cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,781 Documents
Strategi Pemanfaatan Layanan Medis dan Non-Medis untuk Penguatan Pendapatan Rumah Sakit: Literature Review Nurul Hikma; Vip Paramarta
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.24437

Abstract

ABSTRACT Hospitals in the modern era face complex challenges such as rising operational costs, competition between institutions, and changes in health financing patterns. Efforts to strengthen revenue are key to financial sustainability and service quality. This study aims to identify effective strategies for utilizing medical and non-medical services to strengthen hospital revenue using the PICO method (Population, Intervention, Comparison, Outcome). Literature searches were conducted in internationally and nationally indexed journals from 2019–2025. The results show that interventions such as diversifying medical services, digitalizing services, optimizing non-medical services, and public-private partnerships significantly strengthen hospital revenue compared to hospitals that rely solely on inpatient revenue. Keywords: Hospital Revenue, Medical Services, Non-Medical Services, PICO, Financial Management.  ABSTRAK Rumah sakit di era modern dihadapkan pada tantangan kompleks berupa peningkatan biaya operasional, persaingan antar-institusi, serta perubahan pola pembiayaan kesehatan. Upaya memperkuat pendapatan menjadi kunci keberlanjutan finansial dan mutu layanan. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi efektif pemanfaatan layanan medis dan non-medis dalam penguatan pendapatan rumah sakit menggunakan metode PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome). Penelusuran literatur dilakukan pada jurnal terindeks internasional dan nasional periode 2019–2025. Hasil menunjukkan bahwa intervensi berupa diversifikasi layanan medis, digitalisasi pelayanan, optimalisasi layanan non-medis, dan kemitraan publik-swasta secara signifikan memperkuat pendapatan rumah sakit dibandingkan rumah sakit yang hanya bergantung pada pendapatan rawat inap. Kata Kunci: Pendapatan Rumah Sakit, Layanan Medis, Layanan Non-Medis, PICO, Manajemen Keuangan.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di SMPN 3 Simpang Raya Reza F.A.A; Deswinda Deswinda; Puswati D; Adelia G
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.24691

Abstract

ABSTRACT Dysmenorrhea is a prevalent reproductive health condition among adolescent girls and may disrupt daily functioning, including school-related academic activities. physical activity is considered one of the factors associated with the occurrence of dysmenorrhe. Insufficient physical activity may affect blood circulation and hormonal balance, thereby increasing the risk of menstrual pain. The objective of this study was to assess the relationship between physical activity and dysmenorrhea among female adolescents at SMP Negeri 3 Simpang Raya.The investigation applied quantitative techniques via a cross-sectional study design. All adolescent girls at SMP Negeri 3 Simpang Raya constituted the study population, and the entire population of 107 respondents was included using total sampling. Data collection was conducted using a physical activity questionnaire and a menstrual pain scale. The data analysis involved univariate analysis to depict respondent characteristics and bivariate analysis to examine the association between physical activity and dysmenorrhea. Participant demographics showed that respondents clustered around early adolescence, with a mean age of 13.64 ± 0.97 years, while the mean age at menarche was 11.63 ± 1.06 years. Most respondents experienced dysmenorrhea with mild to moderate pain intensity. The majority of respondents had low levels of physical activity. Bivariate analysis indicated a significant relationship between physical activity and the incidence of dysmenorrhea among adolescent girls. In conclusion, there is a significant relationship between physical activity and dysmenorrhea among adolescent girls at SMP Negeri 3 Simpang Raya. Regular physical activity can help reduce menstrual pain intensity by improving blood circulation and stimulating endorphin release. Therefore, it is recommended that adolescent girls engage in regular physical activity as a non-pharmacological strategy to prevent and reduce dysmenorrhea. Keywords: Physical Activity, Adolescent Girls, Dysmenorrhea.  ABSTRAK Dismenore adalah suatu permasalahan masalah kesehatan reproduksi yang kerap dialami remaja putri dan mengganggu rutinitas harian, termasuk aktivitas belajar di sekolah. Faktor yang diduga memiliki keterkaitan dengan kejadian dismenore salah satunya yaitu aktivitas fisik.  Aktivitas fisik yang kurang dapat memengaruhi sirkulasi darah dan keseimbangan hormonal sehingga meningkatkan risiko nyeri menstruasi. Penelitian ini dimaksudkan  guna mengkaji hubungan antara aktivitas fisik dan kejadian dismenore pada remaja putri di SMP Negeri 3 Simpang Raya. Pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dipergunakan dalam penelitian ini, di mana seluruh remaja putri di SMP Negeri 3 Simpang Raya menjadi populasi penelitian, dengan total sampel 107 responden mempergunakan teknik total sampling. Data diambil mempergunakan kuesioner aktivitas fisik dan skala nyeri menstruasi. Data dianalisis secara univariat guna menggambarkan karakteristik responden, serta secara bivariat agar diketahui keberadaan hubungan antara aktivitas fisik dan dismenore. Diperlihatkan dengan temuan ini bahwasanya responden rata-rata berusia 13,64 ± 0,97 tahun dan usia menarche rata-rata adalah 11,63 ± 1,06 tahun. Banyaknya responden mengalami dismenore ringan hingga sedang. Mayoritas responden memperlihatkan rendahnya tingkat aktivitas fisik. Analisis bivariat mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Kesimpulan yang didapatkan adalah terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMP Negeri 3 Simpang Raya. Rutinitas dalam beraktivitas fisik dapat membantu menurunkan keluhan nyeri haid karena mampu melancarkan sirkulasi darah serta merangsang pelepasan hormon endorfin. Oleh sebab itu, remaja putri dianjurkan untuk membiasakan diri melakukan aktivitas fisik secara teratur sebagai cara nonfarmakologis dalam upaya pencegahan dan pengurangan keluhan dismenore.  Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Remaja Putri, Dismenore.
Tinjauan Efek Neuroprotektif Fukoidan terhadap Model Tikus Stroke Iskemik Fidha Rahmayani; Muhammad Irsan Saleh; Nur Arfian; Zen Hafy
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.24593

Abstract

ABSTRACT Ischemic stroke is the most common type of stroke and remains the leading cause of disability and the second leading cause of death worldwide. The definitive therapies recommended by the Food and Drug Administration (FDA) for acute ischemic stroke are tissue plasminogen activator (t-PA) and mechanical thrombectomy, which have a very narrow therapeutic window. Therefore, additional supportive therapy is needed to achieve more optimal functional improvement and reduce post-stroke morbidity. Fucoidan, as one of the active compounds in brown algae, plays a role as an antioxidant, anti-inflammatory, anti-adhesive, and anti-apoptotic agent in management of ischemic stroke. to study the pharmacological properties of the active compound fucoidan derived from brown algae and analyze the neuroprotective role of fucoidan in ischemic stroke through a systematic review of various studies that have been conducted. The literature review method used the narrative review technique. Literature searches were conducted in the PubMed Central, Google Scholar, EMBASE/Elsevier, and Wiley Library databases for articles published between 2015 and 2025. The keywords used were a combination of disease terms, exposure, and molecular pathways combined with Boolean operators (AND/OR) and adjusted for each database. The synthesis results show that fucoidan belongs to the sulfated polysaccharide group, which is rich in α L-fucose and sulfate groups that determine various biological activities of fucoidan. The molecular mechanism of fucoidan in complementary therapy for ischemic stroke has been studied in various in vitro experimental, plays a role as an anti-inflammatory, antioxidant, antiapoptotic, mitochondrial damage protection, blood-brain barrier repair, and neurogenesis enhancement. Fukoidan has neuroprotective effects against ischemic stroke through anti-inflammatory, antioxidant, anti-apoptotic, mitochondrial damage protection, blood-brain barrier repair, and neurogenesis enhancement mechanisms. However, further research is needed on the molecular pathways involved to aid in the development of comprehensive management of ischemic stroke. Keywords: Cerebral Ischemia, Fucoidan, Molecular Pathways.  ABSTRAK Stroke iskemik adalah klasifikasi stroke dengan jumlah kasus terbanyak dan masih menjadi penyebab utama kecacatan dan penyumbang angka kematian tertinggi kedua di seluruh dunia. Terapi definitif yang direkomendasikan oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk stroke iskemik akut adalah tissue plasminogen activator (t-PA) dan trombektomi mekanis, yang memiliki jendela terapeutik yang sangat sempit. Sehingga diperlukan terapi tambahan yang bersifat suportif untuk memperoleh perbaikan fungsional yang lebih optimal dan mengurangi morbiditas paska stroke. Fukoidan sebagai salah satu senyawa aktif alga cokelat memiliki peranan sebagai antioksidan, antiinflamasi serta anti adesif serta antiapoptosis dalam tatalaksana stroke iskemik. untuk mempelajari sifat farmakologi senyawa aktif fukoidan yang bersumber dari alga cokelat serta menganalisis peran neuroprotektif fukoidan pada stroke iskemik melalui sistematik review dari berbagai penelitian yang sudah dilakukan. metode literatur review menggunakan teknik narrative review. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed Central, Google Scholar, EMBASE/Elsevier,dan Wiley Library pada artikel yang terbit dalam periode 2015-2025. Kata kunci yang digunakan adalah kombinasi istilah penyakit, paparan, dan jalur molekular yang digabungkan dengan operator Boolean (AND/OR) dan disesuaikan dengan masing-masing database. Hasil sintesis menunjukan bahwa fukoidan termasuk dalam golongan polisakarida tersulfatisasi yang kaya akan α L-fukosa dan gugus sulfat yang berperan sebagai penentu berbagai aktivitas biologis fukoidan. Mekanisme molekular fukoidan dalam terapi komplementer stroke iskemik telah dibuktikan dalam berbagai penelitian in vitro yaitu berperan sebagai anti inflamasi, antioksidan, antiapotosis, perlindungan kerusakan mitokondria, perbaikan sawar darah otak serta meningkatkan neurogenenis. Fukoidan memiliki efek neuroprotektif terhadap stroke iskemik melalui mekanisme anti inflamasi, antioksidan, antiapotosis, perlindungan kerusakan mitokondria, perbaikan sawar darah otak serta meningkatkan neurogenenis. Namun, dibutuhkan penelitian lanjutan terkait jalur molekular yang terlibat sehingga dapat membantu pengembangan tatalakasana komprehensif pada stroke iskemik. Kata Kunci: Stroke Iskemik, Fukoidan, Jalur Molekular.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien Pada Instalasi Rawat Jalan (IRJ) di RSUD Dr. R. Soedjono Selong Haryna Septa Rahima; Menap Menap; Sismulyanto Sismulyanto
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.24509

Abstract

ABSTRACT Quality health services in outpatient installations are important indicators in assessing hospital performance, where patient satisfaction is the main measure of the success of services provided. This study aims to analyze the factors that influence patient satisfaction in the Outpatient Installation at RSUD dr. R. Soedjono Selong using a descriptive exploratory qualitative approach. Informants in this study consisted of five outpatient patients selected purposively and five supporting informants from health workers and hospital management. Data collection was carried out through in-depth interviews, documentation studies, and field notes, then analyzed using qualitative analysis techniques with stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that patients have a positive perception of the quality of outpatient services which are considered good, fast, and friendly. Factors that influence patient satisfaction include the quality of interaction with health workers, orderly registration process, clarity of information provided by officers, and cleanliness of physical facilities. However, there are several aspects that need improvement such as waiting times for pharmacy and laboratory services, comfort of waiting rooms during busy hours, and queue management. Although there are technical complaints regarding waiting times, overall patient satisfaction remains good because it is supported by responsive and communicative staff attitudes. This study recommends the need to improve the efficiency of supporting services and improve waiting room facilities to optimize outpatient satisfaction. Keywords: Patient Satisfaction, Outpatient Installation, Service Quality.  ABSTRAK Pelayanan kesehatan yang berkualitas di Instalasi Rawat Jalan menjadi indikator penting dalam menilai kinerja rumah sakit, dimana kepuasan pasien merupakan tolok ukur utama keberhasilan pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien pada Instalasi Rawat Jalan di RSUD dr. R. Soedjono Selong dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif eksploratif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari lima pasien rawat jalan yang dipilih secara purposif dan lima informan pendukung dari tenaga kesehatan serta manajemen rumah sakit. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien memiliki persepsi positif terhadap kualitas pelayanan rawat jalan yang dinilai baik, cepat, dan ramah. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien meliputi kualitas interaksi dengan tenaga kesehatan, proses pendaftaran yang tertib, kejelasan informasi yang diberikan petugas, serta kebersihan fasilitas fisik. Namun demikian, terdapat beberapa aspek yang memerlukan perbaikan seperti waktu tunggu pada layanan farmasi dan laboratorium, kenyamanan ruang tunggu pada jam sibuk, serta manajemen antrean. Meskipun terdapat keluhan teknis terkait waktu tunggu, kepuasan pasien secara keseluruhan tetap baik karena didukung oleh sikap petugas yang responsif dan komunikatif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan efisiensi layanan penunjang dan perbaikan fasilitas ruang tunggu untuk mengoptimalkan kepuasan pasien rawat jalan. Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Instalasi Rawat Jalan, Kualitas Pelayanan.
Pengaruh Pendampingan Self Awareness Terhadap Peningkatan Psychological Capital dan Kepuasan Kerja Perawat di RS Panti Rapih Yogyakarta Ari Widyastuti; Cicilia Ika Wulandari; Sudibyo Supardi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.26542

Abstract

ABSTRACT Self-awareness is an important aspect in the development of psychological capital and job satisfaction of nurses. Self-awareness mentoring program based on ICARE organisational culture is expected to increase psychological capital and job satisfaction of nurses at Panti Rapih Hospital Yogyakarta. This study aims to analyse the effect of self-awareness mentoring on improving psychological capital and job satisfaction of nurses at Panti Rapih Hospital Yogyakarta using a quasi-experimental pre-test and post-test design with a control group. A total of 35 nurses in the intervention group received self-awareness support through training and focus group discussion (FGD), while the control group only received reading material. Psychological capital and job satisfaction were measured before and after the intervention using the PCQ and MCQ questionnaires. Data were analysed using Wilcoxon signed rank test and chi-square test. The results showed Self-Awareness mentoring had a significant effect on improving nurses' psychological capital (p = 0.012), but characteristics (age, education level, length of service) had no significant effect (p 0.05). Self-awareness mentoring has a significant effect on increasing job satisfaction (p = 0.016), but characteristics (age, level of education, length of service) have no significant effect (p 0.05). Keywords: Self-Awareness, Psychological Capital, Job Satisfaction, Organisational Culture, Nurses.  ABSTRAK Self-Awareness merupakan aspek penting dalam pengembangan Psychological Capital dan kepuasan kerja perawat. Program pendampingan Self-Awareness berbasis budaya organisasi ICARE diharapkan dapat meningkatkan Psychological Capital dan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendampingan self awareness terhadap peningkatan Psychological Capital dan kepuasan kerja perawat  di RS Panti Rapih Yogyakarta.Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental pre-test dan post-test dengan kelompok kontrol. Sebanyak 35 perawat pada kelompok intervensi mendapatkan pendampingan Self-Awareness melalui pelatihan dan Focus Group Discussion (FGD), sementara kelompok kontrol hanya diberikan materi bacaan. Pengukuran Psychological Capital dan kepuasan kerja dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner PCQ dan MCQ. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan self-Awareness berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan psychological capital perawat (p = 0,012), tetapi karakteristik (usia, tingkat pendidikan, lama bekerja) tidak memiliki pengaruh yang signifikan (p 0,05). Pendampingan Self-Awareness memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kepuasan kerja (p = 0,016), tetapi karakteristik individu (usia, tingkat pendidikan, lama bekerja) tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja perawat (p 0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peningkatan Psychological Capital dan peningkatan kepuasan kerja perawat (p 0,05). Kata Kunci: Self-Awareness, Psychological Capital, Kepuasan Kerja, Budaya Organisasi, Perawat.
Hubungan Jenis Kelamin, Hipertensi, dan Hiperkolesterolemia dengan Tipe Stroke di RSUD Kota Mataram Nyoman Ayu Vany Shanita; Rohmania Setiarini; Bayu Setia; Sukandriani Utami
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.24755

Abstract

ABSTRACT Stroke is one of the leading causes of death and disability worldwide, including in Indonesia, with an incidence that continues to increase. Stroke is classified into non-hemorrhagic stroke and hemorrhagic stroke. This study aimed to analyze the association of sex, hypertension, and hypercholesterolemia with stroke type at Mataram City Regional General Hospital. This research was an analytic observational study with a cross-sectional design conducted at Mataram City Regional General Hospital. The data used were secondary data obtained from the medical records of stroke patients. The study sample consisted of 100 stroke patients who met the inclusion and exclusion criteria and were selected using a purposive sampling technique. The independent variables included sex, hypertension, and hypercholesterolemia, while the dependent variable was stroke type. The results showed that of the 100 samples, 50 patients experienced non-hemorrhagic stroke and 50 patients experienced hemorrhagic stroke. Bivariate analysis demonstrated a significant association between sex, hypertension, and hypercholesterolemia with stroke type (p 0.05). Multivariate analysis indicated that sex, hypertension, and hypercholesterolemia had a significant effect on stroke type, with hypertension and hypercholesterolemia having the greatest influence. The conclusion of this study is that male sex acts as a protective factor. The risk factors affecting stroke type include sex, hypertension, and hypercholesterolemia. Keywords: Stroke Type, Sex, Hypertension, Hypercholesterolemia.  ABSTRAK Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia, termasuk di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat. Stroke diklasifikasikan menjadi stroke non hemoragik dan stroke hemoragik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan jenis kelamin, hipertensi, dan hiperkolesterolemia dengan tipe stroke di RSUD Kota Mataram. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan di RSUD Kota Mataram. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa rekam medis pasien stroke. Sampel penelitian berjumlah 100 pasien stroke yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas meliputi jenis kelamin, hipertensi, dan hiperkolesterolemia, sedangkan variabel terikat adalah tipe stroke. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 100 sampel, masing-masing 50 pasien mengalami stroke non hemoragik dan stroke hemoragik. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara jenis kelamin, hipertensi, dan hiperkolesterolemia dengan tipe stroke (p 0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa jenis kelamin, hipertensi, dan hiperkolesterolemia berpengaruh signifikan terhadap tipe stroke, dengan hipertensi dan hiperkolesterolemia memiliki pengaruh terbesar. Kesimpulan penelitian ini jenis kelamin laki-laki adalah sebagai faktor protektif. Adapun faktor risiko yang berpengaruh terhadap tipe stroke adalah jenis kelamin, hipertensi, dan hiperkolesterolemia.  Kata Kunci: Tipe Stroke, Jenis Kelamin, Hipertensi, Hiperkolesterolemia.
Profile of Dyspepsia Patients in Mangusada Hospital Dewa Ayu Erica Fleury; Putu Indah Budi Apsari; Sri Masyeni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.24574

Abstract

ABSTRACT Dyspepsia is a common upper gastrointestinal disorder that may reduce patients’ quality of life. The high number of dyspepsia visits at Mangusada Regional General Hospital, Badung, throughout 2024 highlights the need to understand patient characteristics as a basis for clinical evaluation and decision-making. This study aimed to describe the characteristics of patients with dyspepsia based on age, sex, clinical symptoms, comorbidities, medication use, andendoscopic examinations at Mangusada Regional General Hospital in 2024. This study employed a descriptive observational design with a cross-sectional approach. Data were obtained from the medical records of dyspepsia patients attending the Internal Medicine outpatient clinic during 2024. Samples were selected using simple random sampling, and the data were analyzed descriptively. The results showed that dyspepsia patients were generally olderadults and more frequently female. Common clinical symptoms included epigastric pain, nausea, and bloating, withsome patients experiencing multiple complaints. A proportion of patients had comorbid conditions, most commonly hypertension and diabetes mellitus. Dyspepsia management in this study was predominantly empirical, with acid-suppressive therapy, particularly Proton Pump Inhibitors (PPIs), being the most commonly used treatment. Endoscopic examinations were performed selectively based on clinical indications. In conclusion, dyspepsia patients at Mangusada Regional General Hospital in 2024 were mainly older adults presenting with upper gastrointestinal symptoms and were primarily managed using an empirical approach. These findings emphasize the importance of comprehensive clinical assessment and the selective use of therapeutic and diagnostic interventions in the management of dyspepsia. Keywords: Dyspepsia, Endoscopy, Medication Use, Patient Characteristics.
Gambaran Radiologi Toraks Pada Pasien TB Paru Atipikal dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Berdasarkan Status Kontrol Glikemik dan Indeks Massa Tubuh di RSU Royal Prima T Abelio Simbolon; Adi Soekardi; Qori Fadillah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.27214

Abstract

ABSTRACT Due to compromised immunological responses brought on by hyperglycemia, type 2 diabetes mellitus (DM) impairs radiological manifestations and increases the risk of pulmonary tuberculosis (TB). Patients with type 2 diabetes who have atypical pulmonary TB often show lower zone/lower lobe involvement and more extensive lesions on chest radiography. Although there is currently little evidence in Indonesia, it is believed that body mass index (BMI) influences radiological features in addition to glycemic control. This study looked at the radiographic features of the chest in patients with atypical pulmonary tuberculosis and type 2 diabetes at Royal Prima Medan General Hospital based on their body mass index and glycemic control status. Research Methods: This observational analytical study with a retrospective cross-sectional design analyzed the medical records of 120 atypical pulmonary tuberculosis patients with type 2 diabetes who received treatment at Royal Prima Medan General Hospital between January 2024 and December 2025. The sample was selected using a comprehensive sampling strategy. For both univariate and bivariate data analysis, Fisher's Exact Test, Chi-square test, and Independent Samples t-test were employed, with a significance level of p0.05. Results: Most patients had uncontrolled glycemic control (58.3%), lower zone/lower lobe involvement (51.7%), and multilobar lesions (61.7%). Glycemic control level was substantially associated with lung lesion size (p0.001) and lower zone/lower lobe involvement (p0.001). Furthermore, there was a significant correlation between BMI category and lung lesion size (p=0.002) and lower zone/lower lobe involvement (p=0.010). Age and gender did not significantly correlate with either radiological result (p0.05). Conclusion: Chest radiographic features were associated with BMI category and glucose control level in atypical pulmonary TB patients with type 2 diabetes, but not with age or gender.  Keywords: Atypical Pulmonary Tuberculosis, Type 2 Diabetes Mellitus, Chest Radiography, Glycemic Control, Body Mass Index.  ABSTRAK Akibat terganggunya respons imunologis yang disebabkan oleh hiperglikemia, diabetes melitus tipe 2 (DM) mengganggu manifestasi radiologis dan meningkatkan risiko tuberkulosis paru (TB). Pasien dengan diabetes tipe 2 yang menderita TB paru atipikal sering menunjukkan keterlibatan zona bawah/lobus bawah dan lesi yang lebih luas pada radiografi dada. Meskipun saat ini masih sedikit bukti di Indonesia, diyakini bahwa indeks massa tubuh (BMI) memengaruhi gambaran radiologis selain kontrol glikemik. Studi ini meneliti gambaran radiografi dada pada pasien dengan tuberkulosis paru atipikal dan diabetes tipe 2 di Rumah Sakit Umum Royal Prima Medan berdasarkan indeks massa tubuh dan status kontrol glikemik mereka. Metode Penelitian: Studi observasional analitik dengan desain retrospektif cross-sectional ini menganalisis rekam medis 120 pasien tuberkulosis paru atipikal dengan diabetes tipe 2 yang menerima perawatan di Rumah Sakit Umum Royal Prima Medan antara Januari 2024 dan Desember 2025. Sampel dipilih menggunakan strategi pengambilan sampel komprehensif. Untuk analisis data univariat dan bivariat, digunakan Uji Eksak Fisher, uji Chi-square, dan uji t Sampel Independen, dengan tingkat signifikansi p0,05. Hasil: Sebagian besar pasien memiliki kontrol glikemik yang tidak terkontrol (58,3%), keterlibatan zona bawah/lobus bawah (51,7%), dan lesi multilobar (61,7%). Tingkat kontrol glikemik secara substansial terkait dengan ukuran lesi paru (p0,001) dan keterlibatan zona bawah/lobus bawah (p0,001). Selanjutnya, terdapat korelasi signifikan antara kategori BMI dan ukuran lesi paru (p=0,002) dan keterlibatan zona bawah/lobus bawah (p=0,010). Usia dan jenis kelamin tidak berkorelasi signifikan dengan hasil radiologis (p0,05). Kesimpulan: Gambaran radiografi dada berhubungan dengan kategori BMI dan tingkat kontrol glukosa pada pasien TB paru atipikal dengan diabetes tipe 2, tetapi tidak dengan usia atau jenis kelamin.  Kata Kunci: TB Paru Atipikal, Diabetes Melitus Tipe 2, Radiologi Toraks, Kontrol Glikemik, Indeks Massa Tubuh.
Tren Global dan Perkembangan Electronic Medical Record : Analisis Bibliometrik 2001-2026 Risfi Ariyanti; Erna Rochmawati; Novita Kurniasari
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.24475

Abstract

ABSTRACT Studies analysis on Electronic Medical Records (EMR) in nursing are critically important for systematically mapping the evolution, structure, and intellectual foundations of research in this rapidly expanding field. Evidence from analyses demonstrates a consistent growth in EMR related nursing publications over the past two decades, reflecting increasing scholarly attention to digital documentation, clinical decision support, and nursing informatics as essential components of contemporary healthcare systems. This study aims to map the development of Electronic Medical Record research in nursing documentation, with a particular focus on publication trends, implementation benefits, challenges, and future research directions. This study adopted a bibliometric methodology guided by the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta analyses (PRISMA) framework. EMR related publications were systematically retrieved from the Scopus. The analysis included publication characteristics, annual publication growth, and keyword co occurrence patterns. Bibliometric network visualizations were employed to identify thematic research clusters and to examine the intellectual structure and interrelationships among major research topics within the EMR literature. The analysis revealed a significant increase in the number of EMR related publications over time, indicating growing global attention to this topic. Electronic medical record emerged as the most dominant keyword and was strongly associated with themes such as electronic health record, nursing, retrospective study, and healthcare settings including intensive care units and nursing homes. In addition, recent research trends demonstrate an increasing integration of EMRs with advanced analytics and machine learning to support clinical prediction and improve healthcare service quality. The identified studies primarily focused on patient safety, quality of care, geriatric care, and the use of EMRs in clinical decision making. This bibliometric analysis demonstrates that EMR research has evolved in a multidisciplinary manner and is increasingly oriented toward improving the quality and efficiency of healthcare services. These findings provide a strategic overview of the global EMR research landscape and may serve as a valuable reference for researchers, healthcare practitioners, and policymakers in guiding the future development and implementation of EMRs. Keywords: Bibliometric Analysis, Electronic Medical Record, Nursing Documentation.ABSTRAK Studi analisis tentang Electronic Medical Records (EMR) dalam keperawatan sangat penting untuk memetakan secara sistematis perkembangan, struktur, dan landasan intelektual penelitian di bidang yang berkembang pesat ini. Bukti dari analisis menunjukkan adanya peningkatan yang konsisten dalam jumlah publikasi keperawatan terkait EMR selama dua dekade terakhir, yang mencerminkan meningkatnya perhatian akademik terhadap dokumentasi digital, sistem pendukung keputusan klinis, dan informatika keperawatan sebagai komponen esensial dalam sistem pelayanan kesehatan modern. Penelitian ini bertujuan memetakan perkembangan penelitian EMR dalam dokumentasi keperawatan dengan fokus pada tren publikasi, manfaat, tantangan implementasi, serta arah pengembangan penelitian di masa depan. Penelitian ini menerapkan metode bibliometrik dengan mengacu pada kerangka Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses (PRISMA). Publikasi yang berkaitan dengan Rekam Medis Elektronik dikumpulkan secara sistematis dari database Scopus. Analisis dilakukan terhadap karakteristik publikasi, tren pertumbuhan publikasi tahunan dan pola kemunculan kata kunci. Selanjutnya, visualisasi jaringan bibliometrik digunakan untuk mengidentifikasi klaster penelitian serta menganalisis struktur intelektual dan hubungan antar topik utama dalam literatur EMR. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan jumlah publikasi EMR dari waktu ke waktu, menandakan perhatian global yang semakin besar terhadap topik ini. Electronic medical record muncul sebagai kata kunci paling dominan dan terhubung erat dengan tema electronic health record, nursing, retrospective study, serta konteks pelayanan seperti intensive care unit dan nursing home. Selain itu, analisis menunjukkan peningkatan signifikan jumlah publikasi EMR dari waktu ke waktu yang menandakan meningkatnya perhatian global terhadap topik ini. Kata kunci electronic medical record muncul sebagai tema paling dominan dan memiliki keterkaitan erat dengan electronic health record, nursing, retrospective study, serta berbagai konteks pelayanan kesehatan seperti intensive care unit dan nursing home. Selain itu, tren penelitian terkini menunjukkan meningkatnya integrasi EMR dengan analitik lanjutan dan machine learning untuk mendukung prediksi klinis dan peningkatan mutu layanan kesehatan. Penelitian yang teridentifikasi terutama berfokus pada keselamatan pasien, kualitas pelayanan, perawatan geriatri, serta pemanfaatan EMR dalam pengambilan keputusan klinis. Analisis bibliometrik ini menunjukkan bahwa penelitian EMR berkembang secara multidisipliner dan berorientasi pada peningkatan kualitas serta efisiensi layanan kesehatan. Temuan ini memberikan gambaran strategis mengenai riset EMR secara global dan dapat menjadi dasar bagi peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam mengarahkan pengembangan dan pemanfaatan EMR di masa depan. Kata Kunci: Analisis Bibliometrik, Rekam Medis Elektronik, Dokumentasi Keperawatan.
Hubungan Kontrol Glikemik dengan Komplikasi Mikrovaskular pada Pasien Diabetes Melitus: Literature Review Wenny Anugraini; Yanuar Primanda
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.24743

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a global health problem with a continuously increasing prevalence, significantly contributing to morbidity, mortality, and the economic burden due to chronic complications, particularly microvascular complications. Glycemic control is a key component in diabetes management and is commonly evaluated thru HbA1c and other glycemic parameters. This literature review aims to analyze the relationship between glycemic control and microvascular complications in patients with diabetes mellitus. A literature search was conducted on the PubMed, Scopus, and ScienceDirect databases for English articles from 2020–2025 with cohort and cross sectional study designs. The selection and critical appraisal process using JBI tools resulted seven articles that met the inclusion criteria. The synthesis results show that glycemic control in this case HbA1c is an indicator associated with microvascular complications (diabetic retinopathy, nephropathy, and neuropathy) across populations and study designs. Keywords: Diabetes Mellitus, Glycemic Control, Hba1c, Microvascular Complications. ABSTRAK Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat dan berkontribusi signifikan terhadap morbiditas, mortalitas, serta beban ekonomi akibat komplikasi kronik, khususnya komplikasi mikrovaskular. Kontrol glikemik menjadi komponen utama dalam manajemen diabetes dan umumnya dievaluasi melalui HbA1c serta parameter glikemik lainnya. Literatur review ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kontrol glikemik dan komplikasi mikrovaskular pada pasien diabetes melitus. Penelusuran literatur dilakukan pada database PubMed, Scopus, dan ScienceDirect untuk artikel berbahasa Inggris periode 2020–2025 dengan study kohort dan cross sectional studi. Proses seleksi dan critical appraisal menggunakan tools JBI menghasilkan tujuh artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kontrol glikemik dalam hal ini HbA1c menjadi indikator yang berhubungan dengan komplikasi mikrovaskular ( retinopati, nefropati, dan neuropati diabetik ) lintas populasi dan desain studi.  Kata Kunci: Diabetes Melitus, Kontrol Glikemik, Hba1c, Komplikasi Mikrovaskular.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026) Vol 6, No 8 (2026): Volume 6 Nomor 8 (2026) Vol 6, No 7 (2026): Volume 6 Nomor 7 (2026) Vol 6, No 6 (2026): Volume 6 Nomor 6 (2026) Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026) Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue