cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019" : 16 Documents clear
ANALISIS KONSEP SPIRITUAL SEBAGAI MEDIA UNGKAP PADA BAHASA RUPA KARYA LUKIS I NENGAH KISID Lalu Aswandi Mahroni G; Lalu Purnama Zulkarnaen
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geliat seni lukis Lombok hingga saat ini tidak pernah terdengar gaungnya pada perkembangan nasional seni rupa. Dalam kegiatan berkesenian, Lombok memiliki perkembangan yang baik bagi dunia seni pertunjukan. Dalam ranah seni rupa, Lombok memiliki perkembangan seni kerajinan yang bisa dilihat pada hasil-hasil seni kerajinan gerabah, tenun, anyaman dan sejenisnya yang telah mendunia. Hal tersebut tidak diimbangi dengan perkembangan seni lukis. Seni lukis di Lombok ada dan berkembang melalui perpindahan penduduk yang menetap di Lombok, nama-nama yang terkenal dan aktif dalam perkembangan seni lukis Lombok seperti diketahui berasal dari sebagian besar wilayah Bali sehingga tokoh-tokoh seperti I Nyoman Pengsong, Lingsarta, I Gusti Lanang Arka, dan lain-lain sudah menjadi nama ikon pelukis Lombok. I Nengah Kisid pun demikian, hadir dan menetap menjadi penduduk Lombok dan mengembangkan seni lukisnya. I Nengah Kisid merupakan salah satu tokoh seni lukis Lombok, perannya dalam mengembangkan seni lukis di Lombok didasarkan pada kesadaran beliau dalam memperkenalkan seni lukis bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi melalui analisis karya seni lukis dan ketokohan I Nengah Kisid sebagai upaya pengembangan kepustakaan terkait referensi seni rupa. Metode yang digunakan dengan cara interview (wawancara), observasi, dan pengumpulan data gabungan. Penelitian ini juga bertujuan mengkaji secara mendalam bagaimana bahasa rupa yang terdapat dalam karya I Nengah Kisid. Tema spiritualitas menjadi tema sentral dalam transformasi ide menjadi sebuah karya, sehingga untuk memahami karya dilakukan pengamatan secara kontekstual dan mendalam.
POTENSI JENIS OBESITAS DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA KELOMPOK WANITA Murtiana Ningsih; Rohmiatun
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Ampenan sebesar 15% di tahun 2018, Jumlah kasus tertinggi berada di Kelurahan Bintaro yaitu sebesar 48 kasus. Jenis Obesitas dibedakan menjadi dua yaitu obesitas sentral dan ginoid.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Jenis Obesitas dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi Pada Kelompok Wanita Usia 30-45 Tahun di Kelurahan Bintaro Wilayah Kerja Puskesmas Ampenan Tahun 2019. Metode yang digunakan yaitu observasional analitik, dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 120 orang dimana besar sampel sebanyak 55 orang. Pengambilan sample dengan metode Simple Random Sampling. Metode analisis menggunakan uji statistic Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel jenis obesitas mempunyai nilai p value 0,002 < α = 0,05 dengan kejadian hipertensi sedangkan hasil analisis aktivitas fisik wanita usia 30-45 tahun menunjukkan nilai p value 0,000 < α = 0,05 dengan kejadian hipertensi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan jenis obesitas dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada wanita usia 30-45 Tahun di Kelurahan Bintaro Wilayah Kerja Puskesmas Ampenan Tahun 2019. Jenis obesitas sentral lebih berisiko terkena hipertensi dibandingkan dengan jenis obesitas ginoid. Disarankan kepada Kepala Puskesmas Ampenan untuk meningkatkan promosi kesehatan melalui pendekatan keluarga kepada masyarakat.
DAMPAK SOSIALISASI TABLET TAMBAH DARAH (TTD) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEJADIAN ANEMIA PADA SISWI DI KABUPATEN KARANGASEM, PROVINSI BALI Ida Ayu Eka Padmiari; Pande Putu Sri Sugiani; Ni Nengah Ariati
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia gizi terutama disebabkan oleh kekurangan zat besi adalah kelainan nutrisi yang paling umum terjadi di negara berkembang dan epidemi. Situasi ini membawa dampak keseluruhan terbesar dalam hal masalah kesehatan. Anemia defisiensi besi sangat rentan terhadap remaja putri karena meningkatnya kebutuhan zat besi selama pertumbuhan. Selain itu, kehilangan darah saat menstruasi juga meningkatkan risiko anemia. Pada wanita usia subur, anemia gizi dikaitkan dengan fungsi reproduksi yang buruk, tingginya angka kematian ibu (10-20% dari total kematian), peningkatan kejadian BBLR (berat bayi <2,5 kg saat lahir), dan gizi buruk intrauterine. Tujuan Umum Mengetahui Dampak Tablet Tambah Darah (TTD) Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Terjadinya Anemia Pada Remaja Putri di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan disain cross sectional. Penelitian dilakukan di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Populasi penelitian adalah siswa SMA dan SMK di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Sampel adalah bagian dari populasi yang memenuhi kriteria berjumlah 84 siswi. Data diperoleh sejak persiapan dan pelaksanaan diolah dengan program perangkat lunak komputer dengan analisis statistik univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan Tingkat pengetahuan siswi tentang TTD dan anemia sudah sangat baik dimana 25 siswi (29,8%) mempunyai pengetahuan baik, 52 siswi (61,9%) dengan tingkat pengetahuan cukup dan hanya 7 orang (8,3%) dengan tingkat pengetahuan kurang. Siswi yang mengalami anemia sebesar 22,6% sedangkan 77,4% tidak anemia dari 84 siswi dan dampak sosialiasasi TTD yang diberikan adalah terjadi penurunan prevalensi dibandingkan data nasional yang awalnya 26,7% menjadi 22,6%.
PEMANFAATAN POTENSI TEPUNG DAUN ASHITABA (Angelica keiskei) SEBAGAI FITOBIOTIK DALAM PAKAN TERHADAP PRODUKTIFITAS AYAM BROILER Dina Oktaviana; Gusti Ayu Esty Windhari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ashitaba merupakan tanaman multi fungsi karena kaya akan vitamin, mineral, asam amino, unsur mineral, maupun zat aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan potensi tepung daun Ashitaba sebagai sumber fitobiotik dalam pakan terhadap produktifitas ayam broiler. Sebanyak 25 ekor ayam broiler unsexd umur sehari yang diproduksi oleh PT. Malindo Tbk dipelihara selama 35 hari dalam kandang individu ukuran 40 x 40 cm. Perlakuan berupa penambahan tepung daun Ashitaba dalam pakan basal degan level yang berbeda yaitu; P0 (0% Tepung daun Ashitaba + 98% Pakan Basal + 2% Filler); P1 (0,5% Tepung daun Ashitaba + 98% Pakan Basal + 1,5% Filler); P2 (1% Tepung daun Ashitaba + 98% Pakan Basal + 1% Filler); P3 (1,5% tepung daun Ashitaba + 98% Pakan Basal + 0,5% Filler) dan ;P4 (2% Tepung daun Ashitaba + 98% Pakan Basal + 0% Filler). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola searah degan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis degan sidik ragam dan bila terdapat perbedaan yang nyata maka akan diuji lanjut degan Uji Jarak Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Tepung Daun Ashitaba sampai degan level 2% tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan akan tetapi berpengaruh nyata mampu meningkatkan pertambahan bobot badan (P>0,05) serta bobot potong (P>0,05), dan menurunkan angka konversi pakan (FCR) (P>0,05). Level P3 degan pemberian tepung daun Ashitaba 1,5% dalam pakan basal memberikan respon terbaik.
KARAKTERISASI ASAM LEMAK HIDROKSAMAT DARI MINYAK KELAPA Muhsinun
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam lemak hidroksamat (FHA) mempunyai banyak manfaat dan merupakan senyawa yang bernilai ekonomis tinggi. Kompleksnya dengan beberapa ion logam telah digunakan dalam kimia analitik sebagai reagen untuk gravimetri, spektrofotometri logam, pengkhelat untuk mineral bumi yang langka dan untuk pengekstrak ion-ion logam dari fase air. Oleh sebab itu, sangat perlu dilakukan sintesis FHA dengan bahan dasar yang mengandung asam lemak ini. Salah satu sumber asam lemak adalah minyak kelapa sehingga berpotensi sebagai bahan baku sintesis FHA. Tujuan dari penelitian ini, yaitu sintesis FHA dari minyak kelapa yang dilakukan dengan cara enzimatis dan karakterisasi dari FHA yang dihasilkan. Adapun tahapan penelitian meliputi tahap sintesis, tahap pemurnian dan tahap karakterisasi. Dari hasil penelitian diperoleh persentase hasil sintesis FHA dari minyak kelapa adalah 51.90%. Jumlah gugus asam hidroksamat dalam 1 gram sampel kering FHA adalah 3.04 mmol. Berdasarkan hasil analisis uji warna dengan CuSO4 dan FeCl3 didapatkan warna kompleks yang khas untuk kedua logam tersebut dengan FHA yaitu warna hijau dan merah tua. Sedangkan dari analisis FTIR, didapatkan spektrum gugus fungsi asam hidroksamat dari sampel FHA.
ANALISIS PENGARUH PERAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) TERHADAP PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DESA MIDANG KECAMATAN GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT Muhammad Habibullah Aminy; Muh. Zulfiqri Syahmat; Sulaeman
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa.Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui analisis pengaruh peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Midang Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Desa Midang Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Metode pengambilan sampel menggunakan judgement sampling dengan sampel sebanyak 40 responden. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana dengan SPSS 18.0 sebagai alat analisis.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Peran BUMDesterhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Midang Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Hal ini dilihat dari hasil Uji-t yang memiliki nilai thitungsebesar 6.958 dengan sig. t sebesar 0,000 (p <0,05). Ini berarti bahwa hipotesis diterima.
FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK TERITORIALITAS DI PERMUKIMAN KAMPUNG JAWA- KOTA DENPASAR Ni Ketut Ayu Intan Putri Mentari Indriani
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini Kampung Jawa merupakan salah satu permukiman padat penduduk yang terdapat di Kota Denpasar. Penduduk yang tinggal di wilayah ini dulunya merupakan pendatang yang kemudian diberikan lahan oleh Raja Pemecutan. Seiring dengan perkembangan penduduk asli di wilayah tersebut dan juga bertambahnya pendatang, tentu kebutuhan ruang juga semakin tinggi. Hal tersebut mengakibatkan penduduk setempat melakukan ekspansi-ekspansi ruang terutama terhadap ruang yang ada di sekelilingnya. Fenomena ini dalam ranah arsitektur disebut dengan teritorialitas. Secara teori, teritorialitas adalah sesuatu yang berkaitan dengan ruang fisik, tanda, kepemilikan, pertahanan, penggunaan yang eksklusif, personalisasi dan identitas (Edney dalam Laurens, 2004:124). Melihat adanya fenomena teritorialitas yang terjadi di Kampung Jawa, maka peneliti melakukan penelitian ini dengan bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor pembentuk teritorialitas yang dilakukan oleh penduduk Kampung Jawa. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2016 hingga Februari 2017. Metode penelitian dilakukan dengan cara melakukan observasi lapangan dan wawancara terhadap pihak terkait. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari penelitian ini didapatkan bahwa dasar perilaku teritorial, luas dan ketersediaan lahan, waktu, kapasitas psikologi, serta pengalaman keruangan merupakan faktor-faktor pembentuk dari teritorialitas yang dilakukan oleh penduduk setempat. Selain itu juga ditemukan adanya keanekaragaman teritorialitas di lingkungan permukiman yang disebabkan oleh faktor personal, faktor situasional, faktor estetika, faktor ketidaksengajaan atau keinginan untuk memiliki dan faktor kedekatan individu atau kelompok pengguna.
KAJIAN PERMUKIMAN TRADISIONAL DI LINGKUNGAN GERISAK Erna Wijayanti Rahayu
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman tradisional yang ada di Lingkungan Grerisak tidak terlepas dari permasalah prasarana yang mempengaruhi terhadap pengelolaan lingkungan permukiman. Penelitian ini mengenai bagaimana ketersediaan prasarana permukiman tradisional di Linkungan Gerisak dan bagaimana konsep akademik strategi penataan permukiman tradisional yang ada di Lingkungan Gerisak. Tujuan dari pelitian ini menganalisis ketersedian prasarana permukiman tradisional dan merumuskan konsep akademik strategi penataan permukiman tradisional di Lingkungan Gerisak. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis secara secara deskriptif kuatitatif mengenai ketersediaan infrastruktur pada permukiman tradisional di Lingkungan Gerisak berdasarkan hasil survey yang selanjutnya disusun arahan penataan permukiman melalui metode SWOT. BerdasarkanStandar Nasional Indonesia nilai ketersediaan infrastrukur di Lingkungan Gerisak persentase nilai ketersediaan total nilai 401.5%. Arahan penataan permukiman tradisional di Lingkungan Gerisak dalam bentuk kuadran dengan strategi yang diterapkan dalam penataan permukiman nanti adalah memaksimalkan faktor kekuatan (strenght) dengan memamfaatkan faktor peluang (opportunities) dari potensi yang ada di kawasan permukiman. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk terwujudnya kawasan permukiman yang layak dalam lingkungan yang sehat, aman, serasi dan teratur.
INOVASI PELAYANAN KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN KLINIK BAITUSSYIFA QAMARUL HUDA BAGU LOMBOK TENGAH Muhamad Adnan
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi klinik dalam pelayanan kesehatan merupakan salah satu strategi pemasaran pelayanan kesehatan jasa yang lebih baik karena tantangan layanan kesehatan bersifat sangat konpleks, kompleksitas itulah yang selalu menghasilkan berbagai ide selain menghasilkan kebaruan dalam suatu pembaruan inovasi antara lain dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta dapat melayani masyarakat dengan lebih baik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif (menjelaskan kondisi objek dengan cara- cara ilmiah) dengan informasi sebanyak 9 (sembilan) orang yang dipilih berdasarkan pandangan dari penulis bahwa informasi tersebut memiliki pengatahuan dan informasi mengenai masalah yang penulis teliti antara lain: kepala pelayanan kesehatan, pegawai klinik, masyarakat pengguna layanan (pasien), tokoh masyarakat. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa ; observasi dan dokumentasi serta dikembangkan dengan wawancara terhadap informasi. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa inovasi pengelola klinik dalam pelayanan kesehatan 24 jam di Desa Bagu bisa dikategorikan pelayanan yang baik dan maksimal, karena berdasarkan hasil pemantauan dan wawancara yang dilakukan kepada masyarakat, tokoh masyarakat dan pengguna layanan (pasien) kesehatan dirasakan pelayanan sangat baik dan maksimal.
KESESUAIAN LAHAN UNTUK AKTIVITAS WISATA DI KAWASAN EMBUNG BUAL, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Kornelia Webliana B; Diah Permata Sari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 5 No. 3 (2019): September 2019
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Embung Bual merupakan salah satu atraksi wisata yang memiliki daya tarik yang cukup tinggi di desa Aik Bual, Kabupaten Lombok Tengah. Aktivitas wisata yang dapat dilakukan di sekitar kawasan ini yaitu berrekreasi, piknik, kemping, dan kegiatan wisata berbasis ekologi seperti pengamatan satwa liar dan soft trekking di dalam kawasan hutan. Pengembangan wisata Embung Bual harus mempertimbangkan sifat fisik lingkungan, dan salah satu faktor penting yang menentukan kesesuaian komponen lingkungan untuk suatu kegiatan wisata adalah faktor lahan. Oleh karena itu penting dilakukan kajian dengan tujuan menganalisis kesesuain lahan untuk aktivitas wisata di sekitar kawasan Embung Bual. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan unit analisis pada penelitian ini yaitu elemen landskap tempat aktivitas wisata di sekitar kawasan Embung Bual. Hasil penelitian menunjukan keseluruhan area yang ditentukan untuk berkemah pada kawasan wisata Embung Bual sesuai apabila digunakan untuk kegiatan berkemah. Hasil penilaianlahan bangunan pada area rekreasi memiliki kesesuaian sedang hingga sesuai, dengan demikian perlu dilakukan peningkatan atau penataanfisik seperti mengatur kemiringan lahan, kedalaman batuan dasar agar benar–benar sesuai untuk mendukung aktivitas rekreasi di sekitar kawasan Embung. Penilaian lahan untuk area bermain memiliki kriteria sedang sampai sesuai dan perlu dilakukan penataan pada kemiringan lahan, tekstur tanah permukaan dan kebatuanguna mengoptimalkan kawasan bermain sebagai wisata pendukung di sekitar Embung Bual. Penilaian lahan untuk area piknik menunjukan masih tergolong dalam kriteria sesuai jika digunakan tetapi perlu dilakukan pembersihan dan perbaikan pada tekstur tanah permukaan di sekitar area piknik.

Page 1 of 2 | Total Record : 16