cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 758 Documents
IMPLEMENTASI PROGRAM CELENGAN BERSYUKUR DAN TOKEN ECONOMY PADA ANAK PANTI ASUHAN Kathryn Givtha Averine; Meiske Yunithree Suparman; Chiqka Grisella Vigiza; Vanessa Garcia
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12458

Abstract

Children living in orphanages are at high risk of experiencing emotional problems, particularly low levels of gratitude and aggressive behavior, which also affect caregiver fatigue. This study was conducted based on Positive Psychology Theory by Emmons & McCullough and Skinner’s behavior modification theory. The study aimed to analyze the levels of gratitude and aggression among children living in an orphanage. The method used was a one-group pre-test and post-test design without a comparison group, involving five children aged 7 to 10 years at Orphanage X. Data were collected using the Indonesian Gratitude Scale and the Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ). The intervention was implemented for approximately two months (March–May 2026) through a gratitude piggy bank program and a star sticker-based token economy system. The results showed that 80% of the children were in the moderate category of gratitude and that the average aggression score decreased from 79.40 to 70.80. These findings indicate that the combination of the two intervention programs demonstrates potential benefits in improving children's emotional well-being. This study emphasizes a holistic approach that includes children in efforts to enhance psychological well-being within the orphanage environment. ABSTRAK Anak-anak yang tinggal di panti asuhan memiliki risiko tinggi terhadap masalah emosional, terutama merasa kurang bersyukur dan menunjukkan perilaku yang agresif, yang juga berimbas pada situasi kelelahan pengasuh. Penelitian ini dilakukan berdasarkan teori psikologi positif Emmons dan McCullough dan modifikasi perilaku Skinner. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat rasa syukur dan agresivitas anak panti asuhan. Metode yang digunakan adalah desain pre-test dan post-test pada satu kelompok tanpa kelompok pembanding, yang melibatkan 5 anak berusia 7 hingga 10 tahun di Panti Asuhan X. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Rasa Syukur versi Indonesia, Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ). Intervensi dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan (Maret–Mei 2026) melalui program celengan bersyukur, sistem token economy berbasis stiker bintang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% anak berada pada kategori sedang dalam hal bersyukur dan penurunan skor agresivitas rata-rata dari 79,40 menjadi 70,80. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi kedua program intervensi tersebut menunjukkan potensi manfaat dalam meningkatkan kesejahteraan emosional anak Penelitian ini menegaskan pendekatan holistik yang mencakup anak dalam upaya peningkatan kesejahteraan psikologis di lingkungan panti asuhan.
TAHAPAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 4-5 TAHUN DALAM PERSPEKTIF ALIRAN STRUKTURALISME: STUDI KASUS DI KB LARAS SAKTI Dhea Yunika; Meta Rosalia; Rosalina Destyaningsi; Syaza Aulia Alpinia; Novita Loka
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12505

Abstract

Language development in children aged 4–5 years forms a critical foundation for cognitive, social, emotional, and academic growth. However, challenges such as delayed articulation, limited vocabulary, and difficulties in constructing sentences remain prevalent. This study aims to comprehensively analyze language development in this age group through a structuralist lens encompassing phonology, morphology, syntax, and semantics simultaneously an innovation over prior studies that addressed only one or two linguistic components. A qualitative case study design was employed at KB Laras Sakti Sakatiga. Data were collected through observations during animal-habitat-themed learning activities, guided question-and-answer sessions, and field documentation using observation sheets and interview guides. Data analysis was organized according to relational language patterns observed in child interactions. Findings indicate that children could follow simple instructions, respond to questions about animal habitats, produce vocabulary such as bird, fish, and water, and construct basic sentences like "fish live in water." All four structuralist dimensions were evident: phonology in clear phoneme articulation during singing, morphology in the use of the bound morpheme di-, syntax in comprehension of S-P-O-C sentence patterns, and semantics in accurate paradigmatic word selection. This study underscores the importance of consistent use of concrete learning media and two-way communication by early childhood educators and parents to systematically build children's semantic networks in alignment with Saussurean sign theory. ABSTRAK Perkembangan bahasa anak usia 4–5 tahun merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan kognitif, sosial, emosional, dan akademik. Namun, permasalahan seperti keterlambatan pengucapan, keterbatasan kosakata, dan kesulitan menyusun kalimat masih kerap ditemukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan bahasa anak usia tersebut secara komprehensif melalui perspektif strukturalisme yang mencakup aspek fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik secara bersamaan sebuah inovasi dari kajian sebelumnya yang cenderung berfokus pada satu atau dua aspek saja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di KB Laras Sakti Sakatiga. Data dikumpulkan melalui observasi kegiatan pembelajaran bertema habitat hewan, sesi tanya jawab terarah, dan dokumentasi lapangan menggunakan lembar observasi serta panduan wawancara. Analisis data dilakukan berdasarkan pola relasi bahasa dalam interaksi antar anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu memahami instruksi sederhana, menjawab pertanyaan terkait habitat hewan, menyebutkan kosakata seperti burung, ikan, dan air, serta menyusun kalimat sederhana seperti "ikan hidup di air." Keempat aspek strukturalisme termanifestasi secara nyata: fonologi tampak pada kejelasan pengucapan fonem saat bernyanyi, morfologi pada penggunaan morfem terikat di-, sintaksis pada pemahaman pola S-P-O-K, dan semantik pada pemilihan kata paradigmatik yang tepat. Penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan media konkret dan komunikasi dua arah oleh guru PAUD dan orang tua guna membangun jaringan makna bahasa anak secara sistematis sesuai teori tanda Saussure.
ANALISIS USABILITY UKURAN ELEMEN NAVIGASI PADA PORTAL-SIA UIN SUMATERA UTARA DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI INTERAKSI MAHASISWA Ramzi Azizan; Muhammad Afif Naufal Lubis; Alvin Nazhan Sarbini; Ari Wisnu Widagdo
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12507

Abstract

The Academic Information System Portal (Portal-SIA) serves as the primary digital platform for students' academic activities; however, its mobile interaction is frequently hampered by navigation elements that are too small to operate comfortably. This study aimed to evaluate the usability of Portal-SIA's navigation element sizes and their impact on the efficiency of student interaction. A descriptive quantitative and qualitative approach was employed through a survey method involving 50 students from the Computer Science Study Program at UIN North Sumatra, selected by purposive sampling. Evaluation focused on six User Experience (UX) dimensions: adoptability, usability, efficiency, clarity, error handling, and satisfaction, using a Likert scale 1–5 questionnaire that had been tested for validity and reliability. Results indicated that 91.3% of respondents accessed the portal via smartphone, with the highest complaint rates recorded in the clarity (87.5%), efficiency (87.0%), and error handling (80.8%–82.3%) dimensions, while overall user satisfaction reached only 10.7%. It is concluded that inadequately sized navigation elements impose a significant negative impact on system efficiency and user comfort, consistent with the principles of efficiency of use and error prevention within Nielsen's Usability Heuristics (Nielsen, 1994). This study recommends an interface redesign based on Responsive Web Design (RWD) with touch target optimization conforming to Apple Human Interface Guidelines and Google Material Design standards to enhance the quality of campus digital service interaction. ABSTRAK Portal Sistem Informasi Akademik (Portal-SIA) merupakan platform digital utama bagi kegiatan akademik mahasiswa, namun interaksinya melalui perangkat seluler sering terhambat oleh ukuran elemen navigasi yang terlalu kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi usability ukuran elemen navigasi Portal-SIA serta dampaknya terhadap efisiensi interaksi mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif melalui metode survei dengan melibatkan 50 responden mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer UIN Sumatera Utara yang dipilih secara purposive sampling. Evaluasi difokuskan pada enam dimensi User Experience (UX), yaitu adoptability, usability, efficiency, clarity, error handling, dan satisfaction, menggunakan instrumen kuesioner berskala Likert 1–5 yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa 91,3% responden mengakses portal melalui smartphone, dengan persentase keluhan tertinggi pada dimensi clarity (87,5%), efficiency (87,0%), dan error handling (80,8%–82,3%), sementara tingkat kepuasan pengguna hanya mencapai 10,7%. Dapat disimpulkan bahwa ukuran elemen navigasi yang tidak memadai memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap efisiensi dan kenyamanan penggunaan sistem, sebagaimana dijelaskan oleh prinsip efficiency of use dan error prevention dalam Nielsen Usability Heuristics (Nielsen, 1994). Penelitian ini merekomendasikan redesain antarmuka berbasis Responsive Web Design (RWD) dengan optimasi touch target sesuai standar Apple HIG dan Material Design Google guna meningkatkan kualitas interaksi layanan digital kampus.
ANALISIS KENDALA, FAKTOR DETERMINAN, DAN UPAYA GURU DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU DI KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR Aulia Ramadhani Ariyati; Fitriyani Nuraviah; Khoirunisa Aulia Insani; Ahmad Zaini Nahar; Taufik Muhtarom
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12835

Abstract

This study aims to examine the obstacles, determinants, and teacher efforts in implementing integrated thematic learning in lower elementary school grades. This study used the Systematic Literature Review (SLR) method. Data collection was carried out following the Preferred Reporting Items For Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines sourced from Google Scholar indexed by SINTA with a time span of 2020–2026. Data were analyzed by identifying literature, selecting sources relevant to the topic, analyzing the content of the literature, and compiling the study results. Of the 627 articles obtained, 20 articles were found to meet the established criteria. From the results of the study, it can be concluded that several obstacles experienced by teachers in implementing integrated thematic learning are low competence in integrating subjects, minimal time, very limited facilities and learning tools, difficulty in planning and measuring learning, and lack of interest and low student motivation. Factors that influence the implementation of integrated thematic learning are teacher pedagogical competence, availability of facilities and equipment, students' physical and psychological health, reading culture, time management, and school and family support. Steps teachers have taken to overcome these various obstacles include training and workshops, the use of more varied and interactive educational methods, innovative learning media, increased collaboration with parents, and ongoing learning evaluations. Therefore, successful implementation of integrated thematic learning requires collaboration between teachers, schools, families, and a supportive learning environment to maximize learning objectives. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kendala, faktor determinan dan upaya guru dalam penerapan pembelajaran tematik terpadu di kelas rendah sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Pengumpulan data dilakukan dengan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items For Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) yang bersumber dari Google Scholar yang terindeks SINTA dengan rentang waktu tahun 2020–2026. Data dianalisis dengan cara identifikasi literatur, pemilihan sumber yang relevan dengan topik, analisis isi dari literatur, dan penyusunan hasil kajian. Dari 627 artikel yang diperoleh, ditemukan 20 artikel yang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa beberapa kendala yang dialami oleh guru dalam melakukan pembelajaran tematik terpadu adalah rendahnya kompetensi dalam menyatukan mata pelajaran, waktu yang minim, fasilitas dan alat pembelajaran yang sangat terbatas, sulitnya merencanakan dan mengukur pembelajaran, serta ketidaktertarikan dan rendahnya motivasi siswa. Faktor-faktor determinan yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran tematik terpadul adalah kompetensi pedagogik guru, ketersediaan fasilitas dan peralatan, kesehatan fisik dan psikologis siswa, budaya membaca, manajemen waktu, serta dukungan sekolah dan keluarga. Upaya yang telah diambil guru untuk mengatasi berbagai macam hambatan itu antara lain melalui pelatihan dan workshop, penggunaan metode pendidikan yang lebih variatif dan interaktif, inovasi media pembelajaran, peningkatan kerjasama dengan orang tua, dan melakukan evaluasi pembelajaran yang bertindak lanjut. Dengan demikian, keberhasilan dalam penerapan pembelajaran tematik terpadu memerlukan kolaborasi antara guru, sekolah, keluarga, dan lingkungan belajar yang mendukung agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.
UPAYA PERALIHAN HAK MILIK ATAS TANAH MELALUI PERJANJIAN JUAL BELI BAWAH TANGAN Livia Sikmon Putra; Defril Hidayat; Ibrahim Aziz
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12920

Abstract

The transfer of land ownership rights through sale and purchase transactions must be carried out in accordance with land law regulations to ensure legal certainty for the parties involved. However, in practice, land sale and purchase transactions conducted under private agreements without the involvement of a Land Deed Official (PPAT) are still commonly found, including in Air Hangat Timur District. This study aims to analyze the implementation of land ownership transfers through private sale and purchase agreements and to identify efforts that can be undertaken to achieve legal certainty in such transfers. This research employed a normative juridical approach with a descriptive-analytical method. Data were collected through library research and document studies and were subsequently analyzed qualitatively. The findings indicate that private land sale and purchase agreements remain prevalent because they are considered simpler, faster, and less costly than formal procedures involving a PPAT. Although such agreements are legally valid as long as they fulfill the requirements of a valid contract, they cannot serve as a direct basis for registering the transfer of land rights. Therefore, to obtain legal certainty, the parties must execute a deed of sale and purchase before a PPAT, which can then be used as the basis for registering the transfer of land rights in accordance with Government Regulation Number 24 of 1997 concerning Land Registration. Accordingly, the registration of land rights transfers serves as an essential instrument in ensuring legal certainty and legal protection for land rights holders. ABSTRAK Peralihan hak milik atas tanah melalui jual beli pada dasarnya harus dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum pertanahan untuk menjamin kepastian hukum bagi para pihak. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan transaksi jual beli tanah yang dilakukan melalui perjanjian di bawah tangan tanpa melibatkan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), termasuk di Kecamatan Air Hangat Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan peralihan hak milik atas tanah melalui perjanjian jual beli di bawah tangan serta upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan kepastian hukum dalam proses peralihan hak tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan sifat deskriptif analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan studi dokumen yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli tanah di bawah tangan masih dilakukan karena dianggap lebih mudah, cepat, dan murah dibandingkan dengan prosedur formal melalui PPAT. Perjanjian jual beli di bawah tangan tetap sah sepanjang memenuhi syarat sah perjanjian, namun belum dapat dijadikan dasar langsung untuk pendaftaran peralihan hak atas tanah. Untuk memperoleh kepastian hukum, para pihak perlu membuat akta jual beli di hadapan PPAT sebagai dasar pendaftaran peralihan hak sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Dengan demikian, pendaftaran peralihan hak atas tanah menjadi instrumen penting dalam mewujudkan kepastian dan perlindungan hukum bagi pemegang hak atas tanah.
MEMORI KOLEKTIF DAN KONSTRUKSI PENGETAHUAN SOSIAL TENTANG TRAGEDI WESTERLING DI SULAWESI SELATAN Elisabeth Ana Herlin; Mardiyanti Mardiyanti; Rafikah Ainul Rifki; Muh. Syahrul; Djoei Andi’ Tandingan; Muhammad Nurhidayat
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.11104

Abstract

This study examines the construction of social knowledge and collective memory of the Westerling Tragedy (1946–1947) among communities in South Sulawesi. It aims to analyze the construction of meanings surrounding colonial violence, the mechanisms of intergenerational memory transmission, and the relationship between collective memory and historical consciousness. The research employed a qualitative approach using oral history methods through in-depth interviews with four purposively selected informants. Data were analyzed thematically within the perspective of memory anthropology. The findings show that memories of the Westerling Tragedy are transmitted through oral traditions, family communication, and communal interaction within society. The figure of Westerling is constructed as a symbol of colonial violence and collective fear, while the figure of “40,000 victims” functions as a symbol of social suffering rather than merely historical data. In addition, oral traditions and memorial symbols play an important role in preserving colonial experiences as part of the historical consciousness of South Sulawesi society. This study demonstrates that collective memory not only reproduces historical experiences but also shapes social knowledge and community identity in postcolonial societies. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji konstruksi pengetahuan sosial dan memori kolektif masyarakat Sulawesi Selatan terhadap Tragedi Westerling 1946–1947. Penelitian bertujuan menganalisis konstruksi makna atas kekerasan kolonial, mekanisme transmisi memori kolektif antargenerasi, serta hubungan memori kolektif dengan pembentukan kesadaran historis masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah lisan melalui wawancara mendalam terhadap empat informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara tematik dalam perspektif antropologi memori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memori mengenai Tragedi Westerling diwariskan melalui tradisi lisan, komunikasi keluarga, dan interaksi komunal dalam masyarakat. Sosok Westerling dikonstruksi sebagai simbol kekerasan kolonial dan ketakutan kolektif, sedangkan angka “40 ribu jiwa” dipahami sebagai simbol penderitaan sosial masyarakat, bukan sekadar data historis. Selain itu, tradisi tutur dan simbol memorial berperan dalam mempertahankan pengalaman kolonial sebagai bagian dari kesadaran historis masyarakat Sulawesi Selatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa memori kolektif tidak hanya mereproduksi pengalaman sejarah, tetapi juga membentuk pengetahuan sosial dan identitas komunitas dalam masyarakat pascakolonial.    
PENGARUH PERAN TENAGA KESEHATAN DAN KEIKUTSERTAAN PROLANIS TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS TELAGASARI KARAWANG Nurdin Nurdin; Astrid Novita; Nina Nina; Bubun Bunyamin
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.11427

Abstract

Background: Hypertension is a chronic disease with high prevalence that affects patients’ quality of life. The Chronic Disease Management Program (PROLANIS) at the primary level aims to improve quality of life through continuous education and monitoring. This study aimed to analyze the influence of knowledge, family support, the role of health workers, and participation in PROLANIS on the quality of life of hypertensive patients at Telagasari Community Health Center, Karawang, in 2025. Methods: The study used a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The population consisted of all hypertensive patients participating in PROLANIS at Telagasari Health Center (N = 60). The sample was taken by total sampling of 45 respondents who met the inclusion criteria. Quality of life was measured using the Indonesian version of EQ-5D-5L and EQ-VAS. Data analysis included univariate, bivariate (Chi-Square), and multivariate (binary logistic regression). Results: Most respondents were elderly (73.3%), had elementary education (55.6%), and had been PROLANIS participants for 2–3 years (68.9%). The majority had high knowledge (95.6%), good family support (100%), good health worker role (91.1%), and high quality of life (80%). Bivariate analysis showed significant relationships between the role of health workers (p = 0.004; OR = 17.5) and participation in PROLANIS (p = 0.006; OR = 9.1) with quality of life. Knowledge was not significantly related (p = 0.278), while family support could not be analyzed due to homogeneous data. Multivariate analysis confirmed that the role of health workers was the most dominant factor (OR = 17.5), followed by participation in PROLANIS (OR = 9.1). Conclusion: The role of health workers and participation in PROLANIS are the main determinants of the quality of life of hypertensive patients at Telagasari Health Center. Strengthening therapeutic communication, structured education, and active participation in PROLANIS should be optimized to improve the quality of life of hypertensive patients in primary care. ABSTRAK Latar belakang: Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi yang berdampak pada kualitas hidup pasien. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di tingkat primer bertujuan meningkatkan kualitas hidup melalui edukasi dan pemantauan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pengetahuan, dukungan keluarga, peran tenaga kesehatan, dan keikutsertaan PROLANIS terhadap kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Telagasari Karawang tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi adalah seluruh pasien hipertensi peserta PROLANIS di Puskesmas Telagasari (N = 60). Sampel diambil dengan total sampling sebanyak 45 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Kualitas hidup diukur menggunakan instrumen EQ-5D-5L versi Indonesia dan EQ-VAS. Analisis data meliputi univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik biner). Hasil: Mayoritas responden berusia lansia (73,3%), berpendidikan SD (55,6%), dan telah menjadi peserta PROLANIS selama 2–3 tahun (68,9%). Sebagian besar memiliki pengetahuan tinggi (95,6%), dukungan keluarga baik (100%), peran tenaga kesehatan baik (91,1%), dan kualitas hidup tinggi (80%). Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara peran tenaga kesehatan (p = 0,004; OR = 17,5) dan keikutsertaan PROLANIS (p = 0,006; OR = 9,1) dengan kualitas hidup. Pengetahuan tidak berhubungan signifikan (p = 0,278), sedangkan dukungan keluarga tidak dapat dianalisis karena data homogen. Analisis multivariat mengonfirmasi bahwa peran tenaga kesehatan merupakan faktor paling dominan (OR = 17,5), diikuti keikutsertaan PROLANIS (OR = 9,1). Simpulan: Peran tenaga kesehatan dan keikutsertaan PROLANIS menjadi determinan utama kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Telagasari. Penguatan komunikasi terapeutik, edukasi terstruktur, dan partisipasi aktif dalam PROLANIS perlu dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi di layanan primer.    
PENINGKATAN PARENTING SELF-EFFICACY MELALUI PROGRAM PSIKOEDUKASI PARENTING PADA IBU DI RPTRA Indira Rahmadanty; Radiza Qisha Muliawardhana; Na’ila Istnabila; Agustina Agustina; Riana Sahrani
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12376

Abstract

ABSTRACT Low parenting self-efficacy among parents can affect the quality of parenting, such as difficulties in managing children’s emotions, less supportive communication, and uncertainty in implementing appropriate parenting practices. This condition was also found among mothers at RPTRA Melati Duri Pulo based on the results of the initial observation, which indicated the presence of high-tone communication patterns, prohibitions without clear explanations, and low emotional support for children. This study aimed to determine the effectiveness of a parenting psychoeducation program in improving parenting self-efficacy among mothers at RPTRA Melati Duri Pulo through pre-test and post-test measurements. The study employed a one-group pretest-posttest design involving 33 mothers as participants. The research instrument used the self-efficacy subscale of the Parenting Sense of Competence Scale-Revised (PSOC-R). Data were analyzed using the Paired Sample T-Test. The results showed an increase in the mean score from 29.55 on the pre-test to 38.97 on the post-test with a significance value of 0.000 (p < 0.05). Therefore, the parenting psychoeducation program was proven effective in improving mothers’ parenting self-efficacy at RPTRA Melati Duri Pulo. ABSTRAK Rendahnya parenting self-efficacy pada orang tua dapat mempengaruhi kualitas pengasuhan, seperti kesulitan mengelola emosi anak, komunikasi yang kurang suportif, serta ketidakpastian dalam menerapkan pola asuh yang tepat. Kondisi tersebut juga ditemukan pada ibu di RPTRA Melati Duri Pulo berdasarkan hasil observasi awal yang menunjukkan masih adanya pola komunikasi dengan nada tinggi, pemberian larangan tanpa penjelasan, serta rendahnya dukungan emosional kepada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program psikoedukasi parenting dalam meningkatkan parenting self-efficacy pada ibu di RPTRA Melati Duri Pulo melalui pengukuran pre-test dan post-test. Penelitian menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan melibatkan 33 ibu sebagai partisipan. Instrumen penelitian menggunakan subskala self-efficacy dari Parenting Sense of Competence Scale-Revised (PSOC-R). Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 29,55 pada pre-test menjadi 38,97 pada post-test dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian, program psikoedukasi parenting terbukti efektif dalam meningkatkan parenting self-efficacy ibu di RPTRA Melati Duri Pulo.
IMPLEMENTASI SMART PLAN DALAM MENGEVALUASI PERENCANAAN PROGRAM ZIS DI BAZNAS KOTA PALANGKA RAYA Sri Rahmidah; Muhammad Noor Sayuti; Hanief Monady; Wahyu Akbar
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12412

Abstract

This research was conducted to analyze the implementation of the SMART Plan ini evaluating the planning of the Zakat, Infak, and Sedekah (ZIS) program at BAZNAS Palangka Raya City. This research uses a qualitative approach and is a type of field research. Data were obtained thru observation, interviews, and documentation with informants consisting of the head of BAZNAS, the Head of the Financial Planning and Reporting Division, program implementers, and beneficiaries receiving assistance. Data analysis was conducted thru the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results show that the Annual Work and Budget Plan (RKAT), which includes program objectives, target beneficiaries, budget allocation, and activity implementation schedules, is used to plan the ZIS program. Overall, program planning has been carried out well based on the SMART Plan indicators (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, and Time-Bound). However, due to budget and human resource limitations, program achievement remains an issue. These findings indicate that the implementation of the SMART Plan can help make ZIS program planning more targeted and sustainable. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis implementasi SMART Plan dalam mengevaluasi perencanaan program Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di BAZNAS Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan merupakan jenis penelitian lapangan (field researchi). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pimpinan BAZNAS, Ketua Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan, pelaksana program, serta mustahik penerima bantuan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT), yang berisi tujuan program, target penerima manfaat, alokasi anggaran, dan jadwal pelaksanaan kegiatan, digunakan untuk merencanakan program ZIS. Perencanaan program secara umum telah berjalan dengan baik berdasarkan indikator SMART Plan (Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Time-Bound). Namun, karena keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia, ketercapaian program masih menjadi masalah. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan rencanan SMART Plan dapat membantu perencanaan program ZIS menjadi lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.    
ANALISIS KEPATUHAN PELAKU USAHA GARAM KONSUMSI DI KABUPATEN PATI TERHADAP REGULASI PANGAN Kurnia Dwi Widyarini
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12804

Abstract

Pati Regency is a center of salt production in Central Java, supported by its geographical potential and the demographic structure of the community, which is largely composed of salt farmers. According to data from the Ministry of Marine Affairs and Fisheries, in 2025 Pati Regency contributed 211,544.23 tons to the total production of community salt. However, the inconsistent quality of the salt produced and its inability to meet industrial salt specifications necessitate a backward examination of the underlying factors causing the inconsistency in salt quality in Pati Regency despite its considerable potential. Therefore, an analysis was conducted on the compliance of consumption salt industry in Pati Regency with applicable regulations through the examination of secondary data, including product legality and fulfillment of registration requirements for obtaining distribution permits during the 2019–2025 period, as well as the results of post-market inspections of production facilities in 2025. Based on the findings of this study, it was determined that the compliance of consumption salt industry in Pati Regency with regulations remains relatively low, particularly in the implementation of Good Manufacturing Practices (GMP/CPPOB). Data from the Processed Food Registration System (e-reg.pom.go.id/ereg and ereg-rba.pom.go.id) for the 2019–2025 period indicate that 39.74% of consumption salt industry did not continue the product legalization process, while only 15.38% had undertaken CPPOB certification procedures. These findings are consistent with the post-market inspection results, which showed that 83.33% of consumption salt production facilities did not implement CPPOB in accordance with regulatory requirements. ABSTRAK Kabupaten Pati merupakan sentra produksi garam di Jawa Tengah yang didukung potensi geografis dan struktur demografis masyarakat sebagai petani tambak. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Pati pada tahun 2025 mampu berkontribusi sebesar 211.544,23 ton dari jumlah produksi garam rakyat. Namun kualitas garam yang dihasilkan yang tidak konsisten dan belum mampu memenuhi spesifikasi garam industri, maka perlu ditarik ke belakang permasalahan yang menjadi penyebab inkonsistensi kualitas garam di Kabupaten Pati di tengah potensi yang begitu besar. Oleh karena itu dilakukan analisa kepatuhan pelaku usaha garam konsumsi di Kabupaten Pati terhadap regulasi melalui penelusuran data sekunder berupa legalitas produk dan pemenuhan persyaratan dalam registrasi produk untuk mendapatkan izin edar pada kurun waktu tahun 2019-2025, serta hasil pemeriksaan sarana produksi post-market pada tahun 2025. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa kepatuhan pelaku usaha garam konsumsi di Kabupaten Pati terhadap regulasi cukup rendah terutama pada penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Sistem Registrasi Pangan Olahan (e-reg.pom.go.id/ereg dan ereg-rba.pom.go.id) periode tahun 2019-2025 menunjukkan 39,74% pelaku usaha garam konsumsi tidak melanjutkan proses legalisasi produk dan hanya 15,38% yang sudah melakukan proses sertifikasi CPPOB. Hasil tersebut sejalan dengan hasil pemeriksaan post-market yang menunjukkan bahwa 83,33% sarana produksi garam konsumsi tidak menerapkan CPPOB sesuai ketentuan.