cover
Contact Name
Puspita
Contact Email
redaksi@pustaka.my.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
redaksi@pustaka.my.id
Editorial Address
Griya Lumandi Permai, Palopo, Sulsel
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Sinestesia
ISSN : -     EISSN : 27219283     DOI : -
Jurnal sinestesia publishes articles in the field of learning, education, literature, linguistics, and culture.
Articles 43 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2022)" : 43 Documents clear
Konfigurasi Kontekstual Ujaran Kontroversial Tampang Boyolali: Analisis Linguistik Forensik pada Pidato Prabowo Subiyanto Ardik Ardianto
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penafsiran terhadap bahasa, baik itu berupa ujaran lisan ataupun tulisan, selalu beragam dan berbeda-beda; dan karenanya tak jarang distorsi, mispersepsi, dan misinterpretasi muncul di dalam ruang keberagaman tersebut. Salah satunya yang masih membekas dalam benak kita akhir-akhir ini adalah polemik yang terjadi di ruang publik karena ujaran kontroversial tampang Boyolali. Ujaran ini disampaikan oleh Prabowo di sela-sela narasi pidatonya yang ia sampaikan di atas mimbar kampanye politik di Kota Boyolali. Melalui dua pendekatan sekaligus, yakni pendekatan semantik dan pragmatik dalam bentuk konfigurasi kontekstual, penelitian ini bertujuan menelisik: 1) makna semantis dan pragmatis dari ujaran tampang Boyolali yang disampaikan dalam pidato; 2) fungsi konfigurasi kontekstual ujaran tersebut; dan 3) mendudukkan fungsi tersebut terhadap pasal delik aduan yang dijeratkan. Hasil temuan menunjukkan bahwa 1) ujaran kontroversial tampang Boyolali tidak dimaksudkan untuk merendahkan atau menghinakan kehormatan penduduk Boyolali pada umumnya; 2) ujaran tersebut dimaksudkan sebagai sarana humor (jokes) untuk menciptakan ruang interaksi antara Prabowo dan seluruh audiensi; dan 3) UU No. 19 Tahun 2016 tentang ITE tidak memenuhi syarat untuk menjerat ujaran kontroversial tersebut. Meski demikian, sebagai seorang tokoh politik, figur masyarakat, sekaligus orator yang handal, Prabowo seharusnya mampu menangkap konsekuensi-konsekuensi yang akan muncul ketika menggunakan diksi-diksi yang mudah sekali diasosiasikan dengan SARA, sehingga bisa lebih berhati-hati dalam menggunakan diksi atau register di setiap narasi pidatonya.
Linguistic Landscape in the Tomb of KH Abdul Hamid Pasuruan City: Language Studies in Public Spaces with a Multimodal – Qualitative Badriyah Wulandari; Tristan Rokhmawan
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Language has a very important role in tourist destinations, including religious tourism destinations, the Tomb of KH Abdul Hamid, Pasuruan City. As part of the language used in public spaces, the language used in this tourist destination is interesting to study in terms of form, function, meaning, and value. In this regard, this research is an attempt to describe the form, function, meaning, and value contained in the language used in the tourist destination. This research was conducted qualitatively using a landscape linguistic (LL) and multimodal approach. Sources of data are the languages found on signboards in public spaces in religious tourism destinations of the Tomb of KH Abdul Hamid, Pasuruan City. Research data were collected by shooting using a digital camera and smartphone camera and analyzed using a multimodal approach with semantic, semiotic, and language metafunction theories that were used as benchmarks in describing forms, functions, meanings, and cultural values. Based on the data analysis, the findings of this study can be categorized into four groups. First, the forms of language used in the religious tourism destinations of the Tomb of KH Abdul Hamid, Pasuruan City. Second, the function of language in religious tourism destinations, KH Abdul Hamid's Tomb, Pasuruan City. Third, the meaning contained in the languages used in religious tourism destinations, the Tomb of KH Abdul Hamid, Pasuruan City. Fourth, cultural values in the languages used in religious tourism destinations, the Tomb of KH Abdul Hamid, Pasuruan City.
Developing Hand Puppet Video as Media for Teaching and Learning Speaking in Senior High School Zukhruf Irfan Maulana; Dian Fadhilawati; Adin Fauzi
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this study are to establish the model of hand puppet video for teaching and learning speaking in Senior High school that focused on narrative text, to discover the feasibility of hand puppet video for teaching and learning speaking, and to know the teacher’s and student’s responses toward the use of hand puppet video for teaching and learning speaking in senior high school. This study adapted Sugiyono's models that include some steps such as: analyzing potentials, problems, and solutions, Design and development, Experts Validation and revision, Teachers’ and students’ perception, evaluation and revision, and Final product and publication. The finding of this research showed that 1) the developed hand puppet video for teaching learning speaking covered three parts, they were; part 1 (introduction), part 2 (video), and part 3 (exercise) with additional setting features. Part 1 (introduction) consists of a description, material of the narrative text, how to play, and references, Part 2 (video) consists of the narrative stories video in the forms of legend and fable, and Part 3 (exercise) in the form of Retelling the story with the student’s own word. Furthermore, The Hand Puppet Video is also completed with three guide books they are for teachers, students, and the public users 2) The Model Hand Puppet Video was valid to be used as media for teaching and learning speaking n Senior High School, it was revealed by the validation average results from material experts 81, 3 % (very valid) and media experts 88.5% (Very Valid). 3) The teachers and Students showed very positive responses toward the developed product as it is proved by the average results of the questionnaire given to teachers= 87.2% (Very positive), and students’ responses of 87.75% (Very Positive). Referring to the findings, it is suggested for the teachers and students to use the developed product as media for teaching and learning to speak of narrative text in senior high school.
Ujaran Kebencian Terhadap Aktor Arya Saloka di Media Sosial Twitter: Kajian Linguistik Forensik Wihdatul Afal
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosial media digunakan masyarakat berbagai kalangan untuk berkomunikasi dan menjadi wadah menyampaikan ide dan pikiran mereka tentang informasi tersebut. Berkomunikasi di media sosial dapat menimbulkan dampak negatif yang merugikan beberapa orang ataupun pihak-pihak tertentu seperti bentuk pencemaran nama baik seseorang dan ujaran kebencian. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk dan makna ujaran kebencian terhadap aktor Arya Saloka di media sosial Twitter (2) mengidentifikasi bentuk ujaran kebencian terhadap aktor Arya Saloka di media sosial Twitter. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif. Dari penelitian tersebut, disimpulkan bahwa bentuk dan makna tindak tutur yang didapatkan adalah tindak tutur ilokusi ekspresif, komisif dan asertif. Tuturan yang paling dominan ditemukan yaitu tuturan ekspresif. Tuturan ekspresif berfungsi membuat ujaran yang mencerminkan pernyataan-pernyataan psikologis. meliputi tuturan mengungkapkan rasa ketidaksukaan, mengkritik, memaki dengan menggunakan kata-kata kasar dan tuturan mengungkapkan ketidaksukaan dan kejengkelan terhadap subjek pembicaraan.
Reading Interests of High School Students during the Pandemic Covid-19 Aveny Septi Astriani; Agi Ahmad Ginanjar; Muhsiyana Nurul Aisyiyah
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reading interest is different from reading habits and reading culture. Reading interest will turn into a reading habit if appropriate reading materials and sufficient time to read are available. This study aims to describe the reading interest of senior high school students during the pandemic Covid-19 based on emotional factor, self-motivation factor, and social factor using qualitative descriptive research. The technique used was a survey technique by distributing questionnaires. The sample consisted of 700 high school students selected randomly. The sample was distributed into several areas representing all districts, cities, and high school type such as senior high school, vocational high school, and Madrasah Aliyah (Islamic-based senior high school) by using the area cluster sampling technique. The data were presented using tables and sentence descriptions. The results of this study show that the reading interest of senior high school students during the pandemic was considered good from motivational factor, emotional factor, social factor, and the three factors simultaneously with the average score respectively being 3.47; 3.70; 3,40 and 3.53. The students' reading interest is influenced trainings aimed at increasing students' reading interest during the pandemic, technology, pandemic situation, and cognitive development for high school students which were classified as better than that of middle and elementary school students.
Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar Kota Sukabumi Olga Febriana Yohana
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan Gerakan LiterasiSekolah (GLS) di Sekolah Dasar Kota Sukabumi. Lokasi penelitian adalah di SDI Al Azhar 7Sukabumi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Pengumpulan datadilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hal yang didalamiyaitu terkait strategi dan tahapan pelaksanaan kegiatan GLS di SDI Al Azhar 7 Sukabumiyang terdiri dari Pembiasaan, Pengembangan, dan Pembelajaran. Temuan penelitianmenunjukkan bahwa strategi dan tahapan pelaksanaan GLS belum sepenuhnya berjalandengan baik, namun upaya peningkatan terus dilakukan. Pembiasaan GLS di dalam kelasmeliputi kegiatan membaca di sekolah seperti pojok membaca setiap hari selama 15menit. Pengembangan GLS di dalam sekolah meliputi kegiatan siswa membawa bukubacaan sendiri dan pertukaran buku antar siswa. Sedangkan Pembelajaran GLS di luarsekolah meliputi kegiatan literasi yang bekerjasama dengan Nyalanesia untukmenerbitkan karya tulis siswa, baik berupa cerpen maupun puisi.
Eufemisme Dalam Acara Mata Najwa di Trans 7 Episode “Disiksa di Penjara” Nurul Dwi Siswati; Noni Andriyani
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bentuk eufemisme dalam diskusi acara Mata Najwa di Trans 7 episode “Disiksa di Penjara”. Jenis penelitian ini yakni pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deksriptif untuk menjabarkan apa adanya berdasarkan fakta. data dalam penelitian ini yakni kata-kata yang termasuk kedalam bentuk eufemisme yang dianalisis secacara deskriptif dengan menggunakan teori Sutarman (2017) melalui tiga tahapan yakni, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan yang digunakan yakni teknik triangualsi para penyidik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat penggunaan eufemisme antara lain: bentuk singkata, bentuk serapan, bentuk istilah asing, bentuk metafora, dan bentuk perifrasis. Penelitian ini juga memaparkan Bentuk yang dominan digunakan dalam acara Mata Najwa yakni bentuk metafora, hal ini terjadi karena bentuk tersebut sering digunakan para masyarakat untuk menyamarkan makna yang ingin disampaikan. Sedangkan bentuk yang minim digunakan yakni bentuk istilah asing, hal ini terjadi karena tidak semua masyarakat mampu menguasai bahasa asing. Eufemisme merupakan bentuk penggunaan gaya bahasa yang dipakai untuk memperhalus kata-kata yang dirasa kasar atau tidak pantas diucapkan maupun didengarkan oleh orang lain. Hal ini dilakukan agar komunikasi satu sama lain tetap berjalan lancar, contohnya seperti diskusi, debat dan lain sebagainya. Penggunaan eufemisme ini dapat mengurangi konflik-konflik yang timbul akibat kesalahpahaman dalam berkomunikasi atau menyampaikan informasi.
Representasi Nilai Budaya dalam Kumpulan Cerita Rakyat Bugis di Kabupaten Wajo dan Relevansinya Terhadap Pembelajaran Sastra di Perguruan Tinggi Illangsari Illangsari; Nur Rahmi; Arisa Arisa
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arus kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia, nyatanya membawa dan menimbulkan perubahan sosiokultural yang berpengaruh positif dan negatif. Oleh karena itu, generasi muda harus dibekali dengan nilai-nilai yang berdampak pada kepribadian yang kokoh agar tidak terombang-ambing oleh fluktuasi politik dan kebudayaan dari luar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam kumpulan cerita rakyat Bugis dengan metode kualitatif kajian strukturalisme. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca, memilih cerita rakyat pada naskah, menandai data yang dibutuhkan, dan dianalisis. Berdasarkan analisis data, nilai-nilai budaya yang dijabarkan meliputi sosial budaya, nilai dalam konteks etika, dan nilai kehidupan.
Teacher Response on Using Classkick Application as a Mandarin Learning Media Yetty Go; Ruomei Fu; Mariana Mariana
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays, there are so many inventions and development of interactive web-based applications or mobile app tools as a promising tool for creating more active online learning. The use of learning media as a learning tool is an effort made by teachers to make learning more fun, effective, and interesting. One of the examples is the Classkick application learning media. Using Classkick application as a learning media in Mandarin classes could help teachers to achieve learning goals. With the interesting and varied features of the Classkick application such as audio, video, and text, it can help teachers design more varied exercises to practice students' four mandarin language skills (listening, speaking, reading, and writing). The study aims to identify teachers' responses to the use of Classkick application as a learning media in Mandarin classes. The methodology approach of this study is qualitative research and adapted Yanqun’s five characteristics of learning media as a theory. The study determines that the features of Classkick application can help teachers design varied exercises and assignments that can increase students' enthusiasm for learning and practice students' Mandarin language ability. It also can bridge the communication gap between teacher and students, teachers are also able to monitor and provide feedback on students’ works in real-time during the online or offline classes.
Analisis Penggunaan Internet Sebagai Sumber Belajar Dalam Perspektif Progresivisme di Perguruan Tinggi Almaida Vebibina; Siti Marsitoh; Mochamad Nursalim
Jurnal Sinestesia Vol. 12 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan internet sebagai sumber belajar dalam prespektif progresivisme di perguruan tinggi sehingga akan terlihat keterkaitan antara kedua konsep tersebut pada pendidikan saat ini. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif, dimana metode ini dipilih karena bersifat teoritis dalam bentuk deskriptif berdasarkankan hasil analisis perbandingan konsep pembelajaran menggunakan internet sebagai sumber belajar dengan teori filsafat progresivisme. Progresivisme adalah teori pendidikan yang menekankan perubahan praktik pendidikan dimana sebelumnya terkesan statis menjadi pendidikan yang lebih dinamis dan lebih mengutamakan kebebasan dalam mengembangkan potensi sesuai dengan kemampuan mahasiswa dalam pembelajaran. Sedangkan, penggunaan internet dalam pembelajaran merupakan salah satu kemajuan teknologi dan informasi yang dapat digunakan sebagai sumber belajar untuk mempermudah mahasiswa dalam mendapatkan pengetahuan dalam penyajian materi. Internet lebih mengarah pada metode pembelajarannya, sedangkan progresivisme mencakup keseluruhan aspek perkembangan baik strategi, model, kurikulum, materi pembelajaran. Secara garis besar, dapat diketahui jika internet sebagai sumber belajar memiliki keterkaitan dan kecocokan satu sama lain. Kedua konsep tersebut memiliki kesamaan dalam penekanan pendidikan yang fleksibel yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa.