cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,781 Documents
Program Peduli Ibu dan Anak (Pro-PedIA) melalui Pendampingan Bina Keluarga Balita dan Kader Dalam Mencegah Komplikasi Kehamilan dan Resiko Stunting Nur Elly; Asmawati Asmawati; Rahma Annisa; Husni Husni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 8 (2026): Volume 6 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i8.24231

Abstract

ABSTRACT Pregnancy complications and stunting remain major maternal and child health problems that require community-based preventive efforts. One effective strategy is the empowerment of community groups, particularly Bina Keluarga Balita (BKB) and health cadres, as partners in improving maternal and child health. This community service activity aimed to enhance the knowledge and skills of BKB mothers, pregnant women, and cadres in preventing pregnancy complications and reducing the risk of stunting through the Mother and Child Care Program (Pro-PedIA) in Malabero Village, Bengkulu City. The activity method uses counseling, practice, home visits and mentoring which is carried out in several meetings. The educational materials covered maternal health during pregnancy, prevention of pregnancy complications, stunting prevention, as well as cadre skills in monitoring child growth and development and providing health education. Program evaluation was conducted using pre-test and post-test to assess improvements in participants’ knowledge. The results showed an increase in knowledge among BKB mothers, with the average score rising from 52.6 in the pre-test to 83.4 in the post-test. Among pregnant women, the average score increased from 57 to 92 after the education and mentoring sessions. In addition, cadres demonstrated improved abilities in measuring child growth and development and delivering health education to BKB mothers. This community service activity was effective in improving the knowledge and skills of the target groups and has the potential to support community-based prevention of pregnancy complications and stunting risk. Keywords: Bina Keluarga Balita, Health Cadres, Pregnancy Complications, Stunting.  ABSTRAK Komplikasi kehamilan dan stunting masih menjadi permasalahan kesehatan ibu dan anak yang memerlukan upaya pencegahan berbasis komunitas. Salah satu strategi efektif adalah pemberdayaan kelompok masyarakat, khususnya Bina Keluarga Balita (BKB) dan kader, sebagai mitra dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu kelompok BKB, ibu hamil, serta kader dalam mencegah komplikasi kehamilan dan risiko stunting melalui Program Peduli Ibu dan Anak (Pro-PedIA) di Kelurahan Malabero, Kota Bengkulu. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, praktik, kunjungan rumah serta pendampingan yang dilakukan dalam beberapa kali pertemuan. Materi yang diberikan mencakup kesehatan kehamilan, pencegahan komplikasi, pencegahan stunting, serta keterampilan kader dalam pengukuran tumbuh kembang balita dan edukasi. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada ibu anggota BKB, rata-rata nilai pengetahuan meningkat dari 52,6 pada pre-test menjadi 83,4 pada post-test. Pada ibu hamil, rata-rata nilai meningkat dari 57 menjadi 92 setelah edukasi dan pendampingan. Selain itu, kader menunjukkan peningkatan kemampuan dalam melakukan pengukuran tumbuh kembang balita serta pelaksanaan edukasi kesehatan pada ibu anggota BKB. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sasaran serta berpotensi mendukung pencegahan komplikasi kehamilan dan risiko stunting berbasis masyarakat. Kata Kunci:  Bina Keluarga Balita, Kader, Komplikasi Kehamilan, Stunting.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kesejahteraan Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Sandri Triesa Dastri Frans; Serlie K.A. Littik; Yendris Krisno Syamruth; Fransiskus Geroda Mado; Imelda F.E Manurung
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 7 (2026): Volume 6 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i7.23654

Abstract

ABSTRAK Perawat jumlahnya terbesar dirumah sakit yakni sekitar 40% - 60%, dan mempunyai peran fundamental yang luas selama 24 jam sehari di rumah sakit. perawat harus di perhatikan kesejahteraannya secara subjektif, psikologis dansosial agar dapat melakukan pekerjaannya dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan perawat yakni beban kerja, imbalan, lingkungan kerja dan hubungan interpersonal. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional, dilakukan pada bulan Mei 2025. Sampel penelitian sebanyak 66 perawat dengan pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dianalisa menggunakan uji regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar perawat memiliki tingkat kesejahteraan yang sejahtera 74,2%, beban kerja sedang 45,5%, imbalan sedang 45,5%, lingkungan kerja baik 93,9% dan hubungan interpersonal yang baik 100%. Faktor yang mempengaruhi kesejahteraan perawat yakni faktor beban kerja (0,000 0,05) dan faktor imbalan (0,006 0,05). Faktor yang paling dominan mempengaruhi kesejahteraan perawat adalah faktor imbalan dengan nilai OR 1,712, yang berarti perawat dengan imbalan lebih tinggi memiliki kemungkinan memperoleh kesejahteraan 1,712 kali lebih tinggi. Rekomendasi yang diajukan adalah manajamen rumah sakit dapat secara rutin mengevaluasi dan menyesuaikan sistem imbalan gaji, tunjangan dan jasa dengan pembagian secara adil sesuai dengan beban kerja untuk meningkatkan kesejahteraan subjektif, psikologis dan sosial perawat. Kata Kunci: Beban Kerja, Hubungan Interpersonal, Imbalan, Kesejahteraan, Lingkungan Kerja, Perawat.  ABSTRACT Nurses make up the largest number of staff in hospitals, approximately 40% - 60%, and they play a broad fundamental role 24 hours a day in hospitals. Nurses' well-being must be taken care of so that they can perform their duties optimally. This study aims to analyze the influence of factors affecting nurses' well-being, namely workload, rewards, work environment, and interpersonal relationships. The research method used a cross-sectional design, conducted in May 2025. The study sample consisted of 66 nurses, with data collection using questionnaires and analysis using ordinal regression tests. The research results show that the majority of nurses have a prosperous level of well-being at 74.2%, a moderate workload at 45.5%, moderate rewards at 45.5%, a good work environment at 93.9%, and good interpersonal relationships at 100%. Factors that affect nurses' well-being are workload factors (0.000 0.05) and reward factors (0.006 0.05). The factor that most dominantly affects nurses' well-being is the reward factor with an OR value of 1.712, meaning that nurses with higher rewards are 1.712 times more likely to achieve well-being. The recommended action is that hospital management can routinely evaluate and adjust the salary, allowance, and service reward systems fairly according to workload distribution to improve nurses' subjective, psychological, and social well-being. Keywords: Interpersonal Relationships, Nurse, Reward, Well-Being, Workload, Work Environment.
Nomophobia dan Pengukuran: Tinjauan Literatur M. Revo Artmando Lindani; TA Larasati; Chicy Widya Morfi; Winda Trijayanthi Utama
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 8 (2026): Volume 6 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i8.26662

Abstract

ABSTRACT Nomophobia (no mobile phone phobia), is an anxiety disorder as well as fear that arises when a person cannot use his or her Smartphone. Based on the DSM IV guidelines, nomophobia belongs to a specific category of phobias characterized by a significant and exaggerated anxiety response to specific situations. The term "nomophobia" was originally coined in a 2008 British postal service study revealing that 53% of ± 2000 participants (58% male and 47% female) suffered from nomophobia. In recent years, nomophobia has become a global health problem with high prevalence. The study involving 47,399 participants from 20 countries reported that about 20% of individuals experienced mild nomophobia, 50% experienced moderate nomophobia, and 20% experienced severe nomophobia, with a higher prevalence in college students and young adults, while the overall prevalence of nomophobia globally was reported to be 94%. This study aims to find out about nomophobia and its measurement methods. This study is a systematic review that is analyzed based on PRISMA flowchart to determine the inclusion study. This study uses inclusion criteria such as the study is available in full-text published in the last 5 years and is fully accessible and the study must be an original article. Studies written in languages other than Indonesian or English as well as literature review studies were excluded in this study. This study included 6 studies as eligible studies analyzed. This study shows that the NMP-Q questionnaire is used to analyze nomophobia and nomophobia conditions can cause anxiety, stress, phubbing behavior, intensive use of gadgets in a person. Nomophobia behavior can be measured using the NMP-Q questionnaire and can affect quality of life and daily activities. Keywords: Anxiety, DSM IV Guidlines, NMP-Q Questionnaire, Nomophobia, Smartphone ABSTRAK Nomophobia (no mobile phone phobia), adalah gangguan kecemasan sekaligus rasa takut yang timbul saat seseorang tidak dapat menggunakan gawainya. Berdasarkan pada panduan DSM IV, nomophobia termasuk kategori spesifik fobia ditandai dengan respon kecemasan yang signifikan dan berlebihan terhadap situasi spesifik. Istilah "nomophobia" awalnya diciptakan dalam sebuah studi layanan pos Inggris tahun 2008 mengungkapkan bahwa 53% dari ± 2000 peserta (58% laki-laki dan 47% perempuan) menderita nomophobia. Dalam beberapa tahun terakhir, nomophobia telah menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang tinggi. Penelitian yang melibatkan 47.399 partisipan dari 20 negara melaporkan bahwa sekitar 20% individu mengalami nomophobia ringan, 50% mengalami nomophobia sedang, dan 20% mengalami nomophobia berat, dengan prevalensi yang lebih tinggi pada mahasiswa dan dewasa muda, sementara prevalensi keseluruhan nomophobia secara global dilaporkan mencapai 94%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai nomophobia dan metode pengukurannya. Penelitian ini merupakan suatu tinjauan sistematis yang dilakukan analisis berdasarkan PRISMA flowchart untuk menentukan studi inklusi. Penelitian ini menggunakan kriteria inklusi seperti studi tersedia dalam full-text yang dipublikasikan dalam 5 tahun terakhir dan dapat diakses secara penuh serta studi harus merupakan original article. Penelitian yang ditulis dalam bahasa selain bahasa Indonesia atau bahasa Inggris serta studi tinjauan pustaka dieksklusi dalam penelitian ini. Penelitian ini menginkusi 6 studi sebagai studi yang memenuhi syarat yang dianalisis. Penelitian ini menunjukkan bahwa kuesioner NMP-Q digunakan untuk menganalisis kondisi nomophobia dan nomophobia dapat menyebabkan kecemasan, stres, perilaku phubbing, penggunaan gawai yang intensif pada seseorang. Perilaku nomophobia dapat diukur dengan menggunakan kuesioner NMP-Q dan dapat memengaruhi kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari. Kata kunci: Gawai, Kecemasan, Kuesioner NMP-Q, Nomophobia, Panduan DSM
Konsumsi Bee Pollen dan Karakteristik Ph Saliva Anak Sekolah (Analisis Berdasarkan Usia, Jenis Kelamin dan Pendidikan Terakhir Ibu) Silvia Sulistiani; Ulliana Ulliana; Nuraini Nuraini
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 7 (2026): Volume 6 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i7.26223

Abstract

ABSTRACT Bee pollen is a natural product derived from flower nectar, pollen, enzymes, and bee saliva secretion. Bee pollen contains flavonoids that can lower triglyceride levels and has anti-inflammatory properties. Its bioactive compound content can affect the pH balance of saliva. This study was to analyze the effects of bee pollen consumption onchanges in the salivary area in elementary school students and to examine the factors that influence them, such as age, gender and mother’s last education. This study used a quasi-experimental method before and after consumption. The sample consisted of 104 students from Paseban 01 Elementary School and Susukan 06 Elementary School and were selected based on certain inclusion and exclusion criteria. Salivary-ph measurements were carried out before and after bee pollen consumption using a pH meter. Data analysis was carried out by SPSS software. The pH value of saliva after eating bee pollen at an average pH value before consumption of 3.22 and 5.84 after consumption. The Wilcoxon statistical test is p=0.001 (p0.05), indicating a significant difference before and after treatment. The Linear Regression test result is p=0.001 (p0.05), indicating that all factors simultaneously affect the pH saliva. Bee pollen can be considered as one of natural intakes supporting oral cavity health, particularly in supporting to maintain saliva pH at a non acidic level. Furher research is needed regarding the dosage, ingredients and impact of Bee pollen related to oral and dental health children. Keywords: Bee Pollen, Salivary pH, Dental Health, Elementary School Students.  ABSTRAK Bee pollen adalah produk alami berasal dari nektar bunga, serbuk sari, enzim, dan sekresi air liur lebah. Bee pollenmengandung flavonoid  yang dapat menurunkan kadar trigliserida, dan memiliki sifat anti inflamasi. Kandungan senyawa bioaktifnya dapat mempengaruhi keseimbangan pH air liur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek konsumsi Bee pollen terhadap perubahan area saliva pada siswa sekolah dasar dan untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti usia, jenis kelamin, dan pendidikan terakhir ibu. Penelitian ini menggunakan metode Quasi-eksperimental sebelum dan sesudah konsumsi. Sampel terdiri dari 104 siswa dari Sekolah Dasar Paseban 01 dan Sekolah Dasar Susukan 06 yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Pengukuran pH saliva dilakukan sebelum dan sesudah mengonsumsi Bee pollen menggunakan pH meter. Analisis data dilakukan dengan perangkat lunak SPSS. Nilai pH saliva rata-rata sebelum dan sesudah mengonsumsi Bee pollen sebesar 3,22 dan 5,84. Uji statistik Wilcoxon adalah p=0,001 (p0,05), menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah mengonsumsi Bee pollen. Hasil Uji Regresi Linier adalah p=0,001 (p0,05), menunjukkan bahwa semua faktor secara bersamaan mempengaruhi pH saliva. Bee pollen dapat dianggap sebagai salah satu asupan alami yang mendukung kesehatan rongga mulut, khususnya dalam membantu menjaga pH saliva pada tingkat non-asam. Penelitian lebih lanjut diperlukan mengenai dosis, bahan, dan dampak dari Bee pollen terkait dengan kesehatan gigi dan mulut anak-anak. Kata Kunci: Bee Pollen, Ph Saliva, Kesehatan Gigi, Siswa Sekolah Dasar.
Karakteristik Pasien Rhinitis di Rumah Sakit Umum Daerah Tabanan Putu Surya Nandana; Agus Santosa; Ni Wayan Sri Ekayanti; Saraswati Laksmi Dewi; Gita Ratnasari; Diana Sudan
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.24577

Abstract

ABSTRACT Rhinitis is one of the upper respiratory tract disorders with a continuously increasing global prevalence. Although it is considered a common condition, the characteristics of rhinitis patients vary across regions and are influenced by demographic, environmental, and genetic factors. This study aimed to describe the characteristics of patients with rhinitis at RSUD Tabanan during 2020–2023, based on age group, sex, family history of atopy, and main clinical complaints. This study employed a descriptive, cross-sectional design, using retrospective data from the medical records of patients attending the otorhinolaryngology outpatient clinic. The sampling technique used was non-probability sampling with a total sampling method. Data analysis was performed univariately and presented as frequency distribution tables. The results showed that the 10–19-year age group was the most common (24.6%), the majority of patients were male (62.3%), most patients had no history of atopy (92.8%), Tabanan District was the area with the highest number of cases (23.2%), which may be influenced by the location of RSUD Tabanan in Tabanan District, and the main presenting complaint was nasal obstruction (66.7%). This study provides an overview of the characteristics of patients with rhinitis at Tabanan Regional General Hospital, which is expected to serve as a basis for improving diagnostic accuracy and planning more effective management and preventive strategies. Keywords: Allergic Rhinitis, Non-Allergic Rhinitis, Patient Characteristics, Clinical Complaints.  ABSTRAK Rhinitis merupakan masalah kesehatan global akibat morbiditas yang ditimbulkan. Meskipun tergolong umum, karakteristik pasien rhinitis bervariasi di setiap wilayah, dipengaruhi oleh faktor demografis, lingkungan, dan genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien rhinitis di RSUD Tabanan selama periode tahun 2020-2023 berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, riwayat atopi dalam keluarga, dan keluhan klinis utama. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional), serta data diperoleh secara retrospektif melalui rekam medis pasien poliklinik THT. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling jenis total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia 10-19 tahun merupakan yang terbanyak (24,6%), jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki (62,3%), sebagian besar pasien tidak memiliki riwayat atopi (92,8%), Kecamatan Tabanan tercatat sebagai wilayah dengan proporsi kasus tertinggi (23,2%), yang dipengaruhi oleh lokasi RSUD Tabanan yang berada di Kecamatan Tabanan, dan keluhan utama pasien yaitu hidung tersumbat (66,7%). Karakteristik yang teridentifikasi menunjukkan pentingnya pendekatan yang lebih spesifik dalam penanganan rhinitis, terutama pada kelompok usia remaja dan laki-laki. Kata Kunci: Rhinitis Alergi, Rhinitis Non-Alergi, Karakteristik Pasien, Keluhan Klinis.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Drug Related Problems (DRPs) pada Pasien dengan Penyakit Kardiovaskular Aulia Ishthofa Hanindita; Zakky Cholisoh
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.24501

Abstract

ABSTRACT Drug-related problems (DRPs) in patients with cardiovascular diseases (CVDs) represent a major global clinical challenge, contributing to suboptimal therapeutic outcomes and worsen the quality of life. Sociodemographic, clinical, and treatment-related factors significantly influence the risk of DRPs, especially among patients requiring long-term pharmacotherapy. This systematic review aims to identify factors associated with the occurrence of DRPs among patients with cardiovascular diseases across different countries and to map the predominant risk patterns. Systematic review were conducted in PubMed, Scopus, and Google Scholar for penelitianes published between January 2015 and June 2025. 21 eligible penelitianes were included. DRPs were found to be a widespread issue with varying prevalence across regions. Key contributing factors included polypharmacy, comorbidities, advanced age, and the number of prescribed medications. In developing countries, non-adherence, educational level, and lack of medication understanding were more prominent, whereas in developed countries clinical vulnerability factors such as frailty, renal impairment, and cognitive decline were major contributors. Polypharmacy, comorbidities, and older age consistently emerged as the primary predictors of DRPs. Multidisciplinary interventions—including deprescribing, adherence monitoring, and strengthening the clinical pharmacist’s role—are essential to reduce DRPs in cardiovascular patients. Keywords: Drps, Polypharmacy, Cardiovascular Diseases, Comorbidities.  ABSTRAK Drug-related problems (DRPs) pada pasien dengan penyakit kardiovaskular merupakan masalah klinis global yang dapat mengakibatkan penurunan efektivitas terapi dan memperburuk kualitas hidup pasien. Variasi kondisi sosiodemografis, klinis, dan pengobatan menyebabkan tingginya insidensi DRPs, terutama terhadap populasi dengan kebutuhan terapi jangka panjang. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi pada kejadian DRPs pada pasien dengan penyakit kardiovaskular di berbagai negara dan untuk memetakan pola faktor risiko yang dominan. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed, Scopus, dan Google Scholar untuk publikasi antara Januari 2015–Juni 2025. Total 21 penelitian diikutsertakan. DRPs ditemukan sebagai isu global dengan variasi prevalensi antar negara. Faktor utama yang berkontribusi terhadap DRPs meliputi polifarmasi, komorbiditas, usia lanjut, dan jumlah obat. Pada negara berkembang, faktor kepatuhan, tingkat pendidikan, serta kurangnya pemahaman pasien lebih dominan. Sementara pada negara maju faktor klinis seperti frailty, gangguan fungsi ginjal, dan penurunan kognitif lebih menonjol. Polifarmasi, komorbiditas, dan usia lanjut merupakan prediktor DRPs yang paling konsisten. Intervensi multidisiplin seperti deprescribing, pemantauan kepatuhan, dan peningkatan peran apoteker klinis diperlukan untuk menurunkan kejadian DRPs pada pasien penyakit kardiovaskular. Kata Kunci: Drps, Polifarmasi, Penyakit Kardiovaskular, Komorbiditas.
Hubungan Efikasi Diri, Kualitas Tidur, dan Dukungan Sosial dengan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Angkatan 2024 Thalia Atifah; Lalu Yogi Imam Prasetio; Deny Sutrisna Wiatma; Irwan Syuhada
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.24825

Abstract

ABSTRACT Academic stress is a common problem experienced by medical students due to high and complex academic demands. Internal and external factors such as self-efficacy, sleep quality, and social support are thought to play a role in influencing students' stress levels. However, previous studies have shown inconsistent findings. The purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy, sleep quality, and social support with stress levels in students of the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University, class of 2024. This study was a quantitative study with an observational analytical design using a cross-sectional approach. The sample was students of the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University, class of 2024, selected using the Simple Random Sampling technique. The instruments used included the General Self-Efficacy Scale (GSES), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), and Perceived Stress Scale-10 (PSS-10). Data analysis used a correlation test with Spearman's rank test to assess the relationship between the dependent and independent variables with a p-value 0.05. Bivariate analysis showed a significant relationship between self-efficacy, sleep quality, and social support with stress levels. There was a significant relationship between self-efficacy, sleep quality, and social support with stress levels in students of the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University, class of 2024. Interventions focused on improving self-efficacy, improving sleep quality, and strengthening social support should be considered as an effort to reduce student academic stress. Keywords: Self-Efficacy, Sleep Quality, Social Support, Stress.  ABSTRAK Stres akademik merupakan permasalahan yang sering dialami mahasiswa kedokteran akibat tuntutan akademik yang tinggi dan kompleks. Faktor internal dan eksternal seperti efikasi diri, kualitas tidur, dan dukungan sosial diduga berperan dalam memengaruhi tingkat stres mahasiswa. Namun, hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan temuan yang tidak konsisten. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri, kualitas tidur, dan dukungan sosial dengan tingkat stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar angkatan 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar angkatan 2024 yang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan meliputi General Self-Efficacy Scale (GSES), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), serta Perceived Stress Scale-10 (PSS-10). Analisis data menggunakan uji korelasi yang digunakan uji Spearman Rank untuk menilai hubungan antara variabel dependen dengan independen dengan p-value 0,05. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara efikasi diri, kualitas tidur, dan dukungan sosial dengan tingkat stres. Terdapat hubungan signifikan antara efikasi diri, kualitas tidur, dan dukungan sosial dengan tingkat stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar angkatan 2024. Intervensi yang berfokus pada peningkatan efikasi diri, perbaikan kualitas tidur, serta penguatan dukungan sosial perlu dipertimbangkan sebagai upaya menurunkan stres akademik mahasiswa. Kata Kunci: Efikasi Diri, Kualitas Tidur, Dukungan Sosial, Stres.
Hubungan Usia, Diabetes Melitus, dan Hipertrigliseridemia dengan Tipe Stroke di RSUD Kota Mataram Pande Made Yoga Adi Dwipayana; Rohmania Setiarini; Sukandriani Utami; I Putu Dedy Arjita
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.24754

Abstract

ABSTRACT Stroke is a leading cause of death and disability worldwide and represents a significant public health problem in Indonesia. Clinically, stroke is classified into non-hemorrhagic stroke and hemorrhagic stroke. This study aimed to analyze the relationship between age, diabetes mellitus, and hypertriglyceridemia with stroke type at Mataram City Regional General Hospital (RSUD Kota Mataram). This study was an analytical observational study with a cross-sectional design using medical record data of hospitalized stroke patients at RSUD Kota Mataram. The dependent variable was stroke type, classified into non-hemorrhagic and hemorrhagic stroke. The independent variables included age, diabetes mellitus, and hypertriglyceridemia. A total of 100 samples were included in the study. The results showed that 59% of patients were in the adult group and 41% were in the elderly group. Diabetes mellitus was found in 51% of patients, and hypertriglyceridemia in 43% of patients. Bivariate analysis demonstrated a significant association between age, diabetes mellitus, and hypertriglyceridemia with stroke type. Multivariate analysis showed that age had a significant effect on stroke type, while diabetes mellitus and hypertriglyceridemia increased the risk of certain stroke types. The risk factors influencing stroke type include age, diabetes mellitus, and hypertriglyceridemia. Keywords: Age, Diabetes Mellitus, Hypertriglyceridemia, Stroke Type.  ABSTRAK Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia serta menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Secara klinis, stroke diklasifikasikan menjadi stroke non hemoragik dan stroke hemoragik. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan usia, diabetes melitus dan hipertrigliseridemia dengan tipe di RSUD Kota Mataram. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional menggunakan data rekam medis pasien stroke rawat inap di RSUD Kota Mataram. Variabel dependen adalah tipe stroke yang diklasifikasikan menjadi stroke non hemoragik dan stroke hemoragik. Variabel independen meliputi usia, diabetes melitus, dan hipertrigliseridemia. Jumlah sampel penelitian sebanyak 100 sampel. Hasil penelitian menunjukkan 59 persen pasien berada pada kelompok dewasa dan 41 persen pada kelompok lansia. Diabetes melitus ditemukan pada 51 persen pasien dan hipertrigliseridemia pada 43 persen pasien. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara usia, diabetes melitus, dan hipertrigliseridemia dengan tipe stroke. Analisis multivariat menunjukkan usia berpengaruh signifikan terhadap tipe stroke, sedangkan diabetes melitus dan hipertrigliseridemia meningkatkan risiko terjadinya tipe stroke. Adapun faktor risiko yang berpengaruh terhadap tipe stroke adalah usia, diabetes melitus, dan hipertrigliseridemia. Kata Kunci: Usia, Diabetes Melitus, Hipertrigliseridemia, Tipe Stroke.
Analisa Bibliometric; Peran Autophagy Dalam Patofisiology Stroke Ischemic Husnur Husnur; Erna Rochmawati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.24537

Abstract

ABSTRACT Ischemic stroke is a leading cause of long-term disability and mortality worldwide, posing a significant health burden. Standard therapies, such as intravenous thrombolysis and mechanical thrombectomy, are limited by a narrow therapeutic window, leaving many patients without optimal care. Autophagy, a cellular degradation and recycling process, has been increasingly linked to ischemic stroke pathophysiology. Controlled activation of autophagy can confer neuroprotective effects, while dysregulation may exacerbate neuronal injury. This study aims to map global research trends, thematic focus, and knowledge gaps related to autophagy in ischemic stroke, and to explore its implications for neurological nursing practice. A bibliometric analysis was conducted using publications indexed in Scopus. Quantitative indicators included publication counts, citation analysis, keyword co-occurrence, and international collaboration networks, visualized using bibliometric software. A total of 737 articles were analyzed, showing a significant increase in publications since 2016. China was the leading contributor, followed by the United States. Research was dominated by the fields of Biochemistry, Genetics, and Molecular Biology, as well as Neuroscience. Co-occurrence analysis identified autophagy as a central node closely associated with neuroprotection and ischemia via key molecular pathways such as AMPK and PI3K/Akt/mTOR. Autophagy plays a critical role in the pathophysiology of ischemic stroke and represents a potential therapeutic target. These findings provide a scientific basis for neurological nurses to develop mechanism-based interventions that support patient recovery and enhance the quality of nursing care. Keywords: Autophagy, Stroke ischemic, Bibliometric.  ABSTRAK Stroke iskemik merupakan penyebab utama kecacatan jangka panjang dan kematian di dunia, dengan beban kesehatan yang signifikan. Terapi standar, seperti trombolisis intravena dan trombektomi mekanik, terbatas oleh jendela waktu terapi sehingga banyak pasien tidak memperoleh penanganan optimal. Autofagi, proses degradasi dan daur ulang seluler, semakin dikaitkan dengan patofisiologi stroke iskemik. Aktivasi autofagi yang terkontrol dapat memberikan efek neuroprotektif, namun disregulasi berpotensi memperburuk cedera neuron. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren penelitian global, fokus tematik, dan kesenjangan pengetahuan terkait autofagi pada stroke iskemik, serta implikasinya bagi praktik keperawatan neurologi. Analisis bibliometrik dilakukan terhadap publikasi dari Scopus. dengan indikator jumlah publikasi, sitasi, ko-okurensi kata kunci, dan jaringan kolaborasi internasional menggunakan perangkat lunak visualisasi bibliometrik. Sebanyak 737 artikel dianalisis, menunjukkan peningkatan publikasi signifikan sejak 2016. China menjadi kontributor utama, diikuti Amerika Serikat. Bidang Biochemistry, Genetics, and Molecular Biology serta Neuroscience mendominasi penelitian. Analisis ko-okurensi mengidentifikasi autofagi sebagai node sentral yang berkaitan erat dengan neuroprotection dan ischemia melalui jalur molekuler seperti AMPK dan PI3K/Akt/mTOR. Autofagi berperan penting dalam patofisiologi stroke iskemik dan memiliki potensi sebagai target terapeutik. Temuan ini menjadi dasar ilmiah bagi perawat neurologi untuk mengembangkan intervensi berbasis mekanisme seluler, mendukung pemulihan pasien, dan meningkatkan kualitas asuhan keperawatan. Kata Kunci: Autophagy, Iskemik Stroke, Bibliometrik.
Pelaksanaan Pengawasan Keamanan Pangan dalam Rangka Penerbitan Izin Edar Pirt (Produk Industri Rumah Tangga) di Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara Wulan Angraini; Via Dariska Ulandari; Eva Oktavidiati; Hasan Husin; Riska Yanuarti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i9.22082

Abstract

ABSTRACT Distribution licenses for Household Industry Products (PIRT) are issued by the North Bengkulu Regency Health Office, which carries out food safety monitoring. In order to guarantee that food items made by home enterprises are safe for people to eat, food safety oversight is essential. Research techniques used in this project include documentation studies, in-depth interviews, and observations, all part of a descriptive qualitative approach. Policies, resources, procedures, and supervisory outcomes are examined using the CIPP (Context, Input, Process, and Product) assessment paradigm. Inquiry into the North Bengkulu Regency Health Office's Food Safety Supervision Program as It Relates to the Distribution Permitting of Pirt (Household Industry Products). This study use a qualitative descriptive methodology to conduct an evaluation. The purpose of this study is to use the CIPP (Context, Input, Process, and Product) model to define, analyze, and evaluate the North Bengkulu District Health Office's food safety monitoring program for PIRT distribution licenses. Even though it was founded on relevant rules, the study is still facing a number of challenges, including a lack of operating funds, human resources, and food safety training materials for business players. Unfortunately, not all business actors have been able to participate in the Food Safety Extension Training (PKP) program because of restrictions on quotas and distribution medium. To provide thorough and sustainable supervision, it is necessary to enhance education, digitize information, and foster cross-sector synergy, even if more business actors are acquiring PIRT licenses. The goal of this research is to encourage more businesses to take responsibility for managing PIRT permits so that consumers may buy items made by these companies with peace of mind. Referring to national rules like the BPOM Regulation and the Minister of Health Regulation, the policy environment for food safety monitoring has a solid legal and regulatory foundation. At this time, there is insufficient infrastructure, human resources, financial backing, and officer technical knowledge to reach all PIRT business actors to their full potential. Following established protocols, the monitoring process has progressed through notification, document validation, field inspections, technical assistance, and final permit issuance recommendations. Businesses are now more conscious of the need of food safety requirements, and the number of PIRT permits has grown, according to monitoring. Keywords : Supervision, Food Safety, Distribution Permit, PIRT, Health Service, CIPP Evaluation.ABSTRAK Izin edar Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara, yang melaksanakan pemantauan keamanan pangan. Untuk menjamin keamanan pangan yang dihasilkan oleh usaha rumah tangga, pengawasan keamanan pangan sangat penting. Teknik penelitian yang digunakan dalam proyek ini meliputi studi dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi, yang semuanya merupakan bagian dari pendekatan kualitatif deskriptif. Kebijakan, sumber daya, prosedur, dan hasil pengawasan dikaji menggunakan paradigma penilaian CIPP (Konteks, Input, Proses, dan Produk). Penyelidikan Program Pengawasan Keamanan Pangan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara Terkait Perizinan Edar PIRt (Produk Industri Rumah Tangga). Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif untuk melakukan evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah menggunakan model CIPP (Konteks, Input, Proses, dan Produk) untuk mendefinisikan, menganalisis, dan mengevaluasi program pemantauan keamanan pangan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara untuk izin edar PIRT. Meskipun didasarkan pada aturan yang relevan, studi ini masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kurangnya dana operasional, sumber daya manusia, dan materi pelatihan keamanan pangan bagi pelaku usaha. Sayangnya, belum semua pelaku usaha dapat mengikuti program Pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) karena keterbatasan kuota dan media distribusi. Untuk memberikan pengawasan yang menyeluruh dan berkelanjutan, diperlukan peningkatan edukasi, digitalisasi informasi, dan sinergi lintas sektor, meskipun semakin banyak pelaku usaha yang telah memperoleh izin PIRT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendorong lebih banyak pelaku usaha agar bertanggung jawab dalam mengelola izin PIRT sehingga konsumen dapat membeli produk-produk yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan tersebut dengan tenang. Merujuk pada peraturan nasional seperti Peraturan BPOM dan Peraturan Menteri Kesehatan, lingkungan kebijakan untuk pemantauan keamanan pangan memiliki landasan hukum dan peraturan yang kuat. Saat ini, infrastruktur, sumber daya manusia, dukungan finansial, dan pengetahuan teknis petugas belum memadai untuk menjangkau seluruh pelaku usaha PIRT secara maksimal. Sesuai protokol yang telah ditetapkan, proses pemantauan telah berjalan melalui notifikasi, validasi dokumen, inspeksi lapangan, pendampingan teknis, dan rekomendasi penerbitan izin akhir. Pelaku usaha kini semakin sadar akan pentingnya persyaratan keamanan pangan, dan jumlah izin PIRT telah meningkat, menurut hasil pemantauan. Kata Kunci: Pengawasan, Keamanan Pangan, Izin Edar, PIRT, Dinas Kesehatan, Evaluasi CIPP.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 9 (2026): Volume 6 Nomor 9 (2026) Vol 6, No 8 (2026): Volume 6 Nomor 8 (2026) Vol 6, No 7 (2026): Volume 6 Nomor 7 (2026) Vol 6, No 6 (2026): Volume 6 Nomor 6 (2026) Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026) Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue