cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 758 Documents
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PAKET PERNIKAHAN BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE TOPSIS STUDI KASUS KOTA KUPANG Chinskim Louis Rohy; Tiwuk Widiastuti; Derwin R. Sina
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14586

Abstract

The rapid development of the wedding service industry in Kupang City creates specific challenges for prospective brides and grooms in determining packages that align with their budget allocation and specific needs. The absence of a digital platform with automatic recommendation features causes the vendor selection process to remain subjective and time-consuming. This research aims to develop a web-based Decision Support System (DSS) for selecting wedding packages in Kupang City by applying the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) method. This system is designed to assist prospective brides and grooms in determining the best choice based on several criteria, including food packages, decorations, documentation, makeup, attire, and amenities. The decision-making process begins with normalizing the decision matrix, assigning weights to each criterion, and calculating the distance between positive and negative ideal solutions to obtain a final ranking for each alternative. The system was developed using the PHP programming language and a MySQL database, implemented through an interactive web interface. The system was tested using User Acceptance Testing (UAT) on 15 respondents. Evaluation results showed a user satisfaction level of 82.28%. These results indicate that the system can provide accurate recommendations and is well-received by users. Thus, this system can improve efficiency and objectivity in the wedding package selection process in Kupang City. ABSTRAK Perkembangan industri jasa pernikahan di Kota Kupang yang semakin pesat menciptakan tantangan tersendiri bagi calon pengantin dalam menentukan paket yang sesuai dengan alokasi anggaran dan kebutuhan spesifik mereka. Ketiadaan platform digital yang memiliki fitur perekomendasi otomatis menyebabkan proses pemilihan vendor masih bersifat subjektif dan memakan waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis web dalam pemilihan paket pernikahan di Kota Kupang dengan menerapkan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Sistem ini dirancang untuk membantu calon pengantin dalam menentukan pilihan terbaik berdasarkan beberapa kriteria, antara lain paket makanan, dekorasi, dokumentasi, make up, busana, dan kelengkapan. Proses pengambilan keputusan diawali dengan normalisasi matriks keputusan, pemberian bobot pada setiap kriteria, hingga perhitungan jarak solusi ideal positif dan negatif untuk memperoleh peringkat akhir setiap alternatif. Sistem dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL, serta diimplementasikan melalui antarmuka web yang interaktif. Uji coba sistem dilakukan menggunakan metode User Acceptance Testing (UAT) terhadap 15 responden. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan pengguna sebesar 82.28%. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem dapat memberikan rekomendasi yang tepat dan diterima dengan baik oleh pengguna. Dengan demikian, sistem ini mampu meningkatkan efisiensi dan objektivitas dalam proses pemilihan paket pernikahan di Kota Kupang.  
PERENCANAAN PENGELOLAAN SEMENTARA LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) PADA INDUSTRI TEPUNG CAMPURAN DAN ADONAN TEPUNG (STUDI KASUS: PT SAKTI PANGAN PERKASA KABUPATEN. KARANGANYAR) Yudha Pranata
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14669

Abstract

ABSTRACT The increasing intensity of industrial activities contributes to the generation of hazardous and toxic (B3) waste, which may cause environmental pollution and pose health risks if not managed in accordance with applicable regulations. Therefore, the planning of a Temporary Storage Facility (TPS) for B3 waste needs to comply with regulatory requirements while considering the characteristics and potential risks associated with the waste. This study aimed to identify the sources, types, characteristics, generation quantities, storage periods, and management risks of B3 waste, as well as to develop recommendations for a Detail Engineering Design (DED) of a B3 waste Temporary Storage Facility according to operational requirements. The study employed a descriptive quantitative method with a planning-oriented approach, using primary data obtained through field surveys, documentation, waste classification, and determination of the study area, while secondary data were obtained from company profiles and technical requirements for B3 waste storage. The collected data were analyzed based on the provisions of Government Regulation Number 22 of 2021 and Regulation of the Minister of Environment and Forestry Number 6 of 2021 concerning B3 waste management. The results showed that B3 waste originated from the main production processes and supporting activities, including building maintenance, electrical activities, office operations, religious activities, and health services, with the main characteristics consisting of toxic waste, flammable liquids, and infectious waste. Based on the identification results, a Detail Engineering Design for the B3 waste Temporary Storage Facility was developed in accordance with applicable technical and regulatory requirements, thereby supporting safe, efficient, and sustainable waste management while minimizing the risks of environmental pollution and adverse health impacts. ABSTRAK Peningkatan aktivitas industri berkontribusi terhadap bertambahnya timbulan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta risiko terhadap kesehatan apabila tidak dikelola sesuai ketentuan. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) limbah B3 yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik limbah dan potensi risiko yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber, jenis, karakteristik, jumlah timbulan, waktu penyimpanan, serta risiko pengelolaan limbah B3, sekaligus menyusun rekomendasi Detail Engineering Design (DED) TPS limbah B3 yang sesuai dengan kebutuhan operasional industri. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan perencanaan, menggunakan data primer yang diperoleh melalui survei lapangan, dokumentasi, pengelompokan limbah, dan penentuan area studi serta data sekunder berupa profil perusahaan dan standar persyaratan teknis penyimpanan limbah B3. Data dianalisis berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021 mengenai pengelolaan limbah B3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah B3 berasal dari proses produksi utama serta aktivitas pendukung, meliputi pemeliharaan bangunan, kelistrikan, perkantoran, peribadatan, dan layanan kesehatan, dengan karakteristik utama berupa limbah beracun, cairan mudah menyala, dan limbah infeksius. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut disusun rekomendasi Detail Engineering Design TPS limbah B3 yang memenuhi persyaratan teknis dan regulasi, sehingga mampu mendukung pengelolaan limbah secara aman, efisien, berkelanjutan, serta meminimalkan risiko pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.
STRATEGI PENGENDALIAN GULMA BERKELANJUTAN MELALUI ALELOPATI, MULSA, DAN BIOHERBISIDA: LITERATURE REVIEW Fifiyanti Fifiyanti; Wa Ode Nursafira
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14676

Abstract

Weed control is still a big challenge in agricultural systems because its existence can reduce crop productivity through competition for water, nutrients, light, and planting space. On the other hand, the continued use of synthetic herbicides has led to a variety of negative impacts, such as resistance to weeds, environmental pollution, and disturbances to non-target organisms. This condition encourages the development of various weed control approaches that are more environmentally friendly. This article aims to review and synthesize research results on the use of allelopathy, mulching, and bioherbicides as sustainable weed control strategies. This research was conducted using the Narrative Literature Review (NLR) method with a descriptive-qualitative approach. The review process begins with the identification of articles based on predefined keywords. The articles used in this review were selected based on several inclusion and exclusion criteria. Next, the screening process is carried out by reviewing titles and abstracts to assess the relevance of the article to the focus of the research. Data sources were obtained from scientific articles published in the 2021–2026 period through several scientific databases, then analyzed thematically based on the similarity of research focus. The results of the study showed that allelopathy is able to suppress weed growth through the activity of allelochemical compounds, the use of mulch is effective in inhibiting weed germination while improving the physical and biological condition of the soil, while bioherbicides offer a more selective and environmentally friendly control alternative. These three approaches have different working mechanisms, but they complement each other if applied in an integrated manner in the weed management system. Thus, the integration of allelopathy, mulching, and bioherbicides has the potential to be an effective strategy to reduce dependence on synthetic herbicides while supporting the realization of a more productive, sustainable, and environmentally friendly agricultural system. ABSTRAK Pengendalian gulma masih menjadi tantangan besar dalam sistem pertanian karena keberadaannya dapat mengurangi produktivitas tanaman melalui persaingan dalam memperoleh air, nutrisi, cahaya, dan ruang tanam. Di sisi lain, penggunaan herbisida sintetis yang berkelanjutan telah menyebabkan berbagai dampak negatif, seperti ketahanan terhadap gulma, polusi lingkungan, dan gangguan pada organisme non-target. Kondisi ini mendorong pengembangan berbagai pendekatan pengendalian gulma yang lebih ramah lingkungan. Artikel ini bertujuan untuk meninjau dan mensintesis hasil penelitian tentang penggunaan alelopati, mulsa, dan bioherbisida sebagai strategi pengendalian gulma yang berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Narrative Literature Review (NLR) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Proses tinjauan dimulai dengan identifikasi artikel berdasarkan kata kunci yang telah ditentukan sebelumnya. Artikel yang digunakan dalam tinjauan ini dipilih berdasarkan beberapa kriteria inklusi dan eksklusi. Selanjutnya, proses penyaringan dilakukan dengan meninjau judul dan abstrak untuk menilai relevansi artikel terhadap fokus penelitian. Sumber data diperoleh dari artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2021–2026 melalui beberapa basis data ilmiah, kemudian dianalisis secara tematik berdasarkan kesamaan fokus penelitian. Hasil studi menunjukkan bahwa alelopati mampu menekan pertumbuhan gulma melalui aktivitas senyawa alelokimia, penggunaan mulsa efektif dalam menghambat perkecambahan gulma sekaligus memperbaiki kondisi fisik dan biologis tanah, sementara bioherbisida menawarkan alternatif pengendalian yang lebih selektif dan ramah lingkungan. Ketiga pendekatan ini memiliki mekanisme kerja yang berbeda, tetapi saling melengkapi jika diterapkan secara terintegrasi dalam sistem pengelolaan gulma. Dengan demikian, integrasi alelopati, mulsa, dan bioherbisida berpotensi menjadi strategi efektif untuk mengurangi ketergantungan pada herbisida sintetis sekaligus mendukung terwujudnya sistem pertanian yang lebih produktif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
HUBUNGAN PSYCHOLOGICAL CAPITAL DENGAN COMPLEX PROBLEM SOLVING PADA DRIVER OJEK ONLINE DI YOGYAKARTA Muhammad Zulfan Imron; Dewi Handayani Harahap
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14701

Abstract

ABSTRACT The ability to solve complex problems is an essential competency for online motorcycle taxi drivers, as they encounter dynamic work situations, including route changes, traffic conditions, and customer service demands. One psychological factor that is assumed to enhance this ability is Psychological Capital, which consists of self-efficacy, hope, optimism, and resilience. This study aimed to examine the relationship between Psychological Capital and Complex Problem Solving among online motorcycle taxi drivers in the Special Region of Yogyakarta, Indonesia. A quantitative correlational design was employed involving 203 drivers selected through purposive sampling. Data were collected using the Psychological Capital Scale (14 items) and the Complex Problem Solving Scale (7 items), both of which demonstrated good validity and reliability, with Cronbach's alpha coefficients of 0.880 and 0.835, respectively. Since the data were not normally distributed based on the Kolmogorov-Smirnov test, the Spearman's Rho correlation test was applied. The findings revealed a very strong positive relationship between Psychological Capital and Complex Problem Solving (r = 0.790, p < 0.01). The coefficient of determination (R² = 0.624) indicated that Psychological Capital accounted for 62.4% of the variance in Complex Problem Solving among online motorcycle taxi drivers. These findings suggest that higher levels of Psychological Capital are associated with better complex problem-solving abilities, highlighting the importance of strengthening psychological resources to improve decision-making quality and work performance among online motorcycle taxi drivers. ABSTRAK Kemampuan menyelesaikan permasalahan yang kompleks merupakan kompetensi penting bagi driver ojek online karena mereka dihadapkan pada berbagai situasi kerja yang dinamis, seperti perubahan rute, kondisi lalu lintas, serta tuntutan pelayanan kepada pelanggan. Salah satu faktor psikologis yang diduga berperan dalam meningkatkan kemampuan tersebut adalah Psychological Capital, yang mencakup efikasi diri, harapan, optimisme, dan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara Psychological Capital dan Complex Problem Solving pada driver ojek online di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 203 driver ojek online yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Psychological Capital (14 item) dan skala Complex Problem Solving (7 item) yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach's Alpha masing-masing sebesar 0,880 dan 0,835. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman's Rho karena data tidak berdistribusi normal berdasarkan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara Psychological Capital dan Complex Problem Solving (r = 0,790; p < 0,01). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,624) menunjukkan bahwa Psychological Capital memberikan kontribusi sebesar 62,4% terhadap variasi kemampuan Complex Problem Solving pada driver ojek online. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi Psychological Capital yang dimiliki driver, semakin baik kemampuan mereka dalam menyelesaikan permasalahan yang kompleks, sehingga penguatan modal psikologis berpotensi menjadi strategi untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan kinerja kerja.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI STIGMATISASI DENGAN SIKAP MENCARI BANTUAN PROFESIONAL PSIKOLOGI PADA MAHASISWA ARSITEKTUR Anna Larasanya Sogen; Feronika Ratu; Yeni Damayanti; Mardiana Artati
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14746

Abstract

Mental health issues among university students have received increasing attention due to the growing need for psychological services, yet the utilization of such services remains relatively low. One factor believed to influence this condition is perceived stigmatization toward individuals seeking professional psychological help, while studies examining this relationship among architecture students remain limited. This study aimed to examine the relationship between perceived stigmatization and attitudes toward seeking professional psychological help among students of the Architecture Study Program at Widya Mandira University, Kupang. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The population consisted of 281 active students from the Architecture Study Program at Widya Mandira University, Kupang. A total of 163 students were selected using the Krejcie and Morgan table with proportional random sampling. The instruments used were the Perceptions of Stigmatization by Others for Seeking Help (PSOSH) to measure perceived stigmatization and the Attitudes Toward Seeking Professional Psychological Help Scale–Short Form (ATSPPH-SF) to measure attitudes toward seeking professional psychological help. Data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, linearity testing through scatterplots, and Spearman's rho correlation analysis. The descriptive analysis indicated that both perceived stigmatization and attitudes toward seeking professional psychological help were at a moderate level. The hypothesis testing revealed a strong, significant negative relationship between perceived stigmatization and attitudes toward seeking professional psychological help (ρ = −0.611, p < .001). These findings indicate that the higher the perceived stigmatization among students, the lower their attitudes toward seeking professional psychological help. Conversely, lower perceived stigmatization was associated with more positive attitudes toward seeking professional psychological help. ABSTRAK Masalah kesehatan mental pada mahasiswa semakin mendapat perhatian karena tingginya kebutuhan akan layanan psikologi, namun pemanfaatan layanan tersebut masih relatif rendah. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kondisi tersebut adalah persepsi stigmatisasi terhadap individu yang mencari bantuan profesional psikologi, sementara kajian mengenai hubungan kedua variabel tersebut pada mahasiswa Program Studi Arsitektur masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi stigmatisasi dengan sikap mencari bantuan profesional psikologi pada mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Widya Mandira Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi penelitian berjumlah 281 mahasiswa aktif Program Studi Arsitektur Universitas Widya Mandira Kupang. Sampel penelitian berjumlah 163 mahasiswa yang ditentukan menggunakan tabel Krejcie dan Morgan dengan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perceptions of Stigmatization by Others for Seeking Help (PSOSH) untuk mengukur persepsi stigmatisasi dan Attitudes Toward Seeking Professional Psychological Help Scale–Short Form (ATSPPH-SF) untuk mengukur sikap mencari bantuan profesional psikologi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji linearitas melalui scatterplot, dan uji hipotesis menggunakan korelasi Spearman's rho. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa persepsi stigmatisasi maupun sikap mencari bantuan profesional psikologi berada pada kategori sedang. Hasil uji hipotesis menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan dengan kekuatan hubungan yang kuat antara persepsi stigmatisasi dan sikap mencari bantuan profesional psikologi (ρ = -0,611; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi stigmatisasi yang dimiliki mahasiswa, semakin rendah sikap mereka terhadap pencarian bantuan profesional psikologi. Sebaliknya, semakin rendah persepsi stigmatisasi, semakin positif sikap mahasiswa terhadap pencarian bantuan profesional psikologi.
HAK PEKERJA DALAM KEPAILITAN: PERTENTANGAN NORMA UU KEPAILITAN DAN PUTUSAN MK NO. 67/PUU-XI/2013 Arif Rahman Hakim; Febrian Rizki Pratama; Miftakhul Huda
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14855

Abstract

ABSTRACT This research examines the normative conflict concerning the protection of workers’ rights in bankruptcy proceedings, particularly the relationship between Article 55 paragraph (1) of the Bankruptcy Law, which grants execution authority to secured creditors, and Constitutional Court Decision Number 67/PUU-XI/2013, which establishes workers’ rights as the highest priority in the payment of debts arising from bankrupt companies. The main issue addressed in this research is the disharmony between these legal norms, which creates regulatory dualism and legal uncertainty in the settlement of bankruptcy assets by curators and commercial court judges. This study employs a normative juridical research method using statutory and conceptual approaches. The research stages include identifying the normative conflict, analyzing the relationship between bankruptcy regulations and the Constitutional Court decision, and examining the issue through Gustav Radbruch’s theory of legal certainty. The findings indicate that the conflict between these norms results in the failure to fulfill the elements of legal certainty, namely contradictory legal positivism, normative ambiguity, and inconsistent legal implementation. This condition has caused structural injustice and weakened legal protection for workers, who are economically positioned as the most vulnerable parties in bankruptcy proceedings. This research concludes that resolving the normative conflict cannot rely solely on judicial discretion in individual cases but requires legislative harmonization through amendments to the Bankruptcy Law and the establishment of implementing regulations that explicitly guarantee workers’ rights as the highest priority in bankruptcy settlement. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji konflik norma dalam perlindungan hak pekerja pada proses kepailitan, khususnya mengenai hubungan antara ketentuan Pasal 55 ayat (1) Undang-Undang Kepailitan yang memberikan kewenangan eksekusi kepada kreditur separatis dan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 67/PUU-XI/2013 yang menegaskan kedudukan hak pekerja sebagai prioritas utama dalam pembayaran utang perusahaan pailit. Permasalahan penelitian berfokus pada ketidakharmonisan norma yang menimbulkan dualisme pengaturan serta ketidakpastian hukum dalam pelaksanaan pemberesan harta pailit oleh kurator dan hakim pengadilan niaga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Tahapan penelitian dilakukan melalui identifikasi konflik norma, analisis keterkaitan antara peraturan kepailitan dan putusan Mahkamah Konstitusi, serta pengujian terhadap konsep kepastian hukum berdasarkan teori Gustav Radbruch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik norma tersebut menyebabkan kegagalan pemenuhan unsur kepastian hukum berupa positivitas hukum yang tidak harmonis, ketidakjelasan norma, dan inkonsistensi penerapan hukum. Kondisi tersebut berdampak pada lemahnya perlindungan hukum terhadap pekerja sebagai pihak yang secara ekonomi memiliki posisi paling rentan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyelesaian konflik norma tidak cukup dilakukan melalui interpretasi hakim secara kasus per kasus, tetapi membutuhkan harmonisasi regulasi melalui revisi Undang-Undang Kepailitan dan pembentukan aturan pelaksana yang secara tegas menjamin kedudukan hak pekerja sebagai prioritas utama dalam proses kepailitan.
ANALISIS PENGARUH USIA, JAM KERJA DAN UPAH TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA INDUSTRI TAHU (STUDI KASUS DI DUSUN BATU BELEK AIKMEL LOMBOK TIMUR) Dinny Rosyada
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14861

Abstract

ABSTRACT Labor productivity is an important indicator of economic activity as it reflects the ability of workers to produce goods or services effectively and efficiently. In small-scale industries, labor productivity is influenced by several factors, including age, working hours, and wages. This study aimed to analyze the effects of age, working hours, and wages on labor productivity in the tofu industry located in Batu Belek Hamlet, Aikmel Village. The study employed a quantitative approach using a survey method. The population consisted of 30 workers, all of whom were selected as respondents through a census technique. Data were collected through observation and documentation and analyzed using descriptive quantitative analysis, multiple linear regression, and classical assumption tests. The results indicate that age and working hours have a negative and significant effect on labor productivity, whereas wages have a positive and significant effect. Simultaneously, the three independent variables significantly influence labor productivity. The coefficient of determination (R²) of 0.979 indicates that 97.9% of the variation in labor productivity is explained by age, working hours, and wages, while the remaining 2.1% is influenced by other factors outside the research model. These findings suggest that improving labor productivity in the tofu industry requires adequate wage policies accompanied by effective management of productive-age workers and optimal working-hour arrangements. ABSTRAK Produktivitas tenaga kerja merupakan salah satu indikator penting dalam kegiatan ekonomi karena mencerminkan kemampuan tenaga kerja dalam menghasilkan barang atau jasa secara efektif dan efisien. Pada industri kecil, produktivitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya usia, jam kerja, dan upah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh usia, jam kerja, dan upah terhadap produktivitas tenaga kerja pada industri tahu di Dusun Batu Belek, Desa Aikmel. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 30 tenaga kerja yang seluruhnya dijadikan responden menggunakan teknik sensus. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, regresi linear berganda, serta uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial usia dan jam kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja, sedangkan upah berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,979 menunjukkan bahwa sebesar 97,9% variasi produktivitas tenaga kerja dapat dijelaskan oleh variabel usia, jam kerja, dan upah, sedangkan sisanya sebesar 2,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas tenaga kerja pada industri tahu perlu didukung melalui pemberian upah yang memadai disertai pengelolaan usia produktif dan pengaturan jam kerja yang optimal.
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA, DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SKINTIFIC: SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Difa Ananda; Arniwita Arniwita; Mustika Mustika
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14946

Abstract

The skincare industry in Indonesia has grown rapidly, driven by increasing consumer awareness of skin health and the growing use of digital media to access product information. Although various studies have examined the effects of product quality, price, and promotion on Skintific purchasing decisions, their findings remain scattered across different contexts and have not been systematically synthesized. This study aims to analyze and synthesize previous findings on the effects of product quality, price, and promotion on purchasing decisions for Skintific products. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted through the stages of identification, screening, eligibility assessment, and inclusion of articles published between 2020 and 2025. Five articles directly addressing purchasing decisions for Skintific products were analyzed using narrative synthesis. The findings indicate that product quality is consistently associated with greater consumer trust and purchasing decisions. Price is an important consideration based on consumers’ assessment of the balance between benefits and costs, while digital promotion contributes to increasing brand awareness and encouraging purchases. Overall, these three factors show consistent relationships with purchasing decisions; however, this review does not estimate their combined effect size because no meta-analysis was conducted. These findings highlight the importance of maintaining product quality, setting prices in accordance with consumers’ perceived value, and optimizing promotional strategies. ABSTRAK Industri skincare di Indonesia berkembang pesat seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kesehatan kulit dan penggunaan media digital dalam pencarian informasi produk. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji pengaruh kualitas produk, harga, dan promosi terhadap keputusan pembelian Skintific, temuan tersebut masih tersebar pada berbagai konteks dan belum disintesis secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mensintesis temuan terdahulu mengenai pengaruh kualitas produk, harga, dan promosi terhadap keputusan pembelian produk Skintific. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) melalui tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi artikel yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Sebanyak lima artikel yang secara langsung membahas keputusan pembelian Skintific dianalisis menggunakan sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kualitas produk secara konsisten berkaitan dengan meningkatnya kepercayaan dan keputusan pembelian konsumen. Harga menjadi pertimbangan penting berdasarkan kesesuaian antara manfaat dan biaya, sedangkan promosi melalui media digital berperan dalam meningkatkan kesadaran dan mendorong pembelian. Secara keseluruhan, ketiga faktor tersebut menunjukkan hubungan yang konsisten dengan keputusan pembelian, tetapi kajian ini tidak mengestimasi besaran efek gabungan karena tidak menggunakan meta-analisis. Temuan ini menegaskan pentingnya menjaga kualitas produk, menetapkan harga sesuai persepsi nilai konsumen, dan mengoptimalkan strategi promosi.