cover
Contact Name
Sulistiono
Contact Email
ecep_s@apps.ipb.ac.id
Phone
+6281317011347
Journal Mail Official
jurnalfpik.ipb@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Jalan Agatis, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20874871     EISSN : 25493841     DOI : https://doi.org/10.24319
Tujuan Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan yaitu menyebarluaskan informasi ilmiah tentang perkembangan teknologi perikanan dan kelautan antara lain: teknologi perikanan tangkap, teknologi kelautan, inderaja kelautan, akustik dan instrumentasi, teknologi kapal perikanan, teknologi pengolahan hasil perikanan, teknologi budidaya perikanan, bioteknologi kelautan, teknik manajemen pesisir dan kelautan, teknik manajemen lingkungan perairan, dan sosial ekonomi perikanan dan kelautan.
Articles 352 Documents
TEKNIK MIKROENKAPSULASI PEPTON IKAN MULTISPESIES BUSUK MENGGUNAKAN PERBEDAAN KECEPATAN HOMOGENISASI Nurhayati, Tati; Ibrahim, Bustami; Arumsari, Theresia Puspita
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2954.845 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.14.45-54

Abstract

Pepton bersifat higroskopis sehingga perlu dilindungi dengan teknik mikroenkapsulasi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh perbedaan kecepatan homogenisasi terhadap mikroenkapsulasi pepton ikan menggunakan tingkatan kecepatan 16.000 rpm, 22.000 rpm, dan 28.000 rpm serta aplikasinya sebagai media bakteri. Stabilitas ukuran globula terbaik diperoleh menggunakan kecepatan homogenisasi 22.000 rpm. Nilai rendemen sebesar 41,76%. Mikroenkapsulat pepton memiliki kadar air sebesar 8,21%, kadar abu 1,69%, kadar lemak 0,64%, dan kadar protein 15,5%. Nilai hasil uji kelarutan sebesar 75,5%, total nitrogen 1,656%, kadar garam 1,53%, gula pereduksi 23,78%, dan pH sebesar 6,013. Nilai derajat putih sebesar 95,91%. Asam amino mikroenkapsulat pepton ikan mengandung 15 jenis asam amino. Asam amino terbaik pada mikroenkapsulat pepton ikan yaitu alanina dan asam glutamat.
EFEKTIVITAS ATRAKTOR CUMI-CUMI DI LOMBOK TIMUR, NUSA TENGGARA BARAT Mulyono, Mulyono; Imron, Mohammad; Hestirianoto, Totok; Kholilullah, Ibrahim; Prasetiyo, Shidiq Lanang; Komarudin, Didin; Yuwandana, Dwi Putra
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3240.318 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.14.55-64

Abstract

Salah satu teknologi yang dapat mendukung peningkatan populasi cumi-cumi di alam adalah teknologi atraktor cumi-cumi. Atraktor cumi-cumi dapat berfungsi sebagai suatu ekosistem baru dan dapat mengumpulkan cumi-cumi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristik perairan tempat pemasangan atraktor cumi-cumi, menentukan desain kontruksi atraktor cumi-cumi, dan menentukan efektivitas pemasangan atraktor terhadap hasil tangkapan cumi-cumi. Metode penelitian berupa eksperimental fishing dan studi literatur digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan suhu permukaan laut di periaran Labuhan Haji dan Tajung Luar secara berurutan berkisar 27,10-28,29°C dan 28,15-28,79°C, kondisi dasar perairan Labuhan Haji pasir berlumpur dan Tanjung Luar pasir berbatu. Desain atraktor berbentuk tabung dengan diameter 60 cm, panjang 120 cm, dan berwarna hitam. Pemasangan atraktor efektif mengumpulkan cumi-cumi.
KESELAMATAN KERJA PADA BONGKAR MUAT KAPAL MINI PURSE SEINE 10 GT DI PELABUHAN PERIKANAN LEMPASING Nurbaiti, Lilis; Iskandar, Budhi Hascaryo; Solihin, Iin
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3036.043 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.14.33-43

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lempasing merupakan pelabuhan perikanan terbesar di Lampung. Salah satu kapal yang paling banyak dioperasikan di Pelabuhan Lempasing yaitu mini purse seine. Terdapat berbagai aktivitas di Pelabuhan Lempasing, yaitu pendaratan (bongkar muat) dan pemasaran ikan. Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Perikanan Lempasing merupakan aktivitas utama setelah kapal berlabuh di dermaga. Kecelakaan yang terjadi pada aktivitas bongkar muat dapat menyebabkan kerugian berupa terhambatnya kegiatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kegiatan dan potensi bahaya aktivitas bongkar muat kapal mini purse seine, menganalisis tingkat kecelakaan dan peluang risiko yang mungkin dapat terjadi, memberikan rekomendasi/alternatif solusi, serta menentukan tindak pengendalian kecelakaan kerja. Metode survei deskriptif HTA (Hierachy Task Analysis) digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 47 risiko kecelakaan pada aktivitas bongkar muat, kegiatan berisiko ringan 36 (77%), menengah terdapat 5 (11%) kegiatan, 2 (4%) kegiatan berisiko berat, dan 4 (9%) kegiatan berisiko fatal. Risiko kecelakaan kerja terbesar terjadi pada kegiatan bongkar, hal ini disebabkan karena individu yang terlibat cukup banyak (sekitar 20 orang) dan aktivitas yang dilakukan cukup berat.
POTRET PERIKANAN TANGKAP KOTA DUMAI SEJAK 2017 HINGGA 2021 Ikhsan, Suci Asrina; Mardiah, Ratu Sari; Hutapea, Roma Yuli F.; Sari, Ratih Purnama; Haris, Rangga Bayu Kusuma; Tiku, Mathius
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2891.36 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.14.65-71

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan kondisi produksi perikanan tangkap di Kota Dumai sejak 2017 hingga 2021, dan menganalisa karakteristik unit penangkapan ikan di kota tersebut. Penelitian menggunakan data sekunder tahunan (2017-2021) berupa jumlah nelayan, jumlah kapal, jumlah alat tangkap, produksi perikanan tangkap, dan nilai produksi perikanan tangkap diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kota Dumai. Untuk memperoleh kajian yang lebih komprehensif, data primer diperoleh dengan cara wawancara dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa data produksi perikanan mengalami fluktuasi. Pada tahun 2017 data produksi sebesar 930.815 kg dan menurun signifikan pada tahun 2018 (564.766 kg), kemudian mengalami kenaikan setiap tahun secara perlahan. Kegiatan penangkapan ikan di Kota Dumai tersebar pada 5 kecamatan dari 7 kecamatan, yaitu Medang Kampai, Sungai Sembilan, Dumai Barat, Dumai Timur, dan Dumai Kota. Karakteristik perikanan tangkap Kota Dumai adalah Perikanan Tangkap Skala Kecil atau tradisional. Nelayan di Kota Dumai didominasi oleh nelayan utama. Kapal yang digunakan terdiri atas beberapa jenis, yaitu kapal motor (KM) ukuran 5-30 GT, motor tempel (MT) ukuran 5 GT, perahu tanpa motor (PTM), dan nelayan tanpa perahu (NTP). Alat tangkap yang digunakan terdiri atas alat tangkap aktif, pasif, dan statis.
PENGARUH KONSENTRASI RUMPUT LAUT DAN DAUN KELOR TERHADAP KUALITAS MASKER GEL Yordhania, Framita; Agustini, Tri Winarni; Susanto, Eko
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.14.87-99

Abstract

Beberapa jenis rumput laut dan tumbuhan tertentu merupakan sumber antioksidan bagi industri kosmetik. Masker gel peel off merupakan salah satu kosmetik kecantikan perawatan kulit wajah. Bahan utama masker gel peel off adalah senyawa antioksidan yang berasal dari rumput laut T. conoides dan daun kelor M. oleifera L. Senyawa antioksidan dapat menghambat radikal bebas pada kulit serta mampu merawat dan meremajakan kulit wajah. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan pengaruh penambahan rasio yang berbeda antara bubuk rumput laut T. conoides dan bubuk M. oleifera L terhadap kualitas fisik dan kimia masker gel peel off serta untuk mengetahui rasio terbaik. Penelitian ini bersifat experimental laboratories dengan model RAL satu faktor. Perlakuan penelitian ini menggunakan perbedaan rasio T. conoides: M. oleifera L yaitu R0 (0:0), R1 (1:3), R2 (1:1), dan R3 (3:1) dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian didapatkan uji iritasi 2,6-3,8 menunjukkan bahwa tidak menimbulkan iritasi terhadap kulit; nilai pH 5,28-6,09; nilai viskositas 8.193,33-29.416,66 cps; nilai lama waktu pengering 9-23,33 menit; nilai aktivitas antioksidan IC50 9.514,35-99.683,20 mg/L; dan hedonik 4,73-8,20. Data tersebut menunjukkan bahwa penambahan perbedaan rasio antara T. conoides dan M. oleifera L mempunyai pengaruh terhadap penurunan pH, nilai viskositas, meningkatkan nilai aktivitas senyawa antioksidan masker gel peel off, nilai iritasi, hedonik, dan lama pengeringan. Rasio terbaik yaitu pada perlakuan R1 (T. conoides 5% dan M. oleifera L 15%).
KECERAHAN IKAN GUPPY (Poecilia reticulata) DENGAN PEMBERIAN TEPUNG BUNGA MARIGOLD (Tagetas erecta) PADA PAKAN KOMERSIL Habmarani, Nurrenze; Lumbessy, Salnida Yuniarti; Marzuki, Muhammad
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.14.73-85

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung bunga marigold pada pakan komersil terhadap kecerahan warna ikan guppy. Penelitian ini dilaksanakan selama 50 hari, dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu: P1 (kontrol), P2 (tepung bunga marigold 0,5%), P3 (tepung bunga marigold 1%), dan P4 (Tepung bunga marigold 1,5%). Penelitian diawali dengan pembuatan tepung bunga marigold, dicampurkan pada pakan pelet sesuai perlakuannya. Pakan selanjutnya diuji secara biologis pada ikan guppy yang dibudidayakan. Parameter yang diukur adalah berat mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, kelangsungan hidup, kandungan karotenoid, dan kecerahan warna. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bunga marigold pada pakan komersil dapat meningkatkan kecerahan warna pada ikan guppy dan mempengaruhi kelangsungan hidup (SR) (P<0,05), namun tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan rasio konversi pakan (FCR) (P>0,05). Penambahan tepung bunga marigold pada pakan komersil sebesar 1,5% (P4) dapat meningkatkan karotenoid ikan guppy sebesar 13,80 µmol/g, didukung oleh nilai redness (a*) sebesar 31,37, yellowness (b*) sebesar 37,68, lighteness (L*) sebesar 28,25, hue sebesar 58,15, dan tingkat kelangsungan hidup 93%±0,06.
AKUMULASI LOGAM BERAT TEMBAGA DAN TIMBAL PADA MANGROVE Rhizopora mucronata DI KARANGSONG, INDRAMAYU Samosir, Agustinus M; Syarifah, Meilita; Sulistiono, Sulistiono
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.14.101-112

Abstract

Mangrove memiliki banyak fungsi ekologis salah satunya dapat menyerap, mengangkut, dan menimbun materi termasuk zat-zat toksik. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kandungan logam berat Cu dan Pb dalam sedimen, akar, dan daun pohon mangrove Rhizopora mucronata. Konsentrasi Cu di sedimen telah melebihi baku mutu menurut Reseau National d’Observation (RNO). Kandungan Cu dan Pb pada akar lebih besar dibandingkan pada daun, begitu pula dengan nilai faktor biokonsentrasinya, BCF tertinggi yaitu BCF Pb pada akar sebesar 1,3116, sementara BCF Cu pada akar sebesar 0,5609. Hal tersebut mengindikasikan daya akumulasi akar jauh lebih tinggi daripada daun. Nilai Faktor Translokasi (TF) tertinggi dicapai oleh Pb yaitu sebesar 0,4075 sedangkan terendah pada Cu sebesar 0,3341. Translokasi logam dari akar ke daun untuk logam esensial (Cu) lebih rendah dibandingkan pada logam non esensial (Pb), hal tersebut menunjukkan bahwa mangrove menggunakan logam tersebut untuk aktivitas metabolisme dan pertumbuhan. Kemampuan mangrove dalam mengakumulasi logam berat ini masuk ke dalam kategori rendah menurut indeks faktor konsentrasi.
PERUBAHAN GARIS PANTAI AKIBAT ADANYA BREAKWATER DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, INDONESIA Roberto Patar Pasaribu; Larasati Putri Hapsari; Anthon Anthonny Djari; Abdul Rahman; Anasri Tanjung; Fany Arsanti Kapitan
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.14.125-136

Abstract

Garis pantai pada umumnya mengalami perubahan posisi dari waktu ke waktu akibat adanya abrasi dan sedimentasi. Perubahan garis pantai dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya akibat adanya bangunan pantai. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan garis pantai akibat adanya bangunan pantai breakwater di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Metode pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan teknologi penginderaan jauh. Dari hasil pengolahan dan analisis data citra satelit Landsat 7 dan 8 dari tahun 2010 sampai tahun 2017 terdapat endapan sedimen atau akresi di pantai Pulau Pramuka akibat adanya bangunan breakwater. Luas endapan sedimen yang terjadi pada tahun 2010 sebesar 7.731 ha, pada tahun 2015 sebesar 7.974 ha, sedangkan pada tahun 2016 sebesar 5.285 ha dan pada tahun 2017 sebesar 5.387 ha. Timbulnya endapan sedimen di pinggiran pantai akibat breakwater ini mengakibatkan terjadinya perubahan garis pantai di sekitar Pulau Pramuka.
KALSIUM OKSIDA CANGKANG KERANG SEBAGAI MATERIAL REAKSI EKSOTERMIS KEMASAN PEMANAS SENDIRI UNTUK PANGAN DARURAT LOKAL Bambang Riyanto; Wini Trilaksani; Nur’afni Rahmaeni
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.14.137-147

Abstract

Konsep pangan darurat di Indonesia belum sepenuhnya memperhatikan aspek pemenuhan kecukupan gizi dan model pangan yang sesuai, termasuk potensi pangan lokal. Pengembangan kemasan pemanasan sendiri dengan reaksi eksotermik sebagai respons terhadap tuntutan modern akan kepraktisan dan higienitas masih belum dilakukan. Di sisi lain, terdapat potensi kalsium oksida cangkang kerang sebagai sumber material pemanas eksotermik yang menjanjikan. Penelitian bertujuan menentukan reaktan kalsium oksida yang diperoleh dari limbah cangkang kerang darah untuk digunakan sebagai kemasan pemanasan sendiri dengan reaksi eksotermik pada pangan darurat lokal bubbor paddas. Tahapan penelitian meliputi pembuatan dan penentuan karakteristik bubbor paddas sebagai pangan darurat lokal sesuai asupan harian, kalsinasi kalsium oksida dari cangkang kerang darah, serta perancangan dan penentuan karakteristik kemasan pemanasan sendiri dengan reaksi eksotermik untuk pangan darurat lokal. Bubbor paddas sebagai model pangan darurat lokal yang dihasilkan, memiliki takaran saji 380 g dengan asupan harian 510 kilokalori energi. Kalsium oksida yang diperoleh dari kalsinasi cangkang kerang darah pada suhu 900°C selama 4 jam memiliki kristalisasi yang menghasilkan perubahan energi (entalpi) sebesar -312,20 J/g dan -21,30 J/g, dengan pelepasan panas yang bersifat eksotermik. Melalui perbandingan 1:2 dengan air dan nilai pH 11,68±0,49, kemasan pemanasan sendiri dengan reaksi eksotermik ini mampu menghasilkan panas 6,72 kilojoule atau dapat memanaskan bubbor paddas hingga suhu 28°C setelah menjalani waktu 40 menit untuk mencapai kestabilan suhu.
PENGARUH PENAMBAHAN SKEG TERHADAP OLAH GERAK DAN HAMBATAN KAPAL NELAYAN DI PELABUHAN PERIKANAN PUGER, JEMBER Hery Indria Dwi Puspita; Ahmad Yasim; Rudianto Rudianto; Robertoes Koekoeh Koentjoro Wibowo; Ramli Firdaus Kusnadi; Muhamad Arju Nabilul Akmal
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.14.169-179

Abstract

Kapal ikan merupakan kapal yang digunakan melakukan aktivitas penangkapan ikan, pengangkutan ikan, dan lain-lain. Kapal penangkap ikan di Puger memiliki ciri khas tersendiri yang mana memiliki bentuk lambung gemuk dan lebar. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kapal dalam olah geraknya. Namun, akan berdampak pada besarnya resistance kapal. Sehingga diperlukan komponen sebagai peredam gerakan kapal tanpa membuat bentuk lambung kapal yang gemuk dan lebar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kapal dalam kondisi perairan laut lepas terutama di Perairan Puger, sebagai landasan terkait uji karakteristik hidrodinamika pada kapal ikan di Perairan Puger dengan menambahkan komponen skeg guna meminimalisir terjadinya kecelakaan kapal oleng di masa yang akan datang. Obyek penelitian ini menggunakan model kapal yang sudah beroperasi dan kemudian dilakukan penggambaran ulang serta dimodifikasi dengan penambahan skeg yang selanjutnya dilakukan analisis hidrodinamika kapal diantaranya hambatan dan olah gerak kapal dengan menggunakan metode numerik. Sehingga diperoleh hasil hambatan dan olah gerak kapal dari pengembangan variasi lambung kapal ikan yang lebih baik 86-98% daripada tanpa menggunakan skeg. Penggunaan skeg terhadap karakteristik hambatan dan olah gerak kapal yang lebih baik yang sesuai dengan wilayah Perairan Puger.