cover
Contact Name
Sulistiono
Contact Email
ecep_s@apps.ipb.ac.id
Phone
+6281317011347
Journal Mail Official
jurnalfpik.ipb@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Jalan Agatis, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20874871     EISSN : 25493841     DOI : https://doi.org/10.24319
Tujuan Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan yaitu menyebarluaskan informasi ilmiah tentang perkembangan teknologi perikanan dan kelautan antara lain: teknologi perikanan tangkap, teknologi kelautan, inderaja kelautan, akustik dan instrumentasi, teknologi kapal perikanan, teknologi pengolahan hasil perikanan, teknologi budidaya perikanan, bioteknologi kelautan, teknik manajemen pesisir dan kelautan, teknik manajemen lingkungan perairan, dan sosial ekonomi perikanan dan kelautan.
Articles 352 Documents
PENGEMBANGAN DESAIN DAN KONSTRUKSI LAMPU ATRAKTOR PADA BAGAN Harry Santoso; Gondo Puspito; Ronny Irawan Wahju; Zulkarnain Zulkarnain
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3472.253 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.13.163-173

Abstract

Lampu atraktor adalah salah satu alat bantu penangkapan ikan untuk memikat ikan ke area penangkapan (catchable area). Berbagai jenis lampu dapat dipakai sebagai lampu atraktor seperti lampu petromaks, bohlam, lampu merkuri, TL (tubular lamps), dan LED (light emitting diodes). Efisiensi konsumsi energi, efektivitas penangkapan ikan, dan kemudahan penggunaan menjadi pertimbangan nelayan dalam memilih lampu atraktor. Penelitian sebelumnya mengenai HPL (high power LED) sebagai lampu atraktor pada perikanan bagan berhasil menangkap 97,363 kg ikan (3,6 kali lebih banyak daripada nelayan yang menggunakan lampu TL). Penelitian ini kemudian diulang di perairan yang berbeda dan menangkap 433 kg ikan (1,9 kali lebih banyak). Namun demikian, lampu atraktor tidak mudah digunakan karena konstruksinya tidak kompak dan pengaturan area proyeksi cahaya dioperasikan secara manual. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan lampu atraktor penelitian sebelumnya agar dapat digunakan oleh nelayan dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan sehari-hari. Hasilnya, lampu atraktor pengembangan dilengkapi dengan kawat gantung dan servo motor yang dikendalikan oleh microcontroller untuk mengatur luas area proyeksi cahaya, agar mudah digunakan. Uji lapang dilakukan pada bulan Juni-Juli 2022 di perairan Sangrawayang, Jawa Barat. Survei yang dilakukan menunjukkan bahwa para nelayan mengkonfirmasi lampu atraktor pengembangan lebih mudah digunakan dibandingkan dengan lampu atraktor penelitian sebelumnya. Chi-square goodness of fit test survei menunjukkan nilai hitung X2 (8,533) yang lebih besar dari c2 (3,841) pada selang kepercayaan 95%. Selanjutnya, lampu atraktor pengembangan berhasil menangkap ikan 3,25 kali lebih banyak dibandingkan dengan lampu atraktor milik nelayan.
PENGUKURAN NILAI TARGET STRENGTH DAN ACOUSTIC FISH DENSITY DI PERAIRAN PULAU TIDUNG, KEPULAUAN SERIBU Muhammad Farhan; Henry Munandar Manik; Totok Hestirianoto
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3411.127 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.13.175-186

Abstract

Informasi mengenai densitas ikan masih kurang akurat, dikarenakan data yang diperoleh tidak dilakukan pengukuran langsung pada kondisi nyata di perairan. Untuk mengatasi masalah ini, digunakan teknologi hidroakustik berupa echosounder yaitu Single Beam Echosounder (SBES) SIMRAD EK 15 dengan frekuensi 200 kHz. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan menginterpretasi hasil pengukuran target strength dan acoustic fish density perairan Pulau Tidung Kepulauan Seribu sehingga diperoleh visualisasi densitas ikan dan mengetahui hubungan target strength, densitas ikan, suhu, dan salinitas. Pengolahan data menggunakan perangkat Sonar 5-Pro, Matlab 2016, dan Minitab 16. Nilai TS di perairan Pulau Tidung yaitu -59,4 dB sampai dengan -34,6 dB. Nilai densitas ikan tertinggi terdapat pada stasiun 3 di kedalaman 12-21 m sebesar 778,1 ind/m3 sedangkan densitas ikan terendah terdapat pada stasiun 6 di kedalaman 2-11 m sebesar 0,3 ind/m3. Suhu dan salinitas memiliki nilai yang bervariasi dengan kisaran nilai 29,6°C sampai 31,2°C dan 32,2 PSU sampai 33,3 PSU. Hasil analisis PCA nilai TS dan densitas ikan memiliki hubungan yang lebih kuat dengan suhu dibandingkan salinitas.
DINAMIKA POPULASI DAN STATUS PEMANFAATAN TONGKOL ABU-ABU Thunnus tonggol DI PERAIRAN TELUK SEMANGKA Indra Gumay Yudha; Rachmad Caesario; Annas Rizki
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3265.53 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.13.187-194

Abstract

Tongkol abu-abu (Thunnus tonggol) merupakan salah satu ikan ekonomis yang telah diatur di Indonesia dan juga ditangkap di perairan Teluk Semangka, Lampung. Agar dapat dikelola dengan baik, diperlukan data ilmiah terkait pemanfaatannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dinamika populasi dan pemanfaatan sumber daya ikan tongkol abu-abu di perairan Teluk Semangka, melalui pengkajian pola pertumbuhan, parameter pertumbuhan, faktor kondisi, tingkat pemanfaatan, dan rasio potensi pemijahan (SPR). Data diperoleh berdasarkan distribusi panjang total (TL) dari 515 sampel tongkol abu-abu yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai Kota Agung selama Maret-April 2022. Data dianalisis menggunakan software FISAT II ver 1.2.2 dan web.barefootecologist.com.au. Hasil penelitian menunjukkan tongkol abu-abu memiliki pertumbuhan alometrik negatif (b=2.230), faktor kondisi mendekati angka 1,0, panjang asimtotik (L∞) 813,33 mm, laju eksploitasi (E) 0,84 tahun-1, dan rasio potensi pemijahan (LB-SPR) sebesar 13%. Kondisi inilah yang menyebabkan tongkol abu-abu di Teluk Semangka mengalami overfishing dan eksploitasinya dikhawatirkan tidak berkelanjutan, sehingga perlu dikelola dengan baik.
PENGELOLAAN PERIKANAN HIU DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TEGALSARI TEGAL Heppy Septiawan; Bayu Primasari
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3120.444 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.13.195-207

Abstract

Ikan hiu adalah jenis ikan bertulang rawan (Elasmobranchii) yang berperan sebagai predator puncak dalam rantai makanan dan juga memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem di lautan. Saat ini, keberadaan hiu terancam punah akibat aktivitas penangkapan berlebih yang disebabkan meningkatnya permintaan komoditas sirip di pasar internasional. Salah satu basis pendaratan hasil tangkapan hiu di Indonesia terletak di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Tekanan terhadap populasi hiu di kawasan ini tidak hanya berasal dari peningkatan usaha tangkapan, namun juga dari kondisi perairan dan habitat yang terus mengalami degradasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pengelolaan perikanan hiu di PPP Tegalsari dengan pendekatan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) serta menyusun rekomendasi untuk tindakan pengelolaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pengelolaan perikanan hiu di PPP Tegalsari berada pada kondisi baik dengan nilai rata-rata keseluruhan domain sebesar 73,39. Tindakan pengelolaan diprioritaskan pada domain ekonomi dan sumber daya ikan yaitu diversifikasi usaha dan kemudahan penyediaan akses permodalan bagi rumah tangga perikanan, membuat regulasi pembatasan upaya penangkapan dan ukuran minimal ikan hiu yang boleh ditangkap; serta peningkatan pengawasan terkait selektivitas alat tangkap dan metode penangkapan.
KEMAMPUAN IKAN TAWAR MENCERNA MIKROPLASTIK SECARA IN VITRO Dudi Muhammad Wildan; Lia Sutiani; Ridwan Affandi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3199.028 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.13.209-220

Abstract

Microplastics that pollute waters can accumulate and clog in the digestive tract of fish. It is still not well known whether microplastics can be digested by fish or not. Therefore, this research is important. The purpose of this study was to analyze the ability of digestive fluids in fish to digest microplastics in vitro. This research was conducted from January to April 2021 at the Laboratory of Aquatic Animal Physiology and Environmental Productivity (ProLing), Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University, Bogor. This research consisted of two stages, namely preliminary research (prelim test) and core research (core test). The parameters observed consisted of the digestive fluid performance (temperature, pH, turbidity) and microplastic conditions (size, color, and shape). The measurement results for each parameter of the digestive fluid performance of catfish (carnivore) and tilapia (omnivore) showed that there was no significant change in value for each treatment. Observation of the condition of microplastics after testing also showed no change in microplastics. This proved that in vitro fish digestive fluids were unable to digest microplastics.
SIMPANAN KARBON DI VEGETASI MANGROVE DESA SUNGAI NIBUNG, KABUPATEN TULANG BAWANG, PROVINSI LAMPUNG Kusuma, Anma Hari; Muhaemin, Moh.; Yudha, Indra Gumay; Hudaidah, Siti; Adiputra, Yudha Trinugraha
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2998.875 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.14.1-11

Abstract

Peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer menimbulkan dampak efek gas rumah kaca dan mengakibatkan pemanasan global. Karbon biru (blue carbon) merupakan kemampuan ekosistem pesisir dan laut dalam menyerap CO2 secara efektif melalui fotosintesis yang disimpan dalam bentuk biomassa dan sedimen. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis simpanan karbon di vegetasi mangrove Desa Sungai Nibung. Penelitian dilakukan dari Juni sampai Agustus 2022. Lokasi penelitian di Desa Sungai Nibung, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Pengukuran karbon mangrove pada tegakan mangrove, nekromassa, dan serasah yang dilakukan dengan metode non-destructive sampling. Hasil penelitian menunjukkan karbon tersimpan pada sedimen lebih besar dibandingkan dengan karbon tersimpan pada tegakan, nekromassa, dan serasah. Karbon tersimpan pada sedimen yang tertinggi berada pada sedimen yang memiliki ukuran liat kasar karena liat kasar dapat menyimpan unsur hara yang tinggi.
PERSEPSI NELAYAN TERHADAP RUMPON PORTABLE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI LARANGAN, KABUPATEN TEGAL Yusfiandayani, Roza; Imron, Mohammad; Mawardi, Wazir; Baskoro, Mulyono S.; Simbolon, Domu; Prasetiyo, Shidiq Lanang; Raihan, M. Reza; Rahmad, Adrul; Azis, Ravy Nur; Wahdati, Fajriyah Cahyani
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3013.593 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.14.13-24

Abstract

Perairan Karang Jeruk merupakan kawasan konservasi ekosistem terumbu karang yang terletak di Dukuh Larangan (Desa Munjungagung, Kabupaten Tegal, di Provinsi Jawa Tengah) yang memiliki kekayaan sumber daya perikanan yang baik. Alat tangkap yang banyak terdapat di perairan Karang Jeruk adalah payang gemplo dan mini purse seine. Penggunaan teknologi rumpon portable diharapkan dapat menciptakan daerah penangkapan ikan dan mengantisipasi timbulnya degradasi daerah penangkapan ikan. Tujuan dari kegiatan ini adalah menganalisis persepsi nelayan terhadap penggunaan inovasi rumpon portable di perairan Karang Jeruk, Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan experimental fishing. Data persepsi nelayan dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner kepada 50 nelayan payang gemplo dan mini purse seine, dengan penentuan responden secara accidental sampling. Seluruh nilai persepsi nelayan terhadap rumpon portable dikelompokkan menjadi 3 kategori, sebagian besar nelayan memiliki persepsi pada tingkat tinggi sebanyak 38 orang (76%), tingkat sedang sebanyak 11 orang (22%), dan tingkat rendah hanya 1 orang (2%). Penggunaan rumpon portable memiliki keunggulan diantaranya: produktivitas tangkapan yang banyak, jenis tangkapan beragam, dan komposisi ikan kategori layak tangkap yang banyak.
PENGARUH PENGGUNAAN RAM KOTAK TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (Caulerpa lentillifera) Alwi Alwi; Nur Indah Sari Arbit; Takril Takril; Dian Lestari
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3256.007 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.13.221-230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ram kotak terhadap pertumbuhan rumput laut (Caulerpa lentillifera). Penelitian ini dilakukan di Perairan Dato Rangas, Majene. Penelitian ini terdiri atas 4 (empat) titik yakni 3 (tiga) titik menggunakan ram kotak dan 1 (satu) titik tidak menggunakan ram kotak yang dijadikan sebagai kontrol. Jumlah Caulerpa lentillifera yang ditebar pada saat penanaman untuk semua titik sebanyak 500 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan Caulerpa lentillifera selama penelitian tidak mengalami pertumbuhan dikarenakan cuaca ditempat penelitian cukup panas yakni berkisar antara 26,8-38,1°C sehingga kisaran tersebut kurang optimum dan dapat mempengaruhi suhu media budidaya dan mempengaruhi keseluruhan parameter kualitas air media pemeliharaan. Adapun kisaran parameter kualitas air selama penelitian yaitu suhu (26,8-38,1°C), pH (6,9-7,9), salinitas (31-35), nitrat (0,0110 ppm), fosfat (0,0163 ppm), dan amoniak (0,0021ppm).
PENGATURAN PEMANFAATAN PERDAGANGAN JENIS IKAN DILINDUNGI/APPENDIKS CITES DI WILAYAH KERJA LPSPL SERANG Suko Wardono; Syarif Iwan Taruna Alkadrie; Arief Surya Wibowo; Ayuningtyas Sekarputri Reksajaya; Wibowo Wibowo; Gusti Aries
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2950.764 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.13.231-237

Abstract

The Convention on International Trade in Endangered Species (CITES) of Wild Fauna and Flora which has been ratified through Presidential Decree No. 43 of 1978, is the nation's commitment to the conservation of endangered, endemic, and protected fish species. Trading traffic of protected fish species/CITES Appendix in of the Coastal Resources Management Regional Office (LPSPL) Serang working area is quite high, so it is necessary to control the utilization of protected fish species to maintain the sustainability of fish resources. The method of collecting data is through recording and direct interviews with service officers and treasurers of LPSPL Serang, as well as secondary data from service databases on traffic activities for protected fish species/CITES Appendix during Semester I (January-June) year 2022. Based on data collected, 53 domestic recommendation letters have been issued consisting of 30,909.80 kg of shark products, 104.50 kg of ray fins, 1,308 kg of sea cucumbers, and 12,009 pcs of soft coral and anemone; Foreign recommendation letters totaling 1,317 recommendations consisting of 2,335,464.01 kg of shark products and 283 live sharks, 468,387.55 kg of ray products and 21 live rays, 24,121.86 kg of sea cucumbers, and 295,408 pcs of soft coral and anemone; Documents for transport of fish species consisting of 28 documents consisting of 53,595 arowanas and 3,752.79 kg of shark and ray fins in the CITES Appendix; Letters of transport for tentengan fish types consisting of 228 documents of 359 arowanas. Total value of PNBP obtained is Rp 1,312,204,811.
IDENTIFIKASI TUTUPAN DAN KONDISI PERAIRAN PADA EKOSISTEM LAMUN DI PULAU TIDUNG KECIL Nurmasari, Ratih; Putri, Amira Hasna Aulia; Rosmaida, Sherly; Nurkhalifah, Uswah; Ramadhan, Fauzi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3108.262 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.14.25-32

Abstract

Salah satu tumbuhan berbunga yang hidup di bawah air dan tumbuh subur di perairan laut dangkal dan muara adalah lamun. Ekosistem padang lamun sangat penting karena berperan sebagai pendukung dalam bidang perikanan dan ada kaitannya dengan ekosistem pesisir lainnya seperti terumbu karang dan mangrove. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan lamun antara lain suhu, salinitas, kedalaman, dan arus. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tutupan dan kondisi perairan pada ekosistem lamun di Pulau Tidung Kecil. Metode yang digunakan dalam mengetahui persentase tutupan lamun ini adalah metode transek kuadran yaitu, penarikan garis yang ditarik lurus di atas padang lamun. Kuadran sendiri merupakan bagian bingkai/frame yang mempunyai bentuk segi empat sama sisi yang kemudian ditaruh pada garis tersebut. Berdasarkan hasil penelitian di Pulau Tidung Kecil yang terdapat di 3 stasiun dan 5 plot, menunjukkan rata-rata tutupan lamun secara keseluruhan sebesar 30,4%. dan kondisi kualitas suhu, salinitas, kedalaman, dan arus di sana cukup baik untuk kehidupan lamun.