cover
Contact Name
Fahmi
Contact Email
fahmi@ulm.ac.id
Phone
+6285348001395
Journal Mail Official
jbse@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Program Studi Magister Keguruan Ilmu Pengetahuan Alam Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat Jl. Brigjend H. Hasan Basry Banjarmasin 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of Banua Science Education
ISSN : -     EISSN : 27457222     DOI : https://doi.org/10.20527
The Journal of Banua Science Education is a scientific journal published by the Master Program of Natural Science Education of Lambung Mangkurat University. The journal dissemination papers are written based on the study results and literature review in the sphere of natural science education, biology education, physics education, and chemistry education in primary, secondary, and higher education. Journal of Banua Science Education publishes its issues biannually, in April and October, and first published in August 2020.
Articles 82 Documents
VALIDITY OF LEARNING TOOLS TO MEASURE CRITICAL THINKING SKILLS OF MADRASAH TSANAWIYAH STUDENTS Nurul Hidayati; Elly Yustina; Sri Hendra Suryani; Juli Eka Nugraheni
Journal of Banua Science Education Vol 2, No 1: 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.592 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v2i1.58

Abstract

The success of a teaching process cannot be separated from the learning tools used, one of the requirements is that the learning tools must be valid. The success of a teaching process is measured by the extent to which students can master the subject matter presented by the teacher. A learning model is needed that can make it easier to develop critical thinking skills so that a truly valid learning tool is obtained to measure the potential and skills that exist in students. Among the learning models that emphasize the process of seeking and finding is the inquiry model. This study aims to prepare in measuring critical thinking skills of Madrasah Tsanawiyah students. The Learning Toolkit has been validated by 3 experts and will then be averaged to find the final score. The values obtained will be entered into the validation criteria table based on the validation criteria table and the results are that the tools made are very valid and can be used in the teaching and learning process because previously the tools made have been revised several times. Keywords: validity, learning tools, critical thinking skills AbstrakKeberhasilan suatu proses pengajaran tidak terlepas dari perangkat pembelajaran yang digunakan, salah satu persyaratan adalah perangkat pembelajaran harus valid. Keberhasilan suatu proses pengajaran diukur dari sejauh mana siswa dapat menguasai materi pelajaran yang disampaikan guru. Diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat memudahkan dalam mengembangkan perangkat keterampilan berpikir kritis sehingga didapatkan suatu perangkat pembelajaran yang benar-benar valid untuk mengukur potensi dan keterampilan yang ada pada diri siswa. Diantara model pembelajaran yang menekankan kepada proses mencari dan menemukan adalah model inkuiri. Penelitian ini bertujuan untuk mempersiapkan dalam mengukur keterampilan berpikir kritis siswa Madrasasah Tsanawiyah. Perangkat Pembelajaran sudah divalidasi oleh 3 orang ahli kemudian akan dirata-ratakan untuk mencari nilai akhir. Nilai yang didapat akan dimasukkan ke dalam tabel kriteria validasi diberdasarkan tabel kriteria validasi dan hasilnya perangkat yang dibuat termasuk sangat valid dan dapat digunakan dalam proses belajar mengajar karena sebelumnya perangkat yang dibuat sudah dilakukan beberapa kali revisi.  Kata kunci: kevalidan, perangkat pembelajaran, keterampilan berpikir kritis
HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS PADA PENGGUNAAN CULTURE LITERACY DIGITAL WETLAND LKPD KONSEP VERTEBRATA SISWA KELAS X SMA Safitri Safitri; Aminuddin Prahatama Putra; Aulia Ajizah
Journal of Banua Science Education Vol 2, No 2: 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.795 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v2i2.79

Abstract

Culture Literacy Digital Wetland (CLDW) is a software that’s used to create web-based online course materials and manage learning activities and their results as is the case with the Learning Management System. This study aims to; (1) describe the effect of using CLDW LKPD on the vertebrate concept on students' cognitive learning outcomes, and (2) describe the effect of using CLDW LKPD on the verte-brate sub-concept on students' generic science skills. This study uses a quasi-experimental approach with Pretest Posttest Control Group Design for cognitive learning outcomes and Posttest-only Control Group Design for science generic skills. The research sample was students of class X MIPA 1 as the ex-perimental class and X MIPA 2 as the control class. Testing the use of CLDW LKPD on learning out-comes using the analysis of covariance test from the results of the Pretest Posttest, and generic science skills using the independent sample T-test test from the student worksheets. The results showed; (1) there was an effect of using CLDW LKPD on students' cognitive learning outcomes (sig. 0.010), and (2) there was an effect of using CLDW LKPD on students' generic science skills (sig. 0.004). It is hoped that from the results of the research, the use of CLDW LKPD can be used as an alternative, especially in online learning.Keywords: CLDW LKPD, cognitive learning outcomes, science generic skills, vertebrates. ABSTRAKCulture Literacy Digital Wetland (CLDW) merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk membuat materi pelajaran online berbasis web dan mengelola kegiatan pembelajaran serta hasil-hasilnya seperti halnya pada Learning Management System. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mendeskripsikan pengaruh penggunaan CLDW LKPD pada sub konsep vertebrata terhadap hasil belajar kognitif peserta didik dan (2) mendeskripsikan pengaruh penggunaan CLDW LKPD pada konsep vertebrata terhadap keterampilan generik sains siswa peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi experiment dengan desain pretest posttest control group design untuk hasil belajar kognitif dan posttest-only con-trol group design untuk keterampilan generik sains. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen dan X MIPA 2 sebagai kelas kontrol. Pengujian penggunaan CLDW LKPD terhadap hasil belajar menggunakan uji analysis of covariance dari hasil pretest-posttest, dan keterampilan generik sains menggunakan uji independent sample T-test dari lembar kerja peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan; (1) terdapat pengaruh penggunaan CLDW LKPD terhadap hasil belajar kognitif produk peserta didik (sig. 0,010) dan (2) terdapat pengaruh penggunaan CLDW LKPD terhadap keterampilan generik sains peserta didik (sig. 0,004). Diharapkan dari hasil penelitian, penggunaan CLDW LKPD dapat dijadikan sebagai alternatif terutama dalam pembelajaran daring.Kata kunci: CLDW LKPD, hasil belajar kognitif, keterampilan generik sains, vertebrata.
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG DI KELAS VIII MTs NEGERI 1 PALANGKA RAYA Ega Dyah Pratiwi; Saulim DT Hutahaean; Andi Bustan; Pri Ariadi Cahya Dinata
Journal of Banua Science Education Vol 2, No 2: 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.197 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v2i2.101

Abstract

Teaching and learning process are intended to give optimum transformation to student’s knowledge. Hence, assessment process revealed students not always success to reach targeted learning outcomes. Therefore, this research was conducted to determine students’ resistance in learning and solving wave and vibration questions. The type of this research is pre-experimental with one shot case study design. The samples were students of eighth class consist of 32 students. The data collecting instrument was 25 multiple choicle questions as learning outcomes test. Based on the result, it can be determined: (1) students who completed individually as many as 5 people out of 24 students. (2) classical completeness is only obtained by 21% of students who have completed so that they have not reached the standard of completeness. (3) TPK com-pleteness for cognitive THB was 2 TPK (17%) of the total TPK. (4) The percentage of difficulty in the C2 aspect for difficulties in explaining concepts is 20.14% with very low difficulty criteria. (5) The percentage of students' difficulty in the C3 aspect for unit conversion difficulty is 56.55% with moderate difficulty criteria, writing formulas is 34.52% with low difficulty criteria, arithme-tic operations are 52.38% with moderate difficulty criteria and the final answer is 63.10%. The percentage of students' difficulty in the C4 aspect for unit conversion difficulty is 62.50% with high difficulty criteria, writing formulas is 45.83% with moderate difficulty criteria, arithmetic operations are 58.33% with moderate difficulty criteria and the final answer is 100%.Keywords: Resistance of physics questions solving, students’ learning outcomes, wave and vibra-tion. ABSTRAKKegiatan belajar mengajar diharapkan dapat memberikan perubahan pengetahuan yang optimal bagi siswa. Namun, proses pengukuran mengungkapkan bahwa siswa-siswa tidak selalu mencapai hasil belajar yang ditargetkan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesulitan dalam belajar dan memecahkan soal-soal getaran dan gelombang. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pre-Experimental menggunakan desain one shot case sttudy. Sampel pada penelitian ini adalah kelas VIII-2 dengan jumlah 32 siswa. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal Tes Hasil Belajar (THB) pilihan ganda yang berjumlah 25 soal. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh; (1) siswa yang tuntas secara individu sebanyak 5 orang dari 24 siswa, (2) ketuntasan secara klasikal hanya diperoleh 21% siswa yang tuntas sehingga belum mencapai standar ketuntasan, (3) ketuntasan TPK untuk THB kognitif sebanyak 2 TPK (17%) dari keseluruhan TPK, (4) persentase kesulitan aspek C2 untuk kesulitan menjelaskan konsep sebesar 20.14% dengan kriteria kesulitannya sangat rendah, (5) persentase kesulitan siswa pada aspek C3 untuk kesulitan konversi satuan sebesar 56,55% dengan kriteria kesulitan sedang, menuliskan rumus sebesar 34,52% dengan kriteria kesulitan rendah, operasi hitung sebesar 52.38% dengan kriteria kesulitan sedang dan jawaban akhir sebesar 63.10%. Persentase kesulitan siswa pada aspek C4 untuk kesulitan konversi satuan sebesar 62.50% dengan kriteria kesulitan tinggi, menuliskan rumus sebesar 45.83% dengan kriteria kesulitan sedang, operasi hitung sebesar 58.33% dengan kriteria kesulitan sedang dan jawaban akhir sebesar 100%.Kata kunci: Getaran dan gelombang, hasil belajar, kesulitan penyelesaian soal fisika.
MELATIH KETERAMPILAN PSIKOMOTORIK SISWA MELALUI PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) Kiki Miranti; Ahmad Rusyadi; Fahmi Fahmi
Journal of Banua Science Education Vol 2, No 2: 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.844 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v2i2.106

Abstract

Education is one way to produce capable and skilled human beings. The education curriculum wants students' achievement competencies to meet the cognitive, affective, psychomotor domains in every learning process. However, the community paradigm that uses the cognitive domain as the basis for student success makes most of the education in conventional-based schools that focuses on the cognitive domain only. This makes students' abilities in the psychomotor realm not appear. Psychomotor skills will emerge by inviting students to work actively in learning. One way that teachers can do is to use student worksheets (LKS). This study aims to train students' psychomotor skills using LKS. The results showed that students' psychomotor skills can be trained well if repeated learning is carried out using LKS.Keywords: Psychomotor skills, LKS, students.ABSTRAKPendidikan merupakan salah satu cara untuk menghasilkan manusia yang berkemapuan dan juga berketarampilan. Kurikulum pendidikan menginginkan kompetensi capian siswa memenuhi ranah kognitif, afektif, psikomotorik dalam setiap proses pembelajaran. Akan tetapi, paradigma masyarakat yang menjadikan ranah kognitif sebagai dasar keberhasilan siswa membuat sebagian besar pendidikan di sekolah berbasis konvensional yang menitikberatkan pada ranah kognitif saja. Hal ini menjadikan kemampuan siswa pada ranah psikomotorik tidak muncul. Keterampilan psikomotorik akan muncul dengan mengajak siswa bekerja aktif dalam pembelajaran. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru adalah dengan menggunakan lembar kerja siswa (LKS). Penelitian ini bertujuan untuk melatih keterampilan psikomotorik siswa dengan menggunakan LKS.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan psikomotorik siswa dapat dilatih dengan baik jika dilakukan pembelajaran berulang-ulang menggunakan LKS.Kata kunci: Keterampilan psikomotorik, LKS, siswa.
VALIDITAS BUTIR SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER (PAS) KELAS VIII UNTUK MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Savira Amalia Damayanti; Nur Efendi; Septi Budi Sartika
Journal of Banua Science Education Vol 2, No 2: 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.319 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v2i2.70

Abstract

This study aims to analyze the validity of the experts and constructs of the items in the Final Semester Assessment (PAS) based on the validity of the items. Descriptive quantitative research method, namely the study of documentation. The subjects in this study were teachers and students. The documentation used is the PAS question lattice document and the PAS answer document from the students. The data analysis technique used descriptive quantitative, namely analyzing the PAS item grid made by the teach-er and analyzing the students' PAS answers using the TAP 2.0 application. The results of this study, namely, based on the validity of experts / experts seen from the aspect of material, construction and lan-guage are in the good category. Based on construct validity on the aspect of difficulty level, discriminat-ing power, effectiveness of deception, reliability and validity of the Final Semester Assessment (PAS) questions at SMP Muhammadiyah 8 Tanggulangin included in the category of questions that can be used as many as 4 questions, namely in question numbers 4,12,18 and 25. There are 8 questions in the revised category, namely the number 1,2,3,5,6,11,19 and 13 questions cannot be used, namely the ques-tion number 7,8,9,10,13,14,15,16 ,17,20,22,23,24.Keywords: Expert validity, item analysis, TAP application program. ABSTRAKPenelitian ini memiliki tujuan untuk menguji validitas pakar/ahli dan dari butir soal pada Penilaian Akhir Semester (PAS) berdasarkan validitas butir soal. Metode penelitian kuantitatif deskriptif, yaitu studi dokumentasi. Subjek pada penelitian ini adalah guru dan siswa. Dokumentasi yang digunakan yaitu dokumen kisi-kisi soal PAS dan dokumen jawaban PAS dari siswa. Teknik analisis data menggunakan kuantitatif deskriptif, yaitu menganalisis kisi-kisi butir soal PAS yang dibuat oleh guru dan menganalisis jawaban PAS siswa menggunakan aplikasi TAP 2.0. Hasil penelitian ini yaitu, berdasarkan hasil uji kevalidan oleh pakar/ahli dilihat dari aspek materi, isi dan bahasa masuk dalam kategori baik. Berdasarkan hasil uji pada aspek tingkat kesukaran, daya pembeda, efektifitas pngecoh, reliabilitas dan validitas soal Penilaian Akhir Semester (PAS) di SMP Muhammadiyah 8 Tanggulangin masuk dalam kategori soal dapat digunakan sebanyak 4 soal yaitu pada nomor soal 4,12,18 dan 25. Soal dalam kategori direvisi sebanyak 8 soal yaitu pada nomor soal 1,2,3,5,6,11,19 dan tidak dapat digunakan sebanyak 13 soal yaitu pada nomor soal 7,8,9,10,13,14,15,16,17,20,22,23,24.Kata kunci: Analisis butir soal, program aplikasi TAP, validitas ahli. 
KEPRAKTISAN MODUL BERBASIS ANDROID TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA Hatta Gani; Yudi Firmanul Arifin; Muhammad Zaini
Journal of Banua Science Education Vol 2, No 2: 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.026 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v2i2.102

Abstract

This development research aims to describe an Android-based module on the critical thinking skills of high school/vocational high school students. The stages of development include self-evaluation, expert test, individual test, small group test, and field test. The research subjects were 5 students for the re-sponse test and 3 observers for the implementation test of the Android-based module on the critical thinking skills of high school/vocational high school students. The type of data is descriptive data, us-ing a module implementation instrument and student responses are used for the practicality of the con-tent and the practicality of expectations. Technical data analysis was carried out in accordance with the objectives of the research which included the practicality of the module. The data calculation is done by calculating the total score for each aspect tested and then dividing the total score so that a percentage is obtained that shows the practicality of the Android-based module. The results showed that the Android-based module that had been developed was stated to be very practical based on the individual module test with an average of 90,23%. Android-based modules are declared practical be-cause the results of student responses with an average value of 92,65% with very good criteria, the re-sults of implementing the module with an average of 92,20% with criteria strongly agree. Based on this, the Android-based module developed is very practical to use and makes it easier for students to learn.Keywords: Practicality, android-based module, critical thinking ability.ABSTRAKPenelitian pengembangan ini bertujuan mendeskripsikan modul berbasis android terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA Tahap-tahap pengembangan meliputi evaluasi diri, uji pakar, uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Subjek penelitian adalah 5 siswa untuk uji respon dan 3 observer untuk uji keterlaksanaan modul berbasis android terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Jenis data yaitu data deskriptif, menggunakan instrument keterlaksanaan modul dan respon siswa digunakan untuk kepraktisan isi dan kepraktisan harapan. Teknis analisis data dilakukan sesuai dengan tujuan dari penelitian yang meliputi kepraktisan modul. Perhitungan data dilakukan dengan cara menghitung jumlah skor tiap aspek yang diuji kemudian dibagi jumlah skor total sehingga didapatkanlah persentase yang menunjukan kepraktisan modul berbasis android. Hasil penelitian menunjukan modul berbasis android yang telah dikembangkan dinyatakan sangat praktis berdasarkan uji perorangan modul dengan rata-rata 90,23%. Modul berbasis android dinyatakan praktis karena hasil respon siswa dengan rata-rata nilai 92,65% dengan kriteria sangat baik, hasil keterlaksanaan modul dengan rata-rata 92,20% dengan kriteria sangat setuju. Berdasarkan hal tersebut modul berbasis android yang dikembangkan sangat praktis digunakan dan memudahkan siswa dalam pembelajaran.Kata kunci: Kepraktisan, modul berbasis android, kemampuan berpikir kritis.
PENGARUH PENERAPAN CULTURE LITERACY DIGITAL WETLAND LKPD KONSEP EKOLOGI TERHADAP HASIL BELAJAR Maulita Permata Sari; Aminuddin Prahatama Putra; Aulia Ajizah
Journal of Banua Science Education Vol 2, No 2: 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.746 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v2i2.77

Abstract

The COVID-19 pandemic situation has implications for various aspects of life, including the world of education, especially in the aspect of the learning process. LKPD as an important tools in learning needs adaptation to adapt online learning, so that it remains meaningful and sharpens students' intelligence. This study aims to describe the effect of applying the Ecological Concepts of LKPD CLDW on learning outcomes of students in class X IPA MAN 1 Banjarmasin. The research method used is a quasi-experimental, with a Pretest-Posttest Control Group Design for learning outcomes. The samples of this study were students of class X IPA 1 with a total of 29 people as the experimental class, and 28 students of class X IPA 3 as the control class. Data analysis technique of cognitive learning outcomes using Covariance Analysis. Research results show there is no significant effect of the application of the LKPD CLDW on student’s learning outcomes (sig. 0,144). Suggestions for this research; (1) CLDW can be recommended as an online learning innovation or a combination, (2) CLDW can be a learning resource with a wetland theme, (3) for further research, it is necessary to conduct an assessment of the affective and psychomotor domains, and (4) need to pay attention to the inhibiting factors in online learning.Keywords: CLDW, LKPD, quasi experiment, learning outcomes, ecology.ABSTRAKSituasi pandemi covid-19 telah berimplikasi pada berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali bagi dunia pendidikan terutama pada aspek proses pembelajaran. LKPD sebagai salah satu perangkat penting dalam pembelajaran perlu diadaptasi menyesuaikan pembelajaran daring agar tetap bermakna dan mengasah kecerdasan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan CLDW LKPD Konsep Ekologi terhadap hasil belajar peserta didik kelas X IPA di MAN 1 Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan rancangan penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian peserta didik X IPA 1 berjumlah 29 orang sebagai kelas eksperimen dan 28 orang peserta didik kelas X IPA 3 sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data hasil belajar menggunakan Analisis Kovarian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan setelah implementasi CLDW LKPD terhadap hasil belajar peserta didik (sig.0,144). Saran untuk penelitian ini; (1) CLDW dapat direkomendasikan sebagai inovasi pembelajaran secara daring maupun kombinasi, (2) CLDW dapat menjadi sumber belajar dengan mengangkat tema lahan basah, (3) untuk penelitian yang akan datang perlu dilakukan penilaian ranah afektif dan psikomotor, dan (4) perlu memperhatikan faktor-faktor penghambat dalam penelitian secara daring.Kata kunci: CLDW, LKPD, eksperimen semu, hasil belajar, ekologi.
PENGARUH PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP Muhammad Muslim; Rahmat Yunus; Arif Sholahuddin
Journal of Banua Science Education Vol 2, No 2: 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.8 KB) | DOI: 10.20527/jbse.v2i2.104

Abstract

Learning generally still takes place traditionally with teacher-centered characteristics, using an expository approach so that the teacher dominates the process of learning activities in the class-room while the students are passive. Problem solving learning model is expected to be able to solve these problems. The research method uses a quasi-experimental model (quasi-experimental) with a "non-equivalent control group design" design. The research sample was taken from SMPN 5 Banjarmasin with a total of 183 students taken randomly and divided into two classes, the con-trol class and the experimental group. The results showed that the problem-solving model was able to improve student learning outcomes at SMPN 5 Banjarmasin based on the Gain value of 0.64 which was in the medium category increase. Through data analysis that meets the prerequi-site test this model is also able to improve students' problem-solving skills with an average in-crease of 82.58 with a significance test result of 0.029 meaning that there is a significant effect on the application of the problem-solving model with high significance.Keywords: Problem solving models, problem solving skills, junior high school students.ABSTRAKPembelajaran umumnya masih berlangsung secara tradisional dengan karakteristik berpusat pada guru, menggunakan pendekatan yang bersifat ekspositori sehingga guru lebih mendominasi proses aktivitas pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, penggunaan model pembelajaran problem solving diharapkan mampu untuk memecahkan permasalahan tersebut. Metode penelitian menggunakan model quasi experiment dengan desain non-equivalent control group design. Sampel penelitian diambil dari SMPN 5 kota Banjarmasin dengan total 183 siswa yang diambil secara acak dan dibagi menjadi dua kelas sebagai kelas kontrol dan eksperimen. Hasil penelitian menunjukan model problem solving telah mampu meningkatkan hasil belajar siswa SMPN 5 Banjarmasin berdasarkan nilai gain 0,64 yang berada dalam peningkatan kategori sedang. Melalui analisis data yang memenuhi uji prasyarat model ini juga mampu meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa dengan peningkatan rata-rata sebesar 82,58 dengan hasil uji signifikansi sebesar 0,029 yang berarti ada pengaruh yang signifikan pada penerapan model problem solving dengan siginifikansi tinggi.Kata kunci: Problem solving, keterampilan pemecahan masalah, siswa SMP
INQUIRY LEARNING MODEL AND TEAMS ASSISTED INDIVIDUALIZATION ON PRESSURE MATERIALS TO IMPROVE SCIENCE PROCESS SKILLS AND STUDENT LEARNING OUTCOMES Juni Angkowati
Journal of Banua Science Education Vol 3, No 1: 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v3i1.100

Abstract

The low level of student process skills in the learning process can have an impact on the level of student understanding which can lead to low student learning mastery. Especially the pressure physics material in class VIII involves a lot of practicum activities. If the activity is omitted and only lecture methods and assignments are given. then students' understanding can be low because the absorption capacity of each student is different. The solution to fix these problems, the teacher applies learning using the inquiry learning model and Teams Assisted Individualization (TAI) to improve teacher activity, student process skills in practicum, and student learning outcomes. This research is classroom action research (CAR) with three cycles. Cycle I and cycle III consisted of two meetings while the second cycle consisted of three meetings. Based on the results of the study, it can be concluded that the teacher's activities in the application of the inquiry learning model and TAI have been carried out by 85.71% in the first cycle, in the second cycle by 92.86, and in the third cycle by 92.86% with a very good category. Practical process skills through the application of inquiry learning models and TAI in the first cycle is 90%, in the second cycle is 97%, and in the third cycle is 98% with a very good category. Student learning outcomes in the first cycle of learning completeness is 84.62%, in the second cycle is 92.31%, and in the third cycle is also 92.31%.Keywords: science process skills, learning outcomes, inquiry, teams assisted individualization. ABSTRAKRendahnya keterampilan proses siswa dalam proses pembelajaran bisa berdampak pada tingkat pemahaman siswa yang dapat menyebabkan rendahnya ketuntasan belajar siswa. Terutama materi fisika tekanan di kelas VIII banyak melibatkan kegiatan praktikum. Apabila kegiatan tersebut dihilangkan dan hanya metode ceramah dan penugasan yang diberikan. maka pemahaman siswa bisa rendah karena daya serap setiap siswa berbeda. Solusi untuk memperbaiki permasalahan tersebut, guru menerapkan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri dan Teams Assisted Individualization (TAI) untuk meningkatkan aktivitas guru, keterampilan proses siswa dalam praktikum, dan hasil belajar siswa. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan tiga siklus. Siklus I dan siklus III terdiri dari dua pertemuan sedangkan siklus II terdiri dari tiga pertemuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru dalam penerapan model pembelajaran inkuiri dan TAI sudah terlaksana sebesar 85,71% pada siklus I, pada siklus II sebesar 92,86, dan pada siklus III sebesar 92,86% dengan kategori sangat baik. Keterampilan proses praktikum melalui penerapan model pembelajaran inkuiri dan TAI pada siklus I sebesar 90%, siklus II sebesar 97%, dan pada siklus III sebesar 98% dengan kategori sangat baik. Hasil belajar siswa pada siklus I ketuntasan belajar sebesar 84,62%, pada siklus II sebesar 92,31%, dan pada siklus III juga sebesar 92,31%.Kata kunci: keterampilan proses sains, hasil belajar, inkuiri, teams assisted tndividualization.
PENGARUH LKPD BERBASIS CULTURE LITERACY DIGITAL WETLAND (CLDW) PADA KONSEP PERUBAHAN LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA Julita Hotmaida Br Solin; Aminuddin Prahatama Putra; Hardiansyah Hardiansyah
Journal of Banua Science Education Vol 3, No 1: 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v3i1.74

Abstract

Culture Literacy Digital Wetland (CLDW) is a software designed to create, distribute, and manage the delivery of learning content similar to the Learning Management System. This study aims to determine student learning outcomes by using CLDW LKPD-based worksheets on the concept of environmental change. This type of research uses a quasi-experimental method (pseudo-experiment). The sample of this research was class X students of SMAN 7 Banjarmasin which were divided into one treatment class and one control class. The results of learning data were analyzed using the Independent Sample T-test using the SPSS 25 program. From the results obtained, namely learning outcomes showed that the use of CLDW-based LKPD had a significant effect on learning outcomes with a value of the Sig level. (2 tailed) = 0.000 0.05 and the t-count value is 4.150 t-table 1.99444. It is hoped that the results of this study can provide innovation to teachers in the use of learning media in the form of CLDW-based worksheets, especially in online learning so that they can motivate students and for further research to pay attention to the factors that hinder the learning process.Keywords: CLDW, learning outcomes, LKPD, environmental changes. ABSTRAKCulture Literacy Digital Wetland (CLDW) merupakan salah satu perangkat lunak yang dirancang untuk membuat, mendistribusikan, serta mengatur penyampian isi konten pembelajaran yang sama halnya dengan Learning Management System. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan penggunaan LKPD berbasis CLDW LKPD pada konsep perubahan lingkungan. Jenis penelitian ini menggunakan metode quasi exsperimen (eksperimen semu). Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 7 Banjarmasin yang dibagi menjadi satu kelas perlakuan dan satu kelas kontrol. Hasil data belajar dianalisis dengan menggunakan uji Independent Sample T–test dengan menggunakan program SPSS 25. Dari hasil penelitian yang diperoleh yaitu hasil belajar menunjukkan bahwa penggunaan LKPD berbasis CLDW berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar dengan nilai dari taraf Sig. (2 tailed) = 0,000 0,05 dan nilai t hitung 4.150 t tabel 1,99444. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan inovasi terhadap guru dalam penggunaan media pembelajaran berupa LKPD berbasis CLDW terutama dalam pembelajaran daring sehingga dapat memotivasi siswa dan untuk penelitian selanjutnya agar memperhatikan faktor-faktor yang menghambat dalam proses pembelajaran.Kata kunci: CLDW, hasil belajar, LKPD, perubahan lingkungan.