cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Vocational : Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan
ISSN : 27750019     EISSN : 27746283     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Kejuruan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 6 no. 3 (2026)" : 5 Documents clear
PENGARUH INTENSITAS PEMBELAJARAN DAN FASILITAS WORKSHOP CAD TERHADAP HASIL BELAJAR AUTODESK REVIT SISWA XI DPIB SMKN Wahyuni, Islamia Nur Putri; Mulyono, Wahyu Dwi
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.10763

Abstract

This research intends to evaluate how learning frequency and the adequacy of CAD Workshop infrastructure influence the academic performance of eleventh-grade DPIB students at SMKN 7 Surabaya in utilizing Autodesk Revit-based Building Information Modelling (BIM). The investigation was prompted by underwhelming student achievements and the gap between industrial competency standards and vocational pedagogical practices. Adopting a quantitative approach with an ex post facto design, the study involved 57 participants selected via purposive sampling. Data acquisition was conducted through surveys for independent variables and academic records for learning outcomes. Multiple linear regression analysis indicates that learning intensity only accounts for 6% (R2=0,06) of the variance and lacks statistical significance. Conversely, the availability of CAD Workshop facilities contributes 25.3% (R2=0,253) and significantly impacts student success. Jointly, both predictors contribute 34% (R2=0,340), with the remaining 66% attributed to external factors. The results suggest that in technical, practice-heavy subjects like BIM, the quality of physical resources is more pivotal than instructional duration. Consequently, upgrading vocational training facilities is vital for fostering high-level student competencies. ABSTRAK Riset ini bermaksud untuk mengevaluasi dampak frekuensi proses pengajaran serta kelengkapan sarana Workshop CAD terhadap capaian akademis siswa kelas XI DPIB SMKN 7 Surabaya dalam mengoperasikan Building Information Modelling (BIM) Autodesk Revit. Studi ini diinisiasi oleh fenomena belum maksimalnya prestasi belajar siswa serta adanya diskrepansi antara standar kompetensi di dunia kerja dengan realitas edukasi di sekolah vokasi. Metodologi yang digunakan adalah kuantitatif dengan model ex post facto, melibatkan 57 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen pengumpulan data mencakup kuesioner untuk variabel intensitas belajar dan fasilitas bengkel CAD, serta rekam medik nilai sebagai representasi hasil belajar. Melalui analisis regresi linear berganda, ditemukan bahwa intensitas pengajaran hanya menyumbang 6% (R2=0,06) dan tidak memiliki pengaruh signifikan secara statistik. Sebaliknya, variabel fasilitas Workshop CAD memberikan andil sebesar 25,3% (R2=0,253) dengan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi siswa. Secara kolektif, kedua faktor tersebut berkontribusi sebesar 34% (R2=0,340), sementara 66% sisanya ditentukan oleh faktor eksternal lainnya. Temuan ini menegaskan bahwa dalam instruksi berbasis keahlian praktis seperti BIM, keberadaan sarana pendukung jauh lebih krusial daripada durasi pembelajaran. Dengan demikian, modernisasi fasilitas praktik harus menjadi fokus utama guna menjamin kecakapan lulusan pendidikan kejuruan.
ANALISIS PENGARUH ABU BATU SEBAGAI PENGGANTI PASIR DENGAN CAMPURAN SERBUK KAYU TERHADAP UJI KUAT TEKAN DAN DAYA SERAP AIR PADA PAVING BLOCK Muslim, Imam; Nurjanah, Nurjanah; Lukma, Hazairin Nikmatul
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.10831

Abstract

Paving blocks are basically made of a mixture of cement, aggregate and water with or without additives. There are many types of inventions about modification of paving blocks, one of which is paving blocks made from a mixture of used sengon wood powder where all wood powder can be mixed together with fine aggregates (stone ash instead of sand). The purpose of this study was to compare the compressive strength and absorbency of the paving block normally 0% (with cement, water, and rock ash as a substitute for sand). Paving blocks of sengon wood powder mixture with variations of 3%, 6%, and 9% at the age of 7, 14, and 28 days and describe the effect of adding credits in the paving block mixture with variations of 0%, 3%, 6%, and 9% at the age of 7, 14 and 28 days, the reference of this test refers to (SNI 03-0691-1996). The results that can be stated in this study are paving blocks with the addition of the maximum compressive strength value credit obtained is 16.81 MPa after  the paving block  treatment period for 28 days with a variation in the addition of wood powder of 3% of the cement weight. This value has met the SNI-03–0691–1996 standard, which is at least 7.10 MPa. Based on SNI 03-0691-1996, 3% wood powder mixture paving blocks with a compressive strength value of 16.81 kg/cm2 have entered the classification of paving blocks of C quality used for pedestrians or parks and other uses, and the results of the paving block absorption test are 4.16%, 5.60%, 6.74%, and 7.20% respectively. Based on the results of the test, it was also revealed that the compressive strength produced is inversely proportional to the absorbency, the higher the compressive strength of the paving block, the lower the absorbency, and vice versa. ABSTRAK Paving block pada dasarnya terbuat dari campuran semen, agregat dan air dengan atau tanpa bahan tambahan. Banyak jenis penemuan tentang modifikasi terhadap paving block salah satunya adalah paving block yang terbuat dari campuran serbuk kayu sengon bekas pengergajian yang mana semua serbuk kayu dapat di campur menjadi satu dengan agregat halus (abu batu sebagai pengganti pasir). Tujuan penelitian ini adalah perbandingan kuat tekan dan daya serap paving block normal 0% (dengan camuran semen, air, dan abu batu sebagai pengganti pasir). Paving block campuran serbuk kayu sengon dengan variasi 3%, 6%, dan 9% pada umur 7, 14, dan 28 hari serta mendeskripsikan pengaruh penambahan SKS dalam campuran paving block dengan variasi 0%, 3%, 6%, dan 9% pada masing-masing umur pengujian 7, 14 dan 28 hari, rujukan pengujian ini mengacu pada (SNI 03-0691-1996). Hasil yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah paving block dengan penambahan SKS nilai kuat tekan terbesar yang diperoleh adalah sebesar 16,81 MPa setelah masa perawatan paving block selama 28 hari dengaan variasi penambahan serbuk kayu sebesar 3% dari berat semen. Nilai ini sudah memenuhi standar SNI–03–0691–1996 yaitu minimal 7,10 MPa. Berdasarkan SNI 03-0691-1996 paving block campuran serbuk kayu 3% dengan nilai kuat tekan sebesar 16,81 kg/cm2 sudah memasuki dalam klasifikasi paving block mutu C yang digunakan untuk pejalan kaki atau  taman dan penggunaan lainnya, dan hasil pengujian daya serap paving block berturut-turut sebesar 4,16%, 5.60%, 6,74%, dan 7,20%. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, terungkap pula kuat tekan yang dihasilkan berbanding terbalik dengan daya serap, semakin tinggi kuat tekan paving block semakin rendah daya serapnya, begitu pula sebaliknya.    
MONITORING INFRASTRUKTUR JENKINS BERBASIS PROMETHEUS DAN GRAFANA Satria, Handi; Suryaningrat, Suryaningrat
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.10832

Abstract

As system complexity in DevOps environments increases, the need for effective and real-time monitoring becomes increasingly important, especially in Continuous Integration and Continuous Delivery (CI/CD) systems. Jenkins, as a CI/CD platform, is widely used to automate build, testing, and deployment processes, but still has limitations in terms of integrated and centralized monitoring. This study aims to analyze and implement a Jenkins infrastructure monitoring system by integrating Prometheus and Grafana to improve system observability. The method used in this study is the Software Development Life Cycle (SDLC) approach with the V-Model model. Prometheus is used as a time-series database to collect and store system metrics, while Grafana is used to visualize data in the form of an interactive dashboard. The results of the study show that the monitoring system built is able to improve real-time visibility of system conditions, simplify the performance analysis process, and accelerate problem detection and handling. Thus, this system contributes to improving system reliability and operational efficiency in the PT Herza Digital Indonesia environment. ABSTRAK Seiring dengan meningkatnya kompleksitas sistem dalam lingkungan DevOps, kebutuhan akan monitoring yang efektif dan real-time menjadi semakin penting, khususnya pada sistem Continuous Integration dan Continuous Delivery (CI/CD). Jenkins sebagai salah satu platform CI/CD banyak digunakan untuk mengotomatisasi proses build, testing, dan deployment, namun masih memiliki keterbatasan dalam hal monitoring yang terintegrasi dan terpusat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan sistem monitoring infrastruktur Jenkins dengan mengintegrasikan Prometheus dan Grafana guna meningkatkan observabilitas sistem. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Software Development Life Cycle (SDLC) dengan model V-Model. Prometheus digunakan sebagai time-series database untuk mengumpulkan dan menyimpan metrik sistem, sedangkan Grafana digunakan untuk memvisualisasikan data dalam bentuk dashboard interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem monitoring yang dibangun mampu meningkatkan visibilitas kondisi sistem secara real-time, mempermudah proses analisis performa, serta mempercepat deteksi dan penanganan masalah. Dengan demikian, sistem ini berkontribusi dalam meningkatkan keandalan sistem serta efisiensi operasional di lingkungan PT Herza Digital Indonesia.  
PROGRAM PENGUATAN KARAKTER BERBASIS TOYOTA WAY DAN 5R PADA PENDIDIKAN VOKASI DI AKADEMI KOMUNITAS TOYOTA INDONESIA (AKTI) Kamil, Imanuddin
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i2.10913

Abstract

ABSTRACT The industrial world requires a workforce that not only possesses technical competence, but also a strong work character. The need for competent human resources in terms of expertise and at the same time possessing integrity, discipline, and social responsibility is crucial in this increasingly competitive era of globalization. Vocational institutions as educational institutions that produce human resources ready to work in the industrial world have a strategic role in preparing graduates who are ready to adapt to industrial culture and have strong character. This study aims to describe and develop a character strengthening model based on the Toyota Way values ​​(continuous improvement (kaizen) and respect for people) and the 5R culture (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) at the Toyota Indonesia Community Academy (AKTI). The research design used an action research method with a mixed method approach. The research subjects included AKTI students and lecturers. Data collection techniques were carried out through interviews, questionnaires, observation, and documentation. Data analysis used qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive statistics. The results of the study indicate that the integration of Toyota Way values ​​and the 5R culture in learning and campus activities has an impact on the character formation of students who are more disciplined, responsible, and have a work ethic and adaptive attitude that is in accordance with the needs of the industrial world. This character-building program has the potential to become a practical model for character development in industrial-culture-based vocational education. ABSTRAK Dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kompetensi teknik, tetapi juga karakter kerja yang kuat. Kebutuhan akan SDM yang kompeten secara keahlian dan sekaligus memiliki integritas, kedisiplinan dan tanggung jawab sosial sangatlah penting di era globalisasi yang semakin kompetitif ini. Institusi vokasi sebagai lembaga pendidikan yang mencetak SDM siap kerja di dunia industri mempunyai peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang siap beradaptasi dengan budaya industri dan berkarakter kuat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan mengembangkan model penguatan karakter berbasis nilai Toyota Way (continuous improvement (kaizen) and respect for people) dan budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) di Akademi Komuntitas Toyota Indonesia (AKTI). Desain penelitian menggunakan metode action research dengan pendekatan mixed method. Subjek penelitian meliputi mahasiswa dan dosen AKTI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Toyota Way dan budaya 5R dalam pembelajaran dan aktivitas kampus berdampak pada pembentukan karakter mahasiswa yang lebih disiplin, bertanggung jawab serta memiliki etos kerja dan sikap adaptif yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Program penguatan karakter ini berpotensi menjadi model pembinaan karakter yang aplikatif dalam pendidikan vokasi berbasis budaya indutri.
PENERAPAN MEDIA JOBSHEET PRAKTIKUM UKUR TANAH MENGGUNAKAN WATERPASS (AUTOLEVEL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PSIKOMOTORIK SISWA KELAS X DPIB SMK Mu’ti, Ghufron; Suryaman, Heri
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.11014

Abstract

This study is based on the low practical skills in land surveying caused by lecture-centered instruction without structured guidance. The research aims to determine student responses and examine the effectiveness of a jobsheet in improving psychomotor learning outcomes in waterpass (auto level) practicum. The theoretical review includes learning media, jobsheet, waterpass, and the psychomotor learning domain. Previous studies indicate that jobsheets support skill-based learning in vocational schools.The method used is a quasi-experimental Posttest-Only Control Group design. The subjects were 60 tenth-grade DPIB students (30 experimental and 30 control). Data were collected using student response questionnaires and psychomotor observation sheets, and analyzed using normality, homogeneity, and independent t-test. Results show very positive student responses (89%). The average psychomotor score of the experimental class was 81.9 compared to 70.7 for the control class. The t-test revealed a significant difference (Sig. 0.000 < 0.05), indicating that the jobsheet effectively improves practical performance. It is concluded that the jobsheet enhances psychomotor achievement in waterpass practicum. Continued implementation and broader investigation of other learning domains are recommended. ABSTRAK Penelitian ini di latarbelakangi oleh rendahnya keterampilan praktik ukur tanah karena pembelajaran masih berpusat pada ceramah tanpa panduan tertulis. Penelitian bertujuan mengetahui respons siswa dan efektivitas jobsheet dalam meningkatkan hasil psikomotorik pada praktikum ukur tanah dengan waterpass (Autolevel). Landasan teori pada penelitian ini mencakup media pembelajaran, jobsheet, waterpass, dan ranah psikomotorik. Penelitian terdahulu menunjukkan jobsheet mendukung pembelajaran praktik di SMK. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen desain Posttest-Only Control Group. Subjek penelitian 60 siswa kelas X DPIB (30 eksperimen dan 30 kontrol). Data diperoleh melalui angket respons dan lembar observasi psikomotorik, dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas, dan independent t-test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan respons siswa sangat baik (89%). Nilai rata-rata psikomotorik kelas eksperimen 81,9 dan kontrol 70,7. Uji t membuktikan perbedaan signifikan (Sig. 0,000 < 0,05), sehingga jobsheet efektif meningkatkan kemampuan praktik. Dari penelitian ini di simpulkan bahwa jobsheet meningkatkan keterampilan psikomotorik pada praktikum waterpass. Disarankan penerapan berkelanjutan dan kajian lebih luas pada ranah lain.

Page 1 of 1 | Total Record : 5