cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Vocational : Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan
ISSN : 27750019     EISSN : 27746283     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Kejuruan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 167 Documents
UPAYA PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) GURU DI SMK NEGERI 7 PALANGKA RAYA HAMBALI, AKHMAD
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i1.4084

Abstract

In the field of education, human resources are crucial for facilitating learning processes. These include teachers, students, and other educators who transfer knowledge to students. Human resources have a critical role in creating positive and productive learning environments. The education crisis in Indonesia is largely due to the lack of teachers and their role as teachers integrating technology in the modern era. Teachers must continuously adapt and enhance their skills through various activities such as lectures, training, seminars, and webinars to improve their teaching abilities. This study, conducted in April and June 2024, aims to understand and describe the teacher's skill enhancement through a series of educational activities. The research findings suggest that for improving human resource competencies in education, teachers should focus on teaching through formal education, training, seminars, and webinars to improve their teaching skills. ABSTRAKDalam bidang pendidikan, sumber daya manusia sangat penting untuk memperlancar proses pembelajaran. Sumber daya manusia tersebut meliputi guru, siswa, dan pendidik lainnya yang mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa. Sumber daya manusia memiliki peran yang krusial dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan produktif. Krisis pendidikan di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh kurangnya guru dan peran guru sebagai pengajar yang mengintegrasikan teknologi di era modern. Guru harus terus beradaptasi dan meningkatkan keterampilannya melalui berbagai kegiatan seperti ceramah, pelatihan, seminar, dan webinar untuk meningkatkan kemampuan mengajarnya. Penelitian yang dilakukan pada bulan April dan Juni 2024 ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan peningkatan keterampilan guru melalui serangkaian kegiatan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pendidikan, guru harus fokus pada pengajaran melalui pendidikan formal, pelatihan, seminar, dan webinar untuk meningkatkan keterampilan mengajarnya.
PENGARUH PEMAHAMAN MODERASI BERAGAMA TERHADAP PEMBENTUKAN SIKAP TOLERANSI SISWA SMK WALISONGO SEMARANG JANAH, ANISA MIFTAHUL; HIDAYATI, ARINI ULFA; MAULIDIN, SYARIF
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v4i2.4133

Abstract

This study aims to explore the influence of religious moderation understanding on tolerance attitudes among students at SMK Walisongo Semarang. Indonesia, with its diverse ethnic, religious, and cultural backgrounds, faces significant challenges in fostering tolerance among its youth. The understanding of religious moderation taught in schools is expected to shape tolerance towards religious differences. This research employs a quantitative method using surveys and interviews as data collection instruments, involving 150 students from SMK Walisongo. The results indicate that understanding of religious moderation has a positive impact on students' tolerance attitudes, although there are significant influences from external factors such as family views and social environment. Religious moderation education in schools has proven to enhance tolerance, but its application in daily life still faces challenges, particularly from the influence of conservatism in students' families and surrounding communities. This study recommends strengthening comprehensive religious moderation education in schools and increasing family and community involvement in supporting tolerance education. Future research prospects could focus on the role of social media in shaping adolescents' tolerance attitudes and educational strategies to reduce intolerance and radicalization. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh pemahaman moderasi beragama terhadap sikap toleransi di kalangan siswa SMK Walisongo Semarang. Indonesia, dengan keberagaman suku, agama, dan budaya, menghadapi tantangan besar dalam memupuk sikap toleransi di kalangan generasi muda. Pemahaman moderasi beragama yang diajarkan di sekolah diharapkan dapat membentuk sikap toleransi terhadap perbedaan agama. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan survei dan wawancara sebagai instrumen pengumpulan data, yang melibatkan 150 siswa SMK Walisongo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman moderasi beragama berpengaruh positif terhadap sikap toleransi siswa, meskipun terdapat pengaruh signifikan dari faktor eksternal seperti pandangan keluarga dan lingkungan sosial. Pembelajaran moderasi beragama di sekolah terbukti meningkatkan sikap toleransi, tetapi penerapannya dalam kehidupan sehari-hari masih menghadapi tantangan, terutama dari pengaruh konservatisme dalam keluarga dan komunitas sekitar siswa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pembelajaran moderasi beragama secara komprehensif di sekolah, serta peningkatan keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam mendukung pendidikan toleransi. Prospek pengembangan penelitian selanjutnya dapat fokus pada peran media sosial dalam membentuk sikap toleransi remaja serta strategi pendidikan untuk mengurangi intoleransi dan radikalisasi.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI ORGANISASI ROHANI ISLAM: STUDI DI SMK AL IHSAN SUKANEGARA NAWAWI, MUHAMAD LATIF; MAULIDIN, SYARIF; NURKHOLIK, AHMAD
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v4i2.4145

Abstract

Character education in schools plays a crucial role in shaping students' behavior, particularly in enhancing their awareness of environmental issues. This study aims to explore the implementation of character education through the Rohis organization at SMK Al Ihsan Sukanegara and its impact on students' character, especially in terms of cleanliness and environmental conservation. A qualitative approach was used, with data collected through observation, interviews, and documentation involving students, Rohis mentors, and the school principal. The findings indicate that activities carried out by Rohis, such as environmental cleanliness programs and tree planting, effectively integrate religious teachings about cleanliness into practical school activities. However, a major challenge identified is students' inconsistency in maintaining cleanliness outside formal activities. The study concludes that character education based on religion through Rohis can raise students' awareness of the importance of cleanliness and environmental sustainability. Future prospects for this program involve the active involvement of families and communities, as well as the need for regular evaluations to ensure its continuity. In conclusion, character education that integrates environmental awareness can foster a generation that is more concerned with the earth and responsible for its preservation. ABSTRAKPendidikan karakter di sekolah memiliki peran penting dalam membentuk perilaku siswa, terutama dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali penerapan pendidikan karakter melalui organisasi Rohis di SMK Al Ihsan Sukanegara dan dampaknya terhadap karakter siswa, khususnya dalam hal kebersihan dan pelestarian lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari siswa, guru pembimbing Rohis, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh Rohis, seperti program kebersihan lingkungan dan penanaman pohon, efektif dalam mengintegrasikan ajaran agama tentang kebersihan dengan kegiatan nyata di sekolah. Meskipun demikian, tantangan utama adalah ketidakkonsistenan siswa dalam menjaga kebersihan di luar kegiatan formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter berbasis agama melalui organisasi Rohis dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Prospek pengembangan program ini di masa depan melibatkan peran keluarga dan masyarakat serta perlu adanya evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutannya. Dengan demikian, pendidikan karakter yang mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan dapat menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap bumi dan bertanggung jawab atas kelestariannya.
MEWUJUDKAN ISLAM MODERAT MELALUI PENDIDIKAN AGAMA DI SMK HIDAYATUL MUBTADI'IEN BALEN BOJONEGORO AMIRUDDIN, AMIRUDDIN; MAKINUDDIN, MOHAMMAD
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v4i2.4146

Abstract

Millennial generations need to have a deeper understanding of religious moderation from an early age so that they develop polite attitudes, such as harmony, mutual respect, appreciation, and the willingness to accept differences. Therefore, the background of this thesis highlights the importance of internalizing the values of moderate Islam in Islamic Religious Education (PAI) at SMK Hidayatul Mubtadi'ien Balen Bojonegoro. The research questions addressed in this study are: 1) How is the process of internalizing the values of moderate Islam in PAI learning at SMK Hidayatul Mubtadi'ien Balen Bojonegoro? 2) What are the supporting and inhibiting factors for internalizing the values of moderate Islam in PAI learning at SMK Hidayatul Mubtadi'ien Balen Bojonegoro? 3) What are the implications of internalizing the values of moderate Islam in PAI learning at SMK Hidayatul Mubtadi'ien Balen Bojonegoro ? This research uses a descriptive qualitative approach, with data analysis employing Data Collection, Data Reduction, Data Display, and Conclusion Drawing/Verification, so that the data obtained will result in descriptive and natural data. The data collection techniques include interviews, observations, and documentation, while data validity is ensured through Credibility Testing, Transferability Testing, and Dependability Testing. The research findings show that: A) The process of internalizing the values of moderate Islam in PAI learning at SMK Hidayatul Mubtadi'ien Balen Bojonegoro includes the stages of Value Transformation, Value Transaction, and Transinternalization. B) The supporting and inhibiting factors for internalizing the values of moderate Islam in PAI learning at SMK Hidayatul Mubtadi'ien Balen Bojonegoro are as follows: a) Supporting factors include: high commitment from human resources and adequate facilities, active extracurricular activities, and competent educators. b) Inhibiting factors include: the influence of social media and the lack of literacy materials. C) The implications of internalizing the values of moderate Islam in PAI learning at SMK Hidayatul Mubtadi'ien Balen Bojonegoro include: obedience, respect for others, closeness with friends and teachers, and social care. ABSTRAKGenerasi milenial perlu memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang moderasi beragama sejak dini agar mereka memiliki sikap santun, seperti kerukunan, saling menghormati, menghargai, dan mau menerima perbedaan. oleh karena itu latar belakang artikel ini mengemukakan pentingnya internalisasi nilai-nilai ajaran Islam moderat dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Hidayatul Mubtadi'ien Balen Bojonegoro. Adapun permasalahan yang dikaji adalah: 1). Bagaimana proses internalisasi nilai-nilai Islam moderat dalam pembelajaran PAI di SMK Hidayatul Mubtadi'ien Balen Bojonegoro? 2). Apa saja faktor pendukung dan penghambat internalisasi nilai-nilai islam moderat dalam pembelajaran PAI di SMK Hidayatul Mubtadi'ien Balen Bojonegoro? 3). Bagaimana implikasi dari internalisasi nilai-nilai islam moderat dalam pembelajaran PAI di SMK Hidayatul Mubtadi'ien Balen Bojonegoro? Penelitian ini menggunakan Pendekatan Kualitatif Deskriptif, dengan analisis data menggunakan Data Collection, Data Reduction, Data Display, Conclusion Drawing/Verification, sehingga data-data yang diperoleh akan menghasilkan data-data deskriptif yang bersifat alamiah, adapun teknik pengumpulan data nya menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, untuk keabsahan data menggunakan Uji Kredibilitas, Pengujian Transferability, Pengujian Dependability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; A). Proses Internalisasi Nilai-Nilai Islam Moderat Dalam Pembelajaran PAI di SMK Hidayatul Mubtadi’ien Balen Bojonegoro yakni Tahap Transformasi Nilai, Tahap Transaksi Nilai, Tahap Transinternalisasi. B). Faktor pendukung dan penghambat Internalisasi Nilai-Nilai Islam Moderat Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Hidayatul Mubtadi'ien Balen Bojonegoro a). Faktor Pendukung diantaranya: Komitmen yang tinggi dari SDM dan fasilitas yang memadai, Adanya kegiatan ekstrakurikuler yang aktif, Pendidik yang kompeten. b). Faktor penghambat diantaranya: Faktor media sosial, Kurangnya Bahan Literasi. C). Implikasi Internalisasi Nilai-Nilai Islam Moderat dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Hidayatul Mubtadi’ien Balen Bojonegoro. Yakni Taat, Menghormati orang lain, Keakraban dengan teman dan guru, Kepedulian sosial.
PEMBINAAN AHLAK DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA STUDI DI SMK MAARIF 1 SENDANG AGUNG PRAYITNO, PRAYITNO; MAULIDIN, SYARIF; AL-FAIZI, M.
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v4i2.4186

Abstract

This study aims to examine the character building in overcoming student delinquency at SMK Ma’arif 1 Sendang Agung. The issues faced by the school include the widespread occurrence of adolescent delinquency influenced by peer pressure, free association, and the low understanding of students regarding moral and religious values. The research method used is qualitative with a descriptive approach, involving observation, interviews, and documentation as data collection instruments. The results show that character building at SMK Ma’arif 1 Sendang Agung is carried out through various approaches, such as Islamic religious education, extracurricular activities, regular study groups, and the habituation of positive behaviors. The active role of teachers, parents, and the community is essential to support this process. However, the negative influence of peers presents the greatest challenge in character development. The study concludes that closer collaboration between schools, parents, and the community is necessary to create an environment that supports students’ character development. Holistic character building is expected to reduce delinquency and produce a generation that is not only academically skilled but also has noble character. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembinaan akhlak dalam mengatasi kenakalan siswa di SMK Ma’arif 1 Sendang Agung. Permasalahan yang dihadapi oleh sekolah ini adalah maraknya perilaku kenakalan remaja yang dipengaruhi oleh lingkungan teman sebaya, pergaulan bebas, serta rendahnya pemahaman siswa tentang nilai-nilai moral dan agama. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan akhlak di SMK Ma’arif 1 Sendang Agung dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti pelajaran agama Islam, kegiatan ekstrakurikuler, pengajian rutin, serta pembiasaan sikap positif. Peran aktif guru, orang tua, dan masyarakat sangat penting dalam mendukung proses ini. Namun, pengaruh teman sebaya yang negatif menjadi tantangan terbesar dalam pembinaan akhlak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi yang lebih erat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter siswa. Pembinaan akhlak yang holistik diharapkan dapat mengurangi kenakalan siswa dan menghasilkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN BUDAYA RELIGIUS: STUDI DI SMK AL HIKMAH KALIREJO MAULIDIN, SYARIF; PRAMANA, ARDI; MUNIR, MIFTAHUL
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v4i2.4187

Abstract

This study aims to analyze the role of school leadership in enhancing religious culture at SMK Al Hikmah Kalirejo. The background of the issue indicates that the religious culture in the school has not been optimized, requiring active involvement from the principal to develop religious values in daily activities. The focus of this research is to explore how the principal's leadership influences the implementation of religious culture in the school, including the steps taken and challenges faced. This qualitative research uses a case study approach, involving in-depth interviews with the principal, teachers, and students. The findings show that the principal successfully implemented religious culture through role modeling, habituating daily religious activities, and providing religious symbols in the school environment. However, the main challenge faced is the low discipline of some students in participating in religious activities. The study concludes that effective school leadership, supported by continuous evaluation and cooperation from all school members, can create an environment conducive to the formation of students' character based on religious values. The prospect for future research includes efforts to maintain and optimize the religious culture that has been established. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan budaya religius di SMK Al Hikmah Kalirejo. Latar belakang masalah menunjukkan bahwa budaya religius di sekolah tersebut belum optimal, sehingga diperlukan peran aktif dari kepala sekolah untuk mengembangkan nilai-nilai agama dalam kegiatan sehari-hari. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan kepala sekolah memengaruhi penerapan budaya religius di sekolah, termasuk langkah-langkah yang diambil dan tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang melibatkan wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berhasil menerapkan budaya religius melalui keteladanan, pembiasaan kegiatan ibadah harian, serta penyediaan simbol-simbol keagamaan di sekolah. Meskipun demikian, tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya disiplin sebagian siswa dalam menjalankan kegiatan religius. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, dengan didukung oleh evaluasi berkelanjutan dan kerjasama seluruh warga sekolah, dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter siswa yang berlandaskan pada nilai-nilai agama. Prospek pengembangan penelitian selanjutnya mencakup upaya untuk mempertahankan dan mengoptimalkan budaya religius yang telah dibangun.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMK AL HADIID CILEUNGSI BOGOR KURNIAWAN, WAKIB; ANDRIANTO, DEDI; SOPANDI, NINDY
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v4i3.4210

Abstract

Character education in Indonesia has become a central concern, particularly in shaping students' personalities in schools. This study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in instilling character values at SMK Al Hadiid. The focus of this research includes the methods used by teachers in character development, as well as the supporting and inhibiting factors in the process. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews, observations, and document analysis, involving five PAI teachers and ten students as the subjects. The findings indicate that PAI teachers at SMK Al Hadiid play a vital role in creating a learning environment that fosters character values such as discipline, responsibility, and creativity through methods of role modeling, advice, demonstration, and discussion. Key supporting factors include facilities that support religious education and storytelling media, while major obstacles stem from a lack of parental attention, the influence of social environment, and mass media. The conclusion of this study emphasizes the importance of collaboration between teachers, parents, and the community in instilling character values, as well as the need for supervision over external influences that may hinder students' character development. ABSTRAKPendidikan karakter di Indonesia semakin menjadi perhatian utama, terutama dalam pembentukan kepribadian siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai-nilai karakter di SMK Al Hadiid. Fokus penelitian meliputi metode yang digunakan guru dalam pembentukan karakter, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumentasi, dengan subjek penelitian melibatkan lima guru PAI dan sepuluh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI di SMK Al Hadiid berperan penting dalam menciptakan suasana belajar yang mendukung nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, dan kreativitas melalui metode keteladanan, nasehat, demonstrasi, dan diskusi. Faktor pendukung utama termasuk fasilitas yang mendukung pembelajaran agama dan media bercerita, sementara hambatan utama berasal dari kurangnya perhatian orang tua, pengaruh lingkungan sosial, dan media massa. Simpulan penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat dalam menanamkan nilai karakter, serta perlunya pengawasan terhadap pengaruh eksternal yang dapat menghambat pembentukan karakter siswa.
MANAJEMEN PEMASARAN PENDIDIKAN BERBASIS WEBSITE SEBAGAI MEDIA INFORMASI DI SMKN UNGGUL TERPADU ANAK TUHA MAULIDIN, SYARIF; SUHARDI, MUHAMAD
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v4i3.4226

Abstract

This study aims to analyze web-based marketing management as an informational media tool at SMK Unggul Terpadu Anak Tuha, focusing on the planning, implementation, evaluation, and supporting and hindering factors affecting the website's effectiveness. The research employs a descriptive qualitative approach, involving observation, interviews, and documentation to collect data. The findings indicate that web-based marketing management has been effectively implemented at the school, with planning covering the four key elements of marketing: product, price, place, and promotion. However, there are shortcomings in terms of infrequent content updates, limited website features, and insufficient budget for long-term website development. The main supporting factors for success are the school’s awareness of the importance of the website and the active support of the principal, while the hindering factors include limited human resources (HR) for website management and technical issues related to the server. The recommendations include adding trained HR for website management, increasing the budget for development, and conducting regular server maintenance to ensure the website operates optimally, especially during the online student admission process (PPDB). This research provides important prospects for the development of web-based marketing management in the education sector. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pemasaran berbasis website sebagai sarana media informasi di SMK Unggul Terpadu Anak Tuha, dengan fokus pada perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi efektivitas website tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif, yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pemasaran berbasis website di sekolah ini telah diterapkan dengan baik, dengan perencanaan yang mencakup empat elemen pemasaran yaitu produk, harga, tempat, dan promosi. Namun, terdapat kekurangan dalam hal pembaruan konten yang tidak rutin, terbatasnya fitur website, serta kurangnya anggaran untuk pengembangan website jangka panjang. Faktor pendukung utama dalam keberhasilan ini adalah kesadaran pihak sekolah akan pentingnya website dan dukungan aktif kepala sekolah, sementara faktor penghambat terkait terbatasnya sumber daya manusia (SDM) dan masalah teknis pada server. Rekomendasi yang diajukan mencakup penambahan SDM terlatih untuk pengelolaan website, peningkatan anggaran untuk pengembangan, serta pemeliharaan rutin server agar website dapat berfungsi secara optimal, terutama saat PPDB online. Penelitian ini memberikan prospek penting bagi pengembangan manajemen pemasaran berbasis website di dunia pendidikan.
PENGUATAN KOMPETENSI KEAGAMAAN SISWA KELAS X SMK PGRI 2 PONOROGO MELALUI PROGRAM PESANTREN KILAT NUHA, ULIN; ILMIAH, ULI TARBIATI; MAULIDIN, SYARIF
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v4i3.4227

Abstract

This study aims to analyze the strengthening of religious competence among 10th-grade students at SMK PGRI 2 Ponorogo through the short pesantren (Islamic boarding school) program. This program is designed to enhance students' understanding of Islam, covering topics such as tauhid (faith), akhlak (morality), ibadah (worship), and the Qur'an. The primary focus of this research is to assess the effectiveness of the pesantren kilat program in improving students' religious competence in terms of cognitive, affective, and psychomotor aspects. The research was conducted using a qualitative approach, involving observation, interviews, and documentation. The results indicate that the pesantren kilat program successfully strengthened students' religious competence, with improvements observed in their understanding of proper worship practices, attitudes toward religious teachings, and skills in performing religious rituals. This success is supported by high-quality teaching in line with the curriculum, effective teaching methods, and the support of parents and the pesantren administration. Based on these findings, it is recommended to further develop the pesantren kilat program, focusing on enhancing teaching quality and providing more comprehensive evaluations, as well as expanding its implementation in other schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan kompetensi keagamaan siswa kelas X SMK PGRI 2 Ponorogo melalui program pesantren kilat. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman agama Islam siswa dengan materi yang meliputi tauhid, akhlak, ibadah, dan Al-Qur'an. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menilai keberhasilan pelaksanaan pesantren kilat dalam meningkatkan kompetensi keagamaan siswa dari segi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren kilat berhasil memperkuat kompetensi keagamaan siswa, di mana siswa menunjukkan peningkatan pemahaman dalam tata cara ibadah, sikap terhadap ajaran agama, serta keterampilan dalam melaksanakan amalan agama. Keberhasilan ini didukung oleh kualitas pengajaran yang sesuai dengan kurikulum, metode pembelajaran yang efektif, serta dukungan orang tua dan pengurus pesantren. Berdasarkan temuan ini, disarankan untuk mengembangkan program pesantren kilat lebih lanjut, dengan fokus pada peningkatan kualitas pengajaran dan evaluasi yang lebih komprehensif, serta memperluas implementasi program di sekolah-sekolah lain.
PENGELOLAAN KURIKULUM TERINTEGRASI SEKOLAH BERBASIS PESANTREN DI SMK ROUDLOTUL MUBTADIIN BALEKAMBANG JEPARA MUTTAQIN, NURUL; MAULIDIN, SYARIF
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v4i3.4228

Abstract

This study discusses the implementation of an integrated curriculum at SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang, which combines vocational education and Islamic religious education based on pesantren (Islamic boarding schools). The focus of this research is to identify the planning, implementation, evaluation, as well as the supporting and inhibiting factors in the management of the integrated curriculum at this educational institution. Data were collected through interviews with relevant parties, observations, and document analysis of the curriculum. The findings show that the curriculum planning involves various stakeholders, including pesantren administrators and the business/industry sector, to ensure a curriculum that meets both industry needs and religious values. In its implementation, the school integrates more in-depth religious subjects and mandates students to stay at the pesantren dormitories. Evaluation is carried out through formative and summative approaches, including memorization exams as a requirement for graduation. Supporting factors such as foundation support and competent teaching staff greatly contribute to the success of the curriculum, although challenges related to students' diverse cultural backgrounds and the packed activity schedule are evident. This study provides insights into the integration of religious and vocational education and the challenges to be faced in its implementation within the pesantren environment. ABSTRAKpenelitian ini membahas tentang penerapan kurikulum terintegrasi di SMK Roudlotul Mubtadiin Balekambang, yang menggabungkan aspek kejuruan dan pendidikan agama berbasis pesantren. Fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan kurikulum terintegrasi di lembaga pendidikan tersebut. Data diperoleh melalui wawancara dengan berbagai pihak terkait, observasi, dan analisis dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kurikulum melibatkan berbagai pihak, termasuk pengurus pondok pesantren dan dunia usaha/industri, untuk memastikan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri dan nilai-nilai agama. Dalam pelaksanaannya, SMK ini mengintegrasikan mata pelajaran agama lebih mendalam, serta mewajibkan peserta didik untuk tinggal di asrama pesantren. Evaluasi dilakukan melalui pendekatan formatif dan sumatif, termasuk ujian hafalan sebagai syarat kelulusan. Beberapa faktor pendukung seperti dukungan yayasan dan kompetensi tenaga pendidik memberikan kontribusi besar terhadap keberhasilan kurikulum, meskipun terdapat tantangan terkait perbedaan latar belakang budaya peserta didik dan padatnya jadwal kegiatan. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai integrasi pendidikan agama dan kejuruan, serta tantangan yang perlu dihadapi dalam implementasinya di lingkungan pesantren.