cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 256 Documents
PROGRAM ANTI PERUNDUNGAN SEBAGAI UPAYA MENCEGAH DAN MENURUNKAN PERILAKU PERUNDUNGAN DI SEKOLAH MENENGAH : STUDI LITERATUR Anekasari, Rani Nur; Utami, Margaretha Sih Setija; Utami, Cicilia Tanti
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9208

Abstract

Bullying in secondary schools remains a critical issue affecting students’ psychological well-being and the overall school climate. Various anti-bullying programs have been implemented in Indonesia; however, their forms, implementation patterns, and effectiveness vary considerably. This study aims to examine the forms and characteristics of anti-bullying programs in secondary schools, analyze their implementation and effectiveness, and identify factors that support or hinder program success. This study employed a narrative literature review approach. Articles were retrieved from Google Scholar and Portal Garuda databases published between 2020 and 2025. Out of 105 identified articles, nine studies were selected based on topic relevance, secondary school context, and clarity of program description and outcomes. The findings indicate that anti-bullying programs in secondary schools include student-based programs, guidance and counseling-based interventions, character education initiatives, and school-based programs supported by formal prevention teams (TPPK). Overall, these programs were effective in reducing bullying behavior and improving students’ empathy. Nevertheless, program effectiveness largely depends on school leadership commitment, active involvement of school members, collaboration with external stakeholders, and continuous monitoring and evaluation. Major barriers include underreporting of bullying cases, limited resources, and inconsistent program implementation. ABSTRAK Perundungan di sekolah menengah masih menjadi permasalahan yang berdampak pada kesejahteraan psikologis siswa dan iklim sekolah. Berbagai program anti perundungan telah diterapkan di Indonesia, namun bentuk, pola implementasi, dan tingkat efektivitasnya menunjukkan hasil yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bentuk dan karakteristik program anti perundungan di sekolah menengah, menganalisis pola implementasi dan efektivitas program, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan narrative literature review. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dan Portal Garuda pada rentang tahun 2020–2025. Dari 105 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 9 artikel dipilih berdasarkan kriteria relevansi topik, konteks sekolah menengah, serta kejelasan deskripsi program dan hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa program anti perundungan di sekolah menengah terdiri atas program berbasis siswa, guru bimbingan dan konseling, pendidikan karakter, serta program berbasis kebijakan sekolah melalui pembentukan TPPK. Secara umum, program-program tersebut efektif dalam menurunkan perilaku perundungan dan meningkatkan empati siswa. Namun, efektivitas program sangat dipengaruhi oleh komitmen sekolah, keterlibatan seluruh warga sekolah, kolaborasi dengan pihak eksternal, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Hambatan utama meliputi rendahnya pelaporan kasus, keterbatasan sumber daya, dan inkonsistensi implementasi program.  
KEEFEKTIFAN MODEL SSCS DITINJAU DARI PENALARAN MATEMATIS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP Satriawan, Rody; Abdullah, Abdullah; Basirun, Basirun
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9209

Abstract

The purpose of this study is to describe the effectiveness of teaching with the teaching model search, solve, create, and share (SSCS) regarding students’ achievement and mathematics learning motivation.This research was quasi-experimental with the non-equivalent control group design. The population was all students of class VIII SMP Muhammadiyah Banguntapan consisting of five classes. The sample taken at random consisted of two classes: classes VIII-D dan VIII-E. Class VIII-D was taught by using the model conventional, while class VIII-E was taught by using the SSCS teaching model. The data were analyzed by using a multivariate test Hotelling’s T2, MANOVA test. Each analysis regarding at the significance level of 5%. The results of the study show that: (1) the SSCS model is effective in terms of mathematical reasoning and learning motivation, while the conventional model is not effective in terms of student achievement and learning motivation; and (2) there is a difference in effectiveness between the SSCS model and the conventional model in terms of mathematical reasoning and learning motivation. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keefektifan model SSCS ditinjau dari penalaran matematis dan motivasi belajar siswa, dan (2) mengetahui apakah terdapat perbedaan keefektifan antara model SSCS dan model konvensional ditinjau dari penalaran matematis dan motivasi belajar siswa setelah diberikan perlakuan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain kontrol grup non-ekuivalen. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Banguntapan yang terdiri dari lima kelas. Sampel penelitian diambil dua kelas secara acak, yaitu terambil kelas VIII-D dan VIII-E. Kelas VIII-E diberikan perlakuan model SSCS, sedangkan kelas VIII-D diberikan berupa model konvensional. Kriteria Uji hipotesis yang digunakan yaitu data dianalisis secara multivariat menggunakan uji T2 Hotteling’s. Instrumen penelitian terdiri dari tes penalaran matematis dan angket motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model SSCS efektif ditinjau dari penalaran matematis dan motivasi belajar siswa, sedangkan model konvensional tidak efektif ditinjau dari penalaran matematis dan motivasi belajar siswa; dan (2) terdapat perbedaan keefektifan antara model SSCS dan model konvensional ditinjau dari penalaran matematis, dan motivasi belajar siswa.
ANALISIS KESULITAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL BARISAN DAN DERET GEOMETRI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Isnaini, Ade Nur; Mahardika, Arsyi Pramudya; Aditya, Bagas; Napis, Napis
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9210

Abstract

This study aims to determine the difficulties students experience in working on problems on geometric sequences and series. The type of research used is descriptive qualitative. The subjects studied were 10 students of class X-5 SMA Putra Bangsa, Depok City, based on the results of daily tests that were below the Minimum Completion Minimum (KKM). The test was given as many as 5 essay questions in the form of stories. The results of the study showed that the causes of difficulties experienced by students in solving geometric sequences and series problems included: 1) difficulties in distinguishing geometric sequences and series problems, 2) difficulties in understanding the intended problem and difficulties in translating it into mathematical sentences, 3) difficulties in solving problems related to geometric sequences and series material, sometimes students are confused by the questions asked in the problem, 4) students' difficulties when answering questions and entering formulas. This is as from the analysis it is known that the highest percentage of students' difficulties in solving story problems on geometric sequences and series reaches 71%. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan siswa dalam mengerjakan soal pada materi barisan dan deret geometri. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuallitatif. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas X-5 SMA Putra Bangsa Kota Depok sebanyak 10 siswa berdasarkan pada hasil ulangan harian yang berada dibawah KKM. Tes diberikan sebanyak 5 butir soal  essay berbentuk cerita. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal barisan dan deret geometri diantaranya: 1) kesulitan dalam membedakan soal barisan dan deret geometri, 2) kesulitan memahami soal yang di maksud dan kesulitan dalam menerjemahkan kedalam kalimat matematika, 3) kesulitan dalam menyelesaikan soal berkaitan dengan materi barisan dan deret geometri terkadang siswa  terkecoh dengan pertanyaan yang ditanyakan pada soal, 4) kesulitan siswa pada saat menjawab soal dan memasukan rumus. Hal ini sebagaimana dari analisis diketahui bahwa presentase tertinggi kesulitan siswa dalam melakukan penyelesaiann soal cerita pada barisan dan deret geometri mencapai 71% .
EVALUASI KEMAMPUAN MENULIS ARTIKEL ILMIAH POPULER SISWA DITINJAU DARI PENGUASAAN KOSAKATA Kurniawati, Heni; Kuntoro, Kuntoro
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9211

Abstract

This study aims to examine the relationship between vocabulary mastery and the ability to write popular scientific articles among eighth-grade students of SMP Negeri 5 Cilacap. A quantitative correlational method was employed, with total sampling involving 32 students. Data were collected using a multiple-choice vocabulary test and a writing rubric to assess writing performance. Normality and homogeneity tests were conducted prior to Spearman’s rho correlation analysis. The results revealed a very weak positive correlation between vocabulary mastery and writing ability (ρ = 0.233), but the relationship was not statistically significant (p = 0.199). These findings suggest that vocabulary mastery alone does not determine writing success. Writing popular scientific articles requires an integrative instructional approach that combines linguistic, cognitive, and rhetorical skills. This study contributes to the development of contextual and comprehensive writing instruction at the junior secondary level. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penguasaan kosakata dan kemampuan menulis artikel ilmiah populer pada siswa kelas VIII H SMP Negeri 5 Cilacap. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik total sampling yang melibatkan 32 siswa. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda untuk mengukur penguasaan kosakata dan rubrik penilaian tulisan untuk menilai kemampuan menulis. Uji normalitas dan homogenitas dilakukan terlebih dahulu sebelum analisis korelasi menggunakan Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif sangat lemah (low positive correlation) antara penguasaan kosakata dengan kemampuan menulis artikel ilmiah populer (ρ = 0,233), namun tidak signifikan secara statistik (p = 0,199). Temuan ini menunjukkan bahwa penguasaan kosakata bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan menulis. Kemampuan menulis artikel ilmiah populer membutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih integratif, mencakup aspek linguistik, kognitif, dan retoris. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam merancang pembelajaran menulis yang menyeluruh dan kontekstual di tingkat SMP.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU LEMBAGA PENDIDIKAN (STUDI DESKRIPTIF DI MTS YAYASAN PENDIDIKAN IBADAH TEBING SYAHBANDAR) Rambe, Mirza Syahdat; Rahma, Alya Nazwa Nursyifa; Damanik, Imelda; Nabilah, Husna; Desmayani, Kusria
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9212

Abstract

In an educational institution the principal has a very important role in determining the back and forth of an educational institution because the principal is one of the components of education that has the most role in improving the quality of education and is directly responsible for education management which is directly related to all processes in a school. The principal has a big role in the process of improving the management of educational institutions, one of which is the principal as the top leader who has the right to make decisions and gives authority to teachers and all school members, the principal also supervises and monitors all matters relating to the school in particular and educational institutions in general. The purpose of this research was to determine the role of the principal in the quality management of educational institutions MTS Yayasan Pendidikan Ibadah Tebing Syahbandar. The research that the authors do is included in the type of qualitative research. In collecting data, the author uses the method of observation, interviews, and documentation. From the research results, the data are collected and analyzed, then the data is reduced, then the data is presented in descriptive form and drawing conclusions. The results showed that the role of the principal in the management of quality improvement of educational institutions at MTS Yayasan Pendidikan Ibadah Tebing Syahandar is realized in the form of activities related to program achievement and school policy.  ABSTRAK Dalam suatu lembaga pendidikan kepalasekolah memiliki peran yang sangat menetukan maju mundurnya suatu lembaga pendidikan karena kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan bertanggung jawab atas manajemen pendidikan secara langsung yang berkaitan dengan semua proses yang ada di suatusekolah. Kepala sekolah memiliki peran yang besar dalam proses peningkatan manajemen lembaga pendidikan, salah satunya yaitu kepala sekolah sebagai puncak pimpinan yang berhak mengambil keputusan dan memberikan wewenang untuk para guru, semua warga sekolah, kepala sekolah juga melakukan pengawasan dan monitoring terhadap semua hal yang berkaitan dengan sekolah pada khususnya, lembaga pendidikan pada umumnya. Tujuan dilakukannya penelitian ini, untuk mengetahui Peran Kepala Sekolah dalam Manajemen Mutu Lembaga Pendidikan di MTS Yayasan Pendidikan IbadahTebing Syahbandar. Penelitian yang penulis lakukan adalah termasuk kedalam jenis penelitian kualitatif. Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan metode observasi, wawancara. Dari hasil penelitian kemudian data dikumpulkan dan dianalisis, kemudian data tersebut direduksi, selanjutnya data tersebut disajikan dalam bentuk deskriptif dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran Kepala Sekolah dalam Manajemen Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan di sekolah MTS Yayasan Pendidikan Ibadah Tebing Syahbandar direalisasikan dalam bentuk kegiatan kaitannya dengan ketercapaian program serta kebijakan sekolah.  
PEMANFAATAN APLIKASI PADLET DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL DI SMP NEGERI 4 KOTA TANGERANG SELATAN Purnaningsih, Pari
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9213

Abstract

The development of digital technology has encouraged educators to integrate technology-based learning media into the teaching and learning process, including in English language learning. One digital application that can be utilized is Padlet, an online collaborative platform that allows students to interact, share ideas, and present their learning outcomes visually and interactively. This study aims to describe the use of the Padlet application in digital technology-based English language learning at SMP Negeri 4 Kota Tangerang Selatan. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The research subjects consisted of English teachers and eighth-grade students. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The results show that the use of Padlet can increase student engagement, encourage collaborative learning, and create a more interactive and interesting learning atmosphere. In addition, Padlet helps teachers manage digital learning more effectively. Thus, the Padlet application can be an effective alternative digital learning medium in English learning at the junior high school level. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong pendidik untuk mengintegrasikan media pembelajaran berbasis teknologi dalam proses belajar mengajar, termasuk pada pembelajaran Bahasa Inggris. Salah satu aplikasi digital yang dapat dimanfaatkan adalah Padlet, sebuah platform kolaboratif berbasis daring yang memungkinkan siswa berinteraksi, berbagi ide, dan menyajikan hasil belajar secara visual dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan aplikasi Padlet dalam pembelajaran Bahasa Inggris berbasis teknologi digital di SMP Negeri 4 Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru Bahasa Inggris dan siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Padlet mampu meningkatkan keterlibatan siswa, mendorong pembelajaran kolaboratif, serta menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menarik. Selain itu, Padlet membantu guru dalam mengelola pembelajaran digital secara lebih efektif. Dengan demikian, aplikasi Padlet dapat menjadi alternatif media pembelajaran digital yang efektif dalam pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SMP.