cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 256 Documents
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATERI PELUANG MELALUI PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL MAGHFIROH, ANNISATUL
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i1.2798

Abstract

The low acquisition of student learning outcomes is one of the biggest challenges faced by mathematics teachers at Balung State High School. For this reason, teachers are required to design innovative and interesting learning activities so as to improve students' mathematics learning outcomes. This research was conducted with the aim of improving mathematics learning outcomes through the application of the Teaching at The Right Level approach to class X students of SMA Negeri Balung. This research is a class action research involving 36 students in class X.11. The data generated in this study are in the form of observational data on the implementation of teacher activities and student activities during learning activities as well as learning outcome data obtained by students. Based on classroom action research that has been carried out with 2 cycles, it is found that students' learning outcomes in mathematics through the application of the Teaching at The Right Level approach are always increasing. This is evidenced by an increase in the average learning outcomes of mathematics from 56 in pre-cycle learning outcomes to 77 in cycle 1, then increased to 86 in cycle 2. Mastery learning also increased from 28% in pre-cycle learning outcomes, up to 53% in cycle 1, then increased to 89% in cycle 2. Based on this, it can be concluded that the application of the Teaching at The Right Level approach to class X SMA Negeri Balung can improve learning outcomes in mathematics. ABSTRAKRendahnya perolehan hasil belajar peserta didik merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh guru matematika di SMA Negeri Balung. Untuk itu, guru dituntut untuk merancang kegiatan pembelajaran yang inovatif dan menarik sehingga dapat meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui penerapan pendekatan Teaching at The Right Level pada peserta didik kelas X SMA Negeri Balung. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang melibatkan peserta didik kelas X.11 yang berjumlah 36 orang peserta didik. Data yang dihasilkan dalam penelitian ini berupa data hasil observasi keterlaksanaan aktivitas guru dan aktivitas peserta didik selama kegiatan pembelajaran serta data hasil belajar yang diperoleh peserta didik. Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dengan 2 siklus, diperoleh bahwa hasil belajar matematika peserta didik melalui penerapan pendekatan Teaching at The Right Level dinyatakan selalu meningkat. Hal tersebut dibuktikan dengan peningkatan rata-rata hasil belajar matematika dari 56 pada hasil belajar prasiklus menjadi 77 pada siklus 1, kemudian meningkat menjadi 86 pada siklus 2. Ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dari 28% pada hasil belajar prasiklus, naik menjadi 53% pada siklus 1, kemudian meningkat menjadi 89% pada siklus 2. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Teaching at The Right Level pada siswa kelas X SMA Negeri Balung dapat meningkatkan hasil belajar matematika.
DAMPAK IBADAH HARI MINGGU SEBAGAI MODEL PENDIDIKAN KRISTEN TERHADAP JEMAAT DALAM MENJALANI MASA LANSIA DI GEREJA KRISTEN JAWA WURYANTORO PRASETYA, YOSUA EL YOGA WAHYU; JUNTAK, JUSTIN NIAGA SIMAN
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i2.3001

Abstract

The elderly have physical limitations which cause the elderly to be reluctant to go to church using limited physical reasons. Not only that, there was a phenomenon of many adiyuswa experiencing depression, getting angry, and protesting to God about the conditions they were experiencing, so this caused a commotion among the seniors at GKJ Wuryantoro. This research uses descriptive qualitative methodology, with a locus at GKJ Wuryantoro. The aim of the research is to find out the impact of Sunday worship as a model of Christian education on the congregation in their elderly years at the Wuryantoro Javanese Christian Church. The results of the research can be stated that the impact of Sunday worship services has a positive impact on strengthening faith and bringing a closer relationship with God. ABSTRAKLansia memiliki keterbatasan fisik yang menyebabkan para lansia yang enggan pergi ke gereja dengan memakai alasan fisik yang terbatas. Tidak hanya itu muncul fenomena banyak adiyuswa yang mengalami depresi, marah-marah, dan protes kepada Tuhan atas kondisi yang mereka alami, sehingga hal ini menyebabkan kegaduhan di kalangan para lanisa di GKJ Wuryantoro. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, dengan locus di GKJ Wuryantoro. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana dampak ibadah hari Minggu sebagai model pendidikan Kristen terhadap jemaat dalam menjalani masa lansia di Gereja Kristen Jawa Wuryantoro. Hasil penelitian ini dapat disampaikan bahwa dampak ibadah ibadah hari Minggu memiliki dampak yang positif untuk menguatkan iman dan mendekatkan hubungan kepada Tuhan.
PENERAPAN KURIKULUM PESANTREN TERHADAP PEMAHAMAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP ALFA ALI MASYKUR WONOSOBO FARISI, CHIKA ZESIA GARFIDO AL
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i2.3002

Abstract

Curriculum in the world of education is a plan, objectives, learning materials, and teaching methods that are used as guidelines by teachers. A curriculum that is suitable and covers the needs of educational institutions is needed to achieve good and effective learning goals. This research aims to understand the concept and application of the Islamic boarding school curriculum in PAI subjects at Alfa Ali Masykur Middle School, Wonosobo. The type of research used is qualitative using interview, observation and documentation methods as data collection techniques. The research results show that the implementation of the Islamic boarding school curriculum at Alfa Ali Masykur Wonosobo Middle School makes students not only excel in academics, but also have noble morals and a strong understanding of religion. The Islamic boarding school curriculum integrates the national curriculum with Islamic boarding school knowledge such as the Al-Qur'an, Hadith, Fiqh, Morals, and other Islamic sciences. Evaluation is carried out through written exams, religious practice, memorization, and attitude assessment. The role of teachers/clerics and kyai is very important in implementing the Islamic boarding school curriculum. This curriculum concept includes scientific integration, emphasis on memorization and understanding, varied learning methods, a conducive environment, moral and character development, and strengthening practical learning. The challenge faced is keeping up with the times and the lack of teaching staff. ABSTRAKKurikulum dalam dunia pendidikan adalah rencana, tujuan, materi pembelajaran, dan cara mengajar yang digunakan sebagai pedoman oleh para pengajar. Kurikulum yang cocok dan mencakup kebutuhan lembaga pendidikan diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang baik dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep dan penerapan kurikulum pesantren dalam mata pelajaran PAI di SMP Alfa Ali Masykur Wonosobo. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum pesantren di SMP Alfa Ali Masykur Wonosobo membuat siswa tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan pemahaman agama yang kuat. Kurikulum pesantren mengintegrasikan kurikulum nasional dengan keilmuan kepesantrenan seperti Al-Qur'an, Hadits, Fiqh, Akhlak, dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Evaluasi dilakukan melalui ujian tertulis, praktik ibadah, hafalan, dan penilaian sikap. Peran guru/ustadz dan kyai sangat penting dalam implementasi kurikulum pesantren. Konsep kurikulum ini mencakup integrasi keilmuan, penekanan pada hafalan dan pemahaman, metode pembelajaran variatif, lingkungan yang kondusif, pembinaan akhlak dan karakter, serta penguatan pembelajaran praktik. Tantangan yang dihadapi adalah mengikuti perkembangan zaman dan kurangnya tenaga pendidik.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN MORAL DALAM PERSPEKTIF NOVEL HATI SUHITA KARYA KHILMA ANIS PANGESTI, DILA AYU; MUBIN, NURUL
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i2.3003

Abstract

Education is a conscious effort to realize active learning to develop the potential that exists in oneself with spiritual strength, self-control, skills and noble morals that are needed within oneself. Moral education can be interpreted as character education. Moral education is education of noble values ??that originate from religion, customs and national culture in the context of personal change towards a better person. Moral education never departs from the noble values ??in the moral values ??of the Indonesian nation whose aim is to form children in this country as children who have a sense of humanity, unity and uphold religious values. This research is a type of library research because the research source is taken from a novel. This research aims to explore the values ??of moral education in the novel Hati Suhita by Khilma Anis. The data collection technique uses documentary techniques by collecting writings that describe the values ??of moral education in the novel Hati Suhita. Then grouped according to the problem to be described. The primary data source used by researchers is the novel Hati Suhita by Khilma Anis and secondary data in the form of relevant books, articles and journals. The results of the analysis show that the novel Hati Suhita contains three main categories of moral values. The first moral value is religious moral values ??(religious morals) which include an attitude of gratitude, surrender, prayer, and praising God's majesty. The second moral value is a social moral value that regulates relationships between humans, such as mutual respect, mutual assistance and respect. The third moral value is personal moral values ??(individual morals) which are related to self-development, such as self-confidence, patience, determination, maintaining self-esteem, never giving up, daring to admit mistakes, and sincerity. ABSTRAKPendidikan merupakan usaha sadar untuk mewujudkan pembelajaran yang aktif mengembangkan potensi yang ada pada diri dengan kekuatan spiritual, pengendalian diri, keterampilan serta akhlak mulia yang diperlukan dalam diri. Pendidikan moral dapat disama artikan dengan pendidikan budi pekerti, Pendidikan moral merupakan Pendidikan nilai luhur yang bersumber dari agama, adat istiadat dan budaya bangsa dalam rangka perubahan pribadi menuju pribadi yang lebih baik. Pendidikan moral tidak pernah beranjak dari nilai-nilai luhur dalam tatanan nilai moral bangsa Indonesia yang tujuanya untuk membentuk anak di negeri ini sebagai anak yang memiliki rasa kemanusiaan persatuan menjunjung tinggi nilai religius. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kepustakaan atau library research karena sumber penelitiannya diambil dari novel. Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai pendidikan moral dalam novel Hati Suhita karya Khilma Anis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentsi dengan mengumpulkan tulisan yang menggambarkan nilai-nilai Pendidikan moral dalam novel Hati Suhita. Kemudian dikelompokkan sesuai dengan permasalahan yang akan dideskripsikan. Sumber data primer yang digunakan oleh peneliti adalah novel Hati Suhita karya Khilma Anis dan data sekunder berupa buku-buku, artikel dan jurnal yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa novel Hati Suhita mengandung tiga kategori utama nilai moral. Nilai moral yang pertama adalah nilai moral agama (moral religi) yang meliputi sikap bersyukur, berserah diri, berdoa, dan memuji keagungan Tuhan. Nilai moral yang Kedua adalah nilai moral sosial yang mengatur hubungan antar manusia, seperti sikap saling menghargai, tolong-menolong, dan menghormati. Nilai moral yang Ketiga adalah nilai moral personal (moral individu) yang berkaitan dengan pengembangan diri, seperti percaya diri, sabar, teguh pendirian, menjaga harga diri, pantang menyerah, berani mengakui kesalahan, dan ikhlas.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XII DI JEMBER PADA MATERI DIMENSI TIGA ZAHRO, SOFHIA MA’RIFATUZ; SUSANTO, SUSANTO; SUWITO, ABI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i2.3004

Abstract

Critical thinking skills in mathematics involve the ability to analyze, evaluate, and interpret mathematical information carefully and rationally. Critical thinking skills are important for understanding and applying mathematical concepts effectively in various situations. The aim of this research is to describe the critical thinking abilities of class XII students in three-dimensional material. The research subjects or population used were high school students in Jember for the 2023/2024 academic year. The type of research used is qualitative. The data collection method uses tests to determine students' critical thinking abilities and interviews. The research data were analyzed descriptively. Based on the results of the analysis, it was found that the ability of class critical of 68.75%. These results show that students are generally able to solve mathematics problems that require critical thinking skills, especially for the aspects of interpreting, evaluating and concluding, but for the analysis aspect they are still less capable. ABSTRAKKemampuan berpikir kritis dalam matematika melibatkan kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menginterpretasikan informasi matematika dengan cermat dan rasional. Kemampuan berpikir kritis penting untuk memahami dan mengaplikasikan konsep matematika dengan efektif dalam berbagai situasi. Tujuan penelitian ini yakni mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XII pada materi dimensi tiga. Subjek penelitian atau populasi yang digunakan adalah siswa SMA di Jember tahun pelajaran 2023/2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan tes untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa dan wawancara. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa kemampuan siswa SMA kelas XII di Jember dalam berpikir kritis matematika diperoleh hasil yaitu S1 dapat memenuhi indikator kemampuan berpikir kritis sebesar 87,5%, S2 dapat memenuhi indikator kemampuan berpikir kritis sebesar 75%, S3 dapat memenuhi indikator kemampuan berpikir kritis sebesar 68,75%. Hasil ini menunjukan bahwa siswa umumnya sudah mampu menyelesaikan soal-soal matematika yang memerlukan kemampuan berpikir kritis terutama untuk aspek menginterpretasi, mengevaluasi, dan menyimpulkan, akan tetapi untuk aspek analisis masih kurang mampu.
PERAN ORANG TUA KRISTEN TERHADAP POLA ASUH KEPADA ANAK SULUNG DAN ANAK BUNGSU RENTANG USIA 13 -16 TAHUN DI PPA IO0999 MARIA MARTA GKI SANGKRAH SURAKARTA WICAKSONO, TITUS CAHYO; JUNTAK, JUSTIN NIAGA SIMAN
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i2.3005

Abstract

Educating children requires the role of parents, especially for the eldest and youngest children. This research aims to analyze the role of Christian parents in the parenting style given to children, especially the eldest and youngest children within the scope of PPA IO0999 MARIA MARTA with an age range of 13-16 years at GKI Sangkrah. In this case, the motivation, mobility and mindset of Christian parents greatly influence how parenting can be given to children. This research uses descriptive qualitative methodology. With this background, is it true that the behavior of the eldest child and the youngest child arises because of the differences in the parenting style given to them by Christian parents? The basis for the differences in parenting patterns given by Christian parents to their eldest and youngest children is due to adjustments in the child's character or indeed the role of Christian parents being inappropriate in providing parenting patterns to their eldest and youngest children. The results of the research are that several eldest and youngest children in PPA IO0999 MARIA MARTA behaved inappropriately in terms of the behavior and character of the eldest and eldest children in general. ABSTRAKMendidik anak memerlukan peran orang tua, terlebih bagi anak sulung dan bungsu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran orang tua Kristen terhadap pola asuh yang diberikan kepada anak terkhusus anak sulung dan anak bungsu dalam lingkup PPA IO0999 MARIA MARTA dengan rentang usia 13-16 tahun di GKI Sangkrah Surakarta. Dalam hal ini motivasi, mobilitas, serta pola pikir orang tua Kristen sangat mempengaruhi bagaimana pola asuh bisa diberikan kepada anak. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Dengan latar belakang apakah benar perilaku anak sulung dan anak bungsu yang muncul karena adanya perbedaan pola asuh yang diberikan orang tua Kristen terhadap mereka. Dasar perbedaan pola asuh yang diberikan orang tua Kristen terhadap anak sulung dan anak bungsu apakah karena penyesuaian karakter anak atau memang peranan orang tua Kristen yang kurang tepat dalam memberika pola asuh kepada anak sulung maupun bungsu. Adapun hasil penelitian adalah beberapa anak sulung dan bungsu di PPA IO0999 MARIA MARTA yang berperilaku tidak semestinya dalam hal perilaku dan karakter anak sulung dan anak sulung pada umumnya.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XII SMAN 1 CIBITUNG PADA POKOK BAHASAN STATISTIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM BASED LEARNING (TBL) AGUSTINA, NITA; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i3.3508

Abstract

The study focuses on improving the learning outcomes of Grade 1 students in the Statistics course at the MIPA 3 level using Team Based Learning (TBL) model. The research was conducted in two semesters, from September to October 2019, with 36 students. The study was conducted in the second semester, focusing on the first semester and the second semester. The results showed that students who scored klasikal were more likely to participate and discuss with their team, which in turn increased their motivation to learn. The study concluded that using TBL model can enhance the learning outcomes of Grade 1 students and the overall learning performance, with a 22.2% improvement in klasikal scores and 10.42% improvement in klasikal scores. This suggests that TBL is an alternative learning method used by teachers in Mathematics education. The study highlights the importance of using TBL in teaching and learning. ABSTRAKPenelitian ini berfokus pada peningkatan hasil belajar siswa Kelas 1 pada mata kuliah Statistika tingkat MIPA 3 dengan menggunakan model Team Based Learning (TBL). Penelitian ini dilaksanakan selama dua semester, yaitu bulan September sampai dengan Oktober 2019, dengan jumlah siswa sebanyak 36 orang. Penelitian dilaksanakan pada semester kedua dengan fokus pada semester pertama dan semester kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh nilai klasikal lebih cenderung berpartisipasi dan berdiskusi dengan timnya, yang pada gilirannya meningkatkan motivasi belajar mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan model TBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas 1 dan prestasi belajar secara keseluruhan, dengan peningkatan nilai klasikal sebesar 22,2% dan peningkatan nilai klasikal sebesar 10,42%. Hal ini menunjukkan bahwa TBL merupakan salah satu metode pembelajaran alternatif yang digunakan oleh guru dalam pendidikan Matematika. Penelitian ini menyoroti pentingnya penggunaan TBL dalam pengajaran dan pembelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELAS VII SMPN 1 KUNINGAN ASHARI, ACHMAD ALBER; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i3.3509

Abstract

The purpose of this study was to determine the application of guided inquiry learning model to the science process skills of students on the concept of environmental pollution in Class VII SMPN 1 Kuningan. This study uses quasi-experimental method with pre-test post-test Control group design conducted in Class VII SMP Negeri 1 Kuningan with a sample population of 421 students taken using cluster random sampling technique which is divided into two classes, one experimental class using guided inquiry learning model and one control class using PBL learning model. Instrument of data collection in the research conducted in the form of essay tests, performance assessments, questionnaires and observation sheets. Hypothesis test conducted using T test the results showed (1) t test pre-test t count 31 > T table 2.66 which means there are differences in the skills of the initial science process of students between experimental classes and control classes in Class VII of SMP Negeri 1 Kuningan., (2) t test post-test t count 29.78 > t table 2.66 which means there are differences in the final science process skills in the experimental class and the control class at SMP Negeri 1 Kuningan. By using a guided inquiry learning model students are encouraged to learn through their own active involvement with concepts and principles , so that it can explore students ' science process skills. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa pada konsep pencemaran lingkungan di kelas VII SMPN 1 Kuningan. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pre-test post-test kontrol group design yang dilakukan di kelas VII SMP Negeri 1 Kuningan dengan jumlah populasi sampel sebanyak 421 siswa yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling yang terbagi menjadi dua kelas yaitu satu kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dan satu kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran PBL. Instrument pengambilan data dalam penelitian yang dilakukan berupa tes essay, assesmen kinerja, angket dan lembar observasi. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t hasil penelitian menunjukkan (1) Uji t Pre-test t hitung 31 > t tabel 2,66 yang berarti terdapat perbedaan keterampilan proses sains awal siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol di kelas VII SMP Negeri 1 Kuningan., (2) Uji t post-test t hitung 29,78 > t tabel 2,66 yang berarti terdapat perbedaan keterampilan proses sains akhir pada kelas eksperimen dan kelas control di SMP Negeri 1 Kuningan. Dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing siswa di dorong untuk belajar melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep – konsep dan prinsip - prinsip , sehingga hal tersebut dapat menggali keterampilan proses sains siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) KELAS IX ANANDA, CHEVIN; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i3.3510

Abstract

The purpose of this research is to determine the level of students 'problem solving abilities, and students' abilities at each stage of problem solving. This study used qualitative research methods. The sample in this study were students of class IX, to determine the research subject using a purposive sample, 3 subjects were selected to represent the 3 categories of students' problem solving abilities to provide information about problem solving abilities for each criterion. The methods used to collect data are test, interview and documentation methods. The steps in data analysis are reduction, presentation, and drawing conclusions. Based on the research, it can be concluded that: out of 10 students, 2 students (20%) had the problem solving ability in the "high" category, 2 students (20%) were included in the "medium" category, and 6 students (60 %) is included in the "low" category. This shows that the students' mathematical problem solving abilities in the matter of equations and quadratic functions tend to be low. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kemampuan pemecahan masalah siswa, dan kemampuan siswa pada setiap tahapan pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX, untuk menentukan subjek penelitian menggunakan (purposive sample), dipilih 3 subjek untuk mewakili 3 kategori kemampuan pemecahan masalah siswa untuk memberikan informasi tentang kemampuan pemecahan masalah untuk setiap kriteria. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode tes, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah dalam analisis data adalah reduksi, penyajian, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa: dari sebanyak 10 orang siswa diperoleh sebanyak 2 orang siswa (20%) memiliki kemampuan pemecahan masalah kategori “tinggi”, 2 orang siswa (20%) termasuk kedalam kategori “sedang”, dan 6 orang siswa (60%) termasuk kedalam kategori “rendah” Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi Lingkaran.
PENGARUH EFIKASI DIRI DAN KREATIVITAS BELAJAR TERHADAP SIKAP ILMIAH IPA (SURVEI PADA SMP ISLAM SWASTA DI KOTA BEKASI) SUPANDI, DEDI; KHOTIMAH, KHUSNUL; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i3.3514

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of Self-Efficacy and Creativity in students' learning on scientific attitudes in science. The research method used was the survey method (questionnaire) and the sample in this study was 83 students. The population and sample were analyzed using path analysis. The analysis of the research results tested included (1) there is a significant direct effect of self-efficacy on students' scientific attitudes in science. This is evidenced by t count = 4.034 < t table = 2.000. The self-efficacy variable contributes 16.08% to scientific attitudes in science. (2) There is a significant direct effect of students' learning creativity on students' scientific attitudes in science. This is evidenced by t count = 2.842 < t table = 2.000. The student's learning creativity variable contributes 6% to scientific attitudes in science. (3) There is a significant direct effect of self-efficacy on students' learning creativity. This is evidenced by t count = 2.842 < t table = 2.000. The magnitude of the direct influence of self-efficacy on students' learning creativity is 9.06%. (4) There is an insignificant indirect influence of self-efficacy on science scientific attitudes through students' learning creativity. This is evidenced by the t-value = 0.715 <t-table = 2.000 at a significance level of 0.05. The magnitude of the indirect influence is 0.54%. Thus, it can be concluded that the intervening variable (i.e. students' learning creativity) is not significantly affected by the science scientific attitudes of private Islamic junior high school students in the Bantargebang District of Bekasi City. The implication in this study is that by having good self-efficacy, not giving up easily, always wanting to try, it can foster enthusiasm, learning motivation and will directly affect students' learning creativity abilities so that it will improve their science scientific attitude abilities. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Efikasi Diri dan Kreativitas belajar siswa terhadap sikap ilmiah IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey (angket) dan sampel dalam penelitian ini adalah 83 orang siswa Populasi dan sampel dianalisis dengan menggunakan analisis jalur. Analisis hasil penelitian yang diuji meliputi (1) terdapat pengaruh langsung yang signifikan efikasi diri terhadap sikap ilmiah IPA siswa.Hal tersebut dibuktikan dengan thitung = 4,034 < ttabel = 2,000. Variabel efikasi diri memberikan kontribusi sebesar 16,08% terhadap sikap ilmiah IPA. (2) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan kreativitas belajar siswa terhadap sikap ilmiah IPA siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan thitung = 2,842 < ttabel = 2,000. Variabel kreativitas belajar siswa memberikan kontribusi sebesar 6% terhadap sikap ilmiah IPA. (3) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan efikasi diri terhadap kreativitas belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan thitung = 2,842 < ttabel = 2,000. Besarnya pengaruh langsung efikasi diri terhadap kreativitas belajar siswa adalah 9,06%. (4) Terdapat pengaruh tidak langsung yang tidak signifikan efikasi diri terhadap sikap ilmiah IPA melalui kreativitas belajar siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai thitung = 0,715 < ttabel = 2,000 pada taraf signifikan 0,05. Besarnya pengaruh tidak langsung adalah sebesar 0,54%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel intervening (yaitu kreativitas belajar siswa) tidak terpengaruh secara signifikan terhadap sikap ilmiah IPA siswa SMP Islam swasta di wilayah Kecamatan Bantargebang Kota Bekasi. Implikasi dalam penelitian ini adalah dengan memiliki efikasi diri yang baik, tidak mudah menyerah, selalu ingin mencoba, dapat menumbuhkan semangat, motivasi belajar dan secara langsung akan mempengaruhi kemampuan kreativitas belajar siswa sehingga akan meningkatkan kemampuan sikap ilmiah IPA.