cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 636 Documents
PERAN RUMAH SINGGAH GAJAH MADA SURAKARTA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN LANSIA TERLANTAR AKIBAT PENELANTARAN OLEH KELUARGA DI WILAYAH SURAKARTA Jonathan Berlian Wijaya; Eliana Setyanti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12425

Abstract

ABSTRACT The increasing number of older adults in Indonesia has been accompanied by various social problems, one of which is neglect resulting from declining family support. This condition highlights the importance of social institutions in providing protection and services for neglected older adults. This study aimed to analyze the role of Rumah Singgah Gajah Mada Surakarta in improving the welfare of neglected older adults. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The collected data were analyzed using an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that Rumah Singgah Gajah Mada contributes to improving the welfare of older adults through the provision of basic needs, access to healthcare services, social assistance, and psychological support. The presence of the shelter helps older adults gain a sense of security, expand their social interactions, and improve their quality of life after experiencing neglect. In addition to serving as a social care institution, the shelter also functions as a space for social adaptation that enables older adults to rebuild their identity, sense of meaning in life, and positive social relationships. The study concludes that the shelter plays a significant role in enhancing the physical, social, and psychological well-being of neglected older adults, although service optimization remains challenged by limited resources and inadequate family support. ABSTRAK Meningkatnya jumlah lanjut usia (lansia) di Indonesia diikuti oleh berbagai permasalahan sosial, salah satunya penelantaran akibat berkurangnya dukungan keluarga. Kondisi tersebut mendorong pentingnya peran lembaga sosial dalam memberikan perlindungan dan pelayanan bagi lansia terlantar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Rumah Singgah Gajah Mada Surakarta dalam meningkatkan kesejahteraan lansia terlantar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara interaktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Singgah Gajah Mada berperan dalam meningkatkan kesejahteraan lansia melalui pemenuhan kebutuhan dasar, akses layanan kesehatan, pendampingan sosial, dan dukungan psikologis. Keberadaan rumah singgah membantu lansia memperoleh rasa aman, memperluas interaksi sosial, serta meningkatkan kualitas hidup setelah mengalami keterlantaran. Selain memenuhi fungsi pelayanan sosial, rumah singgah juga berperan sebagai ruang adaptasi sosial yang mendukung lansia dalam membangun kembali identitas diri, kebermaknaan hidup, dan hubungan sosial yang positif. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa rumah singgah memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kesejahteraan lansia terlantar secara fisik, sosial, dan psikologis, meskipun optimalisasi layanan masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya dan rendahnya dukungan keluarga.
IMPLEMENTASI PROGRAM CELENGAN BERSYUKUR DAN TOKEN ECONOMY PADA ANAK PANTI ASUHAN Kathryn Givtha Averine; Meiske Yunithree Suparman; Chiqka Grisella Vigiza; Vanessa Garcia
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12458

Abstract

Children living in orphanages are at high risk of experiencing emotional problems, particularly low levels of gratitude and aggressive behavior, which also affect caregiver fatigue. This study was conducted based on Positive Psychology Theory by Emmons & McCullough and Skinner’s behavior modification theory. The study aimed to analyze the levels of gratitude and aggression among children living in an orphanage. The method used was a one-group pre-test and post-test design without a comparison group, involving five children aged 7 to 10 years at Orphanage X. Data were collected using the Indonesian Gratitude Scale and the Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ). The intervention was implemented for approximately two months (March–May 2026) through a gratitude piggy bank program and a star sticker-based token economy system. The results showed that 80% of the children were in the moderate category of gratitude and that the average aggression score decreased from 79.40 to 70.80. These findings indicate that the combination of the two intervention programs demonstrates potential benefits in improving children's emotional well-being. This study emphasizes a holistic approach that includes children in efforts to enhance psychological well-being within the orphanage environment. ABSTRAK Anak-anak yang tinggal di panti asuhan memiliki risiko tinggi terhadap masalah emosional, terutama merasa kurang bersyukur dan menunjukkan perilaku yang agresif, yang juga berimbas pada situasi kelelahan pengasuh. Penelitian ini dilakukan berdasarkan teori psikologi positif Emmons dan McCullough dan modifikasi perilaku Skinner. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat rasa syukur dan agresivitas anak panti asuhan. Metode yang digunakan adalah desain pre-test dan post-test pada satu kelompok tanpa kelompok pembanding, yang melibatkan 5 anak berusia 7 hingga 10 tahun di Panti Asuhan X. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Rasa Syukur versi Indonesia, Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ). Intervensi dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan (Maret–Mei 2026) melalui program celengan bersyukur, sistem token economy berbasis stiker bintang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% anak berada pada kategori sedang dalam hal bersyukur dan penurunan skor agresivitas rata-rata dari 79,40 menjadi 70,80. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi kedua program intervensi tersebut menunjukkan potensi manfaat dalam meningkatkan kesejahteraan emosional anak Penelitian ini menegaskan pendekatan holistik yang mencakup anak dalam upaya peningkatan kesejahteraan psikologis di lingkungan panti asuhan.
TAHAPAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 4-5 TAHUN DALAM PERSPEKTIF ALIRAN STRUKTURALISME: STUDI KASUS DI KB LARAS SAKTI Dhea Yunika; Meta Rosalia; Rosalina Destyaningsi; Syaza Aulia Alpinia; Novita Loka
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12505

Abstract

Language development in children aged 4–5 years forms a critical foundation for cognitive, social, emotional, and academic growth. However, challenges such as delayed articulation, limited vocabulary, and difficulties in constructing sentences remain prevalent. This study aims to comprehensively analyze language development in this age group through a structuralist lens encompassing phonology, morphology, syntax, and semantics simultaneously an innovation over prior studies that addressed only one or two linguistic components. A qualitative case study design was employed at KB Laras Sakti Sakatiga. Data were collected through observations during animal-habitat-themed learning activities, guided question-and-answer sessions, and field documentation using observation sheets and interview guides. Data analysis was organized according to relational language patterns observed in child interactions. Findings indicate that children could follow simple instructions, respond to questions about animal habitats, produce vocabulary such as bird, fish, and water, and construct basic sentences like "fish live in water." All four structuralist dimensions were evident: phonology in clear phoneme articulation during singing, morphology in the use of the bound morpheme di-, syntax in comprehension of S-P-O-C sentence patterns, and semantics in accurate paradigmatic word selection. This study underscores the importance of consistent use of concrete learning media and two-way communication by early childhood educators and parents to systematically build children's semantic networks in alignment with Saussurean sign theory. ABSTRAK Perkembangan bahasa anak usia 4–5 tahun merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan kognitif, sosial, emosional, dan akademik. Namun, permasalahan seperti keterlambatan pengucapan, keterbatasan kosakata, dan kesulitan menyusun kalimat masih kerap ditemukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan bahasa anak usia tersebut secara komprehensif melalui perspektif strukturalisme yang mencakup aspek fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik secara bersamaan sebuah inovasi dari kajian sebelumnya yang cenderung berfokus pada satu atau dua aspek saja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di KB Laras Sakti Sakatiga. Data dikumpulkan melalui observasi kegiatan pembelajaran bertema habitat hewan, sesi tanya jawab terarah, dan dokumentasi lapangan menggunakan lembar observasi serta panduan wawancara. Analisis data dilakukan berdasarkan pola relasi bahasa dalam interaksi antar anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu memahami instruksi sederhana, menjawab pertanyaan terkait habitat hewan, menyebutkan kosakata seperti burung, ikan, dan air, serta menyusun kalimat sederhana seperti "ikan hidup di air." Keempat aspek strukturalisme termanifestasi secara nyata: fonologi tampak pada kejelasan pengucapan fonem saat bernyanyi, morfologi pada penggunaan morfem terikat di-, sintaksis pada pemahaman pola S-P-O-K, dan semantik pada pemilihan kata paradigmatik yang tepat. Penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan media konkret dan komunikasi dua arah oleh guru PAUD dan orang tua guna membangun jaringan makna bahasa anak secara sistematis sesuai teori tanda Saussure.
ANALISIS USABILITY UKURAN ELEMEN NAVIGASI PADA PORTAL-SIA UIN SUMATERA UTARA DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI INTERAKSI MAHASISWA Ramzi Azizan; Muhammad Afif Naufal Lubis; Alvin Nazhan Sarbini; Ari Wisnu Widagdo
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12507

Abstract

The Academic Information System Portal (Portal-SIA) serves as the primary digital platform for students' academic activities; however, its mobile interaction is frequently hampered by navigation elements that are too small to operate comfortably. This study aimed to evaluate the usability of Portal-SIA's navigation element sizes and their impact on the efficiency of student interaction. A descriptive quantitative and qualitative approach was employed through a survey method involving 50 students from the Computer Science Study Program at UIN North Sumatra, selected by purposive sampling. Evaluation focused on six User Experience (UX) dimensions: adoptability, usability, efficiency, clarity, error handling, and satisfaction, using a Likert scale 1–5 questionnaire that had been tested for validity and reliability. Results indicated that 91.3% of respondents accessed the portal via smartphone, with the highest complaint rates recorded in the clarity (87.5%), efficiency (87.0%), and error handling (80.8%–82.3%) dimensions, while overall user satisfaction reached only 10.7%. It is concluded that inadequately sized navigation elements impose a significant negative impact on system efficiency and user comfort, consistent with the principles of efficiency of use and error prevention within Nielsen's Usability Heuristics (Nielsen, 1994). This study recommends an interface redesign based on Responsive Web Design (RWD) with touch target optimization conforming to Apple Human Interface Guidelines and Google Material Design standards to enhance the quality of campus digital service interaction. ABSTRAK Portal Sistem Informasi Akademik (Portal-SIA) merupakan platform digital utama bagi kegiatan akademik mahasiswa, namun interaksinya melalui perangkat seluler sering terhambat oleh ukuran elemen navigasi yang terlalu kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi usability ukuran elemen navigasi Portal-SIA serta dampaknya terhadap efisiensi interaksi mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif melalui metode survei dengan melibatkan 50 responden mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer UIN Sumatera Utara yang dipilih secara purposive sampling. Evaluasi difokuskan pada enam dimensi User Experience (UX), yaitu adoptability, usability, efficiency, clarity, error handling, dan satisfaction, menggunakan instrumen kuesioner berskala Likert 1–5 yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa 91,3% responden mengakses portal melalui smartphone, dengan persentase keluhan tertinggi pada dimensi clarity (87,5%), efficiency (87,0%), dan error handling (80,8%–82,3%), sementara tingkat kepuasan pengguna hanya mencapai 10,7%. Dapat disimpulkan bahwa ukuran elemen navigasi yang tidak memadai memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap efisiensi dan kenyamanan penggunaan sistem, sebagaimana dijelaskan oleh prinsip efficiency of use dan error prevention dalam Nielsen Usability Heuristics (Nielsen, 1994). Penelitian ini merekomendasikan redesain antarmuka berbasis Responsive Web Design (RWD) dengan optimasi touch target sesuai standar Apple HIG dan Material Design Google guna meningkatkan kualitas interaksi layanan digital kampus.
ANALISIS KENDALA, FAKTOR DETERMINAN, DAN UPAYA GURU DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU DI KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR Aulia Ramadhani Ariyati; Fitriyani Nuraviah; Khoirunisa Aulia Insani; Ahmad Zaini Nahar; Taufik Muhtarom
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12835

Abstract

This study aims to examine the obstacles, determinants, and teacher efforts in implementing integrated thematic learning in lower elementary school grades. This study used the Systematic Literature Review (SLR) method. Data collection was carried out following the Preferred Reporting Items For Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines sourced from Google Scholar indexed by SINTA with a time span of 2020–2026. Data were analyzed by identifying literature, selecting sources relevant to the topic, analyzing the content of the literature, and compiling the study results. Of the 627 articles obtained, 20 articles were found to meet the established criteria. From the results of the study, it can be concluded that several obstacles experienced by teachers in implementing integrated thematic learning are low competence in integrating subjects, minimal time, very limited facilities and learning tools, difficulty in planning and measuring learning, and lack of interest and low student motivation. Factors that influence the implementation of integrated thematic learning are teacher pedagogical competence, availability of facilities and equipment, students' physical and psychological health, reading culture, time management, and school and family support. Steps teachers have taken to overcome these various obstacles include training and workshops, the use of more varied and interactive educational methods, innovative learning media, increased collaboration with parents, and ongoing learning evaluations. Therefore, successful implementation of integrated thematic learning requires collaboration between teachers, schools, families, and a supportive learning environment to maximize learning objectives. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kendala, faktor determinan dan upaya guru dalam penerapan pembelajaran tematik terpadu di kelas rendah sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Pengumpulan data dilakukan dengan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items For Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) yang bersumber dari Google Scholar yang terindeks SINTA dengan rentang waktu tahun 2020–2026. Data dianalisis dengan cara identifikasi literatur, pemilihan sumber yang relevan dengan topik, analisis isi dari literatur, dan penyusunan hasil kajian. Dari 627 artikel yang diperoleh, ditemukan 20 artikel yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa beberapa kendala yang dialami oleh guru dalam melakukan pembelajaran tematik terpadu adalah rendahnya kompetensi dalam menyatukan mata pelajaran, waktu yang minim, fasilitas dan alat pembelajaran yang sangat terbatas, sulitnya merencanakan dan mengukur pembelajaran, serta ketidaktertarikan dan rendahnya motivasi siswa. Faktor-faktor determinan yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran tematik terpadul adalah kompetensi pedagogik guru, ketersediaan fasilitas dan peralatan, kesehatan fisik dan psikologis siswa, budaya membaca, manajemen waktu, serta dukungan sekolah dan keluarga. Upaya yang telah diambil guru untuk mengatasi berbagai macam hambatan itu antara lain melalui pelatihan dan workshop, penggunaan metode pendidikan yang lebih variatif dan interaktif, inovasi media pembelajaran, peningkatan kerjasama dengan orang tua, dan melakukan evaluasi pembelajaran yang bertindak lanjut. Dengan demikian, keberhasilan dalam penerapan pembelajaran tematik terpadu memerlukan kolaborasi antara guru, sekolah, keluarga, dan lingkungan belajar yang mendukung agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.
UPAYA PERALIHAN HAK MILIK ATAS TANAH MELALUI PERJANJIAN JUAL BELI BAWAH TANGAN Livia Sikmon Putra; Defril Hidayat; Ibrahim Aziz
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12920

Abstract

The transfer of land ownership rights through sale and purchase transactions must be carried out in accordance with land law regulations to ensure legal certainty for the parties involved. However, in practice, land sale and purchase transactions conducted under private agreements without the involvement of a Land Deed Official (PPAT) are still commonly found, including in Air Hangat Timur District. This study aims to analyze the implementation of land ownership transfers through private sale and purchase agreements and to identify efforts that can be undertaken to achieve legal certainty in such transfers. This research employed a normative juridical approach with a descriptive-analytical method. Data were collected through library research and document studies and were subsequently analyzed qualitatively. The findings indicate that private land sale and purchase agreements remain prevalent because they are considered simpler, faster, and less costly than formal procedures involving a PPAT. Although such agreements are legally valid as long as they fulfill the requirements of a valid contract, they cannot serve as a direct basis for registering the transfer of land rights. Therefore, to obtain legal certainty, the parties must execute a deed of sale and purchase before a PPAT, which can then be used as the basis for registering the transfer of land rights in accordance with Government Regulation Number 24 of 1997 concerning Land Registration. Accordingly, the registration of land rights transfers serves as an essential instrument in ensuring legal certainty and legal protection for land rights holders. ABSTRAK Peralihan hak milik atas tanah melalui jual beli pada dasarnya harus dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum pertanahan untuk menjamin kepastian hukum bagi para pihak. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan transaksi jual beli tanah yang dilakukan melalui perjanjian di bawah tangan tanpa melibatkan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), termasuk di Kecamatan Air Hangat Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan peralihan hak milik atas tanah melalui perjanjian jual beli di bawah tangan serta upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan kepastian hukum dalam proses peralihan hak tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan sifat deskriptif analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan studi dokumen yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli tanah di bawah tangan masih dilakukan karena dianggap lebih mudah, cepat, dan murah dibandingkan dengan prosedur formal melalui PPAT. Perjanjian jual beli di bawah tangan tetap sah sepanjang memenuhi syarat sah perjanjian, namun belum dapat dijadikan dasar langsung untuk pendaftaran peralihan hak atas tanah. Untuk memperoleh kepastian hukum, para pihak perlu membuat akta jual beli di hadapan PPAT sebagai dasar pendaftaran peralihan hak sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Dengan demikian, pendaftaran peralihan hak atas tanah menjadi instrumen penting dalam mewujudkan kepastian dan perlindungan hukum bagi pemegang hak atas tanah.