Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PENYALAHGUNAAN NARKOBA DAN SEKS BEBAS DENGAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI TASIKMALAYA Asyiah, Ai Kusmiati; Sundari, Ristina Siti; Pratama, Febri Fajar
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v10i2.32756

Abstract

Penyalahgunaan narkoba dan perilaku seks bebas sangat akrab dan dekat dengan perilaku remaja saat ini dan kondisi tersebut semakin mencemaskan semua pihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penyalahgunaan narkoba dan perilaku seks bebas dengan penyakit menular seksual di Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan analisis statistika menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman terhadap 26 orang responden yang diwawancarai. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa variable penyaahgunaan narkoba dan seks bebas berkaitan erat dengan resiko tertularnya penyakit seksual seperti HIV/AIDs, Spilis/Gonorhoe, Hepatitis C dan Herpes Kelamin dalam kategori tinggi (67.2%) dengan nilai korelasi sangat signifikan pada nilai 0.629. Seks bebas dan penyalahgunaan narkoba suntik dapat menularkan penyakit atau infeksi menular seksual secara langsung. Untuk Kota Tasikmalaya penularan penyakit atau infeksi menular seksual lebih dominan diakibatkan dari perilaku seks bebas yang dilakukan oleh lelaki sesama lelaki (LSL) atau homoseksual. 
Reactualization of Marhaenism Principles to Promote Marginal Community’s Social Welfare Pratama, Febri Fajar; Asyiah, Ai Kusmiati; Chandra, Deni
Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Vol 30, No 1 (2021): : JPIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial): June 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v30i1.29497

Abstract

Marhaenism is the principle of struggle for the Indonesian people driven by Sukarno in the early days of the national movement against imperialism of foreign nations. The oppression and capitalism of the bourgeoisie at that time became a crucial issue which Sukarno saw as something to be opposed. The marhaen, hereinafter became a term for those who are oppressed, destitute, and do not have the opportunity to prosper themselves. Socio-democracy, socio-nationalism, mass action and non-cooperation characterize the marhaen movement. In the end, marhaenism succeeded in becoming the distinctive ideology developed by Sukarno and inspired him in designing the basics of the formulation of Pancasila. However, after independence, problems related to poverty and the welfare of the community, especially the marginalized (marginalized) are still not over, so there is a need for a political strategy that leads to policy optimization by prioritizing the interests of the little people. So, the reactualization of the principle of marhaenism becomes relevant to be reviewed and echoed again. The purpose of this study is to provide an analytical (descriptive analytical) description of the reactualization of the principle of marhaenism using a qualitative approach.
Peran karang taruna dalam mewujudkan tanggung jawab sosial pemuda sebagai gerakan warga negara Pratama, Febri Fajar; Rahmat, Rahmat
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.851 KB) | DOI: 10.21831/jc.v15i2.19182

Abstract

Generasi muda merupakan aset bangsa, namun banyak dari pemuda yang saat ini kurang memiliki rasa tanggung jawab sosial dalam dirinya. Selain melalui pendidikan, rasa tanggung jawab pemuda dapat diwujudkan melalui organisasi, salah satunya adalah Karang Taruna sebagai organisasi sosial berbasis kepemudaan yang memiliki peran penting dalam mewujudkan tanggung jawab sosial pemuda. Dalam konteks Pendidikan Kewarganegaraan, Karang Taruna dapat ditinjau sebagai gerakan warga negara yang termasuk kedalam domain sosial kultural yang menekankan pada konsep praksis. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran dari Karang Taruna Nagasari dalam mewujudkan tanggung jawab sosial pemuda di Desa Sindanglaya dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara, studi literatur, dokumentasi dan pengamatan (observasi). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Karang Taruna Nagasari memiliki konsep pembentukan tanggung jawab sosial dengan memaksimalkan potensi wilayah, pemberdayaan pemuda dan masyarakat, mengedepankan konsep berdikari untuk melahirkan entrepreneur muda, membuat program produktif secara kontinu dengan memperhatikan aspek lingkungan serta permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat desa, khususnya mengenai kepemudaan, mengajak pemuda untuk peka terhadap lingkungan sosial, serta membantu sesama dengan tulus.---------------------------------------------The role of youth in realizing youth social responsibility as a citizen movementThe young generation is a national asset, but many of the youth currently lack a sense of social responsibility in themselves. In addition to education, the sense of responsibility of youth can be realized through organizations, one of which is Youth Organization as a youth-based social organization that has an important role in realizing youth social responsibility. In the context of Citizenship Education, Karang Taruna can be viewed as a citizen movement which is included in the cultural social domain which emphasizes the concept of praxis. This study aims to uncover the role of the Nagasari Youth Organization in realizing youth social responsibility in Sindanglaya Village using a qualitative approach. Data collection techniques used are interviews, literature studies, documentation, and observations. From the results of the study, it was found that the Nagasari Karang Taruna had the concept of forming social responsibility by maximizing the potential of the region, empowering youth and society, promoting a self-sufficient concept to create young entrepreneurs, making productive programs continuously by paying attention to environmental aspects and social problems faced by rural communities, especially regarding youth, invites youth to be sensitive to the social environment, and help others sincerely.
Pelaksanaan Kurikulum PPKn pada Kondisi Khusus Pandemi Covid-19 Rachman, Fazli; Taufika, Ryan; Kabatiah, Maryatun; Batubara, Abdinur; Pratama, Febri Fajar; Nurgiansah, T Heru
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kurikulum PPKn pada kondisi pandemi COVID-19. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif dengan data diperoleh dari data primer dan sekunder. Studi dokumen menjadi teknik pengumpulan data utama, selain itu, penelitian ini menggunakan teknik studi literatur. Studi dokumentasi merupakan teknik pengambilan data yang diperoleh dari dokumen. Data yang sudah terkumpul dianalisis secara kualitatif menggunakan model interaktif dan dianalisis kemudian disajikan secara deskriptif, sehingga dihasilkan paparan bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kurikulum PPKn dimasa pandemi saat ini memberikan tantangan juga peluang untuk mengembangkan suatu metode dan formula yang tepat dalam proses pembelajaran yang aktif, kreatif dan inovatif. Pembelajaran PPKn kondisi khusus pandemi COVID-19 harus diawali dengan asesmen diagnostik agar teridentifikasi kompetensi, kekuatan, kelemahan peserta didik sehingga pembelajaran PPKn dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik.
Implikasi Cerita Dongeng “Sakadang Monyet Jeung Sakadang Kuya” dalam Membentuk Sikap Kejujuran dan Belas Kasih pada Siswa Sekolah Dasar Chandra, Deni; Wakih, Agus Ahmad; Pratama, Febri Fajar
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikasi dari cerita dongeng yang berjudul “Sakadang Kuya jeung Sakadang Monyet” dalam membentuk karakter kejujuran dan belas kasih pada siswa SD kelas I di Desa Karangnunggal. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Parakanmuncang, yang diambil dengan Teknik purposive sampling. Analisis data meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mendongeng adalah cara yang efektif untuk membentuk karakter siswa. Karakter tokoh dan alur cerita memberikan pelajaran dan nilai-nilai yang positif dan dapat diserap oleh siswa. Adanya gambaran secara mendetail terkait karakter tokoh menarik perhatian siswa untuk mengikuti atau meniru gaya si tokoh dalam dongeng. Karakter kejujuran dan belas kasih muncul paling dominan dan ditiru oleh peserta didik. Selain kejujuran dan belas kasih muncul juga sikap tanggung jawab dan disiplin.
ANALISIS STRUKTUR DAN MAKNA DALAM MANTRA PALIKA DI DESA KARANGNUNGGAL KECAMATAN KARANGNUNGGAL KABUPATEN TASIKMALAYA Chandra, Deni; Pratama, Febri Fajar
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um007v6i12022p33-40

Abstract

Mantra adalah salah satu sastra lama yang diwarikan oleh nenek moyang melalui media leluri atau mulut ke mulut. Salah satu mantra yang mulai redup yaitu mantra Palika. Palika adalah orang yang suka menyelam untuk menangkap ikan. Salah satu daerah di Kabupaten Tassikmalaya yang masih membudayakan pembacaan mantra palika adalah Dusun Cimuncang, Desa Karangnunggal, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya. Adapun tujuan penelitian ini yaitu (1) untuk mendeskripssikan secara lengkap struktur yang terkandung dalam mantra Palika dan (2) untuk mendeskripsikan secara lengkap makna yang terkandung dalam mantra Palika. Berkenaan dengan hal tersebut penelitian ini dilaksanakan di Dusun Cimuncang, Dessa Karangnunggal, Kecamatan Karangnunnggal Kabupaten Tasikmalaya dengan sumber informan sebanyak tiga orang. Data yang diperoleh berupa catatan mantra dan rekaman pembacaan mantra. Pemerolehan data didapatkan dengan melakukan observasi, wawancara mendalam dengan semua informan dan catatan lapangan. Sementara untuk memvalidasi data yang didapatkan maka digunakan alat validasi trianggulasi sumber. Berdasarkan hasil analisis diperoleh simpulan bahwa diksi yang digunakan dalam mantra palika menggunakan dikssi yang bersifat konotatif. Rima yang terdapat dalam mantra palika yaitu rima sempurna, rima tak sempurna, dan rima mutlak. Sementara itu, irama yang digunakan dalam pembacaan mantra palika adalah datar. Selanjutnya, pemaknaan mantra palika diperoleh dengan cara pembacaan mantra secara heuristik dan hermeneutik.Kata kunci: Mantra, Palika, Struktur, Heurisstik, Heurmenetik
Peningkatan Motivasi Belajar Melalui Penggunaan Media Pembelajaran Permainan Ular Tangga Dalam Mata Pelajaran IPS Di Kelas IV SDN 2 Cijulang (Penelitian Tindakan Kelas Pada Pembelajaran IPS di Kelas IV SDN 2 Cijulang) Nurlaeli, Fathi; Pratama, Febri Fajar; Mahendra, Hatma Heris
Journal Of Dehasen Educational Review Vol 5 No 02 (2024): Journal of Dehasen Educational Review, July
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/joder.v5i02.6554

Abstract

This research was motivated by the low learning motivation of students in class IV social studies at SDN 2 Cijulang. This is due to the lack of varied learning media. The aim of this research is to describe learning planning, learning implementation and increasing learning motivation using the snake and ladder game as media. The research method used was the classroom action research (PTK) method with the research subjects being class IV students at SDN 2 Cijulang. Based on the results of research using the snakes and ladders game media, it shows that the use of the snakes and ladders game media can increase students' learning motivation. This can be seen from the average value of students' learning motivation at the beginning of the pre-action of 18.18%. After using the snake and ladder game media in cycle I, there was an increase of 36.36% and the average score of students in cycle II was 77.27%. So the increase from cycle I to cycle II was 40.91%. This snake and ladder game media is recommended for use in increasing students' learning motivation.
Paradigma Kualitatif sebagai Landasan Berpikir Pendidikan Kewarganegaraan Pratama, Febri Fajar; Mutia, Dhian
Jurnal Kewarganegaraan Vol 17, No 1 (2020): September 2020
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.848 KB) | DOI: 10.24114/jk.v17i1.18701

Abstract

This article is a study that discusses and examines the concept of qualitative research paradigms in the realm of Citizenship Education science which has been dominated by the tradition of positivistic. The conception of truth which is the subject of a paradigm is reviewed through the perspective of the philosophy of science, from the ontological, epistemological and axiological point of view using the method of literature review. Citizenship Education as a scientific discipline that studies humans as material for study today is still much influenced by positivistic traditions that are identical with numbers and statistics. Citizenship Education experiences an epistemological crisis in terms of theory, but in essence, Citizenship Education aims to create good citizens, so that the need for theory as a result of the tradition of paradigmatic thinking which emphasize qualitative approach is very crucial.---------------------- Artikel ini merupakan studi untuk memahami dan mengkaji konsep paradigma penelitian kualitatif dalam ranah keilmuan Pendidikan Kewarganegaraan yang selama ini didominasi oleh tradisi positivistik. Konsepsi mengenai kebenaran yang menjadi bahasan paradigma ditinjau melalui sudut pandang filosofis ilmu pengetahuan, yakni dari segi ontologis, epistimologis dan aksiologis dengan menggunakan metode studi literatur. Pendidikan Kewarganegaraan sebagai disiplin ilmu yang mempelajari manusia sebagai bahan kajiannya saat ini masih banyak dipengaruhi tradisi positivistik yang identik dengan angka dan statistika. Pendidikan Kewarganegaraan mengalami krisis epistimologis dalam segi teori, padahal hakikatnya, Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan untuk terwujudnya warga negara yang baik, sehingga kebutuhan teori sebagai hasil dari tradisi berpikir paradigmatik yang menekankan pendekatan kualitatif sangat krusial.
Studi Analisis Konsep Ideologi Marhaenisme Sukarno Sebagai Asas Perjuangan Bangsa Indonesia Pratama, Febri Fajar; Asyiah, Ai Kusmiati; Chandra, Deni
Jurnal Kewarganegaraan Vol 19, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i1.33301

Abstract

AbstractIdeology is important in the order of social and state life. Philosophically, the concept of ideology is very subjective. There are those who consider ideology as dogma, while others are concerned with linking ideology as political discourse and political views. Meanwhile, some think that ideology is based on the concrete interests of social class which is marked by the absence of interest on an economic basis. In the socio-historical context of the Indonesian nation, ideology is used as a "tool" for the struggle to form the mental, character, spirit and thoughts of anti-colonialism, so as to create a manifestation of the fundamental values of Indonesia in the form of Pancasila formulated by national figures. The purpose of this research is to study and analyze the concept of Sukarno's Marhaenism ideology which became the forerunner of thoughts/ideas about Pancasila. The method used is concept analysis with a qualitative approach. Based on the results of the analysis carried out, the results show that marhaenism conceptually emphasizes aspects of the struggle of the marhaens, namely the groups exploited by imperialism and capitalism so that they have difficulty being able to prosper themselves. The important elements in the ideology of Marxism are socio-nationalism, socio-democracy, mass-action, machtvorming, non-cooperation, and self-reliance. and self-reliance.--------------AbstrakIdeologi menjadi hal yang penting dalam tatanan kehidupan sosial maupun bernegara. Secara filosofis, konsep ideologi sangatlah subjektif. Ada yang menganggap ideologi sebagai dogma, ada juga yang menyangkutpautkan ideologi sebagai diskursus politik dan pandangan politik. Sedangkan sebagian lagi menganggap ideologi didasarkan pada kepentingan konkret kelas sosial yang ditandai oleh tidak adanya kepentingan atas dasar ekonomi. Dalam sosio-historis bangsa Indonesia, ideologi dijadikan sebagai “alat” perjuangan untuk membentuk mental, karakter, semangat dan pemikiran anti kolonialisme, sehingga terciptalah manifestasi dari nilai-nilai fundamental keindonesiaan berupa Pancasila yang dirumuskan oleh para tokoh nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis konsep tentang ideologi Marhaenisme Sukarno yang menjadi cikal bakal pemikiran/gagasan mengenai Pancasila. Metode yang digunakan adalah analisis konsep dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil dari analisis yang dilakukan didapatkan hasil bahwa marhaenisme secara konseptual menekankan pada aspek perjuangan kaum marhaen, yaitu kelompok yang dieksploitasi oleh imperialisme dan kapitalisme sehingga mereka kesulitan untuk bisa mensejahterakan dirinya. Adapun unsur-unsur penting dalam ideologi marhaenisme yaitu sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, aksi-massa, machtvorming, non-kooperasi, dan self-reliance.
PENGGUNAAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR (PMM) DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL GURU DI SEKOLAH DASAR Zanuba Qathrunnida, Azda; Rakhmat, Cece; Pratama, Febri Fajar
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.5266

Abstract

Platform Merdeka mengajar ini merupakan sebuah platform edukasi yang dikembangkan oleh kemendikbudristek untuk mendukung implementasi kurikulum Merdeka dengan cepat dan mampu menjadi sarana pengembangan bagi guru dalam mengajar, belajar, dan berkarya untuk mengembangkan kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang kemudahan dan perubahan yang guru rasakan setelah mengakses Platform Merdeka mengajar (PMM) ini. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, melalui kegiatan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang di dapat di paparkan secara naratif, deskriptif dan rinci. Penelitian ini dilakukan kepada dua guru di SDN 4 Setiamulya. Hasil penelitian ini menjelaskan, bahwa dalam Upaya pengembangan kompetensi pedagogic dan professional guru melalui penggunaan Platform Merdeka mengajar (PMM). Guru merasakan perkembangan dalam kegiatan pembelajaran seperti, mampu melaksanakan pembelajaran yang interaktif dan melibatkan peserta didik dalam setiap pembelajaran. Seperti membuat pertanyaan pemantik untuk anak berfikir kritis. Guru juga mampu membuat suasa kelas yang nyaman dengan menata tempat duduk, menghias ruangan dengan berbagai karya yang dibuat oleh peserta didik.