacher understanding, this multicultural curriculum has proven effective in creating an inclusive learning environment, instilling values ??of tolerance, and preparing graduates who are adaptive and globally competitive. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan multikultural di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai respons terhadap keberagaman latar belakang siswa dan tuntutan dunia kerja yang semakin global. Adanya kesenjangan antara kurikulum yang cenderung seragam dengan realitas siswa yang majemuk mendorong perlunya inovasi. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada analisis desain, strategi, dan tantangan implementasi kurikulum berbasis multikultural di SMKN 1 Selakau Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis dokumen kebijakan sekolah. Tahapan penelitian meliputi identifikasi konsep utama dari berbagai sumber ilmiah, analisis visi-misi dan struktur kurikulum sekolah, serta evaluasi praktik implementasi yang telah berjalan. Temuan utama menunjukkan bahwa kurikulum di SMKN 1 Selakau Timur dirancang berdasarkan lima prinsip utama: inklusivitas, keadilan, relevansi sosial, berpikir kritis, dan kolaborasi. Implementasinya dilakukan melalui integrasi materi budaya ke dalam berbagai mata pelajaran, penggunaan metode pembelajaran interaktif seperti PjBL, serta kegiatan ekstrakurikuler bertema budaya. Disimpulkan bahwa meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan pemahaman guru, kurikulum multikultural ini terbukti efektif menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, menanamkan nilai toleransi, dan mempersiapkan lulusan yang adaptif serta berdaya saing global.

Page 2 of 3 | Total Record : 23