cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 758 Documents
ANALISIS PERMASALAHAN SOSIAL EMOSIONAL PESERTA DIDIK DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERILAKU BELAJAR DI SMA NEGERI 4 BLITAR Intan Ardian Wardhani; Nabilah Khoirrun Nisak; Nadiva Rahma Paulina Putri; Surayanah Surayanah
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12805

Abstract

This study was motivated by the emergence of various social-emotional problems experienced by adolescent students, such as academic anxiety, low self-confidence, difficulties in controlling emotions, and social conflicts that may affect students’ learning behavior at school. The purpose of this study was to analyze the social-emotional condition of eleventh-grade students at SMA Negeri 4 Blitar, identify the factors influencing the emergence of social-emotional problems, and examine their impact on students’ learning behavior. This study employed a mixed methods approach involving guidance and counseling teachers and eleventh-grade students as the research subjects. Data were collected through interviews and questionnaires distributed via Google Forms. Quantitative data were analyzed using percentages, while qualitative data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that most students demonstrated fairly good social skills in cooperating, understanding others’ feelings, and building social relationships within the school environment. However, some students still experienced academic anxiety, low self-confidence, and difficulties in regulating emotions. Family background, peer relationships, and social media use were identified as the main factors contributing to these social-emotional problems. Unstable social-emotional conditions were found to affect students’ concentration, learning motivation, and participation in classroom activities. Therefore, collaboration among schools, teachers, and parents is needed to provide social-emotional support in order to improve students’ learning development and psychological well-being. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya berbagai permasalahan sosial emosional yang dialami peserta didik remaja, seperti kecemasan akademik, rendahnya rasa percaya diri, kesulitan mengontrol emosi, serta konflik sosial yang dapat memengaruhi perilaku belajar siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sosial emosional peserta didik kelas XI di SMA Negeri 4 Blitar, mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi munculnya permasalahan sosial emosional, serta dampaknya terhadap perilaku belajar siswa. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan subjek penelitian guru BK dan siswa kelas XI SMA Negeri 4 Blitar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan penyebaran angket menggunakan Google Form. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan persentase dan secara kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memiliki kemampuan sosial yang cukup baik dalam bekerja sama, memahami perasaan orang lain, dan menjalin hubungan sosial di lingkungan sekolah. Namun, masih terdapat siswa yang mengalami kecemasan terhadap tugas dan ujian, kurang percaya diri, serta kesulitan mengendalikan emosi. Faktor keluarga, lingkungan pertemanan, dan penggunaan media sosial menjadi penyebab utama munculnya permasalahan sosial emosional tersebut. Kondisi sosial emosional yang kurang stabil berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar, motivasi belajar, serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara sekolah, guru, dan orang tua dalam memberikan pendampingan sosial emosional kepada peserta didik agar perkembangan belajar dan kesejahteraan psikologis siswa dapat berjalan lebih optimal.  
ESG DISCLOSURE DAN INTEGRATED REPORTING: TREN GLOBAL DAN PERSPEKTIF PASAR NEGARA BERKEMBANG Gjosphink Putra Umar Sakka; Omasrianto Omasrianto; La Ode Safarudin; Burhanuddin Burhanuddin; Hasnita Hasnita
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12807

Abstract

The development of sustainability reporting and ESG disclosure has become a major focus of corporate accountability at the global level. This article presents a narrative review of the literature from 2019 to 2025 on ESG reporting practices and integrated reporting (IR) in developed markets and emerging markets. The review findings indicate an increasing trend in the adoption of ESG disclosure, the development of international standards and frameworks such as GRI, SASB, IR/IIRC, TCFD, and ESRS, as well as a shift from voluntary to mandatory disclosure. The impact of ESG disclosure on firm value, cost of capital, and corporate reputation generally shows positive outcomes, although several challenges remain, including standard inconsistency, greenwashing, and reporting complexity. This study identifies research gaps related to the use of artificial intelligence for ESG analysis, digital tools, and ESG implementation in emerging markets. The article provides practical implications for companies and regulators, as well as directions for future research in sustainability accounting. ABSTRAK Perkembangan sustainability reporting dan ESG disclosure telah menjadi fokus utama akuntabilitas perusahaan global. Artikel ini menyajikan tinjauan naratif terhadap literatur tahun 2019–2025 mengenai praktik pelaporan ESG dan integrated reporting (IR) di pasar maju dan emerging markets. Hasil tinjauan menunjukkan tren peningkatan penerapan ESG disclosure, perkembangan standar dan framework internasional (GRI, SASB, IR/IIRC, TCFD, ESRS), serta pergeseran dari voluntary ke mandatory disclosure. Dampak ESG disclosure terhadap nilai perusahaan, biaya modal, dan reputasi menunjukkan hasil positif, meskipun terdapat tantangan berupa inkonsistensi standar, greenwashing, dan kompleksitas pelaporan. Studi ini mengidentifikasi gap penelitian terkait penggunaan AI untuk analisis ESG, digital tools, dan penerapan di emerging markets. Artikel ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan dan regulator, serta arah penelitian lebih lanjut dalam akuntansi keberlanjutan.    
PERAN GKJ PEDAN DALAM MEMBANGUN TOLERANSI ANTARAGAMA DI KECAMATAN PEDAN Natanael Krisna Narayana; Eliana Setyanti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.13330

Abstract

ABSTRACT Religious diversity in Indonesia requires continuous efforts to strengthen tolerance in order to maintain harmonious social life. Although numerous studies have examined interreligious tolerance, research specifically addressing the role of churches at the local level through John Hick's perspective of religious pluralism remains limited. This study aims to analyze the role of the Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pedan in promoting interreligious tolerance in Pedan District, Klaten Regency. The study employed a qualitative approach using a descriptive method within an interpretive paradigm. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving the pastor, church administrators, congregation members, religious leaders, and community leaders selected using purposive sampling. Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that GKJ Pedan promotes interreligious tolerance through active participation in social activities, interfaith communication, and the reinforcement of local wisdom values that foster harmonious community relations. The study further demonstrates that John Hick's perspective of religious pluralism provides a relevant framework for understanding the practice of interreligious tolerance at the community level while enriching scholarly discussions on the contribution of churches to fostering an inclusive society. ABSTRAK Keberagaman agama di Indonesia menuntut penguatan praktik toleransi untuk menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis. Meskipun kajian mengenai toleransi antarumat beragama telah banyak dilakukan, penelitian yang secara khusus mengkaji peran gereja pada tingkat lokal melalui perspektif religious pluralism John Hick masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pedan dalam membangun toleransi antarumat beragama di Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dalam paradigma interpretatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam (in-depth interview), dan dokumentasi terhadap pendeta, pengurus gereja, jemaat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menerapkan model Miles, Huberman, and Saldaña yang meliputi data condensation, data display, serta conclusion drawing and verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GKJ Pedan membangun toleransi melalui keterlibatan dalam kegiatan sosial, komunikasi lintas agama, serta penguatan nilai kearifan lokal yang mendorong hubungan masyarakat yang harmonis. Temuan penelitian menegaskan bahwa perspektif religious pluralism John Hick relevan dalam menjelaskan praktik toleransi yang berkembang pada tingkat komunitas sekaligus memperkaya kajian mengenai kontribusi gereja dalam membangun kehidupan masyarakat yang inklusif.
PENGARUH RETURN ON ASSETS, NET INTEREST MARGIN, DAN LOAN TO DEPOSIT RATIO TERHADAP HARGA SAHAM PT BANK JAGO Tbk PERIODE 2016-2024 Milla Wahyuningsih; Fazhar Sumantri; Theysa Sahlani Pratiwi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.13709

Abstract

This study aims to analyze the effect of Return on Assets (ROA), Net Interest Margin (NIM), and Loan to Deposit Ratio (LDR) on Stock Prices at PT Bank Jago Tbk for the period 2016-2024, both through partial and simultaneous approaches. The research method applied is a statistical quantitative method using secondary data, while the sample in this study is sourced from annual reports and stock price data of PT Bank Jago Tbk. Data analysis techniques are applied through financial ratio analysis and hypothesis testing using t-tests and f-tests. The results of this study indicate that Return on Assets (ROA) partially does not have a significant influence on the stock price of PT Bank Jago Tbk for the period 2016-2024, the Net Interest Margin (NIM) variable partially does not have a significant influence on the stock price of PT Bank Jago Tbk for the period 2016-2024, Loan to Deposit Ratio (LDR) partially has a significant influence on the stock price of PT Bank Jago Tbk for the period 2016-2024. Return on Assets (ROA), Net Interest Margin (NIM), and Loan to Deposit Ratio (LDR) simultaneously have a significant influence on the stock price of PT Bank Jago Tbk for the period 2016-2024. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Return on Assets (ROA), Net Interest Margin (NIM), dan Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Harga Saham Pada PT Bank Jago Tbk periode 2016 – 2024, baik melalui pendekatan parsial maupun secara simultan. Metode penelitian yang diterapkan yaitu metode kuantitatif statistik dengan menggunakan data sekunder , sedangkan sampel pada penelitian ini bersumber dari laporan tahunan  dan data harga saham PT Bank Jago Tbk. Teknik analisis data diaplikasikan melalui analisis rasio keuangan dan pengujian hipotesis menggunakan uji t serta uji f. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa Return on Assets (ROA) secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham PT Bank Jago Tbk periode 2016 –2024, variabel Net Interest Margin (NIM) secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham PT Bank Jago Tbk periode 2016 – 2024, Loan to Deposit Ratio (LDR) secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham PT Bank Jago Tbk periode 2016 – 2024. Return on Assets (ROA), Net Interest Margin (NIM), dan Loan to Deposit Ratio (LDR) secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham PT Bank Jago Tbk periode 2016 – 2024.  
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS OUTCOME-BASED EDUCATION (OBE) DI PERGURUAN TINGGI Muhamad Suhardi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.14047

Abstract

ABSTRACK The increasing demand for higher education graduates who are capable of adapting to the evolving workforce has encouraged universities to strengthen competency-oriented curricula. In this context, Outcome-Based Education (OBE) has emerged as an educational approach that positions learning outcomes as the foundation for curriculum planning, instructional delivery, and learning assessment. This study synthesizes evidence on the implementation of OBE-based curricula in higher education using a Systematic Literature Review (SLR) approach. The literature search followed the PRISMA 2020 guidelines through the stages of identification, screening, eligibility, and inclusion, drawing data from Google Scholar, Scopus, and ScienceDirect. From approximately 1,100 initially identified articles, 32 met the eligibility criteria, and 25 were selected as the final data sources. The synthesis indicates that the implementation of OBE contributes to improving educational quality through the alignment of learning outcomes, teaching strategies, and assessment practices that support the development of graduate competencies. Nevertheless, its effectiveness remains influenced by lecturers’ readiness, competency-based assessment practices, and institutional support. The findings suggest that the successful implementation of Outcome-Based Education depends not only on curriculum development but also on the integration of academic components that collectively establish a learning outcomes-oriented educational ecosystem. ABSTRAK Tuntutan terhadap lulusan perguruan tinggi yang mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja mendorong penguatan kurikulum yang berorientasi pada pencapaian kompetensi. Dalam konteks tersebut, Outcome-Based Education (OBE) berkembang sebagai pendekatan yang menempatkan learning outcomes sebagai landasan utama perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Kajian ini menyusun sintesis mengenai implementasi kurikulum berbasis OBE di perguruan tinggi melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Proses penelusuran literatur mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan tahapan identification, screening, eligibility, dan inclusion menggunakan basis data Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect. Dari sekitar 1.100 artikel yang teridentifikasi, proses seleksi menghasilkan 32 artikel yang memenuhi tahap kelayakan, kemudian ditetapkan 25 artikel sebagai sumber data akhir. Sintesis menunjukkan bahwa implementasi OBE memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran melalui keterpaduan capaian pembelajaran, strategi pembelajaran, dan asesmen yang mendukung pengembangan kompetensi lulusan. Di sisi lain, efektivitas implementasinya masih dipengaruhi oleh kesiapan dosen, pengembangan asesmen berbasis kompetensi, serta dukungan kelembagaan. Kajian ini menegaskan bahwa keberhasilan Outcome-Based Education tidak hanya ditentukan oleh pengembangan kurikulum, tetapi juga oleh integrasi berbagai komponen akademik yang membentuk ekosistem pembelajaran berbasis learning outcomes.
STUDI INTERPRETATIF FENOMENOLOGI: PENERAPAN POLA ASUH ORANG TUA DI DAERAH RURAL PADA ERA DIGITAL Lionesius Piter Tay Huttu; Theodora Takalapeta; R. Pasifikus Ch. Wijaya
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.7697

Abstract

The massive development of digital technology has disrupted parenting patterns in rural areas that traditionally uphold family values, triggering a gap in interactions between parents and children. This study aims to explore in-depth the phenomenological experiences of parents in Ndetundora I Village, Ende Regency, as they navigate the dynamics of parenting in the digital era. Adopting a qualitative method with an Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) approach, the study involved in-depth interviews with four parents of adolescent children to understand their subjective interpretations. The study findings revealed an ambivalent perception of devices; although recognized as vital instruments for distance education and communication, devices are also perceived as triggers for the degradation of family interactions and the weakening of parental authority due to children's broader access to information. Parents respond to these challenges through strategies that oscillate between firm discipline and persuasive approaches. It is concluded that rural parenting practices in the digital era are a complex manifestation of parental affection and protective expectations, demanding an adaptive balance between strict control and emotional support to safeguard children's futures. ABSTRAK Perkembangan masif teknologi digital telah menciptakan disrupsi pada pola pengasuhan di wilayah rural yang secara tradisional memegang teguh nilai kekeluargaan, memicu kesenjangan interaksi antara orang tua dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman fenomenologis orang tua di Desa Ndetundora I, Kabupaten Ende, dalam menghadapi dinamika pengasuhan di era digital. Mengadopsi metode kualitatif dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), penelitian ini melibatkan wawancara mendalam terhadap empat orang tua yang memiliki anak usia remaja untuk memahami pemaknaan subjektif mereka. Temuan studi menyingkap adanya ambivalensi persepsi terhadap gawai; meskipun diakui sebagai instrumen vital untuk pendidikan dan komunikasi jarak jauh, gawai sekaligus dianggap sebagai pemicu degradasi interaksi keluarga dan pelemahan otoritas orang tua akibat akses informasi anak yang lebih luas. Orang tua merespons tantangan ini melalui strategi yang berosilasi antara penegakan disiplin tegas dan pendekatan persuasif. Disimpulkan bahwa praktik pengasuhan di daerah rural pada era digital merupakan manifestasi kompleks dari kasih sayang dan harapan protektif orang tua, yang menuntut keseimbangan adaptif antara kontrol ketat dan pendampingan emosional demi menjaga masa depan anak.  
PENENTUAN KOMODITAS UNGGULAN DAN PEMETAAN KESESUAIAN LAHAN KOMODITAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DI KECAMATAN KWANDANG Ratih Ikawaty R Hatu; Muhammad Anugrah Rahman; Mohamad Ridho Ferdiyanto Thalib
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.7920

Abstract

Kwandang District in North Gorontalo Regency is projected as a strategic agricultural area, but optimizing food crop productivity remains hampered by challenges in determining commodity priorities and land suitability. This study aims to identify superior commodities and evaluate the level of agricultural land suitability through an integration of regional economic analysis and spatial evaluation. The research method applies Location Quotient (LQ) analysis to determine the comparative advantages of rice and corn, as well as Geographic Information System (GIS) analysis using an overlay technique between actual land use and the Spatial Pattern Plan of North Gorontalo Regency for 2011–2031. The analysis results indicate that lowland rice is a basic commodity with an LQ value > 1, supported by a land suitability level of 59% for spatial patterns, thus contributing significantly to the local economic structure. Conversely, corn is identified as a non-basic commodity with an LQ value < 1 and a land suitability level of only 54%, indicating limited biophysical and spatial support. It is concluded that lowland rice deserves to be designated as a top priority for regional agribusiness development due to its economic advantages and stronger ecological support compared to corn. Therefore, these findings can serve as a scientific basis for the formulation of adaptive and sustainable agricultural policies. ABSTRAK Kecamatan Kwandang di Kabupaten Gorontalo Utara diproyeksikan sebagai kawasan strategis pertanian, namun optimalisasi produktivitas tanaman pangan masih terkendala oleh tantangan dalam penentuan prioritas komoditas dan kesesuaian lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas unggulan serta mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan pertanian melalui integrasi analisis ekonomi wilayah dan evaluasi spasial. Metode penelitian menerapkan analisis Location Quotient (LQ) untuk menentukan keunggulan komparatif komoditas padi dan jagung, serta analisis Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui teknik tumpang susun (overlay) antara penggunaan lahan aktual dengan rencana Pola Ruang RTRW Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2011–2031. Hasil analisis menunjukkan bahwa padi sawah merupakan komoditas basis dengan nilai LQ > 1 yang didukung oleh tingkat kesesuaian lahan terhadap pola ruang sebesar 59%, sehingga memiliki kontribusi signifikan terhadap struktur ekonomi lokal. Sebaliknya, jagung teridentifikasi sebagai komoditas non-basis dengan nilai LQ < 1 dan tingkat kesesuaian lahan hanya mencapai 54%, yang mengindikasikan adanya keterbatasan dukungan biofisik dan spasial. Disimpulkan bahwa padi sawah layak ditetapkan sebagai prioritas utama pengembangan agribisnis daerah karena memiliki keunggulan ekonomi dan dukungan ekologis yang lebih kuat dibandingkan jagung, sehingga temuan ini dapat menjadi landasan ilmiah bagi perumusan kebijakan pertanian yang adaptif dan berkelanjutan.  
KULINER SEBAGAI WARISAN BUDAYA: STUDI KASUS PELESTARIAN MAKANAN TRADISIONAL WINGKO BABAT DI ERA GENERASI MILENIAL Madani Waskita Putra Nagari
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8019

Abstract

This study examines the preservation of Wingko Babat, a traditional Indonesian culinary product, as a form of local cultural heritage amid social changes and shifting consumption patterns among the millennial generation. Wingko Babat functions not only as a food product but also as a representation of cultural identity, collective memory, and local values within the Babat community of Lamongan Regency. This research employs a qualitative approach with a case study design to explore cultural meanings, millennial perceptions, and preservation strategies implemented by local producers, community groups, and local government. Data were collected through field observations, in-depth interviews with Wingko Babat producers, millennial consumers, and sub-district officials, as well as documentation of production and promotional activities. The findings indicate that the millennial generation plays a strategic role in preserving Wingko Babat through packaging innovation, product diversification, the use of social media, and digital marketing strategies based on cultural storytelling. However, preservation efforts continue to face challenges, including weak producer regeneration, limited digital literacy, and competition from modern culinary products. This study highlights the importance of adaptive and collaborative approaches in sustaining traditional culinary heritage as part of Indonesia’s intangible cultural heritage in the digital era. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji upaya pelestarian makanan tradisional Wingko Babat sebagai warisan budaya lokal di tengah dinamika sosial dan perubahan pola konsumsi generasi milenial. Wingko Babat tidak hanya berfungsi sebagai produk pangan, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya, memori kolektif, dan nilai-nilai lokal masyarakat Babat, Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menggali makna kultural, persepsi generasi milenial, serta strategi pelestarian yang dilakukan oleh pelaku usaha, komunitas lokal, dan pemerintah setempat. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan produsen Wingko Babat, generasi milenial, dan aparatur kecamatan, serta dokumentasi aktivitas produksi dan promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi milenial memiliki peran strategis dalam pelestarian Wingko Babat melalui inovasi kemasan, pengembangan varian rasa, pemanfaatan media sosial, dan strategi pemasaran digital berbasis storytelling budaya. Meskipun demikian, pelestarian masih menghadapi tantangan berupa lemahnya regenerasi produsen, keterbatasan literasi digital, dan persaingan dengan produk kuliner modern. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan adaptif dan kolaboratif dalam menjaga keberlanjutan kuliner tradisional sebagai bagian dari warisan budaya takbenda di era digital.
HUBUNGAN SOCIAL COMPARISON DENGAN KEBAHAGIAAN PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL Mauliana Mauliana; Ratna Yunita Setiyani Subardjo
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8090

Abstract

This research is motivated by the increasing use of social media among adolescents, which triggers a tendency to compare themselves with others (social comparison) and potentially impacts their mental health. This study focuses on analyzing how the intensity of social comparison affects adolescents' levels of happiness. This study aims to investigate the relationship between social comparison and levels of happiness among adolescents who actively use social media in the Special Region of Yogyakarta. This study used a quantitative approach with a correlational design, involving 231 participants aged 12–22 years selected through purposive sampling. Data were collected using two instruments: the Social Comparison Scale and the Happiness Scale, which were then analyzed through assumption tests (normality and linearity) and correlation tests. The results showed a significant negative correlation between social comparison and happiness (r = -0.542; p < 0.05). This indicates that the higher the level of social comparison, the lower the level of happiness among adolescents. Overall, social comparison negatively contributes to the happiness of adolescent social media users, so preventive measures such as digital literacy education and the development of coping strategies are needed to improve their psychological well-being. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peningkatan penggunaan media sosial di kalangan remaja yang memicu kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain (social comparison) dan berpotensi berdampak pada kesehatan mental mereka. Penelitian ini berfokus pada analisis bagaimana intensitas social comparison memengaruhi derajat kebahagiaan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara social comparison dan tingkat kebahagiaan pada remaja yang aktif menggunakan media sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 231 partisipan berusia 12–22 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan dua instrumen, yakni Skala Social Comparison dan Skala Kebahagiaan, yang kemudian dianalisis melalui uji asumsi (normalitas dan linearitas) serta uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara social comparison dan kebahagiaan (r = -0,542; p < 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat social comparison, semakin rendah tingkat kebahagiaan remaja. Secara keseluruhan, social comparison berkontribusi negatif terhadap kebahagiaan remaja pengguna media sosial, sehingga diperlukan langkah preventif seperti pendidikan literasi digital dan pengembangan strategi koping (coping strategy) untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka.  
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM MEMPROMOSIKAN KULINER NUSANTARA Amanda Diva Vebiyan; Joan Andriona; Hani Rahmawati Johan; Gavriella Ceacilia Christie Ratu Edo; Miranda Bellany; Sri Tiatri
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8192

Abstract

ABSTRACT Indonesian cuisine not only reflects the diversity of flavors but is also an integral part of Indonesia's cultural identity, which continues to face challenges in the era of globalization. This article aims to examine the role of social media in promoting Indonesian cuisine through a literature review approach, analyzing various scientific publications from the past ten years. The research began with keyword identification, followed by literature search and selection, and finally, analysis of findings from relevant sources. The study results show that digital platforms such as Instagram, TikTok, and YouTube play a strategic role in increasing the visibility and attractiveness of local cuisine, especially among young people. Social media has been proven to contribute to the empowerment of MSMEs, enhance cultural literacy, and strengthen local identity. Besides being a promotional medium, social media also serves as a cultural advocacy tool that actively encourages community participation, especially among young people, in the preservation of traditional cuisine. Nevertheless, challenges such as content polarization, disinformation, and consistency of cultural narratives are issue that need to be anticipated. This study emphasizes the importance of authentic, visually-oriented content marketing strategies aligned with digital trends to sustainably strengthenthe presence of Indonesian cuisine. ABSTRAK Kuliner Nusantara tidak hanya mencerminkan keberagaman rasa, tetapi juga merupakan bagian integral dari identitas budaya Indonesia yang terus menghadapi tantangan di era globalisasi. Artikel ini bertujuan untuk menelaah peran media sosial dalam mempromosikan kuliner Nusantara melalui pendekatan tinjauan pustaka terhadap berbagai literatur ilmiah selama sepuluh tahun terakhir. Penelitian ini diawali dengan identifikasi kata kunci, dilanjutkan dengan pencarian dan seleksi literatur, hingga analisis temuan dari berbagai sumber yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa platform digital seperti Instagram, TikTok, dan YouTube memainkan peran strategis dalam meningkatkan visibilitas dan daya tarik kuliner lokal, terutama di kalangan generasi muda. Media sosial terbukti berkontribusi terhadap pemberdayaan UMKM, peningkatan literasi budaya, serta penguatan identitas lokal. Selain sebagai media promosi, media sosial juga berfungsi sebagai alat advokasi budaya yang mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pelestarian kuliner tradisional. Meskipun demikian, tantangan seperti polarisasi konten, disinformasi, dan konsistensi narasi budaya menjadi isu yang perlu diantisipasi. Kajian ini menegaskan pentingnya strategi pemasaran berbasis konten autentik dan visual yang selaras dengan tren digital untuk memperkuat eksistensi kuliner Nusantara secara berkelanjutan.