cover
Contact Name
Puspita
Contact Email
redaksi@pustaka.my.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
redaksi@pustaka.my.id
Editorial Address
Griya Lumandi Permai, Palopo, Sulsel
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Sinestesia
ISSN : -     EISSN : 27219283     DOI : -
Jurnal sinestesia publishes articles in the field of learning, education, literature, linguistics, and culture.
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2022)" : 29 Documents clear
The Implementation of Learning Medium: Google Meet Application for ELE Students in EFL Distance Learning Ketut Ari Setyawati; Ni Luh Putu Era Adnyayanti
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27219283.75

Abstract

The emergence of Covid-19 changed face-to-face learning into online learning. Those conditions required a platform or learning medium in facilitating the learning process. Learning medium in online learning became the one consideration in the online learning to have a virtual meeting. One of the applications that can provide virtual meetings is Google Meet. GM provides features that support distance learning run well. Therefore, the current research aimed to explore the implementation of using Google Meet as an online medium in the EFL distance learning at the Ganesha University of Education. The research employs descriptive qualitative research which gains the data through observations and interviews for three days during the learning process. The results of the research found that Google Meet can be an effective learning medium to use in distance learning. There are many advantages obtained such as, students more understanding the material, can meet a face-to-face virtual meeting, and many features to support virtual meeting. However, that is a barrier like requiring a good internet connection.
Analisis Pendidikan di Suku Melayu Kelurahan Gading Sari Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun Kepulauan Riau Febblina Daryanes; Anggun Triana; Fitri Fadhilah; Adilah Qurrotu Aini
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27219283.77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang keadaan pendidikan di Gading Sari Kabupaten Karimun Kepulauan Riau. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di Kecamatan Kundur. Sumber data dalam penelitian ada dua yaitu sumber primer dan sumber skunder. Setelah data terkumpul lalu dianalisis dengan teknik mengkaji dokumen, wawancara, diskusi dan observasi menggunakan teknik kualitatif dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesadaran masyarakat setempat akan pendidikan cukup tinggi akan tetapi terhalang dengan keadaan ekonomi yang tidak mencukupi. Walaupun begitu rata-rata masyarakat Gading Sari ialah tamatan SMA yang merupakan program pemerintah Wajib Belajar 12 Tahun. Di Kecamatan Gading Sari hanya terdapat dua sekolah yaitu Sekolah Dasar Negeri 005 Kundur dan satunya lagi tingkat menengah atas yaitu MAS Al-huda. Jadi jika mereka ingin melanjutkan ke tingkat SMP harus mencari di luar Kecamatan Gading Sari. Upaya pemerintah untuk menangani pendidikan saat pandemi ini adalahengan memberikan vaksinasi kepada guru serta memberikan semangat kepada murid dan harus fokus sekolah walaupun tidak bertatap muka langsung dengan guru-guru dan teman-teman. Faktor pendorong pendidikan di Gading Sari berasal dari keluarga, kepribadian diri, guru atau pendidik, dan pemerintah yang telah membantu. Sedangkan faktor penghambatnya semangat peserta didik yang kurang karena kendala jaringan saat melakukan pembelajaran dan orangtua yang tidak bisa mendampingi karena harus bekerja. Sedangkan cara yang dapat diterapkan pemerintah untuk meratakan pendidikan di kota dan di desa adalah dengan membangun bangunan sekolah secara merata, membagikan buku-buku pelajaran dan peralatan sekolah secara gratis, serta memenuhi kebutuhan guru.
Social Self-Esteem and Fear of Missing Out Towards the Social Media User of Generation Z Astrid Lingkan Mandas; Khoirotus Silfiyah
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27219283.78

Abstract

Social media gives many advantages, especially in making people connected to each other, but it is also admitted that the advantages have their own sinister side. Social media may also create dystopia, besides utopia, meaning that it can also be considered a bad thing, rather than good. One of the dystopias that may be found is that it also creates fear of missing out on the person that uses social media. Fear of missing out (FoMO) is a form of fearfulness and uneasiness of the person that one may miss something exciting and the feeling of constantly needing to be connected with other people. Fear of missing out is also triggered by the need to fulfill the need for self-esteem, especially social self-esteem. Social self-esteem is the social self of the people that construct self-evaluation in a certain social situation. This research aims to study the correlation between social self-esteem and FoMO. This research utilizes quantitative methods. The result of product-moment analysis shows a significant negative correlation between social self-esteem and FoMO (rxy = -0,547 to p = 0,000). Based on the result, it can be concluded that the lower the individual social self-esteem, the higher the inclination to feel the fear of missing out. Generation Z or the post-millennial generation has a quite high tendency to feel the fear of missing out due to several characteristics of this generation which have been the base of the construction of the fear of missing out, such as under-influence, being always connected, and digital intuitiveness.
Self dan Guided Discovery Learning Serta Pengaruhnya Terhadap Capaian Pembelajaran di Perguruan Tinggi Firdaus Hendry Prabowo Yudho
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27219283.96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh Self Discovery Learning dan Guided Discovery Learning terhadap pencapaian mata kuliah Ilmu Gizi Olahraga di Perguruan Tinggi, dengan subjek mahasiswa sebanyak 40 orang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pre-test posttest time series design dengan 8 kali pertemuan tatap muka menggunakan metode SDL, dan 8 pertemuan lainnya menggunakan GDL. Tes yang dilaksanakan yakni pretest, posttest 1 dan posttest 2, untuk mendapatkan data capaian dari kedua metode yang berbeda. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa pengaruh GDL lebih signifikan dari pada metode SDL pada perbandingan uji T berpasangan dari ketiga data ujian yang dilakukan.
Penggunaan Media Gambar Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Bagian-Bagian Tubuh Hewan Kelas IV di SD Negeri Salatiga 02 Yeni Ndoluanak; Christian Bernard Nicholas Djami
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27219283.98

Abstract

Metode ceramah masih menjadi pilihan utama dalam proses belajar. Hal ini membuat siswa Sekolah Dasar kelas IV terlihat bosan dalam belajar, yang sangat berpengaruh pada hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran IPA pada materi bagian-bagian tubuh hewan. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan jenis One-Group Pre-test Post-Test Design. Jumlah subjek penelitian 26 siswa (14 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pretest dan posttest sedangkan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji t atau t-test untuk sampel kecil yang saling berhubungan. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh nilai thitung = 7,10 dan ttabel = 8,478 dengan taraf signifikan 5%. Hal ini berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima dan H0 ditolak. Hal ini dapat dinyatakan bahwa media gambar sangat berpengaruh dalam proses belajar. Penelitian ini direkomendasikan bagi guru, khususnya guru SD Negeri Salatiga 02 untuk meningatkan hasil belajar menggunakan media gambar.
Boosting the English Vocabularies of Young Learners through Tik-Tok Application in Digital Era Daniar Sofeny; Dian Fadhilawati; Ninik Nuzulul Hidayah
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27219283.125

Abstract

Tik-Tok Application is one of application that are great demand by people in this digital Era, no exception for the children in Elementary school. This study examined about how the students’ vocabulary score before and after taught by using the Tik-Tok application and whether there was any significant difference of students’ score before and after taught by using Tik-tok application. The researcher used the method of pre-experimental design using one group pretest-posttest with quantitative approach. The instrument used to obtain the data was test. The hypothesis itself was tested by using T-test technique. From the data obtained, the average total score of students' vocabulary mastery before taught by using the Tik-Tok application was 55.00 and the average score of students’ vocabulary mastery after taught by using the Tik-Tok application was 86.87. Statistical calculations using T-test have shown the results of tcount (14,586) and the result of ttable for standard 0.050% is 2.03951. It is known that tcount is higher than ttable (14.586 > 2.03951). The alternative hypothesis is accepted, and the null hypothesis is rejected. Based on the result of this research, the students’ score of vocabularies were increase from 55,00 to 86,87. Then the second result is, there were significant differences scores, between before and after receiving treatment by using the Tik-Tok application. So, Tik-tok application is effective for the teacher who want to increase the students’ English vocabularies mastery.
Sikap Bahasa Masyarakat Gantarang Terhadap Bahasa Konjo: Studi Kasus di Desa Benteng Gantarang Indarwati Indarwati; Nurhayati Nurhayati; Lukman Lukman; Harlina Sahib
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27219283.142

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan sikap bahasa masyarakat penutur bahasa Konjo di kecamatan Gantarang terhadap bahasa Konjo, khususnya yang ada di desa Benteng Gantarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yakni metode survei, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,3% responden Tidak Setuju (TS), 16,7 % memilih bersikap Netral (N), 10% responden Sangat Tidak Setuju (STS); jika bahasa Konjo harus diajarkan/diperoleh anak-anak di rumah; hanya 16,7% yang Setuju (S). Adapun pernyataan ke-2, yakni bahasa Konjo harus dijadikan bahasa utama dalam komuniasi sehari-hari di rumah ditanggapi tidak setuju sebanyak 56,7% responden, responden yang Setuju (S) sebesar 20% dan 13,3% memilih bersikap Netral (N). Pernyatan ke-3, yakni bahasa Konjo harus digunakan di sekolah dasar (khususnya kelas 1 sampai kelas 3), ditanggapi tidak setuju sebanyak 70% dan hanya 13,3% yang Setuju (S), dan sisanya Sangat Tidak Setuju (STS). Kemudian, pernyataan ke-4, yakni bahasa Konjo perlu diajarkan di sekolah, sebanyak 56,7% responden menyatakan Tidak Setuju (TS) dan 26,7% menyatakan Setuju (S), dan 10% responden memilih bersikap Netral (N). Pada pernyataan ke-5, yakni ketika bertemu dengan sesama orang Konjo harus menggunakan bahasa Konjo ditanggapi setuju sebanyak 66,7% responden menyatakan Setuju (S), 26,7% menyatakan Sangat Setuju (SS), dan sisanya menyatakan sikap Netral (N) dan Tidak Setuju (TS). Pada pernyataan ke-6, yakni Anak-anak perlu dibimbing menggunakan bahasa Konjo yang sopan/santun ditanggapi 46,7% responden menyatakan Setuju (S), 33,3% menyatakan Sangat Setuju (SS), dan 13,3% memilih bersikap Netral (N). Pernyataan ke-7, Sebanyak 53,3% responden menyatakan Setuju (S) dan 36,7% menyatakan Sangat Setuju (SS), dan sisanya Tidak Setuju (TS) dan Netral (N) dengan pernyataan “Bahasa Konjo melestarikan budaya daerah”. Adapun pernyataan ke-8, yakni Bahasa Konjo adalah kebanggaan orang Konjo ditanggapi setuju sebanyak sebanyak 56,7% responden menyatakan Setuju (S), 23,3% Sangat Setuju (SS), dan 13,3% responden memilih bersikap Netral (N), serta sisanya Tidak Setuju (TS). Sebanyak 53,35% responden memilih sangat setuju dan 40% setuju, dan sisanya menyatakan tidak setuju dengan pernyataan bahwa bahasa Konjo melestarikan budaya daerah.
Literasi Digital Untuk Meningkatkan Kreativitas Mahasiswa Melalui Pembuatan Video Tutorial Alat Peraga Edukasi Susanti Faipri Selegi; Kiki Aryaningrum
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27219283.144

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kreativitas literasi digital mahasiswa PGSD melalui pembuatan video tutorial alat peraga edukasi. Adapun manfaat penelitian ini yaitu agar mahasiswa memiliki konstribusi pada literasi digital pendidikan khususnya pembuatan alat peraga yang dapat digunakan di Sekolah Dasar (SD). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah dimana peneliti berperan sebagai instrument kunci. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu kuesioner dan dokumentasi. Kuesioner dibuat berdasarkan pada 4P’s Model oleh Kaufman & Sternberg yaitu person, process, product, and press. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa melalui ide-ide kreatif mahasiswa dapat meningkatkan kreativitasnya melalui teknologi yang berkembang saat ini dengan menghasilkan suatu produk video pembelajaran dan alat bantu mengajar sehingga dapat menjadi literasi digital sekaligus karya dalam meningkatkan kreativitas dan berdampak positif bagi masyarakat.
Pelanggaran Prinsip Kerja Sama pada Acara Catatan Najwa Episode Susahnya Jadi Perempuan Dina Mariana Tarigan
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27219283.145

Abstract

Penelitian ini berjudul Pelanggaran Prinsip Kerja Sama pada Acara Catatan Najwa Episode Susahnya Jadi Perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelanggaran prinsip kerja sama pada acara Catatan Najwa Episode Susahnya Jadi Perempuan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deksriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pelanggaran prinsip kerja sama yang meliputi maksim kuantitas sebanyak 25 tuturan dengan alasan pelanggaran menginformasikan, maksim kualitas sebanyak 5 tuturan dengan alasan pelanggaran menginformasikan, maksim relevansi sebanyak 15 tuturan dengan alasan pelanggaran menginformasikan, dan maksim pelaksanaan sebanyak 14 tuturan dengan alasan pelanggaran menginformasikan.
Penerapan Aplikasi Google Classroom Dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Mahasiswa Universitas Muslim Maros Nurhidayah Nurhidayah; Rizki Amalia Nur; Rika Riyanti; Moh. Mulyadi Prasetyo
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Muslim Maros. Hipotesis penelitian ini adalah jika menerapkan aplikasi Google Classroom dalam pembelajaran maka dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif pada mahasiswa universitas muslim maros. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 18 orang dengan mahasiswa laki-laki 8 dan 10 orang mahasiswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen: (1) tes hasil belajar pada tiap siklus dan (2) hasil observasi berpikir kreatif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriftif kuantitatif untuk data dari tes hasil belajar dan analisis kualitatif untuk data hasil observasi berpikir kreatif. Hasil analisis deskriftif kuantitatif menunjukan bahwa pada siklus 1 diperoleh nilai rata-rata 67,5 dan persentase ketuntasan klasikal sebanyak 41,67%. Hal ini belum memenuhi kriteria ketuntasan sehingga dilanjutkan ke siklus ke 2 dan diperoleh nilai rata-rata 86,67 dan persentase ketuntasan klasikal sebanyak 83,33% jika dilihat dari kriteria ketuntasan klasikal maka dapat disimpulkan bahwa pada siklus II telah berhasil sehingga pembelajaran dengan menerapkan aplikasi google classroom telah terjadi peningkatan.

Page 1 of 3 | Total Record : 29