cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 758 Documents
SENSITIVITY OF CRU AND ERA5 PRECIPITATION DATASETS TO ENSO FORCINGS FOR INDONESIAN CLIMATE DURING 1970-2024 Tjipto Prastowo
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8193

Abstract

Observational precipitation datasets for countries around the globe as part of climate parameters are available in time-series acquired from ground-based and satellite-based monitoring stations. This study reports two datasets for rainfall variability in Indonesia during 1970–2024 provided by Climatic Research Unit (CRU) University of East Anglia, UK for the ground-based data and ERA5, the fifth version of European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) for the satellite-based measurements. The main aim of the study was to examine sensitivity of both datasets to climatic ENSO forcings, determining how strong El Niño and La Niña events influenced Indonesian rainfall variability. The methods in this study included accessing reliable sites for collecting and processing Indonesian precipitation datasets of different techniques and sea surface temperature data during observations. The results and corresponding discussions are summarised as follows. While El Niño and La Niña events indicate asymmetric behaviours, the ENSO forcings affect the precipitation datasets derived from two measurement techniques. Firstly, the datasets from CRU and ERA5 are coincident with years of extreme ENSO events. Secondly, despite the apparent difference in magnitude between observed rainfall intensities, the CRU and ERA5 datasets are found to be self-consistent in describing natural phenomena. Thirdly, with a higher resolution ERA5 datasets are more sensitive to the ENSO forcings than CRU datasets when applied to climatic conditions in Indonesia. ABSTRAK Data observasi presipitasi sebagai bagian dari parameter iklim untuk wilayah teritorial se dunia dapat diperoleh dari stasiun monitor di darat dan di udara. Studi ini melaporkan dua jenis data presipitasi di Indonesia antara 1970–2024 yang disediakan oleh Climatic Research Unit (CRU), University of East Anglia, UK untuk stasiun monitor di darat dan ERA5, generasi kelima dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF) untuk pengukuran satelit. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan sensitivitas kedua jenis data presipitasi terhadap pengaruh ENSO dengan cara menentukan seberapa kuat El Niño dan La Niña memengaruhi variabilitas intensitas curah hujan di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengakses laman yang kredibel untuk pengumpulan dan pemrosesan data presipitasi di Indonesia dan temperatur muka laut selama observasi berlangsung. Hasil-hasil penelitian dan pembahasan terkait adalah sebagai berikut. El Niño and La Niña menunjukkan sifat asimetrik, dimana kedua fenomena alam tersebut berpengaruh terhadap data presipitasi di Indonesia yang diperoleh dari dua teknik pengukuran. Pertama, data presipitasi CRU dan ERA5 sesuai dengan tahun-tahun kejadian ENSO ekstrem. Kedua, meskipun terdapat perbedaan signifikan antara intensitas curah hujan yang dilaporkan oleh CRU dan ERA5, data presipitasi CRU dan ERA5 bersifat self-consistent dalam mendeskripsikan fenomena alam. Ketiga, dengan tingkat resolusi yang lebih tinggi data presipitasi ERA5 terbukti lebih sensitif terhadap pengaruh ENSO ekstrem daripada data presipitasi CRU untuk kondisi iklim di Indonesia.
PERAN MAKANAN TRADISIONAL DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS BUDAYA: SUATU TINJAUAN SISTEMATIS Audrey Felicia Lie; Jessica Elena Susanto; Merryn Oktavia Sutarman; Sevilla Simon; Sri Tiatri
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8195

Abstract

ABSTRACT Traditional food is an important part of Indonesian society and culture, reflecting social and cultural values as well as cultural identity. However, modernization and lifestyle changes, including the increasing consumption of fast food, have led to a decline in societal interest in traditional food, despite its symbolic significance for national cultural identity. This study aims to examine the role of traditional food in the formation of cultural identity. The study employed a systematic review method following the PRISMA 2020 model. Data were collected through the Google Scholar database using the keywords “traditional food” and “cultural identity.” Of the 30 articles identified, only six met the inclusion criteria for analysis. The data were analyzed using thematic analysis. The findings indicate that traditional food plays an important role as a symbol of cultural identity and as a means of preserving national values in the era of globalization. The findings of this study are expected to contribute information, references, and evaluative insights regarding the role of traditional food in the development of local cultural studies. ABSTRAK Makanan tradisional merupakan bagian penting dari kehidupan dan budaya masyarakat Indonesia yang mencerminkan nilai serta identitas sosial-budaya. Namun, modernisasi dan perubahan gaya hidup, termasuk meningkatnya konsumsi makanan cepat saji, menyebabkan menurunnya minat masyarakat terhadap makanan tradisional, meskipun makanan tersebut memiliki makna simbolis bagi jati diri budaya bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran makanan tradisional dalam pembentukan identitas budaya. Metode yang digunakan yaitu metode systematic review dengan model PRISMA 2020. Data dikumpulkan melalui database Google Scholar. Pencarian data menggunakan kata kunci “makanan tradisional” dan “identitas budaya”. Dari 30 artikel yang ditemukan hanya 6 artikel yang memenuhi kriteria ke tahap analisis. Kemudian, data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan tradisional memiliki peranan penting sebagai simbol identitas budaya serta sarana dalam melestarikan nilai-nilai bangsa di tengah era globalisasi saat ini. Temuan hasil ini diharapkan dapat memberikan informasi, referensi, dan evaluasi mengenai peran makanan tradisional bagi pengembangan kajian budaya lokal.
INTEGRASI SISTEM INFORMASI KESEHATAN DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BATANGHARI PROVINSI JAMBI TAHUN 2025 Marlindawati Marlindawati; P.A. Kodrat Pramudho; Sari Yuli Andarini
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8222

Abstract

The utilization of electronic-based technology (e-government) is a key strategy for promoting effective, transparent, and accountable governance, including in the health sector. The implementation of the Electronic-Based Government System (SPBE) and health information systems plays a crucial role in producing accurate and timely data to support decision-making. This study aims to analyze challenges in the collection and management of the Integrated Recording and Reporting System of Primary Health Centers (SP2TP) at the Batanghari District Health Office, which is still conducted manually, and to formulate a more effective reporting model. A qualitative approach was employed through in-depth interviews, observations, and document reviews involving 14 informants. The findings identified five main themes: health information systems, SP2TP utilization, data integration, challenges, and solutions. Key problems included the absence of a centralized database, limited infrastructure, and insufficient human resources with information technology competencies. SWOT analysis revealed strengths in the utilization of the E-Puskesmas application and national policy support, while major constraints involved fragmented applications and budget limitations. Improvement strategies include short-term solutions using basic cloud platforms and long-term development of an integrated web- and cloud-based reporting system to enhance data integration and governance performance. ABSTRAKPemanfaatan teknologi berbasis elektronik (e-government) menjadi strategi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel, termasuk di sektor kesehatan. Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan sistem informasi kesehatan berperan krusial dalam menyediakan data yang akurat dan tepat waktu sebagai dasar pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis permasalahan pengumpulan dan pengelolaan data Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) di Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari yang masih dilakukan secara manual, serta merumuskan model pelaporan yang lebih efektif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap 14 informan. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama, yaitu sistem informasi kesehatan, pemanfaatan SP2TP, integrasi data, tantangan, dan solusi. Permasalahan utama meliputi ketiadaan basis data terpusat, keterbatasan infrastruktur, dan minimnya sumber daya manusia berkompetensi teknologi informasi. Analisis SWOT menunjukkan adanya potensi dari pemanfaatan E-Puskesmas dan dukungan kebijakan nasional, namun masih terkendala fragmentasi aplikasi dan keterbatasan anggaran. Strategi perbaikan mencakup solusi jangka pendek berbasis cloud sederhana serta pengembangan sistem pelaporan terintegrasi berbasis web dan cloud dalam jangka panjang.
MODERASI KEBIJAKSANAAN DALAM HUBUNGAN IDENTITAS DIGITAL DAN PERBANDINGAN SOSIAL PADA GENERASI Z PENGGUNA LINKEDIN Riana Sahrani; Cherry Delfina Setiawan; Callista Chandra; Ivania Rachel Harto; Raisya Anaya Putri
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8256

Abstract

ABSTRACT Digital identity is a self-representation built through online activities and has become a crucial aspect for Generation Z, who grew up amidst technological advancements. One widely used platform is LinkedIn, which functions not only to expand professional networks but also as a means of building self-image. However, exposure to other people's profiles on LinkedIn, which tend to be perceived as better and more attractive than one's own self-image, can trigger social comparison, potentially reducing an individual's psychological well-being. This study aims to examine the relationship between digital identity and social comparison among Generation Z LinkedIn users, as well as the moderating role of wisdom in this relationship. This study used a quantitative method, with 404 Generation Z LinkedIn employee participants aged 18–25 years old. The instruments used included the Digital Identity Scale to measure digital identity, the IOWA Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM) to measure social comparison, and the Brief Self-Assessed Wisdom Scale (BSAWS) to measure wisdom. Data analysis was conducted using correlation tests and multiple linear regression. The results showed that digital identity had a positive and significant effect on social comparison (? = 0.711, p < 0.001). Meanwhile, wisdom did not significantly moderate the relationship (p = 0.608). Additional findings showed significant differences in wisdom based on age and employment status, but not by gender. ABSTRAK Digital identity (identitas digital) merupakan representasi diri yang dibangun melalui aktivitas daring dan menjadi aspek penting bagi Generasi Z yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi. Salah satu platform yang banyak digunakan adalah LinkedIn, yang difungsikan bukan hanya untuk memperluas jaringan kerja profesional tetapi juga sebagai sarana pembentukan citra diri. Namun, paparan terhadap profil orang lain di media sosial LinkedIn, yang cenderung dianggap lebih baik dan menarik dibandingkan dengan citra diri sendiri, dapat memicu social comparison (perbandingan sosial) yang berpotensi menurunkan kesejahteraan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara identitas digital dan perbandingan sosial pada Generasi Z pengguna LinkedIn, serta menguji peran moderasi wisdom (kebijaksanaan) dalam hubungan tersebut. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, dengan responden 404 partisipan karyawan Generasi Z pengguna LinkedIn, berusia 18–25 tahun. Instrumen yang digunakan meliputi Digital Identity Scale untuk mengukur identitas digital, IOWA Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM) untuk mengukur perbandingan sosial, serta Brief Self-Assessed Wisdom Scale (BSAWS) untuk mengukur kebijaksanaan. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap perbandingan sosial (? = 0.711, p < 0.001). Sementara itu, kebijaksanaan tidak memoderasi hubungan tersebut secara signifikan (p = 0.608). Temuan tambahan menunjukkan perbedaan kebijaksanaan yang signifikan berdasarkan usia dan status pekerjaan, namun tidak berdasarkan jenis kelamin.
TRANSFORMASI DIGITAL DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN: PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI PADA UMKM Hardini Ariningrum; Repa Anty Dwi Lisa; Septi Kurniawati; Silva Nadia
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8260

Abstract

ABSTRACT Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in supporting the national economy; however, many still encounter challenges related to inefficient and insufficiently transparent financial management practices. The acceleration of digital transformation has encouraged MSMEs to adopt information technology–based accounting systems as a means of improving the quality of financial reporting and ensuring business sustainability. Nevertheless, limitations in digital literacy, human resources, and access to technology have resulted in suboptimal utilization of digital accounting systems among MSMEs. This study aims to analyze the implementation of digital accounting information systems in MSMEs by examining the benefits gained as well as the challenges encountered during the adoption process. The research employs a systematic literature review of relevant scholarly journal articles, using a narrative synthesis approach to identify key patterns related to digital-based financial management in MSMEs. The findings indicate that the adoption of digital accounting systems contributes to greater efficiency in transaction recording, improved accuracy of financial statements, and enhanced financial transparency, which collectively support more effective business decision-making. However, implementation remains constrained by limited technological understanding, initial investment costs, and insufficient training. This study concludes that digital accounting systems hold significant potential for improving the quality of financial management in MSMEs, yet successful implementation requires continuous training, structured assistance, and more equitable access to technology. ABSTRAK Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian nasional, namun masih dihadapkan pada permasalahan pengelolaan keuangan yang belum efisien dan kurang transparan. Perkembangan transformasi digital mendorong UMKM untuk mengadopsi sistem akuntansi berbasis teknologi informasi sebagai upaya meningkatkan kualitas laporan keuangan dan keberlanjutan usaha. Kendati demikian, keterbatasan literasi digital, sumber daya manusia, serta akses teknologi menyebabkan pemanfaatan sistem akuntansi digital belum optimal di kalangan UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem informasi akuntansi digital pada UMKM dengan menelaah manfaat yang dihasilkan serta hambatan yang dihadapi dalam proses implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap artikel jurnal ilmiah yang relevan, dengan pendekatan sintesis naratif untuk mengidentifikasi pola temuan utama terkait pengelolaan keuangan UMKM berbasis digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan sistem akuntansi digital berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi pencatatan transaksi, akurasi laporan keuangan, serta transparansi informasi keuangan yang mendukung pengambilan keputusan usaha secara lebih tepat. Namun demikian, implementasi sistem tersebut masih menghadapi kendala berupa rendahnya pemahaman teknologi, biaya investasi awal, dan keterbatasan pelatihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem akuntansi digital memiliki potensi signifikan dalam memperbaiki kualitas pengelolaan keuangan UMKM, tetapi keberhasilan penerapannya memerlukan dukungan pelatihan berkelanjutan, pendampingan, serta pemerataan akses teknologi.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA Sabrina Bukhori; Mustaqim Setyo Ariyanto
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8272

Abstract

Students often face various academic and non-academic demands that have the potential to trigger stress and reduce their subjective well-being or life satisfaction. Although emotional intelligence theoretically plays an important role in managing psychological stress, specific research on its dynamics in Psychology students at Aisyiyah University Yogyakarta still needs to be explored further. This study aims to empirically examine the relationship between emotional intelligence and subjective well-being in active students in their third, fifth, and seventh semesters. Using a quantitative approach with a correlational design, the study involved 112 respondents selected through cluster random sampling. Data were collected using an online questionnaire based on Goleman's emotional intelligence dimensions and Diener's well-being aspects, then analyzed using the Pearson Product Moment correlation test. The analysis showed a correlation coefficient (r) of 0.964 with a significance level of 0.000, indicating a very strong and significant positive relationship between the two variables. These findings conclude that the greater a student's ability to recognize and manage their emotions, the higher their perceived level of subjective well-being. Therefore, integrating emotional intelligence development into the academic environment is highly recommended to support student mental health. ABSTRAK Mahasiswa kerap menghadapi berbagai tuntutan akademik dan nonakademik yang berpotensi memicu stres serta menurunkan subjective well-being atau kepuasan hidup mereka. Meskipun kecerdasan emosi secara teoritis berperan penting dalam mengelola tekanan psikologis, penelitian spesifik mengenai dinamikanya pada mahasiswa Psikologi Universitas Aisyiyah Yogyakarta masih perlu digali lebih dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara kecerdasan emosi dengan subjective well-being pada mahasiswa aktif semester 3, 5, dan 7. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, penelitian melibatkan 112 responden yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring berbasis dimensi kecerdasan emosi Goleman dan aspek kesejahteraan Diener, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,964 dengan signifikansi 0,000, yang mengindikasikan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara kedua variabel. Temuan ini menyimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan mahasiswa dalam mengenali dan mengelola emosinya, semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan subjektif yang dirasakan. Oleh karena itu, integrasi pengembangan kecerdasan emosi dalam lingkungan akademik sangat direkomendasikan untuk mendukung kesehatan mental mahasiswa.  
IDEOLOGI DALAM MAJALAH ANAK DIGITAL Muhammad Shohiburrida
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8306

Abstract

Digital children's magazines have now transformed into strategic socialization agents that not only entertain but also instill certain values ??and ideologies to shape children's social cognition and character. This study aims to deconstruct the ideological content of Bobo Digital magazine, focusing on identifying the ideas constructed, the mechanisms of representation, and the discursive strategies used to influence readers. Using a critical qualitative paradigm through Teun A. Van Dijk's Critical Discourse Analysis model, this study examines textual and visual data from the fiction and nonfiction sections throughout the 2020 edition. The findings indicate that the magazine consistently champions the ideology of multiculturalism, environmental conservation, health awareness (COVID-19), and social ethics. Operationally, this ideology is manifested through techniques of representation of reality and misrepresentation (such as marginalizing negative behavior) to assert moral boundaries. Discursive strategies are systematically implemented through macrostructure (thematic), superstructure (schematic), and microstructure (semantic, syntactic, stylistic, and rhetorical). It is concluded that Bobo Digital acts as a subtle instrument of hegemony that directs children's thinking patterns to align with the norms and expectations of the adult world. ABSTRAK Majalah anak digital kini bertransformasi menjadi agen sosialisasi strategis yang tidak sekadar menghibur, tetapi juga menanamkan nilai dan ideologi tertentu guna membentuk kognisi sosial serta karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi muatan ideologis dalam majalah Bobo Digital, dengan fokus pada identifikasi gagasan yang dibangun, mekanisme representasi, serta strategi diskursif yang digunakan untuk memengaruhi pembaca. Menggunakan paradigma kualitatif kritis melalui pisau bedah Analisis Wacana Kritis model Teun A. Van Dijk , penelitian ini mengkaji data tekstual dan visual dari rubrik fiksi serta nonfiksi sepanjang edisi tahun 2020. Temuan menunjukkan bahwa majalah ini secara konsisten memperjuangkan ideologi multikulturalisme, pelestarian lingkungan, kesadaran kesehatan (Covid-19), serta etika sosial. Secara operasional, ideologi tersebut dimanifestasikan melalui teknik representasi realitas dan misrepresentasi (seperti marginalisasi perilaku negatif) untuk menegaskan batasan moral. Strategi pewacanaan diterapkan secara sistematis melalui elemen makrostruktur (tematik), superstruktur (skematik), dan mikrostruktur (semantik, sintaksis, stilistik, retoris). Disimpulkan bahwa Bobo Digital berperan sebagai instrumen hegemoni halus yang mengarahkan pola pikir anak agar selaras dengan norma dan ekspektasi dunia orang dewasa.  
TREN DAN PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN SEKTOR TEKSTIL DAN GARMEN BEI SEBELUM, KETIKA, DAN SESUDAH COVID-19 Suwirto K. Pegu; Selvi Selvi; Lanto Miriatin Amali
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8364

Abstract

ABSTRACT The textile and garment industry is one of the manufacturing sectors most severely affected by the global economic crisis caused by the Covid 19 pandemic, as reflected in a significant decline in financial performance. This study aims to analyze the comparative financial performance of textile and garment subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange before, during, and after the Covid 19 pandemic. Financial performance is measured using Working Capital to Total Assets (WCTA), Debt to Equity Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO), and Operating Profit Margin (OPM). This study employs a quantitative descriptive comparative approach using secondary data in the form of companies annual financial statements for the 2018 to 2023 period. The results indicate that the Covid 19 pandemic had a significant impact on the decline in liquidity, asset efficiency, and profitability, as evidenced by decreases in WCTA and TATO and an increase in DER during the pandemic period, while OPM showed fluctuations reflecting instability in operating profit. In the post pandemic period, several companies began to show signs of performance improvement, although the recovery was not evenly distributed across the subsector. Overall, this study confirms that the impact of the pandemic on the financial performance of textile and garment companies is heterogeneous and strongly influenced by firms ability to manage capital structure and adapt to changing market conditions. ABSTRAK Industri tekstil dan garmen merupakan salah satu sektor manufaktur yang paling terdampak oleh krisis ekonomi global akibat pandemi Covid 19, yang tercermin dari penurunan kinerja keuangan secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja keuangan perusahaan subsektor tekstil dan garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebelum, selama, dan setelah pandemi Covid 19. Kinerja keuangan diukur menggunakan rasio Working Capital to Total Assets (WCTA), Debt to Equity Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO), dan Operating Profit Margin (OPM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif komparatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan periode 2018 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi Covid 19 berdampak signifikan terhadap penurunan likuiditas, efisiensi aset, dan profitabilitas perusahaan, yang ditandai oleh penurunan WCTA dan TATO serta peningkatan DER selama periode pandemi, sementara OPM menunjukkan fluktuasi yang mencerminkan ketidakstabilan laba operasional. Pasca pandemi, sebagian perusahaan mulai menunjukkan perbaikan kinerja, namun pemulihan belum merata di seluruh subsektor. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa dampak pandemi terhadap kinerja keuangan perusahaan tekstil dan garmen bersifat heterogen dan sangat dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam mengelola struktur modal serta beradaptasi terhadap perubahan kondisi pasar.
PERAN WEARABLE DEVICES DALAM PEMANTAUAN TANDA VITAL IBU HAMIL UNTUK DETEKSI DINI KOMPLIKASI KEHAMILAN : SYSTEMATIC REVIEW Diyas Windarena; Dwi Ardani Rochmaniah; Anita Dewi Anggraini
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8419

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Integrated Recording and Reporting System of Community Health Centers (SP2TP) at the Batanghari District Health Office, with particular emphasis on data management and system integration. The availability of accurate, timely, and integrated data is a fundamental requirement for supporting evidence-based decision-making in the health sector. However, preliminary findings indicate that SP2TP reporting at the district level remains largely manual, despite the adoption of digital applications such as E-Puskesmas at the primary healthcare level. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and document review. Data analysis followed an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that manual reporting mechanisms lead to delays, data inconsistencies, duplicated workloads, and limited utilization of health data for timely program evaluation. The absence of a centralized database and limited system interoperability between Community Health Centers and the District Health Office further exacerbate data fragmentation. To address these challenges, this study proposes an integrated SP2TP reporting model supported by a centralized database, real-time dashboards, automated data validation, and integration with E-Puskesmas. The implementation of this model is expected to significantly improve reporting efficiency and data quality. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) di Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, khususnya terkait pengelolaan data dan tingkat integrasi sistem informasi kesehatan. Ketersediaan data yang akurat, tepat waktu, dan terintegrasi merupakan prasyarat utama dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti di sektor kesehatan. Namun, temuan awal menunjukkan bahwa pelaporan SP2TP di tingkat Dinas Kesehatan masih dilakukan secara manual, meskipun Puskesmas telah menggunakan aplikasi digital seperti E-Puskesmas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pelaporan manual menyebabkan keterlambatan pelaporan, inkonsistensi data, duplikasi pekerjaan, serta keterbatasan pemanfaatan data untuk evaluasi program secara tepat waktu. Ketiadaan basis data terpusat dan rendahnya interoperabilitas sistem antara Puskesmas dan Dinas Kesehatan memperparah fragmentasi data. Sebagai solusi, penelitian ini mengusulkan model pelaporan SP2TP terintegrasi berbasis basis data terpusat, dashboard real time, validasi data otomatis, serta integrasi dengan E-Puskesmas. Implementasi model ini berpotensi meningkatkan efisiensi waktu pelaporan dan kualitas data secara signifikan.
SKRINING KESEHATAN MENTAL PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA UBU RAYA KABUPATEN SUMBA BARAT Dwi Wahyuni Ina Kadiwano; Dian Lestari Anakaka; Theodora Takalapeta Yendris Krisno Syamruth
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8862

Abstract

Housewives are a group vulnerable to mental health disorders due to the dual burden of domestic work and economic pressures. However, empirical data on this condition in rural areas is limited. This study aimed to conduct mental health screening among housewives in Ubu Raya Village, West Sumba Regency. Using a quantitative approach with a descriptive survey design, the study involved 384 respondents, who were assessed using the WHO Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20). Key findings indicated a high prevalence rate, with 77.9% of respondents indicating mental health problems, with depressive symptoms being the most predominant clinical manifestation (96.9%). Factor analysis indicated that financial stress due to low income (below Rp1,000,000) was the primary determinant of these disorders. Furthermore, the highest psychological vulnerability was found among middle-aged (41-60 years old), mothers with dual roles (farmers/employees), and those who were single or divorced. This study concluded that economic instability and the complexity of domestic roles were strongly correlated with high rates of mental disorders in this population, necessitating integrated psychosocial interventions. ABSTRAK Ibu rumah tangga merupakan kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental akibat beban ganda domestik dan himpitan ekonomi, namun data empiris mengenai kondisi ini di wilayah pedesaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining kesehatan mental pada ibu rumah tangga di Desa Ubu Raya, Kabupaten Sumba Barat. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif, penelitian melibatkan 384 responden yang diukur menggunakan instrumen Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) dari WHO. Temuan utama menunjukkan angka prevalensi yang tinggi, di mana 77,9% responden terindikasi memiliki masalah kesehatan mental, dengan gejala depresi sebagai manifestasi klinis yang paling dominan (96,9%). Analisis faktor menunjukkan bahwa stres finansial akibat pendapatan rendah (di bawah Rp1.000.000) menjadi determinan utama gangguan tersebut. Selain itu, kerentanan psikologis tertinggi ditemukan pada kelompok usia paruh baya (41-60 tahun), ibu dengan peran ganda (petani/pegawai), serta mereka yang berstatus belum menikah atau bercerai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidakstabilan ekonomi dan kompleksitas peran domestik berkorelasi kuat dengan tingginya gangguan mental pada populasi ini, sehingga diperlukan intervensi psikososial yang terintegrasi.