cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 758 Documents
IDENTITAS SOSIAL ANGGOTA KOMUNITAS MAHASISWA MUSLIM PATANI THAILAND Aqim Laila; Dienita Dwi Rahmawati; Muhammad Alaudin Candra Pratama; Suraida Haya; Siti Hikmah Anas
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8873

Abstract

Muslim Patani students studying in Indonesia face challenges as foreign students and a minority group, especially in forming their identity in a new environment. This study aims to understand how social identity is formed, maintained, and interpreted by members of the Muslim Patani student community through their experiences in the community. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method to explore the subjective experiences of community members. Subjects were selected using purposive sampling, and data were collected through in-depth interviews. Data analysis was conducted using thematic analysis techniques to identify patterns of meaning that emerged from the participants' experiences. The results show that the Patani Muslim student community plays an important role as a safe social space and that social identity is formed through active involvement in the community, such as participation in decision-making, joint activities, and opportunities to express one's potential. In addition, social identity is maintained through consistent social, cultural, and religious practices, as well as discussions about the conditions of the Patani community in their home country. ABSTRAK Mahasiswa Muslim Patani yang menempuh pendidikan di Indonesia menghadapi tantangn sebagai mahasiswa rantau dan kelompok minoritas terutama dalam pembentukan identitas diri di lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana identitas sosial terbentuk, dipertahankan, dan dimaknai oleh anggota komunitas mahasiswa Muslim Patani melalui pengalaman mereka dalam komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis untuk menggali pengalaman subjektif para anggota komunitas. Pemilihan subjek menggunakan purposive sampling dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola makna yang muncul dari pengalaman partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas mahasiswa Muslim Patani berperan penting sebagai ruang sosial yang aman dan identitas sosial terbentuk melalui keterlibatan aktif dalam komunitas, seperti partisipasi dalam pengambilan keputusan, kegiatan bersama, serta kesempatan mengekspresikan potensi diri. Selain itu, identitas sosial dipertahankan melalui praktik sosial, budaya, dan keagamaan yang dijalankan secara konsisten, serta diskusi mengenai kondisi masyarakat Patani di negara asal.
PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI DI KANTOR LURAH 26 ILIR PALEMBANG Jailani Jailani; Masayu Adiah; Tony Mirza
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8874

Abstract

The problem of suboptimal employee performance at the 26 Ilir Village Office in Palembang, characterized by service inefficiencies and administrative errors, is often rooted in barriers in the interpersonal communication process. This study aims to analyze in depth the role of interpersonal communication in improving employee performance using Joseph A. DeVito's theoretical framework, which includes the elements of communicator, message, channel, feedback, context, interference, and effect. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies. The results indicate that interpersonal communication plays a crucial role, not only as a means of transmitting information but also as a key catalyst in building coordination, motivation, and work commitment. Effective communication is supported by an open leadership style, a family-like work culture, and intense face-to-face interactions, although obstacles such as differences in perception and technical glitches remain. It is concluded that the implementation of adaptive and collaborative interpersonal communication can minimize these barriers, thereby significantly improving employee discipline and the quality of public services in the village. ABSTRAKPermasalahan kinerja pegawai yang belum optimal di Kantor Lurah 26 Ilir Palembang, yang ditandai dengan inefisiensi pelayanan dan kesalahan administrasi, sering kali berakar pada hambatan dalam proses komunikasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran komunikasi interpersonal dalam meningkatkan kinerja pegawai dengan menggunakan kerangka teori Joseph A. DeVito yang meliputi elemen komunikator, pesan, saluran, umpan balik, konteks, gangguan, dan efek. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan lewat wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal memegang peranan krusial, tidak hanya sebagai sarana transmisi informasi, tetapi juga sebagai katalisator utama dalam membangun koordinasi, motivasi, dan komitmen kerja. Efektivitas komunikasi didukung oleh gaya kepemimpinan yang terbuka, budaya kerja kekeluargaan, dan intensitas interaksi tatap muka, meskipun masih terdapat kendala berupa perbedaan persepsi dan gangguan teknis. Disimpulkan bahwa implementasi komunikasi interpersonal yang adaptif dan kolaboratif mampu meminimalisir hambatan tersebut, sehingga secara signifikan meningkatkan kedisiplinan pegawai serta kualitas pelayanan publik di lingkungan kelurahan.  
PERANCANGAN SISTEM SMARTHOME DENGAN KONSEP IOT BERBASIS ESP32 DI PERUMAHAN CITRALAND MANADO Marcelino Michel Fredrik Mamengko; Janne Deivy Ticoh; I Gede Budi Mahendra
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8875

Abstract

The advancement of Internet of Things (IoT) technology has spurred the development of smart home systems that enhance security, comfort, and energy efficiency in residential environments. This study aims to design and develop a smart home prototype based on the ESP32 microcontroller, implemented within the context of Citraland Manado housing. The system integrates multiple sensors, including PIR for motion detection, DHT22 for temperature and humidity monitoring, and MQ-2 for hazardous gas detection, with actuators such as relays, solenoid locks, and buzzers. Data communication between devices and users is facilitated via the MQTT protocol using the HiveMQ Cloud broker, while the user interface is developed as a web-based Progressive Web App (PWA) accessible in real time from both mobile and desktop devices. The research employs a Research and Development (R&D) methodology with an iterative system development approach. Testing results demonstrate that all components function as designed, data communication remains stable with latency under one second, and the PWA interface is responsive and user-friendly. Nevertheless, the system still faces limitations regarding push notifications and long-term data storage. Overall, this prototype proves to be a viable, affordable, and self-reliant smart home solution with potential for further development and real-world implementation. ABSTRAK Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) mendorong hadirnya sistem smarthome yang mampu meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan efisiensi energi di lingkungan perumahan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan prototipe sistem smarthome berbasis mikrokontroler ESP32 yang diimplementasikan dalam konteks Perumahan Citraland Manado. Sistem ini mengintegrasikan berbagai sensor, seperti PIR untuk deteksi gerakan, DHT22 untuk pemantauan suhu dan kelembapan, serta MQ-2 untuk deteksi gas berbahaya, dengan aktuator seperti relay, solenoid lock, dan buzzer. Komunikasi data antara perangkat dan pengguna dilakukan melalui protokol MQTT dengan broker HiveMQ Cloud, sedangkan antarmuka pengguna dibangun sebagai Progressive Web App (PWA) berbasis web yang dapat diakses secara real-time dari perangkat mobile maupun desktop. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan pengembangan sistem secara iteratif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh komponen berfungsi sesuai rancangan, komunikasi data berjalan stabil dengan latensi di bawah 1 detik, dan antarmuka PWA responsif serta mudah digunakan. Meski demikian, sistem masih memiliki keterbatasan dalam hal notifikasi push dan penyimpanan data jangka panjang. Secara keseluruhan, prototipe ini terbukti layak sebagai solusi smarthome yang terjangkau, mandiri, dan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk implementasi skala nyata.  
REPRESENTASI KEBUDAYAAN KAWASAN PERBUKITAN DI DESA WOLOAN DALAM ARSITEKTUR RUMAH ADAT WALEWANGKO Maria Runtuwene; Asni Amaliah Nuchri; Claudia Talita Dariwu
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8877

Abstract

Indonesian vernacular architecture, particularly the Walewangko Traditional House in Woloan Village, North Sulawesi, is a concrete manifestation of the close relationship between community culture and the hilly environment. This study aims to analyze cultural representation and ecological adaptation in Walewangko architecture amidst the challenges of modernization. Using a case study method with a qualitative descriptive approach, data were collected through field observations, in-depth interviews, and literature review to examine the form, function, and symbolic meaning of the building. The research findings indicate that the stilt structure, the orientation of the building's mass, and the use of local wood materials represent the Minahasan people's adaptive response to the local contoured topography and humid climate. Spatially, elements such as the lesar, sekey, pores, and double staircases convey profound philosophies regarding social hierarchy, openness, and the value of mapalus solidarity. However, the pressures of globalization have triggered a transformation in function from a communal ritual center to a more pragmatic private residence, characterized by the substitution of modern materials and the reduction of symbolic ornamentation. It is concluded that despite experiencing physical and functional shifts, the Walewangko Traditional House remains a vital symbol of cultural identity and local wisdom, which is now preserved through the integration of traditional values ??into wooden house industry practices and the ongoing socio-economic dynamics of the Woloan Village community. ABSTRAK Arsitektur vernakular Indonesia, khususnya Rumah Adat Walewangko di Desa Woloan, Sulawesi Utara, merupakan manifestasi nyata hubungan erat antara kebudayaan masyarakat dan lingkungan perbukitan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya dan adaptasi ekologis pada arsitektur Walewangko di tengah tantangan arus modernisasi. Menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi literatur guna membedah aspek bentuk, fungsi, serta makna simbolik bangunan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa struktur panggung, orientasi massa bangunan, dan penggunaan material kayu lokal merupakan respons adaptif masyarakat Minahasa terhadap topografi berkontur dan iklim lembap setempat. Secara spasial, elemen-elemen seperti lesar, sekey, pores, dan tangga ganda mengandung filosofi mendalam mengenai hierarki sosial, keterbukaan, serta nilai solidaritas mapalus. Namun, desakan globalisasi telah memicu transformasi fungsi dari pusat ritual komunal menjadi hunian privat yang lebih pragmatis, ditandai dengan substitusi material modern dan reduksi ornamen simbolik. Disimpulkan bahwa meskipun mengalami pergeseran fisik dan fungsional, Rumah Adat Walewangko tetap bertahan sebagai simbol identitas kultural dan kearifan lokal yang vital, yang kini dilestarikan melalui integrasi nilai tradisional dalam praktik industri rumah kayu serta dinamika sosial-ekonomi masyarakat Desa Woloan yang berkelanjutan.
MAKNA SIMBOLIK ELEMEN ARSITEKTUR GEREJA : KAJIAN VISUAL PADA GEREJA GMIM SION TOMOHON Stephanie Jill Najoan; Maria Runtuwene; Claudia Talita Dariwu
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8878

Abstract

The GMIM Sion Church in Tomohon, a national cultural heritage site with neo-classical architecture, holds not only historical value but also a rich visual richness that shapes the identity of the sacred space. This research is motivated by the urgency of examining the visual elements of this historic church, which have not been systematically studied as constructs of symbolic meaning from an architectural perspective. Aiming to uncover the interaction between physical form and spiritual experience, this research employs a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth visual observation, architectural documentation, and interviews, then analyzed using a semiotic approach and existential space theory. Key findings indicate that visual elements such as the bell tower, symmetrical facade, tall window openings, and the integration of the local symbol of the manguni bird function beyond mere aesthetic ornamentation; these elements serve as signifiers that construct a sacred atmosphere and guide the congregation's spiritual orientation. It is concluded that the visual characteristics of the GMIM Sion Tomohon Church are a crucial symbolic communication medium for strengthening the cultural identity and theological experience of the community. Therefore, preservation efforts must include a deep understanding of the symbolic values ??inherent in the physical structure. ABSTRAK Gereja GMIM Sion Tomohon, sebagai cagar budaya nasional berarsitektur neo-klasik, tidak hanya menyimpan nilai historis tetapi juga kekayaan visual yang membentuk identitas ruang sakral. Penelitian ini didasari oleh urgensi untuk menelaah elemen visual gereja bersejarah yang selama ini belum banyak dikaji secara sistematis sebagai konstruksi makna simbolik dalam perspektif arsitektur. Bertujuan mengungkap interaksi antara bentuk fisik dan pengalaman spiritual, penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi visual mendalam, dokumentasi arsitektural, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan semiotika dan teori ruang eksistensial. Temuan utama menunjukkan bahwa elemen visual seperti menara lonceng, fasad simetris, bukaan jendela tinggi, serta integrasi simbol lokal burung manguni, berfungsi lebih dari sekadar ornamen estetis; elemen-elemen tersebut hadir sebagai penanda (signifier) yang membangun atmosfer kesakralan dan mengarahkan orientasi spiritual jemaat. Disimpulkan bahwa karakteristik visual Gereja GMIM Sion Tomohon merupakan medium komunikasi simbolik yang krusial dalam memperkuat identitas kultural dan pengalaman teologis masyarakat, sehingga upaya pelestariannya harus mencakup pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai simbolik yang melekat pada fisik bangunannya.  
RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR DENSITAS LINIER BENANG DENGAN KENDALI MIKROKONTROLLER ARDUINO & SISTEM TRACKING LOT Galuh Yuli Astrini; Andrian Wijayono; Valentina Sri Pertiwi Rumiyati; Mohadi Mohadi; Usaid Syawahidul Chaq; Hendri Pujianto; Ernestia Cheisya Adeawardani
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8879

Abstract

This study aims to design and develop a yarn linear density measurement device based on an Arduino Uno microcontroller integrated with an online database recording system (Google Sheet). Conventional measurement of yarn linear density is still carried out manually using a standard reeling device, which requires a relatively long time and is prone to recording errors. Therefore, this research offers an automated and digitized testing solution. The research method includes the mechanical and electronic design of the measuring device, validation of measurement results against a calibrated standard instrument, and the development of a database system and Android application for recording test results. The tests were conducted on three types of yarns (Ne? 19, Ne? 23, and Ne? 31) with ten repetitions each. The two-way ANOVA results indicated no significant differences between the prototype and the standard instrument (F(1,9) = 0.305; p = 0.594), among the tested yarn types (F(2,18) = 2.061; p = 0.156), and in their interaction (F(2,18) = 1.870; p = 0.183), confirming that the prototype is statistically valid. The database-based tracking system also demonstrated a 100% data transmission success rate with a response time of less than two seconds. This study successfully integrates physical measurement and laboratory digitalization, resulting in a prototype of an IoT-based yarn linear density testing system that can be implemented in modern textile testing laboratories, supporting the transformation toward Textile Industry 4.0. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan alat ukur densitas linear benang berbasis mikrokontroler Arduino Uno yang terintegrasi dengan sistem pencatatan hasil uji berbasis database daring (Google Sheet). Pengukuran densitas linear benang secara konvensional masih dilakukan secara manual menggunakan alat reeling standar yang membutuhkan waktu relatif lama dan rentan terhadap kesalahan pencatatan. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan solusi berbasis otomasi dan digitalisasi pengujian. Metode pelaksanaan meliputi tahap perancangan mekanik dan elektronik alat ukur, pengujian dan validasi hasil alat terhadap alat standar terkalibrasi, serta pengembangan sistem database dan aplikasi Android untuk pencatatan hasil pengujian. Pengujian dilakukan pada tiga jenis benang (Ne? 19, Ne? 23, dan Ne? 31) dengan sepuluh kali pengulangan masing-masing. Hasil analisis ANOVA dua arah menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara alat rancangan dan alat standar (F(1,9) = 0,305; p = 0,594), maupun antarjenis benang yang diuji (F(2,18) = 2,061; p = 0,156), serta tidak ada interaksi signifikan antara keduanya (F(2,18) = 1,870; p = 0,183), sehingga alat dapat dikatakan valid. Sistem tracking berbasis database juga menunjukkan tingkat keberhasilan pengiriman data mencapai 100% dengan waktu respon kurang dari dua detik. Penelitian ini berhasil mewujudkan integrasi antara sistem pengukuran fisik dan digitalisasi laboratorium tekstil, serta menjadi prototipe awal sistem pengujian densitas linear berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat diimplementasikan di laboratorium pengujian tekstil modern dan mendukung transformasi menuju industri tekstil 4.0.  
KESIAPAN INTERNAL PERUSAHAAN DALAM TRANSFORMASI DIGITAL MELALUI IMPLEMENTASI ERP: STUDI KASUS PT DELTA JAYA MAS BERBASIS KERANGKA TOE Nadia Eka Darmayanti; Refiana Dwi Maghfiroh
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8880

Abstract

Digital transformation in the industrial landscape demands increased data accuracy and operational efficiency, prompting PT Delta Jaya Mas to implement an Enterprise Resource Planning (ERP) system. This study aims to analyze the company's internal readiness for ERP implementation by reviewing the challenges and benefits arising from the Technology-Organization-Environment (TOE) framework. Using qualitative descriptive methods, data was collected through in-depth interviews and four months of field observations with relevant divisions. The analysis reveals that the company's readiness still faces multidimensional challenges, including technological infrastructure and network stability constraints, organizational barriers such as lack of inter-divisional communication and resistance to adaptation due to age, and environmental challenges related to reliance on vendor responses. Nevertheless, the system has proven to provide significant benefits in the form of data centralization on a single platform, increased information transparency, and minimized human error and data duplication. It is concluded that despite facing technical and adaptation challenges, ERP implementation has had a positive impact on work effectiveness, with the company targeting full system optimization by 2026 through continuous infrastructure improvements. ABSTRAK Transformasi digital dalam lanskap industri menuntut peningkatan akurasi data dan efisiensi operasional, yang mendorong PT Delta Jaya Mas untuk mengimplementasikan sistem Enterprise Resource Planning (ERP). Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesiapan internal perusahaan dalam penerapan ERP dengan meninjau tantangan dan manfaat yang muncul melalui pendekatan kerangka Technology-Organization-Environment (TOE). Melalui metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan lewat wawancara mendalam dan observasi lapangan selama empat bulan terhadap divisi-divisi terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesiapan perusahaan masih menghadapi tantangan multidimensi, meliputi kendala infrastruktur teknologi dan stabilitas jaringan, hambatan organisasional berupa kurangnya komunikasi antar-divisi serta resistensi adaptasi akibat faktor usia, hingga tantangan lingkungan terkait ketergantungan pada respon vendor. Meskipun demikian, sistem ini terbukti memberikan manfaat signifikan berupa sentralisasi data dalam satu platform, peningkatan transparansi informasi, serta minimalisasi human error dan duplikasi data. Disimpulkan bahwa walau menghadapi kendala teknis dan adaptasi, implementasi ERP telah memberikan dampak positif pada efektivitas kerja, di mana perusahaan menargetkan optimalisasi sistem sepenuhnya pada tahun 2026 melalui perbaikan infrastruktur berkelanjutan.  
QUALITY CONTROL SEBAGAI SISTEM PREVENTIF ANALISIS AKAR PENYEBAB DEFECT PRODUK PADA PT DELTA JAYA MAS Randy Daiva Rahman; Refiana Dwi Maghfiroh
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8881

Abstract

PT Delta Jaya Mas is facing difficulties in maintaining the quality of its hose products, after discovering a number of defective items that disrupted the smooth production process. The most visible problems include bubbles (65%), kinks or bends (28%), and barbells (7%). This study aims to identify the root causes of these problems using a fishbone diagram and design appropriate improvement strategies. The analysis revealed that the causes of the defects stem from six key elements. Human factors are influenced by a lack of operator accuracy and training; machine factors are caused by a lack of regular maintenance; material factors are caused by varying raw material quality; method factors are caused by unclear work procedures; measurement factors arise from infrequently calibrated equipment; and environmental factors are affected by unstable temperature and humidity. As solutions, this study recommends improvements through intensive employee training programs, the implementation of routine machine maintenance schedules, strict supervision of raw material suppliers, and improvements to operational standards and work environment conditions. Implementation of these measures is expected to significantly reduce the rate of defects and improve the quality of the company's products. ABSTRAK PT Delta Jaya Mas menghadapi kesulitan dalam mempertahankan mutu produk selang, setelah ditemukan sejumlah barang yang mengalami kerusakan (cacat) yang mengganggu kelancaran proses produksi. Masalah yang paling terlihat mencakup cacat gelembung (65%), kink atau tekukan (28%), dan barbel (7%). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber utama dari permasalahan ini dengan menggunakan teknik diagram tulang ikan (fishbone diagram) serta merancang strategi perbaikan yang sesuai. Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa penyebab kerusakan berasal dari enam elemen kunci. Faktor manusia dipengaruhi oleh minimnya ketelitian dan pelatihan bagi operator, faktor mesin disebabkan oleh kurangnya perawatan secara berkala, faktor material disebabkan oleh kualitas bahan baku yang variatif faktor metode terdapat karena prosedur kerja yang tidak terlalu jelas faktor pengukuran muncul akibat alat yang tidak sering dikalibrasi, sementara faktor lingkungan terpengaruh oleh suhu dan kelembapan yang tidak stabil. Sebagai langkah solutif, penelitian ini merekomendasikan perbaikan melalui program pelatihan intensif untuk karyawan, penerapan jadwal perawatan mesin yang rutin, pengawasan ketat terhadap pemasok bahan baku, dan perbaikan standar operasional serta kondisi lingkungan kerja. Implementasi langkah-langkah ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi tingkat kerusakan dan meningkatkan kualitas produk perusahaan.  
PEMANFAATAN DATA OPERASIONAL HARIAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS DATA DI PT DELTA JAYA MAS Enjel One Nainggolan; Refiana Dwi Maghfiroh
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8882

Abstract

Digital transformation is driving the manufacturing industry to optimize the use of operational data as a foundation for accurate and responsive decision-making. This study aims to analyze the effectiveness of daily operational data utilization in managerial processes at the Mandrel Division of PT Delta Jaya Mas, while also evaluating the challenges faced. Using a descriptive qualitative approach, data was collected through interviews, observations, and documentation studies. The research findings reveal that operational data has become a vital instrument in production monitoring, quality control, and strategic planning. However, the current hybrid recording system—combining manual forms and the AppSheet digital platform—often leads to inefficiencies such as input errors, data latency, and reliance on manual validation. Variations in human resource competencies and the lack of holistic system integration also impact the consistency of data quality. The study's conclusions confirm that although the Mandrel Division is on the transition path toward Data-Driven Decision Making (DDDM), data quality optimization and digital system integration are essential to improve the accuracy of managerial decisions. These findings contribute to the academic literature on operational management and provide practical recommendations for companies to strengthen data governance. ABSTRAK Transformasi digital mendorong industri manufaktur untuk mengoptimalkan penggunaan data operasional sebagai fondasi pengambilan keputusan yang akurat dan responsif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemanfaatan data operasional harian dalam proses manajerial di Divisi Mandrel PT Delta Jaya Mas, sekaligus mengevaluasi tantangan yang dihadapi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa data operasional telah menjadi instrumen vital dalam pemantauan produksi, pengendalian mutu, dan perencanaan strategis. Namun, sistem pencatatan yang masih bersifat hibrida—memadukan formulir manual dan platform digital AppSheet—kerap memicu inefisiensi berupa kesalahan input, latensi data, dan ketergantungan pada validasi manual. Variasi kompetensi sumber daya manusia dan belum terintegrasinya sistem secara holistik turut memengaruhi konsistensi kualitas data. Simpulan studi ini menegaskan bahwa meskipun Divisi Mandrel telah berada pada jalur transisi menuju Data-Driven Decision Making (DDDM), optimalisasi kualitas data dan integrasi sistem digital mutlak diperlukan untuk meningkatkan akurasi keputusan manajerial. Temuan ini berkontribusi secara akademis dalam memperkaya literatur manajemen operasional dan memberikan rekomendasi praktis bagi perusahaan untuk memperkuat tata kelola data.
ANALISIS PERAN CORE-TAX DALAM TRANSFORMASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN DAN TRANSPARANSI PT DELTA JAYA MAS Febyan Cahya Alfi Syahrin; Refiana Dwi Maghfiroh
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8883

Abstract

Digital transformation in tax administration is now a strategic necessity for the manufacturing sector to improve the efficiency and accountability of data management. This study aims to analyze the role of the Core-Tax Administration System implementation in supporting digital transformation at PT Delta Jaya Mas, with a primary focus on improving tax compliance and transparency during the transition from a manual system. This study employed a qualitative method through a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observations of the reporting process, and document analysis, then processed using the Miles and Huberman interactive analysis model. The research findings indicate that the implementation of Core-Tax significantly improved operational effectiveness through automated data validation, digital archiving, and reporting efficiency, minimizing the risk of duplication and administrative errors. Furthermore, the system strengthened internal transparency through real-time data access and reduced the risk of regulatory non-compliance. Despite challenges with human resource adaptation during the initial stages, it was concluded that Core-Tax contributed significantly to strengthening the company's tax governance to be more modern, accurate, and structured. ABSTRAK Transformasi digital dalam administrasi perpajakan kini menjadi kebutuhan strategis bagi sektor manufaktur guna meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas pengelolaan data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran implementasi Core-Tax Administration System dalam mendukung transformasi digital di PT Delta Jaya Mas, dengan fokus utama pada peningkatan kepatuhan dan transparansi perpajakan selama masa transisi dari sistem manual. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan lewat wawancara mendalam, observasi proses pelaporan, dan analisis dokumen, kemudian diolah menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan Core-Tax secara signifikan meningkatkan efektivitas operasional melalui validasi data otomatis, pengarsipan digital, dan efisiensi pelaporan yang meminimalkan risiko duplikasi serta kesalahan administrasi. Selain itu, sistem ini memperkuat transparansi internal melalui akses data real-time dan menurunkan risiko ketidakpatuhan regulasi. Meskipun terdapat tantangan adaptasi sumber daya manusia pada tahap awal, disimpulkan bahwa Core-Tax berkontribusi vital dalam memperkuat tata kelola perpajakan perusahaan yang lebih modern, akurat, dan terstruktur.