cover
Contact Name
Nikki Aldi
Contact Email
nikki.aldi@unib.ac.id
Phone
+6287885050404
Journal Mail Official
jukeraflesia@unib.ac.id
Editorial Address
Bagian Pendidikan Kedokteran FKIK Universitas Bengkulu, Jl. WR Supratman Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Raflesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 24773778     EISSN : 26228343     DOI : 10.33369
Core Subject : Health, Science,
JKR (Jurnal Kedokteran Raflesia) is a peer-reviewed professional journal with the editorial board of scholars mainly in medicine, biomedic and health sciences. It is published by UNIB Press, Universitas Bengkulu, Indonesia with the ISSN (online): 2622-8343; and ISSN (print): 2477-3778. The journal seeks to disseminate research to educators around the world and is published twice a year in the months of June and December. The newest template has been published since Volume 6(2): December 2020.
Articles 76 Documents
THE EXPRESSION OF HER-2 AND GALECTIN-3 IN COLORECTAL ADENOCARCINOMA AND THEIR RELATIONSHIP WITH CLINICOPATHOLOGICAL PARAMETERS Lesmana, Vienna Alodia
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v6i2.13785

Abstract

Colorectal carcinoma (CRC) is the third most common cancer among worldwide. Data from WHO GLOBOCAN in 2018 show there were 1.8 million cases of CRC in the world, with mortality rates 861,000. Histopathology of tumor show 90% of CRC is adenocarcinoma and predominantly in men. Some proteins that are thought to play a role in tumor development are HER2 and Galectin-3. Correlation between expression of Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER2)  and Galectin-3 with clinicopathology aspect are expected to help determine treatment options. The aim of this study was to investigate the correlation between expression levels of HER-2 and Galectin-3 in vary clinicopathological aspect of colorectal adenocarcinoma. Cross sectional study was conducted in 40 samples of colorectal adenocarcinoma in dr. Kariadi Central General Hospital from 1st  January 2018 until 31st  December 2018. Samples were analyzed regarding the expression of HER2 and Galectin-3 by immunohistochemical staining of paraffin-embedded material. Coexpression of HER-2, Galectin-3 and the clinicopathological parameters (gender, age, location, depth of invasion, lymph nodes metastase, distant metastase and stage) were analyzed using Chi square test and Spearmans correlation test. Positive HER-2 expression was found on 5% of samples, while strong expresion of Galectin-3 was found on 12.5% of samples. There was no significant correlation between HER-2 and Galectin-3 expression and clinicopathology aspect.
EKSPRESI PD-L1 PADA MENINGIOMA janah, raudatul
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v6i1.9350

Abstract

ABSTRAKMeningioma merupakan tumor yang paling umum terjadi pada sistem saraf pusat (SSP), berasal dari sel meningothelial lapisan arakhnoid. Programmed Death Ligand 1 (PD-L1) merupakan protein immune checkpoint yang akan menyebabkan imun antitumor tersupresi. Pada meningioma high grade, sel T regulator dan ekspresi PD-L1 meningkat yang disebabkan karena immunosuppressive tumor microenvironment sehingga tumor menjadi agresif. Tingkat ekspresi PD-L1 tidak ditetapkan dalam meningioma. Tergantung pada tingkat ekspresi, anti-PD-L1, mungkin merupakan pengobatan yang efektif untuk meningioma.Kata Kunci : meningioma, PD-L1, Anti PD-L1
ANGKA KEJADIAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH (HIPERTENSI) PADA LANSIA DI DUSUN 1 DESA KEMBANGSERI KECAMATAN TALANG EMPAT BENGKULU TENGAH TAHUN 2015 Swandito Wicaksono
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Kedokteran Raflesia
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v5i1.8765

Abstract

Peningkatan usia merupakan salah satu faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi untuk kejadian hipertensi. Di Bengkulu belum ada data mengenai berapa jumlah lansia yang menderita hipertensi. Peneliti ingin memulai dengan menganalisis angka kejadian hipertensi pada lansia di Kecamatan Talang Empat Bengkulu Tengah. Dari hasil analisis didapatkan jumlah lansia sebanyak 32 orang. Usia lansia terbanyak adalah usia pertengahan sebanyak 18 orang. Proporsi prevalensi kejadian hipertensi 68,75%. Proporsi lansia yang mengalami hipertensi tertinggi pada usia 60-74 tahun (75%) dan laki-laki (81,81%). Hasil analisis bivariat didapatkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara umur (p=0,0944) dan jenis kelamin (p=0,2483) dengan kejadian hipertensi.
PERBANDINGAN NYERI PASCA SIRKUMSISI DENGAN ATAU TANPA PEMBERIAN LIDOKAIN-PRILOKAIN KRIM DINILAI DENGAN VISUAL ANALOG SCALE (VAS) DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KOTA BENGKULU Nasution, Ahmad Azmi
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v6i2.9881

Abstract

Latar Belakang: Manajemen nyeri sangat penting dalam melakukan tindakan sirkumsisi maupun setelah tindakan sirkumsisi. Salah satu metode untuk mengurangi nyeri adalah dengan pemberian krim lidokain-prilokain. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan nilai Visual Analog Scale (VAS) pasien dengan pemberian krim lidokain-prilokain dan pasien yang tidak diberikan krim lidokain-prilokain pasca sirkumsisi. Metode: Penelitian quasi eksperimental dengan 12 subjek penelitian yang menjalani sirkumsisi dengan rentang usia 5-12 tahun. Subjek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan (diberikan krim lidokain-prilokain) dan kelompok kontrol (tidak diberikan krim lidokain-prilokain). Pasien kelompok perlakuan akan diberikan krim lidokain-prilokain oleh dokter diruang operasi pada daerah sekitar luka bekas insisi, sedangkan pasien kelompok kontrol tidak diberikan krim lidokain-prilokain. Pengukuran nilai VAS dilakukan pada menit ke-45 dan menit 90 setelah penambahan krim lidokain-prilokain. Hasil: Hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (p =0,004) terhadap nilai VAS pasien yang diberikan krim lidokain-prilokain pada menit 45 dan 90 dibandingkan dengan yang tidak diberikan krim lidokain-prilokain disekitar luka setelah operasi.Kesimpulan: Penelitian ini menununjukkan bahwa pasien yang diberikan krim lidokain-prilokain dapat menurunkan nilai VAS dibandingkan dengan nilai VAS pasien yang tidak diberikan krim lidokain-prilokain pada pasien paska sirkumsisi.
Uji Efektivitas Ekstrak Akar Tanaman Lauh Putiah (Ficus racemosa L.) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Shigella dysenteriae Penyebab Diare Beladiena Citra Siregar; Welly Darwis; Mardhatillah Sariyanti
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Kedokteran Raflesia
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v5i1.8778

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Diare merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia dan negara berkembang. Mortalitas diare berkisar 17,5-21% dengan ekuivalent 1,5 juta orang setiap tahunnya. Escherichia coli dan Shigella Sp. merupakan patogen utama penyebab diare. Antibioik siprofloksasin yang digunakan untuk mengobati diare memiliki berbagai efek samping. Pemanfaatan tanaman obat merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut. Akar Lauh Putiah merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang mempunyai banyak manfaat, salah satunya sebagai antibakteri. Penggunaan akar pada masyarakat Desa Pasar Pino dengan cara meminum air rebusan dari akar Lauh Putiah. Kebiasaan dan pengetahuan tersebut telah secara turun-temurun, namun belum dilatarbelakangi studi ilmiah.Metode: Ekstraksi akar Lauh Putiah dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan dilarutkan dengan DMSO. Hasil ekstraksi kemudian dilakukan Uji Minimal Inhibitory Concentration (MIC). Setelah dilakukan uji MIC kemudian dilakukan pengujian efektivitas. Kedua uji ini menggunakan metode difusi kertas cakram. Parameter yang digunakan ialah besarnya zona hambat yang terbentuk disekitar kertas cakram, dan kontrol positif yang digunakan adalah larutan antibiotik siprofloksasin 50 µg/ml untuk bakteri Escherichia coli dan bakteri Shigella dysenteriae.Hasil: Hasil pengujian MIC didapatkan bahwa ekstrak akar Lauh Putiah memiliki kemampuan sebagai antibakteri terhadap bakteri Esherichia coli dan Shigella dysentriae. Dari analisis statistik pengujian ANOVA pengaruh ekstrak akar Lauh Putiah menghambat bakteri Escherichia coli dan Shigella sysentriae memiliki nilai Fhitung > Ftabel dengan nilai ? = 0,05 dan kemudian diuji lanjut dengan menggunakan uji Duncan dan didapatkan zona hambat yang efektif konsentrasi yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli adalah konsentrasi 60% (AE3). Pada bakteri Shigella dysentriae didapatkan konsentrasi yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae adalah konsentrasi 87,5% (BE4).Kesimpulan: Ekstrak Akar Tanaman Lauh Putiah (Ficus racemosa L.) memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Shigella dysentriae. Kata kunci: Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Lauh Putiah, Ficus racemosa Linn. ABSTRACTBackground: Diarrhea is one of health problems in the world and developing countries. Diarrhea mortality range is 17.5-21% with an equivalent of 1.5 million people per year. Escherichia coli and Shigella sp. are the main pathogen bacteria that causes diarrhea. Ciprofloxacin is common antibiotic that used to treat diarrhea, but it has various side effects. The use of medicinal plants is an alternative to overcome this problem. Lauh Putiah roots is one of the traditional medicinal plants that has many benefits, one of the benefits is to produce antibacterial compounds. Lauh Putiah roots is used as a medicine for people in Pasar Pino village, it used to heal diarrhea by drinking boiled water from Lauh Putiah roots. These habits have been passed down through generations, but it has not been proofed by scientific studies.Methods: Extraction of Lauh Putiah root was done by maceration method using ethanol 96% and dissolved with DMSO. The extraction results were used to Minimal Inhibitory Concentration (MIC) assay. After MIC assay, effectiveness assay was done. Both of these assay used paper disk diffusion methods. The parameters that used were the amount of inhibition zone formed around the disc paper, and the positive control used ciprofloxacin antibiotic 50 µg/ml for Escherichia coli and Shigella sp.Results: The MIC assay results showed that the roots extract of Lauh Putiah had the ability as an antibacterial against Esherichia coli and Shigella dysentriae. From the statistical analysis of ANOVA test, the effect of Lauh Putiah root extract inhibits Escherichia coli and Shigella sysentriae with a value of Fcount> Ftable with a value of ? = 0.05 and then further tested using Duncan test and found an effective inhibition zone concentration that inhibits growth of Escherichia coli in 60% concentration (AE3) and inhibits growth of Shigella dysentriae  in 87.5% concentration (BE4).Conclusion: Lauh Putiah Root Extract (Ficus racemosa L.) has inhibitory effect on the growth of Escherichia coli and Shigella dysentriae. Keywords:  Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Lauh Putiah, Ficus racemosa Linn.
Pengaruh Pelatihan Interval Intensitas Tinggi terhadap Daya Tahan Kardiorespirasi (VO2 Max) Mahasiswa Tingkat I Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu Riry Ambarsarie; Dessy Triana; Novriantika Lestari; Mirna Mirna
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Kedokteran Raflesia
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v2i1.6565

Abstract

Abstrak .Pelatihan interval intensitas tinggi dapat meningkatkan kebugaran, khususnya daya tahan kardiorespirasi karena diduga dapat meningkatkan konsumsi oksigen bagi tubuh. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelatihan interval intensitas tinggi terhadap daya tahan kardiorespirasi (VO2 max) mahasiswa tingkat I. Metode: Penelitian menggunakan metode eksperimental, rancangan acak dengn tes awal dan akhir (Pre and Post Control Group Design). Sampel yang digunakan sejumlah 36 mahasiswa tingkat I Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu, terdiri dari 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan (18 mahasiswa) dan kelompok kontrol (18 mahasiswa). Kelompok perlakuan mulai mendapatkan latihan fisik selama 4 minggu dengan intensitas 3 kali seminggu. Data yang diamati adalah data VO2 max sebelum dan sesudah mendapat perlakuan. Selanjutnya data hasil penelitian diolah secara statistik dengan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t dengan p<0,05. Hasil : Data penelitian memperlihatkan didapatkan peningkatan bermakna VO2 max setelah dilakukan latihan interval intensitas tinggi selama 4 minggu.
Analysis of Environmental Sanitation With The Occurrence of Malaria in The Work Area of Sidomulyo Health Center, Gading Cempaka District, Bengkulu City Taurustya, Hernita
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v6i1.10295

Abstract

Background: Malaria is a disease that is re-emerging (transmitted massively) and causes a mortality rate of 10-50% of the total cases of severe malaria that are hospitalized. This disease is transmitted through the bite of the Anopheles mosquito which carries the parasite Plasmodium sp. Bengkulu Province is a malaria endemic area, and malaria cases are evenly found throughout the province every month. This study aims to analyze the relationship of environmental sanitation with malaria in the working area of the Sidomulyo Health Center in Bengkulu City.Method: This study uses a cross sectional research design. The study was conducted in the working area of the Sidomulyo Health Center in Bengkulu City in July 2016. The selection of samples was carried out based on simple random sampling. Primary data collection using questionnaires and secondary data from medical records. Data analysis with chi-square test (x 2) at a significance level of 95% (a0.05).Results: From 82 respondents in this study, there were 50 people with poor environmental sanitation, 9 people were malaria positive and 41 people were negative. While out of 32 people with good sanitation, 14 were malaria positive and 18 were negative.Conclusion: There is a significant relationship between environmental sanitation and malaria in the working area of Sidomulyo Health Center, Gading Cempaka District, Bengkulu City with p = 0.022, c = 0.011.  Keywords: Environmental Sanitation, malaria incidence 
Hubungan Profil Lipid dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 pada Usia Dewasa di Klinik Medistra Bengkulu Maria Eka Yulianti
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kedokteran Raflesia
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v2i2.17147

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit degeneratif kronis, yang apabila penanganannya tidak baik akan menimbulkan komplikasi yang serius. Akhir-akhir ini angka kejadian diabetes melitus tipe 2 semakin meningkat. Salah satu komplikasi yang cukup serius yairu terjadinya PJK, dimana dislipidemia merupakan faktor resiko untuk terjadinya PJK. Diabets melitus juga akan mempengaruhi profil lipid, dimana dislipidemia pada diabetes melitus akan meningkatkan terjadinya PJK yang akan berakhir pada kematian. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara diabetes melitus dengan dislipidemia.Metode : penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan menggunakan data primer yang diambil langsung dari pasien yang datang ke klinik medistra sebanyak 63 orang responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data  yang didapat dianalisis dengan uji chi square.Hasil : dari data yang diperoleh didapatkan hasil, terdapat hubungan yang bermakna antara diabetes melitus tipe 2 dengan dislipidemi. (p=0.000) dengan OR 8,095.1.       MJ Stephen, Ganong WF. Disorders of the Endocrine Pancreas, Pathophysiology of Disease, Fifth Edition, Lange, USA, 2006; 521-22.       Price A Sylvia. Metabolisme Glukosa dan Diabetes Melitus, Patofisiologi Ed. 6, Jakarta, EGC, 2006; 2: 1260–65.2.3.       Ercho,NC;Berawi.K;Susantiningsih T. Hubungan Obesitas dengan kadar LDL dan HDL pada mahasiswa preklinik Fakultas kedokteran Universitas lampung tahun 20134.       Shah SZA, Devrajani BR, Devrajani T, Bibi I. Frequency of Dyslipidemia in Obese versus Non-obese in relation to Body Mass Index (BMI), Waist Hip Ratio (WHR) and Waist Circumference (WC). Pakistan Journal of Science [serial online]. 2008 [cited 2010 March]; 62 (1): 27-31. diunduh: http://www.lumhs.edu.pk/faculties/.../dr.../22.pdf tanggal 24 Mei 20145.       Hatma, RD. Lipid Profiles Among Diverse Ethnic Groups in Indonesia. Acta Med Indones-Indones J Inetern Med 2011; 43(1)6.       Hadi H. Beban Ganda Masalah Gizi dan Implikasinya Terhadap Kebijakan Pembangunan Kesehatan Nasional. Makalah disampaikan pada Pidato Pengukuhan Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada; 5 Feb 2005; Yogyakarta. Diunduh dari: http:/www.gizi.net/cgibin/berita/fullnews.cgi/newsid1109302893,75841 pada tanggal 24 Mei 20147.       Idapola SSJ. Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Keadaan Biokimiawi Darah pada Karyawan PT. Asuransi Jiwa Bumi Asih Jakarta (Analisis Data Sekunder Tahun 2008). Jakarta: FKM UI, Juli 2009; 6-15. diunduh: http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/126760-S-5637...HA.pdf  pada 24 Mei 20148.       Soegondo S, Gustaviani R. Sindroma Metabolik. Dalam : Sudoyo Aru W,Setiyohadi B,Alwi I,Simadibrata M,Setiati S,editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Ed.4. Jakarta: Interna Publishing, 2006; 1849-51.9.       Pranatawati ,dkk. Hubungan profil lipid dan Indek Masa tubuh pada usia Dewasa dikota Bengkulu. 201510.    Yuliani Fatma,dkk. Jurnal kesehatan andalas. Hubungan berbagai faktor resiko terhadap kejadian penyakit jantung koroner pada penderita diabetes melitus tipe 2. Di unduh di http://jurnal.fk.unand.ac .id  pada 27 desember 201511.    Kartika P., Andromedae and Suhartono,                Tony (2013) Pola Dislipidemia dan Hubungannya dengan Jenis Kelamin pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUP dr. Kariadi Semarang. Diunduh di http://eprints.undip.ac.id/43720/12.    Thomsen C, storm H, Holst JJ, Hermansen K. Differential effects of saturated and monounsaturated fats on posprandial lipemia anad glucagon-like peptide 1 responses in patien with type 2diabetes. Am j Clin Nutr 2003;77;605-11Kraus RM, Blanche PJ, Rawling RS, Fermstorm HS, William PT. Separate effects of reduce carbohidrate intake and weigh loss on atherogenic dyslipidemia.Am J Clin Nitr:2006;83;1025-31
Evaluasi Implementasi Program Eliminasi Malaria Di Puskesmas Jejaring Fkik Universitas Lala Foresta Valentine Gunasari
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Kedokteran Raflesia
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v4i1.20289

Abstract

Latar Belakang: Program eliminasi malaria sudah digulirkan sejak 2009 silam di Indonesia, mengingat Indonesia merupakan salah satu daerah endemis malaria. Proses eliminasi malaria di setiap Provinsi dicapai secara bertahap, ditargetkan pada tahun 2030 Indonesia akan bebas malaria. Bengkulu ditargetkan akan mencapai tahap eliminasi pada tahun 2020 mendatang, namun hingga tahun 2015 angka API untuk malaria masih sebesar 1,03. Program eliminasi malaria yang pedomannya berdasar pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 293/Menkes/SK/IV/2009 diduga belum terlaksana dengan optimal, sehingga Bengkulu belum mampu mengeliminasi malaria secara total. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program eliminasi malaria di Kota Bengkulu melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama yaitu Puskesmas yang tentunya sangat berpengaruh pada kualitas kesehatan masyarakat di sekitar wilayah kerjanya. Metode: Penelitian ini bersifat observasional dengan desain cohort retrospective. Penelitian dilakukan di sembilan Puskesmas jejaring FKIK Universitas Bengkulu yang tersebar di 9 kecamatan di kota Bengkulu, yaitu Puskesmas Lingkar Timur, Jalan Gedang, Kuala Lempuing, Anggut Atas, Kampung Bali, Sukamerindu, Padang Serai, Beringin Raya, dan Basuki Rahmad. Pemilihan populasi dan sampel penelitian ini adalah dengan prinsip kesesuaian, yaitu yang dipilih berdasarkan pengetahuan terkait topik penelitian. Dalam penelitian ini, yang dipilih sebagai responden adalah tenaga penanggung jawab program eliminasi malaria, laboran, dan Dokter Umum di Puskesmas. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah wawancara dengan panduan kuesioner pada responden untuk mendapatkan informasi terkait dengan pekerjaan atau aktivitas mereka sehari-hari di Puskesmas yang berhubungan dengan program eliminasi malaria. Data sekunder didapatkan dari dokumen Puskesmas tahun 2014, 2015, 2016 berupa informasi yang menjelaskan setiap indikator pelaksanaan program, tujuannya untuk mengonfirmasi hasil wawancara dengan data yang terekam di dalam dokumen Puskesmas. Data-data tersebut selanjutnya akan dijelaskan secara deskriptif, kemudian dianalisis menggunakan metode content analysis. Hasil: Upaya untuk mencegah, menghindari penularan, dan penanggulangan faktor risiko malaria terlaksana dengan baik di 2 Puskesmas. Upaya dalam program surveilans epidemiologi dan Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa malaria terlaksana dengan baik di 2 Puskesmas. Upaya menemukan penderita dan memfasilitasi penegakan diagnosis malaria terlaksana dengan baik di 4 Puskesmas. Upaya untuk memfasilitasi pemberian terapi antimalaria yang tepat dan rasional terlaksana dengan baik di 7 Puskesmas. Upaya meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi termasuk kerja sama lintas sektor dengan instansi lain hanya terlaksana dengan baik di 1 Puskesmas. Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam hubungannya dengan eliminasi malaria terlaksana dengan baik di 1 Puskesmas. Terdapat 2 Puskesmas yang mengeluhkan kendala dalam menyukseskan program eliminasi malaria. Belum ada Puskesmas yang memilki inovasi program untuk mendukung program eliminasi malaria. Kesimpulan: Implementasi program eliminasi malaria di beberapa Puskesmas Jejaring FKIK Universitas Bengkulu belum berjalan baik. 
Evaluasi Implementasi Program Eliminasi Malaria Di Puskesmas Jejaring Fkik Universitas Lala Foresta Valentine Gunasari
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Kedokteran Raflesia
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v4i1.20291

Abstract

Latar Belakang: Program eliminasi malaria sudah digulirkan sejak 2009 silam di Indonesia, mengingat Indonesia merupakan salah satu daerah endemis malaria. Proses eliminasi malaria di setiap Provinsi dicapai secara bertahap, ditargetkan pada tahun 2030 Indonesia akan bebas malaria. Bengkulu ditargetkan akan mencapai tahap eliminasi pada tahun 2020 mendatang, namun hingga tahun 2015 angka API untuk malaria masih sebesar 1,03. Program eliminasi malaria yang pedomannya berdasar pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 293/Menkes/SK/IV/2009 diduga belum terlaksana dengan optimal, sehingga Bengkulu belum mampu mengeliminasi malaria secara total. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program eliminasi malaria di Kota Bengkulu melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama yaitu Puskesmas yang tentunya sangat berpengaruh pada kualitas kesehatan masyarakat di sekitar wilayah kerjanya. Metode: Penelitian ini bersifat observasional dengan desain cohort retrospective. Penelitian dilakukan di sembilan Puskesmas jejaring FKIK Universitas Bengkulu yang tersebar di 9 kecamatan di kota Bengkulu, yaitu Puskesmas Lingkar Timur, Jalan Gedang, Kuala Lempuing, Anggut Atas, Kampung Bali, Sukamerindu, Padang Serai, Beringin Raya, dan Basuki Rahmad. Pemilihan populasi dan sampel penelitian ini adalah dengan prinsip kesesuaian, yaitu yang dipilih berdasarkan pengetahuan terkait topik penelitian. Dalam penelitian ini, yang dipilih sebagai responden adalah tenaga penanggung jawab program eliminasi malaria, laboran, dan Dokter Umum di Puskesmas. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah wawancara dengan panduan kuesioner pada responden untuk mendapatkan informasi terkait dengan pekerjaan atau aktivitas mereka sehari-hari di Puskesmas yang berhubungan dengan program eliminasi malaria. Data sekunder didapatkan dari dokumen Puskesmas tahun 2014, 2015, 2016 berupa informasi yang menjelaskan setiap indikator pelaksanaan program, tujuannya untuk mengonfirmasi hasil wawancara dengan data yang terekam di dalam dokumen Puskesmas. Data-data tersebut selanjutnya akan dijelaskan secara deskriptif, kemudian dianalisis menggunakan metode content analysis. Hasil: Upaya untuk mencegah, menghindari penularan, dan penanggulangan faktor risiko malaria terlaksana dengan baik di 2 Puskesmas. Upaya dalam program surveilans epidemiologi dan Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa malaria terlaksana dengan baik di 2 Puskesmas. Upaya menemukan penderita dan memfasilitasi penegakan diagnosis malaria terlaksana dengan baik di 4 Puskesmas. Upaya untuk memfasilitasi pemberian terapi antimalaria yang tepat dan rasional terlaksana dengan baik di 7 Puskesmas. Upaya meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi termasuk kerja sama lintas sektor dengan instansi lain hanya terlaksana dengan baik di 1 Puskesmas. Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam hubungannya dengan eliminasi malaria terlaksana dengan baik di 1 Puskesmas. Terdapat 2 Puskesmas yang mengeluhkan kendala dalam menyukseskan program eliminasi malaria. Belum ada Puskesmas yang memilki inovasi program untuk mendukung program eliminasi malaria. Kesimpulan: Implementasi program eliminasi malaria di beberapa Puskesmas Jejaring FKIK Universitas Bengkulu belum berjalan baik.