cover
Contact Name
Fahmi
Contact Email
fahmi@ulm.ac.id
Phone
+6285348001395
Journal Mail Official
jbse@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Program Studi Magister Keguruan Ilmu Pengetahuan Alam Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat Jl. Brigjend H. Hasan Basry Banjarmasin 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of Banua Science Education
ISSN : -     EISSN : 27457222     DOI : https://doi.org/10.20527
The Journal of Banua Science Education is a scientific journal published by the Master Program of Natural Science Education of Lambung Mangkurat University. The journal dissemination papers are written based on the study results and literature review in the sphere of natural science education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. Journal of Banua Science Education publishes its issues biannually, in April and October, and first published in August 2020.
Articles 82 Documents
EFEKTIVITAS PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMP PADA MATERI POKOK LISTRIK STATIS Mutiara Havina Putri; Fahmi Fahmi; Eko Wahyuningsih
Journal of Banua Science Education Vol 1, No 2: 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.529 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v1i2.13

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the static electricity subject matter learning device for junior high school students. Learning tools include syllabus, lesson plans, teaching materials, LKPD, and assessment test. The research model used is the Tessmer development model which consists of five steps, namely: 1) Self evaluation; 2) expert review; 3) one to one; 4) small group; and 5) field test. The data analysis technique used in this research is quantitative analysis to assess the effectiveness of the learning tools. The results showed that the learning tools developed were considered effective as seen from the LKPD results which showed an increasing trend in the indicators of critical skills.Keywords: effectiveness, learning tools, critical thinking skills, static electricityAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas perangkat pembelajaran materi pokok listrik statis pada peserta didik SMP. Perangkat pembelajaran meliputi silabus, RPP, materi ajar, LKPD, dan lembar penilaian. Model penelitian yang digunakan adalah model pengembangan Tessmer yang terdiri atas lima langkah yaitu: 1) Evaluasi diri (self evaluation); 2) pendapat pakar (expert review); 3) uji coba perorangan (one to one); 4) uji coba kelompok kecil (small group); dan 5) uji lapangan (field test). Teknik analisi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif untuk menilai efektivitas perangkat pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinilai efektif dilihat dari hasil LKPD yang menunjukkan tren peningkatan pada indikator keterampilan berpikir kritis.Kata kunci: efektivitas, perangkat pembelajaran, keterampilan berpikir kritis, listrik statis
KEEFEKTIFAN DIGITAL LEARNING TERINTEGRASI KEARIFAN LOKAL TERHADAP KETERAMPILAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA SMA KELAS XI Layyin Isyroqun Nadhifah; Joko Siswanto; Choirul Huda
Journal of Banua Science Education Vol 1, No 2: 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.216 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v1i2.8

Abstract

The conventional learning process can only be implemented in schools, in a pandemic like now, learning that can be carried out remotely according to the rules is learning from home. Teachers are required to take advantage of various technologies to better support the learning process, so that learning is more effective because students can continue to learn even at home. Digital learning is effectively used because students can still access learning material even though they are at home. This study aims to examine the effectiveness of digital learningintegrated local wisdom of student problem solving skills at Teuku Umar Senior High School Semarang on the subject of dynamic fluids. The method used in this research is a quasi-experimental design using the One-Group method prete st posttest. The population in this study were students of class XI MIPA SMA Teuku Umar Semarang, with a sample of class XI MIPA as the experimental class. The results showed that there were differences in the results of the pre - test and post-test, where there was an increase in student learning outcomes after being given the experimental class treatment using integrate digital learning local wisdom on problem solving skills.Keywords: digital learning, local wisdom, problem solvingAbstrakProses pembelajaran konvensional hanya dapat dilaksanakan di sekolah saja, di masa pandemi seperti sekarang dibutuhkan pembelajaran yang dapat dilaksanakan secara jarak jauh sesuai aturan yaitu belajar dari rumah. Guru dituntut memanfaatkan berbagai teknologi agar lebih menujang proses pembelajaran, sehingga pembelajaran lebih efektif karena siswa bisa tetap belajar walaupun hanya di rumah. Digital learning efektif digunakan karena siswa tetap dapat mengakses materi pembelajaran walupun mereka berada di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektifitas digital learning terintegrasi kearifan lokal terhadap keterampilan memecahkan masalah siswa di SMA Teuku Umar Semarang pada pembelajaran Fisika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah quasi-experimental design dengan menggunakan metode one-group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMA Teuku Umar Semarang, dengan sampel kelas XI MIPA sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa terdapat perbedaan hasil uji pre-test dan post-tes, dimana adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah diberikan perlakukan pada kelas eksperimen yang menggunakan digital learning terintegrasi kearifan lokal terhadap keterampilan memecahkan masalah.Kata kunci: digital learning, kearifan lokal, memecahkan masalah
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA Siti Halimah Khaerani; Septiana Dwi Utami; Saidil Mursali
Journal of Banua Science Education Vol 1, No 1: 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.926 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v1i1.2

Abstract

Abstrak: Pengintegrasian potensi lokal suatu daerah dalam pembelajaram masih sangat kurang terutama pada pelajaran IPA.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa serta mendeskripsikan hasil belajar kognitif siswa setelah diajarkan menggunakan perangkat pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal yang telah dibuat. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model 4-D, desain penelitian ini menggunakan one group pre test and post test. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran,  lembar tes hasil belajar kognitif, dan angket respon siswa. Analisis data hasil validasi, keterlaksanaan pembelajaran dan angket, dilakukan secara deskriptif kualitatif sedangkan untuk tes dianalisis berdasarkan ketuntasan individu dan N-Gain. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan skor rata-rata untuk perangkat pembelajaran yang dikembangkan 3,2 untuk silabus dan 3,61 untuk RPP dengan kategori valid dan sangat valid. Skor rata-rata dari keterlaksanaan pembelajaran 10,5 dengan persentase 87,65% interpretasi sangat baik. Skor rata-rata pre-tes 32,4 dan post-test 76,6 hasil ini menandakan adanya peningkatan hasil belajar siswa sehingga didapatkan rata-rata N-Gain 0,64 kategori sedang. Analisis rata-rata angket respon siswa berjumlah 3,6dengan kategori sangat baik, ini menunjukkan bahwa siswa memberikan respon yang positif terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan.Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Kata kunci: Perangkat Pembelajaran, Kearifan Lokal, Hasil Belajar
KEEFEKTIFAN PERANGKAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI PENELITIAN BERBASIS PERANCANGAN Noorlatifah Noorlatifah; Suryajaya Suryajaya; Muhammad Zaini
Journal of Banua Science Education Vol 1, No 2: 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.891 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v1i2.14

Abstract

Teachers still have difficulty practicing critical thinking skills so that learning outcomes and critical thinking skills in science learning are less than optimal. This study aims to evaluate the effectiveness of the quality of the lesson plans developed using a guided inquiry learning model with the topic of change in form at SMPN 22 Banjarmasin. The method used is development research. The device development model used is the Tessmer model, which includes the stages of self-evaluation, expert review, one to one, small group, and field test. The lesson plans developed were syllabus, lesson plans, teaching materials, LKPD, and assessment test. The subjects in the study were students of class VII SMPN 22 Banjarmasin. The results showed that the lesson plan using the guided inquiry model, the topic of change in form was classified as effective, including the learning outcomes of students with a completeness percentage of 76% and had reached the KKM set by the school. Students 'critical thinking skills are categorized as very good, students' psychomotor skills use very good categorized filter papers, characterized behavior includes disciplinary aspects that are very well categorized and aspects of responsibility are very good. Social skills include aspects of working together which are categorized as quite good, aspects of donating ideas are categorized as very good, and spiritual attitudes of gratitude are categorized as very good. Based on the following research results, it can be concluded that the lesson plan tools through design-based research are effective.Keywords: effectiveness, lesson plans tools, guided inquiry, learning outcomes, critical thinking skillsAbstrakGuru masih mengalami kesulitan dalam melatihkan kemampuan berpikir kritis sehingga hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA kurang optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keefektifan kualitas perangkat RPP hasil pengembangan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing topik perubahan wujud di SMPN 22 Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Model pengembangan perangkat yang digunakan adalah model Tessmer, meliputi tahap self evaluation, expert review, one to one, small group, dan field test. Perangkat RPP yang dikembangkan adalah silabus, RPP, bahan ajar, LKPD, dan lembar penilaian. Subyek dalam penelitian adalah peserta didik kelas VII SMPN 22 Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat RPP menggunakan model inkuiri terbimbing topik perubahan wujud tergolong efektif meliputi hasil belajar peserta didik dengan persentase ketuntasan sebesar 76% dan telah mencapai KKM yang ditetapkan sekolah. Keterampilan berpikir kritis peserta didik terkategori sangat baik, keterampilan psikomotor peserta didik menggunakan kertas saring terkategori sangat baik, perilaku berkarakter meliputi aspek disiplin terkategori sangat baik dan aspek tanggung jawab terkategori sangat baik. Keterampilan sosial meliputi aspek bekerja sama terkategori cukup baik, aspek menyumbangkan ide terkategori sangat baik, dan sikap spiritual rasa syukur terkategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian berikut dapat disimpulkan bahwa perangkat RPP melalui penelitian berbasis perancangan efektif.Kata kunci: keefektifan, perangkat RPP, inkuiri terbimbing, hasil belajar, keterampilan berpikir kritis
THE EFFECT OF A GUIDED INQUIRY APPROACH TO MEASURING HIGH-LEVEL THINKING SKILLS OF MADRASAH ALIYAH STUDENTS ON ELASTICITY MATERIALS Rabiatul Adawiyah; Juni Angkowati; Rosy Elfiana; Fatminastiti Fatminastiti
Journal of Banua Science Education Vol 2, No 1: 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.209 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v2i1.59

Abstract

Learning activities at MAN 2 Marabahan so far have led to observation activities but have not optimally applied the guided inquiry approach in detail. This resulted in students' higher order thinking skills have not been honed, which is actually very necessary in physics education. This study aims to measure students' higher order thinking skills. This research was analyzed descriptively. The samples of this study were students of class XI IPA 2 and XI IPA 3 as the treatment and class XI IPA 1 as the control class. Based on the results of the study, students' higher order thinking skills were better when using a guided inquiry approach.Keywords: influence, guided inquiry, higher order thinking skills, elasticity AbstrakKegiatan pembelajaran di MAN 2 Marabahan selama ini sudah mengarah kepada kegiatan pengamatan namun belum optimal menerapkan pendekatan inkuiri terbimbing secara terperinci. Hal ini mengakibatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa belum terasah, yang sebenarnya sangat diperlukan dalam pendidikan fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3 sebagai pelakuan dan kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa lebih baik saat menggunakan pendekatan inkuiri terbimbing. Kata kunci: pengaruh, inkuiri terbimbing, keterampilan berpikir tingkat tinggi, elastisitas
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERORIENTASI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI ILMIAH PADA SISWA SMK FARMASI ISFI BANJARMASIN Friesta Ade Monita; Muhammad Rezki Rahman; Diah Elmawati; Sunardi Sunardi
Journal of Banua Science Education Vol 2, No 1: 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.442 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v2i1.62

Abstract

This study aims to develop learning tools oriented to scientific communication skills for students of SMK Pharmacy ISFI Banjarmasin using a guided discovery learning model on temperature and heat material. This research was carried out in detail; (1) the validity of the learning tools, (2) the practicality of the learning tools in terms of the implementation of the lesson plans, (3) the effectiveness of the learning tools in terms of students' cognitive learning outcomes, and (4) the achievement of students' scientific communication skills. This research is a development model that refers to the Dick and Carey development model, learning tools developed in the form of teaching materials, lesson plans, worksheets, and THB. The results showed; (1) the validity of the learning tools is categorized as valid, (2) the practicality of the learning tools is considered very good. (3) the effectiveness of learning tools is considered effective, and (4) the achievement of scientific communication skills is considered good. This study shows that the learning tools de-veloped are feasible to be used in the learning process.Keywords: learning tools, guided discovery, scientific communication.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berorientasi kemampuan berkomunikasi ilmiah pada siswa SMK Farmasi ISFI Banjarmasin menggunakan model pem-belajaran penemuan terbimbing pada materi suhu dan kalor. Penelitian ini dilaksanakan dengan rincian; (1) validitas perangkat pembelajaran, (2) kepraktisan perangkat pembelajaran yang ditinjau dari keterlaksaan RPP, (3) efektifitas perangkat pembelajaran yang ditinjau dari hasil belajar kognitif siswa, dan (4) pencapaian kemampuan berkomunikasi ilmiah siswa. Penelitian ini merupakan model pengembangan yang mengacu pada model pengembangan Dick and Carey, perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa materi ajar, RPP, LKS, dan THB. Hasil penelitian menunjukan; (1) validitas perangkat pembelajaran berkategori valid, (2) kepraktisan perangkat pembelajaran dinilai terlaksana sangat baik, (3) efektifitas perangkat pembelajaran dinilai efektif, dan (4) pencapaian kemampuan berkomunikasi ilmiah dinilai baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.Kata kunci: perangkat pembelajaran, penemuan terbimbing, komunikasi ilmiah.
KEEFEKTIFAN DIGITAL LEARNING TERINTEGRASI KEARIFAN LOKAL TERHADAP KETERAMPILAN LITERASI SAINS SISWA KELAS X SMA/MA Roro Indah Sukmawati; Joko Siwanto; Choirul Huda
Journal of Banua Science Education Vol 2, No 1: 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.048 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v2i1.60

Abstract

Changes in the paradigm of the learning process, where the learning process must be oriented towards active learning learners. Learners must provide opportunities for students. This requires effective learning, namely using digital learning. Where in this learning can be done anywhere and students are required to be more active, while the teacher only as a facilitator. This study aims to examine the effectiveness of digital learning integrated with local wisdom on the scientific literacy skills of students at SMAN 7 Semarang on the subject of straight motion. The method used in this study is a quasi-experimental design using the one-group pretest posttest method. The population in this study were all students of class X MIPA SMAN 7 Semarang, with a sample of class X MIPA 1 as the experimental class. The results obtained that there are differences in the results of the pre-test and post-test, where there is an increase in student learning outcomes after being given experimental class treatment using digital learning integrated with local wisdom on students' scientific literacy.Keywords: digital learning, local wisdom, scientific literacyAbstrakPerubahan paradigma proses pembelajaran, dimana proses pembelajaran harus berorientasi pada peserta didik belajar aktif. Pembelajar harus memberikan kesempatan kepada peserta didik. Hal ini diperlukan pembelajaran yang efektif yaitu menggunakan digital learning. Dimana dalam pembelajaran ini dapat dilakukan dimana saja serta peserta didik dituntut lebih aktif, sedangkan guru hanya sebagai fasilitator. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektifitas digital learning terintegrasi kearifan lokal terhadap keterampilan literasi sains peserta didik di SMAN 7 Semarang pada pokok bahasan gerak lurus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental design dengan menggunakan metode one-group pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X MIPA SMAN 7 Semarang, dengan sampel kelas X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa terdapat perbedaan hasil uji pre-test dan post-tes, dimana adanya peningkatan hasil belajar peserta didik setelah diberikan treatment kelas eksperimen yang menggunakan digital learning terintegrasi kearifan local terhadap literasi sains peserta didik.Kata kunci: digital learning, kearifan lokal, literasi sains
KEPRAKTISAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI MATERI ZAT ADITIF DAN ZAT ADIKTIF Kiki Miranti; Syahmani Syahmani; Uripto Trisno Santoso
Journal of Banua Science Education Vol 2, No 1: 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.7 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v2i1.61

Abstract

Students in Indonesia have problems in critical reading competence and understanding in the field of science in the form of misconceptions. This is indicated by the fact that students in Indo-nesia are only able to solve routine problems and will have difficulty when faced with unusual problems. In addition, this problem is also exacerbated by the unavailability of laboratory facili-ties and the process of critical thinking skills has not been implemented properly. The purpose of this study was to develop science learning tools to improve the critical thinking skills of junior high school students on additive and addictive substances. This study uses the development of learning tools with the Tessmer model. Starting from the self-evaluation stage, prototyping (vali-dation, evaluation/FGD, and revision), then field test. The learning tools developed include the syllabus, lesson plans, teaching materials, LKPD, assessment sheets, and LP to practice critical thinking skills. Data collection techniques were carried out through observation, teacher and student activities, documentation, and tests of learning outcomes and critical thinking. The trial subjects were 51 people who were divided into 3 stages of prototype testing with different stu-dents at each stage. The results of the development and research show that the learning tools de-veloped are considered practical so that they are feasible to use. The results of the research find-ings are that there is a tendency for the initial knowledge level of students to be weak and low concept understanding caused by interest in learning and low literacy levels.Keywords: guided inquiry, science, critical thinking skills, development research. AbstrakPeserta didik di Indonesia mempunyai permasalahan dalam kompetensi membaca kritis dan pemahaman pada bidang studi IPA dalam bentuk miskonsepsi. Hal ini ditunjukkan dengan peserta didik di Indonesia hanya mampu menyelesaikan permasalahan rutin dan akan mengalami kesulitan ketika menghadapi masalah yang tidak biasa. Selain itu permasalahan ini juga diperparah dengan tidak tersedianya fasilitas laboratorium dan proses keterampilan berpikir kritis belum dilaksanakan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran IPA untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik SMP pada materi zat aditif dan adiktif. Penelitian ini menggunakan pengembangan perangkat pembelajaran dengan model Tessmer. Mulai dari tahap Self-evaluation, prototyping (validasi, evaluasi/FGD, dan revisi), kemudian field test. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi silabus, RPP, materi ajar, LKPD, lembar penilaian, dan LP untuk melatihkan keterampilan berpikir kritisnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, aktivitas guru dan peserta didik, dokumentasi, dan tes hasil belajar dan berpikir kritis. Subjek uji coba sebanyak 51 orang yang terbagi dalam 3 tahapan uji prototipe dengan siswa yang berbeda di tiap tahapannya. Hasil pengembangan dan penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinilai praktis sehingga layak untuk digunakan. Hasil temuan penelitian yaitu ada kecenderungan tingkat pengetahuan awal peserta didik yang lemah serta pemahaman konsep yang rendah yang disebabkan oleh minat belajar dan tingkat literasi yang rendah.Kata kunci: inkuiri terbimbing, IPA, keterampilan berpikir kritis, penelitian pengembangan.
MENGEKSPLORASI TANGGUNG JAWAB DAN KREATIVITAS ILMIAH PESERTA DIDIK MELALUI CREATIVE RESPONSIBILITY BASED LEARNING Muhammad Feyzar Rif'at; Mustika Wati; Suyidno Suyidno
Journal of Banua Science Education Vol 2, No 1: 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.69 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v2i1.56

Abstract

Scientific responsibility and creativity are part of the main competencies in the era of the industrial revolution 4.0, but they are not trained in schools. Therefore, the purpose of this study is to analyze the effectiveness of Creative Responsibility Based Learning in exploring the responsibility and scientific creativity of students. This research is part of research and development with the ADDIE model, namely at the implementation and evaluation stages. The research trial used one group pre-test and post-test on 27 students of class XI MIPA 2 MAN 2 Banjarmasin. Data collection instruments consist of responsibility observation sheets with indicators of participating, respecting others, cooperation, leading, and expressing opinions; as well as a scientific creativity test which includes indicators of finding problems, imagining scientifically, solving problems creatively, and designing products creatively. The results showed that the responsibility of the students at each meeting was in good criteria. In addition, the scientific creativity N-gain was 0.34 in the medium criteria. Thus, CRBL is effectively used to explore the responsibility and scientific creativity of students.  Kata kunci: creative responsibility based learning, scientific creativity, responsibility AbstrakTanggung jawab dan kreativitas ilmiah merupakan bagian dari kompetensi utama di era revolusi industri 4.0, namun kurang dilatihkan di sekolah. O
CRITICAL THINKING SKILLS AND STUDENTS' LEARNING OUTCOMES IN LEARNING BIOLOGY OF MUSHROOM CONCEPT AT SMA NEGERI 4 BARABAI Norhasanah Norhasanah; Ruswaty Ruswaty; Fahmi Fahmi; Marnina Ika Putri
Journal of Banua Science Education Vol 2, No 1: 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.209 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v2i1.57

Abstract

Teachers as learning agents must be able to present the learning process contextually by involving the active participation of students. Some students learn best when they have the opportunity to interact with real objects through inquiry activities that will help students deepen their understanding of a concept. Inquiry learning is one that can be adapted to students' abilities, can build cognitive structures, and can motivate students to think critically. This research is classified as descriptive research. The subjects of the research were students of class X SMA Negeri 4 Barabai as many as 78 students in the 2015/2016 academic year on the mushroom group material. The research data were in the form of observations on students' critical thinking skills which were analyzed descriptively using categorical methods, namely very good (≥ 3), good (2-2.99), not good (1-1.99). While cognitive learning outcomes were obtained through tests and success was determined based on KKM = 67 with classical completeness 85%. The results showed that students' critical thinking skills were at least good, namely formulating hypotheses, designing experiments, conducting experiments, and making conclusions, while formulating problems, and analyzing data still needed improvement. Meanwhile, students' cognitive learning outcomes have not yet achieved minimal completeness. Keywords: critical thinking skills, learning outcomes, inquiry AbstrakGuru sebagai agen pembelajar harus mampu menyajikan proses pembelajaran secara kontekstual dengan melibatkan langsung peran serta siswa secara aktif. Sebagian siswa belajar dengan baik apabila mereka mendapat kesempatan berinteraksi dengan benda-benda nyata melalui aktivitas penyelidikan yang akan membantu siswa memperdalam pemahaman suatu konsep. Pembelajaran inkuiri merupakan salah satu pembelajaran yang dapat diadaptasikan dengan kemampuan siswa, dapat membangun struktur kognitif, dan dapat memotivasi siswa untuk berpikir kritis. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 4 Barabai sebanyak 78 siswa tahun pelajaran 2015/2016 pada materi pokmok jamur. Data hasil penelitian berupa hasil observasi terhadap keterampilan berpikir kritis siswa yang dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan kategorikal yakni sangat baik (≥ 3), baik (2-2,99), kurang baik (1-1,99). Sedangkan hasil belajar kognitif diperoleh melalui tes dan keberhasilan ditetapkan berdasarkan KKM = 67 dengan ketuntasan klasikal ≥ 85%. Hasil penelitian diperoleh bahwa keterampilan berpikir kritis siswa sekurang-kurangnya sudah baik, yakni merumuskan hipotesis, merancang percobaan, melakukan percobaan, dan membuat kesimpulan, sedangkan merumuskan masalah, dan menganalisis data masih perlu perbaikan. Sedangkan hasil belajar kognitif siswa belum mencapai ketuntasan minimal. Kata kunci: keterampilan berpikir kritis, hasil belajar, inkuiri