cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
sri.mulyani@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Program Pascasarjana Universitas Bosowa Jl.Urip Sumoharjo Km.4, Gedung B Lt. 9, Kampus Universitas Bosowa Makassar 90231 Telp/Fax : (0411)452901-452789/(0411)-424568 Email : ubpostgradjournal@gmail.com Homepage : postgraduate.universitasbosowa.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal of Aquaculture and Enviroment
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 26566508     EISSN : 26851008     DOI : https://doi.org/10.35965/jae.v3i1.267
Journal of Aquaculture and Enviroment  merupakan jurnal ilmiah yang dikelola secara peer review memiliki e-ISSN:  2685-1008 dan p-ISSN: 2656-6508 diterbitkan oleh Postgraduate Bosowa University Publishing.  Terbit dua kali (Juni dan Desember) dalam satu tahun.  Journal of Aquaculture and Enviroment menerbitkan artikel yang pada bidang aquaculture, fisheries biotechnology, feed and fish nutrition, marine microbiology, marine aquaculture, fishery technology, fisheries biology, population dynamics, fisheries sensing, fishing, marine ecology, fish ecology, coastal management, marine biology, marine conservation, marine culture, marine geology dan oseanografi. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.
Articles 91 Documents
ANALISIS KANDUNGAN KARAGENAN RUMPUT LAUT EUCHEUMA COTONII YANG DIBUDIDAYAKAN PADA LOKASI BERBEDA DI SELAT WOBAWAF YAPEN Maipon, Yubelina; Mulyani, Sri; Indrawati , Erni
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i1.5261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan parameter lingkungan pertumbuhan dan kandungan karagenan Eucheuma cotonii yang dibudidayakan dengan metode long line pada lokasi berbeda di Selat Wobawaf Kabupaten Yapen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Parameter lingkungan dilakukan secara langsung (in-situ), sedangkan analisis kandungan karagenan di lakukan di Laboratorium Nutrisi Politeknik Negeri Pangkep.  Data yang diperoleh dianalisis dan ditampilkan dalam bentuk gambar grafik dan tabel untuk mendapatkan keeratan hubungan antara parameter lingkungan dengan pertumbuhan dan kandungan karagenan rumput laut Eucheuma cotonii. yang dibudidayakan dengan metode long line. Hasil penelitian selama 6 minggu pada 3 lokasi berbeda di dalam perairan Selat Wobawaf Distrik Angkaisera Kabupaten Kepulauan Yapen didapatkan bahwa Selat Wobawaf mempunyai parameter Suhu 29,30; salinitas 31,21; pH 8,13; kedalaman 5,45 m kecepatan arus 0,36 meter/detik, konsentrasi Nitrat 0,01 Mg/Ldan posfat 0,02 mg/L. Rerata pertumbuhan rumput laut Echeuma cotonii yang dibudidayakan di Selat Wobawaf adalah 1040,84 gram dari berat awal rerata 100 gram dengan kandungan karagenanan pada akhir penelitian rerata sebesar 31,31 %. This research aims to determine differences in growth environmental parameters and carrageenan content of Eucheuma cotonii cultivated using the long line method at different locations in the Wobawaf Strait, Yapen Regency. This research uses quantitative and qualitative approaches. Environmental parameters were carried out directly (in-situ), while the analysis of carrageenan content was carried out at the Pangkep State Polytechnic Nutrition Laboratory.  The data obtained were analyzed and displayed in the form of graphs and tables to obtain a close relationship between environmental parameters and the growth and carrageenan content of the seaweed Eucheuma cotonii, which is cultivated using the long line method. The results of 6 weeks of research at 3 different locations in the waters of the Wobawaf Strait, Angkaisera District, Yapen Islands Regency, found that the Wobawaf Strait has a temperature parameter of 29.30; salinity 31.21; pH 8.13; depth 5.45 m current speed 0.36 meters/second, nitrate concentration 0.01 Mg/L and phosphate 0.02 mg/L. The average growth of Echeuma cotonii seaweed cultivated in the Wobawaf Strait was 1040.84 grams from an average initial weight of 100 grams with an average carrageenan content at the end of the study of 31.31%.
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA LELE SANGKURIANG CLARIAS GARIEPENUS DI KOTA NUNUKAN, PROVINSI KALIMANTAN UTARA Letek, Yuliana; Hadijah, Hadijah; Asia , Nur
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i1.5262

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan budidaya ikan lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) di Kota Nunukan, Kalimantan Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat 17 kelompok pembudidaya dengan produksi 1,5–2 ton/bulan. Faktor internal utama adalah pengalaman pembudidaya dan teknologi sederhana, sedangkan faktor eksternal meliputi ketersediaan bibit, pakan, dan dukungan pemerintah dalam RPJMD 2021–2026. Analisis SWOT menunjukkan kekuatan terbesar adalah pengalaman pembudidaya (0,4) dan peluang utama adalah peningkatan konsumsi ikan lele (0,44). Kelemahan terbesar adalah keterbatasan benih berkualitas (0,3), sementara ancaman utama adalah harga pakan tinggi (0,42). Strategi yang direkomendasikan adalah memanfaatkan peluang melalui penyediaan benih berkualitas secara kontinyu dan pengembangan pakan berbasis bahan lokal. Dengan skor IFE 2,61 dan EFE 3,46, pengembangan intensif dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing. The objective of this study was to identify internal and external factors influencing the development of Sangkuriang catfish (Clarias gariepinus) aquaculture in Nunukan City, North Kalimantan. The research method used is an exploratory descriptive method. Based on the research results, it was found that there were 17 farmer groups with production of 1.5-2 tonnes/month. The main internal factors are the experience of farmers and simple technology, while external factors include the availability of seeds, feed, and government support in the RPJMD 2021-2026. SWOT analysis shows the greatest strength is the experience of farmers (0.4) and the main opportunity is the increase in catfish consumption (0.44). The greatest weakness is limited quality seeds (0.3), while the main threat is high feed prices (0.42). The recommended strategy is to capitalise on opportunities through continuous provision of quality seeds and development of feed based on local ingredients. With an IFE score of 2.61 and EFE score of 3.46, intensive development can increase productivity and competitiveness.
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN MORFOMETRIK THALLUS RUMPUT LAUT KAPPAPHYCUS ALVAREZII YANG DIRENDAM AIR KELAPA Wahyudi, Agus; Indrawati , Erni; Umar, Nur Asia
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i1.5263

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pertumbuhan dan morfometrik thallus rumput laut (Kappaphycus alvarezii) yang direndam dalam air kelapa dengan durasi waktu perendaman yang berbeda.  Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2024, berlokasi di Perairan Onemelangka Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi Propinsi Sulawesi Tenggara. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 12 unit percobaan. Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu kontrol (tanpa perendaman air kelapa) dan perendaman air kelapa selama 30 menit, 40 menit dan 50 menit. Pemeliharaan rumput laut dalam penelitian ini dilakukan selama 30 hari, dimana pengukuran variabel penelitian dilakukan setiap 10 hari meliputi panjang, jumlah dan diameter thallus rumput laut. Analisis data penelitian menggunakan sidik ragam dengan bantuan sofware SPSS 29. Uji beda perlakuan yang menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,05) menggunakan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan air kelapa dengan lama perendaman yang berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap panjang, jumlah, dan diameter thallus rumput laut. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa laju pertumbuhan thallus rumput laut Kappaphycus alvarezii yang direndam dalam air kelapa dengan durasi waktu perendaman yang berbeda tidak berpengaruh terhadap panjang, jumlah, dan diameter thallus rumput laut. The aim of this research was to analyze the growth and morphometrics of seaweed thallus (Kappaphycus alvarezii) soaked in coconut water with different soaking time durations.  This research was conducted from February to March 2024, located in Onemelangka Waters, Wangi-Wangi Selatan District, Wakatobi Regency, Southeast Sulawesi Province. This research method used a completely randomized design with 4 treatments and 3 replications, resulting in 12 experimental units. The treatments applied in this research were control (without soaking in coconut water) and soaking in coconut water for 30 minutes, 40 minutes and 50 minutes. Seaweed maintenance in this study was carried out for 30 days, where measurements of research variables were carried out every 10 days including the length, number, and diameter of the seaweed thallus. Analysis of research data used variance analysis with the help of SPSS 29 software. The treatment difference test showed a significant effect (P<0.05) using the Tukey test. The results showed that the use of coconut water with different soaking times had no significant effect (P>0.05) on the length, number, and diameter of the seaweed thallus. The results of this study concluded that the growth rate of the Kappaphycus alvarezii seaweed thallus soaked in coconut water with different soaking durations did not affect the length, number, and diameter of the seaweed thallus.
POLA SEBARAN LAMUN SEAGRASS DAN KONDISI LINGKUNGAN DI PERAIRAN DESA LELATO DUSUN ULEA Iwan, Iwan; Hadijah, Hadijah; Umar, Nur Asia
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i1.5264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis lamun dan pola penyebaran lamun yang terdapat di perairan pantai Ulea. Perairan pantai Dusun Ulea merupakan wilayah yang potensial dan strategis untuk pertumbuhan lamun, karena wilayah tersebut terletak di tepi teluk yang di lalui arus dan parameter air yang cukup baik, dan persyaratan kondisi oseanografi pada kisaran yang normal termasuk kecepatan arus dan gelombang serta tinggi pasang surut dan kosentrasi kandungan unsur hara perairan yang normal sangat memungkinkan untuk pertumbuhan habitat lamun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan menggunakan metode pengambilan sempel line transek (transek garis) dari hasil penelitian pola penyebaran lamun yang ditemukan di Perairan Pantai Ulea adalah mengelompok. Berdasarkan nilai indeks penyebaran morisita adalah 1,37. Jenis lamun yang ditemukan pada lokasi penelitian ada 3 jenis yang berasal dari 2 famili, yaitu jenis Thalassia hemprichii dan Enhalus acoroides dari famili Hydrocaritaceae, jenis Cymodoceae rotundata dari family Potamogetonaceae. This research aims to determine the types of seagrasses and the distribution patterns of seagrass found in Ulea coastal waters. The coastal waters of Ulea Hamlet are a potential and strategic area for seagrass growth, because the area is located on the edge of a bay that has good currents and water parameters and requires oceanographic conditions in the normal range including current and wave speeds and tidal heights and Normal concentrations of water nutrient content make it possible for the growth of seagrass habitats. This research is quantitative research, using the method of taking line transect samples from the research results of the seagrass distribution patterns found in the waters of Ulea Beach which are clustered. Based on the morisita distribution index value, it is 1.37. There are 3 types of seagrasses found at the research location which come from 2 families, namely the Thalassia hemprichii and Enhalus acoroides types from the Hydrocaritaceae family, the Cymodoceae rotundata type from the Potamogetonaceae family.
ANALISIS PENAMBAHAN SINGKONG FERMENTASI PADA PAKAN TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN NILA SALIN OREOCHROMIS SP Mambrasar, Abimael; Hadijah, Hadijah; Indrawati, Erni
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i1.5372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penambahan Singkong Fermentasi pada Pakan terhadap Performa Pertumbuhan Ikan Nila Salin (Oreochromis sp) yang telah dilakukan pada bulan Februari sampai April 2024 di Unit Pembenihan Rakyat (UPR) FUFE MBE Kampung Nafri Distrik Abepura Kota Jayapura Provinsi Papua. Tujuan Penelitian ini yaitu menganalisis berapa nilai optimum penambahan dosis singkong fermentasi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan bobot dan panjang benih ikan nila salin. Metode penelitian ini menggunakan benih ikan nila salin ukuran +_ 7 cm dengan menggunakan model percobaan penambahan dosis singkong fermentasi 25%, 35% dan 50% dan pelet 100% sebagai pembanding yang kemudian dipelihara dalam waskom ukuran +_ 30 liter. Pengukuran pertambahan bobot dan panjang benih ikan nila salin dilakukan setiap 14 hari. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dan analisis ANOVA yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penambahan dosis singkong fermentasi berpengaruh terhadap laju pertumbuhan panjang dan berat ikan nila salin, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi pakan dan kelangsungan hidup ikan. Meskipun penambahan singkong fermentasi dosis 50% tidak mempengaruhi efisiensi pakan secara signifikan, dosis ini memberikan hasil yang baik untuk kelangsungan hidup ikan, dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 93%. This research aims to analyze the addition of fermented cassava to Feed on the Growth Performance of Salin Tilapia (Oreochromis sp) which was conducted from February to April 2024 at the FUFE MBE Community Seeding Unit (UPR) Nafri Village, Abepura District, Jayapura City, Papua Province. The purpose of this study was to analyze the optimum value of the addition of fermented cassava doses that affect the growth of the weight and length of salin tilapia seeds. This research method uses salin tilapia seeds measuring +_ 7 cm using an experimental model of adding fermented cassava doses of 25%, 35% and 50% and 100% pellets as a comparison which are then maintained in a basin measuring +_ 30 liters. Measurement of the increase in weight and length of salin tilapia seeds is carried out every 14 days. Based on the results of the research conducted and the ANOVA analysis that has been carried out, it can be concluded that the addition of fermented cassava doses affects the growth rate of length and weight of saline tilapia, but does not significantly affect feed efficiency and fish survival. Although the addition of fermented cassava at a dose of 50% does not significantly affect feed efficiency, this dose gives good results for fish survival, with a survival rate reaching 93%.
POTENSI HIBRIDISASI GUNA MENGAKSELERASI PERTUMBUHAN IKAN GABUS CHANNA STRIATA MENGGUNAKAN METODE PEMIJAHAN BUATAN Masyal, Muhamad Guntur; Arifat, Muhammad Rheno; Rohmah, Firli Aulia; Susilo, Bagus; Sudarto, Putri Berlianita; Zidni, Irfan
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i1.5374

Abstract

Kebutuhan ikan gabus (Channa striata) yang demikian besar jumlahnya dan intensitas penangkapan yang tinggi menyebabkan ketersediaan ikan gabus menjadi semakin terbatas. Dalam upaya mengantisipasi turunnya populasi ikan gabus serta mendapatkan strain unggul ikan gabus untuk budidaya, hibridisasi interspesies, yaitu persilangan antar strain dalam spesies yang berbeda, menjadi pendekatan sederhana yang menarik untuk dieksplorasi. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini yaitu menguraikan potensi hibridisasi ikan gabus (Channa striata) dan ikan toman (Channa micropeltes) dengan menggunakan data yang primer (diperoleh secara faktual) dan sekunder (data diperoleh dari literatur) yang darapkan dapat membantu peneliti dalam proses hibridisasi untuk menunjang mutu genetik dan menghasilkan benih yang unggul seperti perbaikan terhadap laju pertumbuhan, kematangan gonad, ketahanan terhadap penyakit dan toleransi terhadap lingkungan buruk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan data primer diperoleh dari pengamatan langsung dan data sekunder diperoleh dari studi pustaka. Hasil penelitian diperoleh nilai fertilization rate (FR) pada perlakuan gabus betina x toman jantan sebesar 14,29%. Penelitian tersebut menunjukkan adanya potensi hibridisasi antara ikan toman jantan dan ikan gabus betina untuk menghasilkan strain yang lebih unggul. Dengan demikian, ikan gabus dapat dihibridisasi dengan ikan toman yang memiliki pertumbuhan lebih cepat dengan memperhatikan seleksi induk, injeksi hormon dan pemeliharaan telur. The demand for snakehead fish (Channa striata) is so large in number and the high intensity of fishing has caused the availability of snakehead fish to become increasingly limited. In an effort to anticipate the decline in snakehead fish populations and obtain superior strains of snakehead fish for cultivation, interspecies hybridization, namely crossing between strains in different species, is a simple approach that is interesting to explore. Thus, the aim of this research is to describe the hybridization potential of snakehead fish (Channa striata) and toman fish (Channa micropeltes) using primary (obtained factually) and secondary data (data obtained from literature) which is expected to help researchers in the hybridization process. to support genetic quality and produce superior seeds such as improving growth rate, gonad maturity, disease resistance and tolerance to adverse environments. The method used in this research is the experimental method with primary data obtained from direct observation and secondary data obtained from literature study. The stages of implementing hybridization on snakehead and toman fish include preparing the container and broodstock for the test fish, spawning which includes injection, striping, fertilization, hatching, rearing of larvae and fry. From the research results, the fertilization rate (FR) value in the cork women x toman man treatment was 14.29%. This research shows the potential for hybridization between male toman fish and female snakehead fish to produce superior strains. Thus, snakehead fish can be hybridized with toman fish which have faster growth by paying attention to parent selection, hormone injection and egg maintenance.
KEANEKARAGAMAN BIVALVIA DI PESISIR PANTAI KURI KABUPATEN MAROS Alam, Syamsul; Mahyuddin, Hadijah; Indrawati, Erni
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i2.4348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat keanekaragaman bivalvia di perairan Pantai Kuri, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan mengambil sampel bivalvia di sepanjang pesisir Pantai Kuri pada Oktober hingga November 2023. Pengumpulan sampel dilakukan dengan teknik hand collecting dan analisis data dilakukan dengan mengukur jumlah spesies dan kelimpahan bivalvia serta membandingkannya dengan parameter fisika-kimia perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman bivalvia di Pantai Kuri sebesar 0,518, menandakan tingkat keanekaragaman yang tidak mencapai maksimal namun juga tidak rendah. Meskipun beberapa spesies, terutama Isognomon, mendominasi lebih dari Perna, variasi dalam kelompok bivalvia tercatat. Analisis kelimpahan bivalvia di setiap stasiun menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nilai yang signifikan di antara ketiga stasiun, meskipun stasiun B memiliki kelimpahan yang sedikit lebih tinggi. Variasi lingkungan seperti suhu, pH, oksigen terlarut, dan salinitas juga memengaruhi preferensi hidup bivalvia di setiap stasiun, dengan stasiun B cenderung memiliki kelimpahan yang sedikit lebih tinggi. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang keanekaragaman bivalvia di Pantai Kuri dan pentingnya memperhatikan kondisi lingkungan dalam pengelolaan habitat bivalvia. This study aims to explore the diversity of bivalves in the waters of Pantai Kuri, Maros Regency, South Sulawesi. The research method employed is descriptive analysis involving the collection of bivalve samples along the coastline of Pantai Kuri from October to November 2023. Sample collection utilizes the hand collecting technique, while data analysis entails measuring the species richness and abundance of bivalves and comparing them with physicochemical parameters of the water. The findings reveal a bivalve diversity index of 0.518 at Pantai Kuri, indicating a moderate level of diversity. Although certain species, particularly Isognomon, exhibit dominance over Perna, variations within the bivalve community are evident. Analysis of bivalve abundance across different stations indicates no significant differences among them, albeit station B displaying slightly higher abundance. Environmental variations such as temperature, pH, dissolved oxygen, and salinity also influence the habitat preferences of bivalves across stations, with station B showing a slightly higher abundance. This research provides deeper insights into bivalve diversity at Pantai Kuri and underscores the importance of considering environmental conditions in bivalve habitat management.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PAKAN KOMBINASI ANTARA MAGGOT BSF DAN PAKAN KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN LELE CLARIAS SP Restu, Muh.; Budi, Sutia; Mulyani, Sri
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i2.4377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pakan kombinasi antara maggot BSF dan pakan komersil terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan lele. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu maggot BSF dan pakan komersil dengan dosis perlakuan A (75%+25%), perlakuan B (50%+50%), perlakuan C (25%+75%), dan perlakuan D pakan komersil (kontrol). Frekuensi pemberikan pakan dilakukan sebanyak dua kali sehari dengan dosis 5% dari bobot tubuh hewan uji. Parameter uji yang diamati yaitu retensi protein, laju pertumbuhan bobot spesifik, sintasan rasio dan konversi pakan. Sedangkan parameter kualitas air meliputi suhu, pH, dan DO. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa komposisi pakan uji dengan dosis maggot BSF 25% dan pakan komersil 75% memberikan pengaruh yang nyata terhadap retensi protein dan laju pertumbuhan bobot spesifik, serta tidak berpengaruh nyata terhadap sintasan dan rasio konversi pakan. Hasil retensi protein sebesar 21,54%, laju pertumbuhan bobot spesifik 2,483%, rasio konversi pakan 1,73%, dan sintasan 82,50%. Sedangkan kualitas air selama penelitian masih berada pada kisaran optimal yaitu suhu 27,2°C, pH 7,3, dan DO 6,7 mg/l. The aim of this research was to determine the effect of using a combination of BSF maggots and commercial feed on the growth and survival of catfish. The research used a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments and three replications. The treatments given were BSF maggots and commercial feed with doses of treatment A (75%+25%), treatment B (50%+50%), treatment C (25%+75%), and treatment D commercial feed (control). The frequency of feeding is twice a day with a dose of 5% of the test animal’s body weight. The test parameters observed were protein retention, specific weight growth rate, survival ratio and feed conversion. Meanwhile, air quality parameters include temperature, pH, and DO. The results of the study concluded that the composition of the test feed with a dose of 25% BSF maggots and 75% commercial feed had a significant effect on the protein retention and specific weight growth rate, and had no significant effect on survival and feed conversion ratio. The protein retention results were 21,54%, specific weight growth rate 2,483%, feed conversion 1,73%, and survival ratio 82,50%. Meanwhile, air quality during the research was still in the optimal range, namely temperature 27,2°C, pH 7,3, and DO 6,7 mg/l..
ANALISIS KOMPOSISI DOSIS TEPUNG MAGGOT HERMETIA ILLUCENS DAN TEPUNG IKAN DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN, SINTASAN, RETENSI PROTEIN DAN FEEDING CONVERTIO RATIO LOBSTER AIR TAWAR CHERAX QUADRICARINATUS Pratiwi, Muli Dea; Hadijah, Hadijah; Budi, Sutia
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i2.5061

Abstract

Tujuan penelitian ini Menganalisis Pengaruh Pemberian Dosis Tepung Maggot (Hermetia illucens) dan Tepung Ikan Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan, sintasan, retensi protein dan rasio konversi pakan Lobster Air Tawar. Penelitian ini dilaksanakan selama 40 hari bertempat di Laboratorium Nutrisi Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Univesitas Bosowa. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Sedangkan perlakuan yang akan diterapkan pada penelitian ini yaitu Perlakuan A : Pakan dengan tepung maggot 20% dan tepung ikan 15%, Perlakuan B : Pakan dengan tepung maggot 25% dan tepung ikan 10%, Perlakuan C: Pakan dengan tepung maggot 30% dan tepung ikan 5%, Perlakuan D : Kontrol dengan pakan komersil. Parameter uji pada penelitian ini yakni Pertumbuhan, Sintasan, Retensi Protein dan Rasio Konversi Pakan. Adapun parameter kualitas air yang diukur yakni suhu, Oksigen terlarut dan pH. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa  pertumbuhan mutlak tertinggi terjadi pada perlakuan dosis TM 30%+TI 5% sebesar 9,867, sintasan tertinggi terjadi pada perlakuan dosis TM 30%+TI 5% sebesar 86,67%, rasio konversi pakan terendah perlakuan TM 30%+ TI 5% sebesar 1,52% yang berarti memiliki kemampuan yang lebih tinggi dalam mengkonversi pakan menjadi bentuk daging dibandingkan perlakuan lainnya, namun hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa dosis tepung maggot dan tepung ikan tidak berpengaruh nyata (>0.05) terhadap ketiga parameter uji tersebut namun pada perhitungan analisis sidik ragam dan uji BNT memberikan pengaruh yang nyata terhadap retensi protein lobster air tawar menunjukkan bahwa perlakuan D (komersil), perlakuan C(TM 30%+TI 5%), perlakuan B(TM 25%+TI 10%),  tidak berbeda dengan perlakuan A(TM 20%+TI 15%). The purpose of this study was to analyze the effect of giving different doses of maggot flour (Hermetia illucens) and fish flour on the growth, survival, protein retention and feed conversion ratio of freshwater lobster. This study was conducted for 40 days at the Nutrition Laboratory of the Aquaculture Study Program, Faculty of Agriculture, Bosowa University. The design used in this study was a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments with 3 replications. While the treatments that will be applied in this study are Treatment A: Feed with 20% maggot flour and 15% fish flour, Treatment B: Feed with 25% maggot flour and 10% fish flour, Treatment C: Feed with 30% maggot flour and 5% fish flour, Treatment D: Control with commercial feed. The test parameters in this study were Growth, Survival, Protein Retention and Feed Conversion Ratio. The water quality parameters measured were temperature, dissolved oxygen and pH. The results of the study concluded that the highest absolute growth occurred in the TM 30% + TI 5% dose treatment of 9.867, the highest survival rate occurred in the TM 30% + TI 5% dose treatment of 86.67%, the lowest feed conversion ratio was the TM 30% + TI 5% treatment of 1.52% which means it has a higher ability to convert feed into meat compared to other treatments, but the results of the analysis of variance showed that the doses of maggot flour and fish flour did not have a significant effect (> 0.05) on the three test parameters, but in the calculation of the analysis of variance and the BNT test, it had a significant effect on freshwater lobster protein retention, showing that treatment D (commercial), treatment C (TM 30% + TI 5%), treatment B (TM 25% + TI 10%), did not differ from treatment A (TM 20% + TI 15%).
PENGARUH PEMBERIAN DAPHNIA SP YANG DIPERKAYA ASAM AMINO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN LARVA IKAN NILA OREOCHROMIS NILOTICUS Casiraghi, Pierluigi Josh; Mulyani, Sri; Aqmal, Amal
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i2.5088

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian daphnia sp yang diperkaya dengan asam amino terhadap pertumbuhan dan sintasan larva ikan nila. Penelitian ini bertempat di Laboratorium Nutrisi Program Studi Budidaya Perairan Universitas Bosowa Makassar. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 9 unit percobaan. Parameter uji pada penelitian ini pertumbuhan dan sintasan larva ikan nila. Adapun parameter kualitas air yang diamati yaitu suhu dan pH. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemberian Daphnia sp yang diperkaya asam amino dengan dosis yang berbeda pada larva ikan Nila memberikan pengaruh yang baik pada nilai pertumbuhan dan sintasan. Dosis Daphnia sp yang diperkaya asam amino dengan dosis 5 mg/L memberikan pengaruh yang baik pertumbuhan dan sintasan larva ikan Nila. The purpose of this study was to determine the effect of giving Daphnia sp enriched with amino acids on the growth and survival of tilapia larvae. This study took place at the Nutrition Laboratory of the Aquaculture Study Program, Bosowa University, Makassar. The design used in this study was a completely randomized design (CRD) consisting of 3 treatments with 3 replications so that there were 9 experimental units. The test parameters in this study were the growth and survival of tilapia larvae. The water quality parameters observed were temperature and pH. The results of the study concluded that giving Daphnia sp enriched with amino acids with different doses to tilapia larvae had a good effect on growth and survival values. The dose of Daphnia sp enriched with amino acids with a dose of 5 mg/L had a good effect on the growth and survival of tilapia larvae.

Page 8 of 10 | Total Record : 91