cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
sri.mulyani@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Program Pascasarjana Universitas Bosowa Jl.Urip Sumoharjo Km.4, Gedung B Lt. 9, Kampus Universitas Bosowa Makassar 90231 Telp/Fax : (0411)452901-452789/(0411)-424568 Email : ubpostgradjournal@gmail.com Homepage : postgraduate.universitasbosowa.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal of Aquaculture and Enviroment
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 26566508     EISSN : 26851008     DOI : https://doi.org/10.35965/jae.v3i1.267
Journal of Aquaculture and Enviroment  merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki e-ISSN:  2685-1008 dan p-ISSN: 2656-6508 diterbitkan oleh Postgraduate Bosowa University Publishing.  Terbit dua kali (Juni dan Desember) dalam satu tahun.  Journal of Aquaculture and Enviroment menerbitkan artikel yang pada bidang aquaculture, fisheries biotechnology, feed and fish nutrition, marine microbiology, marine aquaculture, fishery technology, fisheries biology, population dynamics, fisheries sensing, fishing, marine ecology, fish ecology, coastal management, marine biology, marine conservation, marine culture, marine geology dan oseanografi. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Articles 85 Documents
PEMBERIAN PAKAN ALAMI BERBEDA UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA SULTANA OREOCHROMIS NILOTICUS Ramadhan, Zulkifly Aidil; Mulyani, Sri; Aqmal, Amal
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 4 No. 1 (2021): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2021
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v4i1.1215

Abstract

Pakan alami merupakan pakan yang paling sesuai digunakan sebagai pakan benih ikan yang mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian pakan alami (Dapnia sp, Tubifex sp, Cacing Darah) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila Sultana. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acap lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga kali ulangan : Daphnia sp. Tubifex  sp. dan Cacing Darah. Peningkatan Pertumbuhan Benih ikan nila selama 35 hari pemeliharaan menunjukkan peningkatan berat tertinggi terdapat pada perlakuan Tubifex sp, dari 8,6 menjadi 16,0 gr, selanjutnya diikuti pada perlakuan Cacing Darah dari 8,47 menjadi 9,36 gr, dan berat terendah terdapat pada perlakuan Daphnia sp dari 7,97 menjadi 8,7 gr. Tingkat kelangsungan hidup Benih tertinggi terdapat pada perlakuan Tubifex sp sebesar 83%, kemudian Cacing Darah 68%, dan terendah pada perlakuan Daphnia sp 65%. Pengaruh pemberian pakan alami tidak berpegaruh nyata terhadap pertumbuhan spesifik, sedangkan kelangsungan hidup Ikan Nila Sultana berpengaruh nyata. Natural feed is the most suitable feed used as fish seed feed that supports the growth and survival rate of fish fry. This study aims to determine the provision of natural food (Dapnia sp, Tubifex sp, Blood Worm) on the growth and survival rate of Sultana tilapia fry. The method used in this study was a randomized complete design (CRD) with three treatments and three replications: Daphnia sp. Tubifex sp. and Blood Worms. The increase in the growth of tilapia seeds during 35 days of rearing showed the highest increase in weight was found in the Tubifex sp treatment, from 8.6 to 16.0 g, followed by the Bloodworm treatment from 8.47 to 9.36 g, and the lowest weight was found in Daphnia sp treatment from 7.97 to 8.7 gr. The highest seed survival rate was found in the treatment of Tubifex sp by 83%, then Bloodworms 68%, and the lowest in the treatment of Daphnia sp 65%. The effect of natural feeding had no significant effect on specific growth, while the survival of Tilapia Sultana had a significant effect.
PERBANDINGAN KANDUNGAN LOGAM BERAT (CD, CR, PB) DALAM AIR DAN KERANG ANTAR EKOSISTEM SUNGAI, MUARA DAN PANTAI DI PERAIRAN SUNGAI TALLO MAKASSAR Despri Setya Rumoey; Nur Asia Umar; Hadijah Hadijah
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v4i2.1379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan konsentrasi logam berat (Cr, Cd, dan Pb) dalam air dan kerang antar ekosistem di perairan sungai Tallo Makassar pada saat surut dan pasang yang dilaksanakan dari bulan Juni-Agustus 2021. Metode yang digunakan adalah pengambilan sampel berdasarkan tempat yaitu pada saat air pasang dan air surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perairan yang tercemar logam berat Pb dan Cr ditiga stasiun yaitu sungai, muara dan pantai dengan nilai Pb = 0.11 mg/L di sungai, Cr = 0.12 mg/L , Pb = 0.13 mg/L di muara dan Cr = 0.11 mg/L di pantai. Kandungan logam berat Pb paling tinggi pada kerang di sungai dengan nilai 3.23 mg/Kg. Parameter lingkungan yang terukur masih dalam kondisi normal. Terdapat plankton sebagai bioindikator perairan dengan spesies yang dapat menyebabkan blooming plankton dan juga penyakit untuk biota perairan (ikan) seperti spesies Prorocentrum. sp dari kelas Dinoflagellatae. The research aims to compare the concentration of heavy metal (Cr, Cd, Pb) in water and shells between ecosystems in Tallo river, Makassar at high and low tide within two months from June to August 2021. The method used was sampling according to the place when high and low tide. The results showed that the waters were contaminated with heavy metals Pb and Cr at three stations namely rivers, estuarie, and beaches with Pb values = 0.11 mg/L in rivers, Cr = 0.12 mg/L, Pb = 0.13 mg/L in estuaries, and Cr = 0.11 mg/L at the beach. The highest content of heavy metal Pb was in shellfish in the river with a value of 3.23 mg/Kg. The measured environmental parameters are still in normal conditions. There are plankton as water bioindicators possibly causing plankton blooms and diseases for aquatic biota (fish) such as Prorocentrum. sp of the class Dinoflagellates
PENGARUH KONSENTRASI ENZIM PAPAIN PADA PAKAN TERHADAP AKTIVITAS ENZIM PENCERNAAN IKAN BANDENG CHANOS CHANOS Marwan Marwan; Hadijah Hadijah; Sri Mulyani
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v4i2.1454

Abstract

Salah Satu masalah yang di hadapi perbenihan ikan Bandeng Chanos chano) adalah besarnya kebutuhan akan pakan alami (Branchionus sp) dalam proses produksi benih ikan bandeng.  Penelitian ini bertujuan untuk menekan atau mengurangi penggunaan makanan  alami dalam proses produksi benih bandeng.  larva yang di pelihara dalam wadah 70 liter yang diisi dengan air laut salinitas 30 ppt. Penebaran larva wadah dengan menggunakan larva yang berumur 13 hari dengan  kepadatan larva ikan bandeng 15 ekor/l.  Metode penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah pengayaan pakan dengan enzim papain dengan dosis  berbeda (0%, 0,75%, 1%, dan 1,25%). Hasil penelitian ini dengan penggunaan dosis enzim papain 1% dalam pakan memberikan nilai tertinggi pada uji aktivitas enzim, pertumbuhan relatif, rasio RNA/DNA serta kelangsungan hidup benih bandeng. Parameter kualitas air selama proses penelitian dalam kisaran layak bagi pemeliharaan benih ikan Bandeng. One of the problems faced by milkfish (Chanos-chanos) hatcheries is the excessive demand for natural feed (Branchionus sp) in the milkfish fry production process. This study aims to suppress or reduce the use of natural foods in the milkfish seed production process. Larvae reared in 70-liter containers filled with seawater salinity 30 ppt. Larvae distribution in containers used 13-day-old larvae with a density of 15 fish/l milkfish larvae. The research used a Completely Randomized Design (CRD) method with 4 treatments and 3 replications. The trial treatment was enrichment of feed with papain enzymes at various doses (0%, 0.75%, 1%, and 1.25%). The result of this study showed a dose of 1% papain enzyme in the feed give the highest value on the enzyme activity test, relative growth, RNA/DNA ratio, and the survival rate of milkfish seeds. Water quality parameters during the research process were within the acceptable range for milkfish fry maintenance
PENGARUH BIOENKAPSULASI VITAMIN C PADA ROTIFER DAN ARTEMIA TERHADAP RASIO RNA/DNA, PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN BANDENG CHANOS CHANOS Khairiman Khairiman; Sri Mulyani; Sutia Budi
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v4i2.1455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasio RNA/DNA, pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup larva ikan bandeng yang disuplementasi Vitamin C pada rotifer dan artemia dengan dosis yang berbeda, perlakuan ini diharapkan dapat meningkatkan performa fisiologis larva ikan bandeng. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai Oktober 2021 di unit pembenihan ikan bandeng Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar. Analisis laboratorium untuk beberapa parameter uji di laksanakan di Laboratorium Uji Fisika Kimia BPBAP Takalar. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa Suplementasi vitamin C pada rotifer dan artemia dapat meningkatkan rasio RNA/DNA, pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup larva ikan bandeng. Dosis suplementasi rotifer dan artemia dengan vitamin C terbaik untuk rasio RNA/DNA, pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup yang diperoleh pada penelitian ini adalah pada dosis 200 mg/L dengan tingkat kelangsungan hidup 35,64 ± 0,125c% diikuti dosis 150 mg/L sebesar 34,45 ± 0,49c% dan dosis 100 mg/L 32,17 ± 0,79b%. untuk yang terendah pada perlakuan kontrol 0 mg/L 29,31 ± 1,189a%. The study aims to analyze the RNA/DNA ratio, growth, and survival rates of vitamin C supplemented milkfish larvae in rotifers and artemia at different doses, This treatment is expected to improve the physiological performance of the milkfish larvae. This research was conducted from September to October 2021 at the fish hatchery unit of The Brackish Aquaculture Fisheries Center (BPBAP) Takalar. Laboratory analysis for several test parameters was carried out at the BPBAP Takalar Chemical Physics Test Laboratory. The study used a Complete Randomized Design (RAL). The results showed that vitamin C supplementation in rotifers and artemia could improve RNA/DNA ratio, growth, and survival rate of milkfish larvae. The best dose of rotifer and artemia supplementation with vitamin C for RNA/DNA ratio, growth, and survival rate obtained in this study was at 200 mg/L with a survival rate of 35.64 ± 0.125c% followed by a dose of 150 mg/L of 34.45 ± 0.49c% and a dose of 100 mg/L of 32.17 ± 0.79b%. For the lowest on the control treatment was 0 mg / L 29.31% ± 1,189a.
PENGARUH EKOLOGI DAN HABITAT TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT ( Eucheuma cotonii) DI TELUK BICARI KABUPATEN KAIMANA Rita A. Kramandondo; Hadijah Hadijah; Sri Mulyani
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v4i2.1456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekologi dan habitat terhadap pertumbuhan rumput laut E. cottonii di Teluk Bicari, Kabupaten Kaimana. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Penentuan stasiun dilakukan pada komunitas pembudidaya rumput laut yang berada di dalam teluk Bicari dengan stasiun mewakili bagian luar, tengah dan dalam teluk tersebut. Setiap titik pengambilan sampel dicatat posisi geografisnya atau titik koordinatnya dan dilakukan budidaya dengan berat awal rata rata 100 gr dengan waktu pengamatan 1 musim tanam selama 7 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Teluk Bicari mempunyai daerah budidaya rumput laut di Desa Foromajaya yang berada di teluk bagian dalam, desa Marsi yang melakukan budidaya di peissir teluk bagian tengah dan daerah Mae mae yang berada di bagian luar Teluk Bicari yang langsung mendapat akses dari laut lepas. Pertumbuhan bobot tertinggi diperoleh dari daerah Mae mae (1460 gr) diikuti Marsi (1120 gr)  dan Foromajaya (880 gr). Dengan demikian, hasil penelitian ini menyatakan bahwa ekologi dan habitat mempengaruhi pertumbuhan rumput laut jenis Echeuma cotonii.. Kata Kunci: Ekologi, Rumput Laut, Euchema cottonii, Teluk Bicari, Pertumbuhan, Kaimana   ABSTRACT This study aims to determine the effect of ecology and habitat on the growth of E. cottonii seaweed in Bicari Bay, Kaimana District. This research is experimental using quantitative and qualitative approach. Determination of stations is carried out on seaweed farming communities in Bicari Bay with stations representing the outer, middle and inner parts of the bay. Each sampling point recorded its geographical position or coordinates and cultivated with an average initial weight of 100 g with an observation time of 1 growing season for 7 weeks. The results showed that the waters of Bicari Bay hvea seaweed cultivation areas in Foromajaya Village which is in the inner bay, Marsi village which cultivates on the coast of the middle bay and Mae Mae area which is on the outside of Bicari Bay which has direct access from the high seas. The highest weight growth was obtained from Mae mae (1460 g) followed by Marsi (1120 g) and Foromajaya (880 g). Thus, the results of this study indicate that ecology and habitat affect the growth of Echeuma cotonii seaweed Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekologi dan habitat terhadap pertumbuhan rumput laut E. cottonii di Teluk Bicari, Kabupaten Kaimana. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Penentuan stasiun dilakukan pada komunitas pembudidaya rumput laut yang berada di dalam teluk Bicari dengan stasiun mewakili bagian luar, tengah dan dalam teluk tersebut. Setiap titik pengambilan sampel dicatat posisi geografisnya atau titik koordinatnya dan dilakukan budidaya dengan berat awal rata rata 100 gr dengan waktu pengamatan 1 musim tanam selama 7 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Teluk Bicari mempunyai daerah budidaya rumput laut di Desa Foromajaya yang berada di teluk bagian dalam, desa Marsi yang melakukan budidaya di peissir teluk bagian tengah dan daerah Mae mae yang berada di bagian luar Teluk Bicari yang langsung mendapat akses dari laut lepas. Pertumbuhan bobot tertinggi diperoleh dari daerah Mae mae (1460 gr) diikuti Marsi (1120 gr)  dan Foromajaya (880 gr). Dengan demikian, hasil penelitian ini menyatakan bahwa ekologi dan habitat mempengaruhi pertumbuhan rumput laut jenis Echeuma cotonii.. This study aims to determine the effect of ecology and habitat on the growth of E. cottonii seaweed in Bicari Bay, Kaimana District. This research is experimental using quantitative and qualitative approach. Determination of stations is carried out on seaweed farming communities in Bicari Bay with stations representing the outer, middle and inner parts of the bay. Each sampling point recorded its geographical position or coordinates and cultivated with an average initial weight of 100 g with an observation time of 1 growing season for 7 weeks. The results showed that the waters of Bicari Bay hvea seaweed cultivation areas in Foromajaya Village which is in the inner bay, Marsi village which cultivates on the coast of the middle bay and Mae Mae area which is on the outside of Bicari Bay which has direct access from the high seas. The highest weight growth was obtained from Mae mae (1460 g) followed by Marsi (1120 g) and Foromajaya (880 g). Thus, the results of this study indicate that ecology and habitat affect the growth of Echeuma cotonii seaweed
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI ANGGUR LAUT Caulerfa lentillirea PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN NILA Novianti Novianti; Nur Asia Umar; Sutia Budi
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v4i2.1523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsetrasi anggur laut caulerfa lentillirea pada pakan terhadap pertumbuhan ikan nila. Ikan Nila Oreocrhomis niloticus merupakan salah satu jenis ikan tawar yang memiliki prospek pengembangan yang baik karena digemari oleh masyarakat secara luas. Penelitian didesain dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan masing-masing tiga ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah dosis tepung C. lentillifera berbeda pada pakan ikan Nila. Parameter uji berupa pertumbuhan ikan Nila. Hasil penelitian nilai pertumbuhan pada penelitian penambahan Tepung  Anggur Laut pada pakan dengan berbagai dosis yang berbeda menunjukan nilai yang hampir sama dimana perlakuan A (10%) memiliki nilai pertumbuhan mutlak tertinggi dan perlakuan D (0%) memiliki nilai terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dosis 13,27% memberikan nilai pertumbuhan tertinggi. This study aimed to determine the effect of various concentrations of sea grape caulerfa lentillirea on feed on the growth of tilapia. Tilapia Oreochromis niloticus is one type of freshwater fish that has good development prospects because it is favored by the wider community. The study was designed in a completely randomized design with 4 treatments and three replications each. The treatments tested were different doses of C. lentillifera flour on Tilapia fish feed. The test parameter was the growth of Tilapia. The results of the growth value research on the addition of Sea Grape Flour to the feed with various different doses showed almost the same value where treatment A (10%) had the highest absolute growth value and treatment D (0%) had the lowest value. The results showed that at a dose of 13.27% gave the highest growth value.
ANALISIS AKTIVITAS ENZIM PROTEASE PADA USUS BENIH IKAN NILA GESIT DI UNIT PEMBENIHAN RAKYAT AINUN MAROS Suryanti Suryanti; Erni Indrawati; Sri Mulyani
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 5 No. 1 (2022): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v5i1.1950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan aktivitas enzim protease yang terdapat pada usus benih ikan nila gesit yang dikultur dengan metode yang berbeda, menganalisis korelasi antara aktivitas enzim protease benih ikan nila gesit yang dikultur dengan metode yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di UPR (Unit Pembenihan Rakyat) Ainun Maros dalam pemeliharaan dan pengambilan sampel benih ikan nila gesit dan di Analisis di Laboratorium Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP) Maros untuk aktivitas enzim protease pada usus benih ikan nila gesit dan laju pertumbuhan relatif ikan nila gesit. Hubungan antara aktivitas enzim protease dengan laju pertumbuhan benih ikan nila bahwa pada minggu pertama sampai ketiga menunjukkan peningkatan aktivitas enzim setiap minggu, seiring dengan peningkatan laju pertumbuhan pada ikan Kelompok I, namun demikian besarannya masih jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan aktivitas enzim protease dan laju pertumbuhan ikan nila gesit pada kelompok II.  Pada grafik diperoleh persamaan regresi Y = 67,289x – 2,2071 dengan R2.  Koefisien korelasi antara aktivitas enzim dan pertumbuhan sebesar 0,9984 ini berarti bahwa aktivitas enzim dan pertumbuhan memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat.  Aktifitas enzim protease pada hari ke 7 pemeliharaan didapatkan selisih nilai sebesar 0,0077 µ/mL/Menit, pada hari ke 14 pemeliharaan didapatkan selisih 0.0193 µ/mL/Menit, pada hari ke 21 didapatkan selisih nilai sebesar 0,0173 µ/mL/Menit.  Hal ini menunjukkan bahwa tidak memperlihatkan perbedaan yang sangat nyata.  Selanjutnya berdasarkan laju aktivitas enzim protease pada kelompok I sekitar 0.0011 – 0.0019 perhari, sedangkan pada kelompok II berkisar 0.0028 – 0.0016 tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, sedangkan laju pertumbuhan relative benih ikan nila gesit selama penelitian pada kelompok I mengalami pertumbuhan bobot yang lebih rendah dibandingkan pada benih ikan nila gesit dan kelompok II.  Laju pertumbuhan relative pada hari ke 7 didapatkan sebesar 0.5714 % pada kelompok I dan 0.8571 % pada kelompok II. Selanjutnya pada hari ke 14 didapatkan laju pertumbuhan relative sebesar 1.1428 %, pada kelompok I dan 1.4286 % pada kelompok II.  Sementara pada hari ke 21 didapatkan laju pertumbuhan relatif sebesar 2.0000 % pada kelompok I dan 2.5714 % pada kelompok II.. This study aims to analyze the differences in the activity of protease enzymes found in the intestines of Agile Tilapia Fish cultured by different methods and analyze the correlation between the protease enzyme activity of Agile Tilapia Fish cultured by various methods. This research was carried out at the UPR (People’s Hatchery Unit) Ainun Maros in the maintenance and sampling of Agile Tilapia Fish and the Analysis at the Laboratory of the Research Center for Brackish Water Aquaculture and Fisheries Extension (BRPBAP) Maros for the activity of protease enzymes in the intestines of Agile Tilapia Fish and the relative growth rate of Agile Tilapia Fish. The relationship between the movement of the protease enzyme and the growth rate of Agile Tilapia Fish in the first to third weeks showed an increase in enzyme activity every week, along with an increase in the growth rate in group I fish. However, the magnitude was still much smaller when compared to the movement of the protease enzyme and the growth rate of Agile Tilapia Fish in Group II. On the graph obtained, the regression equation Y = 67,289x – 2,2071 with R2. This correlation coefficient between enzyme activity and growth of 0,9984 means that enzyme activity and development have an extreme degree of relationship. The activity of the protease enzyme on the 7th day of maintenance obtained a difference in the value of 0,0077 µ/mL/Minute, on the 14th day of maintenance a difference of 0.0193 µ/mL/Minute was obtained, on the 21st day a difference in the value of 0.0173 µ/mL/Minute was obtained. This shows that it does not show a very noticeable difference. Furthermore, based on the rate of activity of the protease enzyme in Group I, around 0.0011 – 0.0019 per day, while in group II the range of 0.0028 – 0.0016 did not show a significant difference, while the relative growth rate of Agile Tilapia Fish during the study in group I experienced lower weight growth than in Agile Tilapia Fish in group II. The relative growth rate on day 7 was obtained at 0.5714% in Group I and 0.8571% in Group II. Furthermore, on the 14th day, a close growth rate of 1.1428% was obtained in Group I and 1.4286% in Group II. Meanwhile, on the 21 st days, a relative growth rate of 2.0000% was obtained in Group I and 2.5714% in Group II
ANALISIS KANDUNGAN ALBUMIN IKAN GABUS CHANNA STRIATA PADA HABITAT SUNGAI DAN RAWA DI KABUPATEN MAROWALI Besse Firma Jamal; Nur Asia Umar; Sutia Budi
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 5 No. 1 (2022): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v5i1.1951

Abstract

Kondisi lingkungan diduga mempengaruhi kadar albumin pada ikan Gabus, dimana kandungan albumin ini sangat baik untuk menjaga kesehatan karena mengandung asam lemak esensial, mineral zink, dan kolagen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Mengetahui bagaimana hubungan habitat dan ukuran ikan mempengaruhi konsentrasi kandungan albumen ikan Gabus (Channa striata). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, menggunakan metode explanatory research dengan melakukan tahapan penentuan stasiun pada hulu tengah dan hilir pada rawa dan sungai, pengambilan data dengan kuisener kepada beberapa stake holder yg berkaitan langsung dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan Ikan gabus lebih banyak didapatkan ukuran kecil pada hulu sungai dan berat yang lebih besar pada rawa bagian hilir dan. kandungan albumin ikan gabus dari rawa (84.151 mg/g) lebih tinggi daripada ikan gabus dari sungai (47.192 mg/g), dominan ditemukan pada kedalaman 177,7 cm (rawa) dan 53,7 cm (sungai) dengan tekstur dasar perairan lumpur yang ditumbuhi tanaman air eceng dipermukaanya. Environmental conditions are thought to affect albumin levels in snakehead fish. The albumin content is very good for maintaining health because it contains essential fatty acids, zinc minerals, and collagen. This study aims to determine how the relationship between habitat and fish size affects the concentration of albumen content of Snakehead (Channa striata). This type of quantitative research uses explanatory research methods by carrying out the stages of determining stations in the upstream and downstream areas in swamps and rivers, collecting data using questionnaires to several stakeholders who are directly related and data analysis. The results showed that more snakehead fish were found in small sizes upstream and more significant in weight in the swamps and downstream. The albumin content of snakehead fish from swamps (84,151 mg/g) was higher than that of snakehead fish from rivers (47,192 mg/g), dominantly found at a depth of 177.7 cm (swamp) and 53.7 cm (river) with a bottom texture of mud, which is overgrown with water plants on its surface
GAMBARAN HISTOLOGI ORGAN INSANG DAN HATI PADA BERBAGAI UMUR IKAN NILA OREOCHROMIS NILOTICUS YANG DIPAPAR LOGAM TIMBAL Zulkarnain Musada; Erni Indrawati; Sri Mulyani
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 5 No. 1 (2022): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v5i1.1952

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan mengetahui pengaruh umur ikan terhadap akumulasi logam Pb (NO3)2 dengan konsentrasi 25 ppm pada organ insang dan hati, gambaran histologi organ insang dan hati, dan pengaruh logam Pb (NO3)2 terhadap sintasan yang dilaksanakan selama 7 (tujuh) hari. Populasi yang digunakan adalah ikan Nila (O. niloticus) berumur 1 bulan, 2 bulan, dan 3 bulan. Sampel yang digunakan yaitu organ insang dan hati adalah ikan Nila (O. niloticus) berumur 1 bulan, 2 bulan, dan 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai akumulasi logam Pb (NO3)2 pada organ insang tertinggi pada perlakuan A (umur 1 bulan) 16,06 ppm dan pada organ hati perlakuan C (umur 3 bulan) 51,18 ppm. Pengamatan histologi pada organ insang berupa edema, fusi lamela, kongesti, dan nekrosis. Sedangkan pada organ hati berupa melano macrophages center (MMC), hyperemia dan vakuola. Logam Pb (NO3)2 berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap sintasan ikan Nila (O. niloticus). This research is an experimental study which aims to determine the effect of fish age on the accumulation of Pb (NO3)2 with a concentration of 25 ppm in the gills and liver, histology of the gills and liver, and the effect of Pb (NO3)2 on survival around seven days. The population used was Tilapia (O. niloticus), aged 1 month, 2 months, and 3 months. The samples used, namely gill and liver organs, were Tilapia (O. niloticus) aged 1 month, 2 months, and 3 months. The results showed that the average accumulation of Pb (NO3)2 in the gills was highest in treatment A (aged 1 month) 16.06 ppm and in the liver in treatment C (aged 3 months) 51.18 ppm. Histological observations on the gill organs were edema, lamella fusion, congestion, and necrosis. Meanwhile, the liver has melano macrophages centre (MMC), hyperemia, and vacuoles. Pb (NO3)2 had a significant effect (p<0.05) on the survival of Tilapia (O. niloticus).
PENGARUH PEMANFAATAN LAHAN KAWASAN PESISIR SUMPANG MINANGAE KOTA PAREPARE PASCA REHABILITASI MANGROVE Azwan Arman; Rudi Latief; Syahriar Tato
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 5 No. 1 (2022): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v5i1.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persebaran lahan mangrove pasca rehabilitasi mangrove di Kecamatan Bacukiki Barat Kota Parepare dan untuk mengetahui pengaruh persepsi masyarakat pesisir terhadap kegiatan rehabilitasi lahan mangrove di Kecamatan Bacukiki Barat Kota Parepare. Jenis penelitian ini di kategorikan sebagai penilitian deskriptif kuantitatif. Diskriptif Kuantitatif adalah data yang diperoleh dari sampel populasi penelitian di analisis sesuai dengan metode Statistik yang digunakan kemudian di interprestasikan. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa rata-rata persepsi, masyarakat sekitar kawasan pengelolaan rehabilitasi hutan mangrove di kecamatan bacukiki barat merespon tindakan pemerintah dengan adanya kegiatan rehabilitasi dalam menjaga dan melestarikan di Hutan Mangrove Kawasan Kecamatan Bacukiki Barat dengan sikap sangat baik, dalam kegiatan rehabilitis lahan hutan mangrove berada pada kategori tinggi, sedangkan peningkatan pendapatan masyarakat peran masyarakat dalam kategori sedang. This study aims to examine the distribution of mangrove land after mangrove rehabilitation in West Bacukiki District, Parepare City, and to determine the effect of coastal community perceptions on mangrove rehabilitation activities in West Bacukiki District, Parepare City. This type of research is categorized as quantitative descriptive research. Quantitative Descriptive is data obtained from a sample of the research population which is analyzed according to the statistical method used and then interpreted. Based on the results and discussions that have been carried out, it can be concluded that the average perception of the community around the mangrove forest rehabilitation management area in the West Bacukiki sub-district responds to government actions with rehabilitation activities in maintaining and preserving the Mangrove Forest in the West Bacukiki District with a very good attitude. , in the rehabilitation activities of mangrove forest land is in the high category, while the increase in community income, the role of the community in the medium type