cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ursj.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ubpostgradjournal@gmail.com
Editorial Address
Alamat Redaksi: Program PascaSarjana Universitas Bosowa Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231 Telp. (0411) 452901 - 452789, Fax. (0411) 424568 Email : ubpostgradjournal@gmail.com
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Urban and Regional Studies Journal
Published by Universitas Bosowa
ISSN : -     EISSN : 26568705     DOI : https://doi.org/10.35965/ursj.v3i2
Urban and Regional Studies Journal menerbitkan artikel yang pada bidang perencanaan pengembangan wilayah, perencanaan kota, perkotaan, infrastruktur, transportasi, dan kawasan perdesaan.
Articles 151 Documents
Tipologi dan Perubahan Pemanfaatan Ruang: Studi Kasus Kabupaten Sinjai Adysahwan Adysahwan; Syafri Syafri; Syahriar Tato
Urban and Regional Studies Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v4i2.1464

Abstract

Kabupaten Sinjai sebagai Kawasan Strategis Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini kawasan pengembangan budidaya rumput laut meliputi wilayah perairan pantai dan tambak. sehingga memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan di kawasan pesisir dimana masyarakat cenderung melaksanakan aktivitas pembangunan dan industri yang berkaitan dengan pengembangan budidaya rumput laut. Sejalan dengan perkembangan Kabupaten Sinjai, pembangunan fisik berlangsung dengan pesat yang menimbulkan beragam aktivitas dengan adanya penggunaan lahan baru yang menggeser penggunaan lahan sebelumnya. Dari lingkup pelayanan yang ada, pusat perkotaan di Kabupaten Sinjai telah dipenuhi oleh berbagai aktivitas jasa perdagangan yang telah melayani pemenuhan kebutuhan penduduk secara regional serta berakibat pada terjadinya perubahan guna lahan. Kegiatan-kegiatan yang berkembang secara terus menerus ini bersifat kompetitif dalam penggunaan ruang yang ada, sehingga seringkali terjadi konversi guna lahan dari satu penggunaan ke penggunaan lainnya. Selain itu pada kawasan hutan produksi terbatas juga terdapat selisih antara data peta pola ruang dengan kondisi eksisting yang ada dimana hutan produksi terbatas dalam perda RTRW dengan memiliki luasan sebesar ±7.193 Ha sedangkan luasan hutan produksi berdasarkan kondisi eksisting yang ada. Dari uraian permasalahan tersebut, maka diambil judul tipologi dan perubahan pemanfaatan lahan di Kabupaten Sinjai kaitannya dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sinjai Tahun 2021 pada saat ini seperti apa dinamika yang terjadi dilapangan, bila dikaji dari perubahan pemanfaatan ruang terhadap kebijakan pembangunan dalam hal ini adalah Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sinjai. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pola perubahan pemanfaatan ruang di Kabupaten Sinjai implikasinya terhadap arahan kebijakan pembangunan di Kabupaten Sinjai Menganalisis perubahan penggunaan ruang di Kabupaten Sinjai dengan mengukur tingkat pengaruh perubahan pemanfaatan ruangnya terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sinjai Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan tujuan untuk menggambarkan data yang terkumpul secara sistematis, cermat dan akurat mengenai fenomena tertentu berupa fakta-fakta, keadaan, sifat-sifat suatu individu atau kelompok, serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. Kegiatan yang dilakukan adalah mengidentifikasi kondisi eksisting, penggunaan lahan, perubahan penggunaan lahan serta faktor yang mempengaruhinya dengan menggunakan metode analisis superimpose dan overlay data citra penggunaan lahan dengan permodelan Force Field Analysis. Perubahan penggunaan lahan di Kabupaten Sinjai pada periode 2012-2032  didominasi oleh bertambahnya lahan terbangun, tambak dan sawah. Pertambahan ini diikuti dengan berkurangnya luasan hutan, perkebunan, dan semak belukar dan Adanya Pengaruh yang cukup besar sehingga berdampak pada ketidakselarasan penggunaan lahan dengan ketidakselarasan penggunaan lahan terbesar terjadi di kawasan hutan. Sinjai Regency is a Strategic Area of Economic Growth in the Province of South Sulawesi in term of the development of seaweed cultivation area that covers the coastal waters and farms. As such, this gives a significant influence on the growth of coastal areas where the public tend to carry out development activities and the industry associated with the development of seaweed cultivation. In line with the development of Sinjai Regency, physical development takes place rapidly that cause a diverse range of activities with the use of new land to shift the land use before. From the scope of the existing services, urban centers in Sinjai Regency have been met by the various activities of trade services which have been serving the fulfillment of the needs of the population on a regional basis as well as the result in the occurrence of a change of land use. Activities that develop continuously are competitive in the use of the existing space, so the conversion of land from one use to another use often happens. In addition, in the limited production forest also there is a difference between the data of area pattern map with the conditions existing where the limited production forest in the SPATIAL regulation with an area of ±7193 hectare while the area of production forest is based on the existing conditions. From the description of the problems, this paper is entitled the typology and changes in space utilization in Sinjai Regency in relation to the Spatial Plan (RTRW) in Sinjai Regency in 2021 nowadays such as what are the dynamics that occur in the field if it is examined from the changes of land use to policy development in this case is the spatial plan in Sinjai Regency. To identify the factors that affect the patterns of changes in the utilization of space in the District of Sinjai. Its implications for the direction of policy development in Sinjai Regency. To analyze changes in the use of space in Sinjai Regency by measuring the level of influence of changes in the utilization of space against the spatial plan of Sinjai Regency. This research uses a quantitative descriptive approach with the aim to describe the data collected systematically, carefully, and accurately about certain phenomena in the form of facts, circumstances, the properties of an individual or group, as well as the relationship between the phenomena investigated. The activities carried out is to identify the existing conditions, land use, land-use changes as well as factors that influence it by using the method of analysis superimpose and overlay image data of land use with the model Force Field Analysis. Land use changes in Sinjai Regency in the period 2012-2032 is dominated by the increase of undeveloped land, ponds, and rice fields. This increase is followed by the decrease of the area of the forest, plantation, and shrubs, and there is a big influence so that this affects the disharmony of land use where the disharmony of land use occurred in the forest area.
Pengaruh Perubahan Morfologi Kota Terhadap Pembentukan Struktur Ruang Kota Kupang: Studi Kasus Kota Kupang Nusa Tenggara Timur Satria Mandala Putra; Rudi Latief; Iqbal Suaeb
Urban and Regional Studies Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v4i2.1465

Abstract

Morfologi Kota Kupang merupakan salah satu hasil karya perencana Kota mengadaptasi konsep water front city, dengan mengutamakan pejalan kaki sebagai elemen terpenting dalam koridor suatu kawasan. Warisan perencanaan pada zaman kolonial sangat terlihat pada bentukan fisik bangunan dan tata lingkungan.Beberapa kawasan yang memiliki nilai historis hingga kini adalah Jl Timor Raya Untuk mengungkapkan fenomena perkembangan kota tidak terlepas dari pembahasan elemen pembentuk kota itu sendiri. Fenomena perkembangan kota Kupang akan mencakup perkembangan elemen detail, elemen tata bentuk kota atau townscape serta perkembangan aspek peraturan kota atau pranata kota. Ketiga aspek tersebut merupakan aspek fisik, yang baik secara langsung maupun tidak langsung sangat dipengaruhi oleh aspek non-fisik kota sebagai latar belakang perkembangan kota. Unsur lingkungan alamiah Kota kupang sangat dominan, serta bentukan lingkungan buatan seperti bangunan, elemen tata kota dan kehidupan masyarakatnya telah memberikan citra spesifik Kota Kupang.Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis Perubahan Morfologi Bekerja Sebagai Determinan Pembentukan Struktur Ruang kota kupang yang di analisis menggunakan metode deskripstif kualitatif serta mengidentifikasi faktor-faktor yang signifikan berpengaruh dalam Pembentukan Struktur Ruang kota kupang dengan analisis Regresi linier berganda sedangkan variabel predikator yaitu Ketersedian lahan (X1), Sarana prasrana (X2), Aksibiltas (X3), Permukiman (X4),Jumlah Penduduk (X5), Pola Jalan (X6) dengan variabel kriterium Pembentukan Struktur Ruang. Hasil penelitian ini menunjukan Signifikan Perubahan Morfologi KotaTerhadap Pembentukan Strktur Ruang kota kupang sangat berpengaruh dalam Pembentukan Struktur Ruang Kota Kupang. The morphology of Kupang City is one of the works of city planners to adapt the concept of a waterfront city, by prioritizing pedestrians as the most important element in the corridor of an area. The legacy of planning in the colonial era is very visible in the physical formation of buildings and environmental arrangements. One of several areas that have historical value up to now is Jl Timor Raya. The phenomenon of the development of the city of Kupang will include the development of detail elements, elements of city layout or townscape as well as the development of aspects of city regulations or city institutions. These three aspects are physical aspects, which are directly or indirectly influenced by non-physical aspects of the city as a background for urban development. The elements of the natural environment of the city of Kupang are very dominant, as well as the formation of the artificial environment such as buildings, elements of urban planning and people's lives that have given a specific image of the city of Kupang. The purpose of this study was to determine the significant effect of city morphology on the formation of the urban spatial structure of Kupang which was analyzed using a qualitative descriptive method and identified factors that significantly influenced the formation of the urban spatial structure of Kupang with multiple linear regression analysis while the predicator variable was land availability (X1), Infrastructure (X2), Accessibility (X3), Settlement (X4), Number of Population (X5), Road Pattern (X6) with variable criteria of Spatial Structure Formation. The results of this study indicate that the Morphological Significance of the Spatial Characteristics of Kupang City is very influential in the Formation of the Spatial Structure of Kupang City.
Partisipasi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Sampah Di Kota Makassar: Studi Kasus Kecamatan Biringkanaya Muhammad Firman Muhlis; Mary Selinrung; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v4i2.1466

Abstract

Partisipasi masyarakat mengelola sampah akan memiliki dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat dapat memperoleh nilai ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh pengetahuan pengelolaan sampah,  fasilitas pengelolaan sampah, kesadaran rumah tangga, dan peran pemerintah terhadap partisipasi masyarakat mengolah sampah di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 78 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial pengaruh pengetahuan pengelolaan sampah,  fasilitas pengelolaan sampah, kesadaran rumah tangga, dan peran pemerintah terhadap partisipasi masyarakat mengolah sampah memiliki pengaruh positif dan signifikan. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat mengolah sampah adalah pengetahuan mengolah sampah dengan nilai korelasi r = 0.9% dan secara simultan partisipasi masyarakat terhadap pengolahan sampah cukup baik memiliki pengaruh yang positif dengan nilai korelasi regresi sebesar 0.3%. Community participation in managing waste will have a positive impact on the environment and the community can gain economic value. The purpose of this study was to determine and analyze the effect of knowledge on waste management, waste management facilities, household awareness, and the role of the government on community participation in processing waste in Biringkanaya District, Makassar City. This research is quantitative research with a survey approach. The number of samples in the study were 78 respondents. The analytical method used is multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that partially the influence of waste management knowledge, waste management facilities, household awareness, and the role of government on community participation in waste processing has a positive and significant influence. The most dominant factor influencing community participation in processing waste is knowledge of processing waste with a correlation value of 0.9% and simultaneously community participation in waste processing is quite good and has a positive influence with a regression correlation value of 0.3%.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Muhammad Akbar Yahya; Andi Muhibuddin; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v4i2.1468

Abstract

Kecamatan Somba Opu secara umum dan Kelurahan Tompobalang secara khusus mengalami perkembangan yang cukup progresif setiap tahun akibat meningkatnya populasi penduduk. Perkembangan wilayah studi yang signifikan berdampak pada kuantitas produksi sampah yang juga makin meningkat. Peningkatan kuantitas sampah tidak dibarengi dengan kinerja pengelolaan sampah yang baik sehingga disisi lain memunculkan gejala-gejala penurunan kualitas lingkungan. Sehingga untuk mengetahui hal itu, perlu diketahui kinerja penelolaan sampah yang ada dan hubungannya terhadap penurunan kualitas lingkungan di wilayah studi. Tujuan pertama penelitan ini adalah mengetahui pengelolaan sampah yang dianalisis menggunakan metode tabulasi silang/crosstab dengan uji chi-kuadrat pearson, menggunakan variable teknik operasional (X1), kelembagaan (X2), pembiayaan (X3), peran serta masyarakat (X4), dan regulasi (X5). Tujuan kedua dan untuk mengetahui partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan persampahan dengan menggunankan metode skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah yang diukur dengan variable yang telah disebutkan masih berada pada kategori kurang baik. Selain itu, kinerja pengelolaan sampah yang masih kurang tersebut berpengaruh signifikan namun hubungannya lemah terhadap penurunan kualitas lingkungan yang terjadi di wilayah studi. Somba Opu district in general and Tompobalang sub-district in particular is experiencing a fairly progressive development every year due to the increasing population. The significant development of the study area has an impact on the quantity of waste production which is also increasing. The increase in the quantity of waste is not accompanied by good waste management performance so that on the other hand it raises symptoms of a decrease in environmental quality. As such, to know this, it is necessary to know the performance of existing waste management and its relationship to environmental quality degradation in the study area. The first objective of this research is to know the waste management which is analyzed using cross tabulation method with Pearson chi-square test, using operational technique variables (X1), institutional (X2), financing (X3), community participation (X4), and regulations (X5). The second objective is to determine community participation in solid waste management using the Likert scale method. The results showed that community participation in waste management as measured by the variables mentioned above was still in the poor category. In addition, the performance of waste management that is still lacking has a significant but weak relationship with the decline in environmental quality that occurs in the study area
Analisis Kesesuaian Lahan Untuk Budidaya Udang Vannamei Litopenaeus Vannamei Di Kecamatan Mare Kabupaten Bone Sulawesi Selatan Andi Muliani AM; A. Gusti Tantu; Hadijah Hadijah; Sutia Budi
Urban and Regional Studies Journal Vol. 4 No. 1 (2021): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2021
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v4i1.1524

Abstract

Udang vaname merupakan salah satu komoditas unggulan di bidang perikanan. Udang ini memerlukan faktor-faktor fisika dan kimia tanah dan air untuk kelangsungan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan kualitas tanah dan kualitas air tambak untuk budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) di Kecamatan Mare Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah metode survei. Kualitas air dan tanah dianalisis di Balai Besar Budidaya Air Payau Maros. Pengambilan sampel air dan tanah ditetapkan pada lima titik pada setiap petakan tambak. Masing-masing titik, pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil penelitian dengan kriteria kelayakan dan kesesuaian lahan untuk budidaya udang vannamei. Hasil penelitian menunjukkan secara umum parameter fisika dan kimia air dan tanah tambak masih dalam batas kelayakan  untuk budidaya udang vannamei Litopenaeus vannamei. Vaname shrimp is one of the leading commodity in the field of fisheries. Shrimp require physical factors and chemical soil and water for survival. This study aims to determine the feasibility of soil quality and water quality ponds for shrimp farming vannamei (Litopenaeus vannamei) in District Mare Bone regency, South Sulawesi.  The method used was a survey method. The quality of ground water and analyzed at the Great Hall of Brackish Water Aquaculture, Maros. Water and soil sampling was set at five points in each pond. Each point, sampling was conducted three times. The data results are presented in tabular form and analyzed descriptively by comparing the results of studies with eligibility criteria and suitability of land for shrimp farming vannamei. The results showed the general physical and chemical parameters of pond water and soil are still within the limits of feasibility for shrimp farming vannamei Litopenaeus vannamei.
Kajian Potensi Tambak Udang Vannamae Litopenaeus vannamei Pada Lahan Marjinal Di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan: Studi Kasus Kecamatan Cempa Mansyur Mansyur; A. Gusti Tantu; Hadijah Hadijah; Sutia Budi
Urban and Regional Studies Journal Vol. 4 No. 1 (2021): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2021
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v4i1.1525

Abstract

Pemetaan Resiko Bencana Kebakaran Pada Kawasan Permukiman Kota Makassar: Studi Kasus: Permukiman Kumuh Kelurahan Lette Malikuddin Surgani Wahid; Ilham Alimuddin; Rudi Latief
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 1 (2022): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i1.1959

Abstract

Kelurahan Lette yang merupakan suatu wilayah yang berada di pusat Kota Makassar yang juga tidak luput dari permasalahan perkotaan. Secara historis, kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Lette Kota Makassar merupakan lingkungan permukiman yang tumbuh secara alami. Fakta empiris menegaskan bahwa isu permasalahan di Kelurahan Lette adalah kawasan permukiman kumuh yang memiliki rekam jejak rawan akan bencana kebakaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerawanan bencana kebakaran dan merumuskan penanggulangan bencana kebakaran di permukiman kumuh Kelurahan Lette, Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat kerawanan bencana kebakaran di permukiman kumuh Kelurahan Lette Kota Makassar memiliki tingkat Resiko Rawan bencana kebakaran rendah dan sedang dengan melihat ancaman, kerentanan, serta kemampuan yang dimiliki oleh setiap RW di Kelurahan Lette, Untuk merumuskan penanggulangan bencana perlu dilakukannnya mitigasi bencana kebakaran. Mitigasi Bencana Kebakaran adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Lette Village, an area in the center of Makassar City, is also open to urban problems. Historically, the slum area in Lette Village, Makassar City, is a residential environment that grows naturally. Empirical facts confirm that the problem issues in Lette Village are slum areas with a track record of being prone to fire disasters. This study aimed to determine the level of vulnerability to fire disasters and formulate fire disaster management in the slums of Lette Village, Makassar City. This type of research is descriptive research that uses a quantitative approach method. The results of this study are the level of vulnerability to fire disasters in slums, Lette Village, Makassar City, has a low and moderate risk of fire disaster by looking at the threats, openness, and capabilities possessed by each RW in Lette Village, To formulate disaster management it is necessary to carry out disaster mitigation fire. Fire Disaster Mitigation is a series of efforts to reduce disaster risk through physical development, awareness, and capacity building in dealing with disaster threats.
Hubungan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Limbah Domestik IPAL Losari Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar Dharmawati Ika Tirta; Rudi Latief; Syahriar Tato
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 1 (2022): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i1.1960

Abstract

Wilayah pemukiman merupakan salah satu penyumbang paling besar terhadap pencemaran air laut adalah wilayah permukiman kota di Indonesia, sumber   pencemaran   terbesar   berasal   dari   limbah   cair   domestik   yang   memberikan kontribusi pencemaran sebesar 87%, kemudian sisanya sebesar 13% berasal dari limbah cair industri. Oleh karena itu, masih  banyak  yang  perlu  ditingkatkan  untuk  sanitasi  di Indonesia. Tercatat bahwa sanitasi layak di Indonesia pada tahun 2018 hanya mencapai 74,58%, dan sanitasi aman hanya mencapai 7,42%. Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang menyebabkan rendahnya peran serta masyarakat dalam pengelolaan air limbah domestik dan mengidentifikasi seberapa besar peran serta masyarakat dalam pengelolaan air limbah domestik pada pembangunan IPAL di Losari Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling masyarakat yang berdomisili disekitar IPAL Losari, simple random sampling dan penarikan sampel yang digunakan menggunakan teknik estimasi Maximum Likelihood Estimation (MLE). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat beberapa aktor-faktor yang menyebabkan rendahnya peran masyarakat dalam pengelolaan air limbah domestik pada pembangunan IPAL di Losari Kecamatan Ujung Pandang yang mulai dari faktor terbesar ke faktor yang terendah, yakni  adalah penghargaan, keamanan di sekitar lokasi, peran pemerintah, interaksi sosial, informasi manfaat IPAL dan peran serta tokoh masyarakat. Kemudian dalam hal peran serta masyarakat yang tertinggi adalah berupa kontribusi dalam pemberian iuran rutin, kemudian dalam hal keterlibatan dan yang terendah adalah kontribusi berupa material dalam pembangunan. Urban residential areas in Indonesia are among the locations that contribute the most to saltwater pollution. Domestic liquid waste accounts for 87 percent of this pollution, with industrial liquid waste accounting for the remaining 13 percent. Therefore, there is still much that needs to be done to enhance Indonesia's sanitation. It stated that safe sanitation only achieved 7.42 percent, and good sanitation reached 74.58 percent in Indonesia in 2018. The purpose of this study, among others, is to identify the factors that cause the low participation of the community in the management of domestic wastewater and identify how much community participation is in the direction of domestic sewage in the construction of IPAL in Losari, Ujung Pandang District, Makassar City. In this investigation, a purposive sample strategy, simple random sampling, and sampling using the Maximum Likelihood Estimate (MLE) estimation technique were all used. Based on the research findings, several factors, ranging from the most significant to the least effective, contribute to the low level of community involvement in the management of domestic wastewater during the construction of IPAL in Losari, Ujung Pandang District. These factors include respect, security at the site, the government's role, social interaction, knowledge of the advantages of WWTPs, and the involvement of community leaders. The highest level of community involvement is shown by contributions made in the form of regular fees, followed by participation and donations made in the form of development materials.
Strategi Pengembangan Desa Wisata: Studi Kasus: Wisata Apparalang Desa Ara Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba Ikrimah Auliah; Mary Selintung; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 1 (2022): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i1.1961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi wisata Apparalang, mengkaji faktor yang mempengaruhi belum berkembangnya wisata Apparalang serta merumuskan strategi pengembangan wisata Apparalang. Variabel yang diteliti meliputi daya tarik, aksesibilitas, sarana, prasarana dan promosi. Teknik pengumpulan data menggunakan kusioner dengan skala likert yang masing-masing telah diuji coba dan memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, regresi linier berganda dan analisis SWOT. Hasil penelitian menjelaskan potensi wisata Apparalang ialah potensi fisik alam dan potensi fisik buatan, faktor yang mempengaruhi wisata Apparalang belum berkembang adalah variabel prasarana, namun secara bersama-sama kelima variabel yang diteliti berpengaruh secara signifikan terhadap belum berkembangnya wisata Apparalang, sehingga strategi yang dapat diberikan dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang dengan mempertimbangkan kelebihan dan keunikan pantai Apparalang. This study aims to determine the potential of Apparalang tourism, examine the factors that influence undeveloped Apparalang tourism and formulate a strategy for developing Apparalang tourism. The variables studied include attractiveness, accessibility, facilities, infrastructure, and promotion. The data collection technique used a questionnaire with a Likert scale, each of which had been tested and met the validity and reliability requirements. The methods used are descriptive analysis, multiple linear regression, and SWOT analysis. The results of the study explain that the tourism potential of Apparalang is natural physical potential and artificial physical potential. Factors that influence Apparalang tourism have not developed is the infrastructure variable. Still, the five variables studied have a significant effect on the undeveloped Apparalang tourism, so the strategy can be given by utilizing the strengths and opportunities by considering the advantages and uniqueness of the Apparalang beach.
Dampak Urban Sprawl Terhadap Dinamika Sosial Ekonomi : Studi Kasus: Koridor Jalan Tun Abdul Razak Muhammad Multazam Saleh; Batara Surya; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 5 No. 1 (2022): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v5i1.1962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses polarisasi keruangan sebagai determinan urban sprawl pada koridor Jalan Tun Abdul Razak dan menganalisis dan mengkaji pengaruh urban sprawl terhadap dinamika sosial ekonomi pada koridor Jalan Tun Abdul Razak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, kuesioner, wawancara. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses polarisasi keruangan yang terjadi pada koridor Jalan Tun Abdul Razak dimulai dari adanya polarisasi yang terjadi pada CBD Panakkukang Kota Makassar yang menyebabkan terjadinya spread effect yaitu dampak penyebaran pusat pertumbuhan dari pusat menuju daerah pinggiran, kemudian diikuti oleh faktor aksesibilitas, tersedianya berbagai pelayanan umum baru (kesehatan, pendidikan, peribadatan, dan perdagangan makro), prakarsa pengembang dan karakteristik fisik wilayah. Selanjutnya hasil penelitian juga menunjukkan bahwa alih fungsi ruang dan suburbanisasi berpengaruh terhadap dinamika sosial ekonomi yang menimbulkan transformasi sosial yang terjadi pada masyarakat lokal di Koridor Jalan Tun Abdul Razak diantaranya dalam hal kegiatan ekonomi, stratifikasi sosial, interaksi sosial, keahlian/keterampilan, dan mobilitas penduduk. This study aims to examine the process of spatial polarization as a determinant of urban sprawl in Koridor Jalan Tun Abdul Razak and the effect of urban sprawl on socio-economic dynamics in Koridor Jalan Tun Abdul Razak. This study uses quantitative research methods with data collection techniques of observation, questionnaires, and interviews. The analysis technique uses descriptive quantitative analysis and multiple linear regression analysis. The results show that the spatial polarization process that occurs in the Koridor jalan Tun Abdul Razak starts from the polarization that occurs in the Panakkukang CBD of Makassar City which causes a spread effect, namely the impact of the spread of growth centers from the center to the outskirts, then followed by accessibility factors, the availability of various new public services (health, education, worship, and macro trade), developer initiatives and regional physical characteristics. Furthermore, the results of the study also show that space conversion and suburbanization affect socio-economic dynamics that lead to social transformations that occur in local communities in Koridor Jalan Tun Abdul Razak, including in terms of economic activities, social stratification, social interaction, expertise/skills, and population mobility.

Page 5 of 16 | Total Record : 151