cover
Contact Name
Nikki Aldi
Contact Email
nikki.aldi@unib.ac.id
Phone
+6287885050404
Journal Mail Official
jukeraflesia@unib.ac.id
Editorial Address
Bagian Pendidikan Kedokteran FKIK Universitas Bengkulu, Jl. WR Supratman Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Raflesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 24773778     EISSN : 26228343     DOI : 10.33369
Core Subject : Health, Science,
JKR (Jurnal Kedokteran Raflesia) is a peer-reviewed professional journal with the editorial board of scholars mainly in medicine, biomedic and health sciences. It is published by UNIB Press, Universitas Bengkulu, Indonesia with the ISSN (online): 2622-8343; and ISSN (print): 2477-3778. The journal seeks to disseminate research to educators around the world and is published twice a year in the months of June and December. The newest template has been published since Volume 6(2): December 2020.
Articles 81 Documents
PERAN TUMOR ASOCIATED MACROPHAGE (TAM) PADA KANKER PAYUDARA Hilda Taurina
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Kedokteran Raflesia
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v4i1.6883

Abstract

ABSTRAKKanker payudara adalah salah satu kanker yang banyak ditemukan di dunia. Makrofag yang dijumpai pada kanker dikenal dengan istilah Tumor Asociated Macrophage (TAM) yang meliputi fenotip makrofag M1 dan M2. Kedua fenotip ini mempunyai fungsi yang berlawanan.Kata Kunci : Kanker payudara, Makrofag M1, Makrofag M2
HIPERTIROIDISMEE GRAVES DISEASE:CASE REPORT Srikandi, Putri Rahayu
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v6i1.10986

Abstract

AbstractAbstrak:Hipertiroid adalah kondisi klinis yang disebabkan peningkatan sintesis dan sekresi hormone oleh kelenjar tiroid, sedangkan tirotoksikosis mengacu pada manifestasi klinis.  Penyakit graves merupakan penyebab hipertiroid yang paling sering ditemukan sekitar 60-80% dari semua kasus tirotoksikosis di seluruh dunia. Pada laporan kasus ini akan dibahas pasien Ny. NMS berusia 56 tahun datang dengan keluhan dada berdebar-debar yang dirasakan sejak 3 minggu yang lalu dan pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya pembesaran kelenjar tiroid dan indeks Wayne pada kasus ini didapatkan  21. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar Tyroid Stimulating Hormone (TSH) 0,005 uIU/ml, , dan free Tiroksin (fT4) 7,77mg/dl. Penatalaksanaan pada kasus ini yaitu pasien diberikan tyrozol  3x10 mg sehari dan propanolol 3x10mg. Kata kunci: graves, hipertiroidism, tirotoksikosis AbstractHipertiroidisme is a clinical condition caused by increased synthesis and secretion of hormones by the thyroid gland. Thyrotoxicosis is defined as clinical manifestations related to increased thyroid hormone levels. Graves' disease (GD) persists as the most frequently encountered etiology of hipertiroidisme causing approximately 60-80% of all cases of thyrotoxicosis worldwide. In this case report we will discuss woman patient Mrs.NMS aged 56 years with complaints of palpitations felt since three weeks ago and physical examination found enlargement of the thyroid gland and Wayne index in this case obtained 21. In laboratory tests found levels of TSH 0.005 uIU/ml and T4 7.77 mg/dl. Principle in the treatment of hipertiroidisme is suppressing the production of thyroid hormone by using antithyroid drugs. Management in this case that the patient is given 3x10 mg Thyrozol and propranolol 3x10 mg. Keywords: graves, hipertiroidisme, thyrotoxicosis
Uji Efektivitas Ekstrak Kayu Tumbuhan Biau (Psophocarpus sp.) Terhadap Bakteri Salmonella typhi Dan Shigella dysenteriae Penyebab Diare Oecy Mardianti; Welly Darwis; Mardhatillah Sariyanti
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Kedokteran Raflesia
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v5i1.8779

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Penelitian ini merupakan suatu studi ethnomedicine yang bertujuan untuk mendapatkan data ilmiah mengenai efek penggunaan kayu tumbuhan Biau sebagai salah satu obat diare yang banyak digunakan oleh masyarakat Suku Serawai di Kecamatan Pino Raya. Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini karena Data Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu menunjukkan kasus diare mengalami peningkatan, yaitu sebanyak 50.622 kasus pada tahun 2016 dan 53.348 kasus pada tahun 2017. Selain itu, pemanfaatan tumbuhan obat juga dapat menjadi alternatif dalam mengatasi berbagai efek samping penggunaan antibiotik dan fenomena resistensi antibiotik yang semakin meluas.Metode: Jenis penelitian ini adalah studi analitik eksperimental laboratorium dan menggunakan metode uji difusi cakram (disk diffusion test). Ekstraksi kayu tumbuhan Biau dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% selama 5 hari. Hasil ekstraksi kemudian dilakukan uji Minimal Inhibitory Concentration (MIC), dan dilanjutkan uji efektivitas. Parameter yang digunakan adalah diameter zona hambat yang terbentuk disekitar kertas cakram, dan kontrol positif yang digunakan adalah larutan antibiotik siprofloksasin.Hasil: Hasil uji MIC menunjukkan bahwa kayu tumbuhan Biau mempunyai aktivitas sebagai antibakteri yang dilanjutkan dengan pengujian efektivitas. Berdasarkan analisis statistik, konsentrasi 55% merupakan konsentrasi paling efektif untuk bakteri Salmonella typhi dengan diameter 6,20 mm termasuk dalam kategori sedang, dan konsentrasi paling efektif untuk bakteri Shigella dysenteriae adalah konsentrasi 70% dengan diameter 7,66 mm termasuk dalam kategori sedang yang ditandai dengan hasil statistik yang berbeda nyata.Kesimpulan: Ekstrak kayu tumbuhan Biau mempunyai aktivitas sebagai antibakteri dengan konsentrasi 55% sebagai konsentrasi paling efektif untuk bakteri Salmonella typhi dan konsentrasi 70% merupakan konsentrasi paling efektif untuk bakteri Shigella dysenteriae. Kata kunci: Kayu Biau (Psophocarpus sp.), Shigella dysenteriae dan Salmonella typhi. ABSTRACTBackgound: This research is a study of ethnomedicine that aims to obtain scientific data about the effects of the use of Biau wood as one remedy of diarrhea that is widely used by the people of the Serawai Tribe in Pino Raya sub-district. The background of this research is Data from public health office in Bengkulu Province showed that cases of diarrhea have increased from 50,622 cases in 2016 and became 53,348 cases in 2017. In addition, the utilization of medicinal plants can also be an alternative to resolve the various side effects of antibiotic use and antibiotic resistance phenomenon which is increasingly widespread.Methods: This type of research is a laboratory experimental analytical study and used a disk diffusion test method. Extraction of Biau plant wood was done by maceration method using 96% ethanol for 5 days. The extraction results then used to Minimal Inhibitory Concentration (MIC) assay, then effectiveness assay in which both of these assay looked the diameter of inhibition zone formed around the disc paper, and the positive control used ciprofloxacin antibiotic as comparison.Results: MIC test results showed that Biau plant wood had an antibacterial activity which followed by effectiveness assay. Based on the statistical analysis showed that 55% of concentration was the most effective for Salmonella typhi with a diameter of 6.20 mm included in the moderate category and 70% of concentration was the most effective for Shigella dysenteriae with a diameter of 7.66 mm included in the moderate category which was marked by statistically different results.Conclusion: Biau wood extract had an activity as an antibacterial with a concentration of 55% as the most effective concentration for Salmonella typhi and a concentration of 70% as the most effective concentration for Shigella dysenteriae. Keywords: Biau wood (Psophocarpus sp.), Shigella dysenteriae and Salmonella typhi.
Pengaruh Penggunaan Video Online YouTube terhadap Kemampuan Keterampilan Klinik Dasar Mahasiswa Kedokteran Terkait Keterampilan Pewarnaan Gram Utari Hartati Suryani; Enny Nugraheni; Zayadi Zainuddin
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Kedokteran Raflesia
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v2i1.5628

Abstract

CASE REPORT: COLITIS ULCERATIVE AND ANCYLOSTOMA DUODENALE INFECTION IN 66 YEARS OLD MAN Desyi, Desyi Desyi
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v6i2.13385

Abstract

ABSTRAKUlcerative colitis merupakan peradangan kronis dari colon dengan etiologi pasti yang belum diketahui. Ancylostoma duodenale adalah salah satu jenis cacing tambang yang berinfestasi pada manusia yang dapat mengakibatkan gejala anemia dan malnutrisi. Artikel ini melaporkan kasus pasien laki-laki berusia 66 tahun dengan keluhan utama BAB berdarah. BAB berdarah sejak 2 minggu sebelum masuk RS. BAB dikatakan pasien berdarah, disertai lendir, 5-6 kali per hari. Pasien juga mengeluhkan nyeri perut pada bagian tengah atas. Pada pasien ditemukan konjungtiva anemis bilateral, dan nyeri tekan pada epigastrium. Pada pemeriksaan penunjang ditemukan anemia normokrom normositik dengan normal fecal analysis, ditemukan adanya colitis dan infestasi Ancylostoma duodenale pada kolonoskopi. Hasil fecal analysis yang normal pada infeksi Ancylostoma duodenale bisa disebabkan oleh kemungkinan infeksi awal pada pasien, low infectivity, subjektivitas pemeriksa, sehingga, diperlukan analisis feses dengan perhatian atau teknik khusus.Kata kunci: Ulcerative colitis , Ancylostoma duodenale ABSTRACTUlcerative colitis (UC) is a chronic inflammation in colon with unknown etiology. Ancylostoma duodenale is one of the hookworms that infects human, it can manifest as anemia and malnutrition. This article reported a man 66 years old with bloody stool since 2 weeks before admission. The stool was bloody, with mucous, 5-6 times per day. Patient was also complained about epigastric pain. Physical examination  showed bilateral conjunctival pallor and epigastric tenderness. Laboratory examination showed normochromic normocytic anemia, with normal fecal analysis. Colitis and Ancylostoma duodenale were established in colonoscopy. Normal fecal analysis in this patient maybe due to early infection stage, low infectivity, or examiner subjectivity, so it is suggested with special attention or certain technique of fecal analysis.  Keywords: Ulcerative colitis , Ancylostoma duodenale
HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR PERILAKU SEHAT DENGAN KETIDAKPATUHAN DIET PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD DR. M. YUNUS KOTA BENGKULU TAHUN 2013 Hernita Taurustya
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kedokteran Raflesia
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v2i2.12628

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan khususnya di Propinsi Bengkulu yang masih tinggi. Keberhasilan perencanaan makanan tergantung pada perilaku penderita DM dalam menjalani anjuran makan yang diberikan. Perilaku kesehatan di pengaruhi oleh tiga teori penyebab masalah kesehatan yaitu faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor-faktor dengan ketidakpatuhan diet pada penderita DM.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Tehnik pengambilan sampel pada penelitian ini dengan sample random sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 97 orang yang keseluruhannya adalah penderita DM yang berobat di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. M.Yunus Kota Bengkulu. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara secara langsung dengan responden. Data penelitian dianalisa dengan menggunakan tabel distribusi dan uji chi-square, yang hasilnya disajikan dalam bentuk tabel dan narasi.Hasil: Hasil analisis univariat, distribusi frekuensi faktor predisposisi (pengetahuan mengenai DM) dari 97 responden, sebagian besar responden yaitu 59 orang (60,8%) tidak baik. Distribusi frekuensi faktor pemungkin (perilaku kesehatan) dari 97 responden, sebagian besar responden yaitu 61 orang (62,89%) tidak baik. Distribusi frekuensi faktor penguat (dukungan keluarga) dari 97 responden, hampir sebagian dari responden yaitu 36 orang (37,11%) tidak baik. Distribusi frekuensi ketidakpatuhan diet dari 97 responden, sebagian besar responden yaitu 68 orang (70,10%) tidak patuh terhadap diet DM. Hasil analisis bivariat, ada hubungan faktor predisposisi dengan ketidakpatuhan diet pada penderita DM dengan nilai ? = 0,000, ada hubungan faktor pemungkin dengan ketidakpatuhan diet pada penderita DM dengan nilai ? = 0,000 dan ada hubungan faktor penguat dengan ketidakpatuhan diet pada penderita DM di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. M.Yunus Kota Bengkulu tahun 2013 dengan nilai ? = 0,000.Kesimpulan: Adanya hubungan faktor-faktor perilaku kesehatan (faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan  faktor penguat) dengan ketidakpatuhan diet pada penderita DM di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. M. Yunus Kota Bengkulu Tahun 2013.
Perbandingan Nilai Spirometri pada Penyandang dan Bukan Penyandang Spondyloepiphyseal Dysplasia Tarda (SEDT) di Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan Delviastri Widyana; Aceng Ruyani; Sylvia Rianissa Putri
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Kedokteran Raflesia
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v1i1.8908

Abstract

Latar Belakang: Spondyloepiphyseal Dysplasia Tarda (SEDT) merupakan kelainan genetika terpaut kromosom X yang mengakibatkan abnormalitas pertumbuhan tulang belakang. Penyandang SEDT memiliki karakteristik tinggi badan 130-155 cm, dada berbentuk tong, ukuran tangan dan kaki seukuran orang normal. Pada populasi bukan penyandang SEDT dada berbentuk tong dapat menyebabkan perubahan. Hal ini juga mungkin ditemukan antara penyandang SEDT dan orang normal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai spirometri pada penyandang dan bukan penyandang SEDT di Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan.Metode: Penelitian ini menggunakan desain Case Control pada 30 orang penyandang SEDT sebagai kelompok kasus dan 30 orang bukan penyandang SEDT sebagai kelompok kontrol di Kecamatan Kedurang. Metode pengambilan sampel secara  non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan mengukur fungsi faal paru meliputi volume ekspirasi paksa detik pertama (VEP1) dan kapasitas vital paksa (KVP) dengan spirometer. Data dianalisis dengan independent t test untuk data berdistribusi normal dengan uji alternatif Mann-Whitney.Hasil Penelitian: Nilai rerata VEP1 penyandang SEDT 0,28±0,19 L dan orang normal 1,16±0,47 L. Uji Mann-Whitney menunjukkan p= 0,000 menunjukkanbahwaterdapat perbedaan signifikan nilai VEP1 antara penyandang dan bukan penyandang SEDT. Nilai rerata KVP penyandang SEDT 0,35 ± 0,20L dan orang normal 1,40 ± 0,48 L. Uji T Independent ttabel (11,840) > thitung (2,390) menunjukkan terdapat perbedaan sangat nyata nilai KVP. Nilai rerata perbandingan VEP1/KVPpadapenyandang SEDT yaitu 80,11±18,02% dan orang normal 81,62±11,8%. Uji Mann-Whitney p=0,853 lebih besar daripada p=0,005 menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan nilai perbandingan VEP1/KVP pada penyandang dan bukan penyandang SEDT. Simpulan: Nilai VEP1 dan KVP pada penyandang SEDT nyata lebih rendah dibandingkan dengan bukan penyandang SEDT. Nilai perbandingan VEP1/KVP menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan nilai yang signifikan antara penyandang dan bukan penyandang SEDT
THE EFFECTIVENESS OF CORIANDER (Coriandrum sativum L.) EXTRACTS ON REDUCING THE BLOOD SUGAR LEVELS OF ALLOXAN INDUCED WISTAR MALE RATS (Rattus norvegicus L.) Dersing, Kalvin
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v6i1.10979

Abstract

AbstractBackground : Diabetes mellitus is the most common metabolic syndrome in the whole world with an incidence of 1-8%. This disease arises when insufficient insulin is produced or insulin cannot function properly.The ability of coriander juice water extract is expected to reduce blood glucose levels because the action is similar to insulin and can stimulate insulin release. Purpose : Knowing effectiveness coriander extract (Coriandrum sativum L.)to decline blood sugar levels in male white rats (Rattus norvegicus L.) wistar strain induced by alloxan. Method : This is a pure experimental study (true-experiment) using a pre and post test design with control group design using subjects namely white rats (Rattus norvegicus L.) male Wistar strain aged 10-12 weeks with a weight of 150-200 grams. By looking at changes in blood sugar levels during administration of alloxan and administration of coriander extract. Results : There were significant changes in some groups induced alloxan (p <0.05), but the effect of coriander extract was not very significant (p> 0.05). Conclusion : Coriander extract can control blood sugar levels to be stable or normal, but it takes longer and more research.  Keywords : coriander extract, blood sugar levels, alloxan
KORELASI ANTARA EKSPRESI Her-2 DAN Ki-67 DENGAN GLEASON GRADE GROUP PADA ADENOKARSINOMA ASINAR PROSTAT putri ajeng ayu larasati
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Kedokteran Raflesia
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v5i1.9125

Abstract

Latar Belakang : Menurut Database GLOBOCAN 2012, kanker prostat merupakan penyebab utama kelima kematian pada pria.(1) Pemahaman tentang peran onkogen dan tumor suppressor genes mendominasi penelitian tentang biologi kanker saat ini dan berpotensi menghasilkan target terapi kanker terbaru. Salah satu perannya pada adenokarsinoma prostat yang masih belum jelas ialah Her-2 dan Ki-67. Perbedaan ekspresi profil molekular Her-2 dan Ki-67 yang diklasifikasikan berdasarkan Gleason grading system terbaru yaitu Grade group diharapkan membantu penentuan prognosis dan manajemen terapi penyakit pada kanker prostat.Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara ekspresi Her-2 dan Ki-67 dengan Gleason Grade group adenokarsinoma asinar prostat.Metode: Merupakan penelitian observatif analitik dengan desain cross-sectional menggunakan 31 blok parafin yang terfiksasi formalin dari laboratorium Patologi Anatomik RSUP dr. Kariadi, dengan diagnosis adenokarsinoma asinar prostat kemudian diklasifikasikan menurut kelompok prognostik WHO / ISUP Gleason (Gleason Grade group 1 - 5). Pemeriksaan imunohistokimia dilakukan dengan menggunakan antibodi Her-2 dan Ki-67. Analisa hasil menggunakan uji Spearmans dan uji Kruskal WallisHasil : 31 kasus yang termasuk dalam kriteria inklusi pada penelitian ini, hampir separuhnya (41.94%) termasuk ke dalam Gleason grade group 5. Ekspresi Her-2 positif (+1, +2, +3) hampir didapatkan pada seluruh sampel (90,22%), dengan Her-2 +3 sebagian besar didapatkan pada grade group 5 (71,43%). Ekspresi Ki-67 positif (+1, +2, +3) didapatkan pada seluruh sampel, dengan Ki-67 +3 (>5%) pada Gleason grade group 5 didapatkan sejumlah 5 sampel (38,46%). Pada analisa data dengan uji Spearmans disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif antara ekspresi Her-2 dan Ki-67 dengan Gleason Grade group. Pada uji Kruskal Wallis didapatkan perbedaan bermakna antara ekspresi Ki-67 dengan Gleason Grade group.Kesimpulan: Analisa ekspresi Her-2 dan Ki-67 melalui pemeriksaan imunohistokimia dengan klasifikasi terbaru Gleason Grade group dapat menjadi salah satu parameter prognosis dan manajemen terapi pada adenokarsinoma asinar prostat.Kata kunci : Adenokarsinoma asinar prostat, Her-2, Ki-67, Gleason Grade group
Uji Efek Pemberian Ekstrak Metanol Daun Beluntas (Pluchea Indica L) terhadap Kadar Glukosa dan Trigliserida Darah Mencit (Mus Musculus) yang Diinduksi Sukrosa Tendri Ayu Putri; Aceng Ruyani; Enny Nugraheni
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kedokteran Raflesia
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v3i1.5629

Abstract