cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ursj.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ubpostgradjournal@gmail.com
Editorial Address
Alamat Redaksi: Program PascaSarjana Universitas Bosowa Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231 Telp. (0411) 452901 - 452789, Fax. (0411) 424568 Email : ubpostgradjournal@gmail.com
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Urban and Regional Studies Journal
Published by Universitas Bosowa
ISSN : -     EISSN : 26568705     DOI : https://doi.org/10.35965/ursj.v3i2
Urban and Regional Studies Journal menerbitkan artikel yang pada bidang perencanaan pengembangan wilayah, perencanaan kota, perkotaan, infrastruktur, transportasi, dan kawasan perdesaan.
Articles 134 Documents
Perubahan Fungsi Lahan Perkotaan Kabupaten Bone. Studi Kasus: Koridor Jalan Sungai Pareman Kecamatan Tanete Riatang Timur Yusri Yusri; Syafri Syafri; Haeruddin Saleh
Urban and Regional Studies Journal Vol. 2 No. 1 (2019): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2019
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v2i1.320

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh alih fungsi lahan pertanian terhadap kondisi soaial ekonomi masyarakat Tanete Riattang Timur koridor Jalan Sungai Pareman. Dianalisis menggunakan metode korelasi bivariate pearson yang dibantu dengan software SPSS 22.0 untuk mengetahui pengaruh faktor pertumbuhan penduduk, perubahan struktur ekonomi masyarakat, harga lahan, tingkat pendapatan, dan kondisi bangunan terhadap perubahan lahan yang terjadi. Hasil analisis disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berkorelasi signifikan terhadap perubahan penggunaan lahan terdiri dari tiga faktor, yaitu faktor perubahan struktur ekonomi masyarakat, meningkatnya harga lahan, serta meningkatnya kondisi bangunan. Namun ketiga faktor tersebut memiliki hubungan atau korelasi yang lemah. Sedangkan faktor-faktor yang tidak berhubungan atau berkorelasi terhadap perubahan penggunaan lahan terdiri dari dua faktor, yaitu pertumbuhan penduduk, dan tingkat pendapatan masyarakat. The purpose of this study was to determine the effect of the conversion of agricultural land to the economic social conditions of the Tanete Riattang Timur corridor on Jalan Sungai Pareman. Analyzed using Pearson bivariate correlation method assisted with SPSS 22.0 software to determine the effect of population growth factors, changes in community economic structure, land prices, income levels, and building conditions on changes land that happened. The results of the analysis concluded that the factors that significantly correlated with changes in land use consisted of three factors, namely factors in changing the economic structure of the community, increasing land prices, and improving building conditions. However, these three factors have a weak relationship or correlation. While the factors that are not related or correlated to changes in land use consist of two factors, namely population growth, and the level of community income.
Evaluasi Penanganan Permukiman Kumuh: Studi Pada Penanganan Program Kotaku Kelurahan Banggae Kabupaten Majene Nur Ratika Syamsiar; Batara Surya; Syahriar Tato
Urban and Regional Studies Journal Vol. 2 No. 2 (2020): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2020
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v2i2.324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi permukiman saat ini di Kelurahan Banggae Kecamatan Banggae pasca pelaksanaan program Kotaku,  mengevaluasi penanganan permukiman kumuh dalam pelaksanaan program Kotaku, dan mengevaluasi perubahan, manfaat dan dampak yang dihasilkan dari penanganan permukiman kumuh dalam pelaksanaan program Kotaku. Tipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan desain eksploratif, komparatif dan evaluatif. Fokus penelitian adalah evaluasi perencanaan, pelaksanaan dan hasil penanganan permukiman kumuh dengan program Kotaku. Instrumen penelitian peneliti sendiri, peta lokasi, pedoman observasi atau survei, pedoman wawancara, dan perlengkapan peralatan lainnya. Jenis data kuantitatif dan kualitatif, dan sumber data berupa data primer dan sekunder. Data dikoleksi melalui dua pendekatan yakni library study (studi kepustakaan) dan field study (studi lapangan). Data dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasca pelaksanaan program Kotaku, evaluasi kondisi permukiman saat ini di Kelurahan Banggae Tahun 2019 masih berstatus atau dikategorikan kumuh ringan (sedang). Hasil evaluasi secara keseluruhan menunjukkan, selain penanganan dominan action plan (hanya sebahagian real action), pilihan pendekatan penanganan juga masih banyak bersifat tunggal dan monoton, tidak terintegratif dan komprehensif dalam penyelesaian/ penuntasan akar masalah dan kebutuhan problem solving. Akibatnya, pola pendekatan penanganan dan pilihan intervensi menjadi tidak efektif serta tidak tuntas. Evaluasi perubahan, manfaat dan dampak berdasarkan indikator dalam perbandingan kondisi permukiman kumuh sebelum dan pasca pelaksanaan program Kotaku menunjukkan aneka ragam permasalahan dihadapi oleh masyarakat lokal dan lingkungan permukiman belum sepenuhnya terentaskan. Perubahan yang menonjol adalah pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana dasar terutama jalan lingkungan dan drainase, namun untuk indikator-indikator lainnya masih tetap. Ada kesenjangan atau ketimpangan realisasi antar indikator, serta belum tuntasnya penanganan semua indikator permukiman kumuh. This study aimed to evaluate current condition at Banggae after program of Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) [a program to actualize a city without slum’s area], to evaluate the handling of a slum area residence within Kotaku program implementation, and to evaluate changes, benefits and impacts resulted from the slum area management in the implementation of Kotaku program. This research is a qualitative descriptive research, with explorative, comparative and evaluative designs. The focus fo this study was to evaluate planning, implementation and output-outcome of the slum area management in Kotaku program. Instruments used include investigator as self-participant, a map of the location, a survey or observation guideline, an interview guideline, and other facilities. The data are quantitative ase well as qualitative and the sources of the data are from primary and secondary data. All data were collected using two approaches, namely literature study and field study. The data were analyzed with a qualitative approach. The result of this study indicated that after the implementation of Kotaku program, the evaluation of current condition in Banggae is still in middle or light slum category. The overall evaluation results show, in addition to the dominant handling of the action plan (only half of it as real action), many options for handling approaches are still singular and monotonous, not integrated and comprehensive in solving root causes and problem-solving needs. As a result, the pattern of treatment approaches and choice of intervention become ineffective and incomplete. Evaluation of changes, benefits and impacts based on the indicators in a comparison of the conditions of slum area before and after the implementation of the Kotaku program shows that the various problems faced by local communities and the settlement environment have not been completely resolved. The change that stands out is the development of infrastructures and basic facilities, especially the roads and drainage, but for other indicators it remains. There are gaps or imbalances in the realization of the indicators, as well as the incomplete handling of all indicators of slum area.
Studi Perilaku Masyarakat Bermukim di Sempadan Sungai Sa’dan Kabupaten Toraja Utara Julianti Paembonan; Batara Surya; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 3 No. 2 (2021): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2021
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v3i2.353

Abstract

Sempadan sungai Sa’dan merupakan bagian dari daerah aliran sungai yang mengalir di Kota Rantepao. Salah satu kawasan sempadan sungai yang perlu mendapat perhatian khusus adalah sekitar sempadan sungai  di wilayah Tagari dan sekitar Malango’ kota Rantepao.  Sungai Sa’dan ini mempunyai peran penting dalam kehidupan sehari-hari karena mempunyai fungsi ekologi, sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi Pengetahuan Lingkungan, Kebijakan Pemerintah, Kearifan Lokal dan Perilaku Masyarakat Sempadan Sungai Sa’dan Kabupaten Toraja, menganalisis Pengaruh Pengetahuan Lingkungan, Kebijakan Pemerintah, Kearifan Lokal terhadap Perilaku Masyarakat Sempadan Sungai Sa’dan Kabupaten Toraja Utara, dan mengetahui konsep pengelolaan sempadan sungai Sa’dang Kabupaten Toraja Utara. Berdasarkan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh perilaku masyarakat yang bermukim di sempadan  sungai Sa’dan terhadap lingkungan, maka penelitian ini merupakan penelitian  yang mengacu pada Pendekatan Kuantitatif dan kualitatif, artinya penentuan sampling, perekaman data, hingga proses analisis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.  Dari hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan maka ditarik kesimpulan sebagai berikut, Hasil Deskriptif: Pengetahuan Lingkungan dibentuk dari kondisi eksisting dan Konsep Penataan. Hal utama yang membentuk pengetahuan lingkungan adalah kondisi eksisting. Kebijakan Pemerintah dibentuk dari beberapa indicator antara lain Organisasi, regulasi dan Implementasi Kebijakan. Hal utama yang membentuk Kebijakan Pemerintah adalah Regulasi (Peraturan). Kearifan Lokal dibentuk dari         Kebiasaan masyarakat yang turun temurun, Kepercayaan masyarakat setempat dan Adanya Tanggung jawab masyarakat setempat. Hal utama yang membentuk Kearifan Lokal adalah Kebiasaan masyarakat yang turun temurun. Pengetahuan Lingkungan, Kebijakan Pemerintah, Kearifan Lokal berpengaruh terhadap Perilaku Masyarakat sempadan Sungai Sa’dan Kota Rantepao. Hal ini menunjukkan Pengetahuan Lingkungan (X1), Kebijakan Pemerintah (X2), Kearifan Lokal (X3) dapat meningkatkan Perilaku Masyarakat sempadan Sungai Sa’dan Kota Rantepao. Pentingnya masyarakat sempadan Sungai Sa’dan Kota Rantepao dalam kegiatan konservasi sempadan sungai sa’dan mengindikasikan bahwa masyarakat telah memahami mengenai konsep sempadan sungai, sehingga tanpa paksaan masyarakat megetahui batasan-batasan mengenai hal-hal yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan di sempadan sungai. The border of the Sa'dan river is part of the river basin that flows in the City of Rantepao. One of the river border areas that need special attention is around the riverbank in the Tagari area and around Malango', the city of Rantepao. The Sa'dan River has an important role in daily life because it has ecological, social and economic functions. This study aims to provide a description of Environmental Knowledge, Government Policy, Local Wisdom and Community Behavior of the Sa'dan River Border Community in Toraja Regency, to analyze the Effects of Environmental Knowledge, Government Policy, Local Wisdom on the Behavior of the Sa'dan River Border Community in North Toraja Regency, and to know the concept management of the Sa'dang river border, North Toraja Regency. Based on the research objective, which is to determine the effect of the behavior of the people living on the border of the Sa'dan river on the environment, this research is a research that refers to quantitative and qualitative approaches, meaning that the determination of sampling, recording data, to the analysis process of this research uses a quantitative approach. From the results of the research and discussion carried out, the following conclusions are drawn, Descriptive Results: Environmental Knowledge is formed from existing conditions and the Concept of Arrangement. The main factor that shapes environmental knowledge is the existing conditions. Government policies are formed from several indicators, including organization, regulation and policy implementation. The main thing that shapes Government Policy is Regulation (Regulation). Local wisdom is formed from hereditary habits of the community, local community beliefs and local community responsibilities. The main factor that forms local wisdom is the community's hereditary habits. Environmental Knowledge, Government Policies, Local Wisdom affect the Behavior of the People on the River Sa'dan Rantepao City. This shows that Environmental Knowledge (X1), Government Policy (X2), Local Wisdom (X3) can improve the Behavior of the People on the River Basin and the City of Rantepao. The importance of the Sa'dan River border community in Rantepao City in the sa'dan river border conservation activities indicates that the community has understood the concept of the river border, so that without coercion the community knows the boundaries of things that should and should not be done on the riverbank.
Studi Ketimpangan Sosial Ekonomi Pada Wilayah Pesisir Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep Muhammad Rizal Rahman; Agus Salim; Muh. Iqbal Samad Suhaeb
Urban and Regional Studies Journal Vol. 2 No. 2 (2020): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2020
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v2i2.452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis karakteristik ketimpangan dan pengaruh perkembangan kawasan pesisir terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan menggunakan alat analisis yaitu koefisien gini (gini ratio) atau indeks gini dan analisis regresi linear berganda. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik Daerah Kabupaten Pangkep, Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkep, Kantor Kecamatan Labakkang, Kantor Kelurahan Pundata Baji dan masyarakat kelurahan Pundata Baji yang bertindak sebagai responden. Penelitian ini terdiri dari lima variabel bebas (independent) yaitu pendapatan (X1), pendidikan (X2), akses modal (X3), sarana dan prasarana (X4) dan pekerjaan (X5), sedangkan variabel terikatnya (dependent) adalah kondisi sosial ekonomi masyarakat (Y).. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik ketimpangan sosial ekonomi pada kawasan pesisir Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep berada pada nilai tingkat ketimpangan sedang. Dengan demikian, adanya tingkat ketimpangan yang sedang di Kelurahan Pundata Baji menggambarkan bahwa adanya kesenjangan pendapatan di antara masyarakat,  utamanya masyarakat yang bermukim pada wilayah pesisir. Sedangkan pengaruh perkembangan kawasan pesisir terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat dipengaruhi secara signifikan oleh faktor pendidikan dan sarana prasarana. Hal ini dikarenakan semakin pesatnya minat pemerintah daerah terhadap peningkatan keterampilan mutu sumber daya manusia SDM melalui program SPP gratis untuk para pelajar. Kemudian, hal tersebut juga memicu berkembangnya pembangunan dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah terhadap peningkatan infrastruktur. Namun tidak terdapat pengaruh secara signifkan atas perkembangan kawasan pesisir di Kecamatan Labakkang Kelurahan Pundata Baji Kabupaten Pangkep terhadap faktor pekerjaan, akses modal dan pendapatan daerah tersebut. This study aims to examine and analyze the characteristics of inequality and the influence of the development of coastal areas on the socio-economic conditions of the community in Labakkang District, Pangkep Regency. This research is descriptive quantitative using analytical tools, namely the Gini coefficient (Gini ratio) or Gini index and multiple linear regression analysis. The data were obtained from the Statistics Indonesia in Pangkep Regency, the Spatial Planning Office of Pangkep Regency, the Labakkang District Office, the Pundata Baji Village Office and the people of Pundata Baji Village as the respondents. This study consists of five independent variables, namely income (X1), education (X2), access to capital (X3), facilities and infrastructure (X4) and employment (X5), while the dependent variable is the socio-economic conditions of the community (Y). The results showed that the characteristics of socio-economic inequality in the coastal area of ??Labakkang District, Pangkep Regency were at a moderate level of inequality. Thus, the moderate level of inequality in Pundata Baji Village illustrates that there is an income gap among the community, especially those who live in coastal areas. Meanwhile, the influence of the development of coastal areas on the socio-economic conditions of the community is significantly influenced by the factors of education and infrastructure. This is due to the increasing interest of local governments in improving the quality skills of human resources through the free tuition program for students. Then, this also triggers the improvement of the development through central and regional government policies towards infrastructure improvement. However, there is no significant influence on the development of the coastal area in Labakkang Subdistrict, Pundata Baji Village, Pangkep Regency on the factors of employment, access to capital and regional income.
Pengaruh Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Sorong Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Papua Barat Teguh Syali; A. Muhibuddin; Haeruddin Saleh
Urban and Regional Studies Journal Vol. 3 No. 1 (2020): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2020
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v3i1.516

Abstract

Sorong merupakan kota yang sangat strategis karena merupakan pintu masuk dan persinggahan provinsi papua. Sorong juga dikenal sebagai kota perdagangan dan industri jasa karena dikelilingi oleh kawasan kabupaten sumber daya alam yang sangat potensial yang dapat membuka peluang investasi dalam dan luar negeri. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) adalah kawasan dengan batas tertentu untuk melaksanakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu. Kawasan tersebut disiapkan untuk memaksimalkan kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi. KEK sorong yang terletak di Selat Sele memberikan keunggulan geoekonomi yaitu potensi di bidang perikanan dan transportasi laut. Lokasi ini juga sangat strategis untuk pengembangan industri logistik, agroindustri, dan pertambangan, sehingga KEK Sorong dikembangkan dengan kegiatan 3 potensi tersebut dan diprediksi dapat menghasilkan investasi sebesar Rp 32,2 triliun pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh KEK Sorong terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Barat yang dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan untuk mengetahui faktor-faktor signifikan yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Papua Barat dengan analisis regresi linier berganda. Variabel prediksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah jasa (X1), industri (X2), tenaga kerja (X3), modal jasa (X4), perdagangan (X5), ekspor (X6) dan pertumbuhan ekonomi sebagai variabel Y. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KEK sangat berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua Barat. Sorong is a very strategic city because it is the doorway and stopover of papua province. Sorong is also well known as city of trade and services industry because it is surrounded by very potential natural resources districts areas that can open the opportunities for domestic and foreign investment. Special Economic Zones (SEZ) are areas with certain limits to carry out the economic functions and obtain certain facilities. Those areas are prepared to maximize industrial activities, export, import, and other economic activities that have high economic value. SEZ sorong which is located in the Sele Strait provides geo-economic advantages namely the potential in the fisheries and sea transportation sectors. This location is also very strategic for development of logistic industry, agroindustry, and mining, so that SEZ sorong was developed by the activities of those three potentials and predicted to be able produce investment of Rp 32.2 trillion in 2025. This study aims to examine and analyze the effect of SEZ Sorong on economic growth of West Papua Province which was analyzed using qualitative descriptive method and to identify significant factors that effecting economic growth in West Papua with multiple linear regression analysis. Predictive variables used in this study are service (X1), industry (X2), labor (X3), service capital (X4), trade (X5), Export (X6) and economic growth as variable Y. The result of this study shows that SEZ is very influential positively on the economic growth of West Papua Province.
Kinerja Pengelolaan Sampah Perkotaan: Studi Kasus Kota Nabire Kabupaten Nabire Provinsi Papua Kodi Rina Mariani Gobai; Batara Surya; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 2 No. 2 (2020): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2020
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v2i2.567

Abstract

Kinerja pengelolaan persampahan di Kota Nabire belum optimal. Timbunan sampah yang dihasilkan tidak seluruhnya dapat terangkut dan dikelola dengan baik khususnya di pusat Kota Nabire. Jumlah penduduk yang semakin bertambah menyebabkan volume sampah yang kian meningkat setiap tahunnya. Hal ini mengakibatkan munculnya timbunan sampah. Dampak ini kemudian disertai dengan rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk mengusahakan lingkungan hidup yang bersih dan sehat. Sehingga beimplikasi pada penurunan kualitas lingkungan yang ada di Kota Nabire. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pengelolaan sampah dan pengaruh kinerja pengelolaan sampah terhadap penurunan kualitas lingkungan. Adapun variabel independen, yaitu kinerja pengelolaan sampah (X) terdiri atas teknik operasional (X1), kelembagaan (X2), pembiayaan (X3), peran serta masyarakat (X4), dan regulasi (X5). Sedangkan variabel dependen, yaitu penurunan kualitas lingkungan (Y), dengan menggunakan pendekatan kuantitatif analisis tabulasi silang/crosstab dengan uji chi-kuadrat pearson dan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pengelolaan sampah yang diukur dengan variable yang telah disebutkan masih berada pada kategori kurang baik. Selain itu, kinerja pengelolaan sampah yang masih kurang tersebut berpengaruh signifikan namun hubungannya lemah terhadap penurunan kualitas lingkungan yang terjadi di Kota Nabire. Solid waste management performance in Nabire City is not optimal. Not all of the piles of waste generated can be transported and managed properly, especially in the center of Nabire City. The increasing population causes the volume of waste to increase every year. This results in an error in landfill. This impact is then related to the low level of public awareness to strive for a clean and healthy environment. Hence, it has implications for decreasing the quality of the environment in Nabire City. This research aims to see the performance of waste management and its impact on the decrease of the environmental quality. The independent variable, namely the performance of waste management (X) consists of operational techniques (X1), institutional (X2), financing (X3), community participation (X4), and regulations (X5). While the dependent variable is the decrease of environmental quality (Y), by using a quantitative approach, cross tabulation / crosstab analysis with Pearson's chi-square test and multiple linear regression analysis methods. The results showed that the performance of waste management as measured by the variables that had come into the unsatisfactory category. In addition, solid waste management performance still has a significant but weak impact on the decrease of environmental quality that occurs in Nabire City.
Analisis Pengembangan Budidaya Rumput Laut (Euchema cottoni) di Perairan Kosiwo Kabupaten Yapen Richard Yohanes Mambai; Suryawati Salam; Erni Indrawati
Urban and Regional Studies Journal Vol. 2 No. 2 (2020): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2020
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v2i2.568

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu komoditas budidaya laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Upaya mengembangkan budidaya rumput laut diperlukan untuk meningkatkan produksi serta meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Keberhasilan budidaya rumput laut sangat dipengaruhi oleh faktor kualitas perairan yang mendukung dan sesuai untuk pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi budidaya  dan  mengkaji strategi yang tepat dalam usaha pengembangan budidaya rumput laut (Eucheuma cottonii) di perairan distrik Kosiwo Kabupaten Kepulauan Yapen. Metode yang digunakan adalah analisis data eksternal dan internal yang di analisis SWOT melalui tiga tahap analisis yaitu tahap pengumpulan data, tahap analisis dan tahap pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan lingkungan internal yang mempengaruhi perkembangan budidaya rumput laut di distrik Kosiwo adalah produksi; manajeman dan pendanaan; sumber daya manusia; investasi dan lokasi budidaya. Lingkungan eksternal yang mempengaruhi perkembangan usaha budidaya rumput laut di Distrik Kosiwo adalah ekonomi, sosial budaya dan lingkungan; pasar; pesaing; IPTEK serta iklim dan cuaca. Strategi yang dapat digunakan mengadakan pelatihan tentang budidaya, penanganan penyakit dan pengolahan produk turunan untuk meningkatkan keterampilan pembudidaya sehingga mampu menghasilkan produk dan memanfaatkan lahan budidaya  untuk menghasilkan rumput laut dalam jumlah besar agar mampu memperluas jaringan pemasaran Seaweed is one of the marine cultivation commodities which has high economic value. Efforts to develop seaweed cultivation are needed to increase the production and the income of coastal communities. The success of seaweed cultivation is strongly influenced by the water quality factors that support and are suitable for its growth. This study aims to analyze the internal and external environment that affect cultivation and to assess appropriate strategies in the development of seaweed (Eucheuma cottonii) cultivation in the coastal area of Kosiwo district, Kepulauan Yapen Regency. The method used is external and internal data analysis, which is SWOT analysis through three stages of analysis, namely the data collection stage, the analysis stage and the decision-making stage. The results showed that the internal environment that affects the development of seaweed cultivation in Kosiwo district is production; management and funding; human Resources; investment and cultivation locations. The external environment that affects the development of seaweed farming in Kosiwo District is the economy, socio-culture and environment; market; competitor; Science and technology and climate and weather. Strategies that can be used are to hold a training on cultivation, disease and processing management of derivative products to improve the skills of cultivators so that they are able to produce products and utilize cultivated land to produce seaweed in large quantities in order to be able to expand the marketing network.
Analisis Oseanografi Dalam Mendukung Budidaya Rumput Laut (Eucheuma Cottonii) Di Teluk Sarawandori Distrik Kosiwo Yapen-Papua Yozef Numberi; Sutia Budi; Suryawati Salam
Urban and Regional Studies Journal Vol. 2 No. 2 (2020): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2020
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v2i2.569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik parameter fisika, kimia dan biologi perairan di teluk Sarawandori Distrik Kosiwo, Yapen Papua; dan mengetahui tingkat kesesuaian lokasi perairan teluk Sarawandori Distrik Kosiwo, Yapen Papua dalam mendukung pengelolaan budidaya rumput laut Eucheuma cottonii. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Penentuan stasiun dilakukan secara acak yang dianggap mewakili lokasi, baik pada lokasi yang ditemukan aktifitas budidaya rumput laut maupun pada daerah yang belum dilakukan aktifitas budidaya.  Setiap titik rencana pengambilan sampel dicatat posisi geografisnya atau titik koordinatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perairan Teluk Sarawandori Distrik Kosiwo Yapen Papua memiliki nilai parameter fisika-kimia yang cukup layak sebagai kawasan pengembangan budidaya rumput laut Eucheuma Cottonii. Dari tiga kategori kesesuaian lokasi yang dinilai Stasiun 2 dan 3 merupakan stasiun dengan kategori sesuai yang masing-masing bernilai 201 dan 205, sedangkan Stasiun 1 merupakan lokasi dengan kategori tidak sesuai. Dengan demikian, hasil penelitian ini menyatakan bahwa kondisi sebagian besar perairan Teluk Sarawandori Distrik Kosiwo Kabupaten Yapen-Papua memenuhi persyaratan untuk dilakukan pembudidayaan rumput laut jenis Eucheuma Cottonii.. Untuk mengetahui lebih jauh maka disarankan melakukan penelitian pada musim hujan dan kemarau untuk melengkapi informasi kesesuaian perairan untuk lokasi budidaya rumput laut Eucheuma cottonii. The research aims to find out the characteristics of the physics, chemistry and biology parameters of the waters in Sarawandori bay, Kosiwo district, Yapen-Papua; and to find out the level of location suitability of Sarawandori bay, Kosiwo district, Yapen-Papua in supporting the management of Eucheuma cottonii seaweed cultivation. It is experimental research using quantitative and qualitative approaches. The determination of stations is done randomly which is considered to represent the location, both at locations where seaweed cultivation activities are found and those where there have not been cultivation activities conducted. Each sampling point is recorded in its geographical position or its coordinates. The results of research indicated that the waters of Sarawandori Bay, Kosiwo district of Yapen Papua had a physico-chemical parameter that was quite feasible as a development area for Eucheuma cottonii seaweed cultivation. Of three categories of location suitability examined, Station 2 and 3 are stations with suitable categories counting for 201 and 205 respectively, while Station 1 is a location with an inappropriate category. Thus, the results of this study state that the condition of Sarawandori bay in Kosiwo District of Yapen-Papua meets the requirements for Eucheuma cottonii seaweed cultivation. It is recommended to conduct further research in the rainy and dry season to complete the information on the suitability of the waters for the location of Eucheuma cottonii seaweed cultivation.
Perubahan Penggunaan Lahan dan Keselarasan Rencana Pola Ruang Di Kota Kendari Alwan Alwan; Roland A. Barkey; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 3 No. 1 (2020): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2020
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v3i1.605

Abstract

Inkonsistensi antara penggunaan lahan dengan arahan pola ruang merupakan tantangan dalam kebijakan pengendalian penggunaan lahan disetiap daerah, Perubahan penggunaan lahan di Kota Kendari dari tidak terbangun ke lahan terbangun cenderung cukup intensif yang salah satunya adalah akibat proses urbanisasi serta lemahnya kontrol pemanfaatan ruang Kota Kendari. Rumusan masalah yaitu bagaimana prediksi perubahan penggunaan lahan Kota Kendari tahun 2030 dengan rencana tata ruang wilayah Kota Kendari tahun 2010-2030. Tujuan penelitian adalah Manganalisis perubahan penggunaan lahan Kota Kendari tahun 2030 dengan rencana tata ruang wilayah Kota Kendari tahun 2010-2030. Jenis penelitian merupakan deskriptif analisis kualitatif melalui jawaban responden yang diambil diwilayah penelitian yaitu Wilayah Kota Kendari. Hasil pembahasan yaitu bahwa Prediksi penggunaan lahan ke tahun 2030 menunjukkan lahan terbangun sebesar 33,70%, semak/belukar 14.49%. Sementara itu, penggunaan lahan yang diprediksi mengalami penurunan terbesar pada tahun 2030 adalah kebun campuran sebesar 36,30%, hutan 13.18%, dan tambak 0.95%. Kenaikan luas lahan terbangun akan selalu diikuti oleh penurunan kebun campuran, sedangkan kenaikan luas semak/belukar akan selalu diikuti oleh penurunan lahan hutan. Ketidakselarasan penggunaan lahan pada tahun 2019 adalah 783.89 ha (2.89%) dari total luas wilayah dan pada akhir periode peruntukan RTRW tahun 2030 meningkat menjadi 1017.91 ha (3.76%) dengan ketidakselarasan penggunaan lahan terbesar terjadi di kawasan hutan. The inconsistency between land use and spatial pattern direction is a challenge in the policy of controlling land use in each region. Changes in land use in Kendari City from non-built to built land tend to be quite intensive, one of which is as a result of the urbanization process and the weak control over spatial use of Kendari City. The research question is how to predict land use change in Kendari City in 2030 with the Kendari City spatial planning in 2010-2030. The research objective is to analyze land use changes in Kendari City in 2030 with the spatial planning for Kendari City in 2010-2030. The type of this research is descriptive qualitative analysis through respondents' answers taken in the research area, namely Kendari City. The results of the discussion are that the prediction of land use in 2030 shows that the built-up land is 33.70%, with 14.49% shrubs. Meanwhile, land use which is predicted to experience the greatest decline in 2030 is 36.30% mixed gardens, 13.18% forest, and 0.95% ponds. The increase of built-up land is always followed by the decrease of mixed garden area while the increase of shrub area is always followed by the decrease of forest land. The nonalignment of land use in 2019 was 783.89 ha (2.89%) of the total area and at the end of the period, RTRW allotment in 2030 increased to 1017.91 ha (3.76%) with the largest inconsistency in land use occurring in forest areas.
Dampak Urban Sprawl Terhadap Pola Pergerakan Studi Pada Koridor Jalan Letjend. Hertasning Kota Makassar Ariani Eka Syahfitri Arifin; Batara Surya; Agus Salim
Urban and Regional Studies Journal Vol. 3 No. 1 (2020): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2020
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v3i1.606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ciri Urban sprawl yakni kenampakan kondisi hambatan samping, volume lalulintas, kompleksitas guna lahan, aktifitas ekonomi serta mengkaji dan menganalisis dampak urban sprawl terhadap pola pergerakan di Jalan Lenan Jend Hertasning Kota Makassar. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan menggunakan alat analisis statistik deskriptif dengan menganalisis kenampakan guna lahan lokasi, metode Path Analisis dengan variabel Hambatan Samping, Volume Lalulintas, dan Kompleksitas Tata Guna Lahan dengan aplikasi SPSS. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kota Makassar dan masyarakat serta pengendara di Jalan Letjend Hertasning Kota Makassar yang bertindak sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Hambatan samping, Volume lalulintas, Kompleksitas Guna Lahan, Aktifitas Perdagangan Berpengaruh signifikan dan positif terhadap Pola Pergerakan secara simultan dengan penguatan pengaruh sebesar 97,8%. Akifitas ekonomi mempengaruhi pola pergerakan jika ditinjau secara simultan dengan hambatan samping, volume lalulintas dan kompleksitas guna lahan. Adapun indikator yang paling mempengaruhi terhadap variabel Hambatan Samping pada ruas Jalan Letnan Jenderal Hertasning adalah kendaraan yang melambat sedangkan kendaraan masuk atau keluar merupakan kontribusi paling rendah.  Kompleksitas guna lahan berbeda-beda di tiap segmen lokasi penelitian ruas Jalan Letnan Jenderal Hertasning dengan fungsi Permukiman, Perdagangan, Perkantoran, Sekolah, hingga Peribadatan dengan tingkat sederhana hingga kompleks. Adapun ketidak seimbangan jumlah pedagang formal dan nonformal yang didominasi oleh kegiatan perdagangan non formal pada Jl Letjend Hertasning arah ke Tun Abdul Razak. Berdasarkan hasil penelitian bahwa sebanyak 50% responden memilih Jalan Letjen Hertasning sebagai tujuan atau asal untuk melakukan kegiatan ekonomi. This research aims to identify the characteristics of Urban sprawl, which are the appearance of Side Friction conditions, Traffic Volume, Land Use Complexity, Economic Activity as well as to assess and analyse the effect of urban sprawl on Commuting Patterns in Letjend. Hertasning Street, Makassar City. This research is descriptive quantitative using descriptive statistical analysis tools by analyzing the appearance of the land use of the location, the Path Analysis method with the variables of Side Friction, Traffic Volume, and Land Use Complexity with the SPSS application. The data were obtained from the Makassar City Central Bureau of Statistics, and people and drivers passing through Letjend Hertasning Street, Makassar City, as respondents. The results showed that the variables of side friction, traffic volume, land use complexity, trading activity simultaneously have a significant and positive effect on commuting patterns of 97.8%. Economic activity affects commuting patterns when assessed simultaneously with side frictions, traffic volume and land use complexity. The indicator that most influences the Side Friction variable on Letjend. Hertasning Street is the slowing down of vehicles, while the incoming or outgoing vehicle is the lowest contribution. The complexity of land use varies in each segment of the research location like Settlement Neighborhoods, Commerce, Offices, Schools, and Worship Places with simple to complex levels. There is an imbalance in the number of formal and non-formal traders dominated by non-formal trading activities in Letjend Hertasning Street in direction to Tun Abdul Razak Street. The results show that 50% of respondents choose Letjend Hertasning Street as a place for economic activities.

Page 2 of 14 | Total Record : 134