cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
ursj.jurnal@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62411-452901
Journal Mail Official
ubpostgradjournal@gmail.com
Editorial Address
Alamat Redaksi: Program PascaSarjana Universitas Bosowa Jl. Urip Sumoharjo KM.4 Makassar 90231 Telp. (0411) 452901 - 452789, Fax. (0411) 424568 Email : ubpostgradjournal@gmail.com
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Urban and Regional Studies Journal
Published by Universitas Bosowa
ISSN : -     EISSN : 26568705     DOI : https://doi.org/10.35965/ursj.v3i2
Urban and Regional Studies Journal menerbitkan artikel yang pada bidang perencanaan pengembangan wilayah, perencanaan kota, perkotaan, infrastruktur, transportasi, dan kawasan perdesaan.
Articles 151 Documents
Optimalisasi Waktu Pelayanan dan Penghematan Skala Pada Penyeberangan ASDP Bangsalae Siwa Kabupaten Wajo Kaharuddin, Kaharuddin; Manaf, Murshal; Basri, Lambang
Urban and Regional Studies Journal Vol. 1 No. 2 (2019): Urban and Regional Studi Journal, Juni 2019
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v1i2.1084

Abstract

Perkembangan angkutan yang terjadi di Pelabuhan Penyeberangan ASDP pada lintasan Bangsalae Siwa Kabupaten Wajo – Tobaku Lasusua Kabupaten Kolaka Utara sangat berpengaruh pada peningkatan restribusi dan pendapatan asli daerah yang dipengaruhi oleh selang waktu keberangkatan, jumlah dan kapasitas muat kapal. Kualitas jasa pelayanan di pelabuhan ini, dapat dinilai dengan atribut yang meliputi:  kenyamanan, keamanan, keselamatan, ketepatan waktu, dan tarif. Untuk melihat waktu pelayanan minimum sesuai dengan standar waktu pelayanan yang ada dapat di lihat pada waktu kegiatan operasional dilapangan. Penelitian ini bertujuan menghadapi perkembangan angkutan yang terjadi dimana perlu adanya kesiapan baik dari pengaturan bongkar muat kendaraan barang dan penumpang, maupun penjadwalan dan penyediaan jumlah kapal yang memadai, yang disesuaikan dengan tingkat permintaan angkutan, sehingga tidak terjadi antrian penumpang diloket, antrian  kendaraan dan penumpang barang yang akan masuk ke kapal dan jarak waktu tempuh kapal. Sehingga sistim pelayanan menjadi lebih optimal tanpa mengabaikan faktor-faktor keselamatan. Untuk menilai kualitas pelayanan di pelabuhan ini, sampel diambil sebanyak 66 untuk penumpang orang, 15 orang untuk pengemudi kendaraan roda – 6, untuk pengemudi kendaraan roda – 4  berjumlah 10 orang dan untuk pengemudi roda – 2 berjumlah 10 orang. Atribut jasa dianalisa dengan metode diskriftif kuantitatif dan Regresi linier. Dari hasil analisis regresi linier dengan tujuan untuk meminimalisasi  waktu pelayanan dan penghematan skala mendapatkan solusi optimum pada transportasi laut khususnya optimalisasi pelayanan angkutan penyeberangan yaitu jumlah trip dengan bobot kapal 600 GRT pada rentang tahun 2017 – 2022 sebanyak 3 trip perhari, rentang tahun 2022 – 2027 sebanyak 4 trip perhari, rentang tahun 2027 – 2032 sebanyak 6 trip perhari, rentang tahun 2032 – 2037 sebanyak 7 trip perhari, dan rentang tahun 2037 – 2042 membutuhkan 8 trip perhari The development of transportation that occurs at the ASDP Crossing Port on the Bangsalae Siwa Line in Wajo Regency - Tobaku Lasusua, North Kolaka Regency is very influential in increasing regional retribution and original income which is influenced by the departure time interval, vessel load capacity and capacity. The quality of services at this port, can be assessed with attributes that include: convenience, security, safety, timeliness, and tariff. To see the minimum service time in accordance with the standard service time available can be seen at the time of operational activities in the field. This study aims to deal with the development of transportation that occurs where there is a need to be prepared both from the arrangement of loading and unloading of goods and passenger vehicles, as well as scheduling and providing adequate number of vessels, which are adjusted to the level of transportation demand, so there is no queue of passengers, queues of vehicles and passenger passengers which will enter the ship and the travel time of the ship. So that the service system becomes more optimal without ignoring the safety factors. To assess service quality in this port, 66 samples were taken for people, 15 for drivers of wheeled vehicles - 6, for drivers of 4-wheeled vehicles totaling 10 people and for drivers of 2-wheeled vehicles there were 10 people. Service attributes are analyzed by quantitative descriptive method and linear regression. From the results of linear regression analysis with the aim of minimizing service time and scale savings to get optimum solutions on sea transportation, especially optimization of ferry transportation services, namely the number of trips with a ship weight of 600 GRT in the range 2017 - 2022 as many as 3 trips per day, range 2022 - 2027 4 trips per day, the range of 2027 - 2032 as many as 6 trips per day, ranges from 2032 - 2037 as many as 7 trips per day, and the range from 2037 - 2042 requires 8 trips per day.
Pengaruh Kualitas Sumberdaya Manusia Dan Implementasi Kebijakan Dinas PUPR Terhadap Pembentukan Pola Ruang Di Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng Titin Supriyatin; Rudi Latief; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 4 No. 1 (2021): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2021
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v4i1.1160

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana pengaruh kualitas sumberdaya manusia dan implementasi kebijakan Dinas PUPR Kabupaten Bantaeng secara bersama-sama terhadap pembentukan pola ruang di Kecamatan Bissappu Kabupatren Bantaeng. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengujian data-data yang diperoleh berdasarkan data times series  atau waktu ke waktu berdasarkan data yang dikumpulkan selama interval waktu  lima (5) tahun. Pengujian dalam penelitian ini dilakukan dengan model korelasi. Korelasi yang digunakan antara lain metode korelasi liner sederhana kemudian untuk dilakukan pengujian korelasi berganda. Korelasi berganda yaitu metode statistika yang digunakan untuk mengetahui pola umum hubungan yang mempengaruhi antara variabel. yang diterima kemudian dianalisis  manual sesuai  prosedur analisis dalam penelitian. Keberhasilan penerapan implementasi kebijakan pelayanan IMB maka semakin kuat pengaruhnya terhadap pembentukan  pola ruang dimana rhitung = 0,9805 lebih besar dari r tabel= 0.878 pada taraf signifikansi 5 % dimana  H0 dtolak dan H1 diterima. Hasil pengujian dan perhitungan analisis korelasi terhadap Variabel peningkatan Kualitas sumberdaya manusia(pegawai)(X1) dan Implementasi Kebijakan(X2) secara bersama-sama memiliki keterhubungan sangat kuat terhadap Pembentukan Pola ruang  sebesar 0.9801.  Dimana jika Rhitung lebih besar dari Rtabel sebesar 0,878, pada taraf signifikansi alpha adalah 0.05, maka H0 di tolak dan H1 diterima. This study aims to identify and analyze how the influence of the quality of human resources and the implementation of the policies of the PUPR Office of Bantaeng Regency together on the formation of spatial patterns in Bissappu District, Bantaeng Regency. The analytical method used in this study is testing the data obtained based on times series data or time to time based on data collected over a five (5) year time interval. Tests in this study were conducted with the correlation model. The correlation used includes a simple linear correlation method and then multiple correlation tests are carried out. Multiple correlation is a statistical method used to determine the general pattern of relationships that affect between variables. received is then analyzed manually according to the analytical procedures in the study. Where in this study has more than one independent variable. Looking at the results of the above calculation, the influence of human resources (X1) on the formation of spatial patterns (Y) has a moderate correlation, namely 0.421 where rcount rtable = 0.878 at a significance level of alpha 0.05 then H0 is accepted and H1 is rejected. This proves that improving the quality of human resources (employees) does not have a significant relationship with the formation of spatial patterns. The results of the analysis of correlation calculations in chapter IV show that policy implementation (X2) has a very strong relationship with the formation of spatial patterns (Y). The successful implementation of the IMB service policy implementation, the stronger the influence on the formation of spatial patterns where rcount = 0.9805 is greater than rtable = 0.878 at a significance level of 5% where H0 is rejected and H1 is accepted. The results of testing and calculation of correlation analysis on the Variable of improving the quality of human resources (employees) (X1) and Policy Implementation (X2) together have a very strong relationship to the formation of spatial patterns of 0.9801. Where if Rcount is greater than Rtable of 0.878, at the alpha significance level is 0.05, then H0 is rejected and H1 is accepted
Mitigasi Dan Adaptasi Bencana Banjir di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa : Pendekatan Kerentanan Rasdiana Rasdiana; Roland A. Barkey; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 4 No. 1 (2021): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2021
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v4i1.1213

Abstract

Bencana banjir yang terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan berbagai kondisi yang apabila terjadi dapat menimbulkan berbagai kerentanan yang memerlukan pemikiran yang lebih dalam untuk mengantisipasi bencana banjir. Mitigasi dan Adaptasi Bencana Banjir di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa bertujuan untuk memetakan tingkat kerentanan bencana banjir dan upaya mitigasi dan adaptasi yang tepat berdasarakan tingkat kerentanan bencana banjir di Kecamatan Pallangga. Sejalan dengan tujuan penelitian ini maka dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, untuk menentukan tingkat kerentanan dengan analisis spasial overlay dan skoring parameter penentu kerentanan banjir. Hasil dari penelitian ini adalah Kecamatan Pallangga diklasifikasi dalam tiga tingkat kerentanan bencana banjir meliputi rentan tinggi, rentan sedang dan rentan rendah serta arahan mitigasi dan adaptasi bencana banjir berdasarkan tingkat kerentanan. The floods disasters that occur continuously can cause various conditions which can cause a variety of vulnerabilities that require deeper thought to anticipate. Flood mitigation and adaptation in Pallangga District of Gowa aims to map the level of flood vulnerability and provide mitigation and adaptation directions based on the level of flood vulnerability in Pallangga. This research uses descriptive qualitative research methods, to determine the level of vulnerability with spatial overlay analysis and weight scoring of parameters determining flood vulnerability. The results of this research are in Pallangga classified into three levels of vulnerability to flood disasters including high vulnerability, medium vulnerability and low vulnerability with directives flood mitigation and adaptation based on the level of vulnerability.
Studi Pengembangan Obyek Wisata Tanjung Saruri Kabupaten Biak Numfor Muhammad Wahyu Asyhary; Agus Salim; Kamran Aksa
Urban and Regional Studies Journal Vol. 4 No. 1 (2021): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2021
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v4i1.1307

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis faktor apa yang menyebabkan sehingga Obyek Wisata Tanjung Saruri belum berkembang dan Untuk mengetahui arahan pengembangan Objek Wisata Tanjung saruri agar menjadi obyek wisata unggulan di Kabupaten Biak Numfor. Variabel yang digunakan terdiri dari 5 diantaranya: (1) Sarana Penunjang; (2) Aksesbilitas; (3) Daya Tarik; (4) Keamanan dan Kenyamanan (5) Informasi dan Promosi. Metode analisis yang digunakan berupa analisis Chi-Square dan analisis SWOT, Untuk mengetahui strategi yang dapat digunakan untuk menggambarkan Obyek Wisata Tanjung Saruri. Pantai Obyek Wisata Tanjung Saruri merupakan tempat yang tepat untuk rekreasi karena pantai tersebut jauh dari kebisingan kota dan juga nyaman untuk menikmati keindahan Pantai Obyek Wisata Tanjung Saruri. Daya tarik wisata ini memiliki variasi daya tarik berupa keindahan bawah laut serta pasir putih. Keadaan lingkungan masih alami, masih tersedia ruang terbuka alami yang dapat digunakan untuk pengembangan daya tarik wisata kedepan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata dalam hal ini Obyek Wisata Tanjung Saruri mempunyai peranan penting terhadap pengembangan wilayah di Kabupaten Biak Numfor. Untuk strategi pengembangan Obyek Wisata Tanjung Saruri bahwa harus adanya Informasi dan Promosi serta kebijakan-kebijakan pemerintah dalam mendukung pengembangan sektor Obyek wisata Tanjung Saruri dalam menunjang fungsinya sebagai tempat wisata. The purpose of this research is to know and analyze what factors cause so that the Tanjung Saruri Tourism Object has not developing and To find out the direction of the development of a Tourism Object Tanjung Saruri in order to become a leading tourist attraction in Biak Numfor Regency. The variables used consisted of 5 including: (1) Supporting Facilities;(2) Accessibility; (3) Attraction; (4) Security and Convenience (5) Information and Promotion. The analytical method used is in the form of Chi-Square analysis and SWOT analysis, to find out the strategies that can be used for describes the Tanjung Saruri Tourism Object. Tanjung Saruri Tourism Object Beach is the right place to recreation because the beach is far from the noise of the city and also convenient for enjoy the beauty of Tanjung Saruri Tourism Object Beach. This tourist attraction has a variety of attractions in the form of underwater beauty and white sand. The environment is still natural, there are still natural open spaces available can be used for the development of future tourist attractions The results of this study indicate that the tourism sector in this case Tanjung Saruri Tourism Object has an important role to play regional development in Biak Numfor Regency. For strategy development of Tanjung Saruri Tourism Object that there must be information and Promotion and supporting government policies development of the Tanjung Saruri tourism object sector in supporting its function as a tourist spot.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah di Distrik Bintuni Kabupaten Teluk Bintuni V. V. Octovianus Nafurbenan; Murshal Manaf; Rudi Latief
Urban and Regional Studies Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v4i2.1394

Abstract

Tujuan penelitian ini, adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran prilaku pola hidup sehat dan bersih terhadap sistem pengelolaan sampah di Distrik Bintuni dan menjelaskan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di Distrik Bintuni. Penelitian ini menggunakan pendekatan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda (regresi multiple), sedangkan menjawab rumusan masalah yang kedua peneliti menggunakan pendekatan pengukuran (rasio/interval) dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) pengetahuan, sikap, informasi dan motivasi berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap partispasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di Distrik Bintuni. Hal ini berarti pengetahuan, sikap, informasi, dan motivasi dapat meningkatkan partispasi masyarakat dalam pengelolaan sampah masyarakat Distrik Bintuni; (2) pengetahuan berpengaruh dominan terhadap partispasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Hal ini berarti untuk mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah maka pengetahuan masyarakat mengenai cara mengolah sampah yang baik dan tepat harus ditingkatkan. Kesimpulannya bahwa tingkat partisipasi masyarakat Distrik Bintuni dalam pengelolaan sampah tinggi yang mengidikasikan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kualitas lingkungan tempat tinggal mereka. The purpose of this study is to analyze the factors that influence the awareness of healthy and clean lifestyle behavior on the waste management system in the Bintuni District and explain the level of community participation in waste management in Bintuni District. This study uses descriptive qualitative and quantitative approaches. The data analysis technique used multiple linear regression analysis, while answering the second problem formulation, the researchers used a measurement approach (ratio/interval) using a Likert scale. The results of the study show that: (1) knowledge, attitudes, information and motivation partially and simultaneously influence community participation in the waste management in Bintuni District. This means that knowledge, attitudes, information, and motivation can increase community participation in the management of community waste in the Bintuni District; (2) knowledge has a dominant effect on the community participation in the waste management. This means that in order to optimize community participation in waste management, public knowledge about good and proper waste management must be increased. The conclusion is that the level of community participation in Bintuni District in the waste management is high which indicates public awareness of the importance of maintaining the quality of the environment in which they live.
Penerapan Model CIPP (Context, Input, Process Dan Product) Terhadap Implementasi RTRW di Kawasan Perkotaan Bungoro Nur Linda; Andi Muhibuddin; Rudi Latief
Urban and Regional Studies Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v4i2.1395

Abstract

Dugaan bahwa terjadi ketidaksesuaian penggunaan lahan di Kawasan Perkotaan Bungoro, adanya  penyimpangan pada aturan yang telah ditetapkan dalam Perda No. 8 Tahun 2012 Tentang RTRW Kabupaten Pangkep, serta belum adanya peraturan daerah yang lebih rinci mengatur arahan penggunaan lahan, menjadi titik awal dilakukannya penelitian ini. Peneltian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji penerapan model CIPP, serta untuk mengetahui efektifitas penerapan model CIPP pada implementasi Rencana Tata Ruang Wilayah di Kawasan Perkotaan Bungoro. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara keseluruhan implementasi Rencana Tata Ruang Wilayah di Kawasan Perkotaan Bungoro berjalan efektif. Akan tetapi ketidaksesuaian pada beberapa komponen dan sub komponennya menunjukan bahwa ada indikasi penyimpangan pada implementasi tujuan penataan ruang dengan kondisi faktual di lokasi penelitian. Selain itu model CIPP (Context, Input, Process and Product) efektif diterapkan pada implementasi Rencana Tata Ruang Wilayah di Kawasan Perkotaan Bungoro. Allegedly there is a mismatch of land use in the Bunggoro Urban Area, there are deviations from the rules stipulated in Perda no. 8 of 2012 concerning the RTRW of Pangkep Regency, as well as the absence of a more detailed regional regulation governing the direction of land use became the starting point of this research. This research aims to analyze and examine the implementation of the CIPP model, as well as to determine the effectiveness of the application of the CIPP model in the implementation of the Regional Spatial Plan in the Bungoro Urban Area. The results showed that the implementation of the Regional Spatial Plan in the Bungoro Urban Area as a whole was effective. However, discrepancies in some components and their sub-components indicate an indication of deviations in the implementation of spatial planning objectives with factual conditions at the research location. In addition, the CIPP (Context, Input, Process, and Product) model is effectively applied in the implementation of the Regional Spatial Plan in the Bungoro Urban Area
Implementasi Sistem Pengelolaan Persampahan Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG): Studi Kasus Kecamatan Watang Sawitto Muh Yusran Yunus; Ilham Alimuddin; Arief Nasution
Urban and Regional Studies Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v4i2.1397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sistem pengelolaan sampah dari segi volume, kebutuhan TPS, kebutuhan armada truk, rute optimum, jumlah sampah yang terangkut oleh truk setiap hari beserta konsumsi bahan bakar serta biaya truk pengangkutan dan untuk menerangkan implementasi sistem pengangkutan truk sampah di Kecamatan Watang Sawitto. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan tingkat eksplanasi asosiatif, melalui analisis hubungan antara variabel-variabel yang berkaitan dengan efektifitas angkutan sampah. Data diperoleh dari kuesioner hasil wawancara dan obeservasi serta dari berbagai instansi yang terkait seperti Badan Pusat Statistik, BAPEDDA, Dinas Kebersihan dan Dinas Tata Ruang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi sistem pengangkutan sampah di Kecamatan Watang Sawitto yaitu dengan menggunakan 4 (empat) rute pengangkutan sampah menuju ke TPA Malimpung, rute pertama yaitu TPS BTN Palm Hijau menuju TPA Malimpung dengan panjang jalan 16,7Km,  rute kedua yaitu rute TPS BTN Pepabri  menuju TPA Malimpung dengan panjang 14,3Km, rute ketiga yaitu rute TPS Kawasan Perkantoran   menuju TPA Malimpung dengan panjang jalan  15,8Km,  dan  rute  keempat  yaitu  rute  TPS  Pasar  Sentral/Terminal menuju TPA Malimpung dengan panjang jalan 13,2Km. Adapun konsumsi bahan bakar yang digunakan untuk mengangkut 4  (empat) unit TPS sebanyak 33,01 liter untuk sampai di TPA Malimpung, dengan biaya pergi dan pulang membutuhkan biaya sebesar Rp.633.600,-. This study aims to analyze the waste management system in terms of volume, TPS needs, truck fleet requirements, optimum route, the amount of garbage transported by trucks every day along with fuel consumption and truck transportation costs and to explain the implementation of the garbage truck transportation system in Watang Sawitto District. This study uses a survey method with an associative level of explanation, through analysis of the relationship between variables related to the effectiveness of waste transportation. Data were obtained from questionnaires from interviews and observations as well as from various related agencies such as the Central Statistics Agency, BAPEDDA, the Sanitation Service and the Spatial Planning Service. The results of this study indicate that the implementation of the waste transportation system in Watang Sawitto District is by using 4 (four) routes for transporting waste to TPA Malimpung. The first route is TPS BTN Palm Hijau to TPA Malimpung with a road length of 16.7 Km, the second route is TPS BTN Pepabri route to TPA Malimpung with a length of 14.3 Km, the third route is the Office Area TPS route to TPA Malimpung with a road length of 15.8 Km, and the fourth route is the TPS Pasar Sentral/Terminal route to TPA Malimpung with a road length of 13.2 Km. The fuel consumption used to transport 4 (four) TPS units is 33.01 liters to arrive at TPA Malimpung, with the total return cost of Rp633,600.
Pengembangan Infrastruktur Jaringan Jalan Terhadap Pelayanan Perkotaan Barru Kabupaten Barru Syamsubaird Syarifuddin; Batara Surya; Kamran Aksa
Urban and Regional Studies Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v4i2.1461

Abstract

Penelitian ini untuk mengkaji dan menganalisis jaringan jalan sebagai determinan pembentukan struktur pelayanan ekonomi perkotaan Barru dan mengkaji strategi pengembangannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jaringan jalan perkotaan Barru dari bentuk jalan, fungsi jalan, ukuran jalan dan konstruksi jalan menunjukkan peran masing-masing. Semakin luas cakupan fungsi jalan maka pembentukan struktur pelayanan ekonomi semakin baik, semakin besar ukuran jalan maka pembentukan struktur pelayanan ekonomi dapat tumbuh dengan baik dan semakin baik konstruksi jalan maka pembentukan struktur pelayanan ekonomi dapat berjalan dengan lancar. Sementara variabel bentuk jalan tidak secara signifikan sebagai determinan pembentukan pelayanan ekonomi perkotaan Barru. Strategi pengembangan melalui Streght-Opportunities (SO), sebaiknya mempertimbangkan; Lokasi layanan disesuaikan dengan penetapan pengembangan kota oleh Pemerintah; Pemanfaatan teknologi; memanfaatkan kegiatan pembinaan SDM; serta meningkatkan jenis produk yang melalui akses pemodalan. Strategi Weaknesses Oportunities (WO), memanfaatkan akses permodalan untuk pendirian layanan; memanfaatkan perkembangan teknologi; memperhitungkan tempat parkir kendaraan; dan mendirikan layanan dengan memperhitungkan jenis layanan sekitar. Strategi Strengths Threat (ST) mengembangkan daya saing; menjaga kualitas layanan; dan fleksibilitas layanan menghadapi pandemic covid19. Strategi Weaknesses Threats (WT) mempertahankan kualitas layanan; meningkatkan fungsi managemen menghadapi pandemic covid19; menyiapkan layanan parkir; menjalin hubungan baik dengan konsumen; dan penawaran khusus. Sementara untuk layanan ekonomi kategori basis di Kelurahan Sumpang Binangae dan Kelurahan Mangempang adalah jenis butik, electon, dan alat listrik, sementara yang non basis adalah jasa angkutan, rental mobil. Dikelurahan Coppo dan Tuwung sektor basis adalah rental/sewa mobil dan pencucian mobil, non basis adalah butik, depot air minum/galon, electon, dan fotocopy dan ATK. This research is to study and analyze the road network as a determinant of the formation of the urban economic service structure of Barru and to examine its development strategy. This study is quantitative research with a descriptive approach. The results showed that the Barru urban road network from the shape of the road, the function of the road, the size of the road and the road construction showed their respective roles. The wider the scope of road functions, the better the formation of the economic service structure, the larger the size of the road, the better the formation of the economic service structure, and the better the road construction then the formation of the economic service structure can run smoothly. Meanwhile, the road form variable is not as significant as the determinant of the formation of urban economic services in Barru. Development strategy through Streght-Opportunities (SO), should consider; The location of the service is adjusted to the determination of city development by the Government; Utilization of technology; take advantage of HR development activities; as well as increasing the types of products through access to capital. Weaknesses Opportunities (WO) strategy, utilizing access to capital for service establishments; take advantage of technological developments; take into account the vehicle parking space; and set up services taking into account the types of services around. The Strengths Threat (ST) strategy develops competitiveness; maintain service quality; and service flexibility in the face of the COVID-19 pandemic. Weaknesses Threats (WT) strategy maintains service quality; improves management functions to deal with the COVID-19 pandemic; sets up parking services; establishes good relations with consumers; and special offers. Meanwhile, the basic category of economic services in Sumpang Binangae and Mangempang sub-districts are boutique, electon, and electrical equipment, while non-basic services are transportation and car rental services. In Coppo and Tuwung sub-districts, the basic sector is car rental and car wash, non-base is boutique, drinking water depot/gallon, electon, and photocopy and stationery.
Analisis Faktor Berpengaruh dan Strategi Peningkatan Produktivitas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Belang-Belang Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat Hasnawati Hasnawati; Murshal Manaf; Syafri Syafri
Urban and Regional Studies Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v4i2.1462

Abstract

Menjelaskan pengaruh faktor-faktor sistem operasional, pemanfaatan lahan, jenis kegiatan, skala unit produksi industri dan dukungan sarana prasarana pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Belang- Belang di Kabupaten Mamuju, Merumuskan konsep strategi peningkatan produktivitas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Belang-Belang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Mamuju. penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan metode verifikatif dan menggunakan deskriptif analisis. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Purposive Sampling Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari investor pemilik modal, instansi pemerintahan, dan tokoh masyarakat yang memiliki andil untuk berpartisipasi dalam pengembangan KEK Belang-Belang. Hasil penelitian ada pengaruh aksesibilitas, kebijakan, pemanfaatan lahan, sarana prasarana, system operasional baik secra simultan dan parsial terhadap produktivitas kawasan ekonomi khusus belang-belang. Sedangkan factor jenis dan skala unit produksi tidak memiliki pengaruh baik secara simultan maupun secara parsial terhadap produktivitas kawasan ekonomi belang-belang. Variabel system operasional merupakan variable dominan berpengaruh terhadap produktivitas kawasan ekonomi khusus belang-belang. Peta posisi kekuatan peningkatan produktivitas Kawasan Ekonomi Khusus Belang-Belang Kabupaten Mamuju berada di Kuadran I. Kuadran I Merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy). Berdasarkan analisis SWOT digambarkan ke dalam Matriks SWOT didapatkan alternatif strategi kekuatan–peluang (S-O strategies) yaitu Menambah lokasi pergudangan, Menambah sarana dan prasarana produksi di Kawasan Ekonomi Khusus Belang-belang Kebijakan pemerintah dalam legalitas Status kepemilikan lahan masyarakat. This study is to explain the influence of operational system factors, land use, type of activity, scale of industrial production units and support for infrastructure facilities in the Special Economic Zone (SEZ) of Belang-Belang in Mamuju Regency, to formulate the concept of a productivity improvement strategy in the Special Economic Zone (SEZ) of Belang-Belang to encourage economic growth in the Mamuju Regency area. This study is quantitative research with verification method approach and using descriptive analysis. Sampling in this study was carried out using purposive sampling. The sample used in this study consisted of investors who own capital, government agencies, and community leaders who have a stake in participating in the development of the Belang-Belang SEZ. The results of the study show that there is an influence of accessibility, policy, land use, infrastructure, operational systems both simultaneously and partially on the productivity of the special economic zone. While the factors of type and scale of production units have no effect either simultaneously or partially on the productivity of the special economic zone. The operational system variable is the dominant variable affecting the productivity of the special economic zone. Map of the position of the strength of increasing productivity of the Special Economic Zone of Belang-Belang, Mamuju Regency, is in Quadrant I. Quadrant I is a very favorable situation. The company has opportunities and strengths so that it can take advantages of existing opportunities. The strategy that must be applied in this condition is to support an aggressive growth policy (growth-oriented strategy). Based on the SWOT analysis described in the SWOT Matrix, an alternative strength-opportunity strategy (S-O strategies) is obtained, namely Adding warehousing locations, Adding production facilities and infrastructure in the Special Economic Zone of Belang-Belang, and Government policies on legal status of community land ownership.
Analisis Kecenderungan Perubahan Fungsi Bangunan Di Wilayah Perkotaan: Studi Kasus Ruas Jalan Sulawesi Kecamatan Wajo Kota Makassar Muhammad Adhim Halim; Syafri Syafri; Rudi Latief
Urban and Regional Studies Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2022
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v4i2.1463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kecenderungan Perubahan Fungsi Bangunan di Ruas Jalan Sulawesi Kota Makassar. Sampel penelitian ini merupakan warga dan bangunan yang berada di Ruas Jalan Sulawesi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan  Probability Sampling dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan metode analisis Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dampak dari Pandemi Covid-19 menjadi faktor yang berpengaruh terhadap Perubahan Fungsi Bangunan yang terjadi di Ruas Jalan Sulawesi. This study aims to analyze the changes in the function of buildings in Jalan Sulawesi section, Makassar City. The sample of this research is residents and buildings located around Jalan Sulawesi. This study uses a quantitative descriptive method. The method of data collection using Probability Sampling by using a questionnaire. This study uses the Chi-Square analysis method. The results of this study indicate that the impact of the Covid-19 Pandemic is a factor that affects the Changes in Building Functions that occur around Jalan Sulawesi.

Page 4 of 16 | Total Record : 151