cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 29 Documents clear
METASINTESIS: PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK BIOLOGI SMA UNTUK MEWUJUDKAN TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SDGS) DI INDONESIA Nurhayati, Nurhayati; Abidin, Zaenal
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6725

Abstract

Education plays a crucial role in shaping a generation that is ready to contribute to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). Integrating the SDGs into the high school biology curriculum in Indonesia is particularly important given the complex environmental and social challenges, such as biodiversity decline, that require scientific understanding and concrete action. This research aims to synthesize and interpret various studies to understand how project-based learning (PBL) can be effectively implemented in high school Biology to support the success of the SDGs. A qualitative meta-synthesis method was used, following Noblit and Hare's (1988) six-stage framework, allowing us to go beyond conventional summaries to build a new conceptual framework. The results of an in-depth analysis of 17 relevant journal articles consistently showed that PBL is a significant effective strategy in integrating the SDGs into learning. PBL markedly contributes to improving the understanding of SDGs-related Biology concepts, as well as developing pro-sustainability attitudes and 21st century skills such as problem solving and innovation. Although this study confirmed the positive impact of PBL, the need for further empirical studies in the specific context of high school Biology in Indonesia remains. These results become the state of the art by affirming the role of PBL as an important tool to equip the younger generation with the knowledge, skills, and knowledge of the SDGs. ABSTRAKPendidikan memainkan peran penting dalam membentuk generasi yang siap berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Mengintegrasikan SDGs ke dalam kurikulum biologi sekolah menengah di Indonesia menjadi sangat penting mengingat tantangan lingkungan dan sosial yang kompleks, seperti penurunan keanekaragaman hayati, yang membutuhkan pemahaman ilmiah dan tindakan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan menginterpretasikan berbagai penelitian untuk memahami bagaimana pembelajaran berbasis proyek (PjBL) dapat diimplementasikan secara efektif dalam pembelajaran Biologi di SMA untuk mendukung keberhasilan SDGs. Metode meta-sintesis kualitatif digunakan, mengikuti kerangka kerja enam tahap dari Noblit dan Hare (1988), yang memungkinkan kita untuk melampaui ringkasan konvensional untuk membangun kerangka kerja konseptual yang baru. Hasil analisis mendalam terhadap 17 artikel jurnal yang relevan secara konsisten menunjukkan bahwa PjBL merupakan strategi efektif yang signifikan dalam mengintegrasikan SDGs ke dalam pembelajaran. PBL secara nyata berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman konsep Biologi terkait SDGs, serta mengembangkan sikap pro-keberlanjutan dan keterampilan abad ke-21 seperti pemecahan masalah dan inovasi. Meskipun penelitian ini mengkonfirmasi dampak positif dari PjBL, namun masih diperlukan studi empiris lebih lanjut dalam konteks spesifik Biologi sekolah menengah di Indonesia. Hasil penelitian ini menjadi bukti mutakhir yang menegaskan peran PBL sebagai alat penting untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan, keterampilan, dan pengetahuan tentang SDGs.
HUBUNGAN ANTARA SYNDROM FEAR OF MISSING OUT DENGAN SIKAP PERCAYA DIRI SISWA SMAN 3 PALU Izzha, Nurul; Syahran, Ridwan; Munifah, Munifah; Silalahi, Micha Felayati
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6727

Abstract

Finding out how students' levels of self-confidence relate to their FOMO (Fear of Missing Out) is the primary goal of this research. This study used two questionnaires to gather data: one measuring students' levels of self-confidence and the other measuring their fear of missing out. The data were used for both descriptive and inferential purposes, with a significance level of 95% and the product moment correlation formula. Descriptive analysis revealed the following percentages of students: 3.17% with extremely high FOMO, 59.79% with high FOMO, 36.51% with low FOMO, and 0.53% with extremely low FOMO. Additionally, 9.52% of students had extremely high self-confidence, 86.77% with high self-confidence, 3.70% with low self-confidence, and 0% with extremely low self-confidence. A coefficient value of -0.027 was also shown in the inferential test results. As the computed r value is higher than the r table value (-0.027 < 0.1428), it can be concluded that the Fear of Missing Out Syndrome variable does not correlate with students' self-confidence. ABSTRAKMencari tahu bagaimana tingkat kepercayaan diri siswa berhubungan dengan FOMO (Fear of Missing Out) mereka adalah tujuan utama dari riset ini. Riset ini menggunakan dua kuesioner untuk mengumpulkan data: satu mengukur tingkat kepercayaan diri siswa dan yang lainnya mengukur rasa takut mereka akan ketinggalan. Data digunakan untuk tujuan deskriptif dan inferensial, dengan tingkat signifikansi 95% dan rumus korelasi momen produk. Analisis deskriptif mengungkapkan persentase siswa berikut: 3,17% dengan FOMO yang sangat tinggi, 59,79% dengan FOMO tinggi, 36,51% dengan FOMO rendah, dan 0,53% dengan FOMO yang sangat rendah. Selain itu, 9,52% siswa memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi, 86,77% dengan kepercayaan diri yang tinggi, 3,70% dengan kepercayaan diri yang rendah, dan 0% dengan kepercayaan diri yang sangat rendah. Nilai koefisien -0,027 juga ditunjukkan dalam hasil uji inferensial. Karena nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel (-0,027 < 0,1428), maka dapat disimpulkan bahwa variabel Fear of Missing Out Syndrome tidak berkorelasi dengan kepercayaan diri siswa.
RELEVANSI INSTRUMEN ASESMEN PEMBELAJARAN PAI TERHADAP BUDAYA KEPESANTRENAN PESERTA DIDIK DI MADRASAH ALIYAH Rachmawati, Nuzulia; Chumairoh, Lutfi; Purwoko, Purwoko
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6760

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the relevance of Islamic Religious Education (PAI) learning assessment instruments to the Islamic boarding school culture of students at MA Darul Hikmah Kyai Abdan. Pesantren culture, as a characteristic of Islamic boarding school-based educational institutions, contains strong religious, moral, and disciplinary values. These values should ideally be reflected in PAI assessment instruments, so that the assessment measures not only cognitive aspects, but also religious behavior, attitudes, and skills. This study used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through direct observation in the madrasah environment, in-depth interviews with Islamic boarding school teachers, and document analysis of the assessment instruments used. The results showed that most of the assessment instruments applied still focused on cognitive aspects, while the measurement of Islamic boarding school values such as etiquette, exemplary behavior, and daily worship practices had not been optimally accommodated. This finding indicates the need to develop assessment instruments that are integrative, contextual, and holistic. These instruments are expected to be able to measure all of students' religious competencies, including the affective and psychomotor dimensions, in accordance with the character and culture of the Islamic boarding school. The implications of this research encourage the formulation of authentic assessments that are relevant to the characteristics of students, local contexts, and Islamic boarding school values, so that the evaluation process can be fairer, more comprehensive, and reflect the goals of Islamic Education in Islamic boarding school environments. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi instrumen asesmen pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan budaya kepesantrenan peserta didik di MA Darul Hikmah Kyai Abdan. Budaya kepesantrenan, sebagai ciri khas lembaga pendidikan berbasis pesantren, mengandung nilai-nilai keagamaan, moral, serta kedisiplinan yang kuat. Nilai-nilai tersebut idealnya tercermin dalam instrumen asesmen PAI, sehingga penilaian tidak hanya mengukur aspek kognitif, tetapi juga perilaku, sikap, dan keterampilan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di lingkungan madrasah, wawancara mendalam dengan guru PAI, serta analisis dokumen instrumen asesmen yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar instrumen asesmen yang diterapkan masih berfokus pada aspek kognitif, sementara pengukuran nilai-nilai kepesantrenan seperti adab, keteladanan, serta praktik ibadah harian belum terakomodasi secara optimal. Temuan ini mengindikasikan perlunya pengembangan instrumen asesmen yang bersifat integratif, kontekstual, dan holistik. Instrumen tersebut diharapkan mampu mengukur seluruh kompetensi keagamaan peserta didik, termasuk dimensi afektif dan psikomotor, sesuai dengan karakter dan budaya pesantren. Implikasi penelitian ini mendorong perumusan asesmen autentik yang relevan dengan karakteristik peserta didik, konteks lokal, dan nilai-nilai pesantren, sehingga proses evaluasi dapat lebih adil, menyeluruh, dan mencerminkan tujuan pendidikan PAI di lingkungan kepesantrenan.
PENGEMBANGAN E-MODUL FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI BERBASIS PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK Husna, Miftahul; Parbuntari, Hesty
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6119

Abstract

ABSTRACT This study aims to develop an e-module on the factors affecting reaction rates based on project-based learning to enhance students’ creative thinking skills, as well as to determine its validity and practicality. The research employs Educational Design Research (EDR) using the Plomp development model. The stages of Plomp’s development model begin with preliminary research conducted through the distribution of student questionnaires and teacher interview sheets. The prototyping phase  was carried out using instruments such as self-evaluation questionnaires, individual evaluations, as well as validity and practicality assessments. The final stage of this model is the assessment phase. This study is limited to the prototyping phase, focusing on testing validity and practicality. Data collection was carried out using individual evaluation questionnaires, validity questionnaires, and practicality questionnaires. Validation was conducted by five validators, consisting of three chemistry lecturers from the Faculty of Mathematics and Natural Sciences at UNP and two high school chemistry teachers from SMA Pembangunan Laboratorium UNP. Meanwhile, practicality testing involved two chemistry teachers and nine Phase F students from Grade XI at SMA Pembangunan Laboratorium UNP. The data analysis technique used Aiken’s V formula for validity and the Likert scale formula for practicality. The validity test results showed a score of 0.92, categorized as valid. The practicality test results showed a score of 93% by teachers and 90% by students, both categorized as highly practical. Therefore, the project-based learning e-module on factors affecting reaction rates, designed to enhance the creative thinking skills of Phase F students in Grade XI of SMA/MA, is considered valid and practical. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan e-modul faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berbasis project based learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik serta mengetahui kevalidan dan tingkat kepraktisannya. Jenis penelitian ini adalah Educational Design Research (EDR) yang menggunakan model pengembangan Plomp. Tahapan model pengembangan Plomp yaitu penelitian awal (preliminary research) yang dilakukan dengan penyebaran angket peserta didik serta lembar wawancara guru. Tahap pembentukan prototipe (prototyping phase) yang dilakukan dengan instrumen angket self evaluation, evaluasi perorangan, validitas dan praktikalitas. Tahapan terakhir dari model ini yaitu tahapan penilaian (assessment phase). Penelitian ini dibatasi hingga tahap pembentukan prototipe dengan pengujian validitas dan praktikalitas. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket evaluasi perorangan, angket validitas dan angket praktikalitas. Validasi dilakukan oleh lima orang validator yaitu tiga orang dosen kimia FMIPA UNP dan dua orang guru kimia SMA Pembangunan Laboratorium UNP. Sementara itu praktikalitas dilakukan oleh dua orang guru kimia dan sembilan orang peserta didik Fase F kelas XI SMA Pembangunan Laboratorium UNP. Teknik analisis data menggunakan formula Aiken’s V dan praktikalitas menggunakan formula Likert. Hasil uji validitas memiliki nilai sebesar 0,92 dengan kategori valid dan untuk hasil uji kepraktisan oleh guru memperoleh nilai sebesar 93% dengan kategori sangat praktis dan oleh siswa sebesar 90% dengan kategori sangat praktis. Oleh karena itu, e-modul faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berbasis project based learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik fase F kelas XI SMA/MA dinyatakan valid dan praktis.
EVALUASI KINERJA GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI MADRASAH TSANAWIYAH Susanti, Try; Pratama, Akbar Gilang; Nurdiansyah, Muhammad Ferdy; Zulkarnain, Nanda Karan
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6146

Abstract

ABSTRACT The evaluation of teacher performance at MTs Laboratorium Kota Jambi focuses on three main aspects: lesson planning, lesson implementation, and assessment of learning outcomes. This evaluation is conducted twice a year to objectively assess teachers' abilities in designing, delivering, and evaluating the learning process. The research method used is a qualitative approach with a case study, which collects data through in-depth interviews with the head of the madrasah, teachers, and madrasah supervisors. The results of the study indicate that teacher performance evaluation at MTs Laboratorium has had a positive impact on learning innovation and improving the quality of teaching. However, the main challenges faced are teacher resistance to the evaluation process and limited time for comprehensive class observation. In addition, the high administrative burden also affects the smooth implementation of the evaluation. Nevertheless, teacher performance evaluations that are carried out transparently and systematically have helped the madrasah in formulating effective coaching programs. The results of this evaluation are also used as a basis for teacher capacity development through training and certification. This study recommends that further training be provided to the management team and teachers to improve understanding of evaluation indicators and improve evaluation implementation in the future. With better support in the implementation of evaluation and reduction of administrative burden, it is expected that the quality of education at MTs Laboratorium can continue to improve, creating a competent young generation ready to face future challenges. ABSTRAK Evaluasi kinerja guru di MTs Laboratorium Kota Jambi difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi hasil pembelajaran. Kegiatan evaluasi ini dilaksanakan dua kali dalam setahun guna menilai secara objektif kemampuan guru dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, yang mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru, dan pengawas madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi kinerja guru di MTs Laboratorium telah memberikan dampak positif terhadap inovasi pembelajaran dan peningkatan kualitas pengajaran. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah resistensi guru terhadap proses evaluasi dan keterbatasan waktu untuk observasi kelas secara menyeluruh. Selain itu, beban administrasi yang tinggi juga memengaruhi kelancaran pelaksanaan evaluasi. Meskipun demikian, evaluasi kinerja guru yang dilakukan secara transparan dan sistematis telah membantu pihak madrasah dalam merumuskan program pembinaan yang efektif. Hasil evaluasi ini juga digunakan sebagai dasar untuk pengembangan kapasitas guru melalui pelatihan dan sertifikasi. Penelitian ini merekomendasikan agar pelatihan lebih lanjut diberikan kepada tim manajemen dan guru untuk memperbaiki pemahaman terhadap indikator evaluasi dan meningkatkan implementasi evaluasi di masa depan. Dengan dukungan yang lebih baik dalam pelaksanaan evaluasi dan pengurangan beban administrasi, diharapkan kualitas pendidikan di MTs Laboratorium dapat terus meningkat, menciptakan generasi muda yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan.
DAMPAK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING ATAS PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA DALAM MATA PELAJARAN PAI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Rosfiani, Okta; Hendrayani, Dini; Santoso, Nisrina Azizah; Yaqutah, Akmal; Ramadhan, Rizky; Firdaus, Kesha Irsyad
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6214

Abstract

The problem-solving learning model requires students to analyse issues, formulate alternative solutions, and evaluate their results. In the context of Islamic Religious Education, the application of problem-solving is expected to help students relate religious teachings to life issues more practically. This study aims to analyse the impact of the application of the problem-solving learning model on improving students' problem-solving abilities in Islamic Religious Education (PAI) subjects in senior high schools. The research method uses a qualitative approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and document analysis. The research subjects involved Islamic Religious Education teachers and students in three high schools that have implemented this model. The results of the study indicate that the problem-solving model is effective in improving students' analytical abilities in identifying religious problems, connecting them to Islamic sources (the Qur'an, Hadith, and opinions of scholars), and formulating relevant solutions. In addition, this model encourages active student participation and collaboration in discussions. However, its implementation faces obstacles such as limited time for teachers to prepare contextual materials and variations in students' religious understanding. This study recommends teacher training for the development of case studies, integration with other subjects, and the use of supporting technology. These findings provide important contributions to the development of Islamic Religious Education learning strategies based on problem solving. ABSTRAKModel Pembelajaran Problem Solving mengharuskan siswa untuk menganalisis isu, merumuskan alternatif untuk solusi, dan menilai hasilnya. Dalam konteks PAI, penerapan Problem Solving diharapkan dapat membantu siswa mengaitkan ajaran agama dengan isu kehidupan secara lebih praktis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan model pembelajaran problem solving terhadap peningkatan kemampuan memecahkan masalah siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Atas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Subjek penelitian melibatkan guru PAI dan siswa di tiga SMK yang telah menerapkan model ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model problem solving efektif dalam meningkatkan kemampuan analitis siswa dalam mengidentifikasi masalah keagamaan, menghubungkannya dengan sumber Islam (Al-Qur’an, Hadis, dan pendapat ulama), serta merumuskan solusi yang relevan. Selain itu, model ini mendorong partisipasi aktif siswa dan kolaborasi dalam diskusi. Namun, implementasinya menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu guru dalam menyiapkan materi kontekstual dan variasi pemahaman keagamaan siswa. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan guru untuk pengembangan studi kasus, integrasi dengan mata pelajaran lain, serta pemanfaatan teknologi pendukung. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi pembelajaran PAI yang berbasis pemecahan masalah.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS APLIKASI XAMPP UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MURID Nasrul, Nasrul
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6215

Abstract

The background of this study is the dominance of the use of printed teaching materials and conventional methods in Islamic Religious Education (PAI) learning at SMAN 1 Pangkep, so innovation is needed to increase student learning motivation. This study focuses on the development of valid, practical, and effective PAI teaching material products based on the XAMPP application for grade XII students. The method used is research and development (R&D) by adapting the Borg & Gall model through seven stages, including needs analysis, design, expert validation, and product trials. The results of the needs analysis showed a very high interest from students (84%) in application-based teaching materials. The main findings of this study indicate the feasibility of the product being developed. The results of the validation test by media experts (90%) and material experts (97%) stated that the product was "very valid", while the practicality test by PAI teachers (96.5%) stated that the product was "very practical". At its peak, the effectiveness test showed a significant increase in learning motivation, as evidenced by the N-gain score of 0.77, which is included in the "high" or effective category. Thus, it can be concluded that PAI teaching materials based on the XAMPP application are innovative learning media that have proven to be successful and effective in significantly increasing students' learning motivation. ABSTRAKLatar belakang penelitian ini adalah dominasi penggunaan bahan ajar cetak dan metode konvensional dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Pangkep, sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini berfokus pada pengembangan produk bahan ajar PAI berbasis aplikasi XAMPP yang valid, praktis, dan efektif untuk siswa kelas XII. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D) dengan mengadaptasi model Borg & Gall melalui tujuh tahapan, meliputi analisis kebutuhan, perancangan, validasi ahli, dan uji coba produk. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan adanya minat yang sangat tinggi dari siswa (84%) terhadap bahan ajar berbasis aplikasi. Temuan utama dari penelitian ini menunjukkan kelayakan produk yang dikembangkan. Hasil uji validasi oleh ahli media (90%) dan ahli materi (97%) menyatakan produk "sangat valid", sementara uji kepraktisan oleh guru PAI (96,5%) menyatakan produk "sangat praktis". Puncaknya, uji efektivitas menunjukkan peningkatan motivasi belajar yang signifikan, dibuktikan dengan perolehan N-gain score sebesar 0,77, yang masuk dalam kategori "tinggi" atau efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar PAI berbasis aplikasi XAMPP merupakan media pembelajaran inovatif yang terbukti berhasil dan efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan.
ANALISIS BENTUK, FAKTOR PENYEBAB PERILAKU BULLYING DI ANTARA PESERTA DIDIK DAN POLA PEMBINAAN KARAKTER MELALUI PENERAPAN SEGITIGA RESTITUSI DI SMP NEGERI 5 KOTA KUPANG Bili, Oktavianus Bulu
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6216

Abstract

Bullying behavior is a serious problem in the educational environment that can hinder social interaction and character development of students. This study focuses on an in-depth analysis of the bullying phenomenon at SMP Negeri 5 Kupang. The main objectives are to describe the forms of bullying that occur, identify the causal factors, and explain the pattern of student character development through the application of the restitution triangle approach. This study uses a descriptive qualitative method to describe the situation systematically and accurately. Important stages of the study include collecting data on bullying incidents, analyzing causes, and observing the implementation of character development programs. The results of the study showed that the most dominant form of bullying was direct verbal contact (43.33%), while the main causal factor was the family environment (52%). As a solution, the school implemented a character development pattern centered on the restitution triangle approach with specific steps: stabilizing identity, validating wrong actions, and questioning beliefs. It was concluded that bullying is a negative behavior that is strongly rooted in external factors of students, especially the family. Therefore, effective handling requires not only intervention in schools such as the restitution triangle, but also serious and intensive involvement from the government, community, and other related institutions. ABSTRAKPerilaku perundungan (bullying) merupakan masalah serius dalam lingkungan pendidikan yang dapat menghambat interaksi sosial dan perkembangan karakter siswa. Penelitian ini berfokus pada analisis mendalam mengenai fenomena perundungan di SMP Negeri 5 Kupang. Tujuan utamanya adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk perundungan yang terjadi, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, dan memaparkan pola pembinaan karakter siswa melalui penerapan pendekatan segitiga restitusi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggambarkan situasi secara sistematis dan akurat. Tahapan penting penelitian meliputi pengumpulan data mengenai insiden perundungan, analisis penyebab, serta observasi implementasi program pembinaan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk perundungan yang paling dominan adalah kontak verbal langsung (43,33%), sedangkan faktor penyebab utamanya adalah lingkungan keluarga (52%). Sebagai solusi, sekolah menerapkan pola pembinaan karakter yang berpusat pada pendekatan segitiga restitusi dengan langkah-langkah spesifik: menstabilkan identitas, memvalidasi tindakan yang salah, dan menanyakan keyakinan. Disimpulkan bahwa perundungan merupakan perilaku negatif yang berakar kuat dari faktor eksternal siswa, terutama keluarga. Oleh karena itu, penanganan yang efektif tidak hanya memerlukan intervensi di sekolah seperti segitiga restitusi, tetapi juga keterlibatan serius dan intensif dari pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait lainnya.
DESKRIPSI KESULITAN BELAJAR KIMIA PADA MATERI ASAM BASA DALAM PEMBELAJARAN INTERAKTIF Anelka, Virginia Putri; Fitri, Bali Yana
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6225

Abstract

The teaching of acid-base material has been carried out using interactive learning strategies, but students still experience learning difficulties. This study aims to describe the learning difficulties and reveal the factors causing learning difficulties experienced by students in acid-base material in interactive learning. The type of research is descriptive with a qualitative approach. The study was conducted through the analysis of daily assessment data, the distribution of questionnaires, and interviews with teachers and students to identify the factors causing learning difficulties. The results of the daily assessment analysis showed that the majority of students in class XI-F1 experienced difficulties in learning acid-base material. The level of difficulty was classified as not difficult (8.8%), slightly difficult (14.7%), moderately difficult (38.2%), difficult (32.3%), and very difficult (5.9%). Meanwhile, internal factors causing learning difficulties include physical factors (71.3%), interest (71.6%), talent (58.9%), motivation (65.6%), and study habits (81.9%). As for external factors, they include teaching methods (72.9%), study time (60.3%), school facilities (72.9%), family environment (68%), and social environment (68.4%). The results of this study are expected to prevent similar learning difficulties by considering students' talents and study time. ABSTRAKPembelajaran materi asam basa telah dilakukan dengan strategi pembelajaran interaktif, tetapi kesulitan belajar tetap dialami oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar dan mengungkapkan faktor penyebab kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik pada materi asam basa dalam pembelajaran interaktif. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Studi ini dilakukan dengan analisis data penilaian harian, pemberian angket, dan wawancara guru juga peserta didik untuk mengetahui faktor penyebab kesulitan belajar. Hasil analisis penilaian harian menunjukkan mayoritas peserta didik kelas XI-F1 mengalami kesulitan dalam mempelajari materi asam basa. Dengan tingkat kesulitan tergolong tidak sulit dengan persentase sebesar 8,8%, sedikit sulit dengan persentase 14,7%, cukup sulit dengan persentase sebesar 38,2%, tergolong sulit dengan persentase sebesar 32,3%, dan sangat sulit sebanyak 5,9%. Sementara itu, faktor internal penyebab kesulitan belajar berupa fisik (71,3%), minat (71,6%), bakat (58,9%), motivasi (65,6%), dan kebiasaan belajar (81,9%). Sedangkan untuk faktor eksternal ada cara mengajar guru (72,9%), waktu belajar (60,3%), fasilitas sekolah (72,9%), lingkugan keluarga (68%), dan lingkungan sosial (68,4). Hasil penelitian ini diharapkan dapat mencegah kesulitan belajar serupa dengan mempertimbangkan bakat dan waktu belajar peserta didik.
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT DI KELAS VII SMP Gokun, Maria Aprilia Venerani; Sefrina, Vinsensia Mayestica; Ndori, Vinsensius Herianto; Rahmawati, Tanti Diah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6347

Abstract

ABSTRACT Mathematics is a fundamental discipline that plays an important role in developing logical, analytical, and systematic thinking skills. However, in school practice, many students still encounter difficulties, particularly in learning integers, which serve as the foundation for more advanced mathematical operations. These difficulties affect students’ ability to solve problems, both in direct arithmetic operations and in word problems. This study aims to analyze the types of difficulties and the contributing factors that influence the ability of Grade VII A students at SMP Cerdas Bangsa in solving integer arithmetic problems. The research employed a qualitative descriptive method with a case study approach. The subjects consisted of 22 students, with six selected as interview participants based on diagnostic test results scoring below the Minimum Mastery Criteria (KKM). Data were collected through diagnostic tests and semi-structured interviews. The findings revealed that students experienced difficulties in distinguishing positive and negative signs, errors in the order of mixed operations, and challenges in transforming word problems into appropriate mathematical representations. The causes of these difficulties stemmed from internal factors, such as weak conceptual understanding, limited memory, low literacy, and lack of motivation, as well as external factors, including monotonous teaching methods, limited use of concrete media, insufficient practice, and lack of support from the learning environment. This study recommends implementing problem-based learning with a contextual approach, incorporating visual representations, and providing varied practice questions to enhance conceptual understanding, critical thinking, and students’ overall problem-solving skills in mathematics. ABSTRAK Matematika merupakan ilmu dasar yang berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan sistematis. Namun, dalam praktik pembelajaran di sekolah, banyak siswa masih mengalami kesulitan, khususnya pada materi bilangan bulat yang menjadi fondasi bagi operasi matematika lebih lanjut. Kesulitan ini berdampak pada rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal, baik berupa operasi hitung langsung maupun soal cerita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kesulitan serta faktor-faktor penyebab yang memengaruhi kemampuan siswa kelas VII A SMP Cerdas Bangsa dalam menyelesaikan soal operasi hitung bilangan bulat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 22 siswa, dengan enam siswa dipilih sebagai fokus wawancara berdasarkan hasil tes diagnostik yang memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Data dikumpulkan melalui tes diagnostik dan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam membedakan tanda positif dan negatif, kesalahan dalam urutan operasi campuran, serta hambatan dalam mengubah soal cerita ke bentuk representasi matematis. Faktor penyebab kesulitan bersumber dari aspek internal, seperti lemahnya pemahaman konsep, daya ingat, literasi, dan motivasi belajar, serta aspek eksternal berupa metode pembelajaran yang monoton, minimnya media konkret, terbatasnya latihan soal, dan kurangnya dukungan lingkungan belajar. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan kontekstual, penggunaan representasi visual, serta pemberian latihan soal yang bervariasi untuk me ningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam matematika.

Page 2 of 3 | Total Record : 29