cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
sri.mulyani@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Program Pascasarjana Universitas Bosowa Jl.Urip Sumoharjo Km.4, Gedung B Lt. 9, Kampus Universitas Bosowa Makassar 90231 Telp/Fax : (0411)452901-452789/(0411)-424568 Email : ubpostgradjournal@gmail.com Homepage : postgraduate.universitasbosowa.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal of Aquaculture and Enviroment
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 26566508     EISSN : 26851008     DOI : https://doi.org/10.35965/jae.v3i1.267
Journal of Aquaculture and Enviroment  merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki e-ISSN:  2685-1008 dan p-ISSN: 2656-6508 diterbitkan oleh Postgraduate Bosowa University Publishing.  Terbit dua kali (Juni dan Desember) dalam satu tahun.  Journal of Aquaculture and Enviroment menerbitkan artikel yang pada bidang aquaculture, fisheries biotechnology, feed and fish nutrition, marine microbiology, marine aquaculture, fishery technology, fisheries biology, population dynamics, fisheries sensing, fishing, marine ecology, fish ecology, coastal management, marine biology, marine conservation, marine culture, marine geology dan oseanografi. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Articles 85 Documents
ANALISIS KELAYAKAN UNTUK BUDIDAYA IKAN KERAPU PADA KARAMBA JARING APUNG DI TELUK AMBAI YAPEN Bobby Hitijahubessy; Sri Mulyani; Hadijah Zainuddin
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 1 No. 2 (2019): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2019
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v1i2.275

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui parameter perairan dan tingkat kesesuaian lahan terhadap kelayakan budidaya ikan kerapu pada Keramba Jaring Apung di Teluk Ambai Kabupaten Yapen, dilaksanakan di Yapen Propinsi Papua selama tiga bulan dari Bulan Oktober sampai Desember 2018. Metode yang digunakan adalah metode matching dan scoring dengan penentuan stasiun lima titik pengamatan di Teluk Ambai kabupaten Yapen, dirancang dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan Parameter lingkungan perairan Teluk Ambai secara kualitas perairan dan teknis budidaya layak untuk pengembangan budidaya kerapu (Epinephelus sp) dengan metode Karamba Jaring Apung. Kesesuaian perairan berdasarkan kualitas perairan di Stasiun 1,2,3 dan 4 dengan nila 60,9 – 76,9 mendapatkan skor cukup sesuai (S2) dan pada stasiun 5 mendapatkan skor 80.9% dengan nilai kelayakan sesuai (S1) sedangkan kesesuaian perairan berdasarkan teknis budidaya semua stasiun menunjukkan nilai yaitu >80% yang termasuk kedalam tingkat kesesuaian pada kelas S1 (sesuai).
ANALISIS KELAYAKAN LAHAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT GRACILARIA sp DI TAMBAK KECAMATAN SINJAI UTARA KABUPATEN SINJAI Agustang Agustang; Sri Mulyani; Erni Indrawati
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 2 No. 1 (2019): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2019
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v2i1.332

Abstract

Rumput laut Gracilaria sp merupakan sumber pangan dan memiliki nilai ekonomis tinggi sebagai sumber devisa serta usaha padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan tingkat kelayakan lahan tambak untuk budidaya rumput laut (Gracilaria sp) berdasarkan parameter fisika (Suhu, ,kedalaman dan kecerahan) dan kimia (salinitas, pH, oksigen terlarut, CO2,nitrat dan fosfat). Populasi dalam penelitian ini adalah kawasan tambak yang ada di Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai, sampelnya sebanyak 3 titik/stasiun pengamatan ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling berdasarkan letak dan sumber air tambak. Data hasil penelitian diperoleh dengan pengamatan, pengukuran langsung dilapangan(suhu, salinitas, kedalaman, kecerahan, oksigen terlarut dan pH) dan analisis laboratorium (fosfat, nitrat,) kemudian dianalisis dengan menggunakan metode pembobotan. Setelah diperoleh nilai skor dari setiap parameter pada setiap titik pengamatan, kemudian dilakukan penilaian yakni layak (S1) dengan kisaran nilai 68-87, cukup layak (S2) dengan kisaran nilai 48-67, dan tidak layak (N) dengan kisaran nilai 27-47.Hasil diperoleh bahwa ketiga stasiun masuk kategori cukup layak (S2) dengan nilai stasiun I (63), stasiun II (56) dan stasiun III (63). Dengan demikian kegiatan budidaya rumput laut Gracillaria sp cukup layak untuk dikembangkan di Kecamatan Sinjai Utara. Seaweed Gracilaria sp is a source of food and having economic value high as a source of foreign exchange and efforts labor-intensive capable of absorbing a lot of labor. Research aims to understand the characteristics and the feasibility land farms to seaweed cultivation (gracilaria sp) based on physical parameters (temperature, deepness and brightness) and chemistry (salinitas , pH, oxygen dissolved,carbon dioxide, nitrate and phosphate). Population in this study of the farms in Sinjai sub district north, sample as many as 3 points/an observation station determined by using the method purposive sampling based on the layout and water sources farms. The data the results of the study obtained with the observation, the measurement of directly field (the temperature of, salinitas, depth, brightness, oxygen dissolved and pH) and an analysis of lab where internal conditions (phosphate, nitrate) then analyzed in order by using the method the weightings of the. After the recent retrieval of the value of a score of every parameter on each the point of observation, then be a assessment of bond issuance will be worthy of (s1) with a range of the value of 68-87, seemed worthy enough to operate ( s2 ) with a range of the value of 48-67 , but it is not suitable ( n ) with a range of the value of 27-47. Result obtained that all three renovation of the gas station is categorized as a seemed worthy enough to operate ( s2 ) with a value of up the first three months of station ( 63 ), renovation of the gas station II ( 56 ) and train stations III (63). As a result of this activities are to be implemented seaweed cultivation gracillaria sp seemed worthy enough to operate to be developed in Sinjai sub district north.
ANALISIS KELAYAKAN LOKASI BUDIDAYA METODE KARAMBA JARING APUNG DI PERAIRAN DESA PULAU HARAPAN SINJAI Abdul Razak Yunus; Sutia Budi; Suryawati Salam
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 2 No. 1 (2019): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2019
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v2i1.338

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesesuaian perairan berdasarkan data parameter ekosistem perairan, mengetahui lokasi yang cocok untuk dikembangkan budidaya ikan kerapu dengan sistem karamba jaring apung yang berkelanjutan berdasarkan data parameter perairan yang meliputi kedalaman, kecerahan, kecepatan arus, salinitas, suhu, tinggi gelombang, derajat keasaman (pH) dan oksigen terlarut dianalisis berdasarkan posisi koordinatnya. Hasil yang didapatkan Pada kelas S1, kawasannya mencakup area seluas ± 467.898,82 m2 atau sebesar 26,47 % dari total kawasan yang menjadi area studi. Kelas S2 mencakup area seluas ± 725.217,09 m2 atau sebesar 41,03 % dari luas kawasan yang menjadi area studi dari luas total perairan dan kelas S3, kawasannya mencakup area seluas ± 574.609,54 m2 atau sebesar 32,51 % dari total kawasan yang menjadi area studi. This study aims to analyze the suitability of water based on water ecosystem parameter data, find out suitable locations for grouper aquaculture development with a sustainable floating net karamba system based on water parameter data which includes depth, brightness, current speed, salinity, temperature, wave height, degree of acidity (pH) and dissolved oxygen are analyzed based on the position of the coordinates. The results obtained in the S1 class, the area covers an area of ??± 467,898.82 m2 or as much as 26.47% of the total area of ??study area. Class S2 covers an area of ??± 725,217.09 m2 or 41.03% of the area of ??the study area of ??the total area of ??waters and class S3, the area covers an area of ??± 574,609.54 m2 or 32.51% of the total area be a study area.
ANALISIS PEMBERIAN VITAMIN C PADA ROTIFER DAN ARTEMIA TERHADAP SINTASAN, RASIO RNA/DNA, KECEPATAN METAMORFOSIS DAN KETAHANAN STRES LARVA RAJUNGAN (Portunus Pelagicus) STADIA ZOEA Faidar Faidar; Sutia Budi; Erni Indrawati
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 2 No. 2 (2020): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2020
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v2i2.345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan vitamin C rotifer, artemia dan larva rajungan setelah diperkaya dengan vitamin C dan menganalisis pemberian vitamin C terhadap sintasan, rasio RNA/DNA, kecepatan metamorfosis dan ketahanan stres larva rajungan stadia zoea. Serta menentukan dosis optimum vitamin C yang menghasilkan sintasan, rasio RNA/DNA, ke-cepatan metamorfosis dan ketahanan stres larva rajungan stadia zoea yang terbaik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2020 di unit pembenihan kepiting dan rajungan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar. Analisis Rasio RNA/DNA dilakukan di Laboratorium Uji Fisika Kimia BPBAP Takalar. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vitamin C pada rotifer dan artemia dapat meningkatkan kandungan rotifer, artemia dan larva rajungan. Pemberian vitamin C pada rotifer dan artemia terhadap larva rajungan stadia zoea dapat meningkatkan sintasan, kecepatan metamorfosis dan ketahanan stres larva rajungan dan Dosis vitamin C 250 ppm yang terbaik pada pemeliharaan larva rajungan stadia zoea. This study aimed to analyze the content of vitamin C rotifer, artemia and small crab larvae after enriched with vitamin C and to analyze the provision of vitamin C to survival, RNA / DNA ratio, metamorphosis rate and stress resistance of crab larvae in zoea stage. Also, it aimed to determine the optimum dose of vitamin C which produces the best survival rate, RNA/DNA ratio, metamorphosis speed and stress resistance of crab larvae in zoea stage. This research was conducted from May to June 2020 in the hatchery unit of the Brackish Water Cultivation Fishery Center (BPBAP) Takalar. RNA / DNA ratio analysis was carried out at the Laboratory of Chemical Physics Testing of BPBAP Takalar. The research design used a completely randomized design (CRD). The results showed that giving vitamin C to rotifers and brine shrimp increased the content of rotifers, brine shrimp and crab larvae. Giving vitamin C to rotifers and artemia to larvae of zoea stadia crabs can increase survival, metamorphosis speed and stress resistance of crab larvae and the best dose of vitamin C 250 ppm in the maintenance of zoea stadia crab larvae.
PENGAYAAN PAKAN BENIH RAJUNGAN (Portunus Pelagicus) STADIA MEGALOPA MELALUI PEMBERIAN BETA KAROTEN Andi Yusneri; Sutia Budi; Hadijah Hadijah
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 2 No. 2 (2020): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2020
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v2i2.362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai nutrisi pakan alami rotifer dan artemia melalui penambahan beta karoten yang bersumber dari wortel. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2020 di unit pembenihan kepiting dan rajungan Balai Pe-rikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar.  Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) sebanyak 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hewan uji yang digunakan adalah larva rajungan (Portunus Pelagicus) stadia megalopa yang ditebar dengan kepadatan 5 ekor/l dan dipelihara sampai memasuki stadia crab. Luaran penelitian yang ditargetkan adalah teknologi pengayaan pakan alami rotifer dan artemia menggunakan beta karoten yang berasal dari wortel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian frekwensi pakan yang tepat setelah dikayakan  dengan beta caroten akan meningkatkan sintasan dan pertumbuhan  pada larva rajungan. Frekwensi pakan yang tepat diberikan pada larva rajungan yang terbaik untuk kelang-sungan hidup larva rajungan adalah pemberian pakan 3 kali/hari. This study aims to increase the nutritional value of natural rotifer and artemia feed by adding beta carotene from carrots. This research was conducted in May 2020 at the hatchery unit of the Brackish Water Cultivation Fishery Center (BPBAP) Takalar. The research design used was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The experimental animals used were small crab larvae (Portunus pelagicus) in the megalopa stage which were stocked with a density of 5 individuals/l and they were kept until entering the crab stage. The target output of this research is natural feed enrichment technology for rotifer and artemia using beta carotene derived from carrots. The results showed that giving the right frequency of feed after being enriched with beta carotene would increase survival and growth in small crab larvae. The best frequency of feed given to small crab larvae for the survival of small crab larvae is feeding 3 times/day.
PROSPEK KELAYAKAN PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN NILA DI KOLAM AIR TENANG DI KECAMATAN SINJAI BORONG KABUPATEN SINJAI Jamaluddin Saleh; Sutia Budi; Suryawati Salam
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 2 No. 1 (2019): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2019
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v2i1.376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan dan prospek pengembangan budidaya ikan nila di kolam air tenang di Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai. Populasi dalam penelitian ini adalah pembudidaya ikan nila di kolam air tenang yang ada di Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai yaitu sebanyak 163 orang pembudidaya, sampelnya sebanyak 30 orang responden ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling berdasarkan pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan usaha pembesaran ikan nila di kolam air tenang. Data yang yang diperoleh dianalisis dari aspek teknis, aspek finansial, dianalisis dengan analisis SWOT dan analisis trend produksi menggunakan metode kuadrat terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek teknis layak untuk dikembangkan, aspek finansial tidak layak untuk kelayakan investasi dan Analisis SWOT menunjukkan pada posisi dapat dipertahankan untuk dikembangkan dengan memanfaatkan peluang yang ada dengan meminimalkan ancaman dan kelemahan. Hasil analisis trend menunjukkan bahwa produksi ikan nila memiliki kecenderungan terus meningkat meskipun tidak signifikan. This research is a case study that aims to determine the level of feasibility and prospects for the development of tilapia aquaculture in calm water ponds in Sinjai Borong Sub-District, Sinjai Regency. The population in this study were tilapia fish farmers in calm water ponds in Sinjai Borong District, Sinjai Regency, as many as 163 farmers, the sampel of 30 respondent was determined using a purposive sampling method based on knowledge and experience in managing of tilapia enlargement business in calm water ponds. The study was conducted in June to July 2019. The data obtained were analyzed from technical aspects, analyzed by SWOT analysis and production trend analysis using the least squares method. The results showed that from the technical aspects feasible to be developed, the financial aspects were not feasible for investment feasibility and the SWOT analysis showed that position could be maintained to be developed by utilizing existing opportunities by minimizing threats and weaknesses. The results of ternd analysis show the tilapia production has a tendency to increase even though it is not significant.
ANALISA FAKTOR OSEANOGRAFI DALAM MENDUKUNG BUDIDAYA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DI PERAIRAN PULAU SEMBILAN KABUPATEN SINJAI Sri Indriyani; Hadijah Mahyuddin; Erni Indrawati
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 2 No. 1 (2019): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2019
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v2i1.377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor oseanografi dan tingkat kesesuaian lokasi perairan Pulau Sembilan dalam mendukung budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juni – Oktober 2019. Penentuan lokasi budidaya rumput laut, dipilih berdasarkan kriteria sengaja ( purposive sampling ). Hasil penelitian memperlihatkan kisaran nilai: a) Parameter fisika terdiri atas: (1) arus 5 – 30 cm/dtk, (2) suhu 28,7 - 32 °C (3) kedalaman sebesar 2 m - 10 m, (4) kecerahan 1 m - 3,5 m, (5) substrat dasar perairan karang, berpasir (b) Parameter Kimia terdiri dari: (1) salinitas perairan 30 ppt - 32,8 ppt, (2) pH 7,37 - 9,31 (3) oksigen terlarut 4,16 - 11,08 mg/l (4) carbon dioksida 2 - 6 mg/l (5) fosfat 0,044 mg/l – 1,185 mg/l, (6) nitrat 0,046- mg/l- 1,104 mg/l. c) Parameter biologi terdiri atas: organisme pengganggu berupa ikan dan lumut. Hasil skoring menunjukkan untuk ketiga stasiun dapat dilakukan kegiatan budidaya Kappaphycus alvarezii yaitu pada Pulau Kambuno, Batanglampe dan Kodingare. This study aims to determine oceanographic factors and the suitability of the waters of the nine islands in supporting seaweed cultivation Kapphaphycus alvarezii. The research was conducted in June-october 2019. Determination of a proposed seaweed cultivation area, was conducted bu using conformity criterias based on the results matrix scoring and weighting. The results showed a range of values: a) physical parameters consist of (1) the flow velocity of 5 cm/s to 30 c m/s (2) water temperature 28,7 ºC to 32 ºC, (3) the depth of 2 m to 10 m, (4) brightness of 1 m to 3,5 m, (5) water bottom material types include: sand and coral, b) Chemical parameters consist of: (1) salinity waters 30 ppt to 32.8 ppt, (2) pH 7,37 to 9.31, (3) dissolved oxygen 4,16 to 11,08 ppm (4) carbondioksida 2 to 6 ppm ,(5) phosphate 0.044 mg/l to 1.104 mg/l, (4) nitrate 0,046 mg/l to 1.104 mg/l. c) Biological parameters consist of disturbing organism such as fish and mosses. Scoring results show for the three station can be used for farming Kappaphycus alvarezii activities in the islands Kambuno, Kodingare and Batanglampe.
ANALISIS PEMANFAATAN DANAU SENTANI UNTUK PENGEMBANGAN BUDIDAYA KERAMBA JARING APUNG SECARA BERKELANJUTAN Iman Djuniawal; Suryawati Salam; Sri Mulyani
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 2 No. 1 (2019): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2019
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v2i1.440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan budidaya ikan dan mengkaji strategi yang tepat dalam usaha pengembangan budidaya ikan karamba Jaring apung di Danau Sentani Jayapura, dilaksanakan selama tiga bulan dari Bulan Juni sampai Agustus 2019. Metode yang dilakukan dengan teknik survei melalui observasi dan wawancara mendalam dengan stakeholder terdiri dari pembudidaya, masyarakat pemanfaat dan pemerintah terkait, dianalisis dengan scoring dan SWOT pada sembilan titik stasiun pengamatan berbeda mewakili areal Timur, Tengah dan Barat danau Sentani. Hasil penelitian menunjukkan parameter lingkungan perairan pada wilayah Timur dan Tengah danau Sentani yaitu distrik Puay dan Asei kecil masih layak untuk pengembangan budidaya Karamba Jaring Apung, berbeda pada wilayah Barat di sekitar Simporo beberapa parameter lingkungan budidaya menunjukkan kurang layak. Faktor Internal dan eksternal dengan cara peningkatkan pemahaman kelompok budidaya akan pentingnya pemanfaatan sumberdaya danau berpengaruh terhadap pengembangan budidaya karamba jaring apung di danau Sentani. Penguatan sinergitas antara pembudidaya dan kolaboratif dengan berbagai pihak merupakan strategi yang tepat untuk mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pembudidaya This study aims to analyze the internal and external environment that affect the development of fish culture and assess the right strategy in the development of floating net cage fish farming in Sentani Lake Jayapura, carried out for three months from June to August 2019. The method is carried out by survey techniques through In-depth observations and interviews with stakeholders consisting, beneficiary communities and relevant government, were analyzed by scoring and SWOT at nine different observation station points representing the East, Central and West areas of Lake Sentani. The results showed that the environmental parameters of the waters in the East and Central Sentani lakes, namely the districts of Puay and Asei small, were still suitable for the development of floating net Karamba cultivation, differing in the West region around Simporo, some parameters of the aquaculture environment showed that they were less feasible. Internal and external factors by increasing the understanding of aquaculture groups on the importance of the use of lake resources influence the development of floating net cage cultivation in Lake Sentani. Strengthening synergy between farmers and collaboratives with various parties is the right strategy to encourage farmers to increase income and welfare
ANALISIS PENGGUNAAN FERMENTASI PROBIOTIK PADA PAKAN TERHADAP PRODUKTIFITAS UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) Agus Wijayanto; Hadijah Hadijah; Sri Mulyani
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 2 No. 2 (2020): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2020
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v2i2.488

Abstract

Beberapa tahun terakhir pembudidaya udang Vaname sudah meninggalkan penggunaan antibiotik untuk membantu mengatasi penyakit dalam upaya meningkatkan hasil panen, karena terbukti penggunaan bakteri menjadi semakin meningkatkan resistensi bakteri patogen terhadap antibiotik. Probiotik menjadi solusi terbaik saat ini untuk mendapatkan keberhasilan optimal pada hasil produksi budidaya udang Vaname. Tujuan dari penelitian ini supaya memperoleh pengetahuan konsentrasi terbaik penggunaan probiotik yang diberikan dengan pencampuran pakan dengan berbeda konsentrasi untuk pertumbuhan, sintasan dan FCR udang vaname (Litopenaeus vannamei). Metode yang digunakan pada penelitian ini eksperimental yang terdiri atas 4 perlakuan yaitu A (tanpa penambahan probiotik fermentasi pada pakan), B (penambahan probiotik fermentasi 0,5 liter), C (pakan dengan Probiotik fermentasi 1 liter), dan P3 (pakan dengan Probiotik fermentasi 1,5 liter) pada wadah dengan kepadatan 100 ekor/L. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata laju pertumbuhan spesifik udang Vaname berkisar antara 0.16-0,26 %, tingkat kelangsungan hidup berkisar antara 49 – 93 %. In the last few years, vaname shrimp farmers have abandoned the use of antibiotics to help overcoming the disease as an effort to increase crop yields, because it is proven that the use of bacteria has increased the resistance of pathogenic bacteria to antibiotics. Probiotics are the best solution at this time to obtain optimal success in the production of vaname shrimp. The purpose of this study is to obtain the best concentration of probiotic use given by mixing feed with different concentrations for growth, survival and FCR of vaname shrimp (Litopenaeus vannamei). The method used in this experimental study consisted of 4 treatments namely A (without addition of fermented probiotics in feed), B (addition of 0.5-liter fermented probiotics), C (feed with 1-liter fermented probiotics), and P3 (feed with 1.5-liter fermented probiotics) in containers with a density of 100 ind./L. The results showed that the average specific growth rate of vaname shrimp ranged from 0.16 to 0.26% and the survival rate ranged from 49 to 93%.
ANALISIS EFEKTIFITAS HORMON TIROKSIN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILA SALIN (Oreochromis niloticus) Petrus Matius Sroyer; Hadijah Hadijah; Sri Mulyani
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 2 No. 2 (2020): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2020
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v2i2.512

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh hormon tiroksin terhadap pertumbuhan ikan nila salin dengan beberapa konsentrasi yang berbeda dan secara oral. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan 4 perlakuan yaitu penambahan hormone Tiroksin pada pakan 10 g/kg pakan pada P1, 15g/kg pada P2, 25 g/kg pada P3 dan tanpa pemberian hormone pada pakan untuk control ada P4. Data dianalisis dengan menggunakan analysis of variance (ANOVA). Parameter uji dalam penelitian ini meliputi Laju Pertumbuhan Spesifik dan Pertumbuhan Mutlak. Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan 3,01-4,73%/hari, pertumbuhan mutlak 103,78 - 159,04 gram, sehingga penggunaan hormone Tiroksin terbaik 25 gram/kg pakan. The purpose of this study was to determine the effect of the thyroxine hormone on the growth of salted tilapia with several different concentrations and it’s done orally. This study was carried out experimentally with 4 treatments, namely the addition of the hormone thyroxine 10g/kg feed at P1, 15g/kg feed at P2, 25g/kg feed at P3 and without addition of hormones to feed for control at P4. The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). Test parameters in this study include the Specific Growth Rate and Absolute Growth. The results showed a growth rate of 3.01-4.73%/day and absolute growth of 103.78-159.04 grams, so that the best use of thyroxine hormone was 25 g/kg feed.