cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 256 Documents
IMPLEMENTASI MARKET DAY ONLINE SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (STUDI KUALITATIF DI KELAS VII SMP NEGERI 41 JAKARTA) ARTIYA, YULIA SIRRIL; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i3.3515

Abstract

This qualitative research on entrepreneurship projects is motivated by the lack of creativity among seventh-grade students at SMP Negeri 41 Jakarta. This is evident when given assignments; around 70% of students produce work that is identical to that of their peers. In terms of independence, students still lack this quality. Approximately 75% of students are still late in submitting assignments. Additionally, students often ask their friends or teachers for help when completing tasks. Cooperation among students is still lacking. Based on observations, it was found that in a group of six students, only about two students worked together to complete the task. This qualitative research aims to cultivate students' enthusiasm for having the Pancasila Student Profile through online market day entrepreneurship projects and to foster students to be creative, independent, and cooperative. The entrepreneurship project was carried out by all seventh-grade students, divided into 42 groups with six students in each group. This project focused on cultivating the spirit of independence, creativity, and cooperation. Each group created a product from raw materials into a finished product with unique advantages and then marketed it using online media. The project ended with a report in the form of a proposal and a demo day presentation using PowerPoint. The results of this project show a significant positive development in most students, as they began to display the Pancasila Student Profile, namely independence, creativity, and cooperation. ABSTRAKPenelitian kualitatif tentang proyek kewirausahaan ini dilatarbelakangi oleh kondisi siswa kelas VII SMP Negeri 41 Jakarta, kurang kreatif. Hal ini terbukti pada saat diberikan penugasan, sekitar 70% siswa menghasilkan karya yang identik dengan karya siswa lain. Sedangkan dilihat dari segi kemandirian siswa masih kurang. Terdapat sekitar 75% siswa masih terlambat dalam pengumpulan tugas. Selain itu siswa masih sering bertanya kepada teman ataupun guru pada saat mengerjakan tugas. Kerjasama antarsiswa masih kurang baik. Berdasarkan hasil observasi diperoleh data bahwa dalam satu kelompok yang terdiri dari 6 siswa, hanya sekitar 2 siswa yang bekerjasama untuk menyelesaikan tugas. Penulisan penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat siswa memiliki profil pelajar pancasila melalui proyek kewirausahaan market day online dan memupuk siswa agar memiliki jiwa kreatif, mandiri, dan bergotong-royong anatarteman. Proyek kewirausahaan ini dilaksanakan oleh seluruh siswa kelas VII, terdapat 42 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 6 siswa. Dalam proyek ini difokuskan untuk menumbuhkan semangat kemandirian, kreatif, dan gotong-royong. Dengan cara, setiap kelompok membuat produk dari bahan mentah menjadi barang jadi yang memiliki keunikan dan keunggulan, selanjutnya memasarkannya menggunakan media online. Proyek ini diakhiri dengan pelaporan dalam bentuk proposal dan demo day presentasi proyeknya menggunakan sarana powerpoint. Hasil proyek ini menunjukkan bahwa secara signifikan positif sebagian besar siswa berkembang sesuai harapan yaitu mulai menampilkan profil pelajar pancasila, yaitu mandiri, kreatif, dan gotong-royong.
PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN SOAL (DRILL) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS VIII SEMSETER I SMP ISLAM NURUL HUDA TAHUN AJARAN 2024/2025 JURAIDAH, JURAIDAH; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i3.3516

Abstract

This study was conducted with the aim of determining the effect of drill on the learning outcomes of science class VIII semester I of SMP Islam Nurul Huda academic year 2024/2025. The type of research used is experimental research where samples taken by random sampling technique is Class VIII.2 as an experimental class of 35 students and Class VIII.3 as a control class as many as 32 students data collection techniques used objective tests that have been validated by using the validity test, reliability test, degree of difficulty of the problem, and the degree of differentiation of the problem to determine the results of student science learning by using the provision of exercises (drill) applied to the experimental class and conventional learning applied to the control class. Data on student learning outcomes were analyzed by T-test to determine the effect of the provision of exercises (drill) to the learning outcomes of science students Grade I semester I. From the results obtained the average pretest experimental class of 65.80 while the control Class of 47.31. The average experimental class posttest was 80.00 while the control class was 64.42. From the results of data analysis obtained ttitung greater than ttable is 1.712 and ttable of 1.677 at a significant level of 5%. This shows that the drill method has an effect on the learning outcomes of science class VIII semester I of Nurul Huda Islamic Junior High School for the academic year 2024/2025. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan dengan tujuan  untuk mengetahui pengaruh pemberian latihan soal (drill) terhadap hasil belajar IPA kelas VIII semester I SMP Islam Nurul Huda Tahun Ajaran 2024/2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dimana sampel diambil dengan teknik random sampling adalah kelas VIII.2 sebagai kelas eksperimen sebanyak 35 siswa dan kelas VIII.3 sebagai kelas kontrol sebanyak 32 siswa teknik pengumpulan data digunakan tes obyektif yang telah divalidasi dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, derajat kesukaran soal, dan derajat pembeda soal untuk mengetahui hasil belajar IPA siswa dengan menggunakan pemberian latihan soal (drill)  yang diterapkan pada kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional yang diterapkan pada kelas kontrol. Data hasil belajar siswa dianalisis dengan uji-t untuk mengetahui pengaruh pemberian latihan soal (drill) terhadap hasil belajar IPA siswa kelas I semester I. Dari hasil penelitian diperoleh hasil rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 65,80 sedangkan kelas kontrol sebesar 47,31. Rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 80,00 sedangkan kelas kontrol sebesar 64,42. Dari hasil analisis data diperoleh thitung  lebih besar dari ttabel yaitu 1,712 dan ttabel sebesar 1,677 pada taraf signifikan 5%. Ini menunjukkan bahwa metode latihan soal (drill) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA kelas VIII semester I SMP Islam Nurul Huda Tahun Ajaran 2024/2025.
ANALISIS PERBANDINGAN METODE ZERO SUFFIX YANG DISEMPURNAKAN DENGAN METODE ALTERNATE MANSI DALAM MENENTUKAN SOLUSI OPTIMAL PADA MASALAH PENUGASAN NUGRAHA, EKA; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i3.3518

Abstract

This study discusses the problem of assignment. In this study, two methods are compared, in determining the optimal solution of the assignment problem, namely the Enhanced Zero Suffix method and the Alternate Mansi method. The Enhanced Zero Suffix method is a method of determining the optimal solution by reducing the rows and columns with the smallest values ??in each row and column to later find at least one zero value in the row and column then add up the value entries in the row and column that have zero values ??divided by the number of zero values ??in the row and column that have the corresponding zero values. The Alternate Mansi method looks for the minimum value in each row that has a unique value related to the column. The concept of this method is applied to three different cases with balanced data and the results obtained are that both methods produce the same optimal solution but the Alternate Mansi method excels in iteration efficiency in determining the optimal solution. ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang masalah penugasan. Pada penelitian kali ini membandingkan dua metode, dalam menentukan solusi optimal masalah penugasan yaitu metode Zero Suffix Yang Disempurnakan dan metode Alternate Mansi. Metode Zero Suffix Yang Disempurnakan adalah sebuah metode menetukan solusi optimal dengan cara mengurangi baris serta kolom dengan nilai terkecil pada masing-masing baris dan kolom untuk nantinya mencari minimal satu nilai nol pada baris dan kolom kemudian menjumlahkan entri nilai pada baris dan kolom yang memiliki nilai nol dibagi dengan banyaknnya nilai nol pada baris dan kolom yang memiliki nilai nol yang bersesuaian. Metode Alternate Mansi mencari nilai minimum disetiap baris yang mempunyai nilai unik yang berkaitan dengan kolom. Konsep metode ini diaplikasikan pada tiga kasus yang berbeda dengan data yang seimbang dan hasil yang diadapat adalah ke dua metode sama- sama menghasilkan solusi optimal yang sama namun metode Altenate Mansi unggul pada efisiensi iterasi dalam penentuan solusi optimal.
MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) SUCI, ANANDA DE’VISKY HANGGARA; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i4.3547

Abstract

This study aims to improve the learning activity of ninth-grade junior high school students in mathematics learning through the implementation of the Think Pair Share (TPS) learning model on the material of geometric transformations. In this study, the data collected included student learning outcomes, teacher observation results, and student observation results. This research is a Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. Each cycle consists of four stages: planning, action implementation, observation, and reflection. This research is considered successful if at least 85% of students get a score ? 70. Research results. From several indicators, it shows that the classical results of students who passed were 10 students or 30% of 33 students. This indicates that ninth-grade students are less enthusiastic about being actively involved in classroom learning. An analysis of the daily test results shows that classical mastery has not been achieved because it is less than 85%, so the second cycle needs to be held. Based on the second cycle of meetings 1 and 2, there was a 42% increase, so the percentage in the second cycle can be described as follows: The percentage in the first cycle was 70%. In the second cycle, there was a 56% increase in student learning outcomes compared to the first cycle, so the classical absorption of students in the second cycle was 88%. The results of the study show that the TPS model is effective in increasing student activity, as evidenced by the increase in student participation in discussions, courage in asking questions, and ability to solve geometric transformation problems. In addition, the TPS model can also help students build a better conceptual understanding. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas IX SMP dalam pembelajaran matematika melalui penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada materi transformasi geometri. Pada penelitian ini data yang dikumpulkan meliputi hasil belajar siswa, hasil observasi guru, hasil observasi siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus meliputi 4(empat) tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan (observasi) dan refleksi. Penelitian ini dikatakan berhasil apabila sekurang-kurangnya 85% siswa memperoleh nilai ? 70. Hasil penelitian. Dari beberapa indikator menunjukkan hasil klasikal siswa yang tuntas 10 siswa atau 30% dari 33 siswa. Ini menunjukkan bahwa siswa kelas IX kurang antusias sekali untuk terlibat aktif dalam pembelajaran dikelas. Analisis yang dilakukan terhadap hasil ulangan harian, menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal belum dicapai karena kurang dari 85% sehingga perlu diadakan siklus II. Berdasarkan siklus II pertemuan 1 dan 2 ada peningkatan 42% sehingga persentase pada siklus II dapat diuraikan sebagai berikut: Persentase pada siklus 1 72% Pada siklus II ada peningkatan hasil belajar siswa dibandingkan siklus I yaitu 56% peningkatan pada siklus I sehingga daya serap klasikal siswa pada siklus II 88%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TPS efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa, ditandai dengan meningkatnya partisipasi siswa dalam diskusi, keberanian dalam bertanya, dan kemampuan dalam menyelesaikan soal-soal transformasi geometri. Selain itu, model TPS juga dapat membantu siswa dalam membangun pemahaman konsep yang lebih baik.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN QUICK ON THE DRAW DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MULIASIH, IDA; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i4.3548

Abstract

ABSTRAKThis study was motivated by the difficulties of X IPS students of SMA Negeri 10 Tangerang in learning mathematics, especially in understanding the concept of trigonometry. The average math score of students is still less than the Material Completeness Criteria (KKM). In addition, students are less active in participating in the learning process. In group assignments, some students rely on other friends to complete the assigned tasks. Therefore, it is necessary to choose a learning model that suits the conditions in the classroom. This study aims to analyze the effect of Quick on The Draw learning model on the mathematics learning outcomes of students in class X IPS. The Quick on The Draw learning model is a collaborative learning strategy that focuses on increasing student engagement through fun activities that encourage them to answer questions quickly and accurately. The research method used is Classroom Action Research (PTK) with a cycle design, which includes planning, action, observation, and reflection stages. The results showed that the application of the Quick on The Draw model significantly improved students' mathematics learning outcomes, especially in the aspects of speed and accuracy in solving problems. The improvement in learning outcomes was measured through the comparison of scores before and after the implementation of the learning model. Thus, the Quick on The Draw model can be an effective alternative in learning mathematics to improve students' understanding and ability to solve mathematical problems.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa kelas X IPS SMA Negeri 10 Tangerang dalam pembelajaran matematika khususnya dalam memahami konsep trigonometri. Nilai rata-rata matematika siswa masih kurang dari Kriteria Ketuntasan Materi (KKM). Selain itu siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Dalam tugas kelompok, beberapa siswa mengandalkan teman lainnya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Karenanya perlu dipilih model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Quick on The Draw terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X IPS. Model pembelajaran Quick on The Draw adalah strategi pembelajaran kolaboratif yang berfokus pada peningkatan keterlibatan siswa melalui aktivitas menyenangkan yang mendorong mereka untuk menjawab soal secara cepat dan tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain siklus, yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Quick on The Draw secara signifikan meningkatkan hasil belajar matematika siswa, terutama pada aspek kecepatan dan ketepatan dalam menyelesaikan soal. Peningkatan hasil belajar tersebut diukur melalui perbandingan nilai sebelum dan sesudah implementasi model pembelajaran. Dengan demikian, model Quick on The Draw dapat menjadi alternatif yang efektif dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENGGUNAAN CHARTA PADA SISWA KELAS VIII MTs TAHDZIBUN NUFUS JAKARTA BARAT AMRI, ALVINA NURLATIFAH; SUWARNI, NENI; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i4.3549

Abstract

Low student interest in learning, not only affects student learning activities and activities, but will also directly affect the success of students in mastering the material presented, the failure of student success lies not only in the ability of students to absorb subject matter but also with regard to the range of learning experiences followed by students. The purpose of this study was to improve science learning outcomes in class VIII students at MTs Tahdzibun Nufus West Jakarta by using charta. The research method used was action research which took place in three cycles. From the results of the study it is concluded that the use of charta media as a learning tool is able to improve the quality of learning and can directly improve student learning outcomes. From the three cycles carried out, the learning results in the first cycle of the highest score that students can achieve is 80 with the lowest score of 20 then the average learning outcome is 54. Changes and improvements in the learning process in cycle II have improved student learning outcomes, in this case the highest score that can be achieved is 90 with the lowest score of 50 and is supported by an average learning outcome of 68.66. In cycle III, improvements were made that directly improved learning outcomes, the highest score that could be achieved was 100 and the lowest score was 60 with an average learning outcome of 81. ABSTRAKRendahnya minat belajar siswa, tidak hanya berpengaruh pada kegiatan dan aktivitas belajar siswa, tetapi secara langsung juga akan mempengaruhi keberhasilan siswa menguasai materi yang disampaikan, kegagalan keberhasilan siswa bukan hanya terletak pada kemampuan siswa menyerap materi pelajaran tetapi juga berkenaan dengan rangakaian pengalaman belajar yang diikuti siswa. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas VIII di MTs Tahdzibun Nufus Jakarta Barat dengan menggunakan charta. Metode penelitian yang digunakan adalah action research yang berlangsung dalam tiga siklus. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan media charta sebagai sarana belajar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan secara langsung dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dari tiga siklus yang dilakukan hasil belajar pada siklus pertama nilai tertinggi yang dapat dicapai siswa adalah 80 dengan nilai terendah 20 selanjutnya rata-rata hasil belajar 54. Perubahan dan perbaikan proses pembelajaran pada siklus II telah meningkatkan hasil belajar siswa, dalam hal ini nilai tertinggi yang dapat dicapai adalah 90 dengan nilai terendah 50 serta didukung oleh rata-rata hasil belajar 68,66. Pada siklus III dilakukan penyempurnaan yang secara langsung meningkatkan hasil belajar, nilai tertinggi yang dapat dicapai adalah 100 dan nilai terendah 60 dengan rata-rata hasil belajar 81.
ANALISIS KUALITAS LAYANAN PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN MINAT KUNJUNGAN SISWA DI SMAN 1 LINGSAR JAYADI, PUTRE; IRAWAN, M.ARY; MUSLIM, AHMAD
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i1.4069

Abstract

This study aims to describe the role of library staff in improving service quality, how the process of procurement of library collections in increasing students' interest in visiting the library, knowing how the role of the principal in terms of increasing students' interest in visiting the library. This research uses a qualitative approach. The data sources in this study are key informants from school principals, library heads, library staff and students. The data was analyzed qualitatively with the Miles and Huberman interactive model. The results of the study show that: (1) 4 (four) roles of library staff, namely: assisting students in borrowing, searching, returning books according to the needs of students' subjects, maintaining the comfort of visitors while in the library, providing satisfactory services to students, providing complete facilities and book collections and stipulations in borrowing and returning books. (2) In the process of procurement of library collections, the school discusses with subject teachers to determine the purchase of quality and relevant books for students. (3). The role of the principal in increasing interest in student visits is strengthened in several ways, including, the involvement of teachers in holding learning in the library, plans to create a reading corner, a 24-hour digital library service plan and cooperation between the principal and teachers and library staff to realize the plan to increase interest in student visits. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengambarkan peran staf perpustakaan dalam meingkatkan kualitas layanan, bagaimana proses pengadaan koleksi perpustakaan dalam meningkatkan minat kunjungan siswa ke perpustakaan, mengetahui bagaimana peran kepala sekolah dalam hal meningkatkan minat kunjungan siswa ke perpustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini informan kunci dari kepala sekolah, kepala perpustakaan, staf perpustakaan dan siswa. Data analisis secara kualitatif dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) 4 (empat) peran staf perpustakaan yaitu: membantu siswa dalam peminjaman, pencarian, pengembalian buku sesuai kebutuhan mata pelajaran siswa, menjaga kenyamanan pengunjung selama diperpustakaan, memberikan layanan yang memuaskan kepada siswa, menyediakan fasilitas dan koleksi buku yang lengkap dan ketetapan dalam peminjaman dan pengembalian buku. (2) dalam proses pengadaan koleksi perpustakaan pihak sekolah berdiskusi dengan guru mata pelajaran untuk menentukan pembelian buku yang berkualitas dan relevan untuk siswa. (3). Peran kepala sekolah dalam meningkatkan minat kunjungan siswa dikakukan dengan beberapa cara diantaranya, pelibatan guru mengadakan pembelajaran di perpustakaan, rencana membuat pojok baca, rencana layanan perpustakaan digital 24 jam dan kerjasama kepala sekolah dengan guru dan staf perpustakaan guna mewujudkan rencana dalam meningkatkan minat kunjungan siswa.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA SEKOLAH PENGGERAK SMPIT AL FITYAN BOARDING SCHOOL BOGOR SOPIA, SOPIA
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i1.4070

Abstract

This study aims to explore the implementation of the Freedom Curriculum through Project-Based Learning (PjBL) at SMPIT Al Fityan Boarding School Bogor. Using a descriptive qualitative approach with a case study design, the research investigates implementation strategies, pedagogical impacts, and student learning experience transformation. Data collection methods include in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies involving school principals, teachers, and students. Research results demonstrate that the Freedom Curriculum implementation through PjBL can generate a fundamental transformation in the educational process, developing students' holistic competencies including critical thinking, creativity, collaboration, and learning independence. The study produces a practical model of curriculum implementation that is flexible, student-centered, and responsive to contemporary educational dynamics. The findings provide theoretical and practical contributions in developing innovative pedagogical models aligned with the spirit of learning freedom. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi Kurikulum Merdeka melalui Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) di SMPIT Al Fityan Boarding School Bogor. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, penelitian menginvestigasi strategi implementasi, dampak pedagogis, dan transformasi pengalaman belajar siswa. Metode pengumpulan data mencakup wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka melalui PjBL mampu menghasilkan transformasi fundamental dalam proses pendidikan, mengembangkan kompetensi holistik siswa meliputi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan kemandirian belajar. Penelitian menghasilkan model praktis implementasi kurikulum yang fleksibel, berpusat pada siswa, dan responsif terhadap dinamika pendidikan kontemporer. Temuan memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam pengembangan model pedagogis inovatif yang sejalan dengan semangat merdeka belajar.
KEPEMIMPINAN INOVATIF KEPALA SEKOLAH BERBASIS MORAL DALAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Amri, Alwin; Suhardi, Muhamad
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i2.4757

Abstract

ABSTRACT Principal leadership is very important in improving the quality of education, because they are responsible for management that affects the learning process. The success of education depends on the principal's ability to manage the school and understand their duties. This study aims to examine the implementation of moral-based innovative leadership by the school principal in the development of learning at SMAN 1 Gangga. The study uses a qualitative method with a case study approach to gain in-depth insights into the principal's role in creating an innovative learning environment based on strong moral values. Data were collected through in-depth interviews with the principal, teachers, and students, as well as direct field observations. The results of the study show that leadership innovations, such as technology-based learning and projects, significantly improve the quality of education, with systematic and integrated planning involving all components of the school, as well as implementation and supervision that focuses on identifying weaknesses and strengths and instilling creativity in students. The principal's innovations at SMAN 1 Gangga, such as technology-based learning and projects, have improved the quality of education. Innovation planning that involves all components of the school and includes moral values, as well as collaborative and supervised implementation, ensures better achievement of educational goals. ABSTRAK Kepemimpinan kepala sekolah sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, karena mereka bertanggung jawab atas manajemen yang memengaruhi proses pembelajaran. Keberhasilan pendidikan bergantung pada kemampuan kepala sekolah dalam mengelola sekolah dan memahami tugas-tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan kepemimpinan inovatif berbasis moral oleh kepala sekolah dalam pengembangan pembelajaran di SMAN 1 Gangga. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggali wawasan mendalam mengenai peran kepala sekolah dalam menciptakan suasana pembelajaran yang inovatif dan berbasis pada nilai moral yang kuat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi kepemimpinan, seperti pembelajaran berbasis teknologi dan proyek, secara signifikan meningkatkan kualitas pendidikan, dengan perencanaan yang sistematis dan terintegrasi melibatkan semua komponen sekolah, serta pelaksanaan dan pengawasan yang fokus pada identifikasi kelemahan dan kekuatan serta menanamkan kreativitas pada siswa. Inovasi kepala sekolah di SMAN 1 Gangga, seperti pembelajaran berbasis teknologi dan proyek, telah meningkatkan kualitas pendidikan. Perencanaan inovasi yang melibatkan semua komponen sekolah dan memasukkan nilai moral, serta pelaksanaan yang kolaboratif dan terawasi, memastikan pencapaian tujuan pendidikan yang lebih baik.
PENGARUH GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) TERHADAP MINAT BACA SISWA DI MADRASAH ALIYAH RMB Mawih, Mawih
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i2.4955

Abstract

ABSTRACT Strong reading interest is essential to improve literacy, but technological advances tend to make students choose instant methods, thus weakening reading habits. Therefore, cultivating reading interest through regular reading habits is an important step in this digital era. This study aims to analyze the influence of the School Literacy Program on the increase in students' reading interest at Madrasah Aliyah RMB Cibitung. The data used are primary data obtained through a questionnaire composed of closed-ended questions using a Google Form link with a semantic differential scale from 1-10, where a scale of 1-2 means very poor and 9-10 means very good.The type of research is quantitative with an associative causal approach, using a sample of 112 students from a population of 265 students. The analysis method employs Structural Equation Modelling (SEM) and regression analysis using the AMOS version 22 computer apps.The research results show that the school literacy movement has a positive impact on students' reading interest.The motivation indicators from parents, teachers, and homeroom teachers have the greatest influence in shaping the School Literacy Program compared to the indicator of complete library facilities.Thus, if the foundation can facilitate a good library according to or even exceeding the standards of the Ministry of Education and Culture, the influence of the School Literacy Program on students' reading interest at Madrasah Aliyah RMB Cibitung can increase. ABSTRAK Minat baca yang kuat sangat penting untuk meningkatkan literasi, namun kemajuan teknologi cenderung membuat siswa memilih cara instan sehingga melemahkan kebiasaan membaca. Oleh karena itu, menumbuhkan minat baca melalui kebiasaan membaca rutin menjadi langkah penting di era digital ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gerakan literasi sekolah (GLS) terhadap peningkatan minat baca siswa di Madrasah Aliyah RMB Cibitung. Data yang digunakan adalah data primer diperoleh melalui kuesioner yang disusun dengan pertanyaan tertutup menggunakan link google form dengan menggunakan skala semantic differential dari 1-10, yang artinya skala 1-2 adalah sangat buruk sedang 9-10 adalah sangat baik sekali. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan assosiatif kausal, sampel yang digunakan berjumlah 112 siswa dari jumlah populasi 265 siswa, metode analisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dan analisa regresi menggunakan program komputer AMOS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan, gerakan literasi sekolah berpengaruh positif terhadap minat baca siswa. Indikator motivasi dari orang tua, guru dan wali kelas memiliki pengaruh terbesar dalam membentuk gerakan literasi sekolah (GLS) bila dibandingkan dengan indikator fasilitas perpustakaan yang lengkap. Dengan demikian, jika yayasan dapat memfasilitasi perpustakaan yang baik sesuai standar Kemendiknas bahkan lebih, maka pengaruh gerakan literasi sekolah (GLS) terhadap minat baca siswa di Madrasah Aliyah RMB Cibitung dapat meningkat.