cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 21 Documents clear
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM TEKS DESKRIPSI KARYA SISWA SMP CILACAP DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Handayani, Wuri; Suroso, Eko
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.7805

Abstract

This study aims to identify the types of language errors found in students’ descriptive texts, examine the contributing factors, and explain their implications for Indonesian language learning. The research was conducted at SMP Negeri 7 Cilacap using a descriptive qualitative approach and a content analysis method applied to 64 descriptive texts written by ninth-grade students. The data were collected through documentation and analyzed through several stages, including error detection, categorization of deviations, interpretation of causal factors, and formulation of pedagogical implications. The findings indicate that the students' language errors fall into four major categories: spelling errors (37.8%), inappropriate word choice (25%), sentence structure errors (23.2%), and issues related to cohesion and coherence (14%). These errors arise from internal factors, such as limited linguistic mastery, interference from the first language, and low motivation to write. External factors, including teaching practices that focus primarily on the final product, limited writing exercises, and insufficient feedback, also contribute to the frequency of errors. These results highlight the need to strengthen writing instruction, particularly through strategies that incorporate error analysis, authentic assessment rubrics, and a process-oriented writing approach that guides students in revising and reflecting on their work. Overall, the study emphasizes that mapping language errors can serve as a basis for improving students’ linguistic competence in producing descriptive texts. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengungkap ragam kesalahan berbahasa dalam teks deskripsi karya siswa SMP, menelaah faktor yang melatarbelakanginya, serta menjabarkan dampaknya terhadap proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Kajian dilakukan di SMP Negeri 7 Cilacap melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap 64 teks deskripsi siswa kelas IX. Data diperoleh melalui dokumentasi kemudian dianalisis melalui tahapan penelusuran kesalahan, pengelompokan bentuk penyimpangan, penafsiran penyebab, dan penentuan konsekuensi pedagogis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kesalahan bahasa yang muncul mencakup empat kategori utama, yaitu ejaan sebesar 37,8%, pemilihan kata 25%, struktur kalimat 23,2%, serta kohesi dan koherensi 14%. Sumber kesalahan dipengaruhi oleh faktor internal berupa keterbatasan penguasaan bahasa, campur tangan bahasa pertama, serta motivasi menulis yang belum optimal. Selain itu, faktor eksternal seperti pola pembelajaran yang menitikberatkan pada produk akhir, minimnya kesempatan berlatih, dan kurangnya umpan balik juga berperan dalam meningkatkan frekuensi kesalahan. Temuan ini memberikan gambaran penting bagi penguatan pembelajaran menulis, khususnya melalui penerapan strategi yang menekankan analisis kesalahan, perancangan rubrik penilaian yang lebih autentik, serta penerapan tahapan menulis yang menuntun siswa merevisi dan merefleksi hasil tulisannya. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pemetaan kesalahan berbahasa dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kompetensi kebahasaan siswa dalam menyusun teks deskripsi.
COMMUNICATION PATTERNS OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHERS IN BUILDING STUDENT RELIGIOSITY: FRAMING ANALYSIS Utomo, Imam Aris; Nabila, Salma; Annafi’ah, Azizah Harda; Wahyuni, Sri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.7811

Abstract

ABSTRACT This study investigates how Islamic Religious Education (PAI) teachers at MAN 2 Karanganyar construct and deliver religious messages through communication strategies that play a role in shaping students’ religiosity. This research is based on the need for teacher communication that not only focuses on delivering material but also functions as a medium for moral and spiritual development. Using a qualitative case study research design, data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation, and were analyzed using Entman’s framing model which includes problem definition, causal interpretation, moral evaluation, and treatment recommendation. The findings show that PAI teachers apply persuasive, dialogic, and contextual communication patterns combined with humor, role-modeling, and relevant examples that help students relate Islamic teachings to daily life. The framing of religious messages emphasizes moral discipline, worship obligations, and the relevance of Islamic values in contemporary contexts, which contributes to increased motivation, moral awareness, and student participation in religious activities. Overall, the study concludes that success in fostering religiosity in the madrasa is greatly influenced by the teacher’s ability to frame religious messages in a humanistic and meaningful manner according to the students’ life context. ABSTRAK Penelitian ini menginvestigasi bagaimana guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di MAN 2 Karanganyar membangun dan menyampaikan pesan keagamaan melalui strategi komunikasi yang berperan dalam membentuk religiositas peserta didik. Penelitian ini berangkat dari kebutuhan akan komunikasi guru yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga berfungsi sebagai medium pengembangan moral dan spiritual. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model framing Entman yang mencakup pendefinisian masalah, interpretasi kausal, evaluasi moral, dan rekomendasi penanganan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan pola komunikasi persuasif, dialogis, dan kontekstual yang dipadukan dengan humor, keteladanan, dan contoh yang relevan sehingga membantu peserta didik mengaitkan ajaran Islam dengan kehidupan sehari-hari. Framing pesan keagamaan menekankan kedisiplinan moral, kewajiban ibadah, dan relevansi nilai-nilai Islam dalam konteks kontemporer, yang berkontribusi pada meningkatnya motivasi, kesadaran moral, dan partisipasi siswa dalam kegiatan keagamaan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan dalam menumbuhkan religiositas di madrasah sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru membingkai pesan keagamaan secara humanis dan bermakna sesuai konteks kehidupan peserta didik.
DAMPAK RENDAHNYA LITERASI TERHADAP KENAKALAN REMAJA DI KABUPATEN JOMBANG DALAM PERSPEKTIF TEORI STRAIN ROBERT K. MERTON Saniyah, Naily; Izzah, Iva Yulianti Umdatul
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8356

Abstract

ABSTRACT Low levels of literacy and numeracy among adolescents are not merely academic issues but are closely associated with the rise of juvenile delinquency in Jombang Regency. Data from the 2023 Minimum Competency Assessment (AKM) indicate that only 38.2% of junior high school students met the literacy standard and 32.7% achieved the numeracy standard, figures that remain below the national average. This condition contributes to academic frustration, weak school engagement, and encourages adolescents to seek social recognition through deviant behavior. This study aims to analyze the relationship between literacy–numeracy deficits and juvenile delinquency using Robert K. Merton’s Strain Theory. Employing a descriptive qualitative approach, the research was conducted from January to February 2024 in three sub-districts with the lowest AKM performance: Mojoagung, Bareng, and Ngoro. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation involving ten informants, including adolescents, school counselors, parents, and community leaders. The findings reveal that limited literacy and numeracy skills generate strain due to adolescents’ inability to access legitimate means of achieving socially valued goals, such as academic success. As a result, adolescents tend to adopt deviant adaptations, particularly innovation and retreatism. These findings emphasize that juvenile delinquency reflects structural strain within the educational system rather than merely individual moral failure. Therefore, policy interventions should prioritize improving access to and the quality of basic education as a sustainable preventive strategy. ABSTRAK Rendahnya tingkat literasi dan numerasi di kalangan remaja tidak hanya menjadi persoalan akademik, tetapi juga berkaitan dengan meningkatnya kenakalan remaja di Kabupaten Jombang. Data Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) tahun 2023 menunjukkan bahwa hanya 38,2% siswa SMP mencapai standar literasi dan 32,7% mencapai standar numerasi, angka yang berada di bawah rata-rata nasional. Kondisi ini memicu frustrasi akademik, rendahnya keterikatan terhadap sekolah, serta mendorong remaja mencari pengakuan sosial melalui perilaku menyimpang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara defisit literasi-numerasi dan kenakalan remaja dengan menggunakan perspektif Teori Strain Robert K. Merton. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilaksanakan pada Januari–Februari 2024 di tiga kecamatan dengan capaian AKM terendah, yaitu Mojoagung, Bareng, dan Ngoro. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 10 informan yang terdiri atas remaja, guru bimbingan konseling, orang tua, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan literasi dan numerasi menimbulkan strain akibat ketidakmampuan remaja mengakses jalur sah pencapaian tujuan sosial, sehingga mendorong adaptasi menyimpang berupa inovasi dan retreatism. Temuan ini menegaskan bahwa kenakalan remaja merupakan ekspresi ketegangan struktural dalam sistem pendidikan, sehingga intervensi kebijakan perlu difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan dasar.
KENDALA GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PENILAIAN AUTENTIK DI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA NURCAHAYA MEDAN Manik, Wira; Liana, Liana
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8568

Abstract

Authentic assessment (AA) is a crucial evaluation approach in the Merdeka Curriculum, focusing on students' ability to apply knowledge in real-world contexts. However, its implementation is often hindered by various practical obstacles. This study aims to describe and analyze in depth the forms of challenges faced by Indonesian Language Subject teachers (MPBI) at SMA Nurcahaya Medan in conducting AA. This study uses a qualitative descriptive method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis (data triangulation) from the research subjects. The results show that the challenges in implementing AA by MPBI teachers are divided into five main categories: (1) Limited allocation of learning time; (2) Variation in teachers' conceptual understanding of authentic assessment; (3) Inconsistent development of assessment instruments; (4) High workload of administration and documentation for teachers; and (5) Low readiness and independence of students in facing the assessment process. This study concludes that optimizing the implementation of authentic assessment requires three main strategies: (1) Continuous, specific professional training; (2) Strengthening collaboration and sharing of good practices through Subject Teacher Deliberations (MGMP); and (3) Simplifying regulations related to assessment administrative burdens. These results can serve as a basis for recommendations to schools and education policymakers to support the success of the Independent Curriculum. ABSTRAK Penilaian autentik (PA) merupakan pendekatan evaluasi yang krusial dalam Kurikulum Merdeka, berfokus pada kemampuan siswa mengaplikasikan pengetahuan dalam konteks nyata. Namun, implementasinya sering terhambat oleh beragam kendala di tingkat praktis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam bentuk-bentuk kendala yang dihadapi oleh guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (MPBI) di SMA Nurcahaya Medan dalam melaksanakan PA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen (triangulasi data) dari subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala implementasi PA oleh guru MPBI terbagi menjadi lima kategori utama: (1) Keterbatasan alokasi waktu pembelajaran; (2) Variasi pemahaman konseptual guru tentang PA; (3) Belum konsistennya pengembangan instrumen penilaian; (4) Tingginya beban administrasi dan dokumentasi guru; serta (5) Rendahnya kesiapan dan kemandirian siswa dalam menghadapi proses PA. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi implementasi PA memerlukan tiga strategi utama: (1) Pelatihan profesional berkelanjutan yang spesifik; (2) Penguatan kolaborasi dan sharing praktik baik melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP); dan (3) Penyederhanaan regulasi terkait beban administrasi penilaian. Hasil ini dapat menjadi dasar rekomendasi bagi sekolah dan pemangku kebijakan pendidikan untuk mendukung keberhasilan Kurikulum Merdeka.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK DI UPTD SMP NEGERI 5 GUNUNGSITOLI Hulu, Yoren Oktariani; Gulo, Hardikupatu; Waruwu, Toroziduhu; Zega, Novelina Andriani
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8569

Abstract

The Treffinger learning model is a creative learning model oriented towards problem solving that provides opportunities for students to think creatively, work together, and relate learning concepts to real problems in their environment. The objectives of this study are (1) to determine whether there is an influence of the Treffinger learning model on the science learning outcomes of students at the UPTD of SMP Negeri 5 Gunugsitoli, (2) to determine the effectiveness of the Treffinger learning model on the science learning outcomes of students at the UPTD of SMP Negeri 5 Gunugsitoli. The type of research used is quantitative research with a pre-experimental method using a one-group pretest-posttest design. The research sample was class VIII-D of SMP Negeri 5 Gunungsitoli, with the researcher acting directly as a teacher during the learning process. The research instruments were pretest and posttest, and learning devices based on the Treffinger model. Data analysis was carried out through the N-Gain test to determine the effectiveness of the Treffinger model and a hypothesis test (paired sample t-test) to test to determine the effect of the Treffinger model on learning outcomes. The results of the study showed that there was a significant increase in learning outcomes after the Treffinger learning model was implemented. The average value of student learning outcomes increased from a pretest score of 50 to a posttest score of 84 with a high effectiveness category based on the results of the N-Gain test. The hypothesis test also showed a significant value smaller than the p-value (0.00 < 0.05), so Ha was accepted and Ho was rejected. Thus, the Treffinger learning model had a positive and significant effect on students' science learning outcomes at the UPTD of SMP Negeri 5 Gunungsitoli. ABSTRAK Model pembelajaran Treffinger merupakan model pembelajaran kreatif yang berorientasi pada pemecahan masalah yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpikir kreatif, bekerja sama, serta mengaitkan konsep pembelajaran dengan permasalahan nyata di lingkungan mereka. Tujuan Penelitian ini adalah (1)mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap hasil belajar IPA peserta didik di UPTD SMP Negeri 5 Gunugsitoli, (2) Untuk mengetahui Efektivitas model pembelajaran Treffinger terhadap hasil belajar IPA peserta didik di UPTD SMP Negeri 5 Gunugsitoli. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode pre-eksperimental menggunakan desain one-group pretest-Posttest design. Sampel penelitian adalah kelas VIII-D SMP Negeri 5 Gunungsitoli, dengan peneliti berperan langsung sebagai guru selama proses pembelajaran. Instrumen penelitian pretest dan posttest, dan perangkat pembelajaran berbasis model Treffinger. Analisis data dilakukan melalui uji N-Gain untuk mengetahui efektivitas model Treffinger dan uji hipotesis (paired sample t-test) untuk menguji untuk mengetahui pengaruh model Treffingerter  terhadap hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar yang signifikan setelah diterapkan model pembelajaran Treffinger. Nilai rata-rata hasil belajar peserta didik meningkat dari skor pretest 50  ke Posttest 84  dengan kategori efektivitas tinggi berdasarkan hasil uji N-Gain. Uji hipotesis juga menunjukkan nilai signifikan lebih kecil dari pada p-value (0.00 < 0.05), sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, bahwa model pembelajaran Treffinger berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPA peserta didik di UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli.  
PENGEMBANGAN BUKU SAKU IPA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING DI UPTD SMP NEGERI 8 GUNUNGSITOLI Zebua, Justin Intan Purnama Sari; Gulo, Hardikupatu; Waruwu, Toroziduhu; Harefa, Agnes Renostini; Lase, Natalia Kristiani
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8570

Abstract

This study aims to develop a Science pocket book based on Problem-Based Learning (PBL) as a solution to the low conceptual understanding and learning motivation of students at UPTD SMP Negeri 8 Gunungsitoli. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The needs analysis revealed that 80% of students considered the textbook less engaging, 90% required visual media, and 93% needed practical learning materials such as a pocket book. The product was developed through validation by material experts, language experts, and design experts, resulting in a “Highly Feasible” category with significant score improvements after revisions. The practicality test showed an average student response rate of 93.33% (“Highly Practical”). The implementation stage demonstrated increased motivation, engagement, and conceptual understanding in science learning. The effectiveness of the pocket book was also reflected in the student mastery level, which reached 93.02% in the field test. Thus, the developed PBL-based Science pocket book is proven to be feasible, practical, and effective as a learning medium to improve the quality of science instruction in junior high schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku saku IPA berbasis Problem-Based Learning (PBL) sebagai solusi atas rendahnya pemahaman konsep dan motivasi belajar peserta didik di UPTD SMP Negeri 8 Gunungsitoli. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa 80% peserta didik menilai buku paket kurang menarik, 90% membutuhkan media visual, dan 93% membutuhkan bahan ajar praktis seperti buku saku. Produk dikembangkan melalui validasi ahli materi, ahli bahasa, dan ahli desain yang menghasilkan kriteria Sangat Layak dengan peningkatan skor signifikan setelah revisi. Uji kepraktisan menunjukkan rata-rata respon siswa sebesar 93,33% (Sangat Praktis). Implementasi produk memperlihatkan peningkatan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman konsep IPA. Efektivitas buku saku juga tercermin dari ketuntasan belajar siswa yang mencapai 93,02% pada uji lapangan. Dengan demikian, buku saku IPA berbasis PBL yang dikembangkan terbukti layak, praktis, dan efektif sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SMP.    
PENGARUH PENGGUNAAN MODUL AJAR IPA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 1 HILIDUHO Lahagu, Jelinus; Gulo, Hardikupatu; Waruwu, Toroziduhu; Zega, Novelina Andriani
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8571

Abstract

This research is motivated by the low achievement of science learning outcomes of students at SMP Negeri 1 Hiliduho, which is still below the Minimum Completion Criteria due to the limited variety of learning resources and the dominance of conventional learning methods. This study aims to analyze the influence and effectiveness of the use of science teaching modules in improving students' cognitive competence. The method applied is quantitative with a pre-experimental one-group pretest-posttest design, where the research sample was determined through a purposive sampling technique among eighth-grade students. The data collection instrument used an objective test whose validity and reliability have been tested. The research findings show a statistically significant increase, evidenced by the Paired Sample t-test hypothesis test which produced a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05. In addition, there was an increase in the average score from 59.33 (pre-test) to 76.67 (post-test) with a jump in classical completeness from 3.3% to 80%. Effectiveness analysis using the N-Gain test showed an average score of 0.4202, which is in the moderate category (0.30 ? g < 0.70). The main conclusion of this study confirms that the implementation of science teaching modules has a significant positive impact and is proven effective in improving student learning outcomes. Therefore, it is recommended as a supporting teaching material to optimize the understanding of science concepts in schools. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya capaian hasil belajar IPA siswa di SMP Negeri 1 Hiliduho yang masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal akibat minimnya variasi sumber belajar dan dominasi metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh serta tingkat efektivitas penggunaan modul ajar IPA dalam meningkatkan kompetensi kognitif siswa. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest , di mana sampel penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling pada siswa kelas VIII. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes objektif yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan secara statistik, dibuktikan dengan uji hipotesis Paired Sample t-test yang menghasilkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Selain itu, terjadi kenaikan rata-rata nilai dari 59,33 (pre-test) menjadi 76,67 (post-test) dengan lonjakan ketuntasan klasikal dari 3,3% menjadi 80%. Analisis efektivitas menggunakan uji N-Gain menunjukkan skor rata-rata 0,4202 yang berada pada kategori sedang (0,30 ? g < 0,70). Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa implementasi modul ajar IPA memiliki pengaruh positif yang signifikan dan terbukti efektif dalam memperbaiki hasil belajar siswa, sehingga direkomendasikan sebagai bahan ajar pendukung untuk mengoptimalkan pemahaman konsep sains di sekolah.
PENGARUH GAME EDUKASI WORDWALL QUIZ TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IX UPTD SMP NEGERI 5 GUNUNGSITOLI Harefa, Vita Hardianti; Harefa, Agnes Renostini; Waruwu, Toroziduhu; Gulo, Hardikupatu
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8573

Abstract

Learning outcomes serve as a key indicator for measuring changes in students' knowledge and abilities after participating in the learning process. However, the reality at UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli shows that students' scores in Science are still below the Minimum Completeness Criteria (KKM). This study aims to determine the effect and effectiveness of using the Wordwall Quiz educational game on student learning outcomes in Science. The research method employed was experimental using a Quasi-Experimental Design with a Non-Equivalent Control Group Design. The study population included all ninth-grade students at SMP Negeri 5 Gunungsitoli. The sample consisted of class IX-A as the experimental group (32 students) and class IX-C as the control group (31 students). The research instrument was a learning outcome test, while data analysis was conducted using Microsoft Excel and SPSS version 26. The hypothesis test results, using the Mann-Whitney U Test, showed an Asymptotic Sig. (2-tailed) value of 0.000<0.05, which indicates a significant influence of using the Wordwall Quiz educational game on student learning outcomes. Furthermore, the N-Gain score for the experimental class reached 77.71%, placing it in the "high" category. Thus, it is concluded that the use of the Wordwall Quiz educational game is significantly influential and effective in improving the learning outcomes of ninth-grade students in Science at UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli. ABSTRAK Hasil belajar merupakan salah satu indikator untuk mengukur perubahan pengetahuan dan kemampuan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Namun, kenyataannya nilai siswa pada mata pelajaran IPA di UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan game edukasi Wordwall Quiz terhadap hasil belajar siswa serta tingkat efektivitasnya dalam pembelajaran IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan jenis Quasi Experimental Design, menggunakan desain Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 5 Gunungsitoli, dengan sampel kelas IX-A sebagai kelas eksperimen (32 siswa) dan IX-C sebagai kelas kontrol (31 siswa). Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan aplikasi Excel dan SPSS versi 26. Hasil uji hipotesis menggunakan Mann-Whitney U Test menunjukkan nilai Asymptotic Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan game edukasi Wordwall Quiz terhadap hasil belajar siswa. Selain itu, skor n-gain menunjukkan bahwa kelas eksperimen berada pada kategori “tinggi” hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai n-gein skor sebesar 77,71%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan game edukasi Wordwall Quiz berpengaruh signifikan dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas IX UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli.    
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI BAHAN AJAR ABAD 21 (STUDI KASUS SMA NEGERI 1 SUNGAI AMBAWANG) Hamidah, Sri Rizki; Sukino, Sukino; Sumin, Sumin
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8574

Abstract

This article aims to explain 21st century learning technology and its relationship to PAI teaching material technology. As today's technology develops, rigid ways of learning can no longer keep up with the challenges of today's changing times with the rapid development of technological activities, so technology has an important role in PAI learning. This research uses qualitative research with the type of library research and observation to analyze how the technology of PAI teaching materials has developed in the 21st century. The results of this research show that the technological evolution of PAI teaching materials from time to time can be seen from the shape of the teaching materials and the nature of the teaching materials. , PAI learning was previously a source of knowledge references only focused on printed books. However, nowadays, students can easily access references to increase their knowledge and insight via the internet. Technology has an important role in PAI learning, which can be used as a medium for conveying learning messages to students, teaching materials are used more widely, not just limited to printed books. However, by utilizing existing technology. The technological platforms and tools used in PAI education include Zoom, Google Meet, Google Classroom, and E-Learning. ABSTRAKArtikel ini bertujuan untuk menjelaskan teknologi pembelajaran abad 21 dan kaitannya dengan teknologi bahan ajar PAI. Seiring berkembangnya teknologi masa kini, cara belajar yang kaku tidak dapat lagi mengimbangi tantangan perubahan zaman saat ini dengan pesatnya perkembangan aktivitas teknologi yang begitu cepat, sehingga teknologi memiliki peran penting dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research) dan observasi untuk menganalisis bagaimana perkembangan teknologi bahan ajar PAI abad 21. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa evolusi teknologi bahan ajar PAI dari masa ke masa dapat dilihat dari bentuk bahan ajar dan sifat bahan ajar, pembelajaran PAI yang dahulunya sumber referensi ilmu hanya terpaku pada buku cetak saja. Namun pada masa sekarang, peserta didik dapat dengan mudah mengakses referensi untuk menambah pengetahuan dan wawasan melalui internet. Teknologi memiliki peran penting dalam pembelajaran PAI, yang dapat digunakan sebagai media penyampaian pesan pembelajaran kepada peserta didik, bahan ajar yang digunakan lebih luas, tidak terpaku pada buku cetak saja. Akan tetapi dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Adapun platform dan alat teknologi yang digunakan dalam pendidikan PAI antara lain Zoom, Google Meet, Google Classroom, dan E-Learning.  
THE STUDENTS’ ENGLISH SPEAKING SKILL WITH BLENDED LEARNING OF THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 4 LAHEWA Waruwu, Dodi Kardo Wijaya; Telaumbanua, Kristof Martin Efori; Telaumbanua, Yasminar Amaerita; Harefa, Trisman
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8575

Abstract

This study aims to describe the English speaking skills of eighth-grade students at SMP Negeri 4 Lahewa through the implementation of a blended learning model. Employing a qualitative descriptive method, this research involved 22 students, with data collected through observation, interviews, and oral tests. The findings indicate that students' speaking skills generally range from a fair to a good level. Quantitative analysis of the oral test results reveals average scores of 2.8 for pronunciation, 2.5 for grammar, 2.4 for vocabulary, 2.3 for fluency, and 3.0 for comprehension. While most students demonstrated a decent understanding of spoken English, significant challenges persist in vocabulary retention, grammatical accuracy, and fluency. Students perceive blended learning as engaging and flexible; however, they express a preference for face-to-face interaction due to the opportunity for direct speaking practice. The study concludes that although the blended learning model shows promise, it requires further optimization, particularly in designing interactive online components, to effectively enhance students' productive language skills.   ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa kelas delapan di SMP Negeri 4 Lahewa melalui implementasi model pembelajaran campuran (blended learning). Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan 22 siswa, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes lisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa secara umum berkisar dari tingkat cukup baik hingga baik. Analisis kuantitatif hasil tes lisan menunjukkan skor rata-rata 2,8 untuk pengucapan, 2,5 untuk tata bahasa, 2,4 untuk kosakata, 2,3 untuk kelancaran, dan 3,0 untuk pemahaman. Meskipun sebagian besar siswa menunjukkan pemahaman yang baik tentang bahasa Inggris lisan, tantangan signifikan masih ada dalam retensi kosakata, ketepatan tata bahasa, dan kelancaran. Siswa menganggap pembelajaran campuran menarik dan fleksibel; namun, mereka lebih menyukai interaksi tatap muka karena adanya kesempatan untuk praktik berbicara langsung. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun model pembelajaran campuran menjanjikan, model ini membutuhkan optimasi lebih lanjut, khususnya dalam merancang komponen daring interaktif, untuk secara efektif meningkatkan kemampuan berbahasa produktif siswa.

Page 2 of 3 | Total Record : 21