cover
Contact Name
Sulistiono
Contact Email
ecep_s@apps.ipb.ac.id
Phone
+6281317011347
Journal Mail Official
jurnalfpik.ipb@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Jalan Agatis, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20874871     EISSN : 25493841     DOI : https://doi.org/10.24319
Tujuan Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan yaitu menyebarluaskan informasi ilmiah tentang perkembangan teknologi perikanan dan kelautan antara lain: teknologi perikanan tangkap, teknologi kelautan, inderaja kelautan, akustik dan instrumentasi, teknologi kapal perikanan, teknologi pengolahan hasil perikanan, teknologi budidaya perikanan, bioteknologi kelautan, teknik manajemen pesisir dan kelautan, teknik manajemen lingkungan perairan, dan sosial ekonomi perikanan dan kelautan.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2018): NOVEMBER 2018" : 10 Documents clear
SPEKTRUM SUARA GULAMAH SEBAGAI KAJIAN AWAL PEMBUATAN RUMPON: KASUS DI PERAIRAN TUBAN, JAWA TIMUR Eko Sulkhani Yulianto; Alfan Jauhari; Dewa Gedhe Raka Wiadnya; Sunardi Sunardi; Muhammad Arif Rahman
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2180.205 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.169-176

Abstract

One of the leading commodities in the North Coast of East Java which has a large production is gulamah (Sciaenidae). This fish is one of the marine fisheries commodities that have high potential. Previously the use of gulamah was limited to fresh fish and dried fish. Lately these organs in fish (swimming bladders) have also been widely used and actually have much higher economic value. The high economic value of these commodities has implications for the increasing pressure on exploitation of these fish. In fact, sometimes arrests are made without regard to responsible fishing rules. Gulamah is one type of fish that often makes a “croak” sound in its behavioral activities. Study of the schooling sound spectrum of gulamah (Sciaenidae) as a preliminary study for the manufacture of effective and environmentally friendly Sound-Fish Aggreagating Device as one of the food security instruments for marine fisheries products. So it isexpected that with the introduction of new technologies that are efficient, effective, simple and can provide economic added value for fishermen. Analytical descriptive research method and experimental fishing, the data collected is the sound spectrum data schooling gulamah (Sciaenidae), where data collection is carried out at Tombokboyo Waters, Tuban, East Java. The results showed that gulamah in Tombokboyo waters issued a sound with an average amplitude of around -54,97 dB, an average frequency of 732,129 Hz, with a sound duration of 130 miliseconds
PRODUKTIVITAS ALAT TANGKAP PANCING ULUR (HAND LINE) PADA RUMPON PORTABLE DI PERAIRAN ACEH UTARA Imam Shadiqin; Roza Yusfiandayani; Mohammad Imron
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2231.104 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.105-113

Abstract

The rumpon portable is a fishing auxiliary device that functions to collect fish with 11,000-15,000 Hz frequencey by using sound on the atractors of portable FADs that be able to collect small pelagic fish around portable FADs. The small pelagic fish have habit to configurate a schooling group in their lives for migrating, feeding, and spawning. The hand line is one of fishing gear used by small-scale fisherman to catch small pelagic fish. Therefore, it is important to know about productivity of handline on the portable FADs. This study used production data of handline with 15 fishing trips in August-September 2018 located in the waters of North Aceh. The result showed that 8 types,that is selar tetengkek (Megalaspis cordyla), pompano (Caranx ignobilis), grauper (Epinephelus fuscoguttatus), selar (Selaroides leptolepis), squid (Loligo indica), turmeric (Upeneus moluccensis), barred (Scomberomorini), and mackerel (Rastrelliger) with a total weight of 24,25 kg was caught around portable FADs using handline. The average productivity of handline on the portable FADs was 1,61 kg/trip. The catch composition showed that the dominant catch was squid.
HUBUNGAN PANJANG-BERAT DAN POLA PERTUMBUHAN IKAN KAKATUA (Chlorurus strongycephalus) DI TAMAN NASIONAL WAKATOBI Mercy Patanda; Urip Rahmani
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2115.494 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.115-121

Abstract

Ikan kakatua merupakan sumber daya penting di Kabupaten Wakatobi dan ikan kakatua ditangkap dengan alat tangkap jaring, bubu, dan muroami. Penelitian ini dilakukan di Taman Nasional Wakatobi pada bulan Desember 2014 sampai Maret 2015. Tujuan penelitian adalah melihat pola pertumbuhan dan ukuran pertama kali tangkap untuk ikan kakatua (Chlorurus strongycephalus). Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dimana pengambilan sampel dilakukan secara purposif (purposive sampling) dan data yang digunakan adalah panjang dan berat ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan allometrik negatif dan faktor kondisi yaitu sebesar 1,07 yang berarti bahwa ketersedian makanan masih cukup sedangkan ukuran minimal ikan yang tertangkap adalah 31,82 cm. Hasil ini memperlihatkan perlunya regulasi untuk penangkapan ikan kakatua (Chlorurus strongycephalus) di Kabupaten Wakatobi dan modifikasi alat tangkap seperti celah pelolosan untuk bubu.
PENDUGAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN LAYANG DENGAN CITRA SATELIT DI PERAIRAN ACEH SEKITAR PIDIE JAYA Afdhal Fuadi; Budy Wiryawan; Mustaruddin Mustaruddin
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2610.522 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.149-161

Abstract

Daerah penangkapan ikan layang selalu dalam keadaan berubah dan berpindah tempat dengan cara mengikuti perubahan kondisi lingkungan yang secara alamiah ikan akan memilih habitat yang lebih sesuai. Nelayan Pidie Jaya dalam menentukan daerah penangkapan ikan hanya dengan cara melihat tanda-tanda alam yang dipelajari secara turun temurun, sehingga dengan cara tersebut kurang efektif dalam usaha penangkapan ikan. Penggunaan satelit remote sensing telah terbukti memainkan peran kunci dalam pengkajian oseanografi perikanan untuk memprediksi daerah penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah hasil tangkapan dan ukuran panjang ikan layang, menentukan penyebaran klorofil-a dan suhu permukaan laut. Membuat peta pendugaan daerah penangkapan ikan layang potensial di perairan Aceh sekitar Pidie Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan cara mengikuti langsung ke daerah penangkapan ikan dan wawancara terhadap nahkoda kapal mini purse seine. Konsentrasi kandungan klorofil-a di lokasi penangkapan ikan selama penelitian berkisar antara 0,13-0,85 mg/m3 dan rata-rata 0,35 mg/m3, sedangkan suhu permukaan laut dengan nilai rata-rata 29,25°C. Ukuran panjang ikan layang yang tertangkap selama bulan September sampai November berkisar antara 17,9-21,9 cm dengan panjang rata-rata yaitu 19,7 cm. Daerah penangkapan ikan layang potensial berada pada laut lepas pantai yang berjarak dari Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) ke daerah penangkapan ikan > 6 mil laut.
SEBARAN DAERAH TANGKAP IKAN TONGKOL (Euthynnus sp.) DI PERAIRAN SELATAN JAWA Ibrahim Kholilullah; Roza Yusfiandayani; Alan F Koropitan
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2421.491 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.123-136

Abstract

Tingginya pemanfaatan masyarakat terhadap ikan tongkol kontradiksi dengan mayoritas armada kapal yang dimiliki nelayan di Selatan Jawa berupa gill net dan long line yang spesifikasi untuk menangkap tuna dan pelagis besar lainya. Peta daerah penangkapan ikan tongkol sangat dibutuhkan oleh nelayan, terutama ketika musim paceklik ikan berlangsung menjadi tulang punggung hasil tangkap nelayan. Raw data penangkapan diperoleh dari logbook penangkapan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPS Cilacap) sepanjang tahun 2017. Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis sebaran daerah penangkapan ikan tongkol (Euthynnus sp.) untuk alat tangkap gill net dan long line di perairan selatan Jawa dan (2) menganalisis sebaran menegak lapisan rata-rata bulanan suhu dan salinitas perairan yang optimum untuk ikan tongkol. Hasil penelitian ini menunjukkan sebaran daerah penangkapan ikan tongkol (Euthynnus sp.) untuk alat tangkap gill net adalah 105,56⁰-110,78⁰ BT dan 7,48⁰-11,57⁰ LS serta untuk alat tangkap long line adalah 106,69⁰-109,46⁰ BT dan 7,84⁰-9,37⁰ LS. Sebaran daerah penangkapan ikan tongkol menggunakan gill net tertinggi pada bulan Agustus dengan perolehan hasil tangkap 76.634 kg, sedangkan menggunakan long line pada bulan Juli dengan perolehan hasil tangkap 18.741 kg. Sebaran menegak lapisan rata-rata bulanan suhu perairan untuk ikan tongkol optimum pada bulan Juli, Agustus, September untuk gill net dan bulan Juli serta November untuk long line yaitu 26-27⁰ C. Sebaran menegak rata-rata bulanan salinitas perairan untuk ikan tongkol juga optimum bulan Juli, Agustus, September untuk gill net dan long line sepanjang tahun kecuali bulan Januari merupakan kisaran optimum yaitu berkisar 34,0-43,3 %o.
PERTUMBUHAN DAN PEMATANGAN GONAD IKAN GIRU Amphiprion clarkii YANG DIBERI PAKAN MENGANDUNG HORMON OODEV Aprelia Martina Tomasoa; Deidy Azhari; Walter Balansa
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1858.089 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.163-168

Abstract

Pertumbuhan dan pematangan gonad memainkan peranan penting dalam budidaya ikan. Untuk memperoleh benih yang berkualitas, induk harus benar-benar matang gonad dan memiliki ukuran tubuh yang sesuai. Umum digunakan dalam kegiatan budidaya ikan, hormon Oodev dapat merangsang pematangan gonad karena hormon Oodev ini mengandung pregnant mare serum gonadotropin dan antidopamin yang sama-sama berperan dalam pematangan gonad. Sekalipun hormon ini begitu populer di bidang budidaya ikan, pengaruh hormon ini terhadap pertumbuhan tubuh dan pematangan gonad terhadap ikan giru (Amphiprion clarkii) belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dan menentukan dosis pemberian hormon Oodev dalam pakan terhadap pertumbuhan panjang dan bobot serta pematangan gonad ikan giru. Ikan giru diberi perlakuan dengan tiga dosis hormon Oodev berbeda yaitu 0 mL/kg, 0,5 mL/kg, dan 1 mL/kg dengan tiga pengulangan selama 30 hari pemeliharaan. Hasil menunjukkan dosis 1 mL/kg meningkatkan pertumbuhan panjang tubuh pada jantan (0,9 cm) maupun betina (0,7 cm) dan pertumbuhan bobot pada jantan (1,32 gram) maupun betina (3,05 gram) lebih tinggi dengan kontrol. Sejalan dengan pertumbuhan panjang dan bobot, dosis 1 mL/kg meningkatkan nilai gonadosomatic index jantan dan betina yaitu 0,47% dan 0,58% lebih tinggi dengan kontrol. Dari hasil yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa hormon Oodev dengan dosis 1 mL/kg dapat meningkatkan pertumbuhan dan nilai GSI A. clarkii.
PENENTUAN FISHING GROUND DAN ALAT TANGKAP UNGGULAN IKAN PELAGIS DI KOTA BENGKULU Zerli Selvika; Mustaruddin Mustaruddin; Roza Yusfiandayani
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2000.998 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.137-147

Abstract

The fisherman of Bengkulu city to hunt the fishing ground for pelagic was still conventionally. Pelagic fish was catched by many types of fishing gear. For optimalizing sustainable pelagic fisheries was required the information about fishing ground distribution and selecting superior fishing gear for pelagic fish. The purpose of this study was to find out the fishing ground distribution and selecting superior fishing gear for pelagic fish. The method was used to find out the fishing ground distribution by mapping and selecting superior fishing ground by scoring the result showed that the fishing ground of pelagic was around Tikus island, Mega island, and Enggano island. Based on the standardization result of technic, biology, social, and economic aspect showed that selected fishing gear as superior fishing gears for pelagic were purse seine, boat lift net, and troll line. The selected fishing gear for pelagic fish was superior fishing gear of all alternative fishing gear for pelagic fish.
HISTAMIN DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PEMBENTUK HISTAMIN PADA TUNA MATA BESAR (Thunnus obesus) Stevy Imelda Murniati Wodi; Wini Trilaksani; Mala Nurilmala
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1973.836 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.185-192

Abstract

Big eyes tuna (Thunnus obesus) is a species that potentially valuable as a source of protein and commercial aspect. In the perspective of quality and safety, inappropriate care during catching and processing leading to microorganism contamination and can cause health problems when the meat is consumed. Histamine content, total Histamine Forming Bacteria (HFB), and Total Plate Count (TPC) are the indicator in food safety and quality standard for tuna’s products. This research aims to measured histamine content, total HFB, TPC score and to identify the histamineforming bacteria in big eyes tuna observed during chilling temperature for nine days. There are three stages, sample preparation, storage, chemical and microbiology analysis. The During the observation period, histamine content, total HFB dan TPC score are increased in all part of the sample. Highest TPC sore is observed at day 9 which is 5,4 x 105 CFU/g in belly part, 5,1 x 105 CFU/g in dorsal part and 1,0 x 104 CFU/g in tail part respectively. For total HFB, 2,7 x 105 CFU/g in belly part, 1,4 x 105 CFU/g in dorsal part and 2,3 x 103 SFU/g in tail part respectively. For histamine content, all parts experienced increasing histamine measured 59,73 ppm, 131,10 ppm, and 96,04 ppm respectively. In this research, Bacillus subtilis is identified 99% as histamine forming bacteria in big eyes tuna.
KARAKTERISASI SIFAT FUNGSIONAL KONSENTRAT PROTEIN IKAN SUNGLIR (Elagatis bipinnulatus) Frets Jonas Rieuwpassa; Ely John Karimela; Devitha Cindy Lasaru
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1768.881 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.177-183

Abstract

Fish protein Concentrat (FPC) is a form of dry protein wich is extracted from fish meet using ethanol solvent. The aims of this research is to characterization of fish protein concentrate wich extraction using ethanol 90%. There are some steps that we established to achieve the aims such as (1) FPC exctraction using etanol 90% with ratio 1 : 3 during 3 hours, (2) to determine of characterization of FPC. All data are given descriptively. Result show the mean of FPC rendement between 20%. Characteristic base on FAO 1976 showed protein (85%), fat (3,28%), odor (2,11: strong fishy odor) and whiteness degree (53,54%) based on the information this product chategorized as type B. water contain analysis (6, 34%), asses (7,47%), functional properties: oil absorbant capacity (2,48 g/g) and water absorbant capacity (2,02 ml/g). This product contained 9 essential amino acids and 6 non essential amino acids.
HISTAMIN DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PEMBENTUK HISTAMIN PADA TUNA MATA BESAR (Thunnus obesus) Latifah Rizkiana; Iin Solihin; Anwar Bey Pane
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1972.556 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.9.193-203

Abstract

Pelayanan adalah suatu bentuk pemberian jasa guna memenuhi kebutuhan pengguna. Pelabuhan perikanan harus memperhatikan berbagai aspek yang dapat meningkatkan kualitas pelayanannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelayanan apa saja yang belum memenuhi harapan/kebutuhan nelayan Kuala Tungkal terhadap pelayanan operasional dan fasilitas yang telah diberikan oleh pengelola PPP Kuala Tungkal. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan analisis Importance Performance Analysis (IPA). Berdasarkan hasil analisis diketahui atribut-atribut yang berada pada kuadran I yang menjadi prioritas untuk ditingkatkan dan diperbaiki pelayanannya sesuai dengan harapan nelayan yakni (4) Kondisi kolam pelabuhan, (6) Pelayanan aktivitas pelelangan ikan, (8) Pelayanan fasilitas perbaikan kapal (docking kapal), (11) Ketercukupan jumlah es yang di perlukan nelayan, (14) Ketercukupan jumlah BBM yang diperlukan nelayan, (15) Pelayanan air bersih dan (7) Ketercukupan jumlah air yang diperlukan nelayan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10