cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 286 Documents
PROGRAM ANTI PERUNDUNGAN SEBAGAI UPAYA MENCEGAH DAN MENURUNKAN PERILAKU PERUNDUNGAN DI SEKOLAH MENENGAH : STUDI LITERATUR Anekasari, Rani Nur; Utami, Margaretha Sih Setija; Utami, Cicilia Tanti
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9208

Abstract

Bullying in secondary schools remains a critical issue affecting students’ psychological well-being and the overall school climate. Various anti-bullying programs have been implemented in Indonesia; however, their forms, implementation patterns, and effectiveness vary considerably. This study aims to examine the forms and characteristics of anti-bullying programs in secondary schools, analyze their implementation and effectiveness, and identify factors that support or hinder program success. This study employed a narrative literature review approach. Articles were retrieved from Google Scholar and Portal Garuda databases published between 2020 and 2025. Out of 105 identified articles, nine studies were selected based on topic relevance, secondary school context, and clarity of program description and outcomes. The findings indicate that anti-bullying programs in secondary schools include student-based programs, guidance and counseling-based interventions, character education initiatives, and school-based programs supported by formal prevention teams (TPPK). Overall, these programs were effective in reducing bullying behavior and improving students’ empathy. Nevertheless, program effectiveness largely depends on school leadership commitment, active involvement of school members, collaboration with external stakeholders, and continuous monitoring and evaluation. Major barriers include underreporting of bullying cases, limited resources, and inconsistent program implementation. ABSTRAK Perundungan di sekolah menengah masih menjadi permasalahan yang berdampak pada kesejahteraan psikologis siswa dan iklim sekolah. Berbagai program anti perundungan telah diterapkan di Indonesia, namun bentuk, pola implementasi, dan tingkat efektivitasnya menunjukkan hasil yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bentuk dan karakteristik program anti perundungan di sekolah menengah, menganalisis pola implementasi dan efektivitas program, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan narrative literature review. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dan Portal Garuda pada rentang tahun 2020–2025. Dari 105 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 9 artikel dipilih berdasarkan kriteria relevansi topik, konteks sekolah menengah, serta kejelasan deskripsi program dan hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa program anti perundungan di sekolah menengah terdiri atas program berbasis siswa, guru bimbingan dan konseling, pendidikan karakter, serta program berbasis kebijakan sekolah melalui pembentukan TPPK. Secara umum, program-program tersebut efektif dalam menurunkan perilaku perundungan dan meningkatkan empati siswa. Namun, efektivitas program sangat dipengaruhi oleh komitmen sekolah, keterlibatan seluruh warga sekolah, kolaborasi dengan pihak eksternal, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Hambatan utama meliputi rendahnya pelaporan kasus, keterbatasan sumber daya, dan inkonsistensi implementasi program.  
KEEFEKTIFAN MODEL SSCS DITINJAU DARI PENALARAN MATEMATIS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP Satriawan, Rody; Abdullah, Abdullah; Basirun, Basirun
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9209

Abstract

The purpose of this study is to describe the effectiveness of teaching with the teaching model search, solve, create, and share (SSCS) regarding students’ achievement and mathematics learning motivation.This research was quasi-experimental with the non-equivalent control group design. The population was all students of class VIII SMP Muhammadiyah Banguntapan consisting of five classes. The sample taken at random consisted of two classes: classes VIII-D dan VIII-E. Class VIII-D was taught by using the model conventional, while class VIII-E was taught by using the SSCS teaching model. The data were analyzed by using a multivariate test Hotelling’s T2, MANOVA test. Each analysis regarding at the significance level of 5%. The results of the study show that: (1) the SSCS model is effective in terms of mathematical reasoning and learning motivation, while the conventional model is not effective in terms of student achievement and learning motivation; and (2) there is a difference in effectiveness between the SSCS model and the conventional model in terms of mathematical reasoning and learning motivation. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keefektifan model SSCS ditinjau dari penalaran matematis dan motivasi belajar siswa, dan (2) mengetahui apakah terdapat perbedaan keefektifan antara model SSCS dan model konvensional ditinjau dari penalaran matematis dan motivasi belajar siswa setelah diberikan perlakuan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain kontrol grup non-ekuivalen. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Banguntapan yang terdiri dari lima kelas. Sampel penelitian diambil dua kelas secara acak, yaitu terambil kelas VIII-D dan VIII-E. Kelas VIII-E diberikan perlakuan model SSCS, sedangkan kelas VIII-D diberikan berupa model konvensional. Kriteria Uji hipotesis yang digunakan yaitu data dianalisis secara multivariat menggunakan uji T2 Hotteling’s. Instrumen penelitian terdiri dari tes penalaran matematis dan angket motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model SSCS efektif ditinjau dari penalaran matematis dan motivasi belajar siswa, sedangkan model konvensional tidak efektif ditinjau dari penalaran matematis dan motivasi belajar siswa; dan (2) terdapat perbedaan keefektifan antara model SSCS dan model konvensional ditinjau dari penalaran matematis, dan motivasi belajar siswa.
ANALISIS KESULITAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL BARISAN DAN DERET GEOMETRI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Isnaini, Ade Nur; Mahardika, Arsyi Pramudya; Aditya, Bagas; Napis, Napis
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9210

Abstract

This study aims to determine the difficulties students experience in working on problems on geometric sequences and series. The type of research used is descriptive qualitative. The subjects studied were 10 students of class X-5 SMA Putra Bangsa, Depok City, based on the results of daily tests that were below the Minimum Completion Minimum (KKM). The test was given as many as 5 essay questions in the form of stories. The results of the study showed that the causes of difficulties experienced by students in solving geometric sequences and series problems included: 1) difficulties in distinguishing geometric sequences and series problems, 2) difficulties in understanding the intended problem and difficulties in translating it into mathematical sentences, 3) difficulties in solving problems related to geometric sequences and series material, sometimes students are confused by the questions asked in the problem, 4) students' difficulties when answering questions and entering formulas. This is as from the analysis it is known that the highest percentage of students' difficulties in solving story problems on geometric sequences and series reaches 71%. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan siswa dalam mengerjakan soal pada materi barisan dan deret geometri. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuallitatif. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas X-5 SMA Putra Bangsa Kota Depok sebanyak 10 siswa berdasarkan pada hasil ulangan harian yang berada dibawah KKM. Tes diberikan sebanyak 5 butir soal  essay berbentuk cerita. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal barisan dan deret geometri diantaranya: 1) kesulitan dalam membedakan soal barisan dan deret geometri, 2) kesulitan memahami soal yang di maksud dan kesulitan dalam menerjemahkan kedalam kalimat matematika, 3) kesulitan dalam menyelesaikan soal berkaitan dengan materi barisan dan deret geometri terkadang siswa  terkecoh dengan pertanyaan yang ditanyakan pada soal, 4) kesulitan siswa pada saat menjawab soal dan memasukan rumus. Hal ini sebagaimana dari analisis diketahui bahwa presentase tertinggi kesulitan siswa dalam melakukan penyelesaiann soal cerita pada barisan dan deret geometri mencapai 71% .
EVALUASI KEMAMPUAN MENULIS ARTIKEL ILMIAH POPULER SISWA DITINJAU DARI PENGUASAAN KOSAKATA Kurniawati, Heni; Kuntoro, Kuntoro
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9211

Abstract

This study aims to examine the relationship between vocabulary mastery and the ability to write popular scientific articles among eighth-grade students of SMP Negeri 5 Cilacap. A quantitative correlational method was employed, with total sampling involving 32 students. Data were collected using a multiple-choice vocabulary test and a writing rubric to assess writing performance. Normality and homogeneity tests were conducted prior to Spearman’s rho correlation analysis. The results revealed a very weak positive correlation between vocabulary mastery and writing ability (ρ = 0.233), but the relationship was not statistically significant (p = 0.199). These findings suggest that vocabulary mastery alone does not determine writing success. Writing popular scientific articles requires an integrative instructional approach that combines linguistic, cognitive, and rhetorical skills. This study contributes to the development of contextual and comprehensive writing instruction at the junior secondary level. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penguasaan kosakata dan kemampuan menulis artikel ilmiah populer pada siswa kelas VIII H SMP Negeri 5 Cilacap. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik total sampling yang melibatkan 32 siswa. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda untuk mengukur penguasaan kosakata dan rubrik penilaian tulisan untuk menilai kemampuan menulis. Uji normalitas dan homogenitas dilakukan terlebih dahulu sebelum analisis korelasi menggunakan Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif sangat lemah (low positive correlation) antara penguasaan kosakata dengan kemampuan menulis artikel ilmiah populer (ρ = 0,233), namun tidak signifikan secara statistik (p = 0,199). Temuan ini menunjukkan bahwa penguasaan kosakata bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan menulis. Kemampuan menulis artikel ilmiah populer membutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih integratif, mencakup aspek linguistik, kognitif, dan retoris. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam merancang pembelajaran menulis yang menyeluruh dan kontekstual di tingkat SMP.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU LEMBAGA PENDIDIKAN (STUDI DESKRIPTIF DI MTS YAYASAN PENDIDIKAN IBADAH TEBING SYAHBANDAR) Rambe, Mirza Syahdat; Rahma, Alya Nazwa Nursyifa; Damanik, Imelda; Nabilah, Husna; Desmayani, Kusria
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9212

Abstract

In an educational institution the principal has a very important role in determining the back and forth of an educational institution because the principal is one of the components of education that has the most role in improving the quality of education and is directly responsible for education management which is directly related to all processes in a school. The principal has a big role in the process of improving the management of educational institutions, one of which is the principal as the top leader who has the right to make decisions and gives authority to teachers and all school members, the principal also supervises and monitors all matters relating to the school in particular and educational institutions in general. The purpose of this research was to determine the role of the principal in the quality management of educational institutions MTS Yayasan Pendidikan Ibadah Tebing Syahbandar. The research that the authors do is included in the type of qualitative research. In collecting data, the author uses the method of observation, interviews, and documentation. From the research results, the data are collected and analyzed, then the data is reduced, then the data is presented in descriptive form and drawing conclusions. The results showed that the role of the principal in the management of quality improvement of educational institutions at MTS Yayasan Pendidikan Ibadah Tebing Syahandar is realized in the form of activities related to program achievement and school policy.  ABSTRAK Dalam suatu lembaga pendidikan kepalasekolah memiliki peran yang sangat menetukan maju mundurnya suatu lembaga pendidikan karena kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan bertanggung jawab atas manajemen pendidikan secara langsung yang berkaitan dengan semua proses yang ada di suatusekolah. Kepala sekolah memiliki peran yang besar dalam proses peningkatan manajemen lembaga pendidikan, salah satunya yaitu kepala sekolah sebagai puncak pimpinan yang berhak mengambil keputusan dan memberikan wewenang untuk para guru, semua warga sekolah, kepala sekolah juga melakukan pengawasan dan monitoring terhadap semua hal yang berkaitan dengan sekolah pada khususnya, lembaga pendidikan pada umumnya. Tujuan dilakukannya penelitian ini, untuk mengetahui Peran Kepala Sekolah dalam Manajemen Mutu Lembaga Pendidikan di MTS Yayasan Pendidikan IbadahTebing Syahbandar. Penelitian yang penulis lakukan adalah termasuk kedalam jenis penelitian kualitatif. Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan metode observasi, wawancara. Dari hasil penelitian kemudian data dikumpulkan dan dianalisis, kemudian data tersebut direduksi, selanjutnya data tersebut disajikan dalam bentuk deskriptif dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran Kepala Sekolah dalam Manajemen Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan di sekolah MTS Yayasan Pendidikan Ibadah Tebing Syahbandar direalisasikan dalam bentuk kegiatan kaitannya dengan ketercapaian program serta kebijakan sekolah.  
PEMANFAATAN APLIKASI PADLET DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL DI SMP NEGERI 4 KOTA TANGERANG SELATAN Purnaningsih, Pari
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9213

Abstract

The development of digital technology has encouraged educators to integrate technology-based learning media into the teaching and learning process, including in English language learning. One digital application that can be utilized is Padlet, an online collaborative platform that allows students to interact, share ideas, and present their learning outcomes visually and interactively. This study aims to describe the use of the Padlet application in digital technology-based English language learning at SMP Negeri 4 Kota Tangerang Selatan. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The research subjects consisted of English teachers and eighth-grade students. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The results show that the use of Padlet can increase student engagement, encourage collaborative learning, and create a more interactive and interesting learning atmosphere. In addition, Padlet helps teachers manage digital learning more effectively. Thus, the Padlet application can be an effective alternative digital learning medium in English learning at the junior high school level. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong pendidik untuk mengintegrasikan media pembelajaran berbasis teknologi dalam proses belajar mengajar, termasuk pada pembelajaran Bahasa Inggris. Salah satu aplikasi digital yang dapat dimanfaatkan adalah Padlet, sebuah platform kolaboratif berbasis daring yang memungkinkan siswa berinteraksi, berbagi ide, dan menyajikan hasil belajar secara visual dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan aplikasi Padlet dalam pembelajaran Bahasa Inggris berbasis teknologi digital di SMP Negeri 4 Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru Bahasa Inggris dan siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Padlet mampu meningkatkan keterlibatan siswa, mendorong pembelajaran kolaboratif, serta menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menarik. Selain itu, Padlet membantu guru dalam mengelola pembelajaran digital secara lebih efektif. Dengan demikian, aplikasi Padlet dapat menjadi alternatif media pembelajaran digital yang efektif dalam pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SMP.  
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN PRESTASI AKADEMIK SISWA SMA KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN Setiani, Rafa Ghiyats Fitri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.7528

Abstract

ABSTRACT Academic achievement at the secondary school level is influenced by various interacting factors, including psychological aspects such as self-concept. Academic self-concept plays a role in shaping how students evaluate their abilities and learning potential, which in turn can affect their academic performance. This study aimed to examine the relationship between self-concept and academic achievement among eleventh-grade students at SMA Negeri 2 Rangkasbitung. The research employed a quantitative approach with a correlational design. A total of 198 students were randomly selected from a population of 393 students. Self-concept data were collected using the Tennessee Self Concept Scale, Second Edition (TSCS-2), while academic achievement was measured based on the students’ average report card scores for the first semester of the 2024/2025 academic year. Data were analyzed using Pearson’s correlation test. The findings revealed a positive and statistically significant relationship between self-concept and academic achievement (r = 0.156; p = 0.028), although the strength of the correlation was low. These results indicate that self-concept contributes to academic performance, but not as a dominant factor. This study provides empirical evidence in the context of Indonesian secondary school students that improving academic achievement requires a comprehensive approach that integrates psychological reinforcement, learning motivation, and supportive school environments. ABSTRAK Prestasi akademik pada jenjang sekolah menengah dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi, termasuk aspek psikologis seperti konsep diri. Konsep diri akademik berperan dalam membentuk cara siswa menilai kemampuan dan potensi belajarnya, yang pada akhirnya dapat memengaruhi capaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara konsep diri dan prestasi akademik siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Rangkasbitung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 198 siswa yang dipilih secara acak dari populasi 393 siswa. Data konsep diri diperoleh melalui Tennessee Self Concept Scale versi dua (TSCS-2), sedangkan prestasi akademik diukur menggunakan nilai rata-rata rapor semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Analisis dilakukan dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dan prestasi akademik (r = 0,156; p = 0,028), dengan kekuatan hubungan tergolong rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa konsep diri berkontribusi terhadap capaian akademik, meskipun bukan sebagai faktor dominan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam konteks siswa sekolah menengah di Indonesia bahwa peningkatan prestasi belajar perlu dilakukan melalui pendekatan yang komprehensif dengan memadukan penguatan aspek psikologis, motivasional, dan dukungan lingkungan sekolah.
INOVASI ALAT PERAGA FISIKA BERBAHAN LIMBAH UNTUK MEMBANGUN KEMAMPUAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI PADA PEMBELAJARAN FISIKA Parihin, Parihin; Almaoula, Anas Younis Abd; Zaidi, Zulfitria
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9231

Abstract

ABSTRACT Various challenges are still encountered in physics learning at the senior high school level, particularly related to students’ low conceptual understanding and higher order thinking skills (Higher Order Thinking Skills/HOTS). This condition highlights the need for instructional innovations that are able to provide more contextual and meaningful learning experiences for students. This study aims to develop and implement an instructional medium in the form of an interactive physics teaching aid simulation based on waste materials, integrated with the Problem Based Learning (PBL) model and the Teaching at the Right Level (TaRL) approach. The research was conducted using the Classroom Action Research (CAR) method at SMAN 2 Gunungputri Bogor, involving eleventh-grade students as the research subjects. The research process was carried out through several cycles consisting of planning, action implementation, observation, and reflection stages.The findings indicate that the use of innovative instructional media based on waste materials contributes to improving students’ conceptual understanding while also fostering the development of higher order thinking skills through contextual problem-solving activities. The implementation of the PBL model combined with the TaRL approach allows learning to be tailored to students’ ability levels, thereby providing more meaningful learning experiences. Thus, it can be concluded that physics instructional media innovations based on waste materials, integrated with PBL and TaRL, are effective in enhancing students’ conceptual understanding and HOTS in senior high school physics learning. ABSTRAK Berbagai permasalahan masih ditemukan dalam pembelajaran fisika di tingkat SMA, khususnya terkait rendahnya pemahaman konsep dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) siswa. Situasi ini menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serta menerapkan media ajar berupa simulasi alat peraga fisika interaktif berbasis bahan limbah yang dipadukan dengan model Problem Based Learning (PBL) dan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL). Penelitian dilaksanakan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di SMAN 2 Gunungputri Bogor dengan melibatkan siswa kelas XI sebagai subjek penelitian. Proses penelitian dilakukan melalui beberapa siklus yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media ajar inovatif berbasis bahan limbah berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman konseptual siswa sekaligus mendorong pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui aktivitas pemecahan masalah kontekstual. Penerapan model PBL yang dikombinasikan dengan pendekatan TaRL memungkinkan pembelajaran berlangsung sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa inovasi media ajar fisika berbasis bahan limbah yang terintegrasi dengan PBL dan TaRL efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan HOTS siswa pada pembelajaran fisika di SMA.
PERBEDAAN MOTIVASI DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DAN TWO STAY TWO STRAY Khani, Nazri Maulana; Harahap, Wardyatul Fuady; Septian, Rizky
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9296

Abstract

ABSTRACT This study investigates differences in students’ learning motivation and critical thinking skills arising from the implementation of the Team Assisted Individualization (TAI) and Two Stay Two Stray (TSTS) cooperative learning models in mathematics instruction. The study is grounded in the need to strengthen learning motivation and critical thinking skills as essential components of 21st-century higher-order thinking competencies. A quantitative approach with a quasi-experimental design was employed, in which learning outcomes were measured through post-tests administered to two experimental groups. The participants consisted of 70 eleventh-grade students of MAS PAB 2 Helvetia, selected from a population of 106 students using cluster random sampling. One group received instruction using the TAI model, while the other was taught using the TSTS model. Data were collected through a validated critical thinking skills test and a mathematics learning motivation questionnaire. Statistical analysis was conducted using an independent samples t-test after the assumptions of normality and homogeneity were met at a significance level of α = 0.05. The findings reveal significant differences in students’ learning motivation and critical thinking skills on sequences and series topics, indicating that variations in cooperative learning models influence the quality of mathematics learning processes and outcomes. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji perbedaan motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa yang muncul akibat penerapan model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) dan Two Stay Two Stray (TSTS) dalam pembelajaran matematika. Kajian ini didasarkan pada kebutuhan untuk memperkuat motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis sebagai bagian dari keterampilan berpikir tingkat tinggi yang esensial pada abad ke-21. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, di mana pengukuran hasil belajar dilakukan melalui pemberian postes pada dua kelompok eksperimen. Subjek penelitian melibatkan 70 siswa kelas XI MAS PAB 2 Helvetia yang dipilih dari populasi sebanyak 106 siswa menggunakan teknik cluster random sampling. Satu kelompok memperoleh pembelajaran dengan model TAI, sedangkan kelompok lainnya menggunakan model TSTS. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis dan angket motivasi belajar matematika yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji t setelah terpenuhinya asumsi normalitas dan homogenitas pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi barisan dan deret, yang mengindikasikan bahwa perbedaan karakteristik model pembelajaran kooperatif berpengaruh terhadap kualitas proses dan hasil belajar matematika.
HUBUNGAN ANTARA GAYA BELAJAR VARK DENGAN PREFERENSI MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS XII SMA NEGERI DI KOTA SINGARAJA Dewi, Ni Kadek Yun Yun Rosita; Adnyana, Putu Budi; Arnyana, Ida Bagus Putu
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9299

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the relationship between VARK learning styles and digital media preferences in biology learning, considering the limited empirical evidence linking these two variables among senior high school students. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. Data were collected using a VARK learning styles questionnaire and a digital media preference questionnaire. Data analysis was conducted descriptively using cross-tabulation and inferentially using Pearson’s Chi-Square test and the contingency coefficient (C). The results indicate that students’ learning styles vary, with the majority classified as multimodal learners, while the read/write learning style showed the lowest percentage. Students’ digital media preferences also demonstrated diversity, with most students categorized as Multimodal Digital Learners, whereas e-module showed the lowest preference level. Although students tend to be flexible in utilizing various types of digital media, each learning style group still exhibits specific tendencies in selecting media that align with their learning characteristics. Hypothesis testing revealed a significant relationship between VARK learning styles and digital media preferences (Sig. = 0.013), with a weak strength of association (C = 0.32). These findings indicate that learning styles contribute to students’ digital media preferences; however, they are not the sole determining factor in the selection of learning media. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara gaya belajar VARK dan preferensi media digital dalam pembelajaran biologi, mengingat masih terbatasnya bukti empiris yang mengaitkan kedua variabel tersebut pada konteks siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner gaya belajar VARK dan kuesioner preferensi media digital. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan tabulasi silang, serta secara inferensial menggunakan uji Pearson’s Chi-Square dan koefisien kontingensi (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar siswa bervariasi, dengan mayoritas siswa termasuk dalam kategori multimodal, sedangkan gaya belajar read/write memiliki persentase terendah. Preferensi media digital siswa juga menunjukkan keragaman, di mana sebagian besar siswa tergolong sebagai Multimodal Digital Learner, sementara media e-modul memiliki tingkat preferensi terendah. Meskipun siswa cenderung fleksibel dalam memanfaatkan berbagai jenis media digital, setiap kelompok gaya belajar tetap memperlihatkan kecenderungan tertentu dalam memilih media yang selaras dengan karakteristik belajarnya. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gaya belajar VARK dan preferensi media digital (Sig. = 0,013) dengan kekuatan hubungan yang tergolong lemah (C = 0,32). Temuan ini mengindikasikan bahwa gaya belajar berkontribusi terhadap preferensi media digital siswa, namun bukan merupakan satu-satunya faktor penentu dalam pemilihan media pembelajaran.