cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
sri.mulyani@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Program Pascasarjana Universitas Bosowa Jl.Urip Sumoharjo Km.4, Gedung B Lt. 9, Kampus Universitas Bosowa Makassar 90231 Telp/Fax : (0411)452901-452789/(0411)-424568 Email : ubpostgradjournal@gmail.com Homepage : postgraduate.universitasbosowa.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal of Aquaculture and Enviroment
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 26566508     EISSN : 26851008     DOI : https://doi.org/10.35965/jae.v3i1.267
Journal of Aquaculture and Enviroment  merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki e-ISSN:  2685-1008 dan p-ISSN: 2656-6508 diterbitkan oleh Postgraduate Bosowa University Publishing.  Terbit dua kali (Juni dan Desember) dalam satu tahun.  Journal of Aquaculture and Enviroment menerbitkan artikel yang pada bidang aquaculture, fisheries biotechnology, feed and fish nutrition, marine microbiology, marine aquaculture, fishery technology, fisheries biology, population dynamics, fisheries sensing, fishing, marine ecology, fish ecology, coastal management, marine biology, marine conservation, marine culture, marine geology dan oseanografi. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Articles 91 Documents
KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN PLANKTON DI SEKITAR AREA PERTAMBAKAN IKAN NILA DI KELURAHAN TAMALANREA JAYA KECAMATAN TAMALANREA KOTA MAKASSAR Hasan, Muliana; Umar, Nur Asia; Dahlifa, Dahlifa
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i2.5092

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis komposisi dan kelimpahan plankton di Sekitar Area Pertambakan Ikan Nila di Kelurahan Tamalanrea Jaya Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Penelitian ini akan dilaksanakan selama kurang lebih 30 hari. Penelitian ini akan dilaksanakan di Sekitar Area Tambak Ikan Nila di Kelurahan Tamalanrea Jaya Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 9 unit percobaan. Parameter kualitas air yang akan di ukur selama penelitian meliputi suhu, Ph, salinitas, DO, Nitrat dan Fosfat. dan diukur hanya satu kali selama penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi plankton di stasiun I (a) Paramecium sp. (36%). Paramecium merupakan protozoa bersila yang umum ditemukan di habitat air tawar. Komposisi plankton distasiun III (c) Paramecium sp. (40%) seperti stasiun I Parmecium sangat dominan di stasiun III. Kelimpahan plankton di stasiun III lebih tinggi dibandingkan dengan stasiun I dan stasiun II di sekitar Area Pertambakan Ikan Nila di Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Hal ini diketahui karena stasiun III memiliki kelimpahan plankton tertinggi dengan angka 4800 individu/L, yang menempatkannya di peringkat pertama dalam hal densitas plankton. The aim of the research is to analyze the composition and abundance of plankton around the Tilapia Fish Farming Area in Tamalanrea Jaya Village, Tamalanrea District, Makassar City. This research will be carried out for approximately 30 days. This research will be carried out around the Tilapia Fish Pond Area in Tamalanrea Jaya Village, Tamalanrea District, Makassar City. The design used in this research was a Completely Randomized Design (CRD), which consisted of 3 treatments and 3 replications so that there were 9 experimental units. Water quality parameters that will be measured during the research include temperature, Ph, salinity, DO, Nitrate and Phosphate. and were measured only once during the study. The results showed that the plankton composition at station I (a) Paramecium sp. (36%). Paramecium is a cross-legged protozoan that is commonly found in freshwater habitats. Plankton composition at station III (c) Paramecium sp. (40%) like station I Parmecium is very dominant in station III. The abundance of plankton at station III is higher compared to station I and station II around the Tilapia Fish Farming Area in Tamalanrea Jaya Village, Tamalanrea District, Makassar City. This is known because station III has the highest abundance of plankton with a figure of 4800 individuals/L, which places it in first place in terms of plankton density.
PENGARUH PERENDAMAN EKSTRAK DAUN NIPAH NYPA FRUTICANS TERHADAP HEMATOLOGI IKAN NILA OREOCHROMIS NILOTICUS YANG DI INFEKSI BAKTERI AEROMONAS HYDROPHYLLA Mariana, Ika; Indrawati, Erni; Aqmal, Amal
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i2.5941

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perendaman ekstrak daun nipah (nypa fruticans) terhadap hematologi ikan nila yang di infeksi bakteri Aeromonas hydrophylla. Penelitian ini bertempat di Hatchery Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin. Instalasi Tambak Marana, Kabupaten maros. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Sedangkan perlakuan yang akan diterapkan pada penelitian ini yaitu Perlakuan A: Perendaman ekstrak daun nipah dengan dosis 200 ppm, Perlakuan B: Perendaman ekstrak daun nipah dengan dosis 400 ppm, Perlakuan C: Perendaman ekstrak daun nipah dengan dosis 600 ppm dan Perlakuan D: Perendaman ekstrak daun nipah dengan dosis 800 ppm. Parameter uji pada penelitian ini yakni jumlah eritrosit dan leukosit. Adapun parameter kualitas air yang diamati yaitu suhu dan pH. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada perlakuan B dengan Dosis 400 ppm menunjukkan hasil yang optimal, meningkatkan jumlah eritrosit dalam kisaran normal, sedangkan leukosit menunjukkan respons imun yang baik dalam melawan infeksi. The purpose of this study was to determine the effect of soaking in nipah leaf extract (nypa fruticans) on the hematology of tilapia infected with Aeromonas hydrophylla bacteria. This study took place at the Hatchery of the Faculty of Marine Sciences and Fisheries, Hasanuddin University. Marana Pond Installation, Maros Regency. The design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD), consisting of 4 treatments with 3 replications. While the treatments that will be applied in this study are Treatment A: Soaking in nipah leaf extract with a dose of 200 ppm, Treatment B: Soaking in nipah leaf extract with a dose of 400 ppm, Treatment C: Soaking in nipah leaf extract with a dose of 600 ppm and Treatment D: Soaking in nipah leaf extract with a dose of 800 ppm. The test parameters in this study were the number of erythrocytes and leukocytes. The water quality parameters observed were temperature and pH. The results of the study concluded that treatment B with a dose of 400 ppm showed optimal results, increasing the number of erythrocytes in the normal range, while leukocytes showed a good immune response in fighting infection.
PENGARUH KEPADATAN ARTEMIA SALINA BERBEDA TERHADAP KUALITAS PRODUKSI GARAM PADA WADAH TERKONTROL Hamzah, M. Hamzah; Budi, Sutia; Aqmal, Amal
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i2.5943

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi Indonesia dalam produksi garam adalah kualitas (NaCl) yang dihasilkan tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Hal ini disebabkan oleh teknologi produksi yang digunakan dan lokasi atau area produksi yang tidak tepat. Penyebab utama terjadinya pengotor dari kristal NaCl atau kualitas garam yang rendah, adalah terjadinya ko- presipitasi pengotor garam seperti magnesium dan kalsium yang mengkristal secara bersamaan dengan NaCl (Marihati et al., 2014). Kopresipitasi yang disebabkan oleh bakteri Halofilik memberi nutrisi pada Luria Bertani pada pemurnian NaCl. Tambak garam sendiri berpotensi meningkatkan pendapatan petani garam melalui pengembangan budidaya Artemia secara massal. The main problem faced by Indonesia in salt production is that the quality (NaCl) produced does not meet the Indonesian National Standards (SNI). This is caused by the production technology used and inappropriate production locations or areas (Kurniawan et al., 2019). The main cause of impurities from NaCl crystals or low salt quality is the co-precipitation of salt impurities such as magnesium and calcium which crystallize simultaneously with NaCl (Marihati et al., 2014). Coprecipitation caused by Halophilic bacteria provides nutrition to Luria Bertani in NaCl purification. Salt ponds themselves have the potential to increase the income of salt farmers through the development of mass Artemia cultivation.
PENGARUH PADAT TEBAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN KERANG DARAH ANADARA GRANOSA Ma'dika, Alexander Amba; Hadijah, Hadijah; Mulyani, Sri
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i2.5944

Abstract

Kerang darah, atau Anadara granosa, adalah hewan bentos yang menyaring makanan dari perairan ke dalam jaringan tubuhnya. Mereka tinggal di daerah intertidal dengan substrat pasir berlumpur, mangrove, dan padang lamun, yang memiliki banyak kandungan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui padat tebar yang cocok untuk pertumbuhan dan sintasan kerang darah (Anadara granosa). Penelitian ini terdiri atas kepadatan, pertumbuhan dan sintasan kerang darah (Anadara Granos). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 9-unit percobaan. Perlakuan yang digunakan adalah Perlakuan A: Kepadatan 20 ekor Perlakuan B: Kepadatan 25 ekor Perlakuan C: Kepadatan 30 ekor. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka pertumbuhan relatif dengan kepadatan perlakuan A (20 ekor) pada pengaruh kepadatan terhadap kerang darah memberikan hasil yang tinggi yaitu 2,56%. Pertumbuhan berat mutlak kerang darah dengan padat tebar yang berbeda yaitu A (20 ekor) memberikan pertumbuhan berat mutlak lebih tinggi yaitu 0,77 g. Keangsungan hidup kerang darah yang tertinggi yaitu 91,67 %. Sedangkan parameter uji yang telah dilakukan yaitu pH dan suhu. Blood cockles, or Anadara granosa, are benthic animals that filter food from the water into their body tissues. They live in intertidal areas with muddy sand substrates, mangroves, and seagrass beds, which have high organic content. The purpose of this study was to determine the appropriate stocking density for the growth and survival of blood cockles (Anadara granosa). This study consisted of density, growth and survival of blood cockles (Anadara Granos). The design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD), consisting of 3 treatments and 3 replications so that there were 9 experimental units. The treatments used were Treatment A: Density of 20 individuals Treatment B: Density of 25 individuals Treatment C: Density of 30 individuals. Based on the results of the study, the relative growth with the density of treatment A (20 individuals) on the effect of density on blood cockles gave high results, namely 2.56%. The absolute weight growth of blood cockles with different stocking densities, namely A (20 tails), gave a higher absolute weight growth of 0.77 g. The highest survival of blood cockles was 91.67%. While the test parameters that have been carried out are pH and temperature.
PENGARUH PEMBERIAN ARANG AKTIF BUAH NIPAH DALAM MENGABSORPSI LOGAM BERAT TIMBAL PADA AIR TAMBAK WILAYAH KANTISANG, MAKASSAR Suriyani, Suriyani; Indrawati, Erni; Umar, Nur Asia
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i2.5946

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pemberian Arang Aktif Kulit Buah Nipah Dalam Mengabsorpsi Logam Berat Timbal pada Air Tambak. Penelitian ini bertempat di Tambak Rakyat Wilayah Kantisang Kelurahan Tamalanrea Jaya Kecamatan Tamalanrea Kota makassar dan Anaisis Sampel Air di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLK) Makassar. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Sedangkan perlakuan yang akan diterapkan pada penelitian ini yaitu perlakuan A: 200g pemberian Arang Aktif, Perlakuan B: 400g pemberian Arang Aktif, Perlakuan C: 600g pemberian Arang Aktif, perlakuan D: Kontrol. Parameter uji pada penelitian ini yakni laju absorpsi. Adapun parameter kualitas air yang diamati yaitu suhu, salinitas, pH, DO. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perlakuan dengan Dosis 600g memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan dosis 200g, dosis 400g, dan kontrol dalam mengabsorpsi logam berat timbal pada air tambak. The aim of this research is to determine the use of activated charcoal from nipah fruit peels in absorbing the heavy metal lead in pond water. This research took place at the People's Pond in the Kantisang Region, Tamalanrea Jaya Village, Tamalanrea District, Makassar City and water sample analysis at the Makassar Public Health Laboratory (BBLK) Center. The design used in this research was a Completely Randomized (CRD) design, which consisted of 4 treatments with 3 replications. Meanwhile, the treatments that will be applied in this research are treatment A: 200g of Activated Charcoal, Treatment B: 400g of Activated Charcoal, Treatment C: 600g of Activated Charcoal, treatment D: Control. The test parameter in this study is the absorption rate. The water quality parameters observed were temperature, salinity, pH, DO. The results of the study concluded that treatment with a dose of 600g gave higher results compared to a dose of 200g, a dose of 400g, and the control in absorbing the heavy metal lead in pond water.
PENGARUH ENRICMENT OMEGA 3 PADA PAKAN BUATAN DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN CRABLET RAJUNGAN Portunus pelagicus Hadasiah, Hadasiah; Budi, Sutia; Mulyani, Sri
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 8 No. 1 (2025): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v8i1.6453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian omega-3 pada pakan buatan dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan crablet serta menentukan dosis optimal omega-3 yang dapat meningkatkan laju pertumbuhan. Penelitian ini berlangsung pada bulan Januari sampai Februari 2025, bertempat di unit pembenihan kepiting dan rajungan di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Enricment omega-3 dosis 300 ppm memberikan hasil terbaik peningkatan pertumbuhan. Dosis omega-3 sebesar 400 ppm menyebabkan penurunan performa, diduga akibat ketidakseimbangan nutrisi dan gangguan pada proses metabolisme. Kualitas air selama penelitian berada pada kisaran optimal, sehingga mendukung pertumbuhan, sintasan, dan fisiologi crablet rajungan. This research aims to analyze the effect of omega-3 supplementation in artificial feed at different doses on blue crab growth and to determine the optimal dose of omega-3 that can increase the growth rate. This research was conducted from January to February 2025 at the crab and blue crab hatchery unit at the Takalar Brackish Water Aquaculture Center. The research design used a Completely Randomized Design (CRD). The results indicated that omega-3 enrichment at a dose of 300 ppm produced the best growth improvement. An omega-3 dose of 400 ppm caused a decline in performance, presumably due to nutritional imbalance and disruption of the metabolic process. Water quality during the study was within the optimal range, supporting the growth, survival, and physiology of the blue crab.
EVALUASI PROSES PRODUKSI DAN KUALITAS GARAM DENGAN TEKNOLOGI GEOMEMBRANE DI KELURAHAN TAKALAR, KECAMATAN MAPPAKASUNGGU KABUPATEN TAKALAR Asriati, Asriati; Indrawati, Erni; Umar, Nur Asia
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 8 No. 1 (2025): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v8i1.6466

Abstract

Kabupaten Takalar merupakan salah satu sentra produksi Garam di Sulawesi Selatan, kondisi terkini kualitas garam Kabupaten Takalar masih kurang optimal dalam produksi Garam yang ada. Produksi Garam di Kabupaten Takalar sebesar 14.335,93 Ton dengan luas 118,12 Ha. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, untuk meneliti dan menganalisis bagaimana kualitas produksi garam dengan teknologi Geomembrane pada lahan tambak garam di Kelurahan Takalar Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar. Waktu Peneltian dilakukan pada bulan November – Desember 2024. Diperoleh data produksi panen garam dengan metode geomembran adalah petakan A 496,6 Kg, B 392,4 Kg dan 275 Kg serta metode tradisional 365,3 Kg, B 293,7 Kg dan 216,5 Kg. Berdasarkan hasil uji t Hasil uji t menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0.05) di semua petak, artinya peningkatan hasil produksi garam menggunakan geomembran bukan karena kebetulan, tetapi benar-benar disebabkan oleh metode yang digunakan. Hasil Pengujian Kadar NaCl masing-masing petakan adalah Petak A 87,71; Petak B 87,04 dan 87,44 % dan Kadar air pada petak A 14,08%; B 13,98 % dan 13,66%. Hasil Pengukuran Logam berat (Pb) bernilai Petak A <0,0002 mg/L; B 0,67 mg/L dan C 0,355 mg/L. Pengukuran Kadar Mikroplastik ditemukan 35 Partikel dengan diameter 0,548 s.d 5,021 mm. Takalar Regency is one of the salt production centers in South Sulawesi. Currently, the quality of salt in Takalar Regency is still not optimal in terms of salt production. Salt production in Takalar Regency amounted to 14,335.93 tons with an area of 118.12 hectares. This research is a qualitative study, to examine and analyze how the quality of salt production with Geomembrane technology on salt pond land in Takalar Village, Mappakasunggu District, Takalar Regency. Research time was conducted in November - December 2024. Obtained data on salt harvest production with the geomembrane method in fields A 496.6 Kg, B 392.4 Kg and C 275 Kg and traditional methods 365.3 Kg, B 293.7 Kg and 216.5 Kg. Based on the results of the t test showed a statistically significant difference (p < 0.05) in all plots, meaning that the increase in salt production using geomembrane is not due to chance, but is really caused by the method used. The results of testing the NaCl content of each plot are Plots A 87.71; Plots B 87.04 and 87.44% and moisture content in plots A 14.08%; B 13.98% and 13.66%. The results of heavy metal (Pb) measurements were <0.0002 mg/L in plot A; 0.67 mg/L in plot B and 0.355 mg/L in plot C. Measurement of microplastic levels found 35 particles with a diameter of 0.548 to 5.021 mm.
KOMPOSISI JENIS DAN KELIMPAHAN PLANKTON DI AREAL PERTAMBAKAN DESA MINASA UPA KECAMATAN BONTOA KABUPATEN MAROS Burhan, Burhan; Mulyani, Sri; Indrawati, Erni
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 8 No. 1 (2025): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v8i1.6599

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis dan kelimpahan serta indeks ekologi (keanekaragaman, keseragaman dan dominansi plankton) di areal pertambakan Desa Minasa Upa Kabupaten Maros pada pagi dan sore hari.  Penelitian dilakukan pada musim hujan yaitu bulan Nopember sampai Desember 2024. Pengukuran kualitas air secara insitu serta pengambilan sampel air dan plankton dilakukan per minggu (4 kali pengamatan) pada pagi dan sore hari di 4 stasiun yang menyebar pada areal pertambakan Desa Minasa Upa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitoplankton yang ditemukan pada pengamatan pagi hari sebanyak 16 genus dan sore hari ditemukan 17 genus yang terbagi kedalam 4 kelas. Kelas fitoplankton yang paling banyak ditemukan adalah dari kelas Bacillariophyceae. Genus fitoplankton yang ditemukan pada setiap pengamatan pagi dan sore hari dan tertinggi kelimpahannya adalah Chaetoceros sp (kelas Bacillariophyceae).  Zooplankton yang ditemukan pada pagi hari sebanyak 8 genus dan pada sore hari 7 genus, yang terbagi kedalam 4 kelas.   Kelas zooplankton yang paling banyak ditemukan adalah dari kelas Crustaceae. The objective of this research is to determine the composition, abundance, and ecological index (diversity, evenness, and dominance of plankton) in the fish farming area of Minasa Upa Village, Maros Regency, in the morning and afternoon.  The research was conducted during the rainy season, from November to December 2024. In situ water quality measurements and water and plankton sampling were conducted weekly (four observations) in the morning and afternoon at four stations spread across the Minasa Upa Village aquaculture area. The results showed that 16 genera of phytoplankton were found in the morning observation and 17 genera were found in the afternoon observation, divided into four classes. The most abundant phytoplankton class was Bacillariophyceae. The phytoplankton genus found in every morning and afternoon observation with the highest abundance was Chaetoceros sp. (Bacillariophyceae class).  There were eight genera of zooplankton found in the morning and seven genera in the afternoon, divided into four classes. The most abundant zooplankton class was Crustaceae.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN MAGGOT Hermetia illucens MENGGUNAKAN MEDIA KULTUR YANG BERBEDA TERHADAP RESPON SEL KROMATOFOR IKAN KOI Cyprinus carpio Hasnah, Hasnah; Hadijah, Hadijah; Indrawati, Erni
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 8 No. 1 (2025): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v8i1.6660

Abstract

Kualitas warna ikan koi sangat dipengaruhi oleh kandungan nutrisi pakan, khususnya karotenoid sebagai prekursor pigmen. Maggot Black Soldier Fly (Hermetia illucens) berpotensi menjadi sumber karotenoid alami karena mampu mengakumulasi pigmen dari substrat pakannya. Sel kromatofor pada ikan menunjukkan respons berbeda terhadap variasi kandungan pigmen dan nutrisi, sehingga jenis media kultur maggot dapat memengaruhi intensitas warna ikan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan: (A) maggot yang diberi pakan labu kuning, (B) buah naga, (C) pepaya, dan (D) kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maggot yang dikultur menggunakan labu kuning memiliki kandungan karotenoid tertinggi (0,3269 mg/L), diikuti perlakuan pepaya dan buah naga. Perlakuan A juga memberikan peningkatan warna paling signifikan, dengan skor 25 pada skala TCF dan jumlah sel kromatofor tertinggi, yaitu 1.255 sel. Peningkatan jumlah sel kromatofor menyebabkan distribusi pigmen lebih merata sehingga menghasilkan warna koi yang lebih cerah. Seluruh perlakuan menunjukkan tingkat kelangsungan hidup 100% selama 30 hari pemeliharaan. Parameter kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran optimal bagi kehidupan ikan koi. The nutritional content of koi fish's feed, particularly the carotenoids that serve as pigment precursors, greatly influences their color quality. Black soldier fly maggots (Hermetia illucens) have the potential to be a source of natural carotenoids because they are able to accumulate pigments from their feed substrate. Chromatophore cells in fish show different responses to variations in pigment and nutrient content, so the type of maggot culture medium can affect the intensity of fish color. This study used a completely randomized design with four treatments and three replicates: (A) maggots fed yellow pumpkin, (B) dragon fruit, (C) papaya, and (D) control. The results indicated that maggots cultured using pumpkin had the highest carotenoid content (0.3269 mg/L), followed by the papaya and dragon fruit treatments. Treatment A also provided the most significant color enhancement, with a score of 25 on the TCF scale and the highest number of chromatophore cells, namely 1,255 cells. The increase in the number of chromophore cells caused a more even distribution of pigments, resulting in brighter koi colors. All treatments showed a 100% survival rate during the 30-day maintenance period. Water quality parameters during the research were within the optimal range for koi fish life.
PENGARUH PEMBERIAN MAGGOT Hermetia illucens MENGGUNAKAN MEDIA KULTUR YANG BERBEDA TERHADAP RESPON PERUBAHAN HISTOLOGI USUS IKAN KOI Cyprinus carpio Iriani, Fitria; Hadijah, Hadijah; Umar, Nurasia
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 8 No. 1 (2025): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v8i1.6784

Abstract

Ikan koi (Cyprinus carpio) merupakan salah satu ikan hias air tawar yang sangat populer di kalangan penggemar ikan hias. Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar, industri budidaya ikan koi terus berkembang, namun juga menghadapi tantangan dalam hal biaya produksi. penggunaan maggot dari lalat Black Soldier Fly (Hermetia illucens) sebagai sumber protein alternatif dalam pakan ikan telah menarik perhatian yang signifikan, kemampuannya untuk mengkonversi berbagai jenis limbah organik menjadi biomassa yang kaya nutrisi. Metode Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan tiga kali ulangan. Yaitu perlakuan (A) Maggot yang diberipakan labu kuning, (B) Maggot yang diberipakan buah naga, (C) Maggot yang diberi pakan pepaya, dan (D) Merupakan kontrol. Berdasarkan hasil penelitian bahwa perlakuan pemberian pakan maggot dengan labu kuning menghasilkan kandungan proksimat tertinggi pada maggot yaitu 36,89 mg/L, diikuti perlakuan Pepaya dan buah naga. Perlakuan ini juga memberikan peningkatan terhadap pertumbuhan panjang mutlak ikan koi yang paling signifikan dibandingkan perlakuan lain, namun pada pertumbuhan berat mutlak tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Panjang vilih usus tertinggi ditemukan pada perlakuan pemberian maggot dengan labu kuning, yaitu 190,52 µm. Sementara itu, tingkat kelangsungan hidup ikan koi selama pemeliharaan tanpa kematian selama 30 hari masa pemeliharaan. Kualitas air selama penelitian tetap berada dalam kisaran optimal untuk kehidupan ikan koi. The Koi fish (Cyprinus carpio) are one of the most popular freshwater ornamental fish among fish enthusiasts. As market demand increases, the koi fish farming industry continues to grow, but also faces challenges in terms of production costs. The use of maggots from Black Soldier Flies (Hermetia illucens) as an alternative protein source in fish feed has attracted significant attention due to their ability to convert various types of organic waste into nutrient-rich biomass. The research method used a completely randomized design with four treatments and three replicates. The treatments were (A) maggots fed yellow pumpkin, (B) maggots fed dragon fruit, (C) maggots fed papaya, and (D) a control. Based on the research results, the treatment of maggots fed yellow pumpkin produced the highest proximate content in maggots, namely 36.89 mg/L, followed by the papaya and dragon fruit treatments. This treatment also provided the most significant increase in the absolute length growth of koi fish compared to other treatments, but there was no significant difference in absolute weight growth. The highest intestinal villi length was found in the maggot feeding treatment with yellow squash, at 190.52 µm. Meanwhile, the survival rate of koi fish during maintenance was 100% with no deaths over the 30-day maintenance period. Water quality during the research remained within the optimal range for koi fish life.

Page 9 of 10 | Total Record : 91