cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
jurnalyakpermas@gmail.com
Phone
+62281-6596816
Journal Mail Official
jurnalyakpermas@gmail.com
Editorial Address
Alamat: Jl. Raya Jompo Kulon Sokaraja, Dusun II Jompo Kulon, Jompo Kulon, Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53181
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nursing and Health (JNH) Akper Yakpermas Banyumas
ISSN : -     EISSN : 25021524     DOI : https://doi.org/10.52488/
Core Subject : Health,
Jornal of Nursing and Health (JNH) is a peer-reviewed, open access scholarly journal publishes high-quality manuscripts on innovative research covering all aspects of nursing and health science core The scope is in the fields of health (basic nursing, medical/surgical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, women nursing, community health nursing, pediatric nursing, family nursing, emergency nursing, mental nursing, gerontic nursing, education in nursing, public health, and also nursing management).
Articles 217 Documents
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN BURNOUT TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM ANANDA PURWOKERTO Hindri Saputri; Indri Heri Susanti; Wasis Eko Kurniawan
Journal of Nursing and Health Vol. 7 No. 3 (2022): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v7i3.177

Abstract

Kinerja adalah hasil kerja kualitatif dan kuantitatif yang dilakukan oleh seorang pegawai untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawabnya. Namun tidak jarang ditemukan keluhan berasal dari perawat yang berkaitan kualitas pelayanan kesehatan. Perawat mengalami rasa jenuh disebabkan oleh kelelahan kerja atau burnout karena melakukan hal monoton. Motivasi kerja adalah faktor lain yang mempengaruhi kinerja perawat dalam bentuk materi maupun non materi, karena banyaknya tugas perawat yang dilakukannya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui ada pengaruh motivasi kerja dan burnout terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Ananda Purwokerto. Metode penelitian menggunakan probability sampling dengan sampel sebanyak 60 perawat. Kuesioner menggunakan Motivasi Kerja, The Maslach Burnout Inventory Human Service Survey, dan Kinerja Perawat dengan analisis bivariat. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar motivasi kerja tingkat cukup dengan jumlah 32 perawat (53,3%), burnout pada tingkat ringan sebanyak 36 perawat (60%), dan kinerja perawat pada tingkat baik dengan jumlah 35 perawat (58,3%). Hasil analisis didapatkan bahwa antara motivasi kerja terhadap kinerja perawat terdapat pengaruh positif (p-value 0,002) dan antara burnout terhadap kinerja perawat terdapat pengaruh negatif di Rumah Sakit Umum Ananda Purwokerto (p-value 0,002).
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GERIATRI PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI RSUD BANYUMAS indra marselina; Galih Samodra; Pepi Octaviani
Journal of Nursing and Health Vol. 7 No. 3 (2022): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v7i3.193

Abstract

ANALISIS FAKTOR PEMILIHAN OBAT TRADISIONAL DAN OBAT KIMIA SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN BATU GINJAL DI RSUD BANYUMAS: FACTOR ANALYSIS OF SELECTION OF TRADITIONAL AND MODERN MEDICINE AS AN ALTERNATIVE TREATMENT FOR NEPHROLITHIASIS IN REGIONAL GENERAL HOSPITAL BANYUMAS Anggiani Nuralinda; Galih Samodra; Made Suandika; Rani Prabandari
Journal of Nursing and Health Vol. 7 No. 3 (2022): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v7i3.194

Abstract

Batu ginjal merupakan salah satu penyakit ginjal yang di dalamnya terdapat batu yang mengandung komponen kristalin dan matriks organik, serta merupakan penyebab kelainan saluran kemih yang paling umum. Prevalensi penyakit batu ginjal meningkat seiring dengan bertambahnya umur, lebih tinggi pada laki-laki dibanding perempuan. Terdapat dua jenis pengobatan yang sering digunakan oleh masyarakat antara lain pengobatan modern yaitu dengan obat kimia, dan pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor pemilihan obat kimia dan obat tradisional sebagai alternative pengobatan batu ginjal di RSUD Banyumas. Metode jenis penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara faktor sosial, budaya dan psikologis dengan pemilihan obat kimia dan obat tradisional dengan hasil p-value < 0.01. Dengan hasil pemilihan obat responden terhadap obat kimia sebesar 80% dan obat tradisional 20%. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu sebagian besa responden memilih obat kimia sebagai pengobatan batu ginjal, karakteristik responden dikelompok umur paling banyak adalah kelompok lansia, kelompok tingkat pendidikan paling banyak di tingkat pendidikan dasar, marital status terbanyak adalah sudah menikah dan kelompok penghasilan di kelompok penghasilan rendah dan terdapat pengaruh antara faktor sosial, budaya dan psikologi terhadap pemilihan obat.
FORMULASI DAN EVALUASI SIFAT FISIK SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN WUNGU (Graptopphyllumpictum L.) SEBAGAI PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH Riza Mustofa; Rani Prabandari; Peppy Octaviani
Journal of Nursing and Health Vol. 7 No. 3 (2022): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v7i3.198

Abstract

Luka diakibatkan terkena benda tumpul atau tajam, bahan kimia, fluktuasi suhu, ledakan, sengatan listrik, maupun gigitan hewan. Salah satu tanaman yang memiliki manfaat sebagai penyembuhan luka yaitu daun tanaman wungu. Metode yang digunakan untuk memperoleh Ekstrak daun wungu dengan cara maserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak diberikan secara topikal dalam bentuk sediaan gel dengan variasi konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui evaluasi sifat fisik dari sediaan gel ekstrak etanol daun wungu pada konsentrasi 5%, 10%, dan 15% dan mengetahui konsentrasi yang paling baik untuk menyembuhkan luka sayat pada tikus putih.Uji ekstrak dilakukan pada luka terhadap hewan uji tikus putih dengan panjang luka sayatan 2 cm dan kedalaman ± 0,2 cm. pada punggung tikus dan luka diobati dan diukur setiap sehari sekali hingga luka sembuh. Kontrol positif adalah bioplacenton dan kontrol negatif adalah basis gel tanpa ekstrak. Evaluasi sifat fisik dari sediaan gel ekstrak etanol daun wungu pada uji oganoleptik, uji homogenitas, uji daya sebar, daya lekat dan viskositas semua memiliki hasil yang memenuhi standar terkecuali pada pengujian pH yang tidak memenuhi standar. Didapatkan hasil bahwa formula 2 dengan konsentrasi 10% yang memiliki efek penyembuuhan luka paling cepat selama 7 hari. Data peyembuhan luka dilanalisis menggunakan one way ANOVA dan uji LSD, hasil uji one way ANOVA menunjukan tidak ada perbedaan signifikan sebesar 0,214 dan hasil LSD menunjukan terdapat perbedaan sigifikan pada formula 2 dan 3 sebesar 0,043 kemudian formula 3 dan kontrol negatif sebesar 0,041.
PENGARUH SENAM KAKI TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI POSYANDU LANCAR BAHAGIA DESA GLEMPANG KECAMATAN MAOS KABUPATEN CILACAP Ade Suryana; Adiratna Sekar Siwi; Danang Tri Yudono
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i2.213

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) type 2 is never separated from pain in the feet caused by peripheral neuropathy. An alternative to reduce pain in type 2 DM sufferers is diabetic foot exercise. Diabetic foot exercise is a simple physical exercise that can be applied at any time. Diabetic kako exercise if done regularly can reduce pain intensity to the maximum and can also reduce the risk of osteoporosis. This study aims to determine the effect of foot exercise on pain intensity in patients with type 2 DM. This study used a pre-experimental method with a one group pretest-posttest design approach. Samples were taken with a total sampling of 27 respondents. Respondents came from the experimental group of 27 respondents. The research instruments used were videos, SOPs, Numerical Rating Score (NRS) sheets and observation sheets. The data analysis used in this research is the Wilcoxon test. Data collection was carried out after passing the ethical test. The results showed that there was an effect of diabetic foot exercise on pain intensity in the experimental group with a p-value of 0.000. The conclusion of this study is that diabetic foot exercises are effective in reducing pain intensity in type 2 DM patients.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WASPADA COVID – 19 DI PUSKESMAS MOJO KABUPATEN KEDIRI Winanda Rizki Bagus Santosa Santosa; Wildan Akasyah
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i2.214

Abstract

Pendahuluan: Kesadaran masyarakat terhadap COVID-19 saat ini semakin menurun dalam menerapkan protokol kesehatan, sehingga jumlah kasus COVID-19 semakin bertambah setiap harinya. Salah satu upaya yang dapat diterapkan adalah dengan meningkatkan perilaku waspada COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi perilaku waspada COVID-19. Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling. Penelitian ini dilakukan selama lima hari, terhitung mulai tanggal 11, 12, 13, 14, 15 April tahun 2023 pada pasien yang datang ke Puskesmas Mojo Kabupaten Kediri, dan bersedia mengikuti penelitian yaitu 60 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan kuesioner penelitian kepada responden, mengumpulkan kuesioner yang telah diisi untuk dianalisis. Analisis data menggunakan uji statistik regresi logistik. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh antara deteksi dini terhadap perilaku perilaku waspada COVID-19 p value  = 0,046 (AOR = 2,851). Pengetahuan merupakan faktor paling dominan yang memiliki pengaruh kuat terhadap perilaku waspada COVID-19 p value  = 0.040 (AOR = 9,481). Tidak ada pengaruh antara sarana dan pra sarana  terhadap perilaku perilaku waspada COVID-19 p value  = 0,194 (AOR= 0,17). Kesimpulan: Faktor yang paling mempengaruhi perilaku waspada COVID-19 adalah pengetahuan. Deteksi dini mempengaruhi perilaku waspada COVID-19. Kata Kunci : Faktor Yang Mempengaruhi, Perilaku Waspada, COVID- 19.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENCEGAHAN RISIKO JATUH PASIEN DEWASA DENGAN PELAKSANAAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) MORSE FALL SCALE DI RSUD PREMBUN Arie Pahlawan; Amin Susanto; Suci Khasanah; Made Suandika
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 1 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i1.216

Abstract

Pencegahan risiko jatuh merupakan salah satu fokus perhatian perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Dalam pelaksanaannya dimulai dari awal pasien masuk sampai dilakukan perawatan di ruang rawat diantaranya menggunakan asesmen risiko jatuh morse fall scale. Hal yang berpengaruh dalam pelaksanaan pencegahan risiko jatuh pasien dewasa adalah tingkat pengetahuan yang didasari oleh pendidikan, usia dan pengalaman kerja. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang pencegahan risiko jatuh pasien dewasa dengan pelaksanaan standar prosedur operasional (SPO) Morse Fall Scale di RSUD Prembun. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian korelasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 perawat pelaksana di bangsal rawat inap dewasa dengan menggunakan teknik total sampling, analisis data dengan uji spearman rank. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner pengetahuan perawat dengan pelaksanaan prosedur pasien risiko jatuh dan lembar observasi pelaksanaan SPO Morse Fall Scale. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik perawat lebih dari separuh responden memiliki usia dewasa awal (26-35 tahun) (58.1%), sebagian besar memiliki tingkat pendidikan DIII Keperawatan (76.7%), dan hampir separuh memiliki pengalaman kerja > 4 tahun (44.2%). Adanya hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang pencegahan risiko jatuh pasien dewasa dengan pelaksanaan standar prosedur operasional (SPO) Morse Fall Scale di RSUD Prembun dengan nilai p value sebesar 0.000 (p value < 0.05). Kata kunci: pengetahuan; risiko jatuh; morse fall scale
Gambaran Kualitas Hidup Pada Wanita Menopause Lisa Nur Kamallia; Tin Utami; Roro Lintang Suryani
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 1 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i1.217

Abstract

Menopause merupakan masa dimana wanita mengalamiberbagai gejala seperti gejala vasomotor, psikososial, fisikdan seksual yang dapat mempengaruhi kualitas hidup wanitamenopause. Menurunnya kualitas hidup wanita menopause akan berpengaruh pada kehidupan dan harapan hidupnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan gambarankualitas hidup wanita menopause berdasarkan domain vasomotor, psikososial, fisik dan seksual. Tinjauan literatur dengan pencarian artikel yang relevan dan diterbitkan tahun2013-2021, diperoleh dari database seperti PubMed, dan google cendekia. Kata kunci yang digunakan untuk mencariliteratur meliputi quality of life dan among menopausal women. Hasil penelitian dari sepuluh artikel telah memenuhikriteria inklusi dan penilaian kualitas dengan didapatkan hasilbahwa gejala vasomotor yang paling banyak dialami oleh wanita menopause yaitu sensasi panas, cepat berkeringat dan keringat malam. Gejala psikososial umumnya akan cemasatau gugup, buruknya daya ingat, dan lain sebagainya. Gejalafisik yang sering dialami yaitu sakit otot dan sendi, berkurangnya kekuatan fisik, dan lain sebagainya. Gejalaseksual yang sering dialami oleh wanita menopause meliputiperubahan hasrat seksual, kekeringan vagina saatberhubungan intim dan menghindari berhubungan intim. Disimpulkan pada domain vasomotor, psikososial, fisik dan seksual gejala yang paling menurunkan kualitas hidup wanita menopause adalah sensasi panas, cemas atau gugup, sakitotot dan sendi, serta vagina kering ketika berhubungan intim.
SYSTEMATIC REVIEW: FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PRESSURE ULCERS Wanto Paju; Dessy Natalia Riti; Shelfi Dwi Retnani Putri Santoso; Uly Agustine
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i2.229

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Luka tekanan semakin meningkat di layanan kesehatan dan dapat memperpanjang perawatan serta memperlambat pemulihan pasien. Di Indonesia, prevalensi luka tekanan di rumah sakit mencapai 33%. Tujuan: mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pressure ulcers dan mengenali faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya pressur ulcers. Studi appraisal dan metode sintesis: Dilakukan pencarian secara sistematis dengan menggunakan kata kunci pada database Ebsco, Pubmed, Medline, dan Google Scholar. Setelah itu, kualitas artikel penelitian akan dinilai menggunakan CASP, kemudian data akan diekstrak dan dianalisis secara mandiri. Hasil: Terdapat tiga artikel yang menggunakan studi retrospektif untuk mengevaluasi faktor-faktor yang dapat menyebabkan luka tekanan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendasarinya. Sebagai bagian tim kesehatan yang bertanggung jawab atas perawatan pasien secara menyeluruh, peran perawat sangat penting dalam mencegah terjadinya luka tekanan dan mengenali faktor-faktor yang berkontribusi pada terjadinya luka tekanan. Kesimpulan dan Implikasi Hasil : Perawat bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang komprehensif, termasuk mencegah terjadinya luka tekanan dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya. Dengan melakukan hal ini, angka kejadian luka tekanan dapat menurun, serta mengurangi biaya dan waktu perawatan di rumah sakit dan mempercepat program rehabilitasi bagi pasien. Keyword: pencegahan, perawat, pressure ulcers
GAMBARAN HEMODINAMIK DENGAN GENERAL ANESTESI TIVA PROPOFOL PADA PASIEN ANAK DI RUANGAN MRI RSUD Dr SOETOMO SURABAYA I Kadek Suardana; Made Suandika; Ririn Isma Sundari
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i2.232

Abstract

Ada berbagai protokol pencitraan resonansi magnetik pediatrik (MRI) yang diikuti di institut dan oleh ahli radiologi individu. MRI pada pediatri harus distandarisasi sedemikian rupa sehingga pemindaian dilakukan dalam waktu minimum. Para teknolog harus menyadari protokol MRI cepat yang sangat berguna pada pasien berusia kurang dari 2 tahun. Tantangan utamanya adalah menjaga anak-anak tetap diam selama durasi. Penggunaan pemeriksaan penunjang diagnostik canggih melalui pencitraan seperti MRI, MRI adalah suatu alat canggih di bidang kedokteran yang mengkombinasikan teknologi komputer, medan magnet tinggi ( 0.064- 7.0 Tesla ), dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar penampang tubuh manusia. Anestesi umum dapat juga dilakukan di luar kamar operasi, salah satunya di ruagan MRI memanfaatkan sedasi dengan teknik total intravenous anesthesia ( TIVA ). Sedasi seringkali di perlukan untuk pasien anak, dalam keadaan sedasi, pemantauan hemodinamik merupakan hal sangat vital pada fase perioperative. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran hemodinamik dengan general anestesi tiva propofol pada pasien anak di ruangan MRI RSUD dr Soetomo Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif observational. Teknik sampling menggunakan non probability sampling dengan jenis purposive sampling. Data dikumpulkan dengan lembar observasi pada pasien yang dilakukan MRI. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat yaitu anilsa yang dilakukan untuk menganalisa tiap variabel. Hasil peneliti menunjukan adalah sebagian besar pasien anak memiliki tekanan darah yang tergolong normal (66,7%) sedangkan sisanya tergolong hipotensi, sebagian besar pasien anak memiliki nadi yang tergolong normal (88,9%) sedangkan sisanya tergolong bradikardi, sebagian besar pasien anak memiliki RR yang tergolong normal (84,1%) dan minoritas tergolong bradipnea (1,6%), adalah sebagian besar pasien anak memiliki MAP yang tergolong rendah (74,6%) dan minoritas tergolong tinggi (7,9%).