cover
Contact Name
Denok Sunarsi
Contact Email
denoksunarsi@unpam.ac.id
Phone
+6287778307751
Journal Mail Official
padma_mnj@unpam.ac.id
Editorial Address
Jl. Surya Kencana No.1, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15417 - Telp: (021) 7412566
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal PADMA: Pengabdian Dharma Masyarakat
Published by Universitas Pamulang
ISSN : -     EISSN : 27770036     DOI : -
Jurnal PADMA: Pengabdian Dharma Masyarakat diterbitkan oleh Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang dan terbit setahun 4 kali yaitu Bulan Januari, April, Agustus, dan Desember. Jurnal PADMA: Pengabdian Dharma Masyarakat merupakan blind and peer-reviewed journal yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu yang diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian kepada masyarakat. Jurnal PADMA: Pengabdian Dharma Masyarakat menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang pengabdian masyarakat yang mencakup bidang keilmuan yang relevan dengan: sosial, kependidikan, teknologi, sains, hukum, bahasa, ekonomi dan kewirausahaan dari berbagai kalangan akademisi baik nasional maupun internasional. Penerbitan Perdana Jurnal PADMA: Pengabdian Dharma Masyarakat Vol.1, No.1, April 2021 dan diakui melalui SK Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah (PDDI) LIPI No. 0005.27770036/K.4/SK.ISSN/2021.05 (mulai edisi Volume 1 No. 1, April 2021).
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2021): PADMA" : 20 Documents clear
Penyuluhan Wirausaha Home Industry Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga Dengan Daur Ulang Barang Bekas Dodi Prasada; Yuli Wahyudi; Rima Handayani; Rahmi Hermawati; Amthy Suraya
Jurnal PADMA: Pengabdian Dharma Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): PADMA
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpdm.v1i1.9904

Abstract

Sampah yang di daur ulang dan diberdayakan dapat menjadi peluang atau berpotensi menjadi dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Persediaan barang bekas tidak perlu dikhawatirkan, hanya bermitra dengan bank sampah, maka barang bekas akan sangat mudah diperoleh. Jika barang-barang bekas ini dimanfaatkan dan didaur ulang sedemikian rupa, selain mendatangkan manfaat dan meningkatkan ekonomi keluarga, juga membantu mengatasi permasalahan sampah yang menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi suatu pemerintahan terutama kota-kota besar di Indonesia.Untuk itu, pengelolan barang bekas menjadi tanggung jawab kita semua, sebagai sumber atau penghasil sampah. Pada dasarnya sampah dihasilkan dari kegiatan atau aktivitas makhluk hidup. Untuk aktivitas tumbuhan dan hewan justru mendatangkan manfaat bagi makhluk yang lain, tetapi aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari justru mengahsikan sampah yang sangat berbahaya bagi lingkungan atau ekosistem yang lain, seperti sampah plastic, sampah kaleng, kaca dan sebagainya, belum lagi limbah industry yang mengandung zat adiktif. Jika barang bekas ini dimanfaatkan dan bernilai ekonomi maka dapat menjadi sumber penghasilan bagi keluarga atau dengan bahasa lain dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Daur ulang barang bekas ini dapat dikemas dalam wirausaha home industry. Sekarang ini sudah banyak pelaku home industry daur ulang barang bekas, karena masyarakat sudah mulai sadar tidak mudah mendapatkan pekerjaan ditengah-tengah pesaing yang sangat kompetitif. Meskipun untuk menjadi wirausahawan tidak cukup hanya bermodalkan tekat menjadi wirausahawan tetapi butuh komitmen dan motivasi untuk menjadi wirausahawan. Karena untuk merintis usaha atau membuka usaha home indutry tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Jatuh bangun dalam usaha itu hal yang sangat wajar, dan butuh tekat yang sangat kuat untuk tetap eksis, apalagi bahan bakunya barang bekas, terkadang masyarakat masih memandang rendah hasil karya yang berbahan baku barang bekas.Penyuluhan wirausaha home industry untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan daur ulang barang bekas, hadir untuk memberikan pengetahuan, wawasan dan peluang yang sangat potensial dikembangkan, karena bahan bakunya murah dan mudah diperoleh. Obyek pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pada ibu-ibu PKK RT.04 RW 03 Desa Cidokom Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor Jawa Barat, karena pengusul pengabdian kepada masyarakat melihat potensi local baik dari sumber daya manusia yaitu ibu-ibu rumah tangga dan bahan baku dari barang bekas yang mudah dan murah diperoleh sehingga sangat memungkinkan untuk dikembangkan guna meningkatkan ekonomi keluarga masyarakat setempat. Tujuan dari penyuluhan wirausaha home industry untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan daur ulang barang bekas agar masyarakat setempat dapat meningkatkan ekonomi keluarga dengan berkreasi, berkarya dan berdaya juang untuk mengubah barang bekas yang tidak bernilai secara ekonomis menjadi barang yang bernilai guna serta bernilai ekonomi tinggi.Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Pamulang ini diharapkan dapat turut berkontribusi membangun desa Cidokom melalui ibu-ibu PKK nya berbagi pengetahuan, mendorong masyarakat untuk pengembangan sumberdaya yang dimiliki secara berkelanjutan untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Wirausaha home industry daur ulang barang bekas ini dimaksudkan dapat memberikan motivasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuannya dan berkarya sehingga mendatangkan manfaat bagi dirinya dan masyarakat sekitar. Adapun luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini selain dipublikasikan di Jurnal Dharma Laksana juga diharapkan dapat digunakan referensi dan dibaca oleh masyarakat luas untuk pengembangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.Kata Kunci: Wirausaha, Home Industry, Ekonomi Keluarga. Waste that is recycled and empowered can be an opportunity or potential be able to improve the family economy. Second hand inventory is unnecessary there is a concern, only partnering with a waste bank, then used goods will be very easy obtained. If these used goods are used and recycled in such a way, besides bringing benefits and improving the family economy, it also helps solve the problem of waste which is a homework (PR) for a government especially big cities in Indonesia.  For that, the management of used goods is the responsibility of all of us, as source or producer of waste. Basically, waste is generated from activities or activities living things. For plant and animal activities, it actually brings benefits other creatures, but human activities in daily life actually make it fun waste that is very dangerous to the environment or other ecosystems, such as garbage plastic, trash cans, glass and so on, not to mention industrial waste that contains addictive substances. If these used goods are used and have economic value, they can become source of income for the family or in other languages can improve the economy family. Recycled used goods can be packaged in a home industry entrepreneurship. Now there are many home industry players who recycle used goods, because of the community already starting to realize it is not easy to get a job in the midst of a very competitor competitive. Even though it is not enough to be an entrepreneur with determination become an entrepreneur but it takes commitment and motivation to become an entrepreneur. Because starting a business or opening a home industry business is not that easy turning the palm of the hand. Ups and downs in business are very natural, and necessary very strong determination to continue to exist, especially when the raw material is used goods, sometimes the public still looks down on the work made from used goods. Counseling home industry entrepreneurs to improve the family economy with used goods recycling, is here to provide knowledge, insight and opportunities very potential to be developed, because the raw material is cheap and easy to obtain. Object In this community service activity, PKK RT.04 RW 03 mothers Cidokom Village, Gunung Sindur District, Bogor Regency, West Java, because of the proposer community service sees the local potential both from human resources, namely housewives and raw materials from used goods that are easily and cheaply obtained  so it is very possible to be developed in order to improve the family economy of the local community. The purpose of home industry entrepreneurial counseling for improve the family economy by recycling used goods in order for the local community can improve the family economy by creating, working and fighting for converting used goods that are not economically valuable into valuable goods use and high economic value. Therefore, through community service activities carried out by It is hoped that the team of Pamulang University lecturers and students can contribute building the village of Cidokom through PKK women sharing knowledge, encouraging community for the development of resources that are owned sustainably for improve the family economy. Entrepreneurial home industry recycling this used goods intended to provide motivation for the community to improve ability and work so as to benefit himself and society around. As for the output of this community service activity besides being published in Dharma Laksana journal is also expected to be used as a reference and read by the wider community for the development and improvement of the community economy.Keywords: Entrepreneurship, Home Industry, Family Economy.
Manajemen Keuangan Untuk Meningkatkan Perekonomian Keluarga Kampung Serua Poncol Tangerang Selatan Lily Setyawati Kristianti; Lili Sularmi; Imam Syatoto; Asep Sulaeman; Ali Maddinsyah
Jurnal PADMA: Pengabdian Dharma Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): PADMA
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpdm.v1i1.9894

Abstract

Pengelolaan Keuangan Sederhana sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat kepada Siswa SMA 6 Tangerang Selatan sangat tepat untuk dilaksanakan. Kebutuhan manusia dalam ilmu ekonomi bisa dikatakan tidak terbatas adanya. Semua keinginan ingin sekali terealisasi dengan mudah. Kondisi ini tentusaja tidak akan bisa terwujud tanpa adanya pengaturan keuangan yang baik. Dalam kegiatan ini metode yang diterapkan diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada para mahasiswa SMA 6 Tangerang Selatan. Metode yang digunakan adalah metode diskusi kelompok, sharing, tanyajawab, praktik yang di damping oleh pemateri. Pada metode penjelasan, setiap instruktur menyampaikan materi terkait dan membuat tampilan visual berupa slide power point yang ditampilkan ke layar dengan LCD proyektor. Hasil kegiatan adalah mereka dapat melakukannya sendiri di rumah. Siswa dapat mendapatkan ilmu pengetahuan baru, sehingga bisa dimaksimalkan potensi diri dengan cermat dan hemat.Kata Kunci :Keuangan SederhanaSimple Financial Management as a form of concern and community service to South Tangerang 6 High School Students is very appropriate to be implemented. Human needs in economics can be said to be unlimited. All wishes long to be realized easily. This condition certainly would not have been possible without good financial arrangements. In this activity the method applied is expected to provide convenience to students of South Tangerang 6 High Schools. The method used is the method of group discussion, sharing, question and answer, practice accompanied by the speaker. In the explanation method, each instructor conveys related material and makes a visual display in the form of a power point slide that is displayed on the screen with the projector's LCD. The result of the activity is that they can do it themselves at home. Students can get new knowledge, so they can maximize their potential with care and efficiency.Keywords: Simple Finance
Pemanfaatan Sampah Plastik Kerajinan Rumah Tangga Taman Belajar Kreatif Mekarsari Widya Intan Sari; Mulyadi Mulyadi; Noryani Noryani; Nani Rusnaeni; Sudiarto Sudiarto
Jurnal PADMA: Pengabdian Dharma Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): PADMA
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpdm.v1i1.9899

Abstract

Tujuan diselenggarakannya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk Pemanfaatan Sampah Plastik Untuk Kerajinan Rumah Tangga Taman Belajar Kreatif Mekarsari yang sesuai dengan perkembangan jaman yang aktual dan terkini. Selain itu dapat menggerakkan para anggota Pengurus untuk dapat mengedukasi lingkungan dan menjadi program di era milenial seperti saat ini. Dengan menggunakan diskusi kelompok, penyuluhan ini mengedukasi pengelola Taman Belajar Kreatif Mekarsari akan pemanfaatan limbah plastic (bungkus kopi instan). Hasil kegiatan adalah meningkatkan motivasi berwirausaha oleh narasumber, kegiatan demonstrasi pembuatan produk usaha berbahan dasarsampah plastik serta kegiatan penyuluhan mengenai bagaimana hasil produk tersebut dibuat sebagai kegiatan wirausahaKata Kunci: Sampah Plastik, Kerajian Rumah TanggaThe purpose of this Community Service activity is for the Utilization of Plastic Waste for Household Crafts Mekarsari Creative Learning Park in accordance with the development of the current and current era. In addition it can move the members of the Board to be able to educate the environment and become a program in the millennial era as it is today. By using group discussions, the education program educates the managers of Mekarsari Creative Learning Park on the use of plastic waste (instant coffee packs). The results of the activities are to increase entrepreneurship motivation by the resource persons, demonstration activities for the manufacture of products made from plastic waste and counseling activities on how the results of the products are made as entrepreneurial activities.Keywords: Plastic Waste, Household Crafts
Pemanfaatan Potensi Lokal Untuk Peningkatan Ekonomi Keluarga Warga Belajar PKBM BIMASDA Kota Tangerang Selatan Indra Januar Rukmana; Catur Galuh Ratnagung; Dede Andi; Devi Fitria Wilandari; Pancagaluh Ratnasih
Jurnal PADMA: Pengabdian Dharma Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): PADMA
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpdm.v1i1.9889

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh pelaku Warga belajar di PKBM Bimasda Kota Tangerang Selatan khususnya dalam pengembangan potensi SDM yang harus dibentuk sejak dini dikarenakan belum mengetahui potensi diri yang harus dikembangkan seperti apa dalam mendapatkan pelanggan serta belum dapat menentukan segmen pasar dan menyiapkan strategi yang tepat untuk bisa bersaing dengan kompetitor. Selain pengetahuan pengembangan diri yang sangat terbatas, cara manajemen untuk meningkatkan potensi yang ada saat ini masih kurang dalam hal tersebut. Kurangnya pengetahuan sampai dengan adaptasi terhadap internet dan perkembangan teknologi yang dialami pelaku warga belajarPKBM Bimasda Kota Tangerang Selatan, menjadi tantangan dan masalah yang harus dicarikan solusinya. Bukan hanya itu, Permasalahan lain adalah minimnya pengetahuan warga belajar PKBM Bimasda tentang manajemen bisnis yang baik. Banyak warga belajar PKBM Bimasda hanya fokus memproduksi barang, tanpa memikirkan bagaimana strategi ekspansi bisnisnya lebih besar lagi. Akibatnya, warga belajar PKBM Bimasda kesulitan dalam meningkatkan level bisnisnya. Usaha yang mereka jalankan tidak berkembang dan omzet yang didapat tidak mengalami kenaikan.Target luaran yang akan dicapai dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini warga belajar PKBM Bimasda khususnya untuk membuka potensi diri dengan memiliki jiwa wirausaha (entrepreneur) yang mampu mengelolamanajemen usaha  dan strategipemasaran yang baik.Artikelpengabdian yang dipublikasikan diJurnal terakredatis. Artikel termuat di media massa / Surat kabar nasional.Kata Kunci : Manajemen, Pengembangan DiriProblems faced by the actors. Citizens learn at PKBM Bimasda Kota Tangerang Selatan, especially in the development of human resource potential that must be formed early on because they do not know what kind of potential to develop in getting customers and have not been able to determine the market segment and prepare the right strategy to be competitive with competitors. Apart from very limited self-development knowledge, management methods to increase the existing potential are still lacking in this regard. Lack of knowledge up to adaptation to the internet and technological developments experienced by learning citizensThe output target to be achieved in this community service activity is that the community members learn PKBM Bimasda especially to unlock their potential by having an entrepreneurial spirit (entrepreneur) who is able to manage good business management and marketing strategies. Service articles published in the most accredited journals. Articles published in the mass media / national newspapers.Keywords: Management, Personal Development
Penyuluhan Motivasi Dan Pengembangan Sdm Untuk Meningkatkan Kemandirian Wirausaha Home Industry Meja Kursi Dari Ban Bekas Asep Muhammad Lutfi; Ali Maddinsyah; Veritia Veritia; Endang Kustini; Eni Puji Astuti
Jurnal PADMA: Pengabdian Dharma Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): PADMA
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpdm.v1i1.9905

Abstract

Sampah yang di daur ulang dan diberdayakan dapat menjadi peluang atau berpotensi menjadi dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Persediaan barang bekas tidak perlu dikhawatirkan, hanya bermitra dengan bank sampah, maka barang bekas akan sangat mudah diperoleh. Jika barang-barang bekas ini dimanfaatkan dan didaur ulang sedemikian rupa, selain mendatangkan manfaat dan meningkatkan ekonomi keluarga, juga membantu mengatasi permasalahan sampah yang menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi suatu pemerintahan terutama kota-kota besar di Indonesia. Untuk itu, pengelolan barang bekas menjadi tanggung jawab kita semua, sebagai sumber atau penghasil sampah. Pada dasarnya sampah dihasilkan dari kegiatan atau aktivitas makhluk hidup. Untuk aktivitas tumbuhan dan hewan justru mendatangkan manfaat bagi makhluk yang lain, tetapi aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari justru mengahsikan sampah yang sangat berbahaya bagi lingkungan atau ekosistem yang lain, seperti sampah plastic, sampah kaleng, kaca dan sebagainya, belum lagi limbah industry yang mengandung zat adiktif. Jika barang bekas ini dimanfaatkan dan bernilai ekonomi maka dapat menjadi sumber penghasilan bagi keluarga atau dengan bahasa lain dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Daur ulang barang bekasini dapat dikemas dalam wirausaha home industry. Sekarang inisudah banyak pelaku home industry daur ulang barang bekas, karena masyarakat sudah mulai sadar tidak mudah mendapatkan pekerjaan ditengah-tengah pesaing yang sangat kompetitif. Meskipun untuk menjadi wirausahawan tidak cukup hanya bermodalkan tekat menjadi wirausahawan tetapi butuh komitmen dan motivasi untuk menjadi wirausahawan. Karena untuk merintis usaha atau membuka usaha home indutry tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Jatuh bangun dalam usaha itu hal yang sangat wajar, dan butuh tekat yang sangat kuat untuk tetap eksis, apalagi bahan bakunya barang bekas, terkadang masyarakat masih memandang rendah hasil karya yang berbahan baku barang bekaKata Kunci: Wirausaha, Home Industry, Ekonomi Keluarga Sekitar. Recycled and empowered waste can be an opportunity or have the potential to improve the family economy. The stock of used goods is nothing to worry about, just partnering with a waste bank, so used goods will be very easy to obtain. If these used and recycled items are used and recycled in such a way, in addition to bringing benefits and improving the family's economy, they will also help overcome the waste problem which is homework for a government, especially big cities in Indonesia. For this reason, the management of used goods is the responsibility of all of us, as a source or producer of waste. Basically, waste is generated from the activities or activities of living things. For plant and animal activities, it actually brings benefits to other creatures, but human activities in everyday life actually produce waste that is very dangerous to the environment or other ecosystems, such as plastic waste, cans, glass and so on, not to mention industrial waste that is contains addictive substances. If these used goods are used and have economic value, they can be a source of income for the family or in other languages it can improve the family's economy. Recycled used goods can be packaged in the home industry entrepreneurship. Now there are many home industry players who recycle used goods, because people have started to realize that it is not easy to get a job amidst very competitive competitors. Even though to become an entrepreneur, it is not enough to have the determination to become an entrepreneur, but it takes commitment and motivation to become an entrepreneur. Because starting a business or opening a home industry business is not as easy as turning your hand. The ups and downs in a business are very natural things, and it takes a very strong determination to continue to exist, especially when the raw materials are used goods, sometimes people still look down on the work made of handmade goodsKeywords: Entrepreneurship, Home Industry, Family Economy Around.
Menumbuhkan Semangat Pengusaha Muda Siswa Nariah Nariah; Suryadi Marthadinata; Reni Hindriari; Retno Japanis Permatasari; Lia Asmalah
Jurnal PADMA: Pengabdian Dharma Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): PADMA
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpdm.v1i1.9895

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah menumbuhkan semangat pengusaha muda ini sangat dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan para siswa saat ini. Oleh sebab itulah pada PKM ini akan diberikan penyuluhan menumbuhkan semangat pengusaha muda siswa SMA 6 Tangerang Selatan. Dalam kegiatan ini metode yang diterapkan diharapkan  dapat  memberikan  kemudahan  kepada  para  mahasiswa  SMA  6 Tangerang Selatan. Metode yang digunakan adalah  metode diskusi kelompok, sharing, tanyajawab, praktik yang di damping oleh pemateri.   Pada metode penjelasan,  setiap instruktur menyampaikan materi terkait dan membuat tampilan visual berupa slide power point yang ditampilkan ke layar dengan LCD proyektor. Hasil kegiatan memberikan pemahaman baru kepada siswa dalam melakukan pengelolaan binis tidak harus selalu dengan nominal uang yang besar, atau mekanisme yang rumit. Mereka dapat melakukannya secara berkelompok, atau sendiri dari rumah. Siswa dapat mendapatkan ilmu pengetahuan baru, sehingga bisa dimaksimalkan potensi diri dengan kreatif dan inovatif.Kata kunci: WirausahaThe purpose of this activity is to foster the spirit of young entrepreneurs is needed in accordance with the needs of students today. That is why the PKM will be given counseling to foster the enthusiasm of young entrepreneurs of SMA 6 Tangerang Selatan students. In this activity the method applied is expected to provide convenience to students of South Tangerang 6 High Schools. The method used is the method of group discussion, sharing, question and answer, practice accompanied by the speaker. In the explanation method, each instructor conveys related material and makes a visual display in the form of a power point slide that is displayed on the screen with the projector's LCD. The results of activities provide new understanding to students in managing business not necessarily with large amounts of money, or complicated mechanisms. They can do it in groups, or alone from home. Students can get new knowledge, so they can maximize their potential with creativity and innovation.Keywords: Entrepreneurship
Memperkuat Motivasi Belajar Dengan Penyusunan Rencana Karir SMK SASMITA Abdul Khoir; Janudin Janudin; Reza Octovian; Widia Astuti; Theobaldus Boro Tura
Jurnal PADMA: Pengabdian Dharma Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): PADMA
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpdm.v1i1.9885

Abstract

Apabila dicermati, maka permasalahan yang dihadapi siswa sebagian besar sama, antara lain: (a) siswa pada umumnya tidak paham dengan potensinya sendiri, sehingga ragu-ragu dalam menentukan penjurusan atau bidang studi di perguruan tinggi yang diinginkan, (b) kurang mengetahui cara memilih program studi, (c) wawasan dan pemahaman siswa mengenai jurusan yang ada di sekolah dan di perguruan tinggi (d) siswa belum mempunyai perencanaan yang matang mengenai pendidikan maupun pekerjaan yang akan dipilih nanti. Permasalahan kematangan karir merupakan permasalahan masa depan remaja sehingga harus dipersiapkan dengan sebaik baiknya, seperti dalam hal merencanakan dan mengambil suatu keputusan karirKata Kunci : Motivasi Belajar, Rencana KarirThe purpose of this activity is to foster the spirit of young entrepreneurs is needed in accordance When examined, the problems faced by students are mostly the same, among others: (a) students in general do not understand their own potential, so they are hesitant in determining majors or fields of study in the desired tertiary institution, (b) lacking in knowing how to choose programs studies, (c) students' insights and understanding of the majors in school and in tertiary institutions (d) students do not yet have a careful planning regarding education or work to be  chosen later. The problem of career maturity is a problem of the future of adolescents so it must be well prepared, as in the case of planning and making a career decisionKeywords: Learning Motivation, Career Plan
Penyuluhan Wirausaha Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga Dengan Daur Ulang Barang Bekas Desa Pamegarsari Kabupaten Bogor Yeti Kusmawati; Desi Prasetiyani; Ali Zaenal Abidin; Elizabeth Tika Kristina Hartuti; Muhamad Abid
Jurnal PADMA: Pengabdian Dharma Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): PADMA
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpdm.v1i1.9900

Abstract

Penyuluhan wirausaha home industry untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan daur ulang barang bekas, hadir untuk memberikan pengetahuan, wawasan dan peluang yang sangat potensial dikembangkan, karena bahan bakunya murah dan mudah diperoleh. Tujuan dari penyuluhan wirausaha home industry untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan daur ulang barang bekas agar masyarakat setempat dapat meningkatkan ekonomi keluarga dengan berkreasi, berkarya dan berdaya juang untuk mengubah barang bekas yang tidak bernilai secara ekonomis menjadi barang yang bernilai guna serta bernilai ekonomi tinggi.Kata kunci: WirausahaCounseling home industry entrepreneurs to improve the family economy by recycling used goods, is here to provide knowledge, insight and opportunities that are very potential to be developed, because raw materials are cheap and easy to obtain. The purpose of counseling home industry entrepreneurs is to improve the family economy by recycling used goods so that the local community can improve the family economy by creating, working and struggling to convert used goods that are not economically valuable into goods of high value and economic value.Keywords: Entrepreneurship
Penyuluhan Pengelolaan Keuangan Sederhana Siswa SMK Negeri 28 Jakarta Ivantan Ivantan; Puji Harjianto; Sutrisno Sutrisno; Paeno Paeno; Yanurianto Yanurianto
Jurnal PADMA: Pengabdian Dharma Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): PADMA
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpdm.v1i1.9890

Abstract

Penyuluhan pengelolaan keuangan sederhana untuk meningkatkan knowledge siswa dalam hal mengelola keuangan sehari-hari maupun lingkup UMKM keluarga, hal ini bersama-sama kita ketahui bahwa manfaat pengetahuan pengelolaan keuangan ini sangatlah penting dalam peran Ekonomi masyarakat, karena dengan pemahaman pengelolaan keuangan yang baik akan meningkatkan kesadaran pada masyarakat bahwa pengelolaan keuangan yang buruk akan cukup berdampak pada siklus Ekonomi mereka. Tujuan dari penyuluhan pengelolaan keuangan sederhana ini untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan siswa dalam memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, hal ini dapat mereka praktekkan dalam kehidupan sehari-hari minimal dalam ruang lingkup keluarga dan lingkungan sekitar.Kata Kunci: Pengelolaan Keuangan Counseling on simple financial management to increase student knowledge in terms of managing daily finances and the scope of family MSMEs, we know together that the benefits of this knowledge of financial management are very important in the role of the community's economy, because understanding good financial management will increase awareness. to society that poor financial management will have enough impact on their economic cycle. The purpose of this simple financial management education is to increase the capacity and ability of students to understand the importance of good financial management, which they can practice in their daily life at least within the scope of their family and environment.Keywords: Financial Management
Pembinaan Usaha Secara Online Untuk Meningkatkan Pemasaran Di Masa Pandemic Covid-19 Munarsih Munarsih; Rissa Hanny; Syarifah Ida Farida; Ninik Anggraini; Heri Priyanto; Achmad Fauzi
Jurnal PADMA: Pengabdian Dharma Masyarakat Vol 1, No 1 (2021): PADMA
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpdm.v1i1.9906

Abstract

Tujuan kegiatan adalah untuk melakukan pembinaan secara online untuk meningkatkan pemasaran di masa pandemic covid-19 pada warga yang berwirausaha di Jl. Raya Kabasiran km.2, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Hal ini karena pemerintah menyarankan untuk melakukan kegiatan tidak diluar rumah atau WFH (Work From Home) di masa pandemic covid-19. Metode pelaksanaan adalah dengan memberikan pelatihan, memberikan implementasi manajemen pemasaran, memberikan pembinaan usaha secara online untuk meningkatkan pemasaran di masa pandemic covid-19 pada warga yang berwirausaha serta memberikan warga pelatihan membuat rencana untuk meningkatkan pemasaran secara online. Ketercapaian target materi pada kegiatan PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) dilaksanakan cukup baik, karena materi pembinaan dan implementasi manajemen pemasaran sebagai persiapan meningkatkan pemasaran secara online untuk meningkatkan perekonomian warga terutama bagi warga yang berwirausaha telah disampaikan secara keseluruhan. Secara keseluruhan kegiatan pembinaan dan implementasi manajemen pemasaran sebagai persiapan meningkatkan pemasaran secara online telah tersampaikan dengan baik terutama bagi warga yang sedang berwirausaha.Kata Kunci : Pembinaan dan Implementasi, Manajemen Pemasaran The aim of the activity is to provide online guidance to improve marketing during the Covid-19 pandemic for entrepreneurial citizens on Jl. Raya Kabasiran km.2, Parung Panjang District, Bogor Regency. This is because the government recommends carrying out activities not outside the home or WFH (Work From Home) during the Covid-19 pandemic. The method of implementation is to provide training, provide marketing management implementation, provide online business coaching to improve marketing during the Covid-19 pandemic to entrepreneurial citizens and provide training citizens to make plans to increase online marketing. The achievement of material targets in PkM (Community Service) activities is carried out quite well, because the material for guidance and implementation of marketing management as preparation for increasing online marketing to improve the citizen's economy, especially for entrepreneurial citizens, has been delivered in its entirety. Overall, the activities of coaching and implementing marketing management in preparation for improving online marketing have been well conveyed, especially for citizens who are entrepreneurs.Keywords: Coaching and Implementation, Marketing Management

Page 1 of 2 | Total Record : 20