cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 42 Documents clear
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PENYAJIAN DATA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA SD Ma’rifah, Siti; Sunarno, Sunarno
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6412

Abstract

“This study aims to improve the mathematics learning outcomes of grade V students of SDN Teluk Dalam 9 Data Presentation material by applying the Problem Based Learning model. The main problems found are the lack of understanding of basic concepts and the lack of active involvement of students in the learning process. This research uses a qualitative approach with the type of Classroom Action Research (PTK) which uses a cycle model design by Kemmis and Taggart which is carried out for two cycles. The type of data used is qualitative data in the form of observations, interviews and quantitative data in the form of student learning outcomes. Data analysis is calculated based on the percentage scale and indicators of classical learning completeness that have been set. The results showed a significant improvement in students' cognitive, affective, and psychomotor learning outcomes. The number of students who were cognitively complete increased from 56.52% of students in the first cycle to 100% of students in the second cycle. In the affective realm, students who showed a positive learning attitude increased from 60.86% to 86.95% of students, while in the psychomotor realm, students' ability to present data increased from 47.82% to 91.30% of students. In addition to increasing learning outcomes, there is also an increase in student and teacher activities in the learning process. Based on the results of this study, it can be concluded that learning using the Problem Based Learning model is effectively used to improve student learning outcomes in mathematics learning, especially in data presentation materials. ABSTRAK Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan pembelajaran matematika pada siswa kelas V SDN Teluk Dalam 9, khususnya mengenai materi Penyajian Data melalui penerapan model Problem Based Learning. Masalah utama yang teridentifikasi adalah rendahnya pemahaman terhadap konsep dan minimnya partisipasi aktif para siswa dalam pembelajaran. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menerapkan model siklus seperti yang dirancang oleh Kemmis dan Taggart, dilaksanakan dalam dua siklus. Data yang dikumpulkan terdiri dari data kualitatif yang berupa observasi dan wawancara, serta data kuantitatif yang mencakup hasil belajar siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan skala persentase dan indikator ketuntasan belajar secara klasikal yang telah ditentukan. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya kemajuan signifikan dalam kinerja kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa  Jumlah siswa yang mencapai ketuntasan secara kognitif bertambah dari 56,52% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II. Dalam aspek afektif, proporsi siswa yang menunjukkan sikap belajar positif meningkat dari 60,86% menjadi 86,95%, sementara dalam aspek psikomotorik, kemampuan siswa dalam penyajian data meluas dari 47,82% menjadi 91,30%. Selain peningkatan hasil belajar, terdapat pula peningkatan dalam aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning terbukti efektif untuk memperbaiki hasil belajar siswa dalam pelajaran matematika, terutama pada materi penyajian data.
PENGARUH METODE DEMONSTRASI YANG DIPADUKAN DENGAN ICE BREAKING TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Isdayanti, Mahyana; Hidayati, Sri; Rahmad, Rahmad
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6523

Abstract

ABSTRACT Students' interest in learning is a crucial element that contributes to the success of the learning process at the elementary school level. However, the reality at SDN 1 Tumbang Manjul shows that learning is still dominated by lecture-based methods, which has led to low student interest. The purpose of this study is to analyze the impact of using the demonstration method combined with ice-breaking activities on the learning interest level of fourth-grade students. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental type with a One Group Pretest-Posttest Design. A total of 26 fourth-grade students were selected as the research sample through the total sampling technique. Data were collected using questionnaires, observation, and documentation. The data analysis techniques included descriptive analysis, Shapiro-Wilk normality test, and hypothesis testing using the Wilcoxon Signed Ranks Test. The findings revealed that the average student learning interest score increased from 65.04 during the pretest to 76.19 in the posttest. The Wilcoxon test produced a significance value of 0.000 (< 0.05), indicating a significant effect of applying the demonstration method combined with ice breaking on enhancing students’ learning interest. This approach created an interactive and enjoyable learning environment while encouraging students’ active participation. Therefore, it is recommended as an effective teaching strategy to foster learning interest at the elementary level and has potential for broader application across different subjects and educational levels. ABSTRAK Ketertarikan siswa dalam belajar menjadi salah satu unsur krusial yang berperan dalam menunjang keberhasilan kegiatan pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Namun, realitas di SDN 1 Tumbang Manjul menunjukkan bahwa pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah, sehingga menyebabkan rendahnya minat belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak penggunaan metode demonstrasi yang dikombinasikan dengan aktivitas ice breaking terhadap tingkat ketertarikan belajar siswa kelas IV. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui jenis pre-experimental dan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Sebanyak 26 siswa kelas IV menjadi sampel penelitian yang diperoleh dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen berupa angket, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data mencakup analisis deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, serta uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor minat belajar siswa meningkat dari 65,04 pada saat pretest menjadi 76,19 pada posttest. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan dari penerapan metode demonstrasi yang dipadukan dengan ice breaking terhadap peningkatan minat belajar siswa. Pendekatan ini berhasil menciptakan lingkungan belajar yang interaktif, menyenangkan, serta mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Oleh karena itu, metode ini direkomendasikan sebagai salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam menumbuhkan minat belajar di tingkat sekolah dasar, serta berpotensi untuk diterapkan pada mata pelajaran lain maupun jenjang pendidikan yang berbeda.
ANALISIS KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SDN CINTAJAYA Amalia, Nita Aura; Maftuh, Ade; Sidik, Geri Syahril
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6700

Abstract

Student learning activity is one of the important indicators in assessing the effectiveness of the learning process, especially in subjects that require understanding of concepts such as mathematics. This study aims to analyze the level of learning activity of grade V students in Mathematics subjects at SDN Cintajaya and identify the factors that influence it. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results showed that student learning activeness was in the moderately active category, but varied between individuals. Some students showed full involvement in learning activities, such as paying attention to the teacher's explanation, asking questions, discussing, and solving problems. Moderately active students tend to depend on teacher direction and are not yet fully independent, while less active students appear passive and face barriers in understanding and motivation. Factors that influence learning activeness include internal factors (motivation, interest, confidence, and understanding of the material), external factors (family support, the role of the teacher, and the classroom atmosphere), and the learning approach used. In conclusion, student learning activeness is the result of interactions between various interrelated factors, so it requires an active role of the teacher and the support of a conducive learning environment to increase student participation optimally. ABSTRAKKeaktifan belajar siswa meupakan salah satu indikator penting dalam menilai efektivitas proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran yang menuntut pemahaman konsep seperti Matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keaktifan belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Matematika di SDN Cintajaya serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan belajar siswa berada pada kategori cukup aktif, namun bervariasi antar individu. Beberapa siswa menunjukkan keterlibatan penuh dalam aktivitas pembelajaran, seperti memperhatikan penjelasan guru, bertanya, berdiskusi, serta memecahkan soal. Siswa yang cukup aktif cenderung bergantung pada arahan guru dan belum sepenuhnya mandiri, sementara siswa yang kurang aktif tampak pasif dan menghadapi hambatan dalam pemahaman dan motivasi. Faktor-faktor yang memengaruhi keaktifan belajar meliputi faktor internal (motivasi, minat, kepercayaan diri, dan pemahaman materi), faktor eksternal (dukungan keluarga, peran guru, dan suasana kelas), serta pendekatan pembelajaran yang digunakan. Kesimpulannya, keaktifan belajar siswa merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang saling berkaitan, sehingga diperlukan peran aktif guru dan dukungan lingkungan belajar yang kondusif untuk meningkatkan partisipasi siswa secara optimal.
PENERAPAN MODEL ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP EKOSISTEM KELAS 5 SDN SINDANGRERET Sofiani, Marwah; Zulkarnaen, Rizki Hadiwijaya; Pratama, Febri Fajar
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6701

Abstract

This research is motivated by the low mastery of ecosystem concepts. The purpose of this study is to improve the mastery of ecosystem concepts in grade 5 of SDN Sindangreret in the science learning process of the Food Chain material. The alternative solution used in this study is the application of role playing learning models in the science learning process. The research method used in this study is Classroom Action Research (CAR) with 26 students as subjects. The implementation was carried out in 2 cycles. The collection techniques used were planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected using observation sheets on mastery of ecosystem concepts with the percentage of achievement categorized as very good (86-100%), good (76-85%), moderate (60-75%), low (55-59%), and very low (?-55%). The results of the study showed an increase in mastery of ecosystem concepts from pre-action 30.76% to 61.53% in cycle I and reached 92.30% in cycle II. Based on the test results, it shows that there is an increase in mastery of ecosystem concepts from pre-action, cycle I to cycle II. So it can be concluded that the application of the role playing learning model can improve mastery of ecosystem concepts in class 5 of SDN Sindangreret. ABSTRAKPenelitian ini dilator belakangi oleh rendahnya penguasaan konsep ekosistem. Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan penguasaan konsep ekosistem di kelas 5 SDN Sindangreret pada proses pembelajaran IPAS materi Rantai Makanan. Alternatif solusi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran role playing dalam proses pembelajaran IPAS. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek sebanyak 26 peserta didik. Penerapan dilakukan sebanyak 2 siklus. Teknik pengumpulan yang digunakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi penguasaan konsep ekosistem dengan persentase capaian berkategori sangat baik (86-100%), baik (76-85%), sedang (60-75%), rendah (55-59%), sangat rendah (?-55%). Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan penguasaan konsep ekosistem dari pratindakan 30,76 % menjadi 61,53% pada siklus I dan mencapai 92,30 % pada siklus II. Berdasarkan hasil tes tersebut menunjukan bahwa adanya peningkatan penguasaan konsep ekosistem dari mulai pratindakan, siklus I sampai siklus II. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran role playing dapat meningkatkan penguasaan konsep ekosistem di kelas 5 SDN Sindangreret.
STUDI DESKRIPTIF IMPLEMENTASI KEARIFAN LOKAL SEBAGAI UPAYA PENGUATAN IDENTITAS DAN KARAKTER PESERTA DIDIK KELAS IV DI MADRASAH IBTIDAIYAH Larasati, Mentari Tiara; ‘Aini, Aulia Nur; Ati, Syaharani Kusumaning; Fatimah, Vivi Nurin; Nurjanah, Mely; Adi, Nugroho Prasetya
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6722

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of local wisdom in learning at MI Ma’arif Gondang as a strategy to strengthen students’ identity and character, in line with the Independent Curriculum which emphasizes contextual learning based on cultural values. Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with the principal, fourth-grade teacher, and vice principal for curriculum, supported by direct classroom observations and documentation of teaching and learning activities. The findings indicate that local wisdom has been integrated mainly into thematic subjects, local language instruction, and the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), covering approximately 30% of the overall learning process. Examples of implementation include processing data related to Wonosobo’s traditional foods, exploring regional vocabulary, and tracing the origins of hamlet names. These activities have been shown to enhance student participation, foster a sense of belonging, and deepen understanding of local cultural identity. Nevertheless, several challenges persist, such as the limited documentation of local culture in the Gondang area, the absence of systematically developed lesson plans incorporating cultural elements, and a scarcity of relevant reference materials. These findings highlight the need for comprehensive institutional support, active collaboration among educators, targeted teacher training, and the development of culturally responsive teaching resources to ensure that the integration of local wisdom becomes more effective, relevant, and sustainable in meeting the needs of students in the era of globalization. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kearifan lokal dalam pembelajaran di MI Ma’arif Gondang sebagai strategi penguatan identitas dan karakter peserta didik, sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual berbasis nilai budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam bersama kepala sekolah, guru kelas IV, dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, disertai observasi langsung dan dokumentasi proses belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal telah dilakukan terutama pada mata pelajaran tematik, Bahasa Daerah, dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan capaian sekitar 30% dari keseluruhan pembelajaran. Contoh implementasi mencakup pengolahan data terkait makanan khas Wonosobo, eksplorasi kosakata daerah, serta penelusuran asal-usul nama dusun. Aktivitas-aktivitas ini terbukti mampu meningkatkan partisipasi siswa, menumbuhkan rasa memiliki, serta memperdalam pemahaman terhadap identitas budaya lokal. Meski demikian, penerapan kearifan lokal masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain minimnya dokumentasi budaya di wilayah Gondang, ketiadaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang secara sistematis memuat unsur budaya lokal, serta keterbatasan sumber referensi. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan menyeluruh dari pihak sekolah, kolaborasi aktif antarpendidik, pelatihan guru, dan pengembangan perangkat ajar berbasis kearifan lokal agar implementasinya lebih efektif, relevan, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan peserta didik di era globalisasi.
ANALISIS META PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR DALAM PENELITIAN MAHASISWA PGSD FKIP UIR Rahmi, Laili; Fitriyeni, Fitriyeni
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6797

Abstract

The rapid development of technology and 21st-century demands emphasize the need for innovation in elementary school learning media. However, no systematic study has examined how PGSD FKIP UIR students utilize such media in their research. This study aims to identify the types of media, learning content, and research methods used in student projects. A meta-analysis was conducted on 42 articles published in national ISSN-accredited journals between 2020 and 2022, sourced from SINTA and Google Scholar. The data were analyzed using descriptive quantitative techniques, including cross-tabulation and visualizations. Results show that most studies employed the Research and Development (R&D) method, with video-based media being most common. Social Studies (IPS) was the dominant subject. The trend peaked in 2021. These findings indicate a preference for technology-based, visually engaging media, although diversity in media types and subjects remains limited. The study suggests the need to enhance curriculum design and research supervision, and highlights the significance of media-based research in improving elementary education quality. ABSTRAK Perkembangan teknologi dan tuntutan abad ke-21 menekankan perlunya inovasi media pembelajaran di sekolah dasar. Namun, belum ada kajian sistematis yang menelaah bagaimana mahasiswa PGSD FKIP UIR memanfaatkan media tersebut dalam penelitian mereka. Studi ini bertujuan mengidentifikasi jenis media, konten materi ajar, dan metode penelitian yang digunakan mahasiswa. Meta-analisis dilakukan terhadap 42 artikel yang dipublikasikan dalam jurnal nasional ber-ISSN pada tahun 2020–2022, diperoleh dari SINTA dan Google Scholar. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan tabulasi silang dan visualisasi data. Hasil menunjukkan mayoritas penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D), dengan media video sebagai pilihan utama. Materi dominan adalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dengan tren tertinggi pada tahun 2021. Temuan ini menunjukkan kecenderungan pada media berbasis teknologi yang bersifat visual, meskipun variasi jenis media dan konten masih terbatas. Studi ini merekomendasikan penguatan kurikulum pengembangan media dan bimbingan penelitian, serta menegaskan pentingnya riset berbasis media untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar.
IMPLEMENTASI REWARD TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS II SD ISLAM ASYSYAKIRIN KOTA TANGERANG Fitria Utami, Angelia; Eka Saputri, Rahmawati; Sa'odah, Sa'odah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6867

Abstract

The lack of enthusiasm and active participation among students in learning activities is a common challenge in elementary education, including in the second-grade class at SD Islam Asysyakirin, Tangerang City. This study aims to describe the implementation of rewards in enhancing students' learning motivation. A descriptive qualitative approach was used, involving 21 participants consisting of 10 second-grade students, 10 parents, and 1 homeroom teacher. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model. The findings show that the types of rewards given by the teacher include verbal rewards (praise such as "very good"), nonverbal rewards (gestures like smiles and thumbs-up), and physical rewards (stickers and stationery). Verbal rewards proved to be the most effective, marked by a 30% increase in student participation, a 25% increase in enthusiasm, and a 35% increase in task completion. Consistent reward-giving encouraged students to be more active, responsible, and enthusiastic in learning activities. These findings address the gap in previous studies, which mostly discuss rewards from a theoretical perspective, by providing empirical evidence from real classroom practice at the elementary level. The practical implication of this study suggests that a systematic reward implementation tailored to student characteristics can be an effective strategy for enhancing learning motivation from an early age. ABSTRAK Minimnya semangat dan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan belajar menjadi tantangan umum dalam pembelajaran di sekolah dasar, termasuk di kelas II SD Islam Asysyakirin Kota Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pemberian reward dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan partisipan sebanyak 21 orang, terdiri atas 10 siswa kelas II B, 10 orang tua, dan 1 guru kelas. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk reward yang diberikan guru meliputi reward verbal (pujian seperti "bagus sekali"), reward nonverbal (gestur seperti senyuman dan acungan jempol), serta reward fisik (stiker dan alat tulis). Reward verbal terbukti paling efektif, ditandai dengan peningkatan partisipasi siswa sebesar 30%, peningkatan antusiasme sebesar 25%, dan ketuntasan penyelesaian tugas sebesar 35%. Pemberian reward yang konsisten mendorong siswa untuk lebih aktif, bertanggung jawab, dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.Temuan ini mengisi celah penelitian terdahulu yang cenderung hanya membahas reward secara teoritis, dengan menghadirkan bukti empiris dari praktik kelas nyata di jenjang sekolah dasar. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan reward yang sistematis dan sesuai karakteristik siswa dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan motivasi belajar sejak dini.
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SDN BOJONGRENGED 1 Nurhayati Sholihah, Ismi
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6890

Abstract

Science learning in elementary schools is still dominated by conventional methods that do not actively engage students, resulting in low learning outcomes. This issue is also found at SDN Bojongrenged 1, Tangerang Regency, where most fourth-grade students have not achieved the Minimum Mastery Criteria (KKM). This study aims to analyze the effect of the Problem Based Instruction (PBI) learning model on science learning outcomes, particularly on the topic of "types of energy and their transformations." The novelty of this research lies in the implementation of the PBI model in classrooms with limited space and minimal resources, a condition that is rarely the focus of previous studies. This study employed a quasi-experimental design with a nonrandomized control group pretest-posttest model, involving 43 students as a saturated sample. Data were collected using multiple-choice tests that had been validated and proven reliable, based on three cognitive indicators of Bloom’s taxonomy: knowledge (C1), comprehension (C2), and application (C3). The results showed a significant increase in the average score of the experimental class (from 46.05 to 87.27), compared to the control class (from 40.90 to 78.29). The paired sample t-test and independent sample t-test results showed significance values of 0.000 and 0.011 (p < 0.05), indicating that the PBI model had a significant effect on science learning outcomes.Thus, the PBI model has proven effective in improving students’ conceptual understanding of science in an active and contextual manner, and can serve as an alternative instructional strategy that adapts well to facility limitations in elementary schools. ABSTRAK Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di sekolah dasar masih didominasi oleh metode konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar. Hal ini juga terjadi di SDN Bojongrenged 1 Kabupaten Tangerang, di mana mayoritas siswa kelas IV belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) terhadap hasil belajar IPA pada topik "macam-macam energi dan perubahannya". Kebaruan penelitian terletak pada penerapan model PBI di ruang belajar terbatas dengan sumber daya minimal, kondisi yang jarang menjadi fokus penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan model nonrandomized control group pretest-posttest, melibatkan 43 siswa sebagai sampel jenuh. Data diperoleh melalui tes pilihan ganda yang telah divalidasi dan reliabel, berdasarkan tiga indikator kognitif taksonomi Bloom: pengetahuan (C1), pemahaman (C2), dan aplikasi (C3). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai rata-rata kelas eksperimen (dari 46,05 menjadi 87,27), dibandingkan kelas kontrol (dari 40,90 menjadi 78,29). Uji paired sample t-test dan independent sample t-test menunjukkan signifikansi masing-masing 0,000 dan 0,011 (p < 0,05), yang menandakan bahwa model PBI berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA. Dengan demikian, model PBI terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA secara aktif dan kontekstual, serta dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang adaptif terhadap keterbatasan fasilitas di sekolah dasar.
PENGEMBANGAN MEDIA REPLIKA PETA KEBERAGAMAN BUDAYA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) 17 TILAMUTA Salamun, Febri Rahma Alisya; Amin, Basri; Nurainun, Nurainun
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6915

Abstract

This study aims to develop an engaging and interactive concrete learning medium in the form of a replica map of Indonesian cultural diversity for fourth-grade students in the IPAS subject, specifically on Indonesian cultural wealth, at SD Negeri 17 Tilamuta. The research employs the Research and Development (R&D) method with the ADDIE development model, which includes the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The validation results indicate that the developed media is highly feasible, while practicality tests show that the media is very practical to use. Implementation analysis reveals that the use of the replica map of Indonesian cultural diversity successfully transformed the previously monotonous learning process into a more interactive and collaborative one. Students were directly involved in recognizing Indonesia’s cultural diversity through the replica map. Although its application received positive responses from both teachers and students, the media has limitations due to its still-limited trials, necessitating further development. Thus, the developed learning medium is not only feasible and practical for use in IPAS instruction but also serves as an innovative solution for introducing national culture, paving the way for broader and more sustainable implementation. ABSTRAKStudi ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran konkret berupa media replika peta keberagaman budaya Indonesia yang menarik dan interaktif untuk siswa pada mata pelajaran IPAS materi kekayaan budaya Indonesia kelas IV di SD Negeri 17 Tilamuta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian R&D (Research and Development) dengan model penelitian pengembangan ADDIE yang mencakup tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil validasi menunjukkan bahwa media yang dikembangkan sangat layak dan hasil uji kepraktisan menunjukkan bahwa media sangat praktis digunakan. Hasil analisis selama implementasi menunjukkan bahwa penggunaan media replika peta keberagaman budaya Indonesia mampu merubah proses pembelajaran yang sebelumnya monoton menjadi lebih interaktif dan kolaboratif. Siswa dilibatkan secara langsung dalam mengenal keberagaman budaya Indonesia melalui media replika peta keberagaman budaya Indonesia. Meskipun penerapannya mendapat respon positif dari Guru dan siswa, media ini memiliki keterbatasan pada uji coba yang masih terbatas, sehingga diperlukan pengembangan lebih lanjut. Dengan demikian, media pembelajaran yang dikembangkan tidak hanya layak dan praktis digunakan dalam pembelajaran IPAS tetapi juga menjadi salah satu solusi inovatif dalam memperkenalkan budaya bangsa serta membuka jalan bagi implementasi yang lebih luas dan berkelanjutan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POP UP BOOK DI KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI (SDN) NO. 89 SIPATANA Ningsih, Sri Wulandari; Amin, Basri; Nurainun, Nurainun
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i3.6916

Abstract

This study aims to develop a pop-up book as learning medium for the IPAS (Natural and Social Sciences) subject on the topic of Indonesian cultural heritage for fourth-grade students SDN No. 89 Sipatana Gorontalo City. The objective is to create a medium that meets both feasibility and practicality criteria. The research adopts the ADDIE development model, which includes five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The feasibility of the pop-up book was assessed through expert validation involving media experts, content experts, and user experts (teachers). The results indicate that the pop-up book effectively captures students’ attention during the learning process. During a limited trial, students demonstrated positive responses, as reflected in both their active engagement in learning and responses to the distributed questionnaires. Additionally, teachers reported that the medium facilitated the teaching process, particularly in delivering abstract content. However, the study also identified a limitation in the material durability of the pop-up book, which may require extra maintenance when used repeatedly.  Despite this limitation, the findings suggest that the use of pop-up books can serve as an effective instructional strategy in IPAS learning, especially for topics related to Indonesian cultural heritage. ABSTRAKStudi ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran pop up book mata pelajaran IPAS pada materi kekayaan budaya Indonesia di kelas IV SDN No. 89 Sipatana Kota Gorontalo yang memenuhi dalam kriteria kelayakan dan kepraktisan. Dalam penelitian pengembangan media pembelajaran menggunakan model pengembangan ADDIE, yang mencakup tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Dalam validasi kelayakan media pop up book diuji oleh ahli media, ahli materi, dan ahli pengguna (Guru). Hasil analisis menunjukkan bahwa media pembelajaran pop up book mampu menarik perhatian peserta didik dalam proses belajar mengajar. Selama uji coba terbatas, peserta didik menunjukkan respon positif melalui keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran dan terhadap angket respon yang telah dibagikan. Selain itu, Guru menyatakan bahwa media ini mempermudah proses belajar mengajar, terutama menyampaikan materi yang berisfat abstrak. Sementara itu, terdapat keterbatasan ditemukan pada ketahanan bahan media pembelajaran pop up book, yang perlu perawatan lebih apabila digunakan secara berulang. Meskipun demikian, temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran pop up book dapat menjadi strategi dalam pembelajaran IPAS terutama dalam materi kekayaan budaya Indonesia.