cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
+6281329380937
Journal Mail Official
jurnalstupa@ft.untar.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara Kampus 1, Gedung L, Lantai 7 Jl. Letjend. S. Parman No. 1, Jakarta Barat 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
ISSN : 26855631     EISSN : 26856263     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/stupa
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (STUPA)
Articles 78 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019): APRIL" : 78 Documents clear
TAMAN EDUKASI Dorin Joe; Mieke Choandi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3952

Abstract

Budaya Jakarta merupakan budaya mestizo, atau sebuah campuran budaya dari beragam etnis. Salah satu permasalahan yang tengah dihadapi oleh warga Jakarta belakangan ini adalah mengenai perilaku masyarakat yang masih memiliki pendidikan yang kurang atau tidak semua tinggi, sehingga gejolak dalam politik pun terjadi. Gejolak permasalahan politik ini berlari kearah permasalahan agama agar masyarakat lebih mudah untuk dihasut atau diarahkan demi kepentingan para politikus. Oleh karena itu hiburan yang akan diberikan kepada masyarakat menangani permasalahan ini adalah dengan cara menyediakan tempat hiburan yang mengedukasi sekaligus memberi kesenangan kepada semua lapisan masyarakatnya, dan dapat berbaur dengan semua jenis kalangan masyarakat yang ada di Jakarta.
PERTUNJUKAN KESENIAN BETAWI MILENIAL Steven Steven; Suryono Herlambang
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3991

Abstract

Marunda adalah kelurahan di kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Merupakan daerah di Jakarta yang penduduknya masih melestarikan rumah tradisional Betawi. Seni dan Budaya asli penduduk Jakarta atau Betawi yang berada di Cilincing dapat dilihat mereka sebagian masi menggunakan bahasa Betawi dan wisatawan dapat menyaksikan pertunjukan Betawi atau rumah kebaya, tetapi sayangnya mereka tidak memiliki satu tempat yang menaung mereka untuk melestarikan kebudayaan Betawi itu sendiri. Kebudayaan Betawi yang mulai terlupakan dan tersingkir disebabkan perkembangan Jakarta yang pesat menjadi pusat perekonomian dan banyak orang dari berbagai daerah suku ras dan budaya yang masuk ke Jakarta secara bersamaan dan secara tidak sadar menyingkirkan kebudayaan asli Jakarta yaitu Betawi, pelestarian budaya Betawi sangatlah di perlukan untuk identitas kota Jakarta maupun sebagai salah satu pelestarian budaya di Indonesia yang patut dipertahankan. Pengusulan program ‘Pertunjukan Kesenian Betawi Milenial’ memiliki tujuan mengangkat kembali kebudayaan Betawi untuk tujuan pariwisata menonjolkan identitas kota Jakarta, menaikan dan mengembangkan kawasan Marunda sebagai lokasi Tradisional Betawi dan menghidupkan kawasan Mauara Angke dari segi wisata dan perekenomian kawasan, membangun pusat kesenian Betawi di kawasan Betawi Pesisir dan mewakili wajah utama Jakarta dari sektor kebudayaan. Pengalaman wisatawan yang akan dibuat belajar sambil bersenang-senang sambil belajar tentang kebudayaan Betawi dengan konsep yang baru dengan unsur teknologi dan melakukan interaksi antara pemain dan pengunjung untuk meberikan kesan yang berbeda dari petunjukan kesenian lain yang sudah ada mereka hanya memportontonkan tanpa melakukan interaksi kepada penonton dan dapat dinikmati semua kalangan. Nantinya bangunan kesenian Betawi ini diharapkan akan memajukan dan meningkatkan perekonomian warga sekitar. 
GALERI SENI RUPA KONTEMPORER Brm Suryo Cahyo Sulistyohadi; Lina Purnama
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3809

Abstract

Peran seni merupakan segala sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan sehingga mampu membangkitkan perasaan orang lain. Namun kurangnya wadah seni yang interaktif berdasarkan teknologi modern, dengan menggunakan konsep edutainment dan yang dapat menampung sebuah pameran seni kontemporer dalam skala besar masih dapat terbilang sedikit banyak ruang serbaguna yang di gunakan sebagai tempat pameran seni. Oleh karena itu penulis melakukan pendekatan Architourism pada isu perancangan dengan menggunakan dasar standar galeri dan mempunyai studio interaktif yang berfungsi sebagai sarana memperkenalkan budaya dan seni kontemporer dengan cara yang lebih modern yang dapat melibatkan pengunjung untuk lebih interaktif dengan media teknologi yang sedang berkembang dan memberikan pengalaman yang berbeda. Perancangan Galeri Seni Rupa Kontemporer di Cikini, Jakarta Pusat ini mempunyai konsep memberikan pengalaman baru untuk menikmati sebuah karya seni dengan media yang berbeda-beda dan memberikan ruang publik yang dapat di pergunakan untuk berinteraksi dan bersantai.
PUSAT PAGELARAN KESENIAN BETAWI Emilia Yustiana; Martin Halim
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3969

Abstract

DKI Jakarta, kota metropolis dan kota multicultural di Indonesia, sesuai dengan peraturan pemerintah memiliki pengembangan kota sebagai sebuah tempat tujuan wisata dan budaya dengan standar internasional. Sesuai dengan tema Architourism in metropolis, penulis mengangkat Betawi sebagai identitas Kota Jakarta yang akan mendukung tujuan pemerintah dalam menjadikan Jakarta sebagai kota wisata dan budaya. Dalam perkembangan kota metropolis Jakarta yang semakin modern, diperlukan sebuah tindakan dalam menanamkan dan mengingatkan kembali suku Betawi yang sudah semakin tersisih, nyatanya kesadaran sebagai orang Betawi di Jakarta pada awal pembentukan kelompok etnis itu juga belum mengakar. Maka itu penulis memeutuskan untuk mendesain sebuah Ruang Atraksi berupa Pusat Pagelaran Kesenian Betawi, yang dapat menjadi ruang bagi kelompok masyarakat atau sanggar untuk mementaskan atraksi budaya tersebut. Diharapkan ruang atraksi ini dapat memperkenalkan dan dapat mengangkat kembali budaya Betawi dalam memenuhi visi-misi pemerintah DKI Jakarta sebagai kota pariwisata bertaraf internasional. 
GALERI SENI DAUR ULANG SAMPAH DI JAKARTA Selly lim; Diah Anggraini
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3993

Abstract

 Jakarta merupakan kota metropolitan yang padat dan mempunyai beraneka macam kegiatan seharusnya memiliki pendaur ulangan sampah yang baik dan kesadaran masyarakat tentang daur ulang sampah. Aspek ini  merupakan salah satu hal yang dianggap penting karena memengaruhi kualitas hidup masyarakat dan lingkungannya. Seharusnya sampah dapat lebih dimanfaatkan kembali atau dijadikan produk baru yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis. Perspektif tentang sampah yang negatif dapat berubah dengan tambahan aspek kreatifitas yang dapat menciptakan berbagai jenis produk dengan nilai jual dan nilai seni. Kawasan Sunda Kelapa sebagai salah satu tempat wisata bahari yang terkenal namun kurang terawat, salah satu penyebabnya adalah sampah yang berserakan menumpuk. Tindakan diwujudkan dengan mengusulkan sebuah wadah pendaur ulangan sampah dalam bentuk galeri untuk pameran benda-benda seni terbuat dari sampah dan bengkel kerja kerajinan tangan dari sampah terutama kertas, plastik, kaca dan metal. Pameran ini sebagai salah satu cara untuk menyentuh masyarakat tentang edukasi persampahan dan menjadi tempat wisata baru yang berhubungan dengan tempat wisata lain disekitarnya sekaligus memecahkan permasalahan sampah di lingkungan dan workshop yang menciptakan barang-barang kreatif dan keunikan yang dapat menarik para pengunjung. Lokasi tapak berada di antara Museum Bahari dan Pelabuhan Sunda Kelapa membentuk linkage dengan kawasan Kota Tua yang menjadikan potensi tapak sebagai objek wisata. Dengan adanya linkage dengan bangunan-bangunan kota tua, hal ini dapat dijadikan dasar metode desain yang akan diterapkan dalam pembentukkan massa dan penggunaan material. Dengan memanfaatkan linkage akan menciptakan bangunan yang selaras dengan bangunan sekitar.
PENGALAMAN RUANG MELALUI LIMA INDERA Anita Hartati; Agustinus Sutanto
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3807

Abstract

Jakarta, sang metropolis, saat ini adalah tempat bernaung bagi 10 juta penduduk Indonesia. Sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan, Jakarta menarik banyak perhatian orang di luar kota untuk datang dan menetap di dalamnya sehingga membuat kota ini begitu padat. Selain padat akan penduduk, Jakarta juga padat akan bangunan, kendaraan dan polusi udara. Lingkungan seperti ini membuat penduduknya jarang merasa nyaman. Ditambah dengan masalah kehidupan pribadi membuat beban berat pada kondisi psikologis manusianya.Tidak heran jika penduduk kota Jakarta akrab dengan yang namanya stres. Manusia menggunakan lima indera sebagai alat untuk mengenal dunia. Mata untuk melihat, hidung untuk bernapas, telinga untuk mendengar, lidah untuk mengecap dan kulit untuk meraba. Saat ini di kota Jakarta kelima indera ini tidak lagi di stimulasi dengan pengalaman yang membuat nyaman. Sebut saja kebisingan dari klakson kendaraan yang memenuhi jalanan sehingga memekakkan telinga juga polusi udara yang penduduk Jakarta hirup setiap harinya. Untuk itu penulis mengkaji dan menganalis mengenai arsitektur dan interior yang dapat membuat manusia merasa nyaman. Sebagai tempat wisata Five Senses Experience ingin memberikan suatu pengalaman ruang melalui lima indera yang berbeda dari kehdupan sehari-hari di Jakarta. Melalui desain program wisata yang berupa perjalanan spiritual, tempat wisata ini diharapkan dapat menjadi alat coping stres bagi para pengunjung sehingga pikiran menjadi tenang dan damai.
WISATA INTERAKTIF RAMAH LINGKUNGAN Reza Tanikara; Franky Liauw
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/.v1i1.3987

Abstract

Pertumbuhan jumlah pengguna sosial media dalam waktu singkat telah meningkat sangat pesat terutama di kota urban seperti Jakarta. Kurangnya interaksi masyarakat dengan alam dapat mengancam kestabilan kesehatan mental masyarakat, rendahnya interaksi tersebut antara lain dikarenakan kondisi fasilitas wisata ekologi yang ada masih kurang. Menghadapi permasalahan di atas, penulis mengusulkan pembangunan wisata interaktif ramah lingkungan yang ingin menggabungkan antara manusia dengan alam. Architourisme merupakan topik penting yang diangkat untuk membantu menyelesaikan permasalahan wisata kota. Pendekatan ini diterapkan pada waduk Ria-Rio, yang merupakan salah satu lahan terbuka hijau terbesar di Jakarta Timur yang bertujuan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengimpilemtasikan hiburan yang interaktif dan menyenangkan. Maka penulis menambahkan fungsi wisata dalam bidang edukasi, resort, dan interaksi. Fasilitas akan berisi ruang yang dibutuhkan pengunjung yang ingin berinteraksi langsung dengan alam baik flora maupun fauna. Sehingga penulis menghasilkan ide solusi berupa fasilitas wisata ekologi yang terintegrasi dengan alam. Fasilitas wisata akan menggunakan konsep alami yang bisa dirasakan oleh pengunjung dari segi fungsi dan komposisi massa.
RUMAH WISATA BULUTANGKIS Yohanes Santoso; Alvin Hadiwono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4003

Abstract

Olahraga bulutangkis merupakan olahraga yang sangat dikenal masyarakat luas setelah sepak bola. Bulutangkis di Indonesia sendiri adalah salah satu pesaing yang selalu diunggulkan di kejuaraan tingkat dunia. Peran masyarakat dalam membentuk mental juara adalah hal yang sangat penting terutama dalam pencarian bibit unggul untuk regenerasi.Berbagai prestasi telah diraih oleh para atlet bulutangkis Indonesia, namun sangat di sayangkan prestasi tersebut belum membuat masyarakat dan pemerintah untuk menghargai secara lebih dengan apa yang telah diraih. Sejarah dan prestasi merupakan sebuah momentum yang harus diabadikan dan di turunkan kepada penerus bangsa Indonesia. Pada proyek “ Badminton Touris, House “ akan memadukan program arsitektur dengan wisata olahraga dan diharapkan dapat mewadahi semua kenangan tersebut sehingga dapat dipelajari dan juga tidak sirna dengan waktu. 
KOMPLEK BIARA KOTA KONTEMPORER BERBASIS WISATA DI KECAMATAN TAMANSARI Tri Putra Bhakti; Petrus Rudi Kasimun
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3965

Abstract

Biara sebagai bangunan pewadah kehidupan monastik, memiliki sejarah panjang dan telah berkembang selama 18 abad. Dalam perkembangannya, arsitektur biara memiliki nilai-nilai esensial yang terus dipertahankan, namun di sisi yang lain kompleksitas arsitektur biara terus meningkat karena penyisipan nilai atau injeksi program yang baru didalamnya sebagai upaya untuk  beradaptasi terhadap perubahan konteks. Proyek ini merupakan perancangan biara dengan injeksi kegiatan pariwisata berbasis spiritual didalamnya, dimana intervensi pariwisata menghasilkan aktifitas dan kondisi yang berbeda dan menuntut rancangan biara kontemporer yang sesuai. Sebagai bangunan spiritual dimana fungsionalitas dan pengalaman ruang adalah sama penting, digunakan dua metode yang berintikan pada teori tipe. Pertama untuk fungsionalitas, mengamati evolusi tipe bangunan biara yang dikomparasikan dengan pengamatan perkembangan kehidupan monastik sebagai inti yang membentuk biara sendiri untuk mencari esensi dari biara dan menemukan bagian rancangan yang perlu diubah. Kedua untuk pengalaman ruang, pencarian arke-tipe pemacu persepsi kesakralan dan teritori lingkupan religi melalui pengamatan evolusi tipe bangunan, yang kemudian disusun kembali sesuai dengan teori-teori pembentukan ruang sakral. Diharapkan hasil perancangan dapat menjadi pewadah kegiatan mindfulness yang memudahkan pengunjung mendapatkan relaxation response  (Benson, 1993) yang bermanfaat meningkatkan daya fokus, ketenangan dan produktifitas. Bagi kota Jakarta sendiri, memberikan dampak positif secara tidak langsung bagi perkembangan ekonomi kota, dan meningkatkan atraksi lintasan wisata religi di Kecamatan Tamansari dan Kecamatan Gambir, Jakarta.
GALERI SENI KEBUDAYAAN PERANAKAN TIONGHOA INDONESIA Veronika Meidyana; Sidhi Wiguna Teh
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3808

Abstract

Pecinan Jakarta merupakan kawasan yang di mana kaum etnis Tionghoa tinggal, telah mengalami perubahan karena dinamika isu politik, ekonomi dan sosial budaya di Kota Jakarta. Warisan memori, tradisi, kebudayaan, dan nilai-nilai sejarah yang identik dengan kawasan ini menjadi bukti telah terjadinya berbagai rangkaian peristiwa yang bermuara pada industri sektor pariwisata bersejarah. Studi ini berfokus pada Kawasan Pecinan Jakarta sebagai objek pariwisata arsitektur. Dengan mencoba mengkaitkan garis sejarah Kawasan Pecinan dengan fenomena wisata melalui media sosial yang kini tengah merambah ke industri seni budaya. Kegiatan seni budaya dapat dijadikan wadah untuk berwisata dengan memamerkan hasil karya di media sosial dan memicu terjadinya kegiatan baru untuk ditekuni sebagai hobi. Sehingga tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis wisata seni dan sejarah-kebudayaan masa kini sebagai wisata yang terintegrasi dengan Kawasan Pecinan Jakarta dan Kota Tua sebagai elemen pembentuk kota. Hasil investigasi dan analisis menunjukkan bahwa seni budaya khas orang Tionghoa yang dapat dikembangan di Kawasan Pecinan Jakarta adalah kerajinan keramik. Tanah liat digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan alat makan keramik seperti, mangkuk, piring, gelas, sumpit. Proses pembuatan kerajinan keramik dari tanah liat yang dikembangkan pada proyek ini, di mana wisatawan bisa menikmati proses pembuatan dari bahan mentah hingga menghiasnya dengan alat lukis. Selain itu, di bangunan ini, wisatawan dapat juga menikmati taman di tengah bangunan, biasanya ditemui di rumah-rumah orang Tionghoa. Taman ini dipercaya orang Tionghoa sebagai sumur langit dan disebut shi he yuan dalam bahasa mandarin.