cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ursj.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ubpostgradjournal@gmail.com
Editorial Address
Alamat Redaksi: Program PascaSarjana Universitas Bosowa Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231 Telp. (0411) 452901 - 452789, Fax. (0411) 424568 Email : ubpostgradjournal@gmail.com
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Urban and Regional Studies Journal
Published by Universitas Bosowa
ISSN : -     EISSN : 26568705     DOI : https://doi.org/10.35965/ursj.v3i2
Urban and Regional Studies Journal menerbitkan artikel yang pada bidang perencanaan pengembangan wilayah, perencanaan kota, perkotaan, infrastruktur, transportasi, dan kawasan perdesaan.
Articles 151 Documents
Kutub Pertumbuhan Dan Gentrifikasi Pada Kawasan Pinggiran Kota Makassar La Ode Sir Muhammad Iqbal; Batara Surya; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 3 No. 1 (2020): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2020
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v3i1.607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis bagaimana proses pembentukan kutub pertumbuhan wilayah dan gentrifikasi pada kawasan pinggiran Kota Makassar dalam hal ini Kelurahan Bangkala dan Tamangapa sebagai Kawasan Pinggiran Kota Makassar dan untuk melihat bagaimana pengaruh gentrifikasi yang terjadi terhadap perubahan struktur ruang Kota Makassar. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan alat analisis Deskriptif Kualitatif-Kuantitatif dan analisis regresi linear berganda. Data diperoleh dari obeservasi langsung dilapangan untuk mengidentifikasi kondisi fisik lingkungan (hunian, penggunan lahan, geografis) dan sosial budaya masyarakat setempat, kuesioner wawancara langsung kepada sampel untuk lebih memperdalam data yang ingin diperoleh dan dokumentasi fisik lingkungan, untuk mendukung penyempurnaan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gentrifikasi terjadi di kawasan pinggiran Kota Makassar (Kelurahan Bangkala dan Tamangapa), dicirikan dengan perubahan tipologi kawasan dan peningkatan fasilitas serta infrastruktur perkotaan yang secara bertahap muncul sebagai dampak dari pengaruh secara internal Kota Makassar kaitannya dengan fenomena migrasi dalam proses pembentukan kutub pertumbuhan. Faktor eksternal wilayah dari Kota Makassar juga menjadi faktor penyebab terjadinya kutub pertumbuhan dan gentrifikasi dalam bentuk konurbasi perkotaan dan pembentukan kawasan Metropolitan Mamminasata. Hasil uji statistik terhadap 7 variabel yang diteliti menunjukan sebesar sebesar 51,9% atau dari 4 variabel yang diteliti secara simultan memberikan pengaruh terhadap penyebab terjadinya gentrifikasi pada kawasan pinggiran Kota Makassar dan sebaesar 26,9% memberikan pengaruh terhadap perubahan struktur ruang Kota Makassar. Hal berikut memberikan kesimpulan bahwa pengaruh gentrifikasi terhadap perubahan struktur ruang kota Makassar terjadi dalam bentuk perubahan fungsi dan aktifitas pada kawasan pinggiran. Disamping itu tingkat aktifitas dan pergerakan juga menjadikan kawasan pinggiran (Kelurahan Bangkala dan Tamangapa) mengalami berbagai dinamika dan permasalahan keruangan yang tidak terlepas dari sudut pandang sosial, ekonomi dan fisik kawasan itu sendiri. Disamping itu, dapat dimaknai bahwa gentrifikasi tidak serta menyeluruh memberikan perubahan pada pembentukan struktur ruang melainkan hanya pada beberapa bagian dari struktur ruang dalam hal ini adalah perubahan fungsi dan aktifitas serta perubahan pada sistem jaringan sarana dan prasarana pada kawasan pinggiran. This study aims to examine and analyze how the process of regional growth poles forming and gentrification in the suburbs of Makassar City, in this case Bangkala and Tamangapa Sub-Districts as Makassar Suburbs and to see how the influence of gentrification that occurs on changes in the spatial structure of Makassar City. This research is descriptive quantitative and qualitative by using descriptive Qualitative-Quantitative analysis tools and multiple linear regression analysis. The data were obtained from field work observations to identify the physical conditions of the environment (occupancy, land use, geography) and the socio-cultural conditions of the local community, questionnaires, direct interview to the respondents to further deepen the data obtained and environmental physical documentation, to support data improvement. The results show that gentrification occurs in the suburbs of Makassar City (Kelurahan Bangkala and Tamangapa), characterized by changes in regional typology and improvements in urban facilities and infrastructure that gradually emerge as a result of the internal influence of Makassar City in relation to the phenomenon of migration in the process of forming growth poles. Regional external factors from Makassar City are also the factors causing the growth poles and gentrification in the form of urban conurbation and the formation of the Mamminasata Metropolitan area. The results of statistical tests on the 7 variables studied showed that 51.9% of the 4 variables studied simultaneously had an influence on the causes of gentrification in the suburbs of Makassar City and 26.9% had an effect on changes in the spatial structure of Makassar City. It can be concluded that the effect of gentrification on changes in the spatial structure of the Makassar city occurs in the form of changes in functions and activities in the suburb areas. Besides that, the level of activity and movement also makes the suburb areas (Bangkala and Tamangapa sub-districts) experience various dynamics and spatial problems that cannot be separated from the social, economic and physical point of view of the area itself. In addition, it can be interpreted that gentrification is not comprehensive and gives changes to the formation of spatial structures but only in some parts of the spatial structure, in this case, changes in functions and activities as well as changes in the network system of facilities and infrastructure in the suburbs.
Analisis Dampak Reklamasi Pantai Seruni Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Kelurahan Tappanjeng Kabupaten Bantaeng Dhai Rafsanjani; Qadriathi Dg. Bau; Muh. Iqbal Samad Suhaeb
Urban and Regional Studies Journal Vol. 3 No. 1 (2020): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2020
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v3i1.608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola pengembangan dan menganalisis dampak pengembangan kawasan reklamasi Pantai Seruni terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kelurahan Tappanjeng Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode analisis yaitu overlay dan analisis korelasi. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik Daerah Kabupaten Bantaeng, Dinas Penataan Ruang Kabupaten Bantaeng, Kantor Kecamatan Bantaeng, Kantor Kelurahan Tappanjeng dan masyarakat Kelurahan Tappanjeng dengan dibatasi pada kawasan reklamasi Pantai Seruni yang bertindak sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengembangan kawasan reklamasi Pantai Seruni jika didasarkan pada pola penggunaan lahan yang  ada dengan melihat perbandingan selama 10 (sepuluh) tahun terakhir terjadi penambahan   luas   lahan   dari   9,47   hektar   menjadi   18,5  hektar. Dengan demikian pola   pengembangan   kawasan   dan   tata   guna   lahan   di lokasi penelitian meningkat. Aspek lain yang juga menjadi sisi positif dari keberadaan reklamasi Pantai Seruni adalah dimana Pantai Seruni yang dulunya hanya sekedar merupakan hamparan atau areal yang berada sekitar pantai wilayah Kelurahan Tappanjaeng dengan aktivitas manusia dan fasilitas yang sangat terbatas berubah menjadi suatu kawasan yang memberikan dampak posisif baik bagi ekositem lingkungan, kondisi sosial budaya dan ekonomi masyarakat serta pembangunan wilayah kabupaten Bantaeng secara umum. This study aims to examine the development pattern and analyze the impact of the development of Seruni Beach reclamation area on the socio-economic conditions of the community in Tappanjeng Village, Bantaeng District, Bantaeng Regency. This research is quantitative descriptive using analytical methods namely overlay and correlation analysis. Data was obtained from Bantaeng Regency Regional Statistics Agency, Bantaeng Regency Spatial Planning Office, Bantaeng Sub-district Office, Tappanjeng Kelurahan Office and Tappanjeng Village Community limited to the reclamation area of Seruni Beach as respondents. The results showed that in the development pattern of the Seruni Beach reclamation area based on existing land use patterns by looking at the comparison over the last 10 (ten) years, there was an increase in land area from 9.47 hectares to 18.5 hectares. Thus, the pattern of area development and land use in the studied site inreases. Another aspect that is also a positive side of the existence of the reclamation of the Seruni Beach is where the Seruni Beach which was once just a stretch or area around the coast of Tappanjaeng Village with human activities and facilities that are very limited has turned into an area that has a positive impact on the ecosystem environment, socio-economic culture of the community as well as the development of Bantaeng Regency in general.
Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Banjir di Kawasan Daerah Aliran Sungai Maros Ridwan Latief; Roland A. Barkey; Muh. Iqbal Suhaeb
Urban and Regional Studies Journal Vol. 3 No. 2 (2021): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2021
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v3i2.669

Abstract

Kawasan perkotaan di Kabupaten Maros dilalui oleh Sungai Maros. Aliran Sungai Maros mengalir menuju Selat Makassar dan merupakan muara bagi sungai-sungai lain di bagian hulu. Sungai Maros yang melalui kawasan perkotaan memiliki daerah aliran sungai yang sangat rentan untuk dialihfungsikan. Pertumbuhan alih fungsi lahan non terbangun menjadi terbangun secara fakta marak terjadi pada kawasan daerah aliran sungai Maros. Kawasan daerah aliran sungai yang terbanguni berpotensi menyebabkan gangguan ekologis dan hidrologis yang berdampak pada terjadinya banjir karena berkurangnya lahan resapan air serta berubahnya morfologi daerah aliran sungai. Tujuan pertama penelitan ini adalah mengetahui kondisi penggunaan lahan terbangun serta perubahannya dalam kurung waktu 5 tahun terakhir di kawasan Daerah Aliran Sungai Maros menggunakan metode analisi tumpang tindih peta. Tujuan kedua adalah mengkaji pengaruh perubahan penggunaan lahan terbangun terhadap banjir di kawasan Daerah Aliran Sungai Maros dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana. Variabel prediktor yang digunakan yaitu perubahan penggunaan lahan (X), dengan variabel kriterium adalah luas banjir (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan terbangun pada kawasan daerah aliran sungai Maros mengalami peningkatan yang cukup tinggi, dimana lahan kebun yang berubah menjadi permukiman sebesar 18,4 ha. Sedangkan sawah yang berubah menjadi permukiman sebesar 3,68 ha dari tahun 2015 ke tahun 2019. Perubahan penggunaan lahan terbangun yang terjadi berpengaruh kuat dan signifikan terhadap peningkatan luas genangan banjir pada kawasan daerah aliran sungai Maros. The urban area in Maros Regency is traversed by the Maros River. Maros River flows towards Makassar Strait and is the mouth of other rivers in upstream. Maros River which passes through the urban area has a watershed river that is vulnerable to conversion. The growth of conversion of non-built land into built-up areas in fact is rife in Watershed Maros. Developed watershed areas have the potential to cause ecological and hydrological disturbances that have an impact on flooding due to reduced water catchment areas and changing morphology of river basins. The first objective of this research is to determine the conditions of built-up areas and changes within the last 5 years in the Watershed Maros using overlapping map analysis method. The second purpose is to examine the effect of changes in built-up land use on flooding in Maros watershed area using simple linear regression analysis. The predictor variables used are land use change (X), with the criterion variable is the flood area (Y). The results showed that the land use change was built on the watershed area of Maros has increased quite highly, where 18.4 ha of land has been converted into a settlement. While the rice fields are changed to a settlement of 3.68 ha from 2015 to 2019. Changes on the use of built-up land that occurs have a strong and significant effect on increasing the area of  flood inundation in the watershed area of Maros
Pengaruh Penggunaan Lahan Dan Kinerja Lalu Lintas Terhadap Iklim Perkotaan Di Wilayah Peri-Urban Mamminasata Sri Hidayat; Syafri Syafri; Syahriar Tato
Urban and Regional Studies Journal Vol. 3 No. 2 (2021): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2021
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v3i2.670

Abstract

Koridor ruas jalan Hertasning-Tun Abdul Razak merupakan wilayah peri-urban yang mengalami dinamika cukup tinggi akibat kebutuhan permukiman dan sarana kegiatan baru. Hal ini memicu terjadinya transformasi spasial. Transformasi spasial memberikan dampak pada peningkatan aktivitas antropogenik yang dapat mengubah iklim perkotaan. Peningkatan aktivitas antropogenik ditandai dengan perbedaan penggunaan lahan dan kinerja lalu lintas sepanjang koridor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mengetahui hubungan variabel penggunaan lahan dan kinerja lalu lintas terhadap kondisi iklim perkotaan dengan analisis data menggunakan SEM PLS.  Hasil pengujian hipotesis secara statistik terhadap pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependennya menghasilkan kesimpulan penggunaan lahan berpengaruh signifikan terhadap kondisi iklim dimana nilai T-Statistik sebesar 2,752 > 1,96 atau nilai P sebesar 0,040 < 0,05. Sementara kinerja lalu lintas tidak berpengaruh signifikan terhadap kondisi iklim perkotaan dengan nilai T-Statistik sebesar 1,071 < 1,96 atau nilai P sebesar 0,285 > 0,05. Hasil ini juga menunjukkan bahwa penggunaan lahan di koridor ruas jalan Hertasning-Tun Abdul Razak dapat menyebabkan meningkatnya suhu perkotaan dikawasan tersebut. Namun peningkatan suhu perkotaan pada kawasan tersebut lebih disebabkan oleh aktivitas antropogenik pada penggunaan lahannya dan tidak dipengaruhi oleh luas area yang terbangun. The corridor of the Hertasning-Tun Abdul Razak road section is a peri-urban area experiencing high dynamics due to the need for new housing and activity facilities. This triggers a spatial transformation. Spatial transformation has an impact on increasing anthropogenic activities that can change the urban climate. The increase in anthropogenic activity is indicated by differences in land use and traffic performance along the corridor. This study uses a quantitative method to determine the relationship between land use variables and traffic performance on urban climatic conditions with data analysis using SEM PLS. The results of statistical hypothesis testing on the effect of each independent variable on the dependent variable resulted in the conclusion that land use had a significant effect on climatic conditions where the T-statistic value was 2.752> 1.96 or the P value was 0.040 <0.05. Meanwhile, traffic performance has no significant effect on urban climatic conditions with a T-statistic value of 1.071 <1.96 or a P value of 0.285> 0.05. These results also indicate that land use in the Hertasning-Tun Abdul Razak road corridor can cause an increase in urban temperatures in the area. However, the increase in urban temperature in these areas is more due to anthropogenic activities in land use and is not influenced by the area that is built.
Konsep Pengembangan Aerotropolis di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar Randy obertias Oheo Sumarata; Murshal Manaf; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 3 No. 2 (2021): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2021
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v3i2.672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis karakteristik pelayanan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dalam mendukung konsep aerotropolis dan Mengkaji konsep pengembangan aerotropolis di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan alat analisis diantaranya analisis deskriptif kuantitatif skala likert (crosstabulation) dan analisis jalur/analisis path. Sampel yang digunakan sebanyak 100 orang. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan lainnya serta masyarakat yang menjadi responden dengan menggunakan kuesioner/wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik pelayanan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dalam mendukung konsep aerotropolis berdasarkan karakteristik aerotropolis yakni Prinsip Struktur Ruang, Prinsip Jarak/Aksesibilitas, Prinsip Zonasi, Prinsip Tata Guna Lahan, Prinsip Peruntukkan Utama Fungsi Kawasan, Prinsip Penyediaan Kawasan Bisnis, Prinsip Integrasi dan Prinsip Konektivitas memiliki pengaruh didalam pengembangannya. Untuk mengkaji konsep pengembangan aerotropolis di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar berdasarkan karakteristik aerotropolis memiliki pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung. Hasil analisis ini menunjukan bahwa karakteristik yang memiliki pengaruh signifikan secara tidak langsung didalam pengembangannya yakni prinsip integrasi dan konektivitas. Hal ini ditandai dengan pengembangan bandara ke aerocity agar dapat menuju kekonsep aerotropolis dimana menyediakan infrastruktur dasar agar segala aktivitas didalamnya dapat terhubung dengan baik. This study aims to analyze the service characteristics of Sultan Hasanuddin International Airport Makassar in supporting the aerotropolis concept and examine the concept of aerotropolis development at Sultan Hasanuddin International Airport Makassar.This research is a type of quantitative descriptive research using analytical tools including quantitative descriptive analysis of the Likert scale (crosstabulation) and path analysis. The sample used was 100 people. Data obtained from the Central Bureau of Statistics and others as well as the community who became respondents using a questionnaire / interview. The results show that the service characteristics of Sultan Hasanuddin International Airport Makassar are in support of the aerotropolis concept based on aerotropolis characteristics, namely the Principle of Spatial Structure, the Principle of Distance / Accessibility, the Principle of Zoning, the Principle of Land Use, the Principle of Main Allocation of Regional Functions, the Principle of Provision of Business Areas, the Principle of Integration and The principle of connectivity has an influence on its development. To study the concept of aerotropolis development at Sultan Hasanuddin International Airport, Makassar, based on the characteristics of the aerotropolis, has a direct or indirect effect. The results of this analysis indicate that the characteristics that have an indirect significant influence in its development are the principles of integration and connectivity. This is marked by the development of airports to aerocity in order to get to the concept of aerotropolis which provides basic infrastructure so that all activities in it can be well connected.
Pola Bermukim Masyarakat di Kawasan Rawan Bencana Banjir Kabupaten Luwu Utara Suleman Patiung; Batara Surya; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 3 No. 2 (2021): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2021
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v3i2.673

Abstract

Kawasan rawan banjir merupakan suatu ekosistem yang khas yang dapat di lihat dari berbagai sudut pandang. Adanya kondisi seperti ini sangat mempengaruhi pola permukiman masyarakat dalam mendukung pengembangan wilayah di Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan. Masyarakat Desa Pombakka umumnya mata pencaharian sebagai petani dan nelayan yang menghasilkan sumber sumber pangan bagi kebutuhan hidup masyarakat yang berada di sekitarnya secara khusus dan masyarakat di wilayah Luwu Raya pada umumnya. Pola Permukiman Masyarakat yang dapat menyesuaikan dengan kondisi wilayah yang sering dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Rongkong  terutama pada musim penghujan mengakibatkan Sebagian permukiman masyarakat terendam banjir. Atas kondisi tersebut masyarakat di Desa Pombakka membuat pola permukiman yang sesuai dengan kondisi banjir tersebut..  Penelitian ini mengkaji mengenai pola permukiman masyarakat di Desa Pombakka yang sering dilanda banjir. Penelitian ini menggunakan teori yang mengkaji  Elemen Elemen permukiman (Man, Society, Nature, Network, Shells) yang memberikan kontribusi besar dalam penentuan pola permukiman yang digunakan oleh masyarakat agar sesuai dengan kondisi wilayah sekitar yang sering dilanda banjir. Flood-prone areas are a unique ecosystem that can be seen from various perspectives. The existence of such conditions greatly affects the pattern of community settlements in supporting regional development in North Luwu Regency, South Sulawesi Province. The people of Pombakka Village generally work as farmers and fishermen who produce a source of food for the needs of the people living around them in particular and the people in Luwu Raya area in general. Community Settlement Patterns that can adapt to the conditions of areas that are often hit by flooding due to the overflowing of the Rongkong River, especially during the rainy season, have resulted in some community settlements being flooded. For this condition, people in Pombakka Village make settlement patterns that are in accordance with the flood conditions. This research examines the community settlement patterns in Pombakka Village which are often hit by floods. This research uses a theory that examines the elements of settlement elements (Man, Society, Nature, Network, Shells) which make a major contribution in determining the settlement patterns used by the community to suit the conditions of the surrounding area which is often hit by flooding.
Pengaruh Kinerja Pelayanan Transportasi pada Komoditi Unggulan terhadap Pengembangan Wilayah di Kabupaten Sinjai Amran Libureng
Urban and Regional Studies Journal Vol. 1 No. 2 (2019): Urban and Regional Studi Journal, Juni 2019
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v1i2.1080

Abstract

Kabupaten Sinjai merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan  yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi, khususnya di sektor pertanian dalam hal ini komoditi unggulan. Hal ini bisa dilihat dari sisi output (PDRB) maupun dari sisi penyerapan dari potensi tenaga kerja, dengan angka masing-masing sebesar 29,47 persen dan 52,72 persen terhadap total PDRB dan (BPS Kabupten Sinjai, 2012)).  Dalam rangka pengembangan komoditi unggulan di Kecamatan Sinjai Barat tersebut, pemerintah daerah telah membangun prasarana transportasi pada  34 titik pada TA : 2007–2009 yang bersumber dari dana APBD dan PNPM.  Pemerintah berpendapat bahwa bidang transportasi ini perlu mendapat perhatian dan bantuan, bahkan bagian-bagian yang terpenting di bidang transportasi perlu diusahakan. Rumusan masalah ; Bagaimana Model Regeresi dan Persepsi masyarakat pada pengaruh prasarana jalan, sistem transportasi, Kebijakan, SDM dan Perilaku Pengguna Jasa terhadap Kinerja Pelayanan Transportasi diwilayah penelitian, Tujuan penelitian adalah menganalisis Model Regeresi, dan Persepsi masyarakat pada prasarana jalan, sistem transportasi, Kebijakan, SDM dan Perilaku Pengguna Jasa terhadap Kinerja Pelayanan Transportasi diwilayah penelitian. Jenis penelitian merupakan deskriptif analisis kualitatif melalui responden yang diambil diwilayah penelitian didua Kecamatan, Metode penelitiam yaitu Regeresi Linear Berganda.. Hasil pembahasan yaitu, Model regeresi yang diperoleh berdasar padahasil analisis dan pembahasan, yaitu :Y = 0,092 + (-0,119).X1 + 0,587.X2 + 0,203.X4 + 0,325.X5      (R2= 0,701). Berdasarkan persamaan model: Untuk responden menyatakan penting pada prasasarana transportasi (X1) sebesar, 75%. Sistem transportasi (X2) sebesar 55%. Kebijakan (X3) sebesar 55%. SDM (X4) sebesar 65%. Perilaku Pengguna Jasa (X5) sebesar 55%. Sinjai Regency is one of the districts in South Sulawesi that has high economic potential, especially in the agricultural sector in this case the leading commodity. This can be seen in terms of output (GRDP) and in terms of absorption from the potential of labor, with figures of 29.47 percent and 52.72 percent of total GRDP and (BPS Kabupten Sinjai, 2012)). In the framework of developing superior commodities in the West Sinjai District, the regional government has built transportation infrastructure at 34 points on TA: 2007-2009 sourced from APBD and PNPM funds. The government is of the opinion that this transportation sector needs attention and assistance, even the most important parts in the transportation sector need to be sought. Formulation of the problem ; What is the Regeresi Model and Community Perception on the influence of road infrastructure, transportation system, Policy, HR and Service User Behavior on Transportation Service Performance in the research area, The research objective is to analyze Regression Model, and public perception on road infrastructure, transportation system, Policy, HR and Behavior Service Users on Transportation Service Performance in the research area. This type of research is descriptive qualitative analysis through respondents taken in the research area in two subdistricts, the research method namely Multiple Linear Regeresi .. The results of the discussion are, Regeresi model obtained based on the results of analysis and discussion, namely: Y = 0.092 + (-0.119). X1 + 0.587.X2 + 0.203.X4 + 0.325.X5 (R2 = 0.701). Based on the model equation: For respondents, the importance of transportation infrastructure (X1) is equal to, 75%. The transportation system (X2) is 55%. Policy (X3) of 55%. SDM (X4) of 65%. Service User Behavior (X5) of 55%.
Pengaruh Pembangunan Infrastruktur Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat Di Kabupaten Sinjai Bambang Tri Utomo
Urban and Regional Studies Journal Vol. 1 No. 2 (2019): Urban and Regional Studi Journal, Juni 2019
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v1i2.1081

Abstract

Kondisi ekonomi masyarakat khususnya di perdesaan masih sangat rendah, hal ini akibat karena pembangunan jalan sebagai salah satu sistim jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya, atau antara desa dengan desa lainnya, belum dilaksanakan secara prioritas sesuai dengan prinsip bottom-up, yaitu aspirasi kebutuhan prioritas masyarakat yang diusulkan ke pihak pemerintah daerah perlu diwujudkan. Melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PNPM-PISEW), yang telah digulirkan oleh pemerintah pusat yang saat ini mulai dirasakan oleh masyarakat. Rumusan masalah Bagaimana Pengaruh  Pembangunan Infrastruktur Jalan pada aspek Keterbukaan isolasi, aksesibilitas dan partisipasi masyarakat  desa terhadap pengembangan ekonomi masyarakat? Tujuan penelitian adalah menganalisis Pengaruh  Pembangunan Infrastruktur Jalan pada aspek Keterbukaan isolasi, aksesibilitas dan partisipasi masyarakat  desa terhadap pengembangan ekonomi masyarakat Kecamatan Sinjai Selatan dan Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Sinjai. Jenis penelitian merupakan deskriptif analisis kualitatif melalui jawaban responden yang diambil diwilayah penelitian didua Kecamatan, selanjutnya tabulasi data diproses dengan menggunakan Skala Likert dan metode Prosentase. Hasil pembahasan yaitu bahwa ketiga variabel infrastruktur, aksesibilitas dan partisipasi masyarakat, terhadap pengembangan ekonomi masyarakat desa khususnya di dua kecamatan. Hasil yang diperoleh melalui metode Skala Likert, maka ketiga variable terukur dalam skala Baik, sebelum program jalan terbangun pendapatan petani antara 1,5-2 juta rupiah perbulan, dan setelah terbangunnya jalan nilai ekonomi dari tahun ke tahun meningkat kurang lebih 3 juta rupiah perbulan pada tahun pertama operasional jalan The economic condition of the community, especially in rural areas, is still very low, this is due to road construction as a network system that functions to connect one region to another, or between villages and other villages, has not been implemented in priority according to the bottom-up principle, that is, the aspirations of the community's priority needs proposed to the local government need to be realized. Through the National Program for Community Empowerment - Regional Socio-Economic Infrastructure Development (PNPM-PISEW), which has been rolled out by the central government which is now beginning to be felt by the community. Formulation of the problem How are the Effects of Road Infrastructure Development on aspects of openness of isolation, accessibility and participation of rural communities to the economic development of the community? The aim of the study was to analyze the effect of road infrastructure development on aspects of openness of isolation, accessibility and participation of rural communities in the economic development of the community of South Sinjai Subdistrict and Tellulimpoe District, Sinjai District. This type of research is descriptive qualitative analysis through respondents' answers taken in the research area in two subdistricts, then the tabulation of data is processed using a Likert Scale and Percentage method. The results of the discussion are that the three infrastructure variables, accessibility and community participation, on the economic development of rural communities, especially in the two sub-districts. The results obtained through the Likert Scale method, then the three measured variables are on a Good scale, before the road program is built the farmers' income is between 1.5-2 million rupiah per month, and after the construction of the road the economic value from year to year increases by approximately 3 million rupiah per month first year of road operations
Analisis Pasokan Komoditi Unggulan Pada Pengembangan Wilayah di Kabupaten Jeneponto E.A. Karimeng; Murshal Manaf; Agus Salim
Urban and Regional Studies Journal Vol. 1 No. 2 (2019): Urban and Regional Studi Journal, Juni 2019
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v1i2.1082

Abstract

Pengembangan wilayah sebagai konsekwensi atas berbagai faktor unggulan disuatu wilayah, Kabupaten Jeneponto sebagai wilayah studi memiliki komoditas unggulan dari berbagai komoditas yang ada, yaitu komoditas disector perkebunan palawija, salahsatu unggulan jenis tanaman palawija adalah tanaman jagung. Rumusan masalah yaitu bagaimana pengaruh jarak dan waktu tempuh terhadap distribusi dari asal kepemasaran, bagaimana komoditas unggulan, dan komparasi jenis komoditas unggulan terhadap pengembangan wilayah. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh jarak tempuh, komoditas unggulan dan komparasi unggulan jenis palawija terhadap pengembangan wilayah. Jenis penelitian merupakan deskriptif analisis kualitatif melalui jawaban responden yang diambil diwilayah penelitian yaitu di Kecamatan, Binamu, Batang dan Arungkeke di Kabupaten Jeneponto selanjutnya tabulasi data diproses dengan menggunakan software Regresi linear Berganda dan metodep rosentase. Hasil pembahasan yaitu bahwa ketiga variabel jarak tempuh, jenis komoditas unggulan dan komparasi unggulan memiliki pengaruh terhadap pengembangan dan model regresi yang diperoleh yaitu Y = 0,186 + 0,420.X2 + 0,531.X3 (R2= 0,924).  Berdasarkan persamaan model pada pengembangan wilayah masyarakat memberikan respon sebesar 58 dari 100 atau 58% responden menyatakan berpengaruh, 69 atau 69% mengetahui komoditas unggulan untuk pengembangan wilayah di Kabupaten dan 54 dari 100 atau 54% mengetahui jagung sebagai unggulan komparatif di Kabupaten Jeneponto Regional development as a consequence of various superior factors in one region, Jeneponto Regency as the study area of having superior commodities from various existing commodities, namely commodity of vegetable crops, one of the main types of crops is corn. The formulation of the problem is how the influence of distance and travel time on the distribution of the origin of the market, how the commodities are superior, and the comparison of the types of superior commodities to the development of the region. The purpose of the study was to analyze the effect of mileage, superior commodities and superior comparability of secondary crops on regional development. This type of research is descriptive qualitative analysis through the answers of respondents taken in the research area, namely in Districts, Binamu, Batang and Arungkeke in Jeneponto Regency, then tabulation of data is processed using Multiple Linear Regression software and percentage method. The results of the discussion are that the three variables of distance, the types of superior commodities and superior comparability have an influence on the development and regression models obtained, namely Y = 0.186 + 0.420.X2 + 0.531.X3 (R2 = 0.924). Based on the model equation on community development, the response was 58 out of 100 or 58% of respondents said that influential, 69 or 69% knew of superior commodities for regional development in the Regency and 54 out of 100 or 54% knew that corn was a comparative superiority in Jeneponto Regency
Dampak Pemanfaatan Ruang terhadap Ketersediaan Air Kawasan Danau Sentani Sekitar Sub Das Expo Kawer, Dantje Wilian; Manaf, Murshal; Syafri, Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 1 No. 2 (2019): Urban and Regional Studi Journal, Juni 2019
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v1i2.1083

Abstract

Ruang sebagai wadah tempat manusia beraktifitas, seyogyanya harus dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Pemanfaatan ruang yang sesuai dengan daya dukung, akan menciptakan keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup. Pemanfaatan ruang Sub DAS Expo melalui upaya pemanfaatan lahan yang optimal sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem yang ada, dan mempertahankan kualitas lingkungan, serta menjaga keseimbangan antara kegiatan masyarakat dengan lingkungan di Sub DAS Expo. Rumusan Masalah “Bagaimana pengaruh pemanfaatan ruang terhadap kondisi aktual ketersediaan air di Sub DAS Expo?” Sedangkan Tujuan penelitian yaitu 1).Menganalisis bagaimana perubahan pemanfaatan ruang di wilayah Sub DAS Expo. 2).Menganalisis akibat perubahan pemanfaatan ruang terhadap ketersediaan air aktual di wilayah Sub DAS Expo.3).Memberikan arahan pemanfaatan ruang guna perbaikan ketersediaan air di wilayah Sub DAS Expo. Jenis penelitian adalah analisis deskriptif kuantitatif, menggunakan metode metode analisis spasial Sistem Informasi Geografi (SIG). Hasil yang diperoleh 1) Terdapat perubahan tutupan lahan di Sub DAS Expo berupa penurunan luas area kawasan hutan dan penambahan area pada tanah terbuka dan semak belukar, sedangkan penggunaan lahan untuk pemukiman, perkantoran, komersial dan industri tidak melampaui peruntukan lahan dalam pola ruang.2) Tingkat ketersediaan air di Sub DAS Expo didominasi oleh kelas ketersediaan air. 3) Berdasarkan hasil analisis tutupan lahan aktual dan recana pola ruang, maka arahan pemanfaatan ruang untuk perbaikan tingkat ketersediaan air wilayah Sub DAS Expo, yaitu (1) lahan yang dirubah kondisinya menjadi vegetasi permanen, (2) lahan yang diupayakkan menerapkan konsep agroforestry, (3) lahan dengan KDB/RTH 40% dan RTH 60%, (4) lahan RTH minimal 20% dengan sumur resapan, dan (5) lahan sempadan dan konservasi; dan di Distrik Jayapura Selatan dan Jayapura Utara Space as a place where humans operate, should be managed   and put to good use. The use of space in accordance with the carrying capacity, will create a balance and preservation of the environment. The utilization of the Expo Sub-watershed space through optimal land use efforts is needed to maintain the sustainability of existing ecosystems, and maintain environmental quality, and maintain a balance between community activities and the environment in the Expo Sub-watershed. Problem Formulation "How is the influence of spatial utilization on the actual conditions of water availability in the Expo Sub-watershed?" While the research objectives are 1). Analyzing how changes in spatial use in the Expo Sub-watershed area. 2). Analyzing due to changes in the use of space to the availability of actual water in the Sub-watershed area of Expo.3) Providing directions for spatial use to improve water availability in the Expo Sub-watershed area. This type of research is quantitative descriptive analysis, using the method of spatial analysis of Geographic Information Systems (GIS). Results obtained 1) There is a change in land cover in the Expo Sub-watershed in the form of a decrease in the area of the forest area and the addition of open land and shrubs, while the use of land for settlements, offices, commercial and industrial areas does not exceed land use. The level of water availability in the Expo Sub-watershed is dominated by water availability classes. 3) Based on the results of the actual land cover analysis and the reconciliation of spatial patterns, the direction of spatial use to improve the water availability level of the Expo DAS area, namely (1) the land changed to permanent vegetation, (2) land cultivated using the concept of agroforestry, ( 3) land with KDB / RTH 40% and RTH 60%, (4) RTH land with a minimum of 20% with infiltration wells, and (5) border area and conservation; and in the District of South Jayapura and North Jayapura.

Page 3 of 16 | Total Record : 151