cover
Contact Name
Riswanto
Contact Email
sangsurya338@gmail.com
Phone
+6285838335446
Journal Mail Official
sangsurya338@gmail.com
Editorial Address
l. KH Dewantara No.116 Iringmulyo, Metro Timur, Kota Metro – Lampung Telpon : 0725 42445. (Hp. 085838335446)
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Sinar Sang Surya: Jurnal Pusat Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : 28279654     EISSN : 2597484X     DOI : http://dx.doi.org/10.24127/sss.v5i1.1474
Focus and Scope of the articles published in SINAR SANG SURYA: Journal of Research-based Community Service such as Community Empowerment, Asset-Based Community Development, Community-Based Research, Service Learning, Community Development. The partner community can be in the form of productive partners or non-productive partners
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2021): Februari 2021" : 14 Documents clear
Pelatihan TIK Via Aplikasi Zoom Pada Sekolah Luar Biasa Wiyata Dharma Kota Metro Mujito Mujito; Mustika Mustika; Budi Asmanto; Danang Prabowo
SINAR SANG SURYA Vol 5, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v5i1.1512

Abstract

ABSTRAK  Salah satu unsur Tri Darma perguruan tinggi adalah melaksanakan pengabdian  masyarakat, kegiatan semacam ini sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan tiap semester oleh Dosen FIKOM UM Metro. Kegiatan pengabdian dilaksanakan berdasarkan permohonan dari Pihak SLB WiyataDarma Kota Metro (mitra), untuk kesediaan mendampingi kegiatan yang akan diikuti oleh peserta didik SLB Wiyata Darma Kota Metro pada kegiatan Pelatihan dan Kompetisi TIK Nasional secara Daring Bagi Disabilitas dalam Rangka Transformasi dan Inklusi Digital, yang diselenggarakan Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi dan Komunikasi (BAKTI) Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Tema kegiatan adalah Pendampingan Pelatihan TIK yang diadakan Bakti Kominfo Via Aplikasi Zoom pada SLB Wiyata Dharma Kota Metro”, Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 9-13 November 2020. Ketua pelaksana kegiatan Mustika, S.Kom,,M.Kom. dan anggota terdiri dari Danang Prabowo, S.Kom.,M.Cs., Budi Asmanto, ST.,M.T.I, dan Mujito, S.Kom.,M.Kom. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah FIKOM UM metro sebanyak 6 mahasiswa. Kegiatan terlaksana dengan baik sesuai dengan tujuan pelaksanaan kegiatan, sehingga peserta pendampingan dapat mengikuti pelatihan dengan aplikasi zoom dengan baik, untuk mengatasi kendala pada komunikasi pada siswa tunawicara, pihak mitra memberikan guru pendamping sebagai penterjamah. Kata kunci: Pengabdian, Kegiatan, SLB, Pelatihan, Disabilitas.ABSTRACTOne element of Tri Darma college is to carry out community service, this kind of activity has become a routine agenda carried out every semester by THE UM Metro FIKOM Lecturer. The service activities were carried out based on a request from the SLB WiyataDarma Kota Metro (partner), for the willingness to accompany the activities that will be attended by students of SLB Wiyata Darma Kota Metro at the National ICT Training and Competition online for the Disabled in the Framework of Digital Transformation and Inclusion, organized by the Telecommunications and Information and Communication Accessibility Agency (BAKTI) of the Ministry of Communication and Information (Kominfo). The theme of the activity was ICT Training Assistance held by Bakti Kominfo Via Zoom Application at SLB Wiyata Dharma Kota Metro", the activity was held on November 9-13, 2020. The chief executive of Mustika activities, S.Kom,, M.Kom. and members consists of Danang Prabowo, S.Kom., M.Cs., Budi Asmanto, ST.,M.T.I, and Mujito, S.Kom.,M.Kom. This activity also collaborates with muhammadiyah Student Association FIKOM UM metro as many as six students. The activities are carried out well in accordance with the objectives of the implementation of the activities, so that the participants can participate in the training with a good zoom application, to overcome the constraints on communication in visually impaired students, the partner provides a companion teacher as a sharpenerKeywords: Service, Activities, SLB, Training, Disability
Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Pemuda Melalui Program KKN PPM di Kampung Pujokerto Kecamatan Trimurjo Andiana Rosid; Yateno Yateno; Jawoto Nusantoro
SINAR SANG SURYA Vol 5, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v5i1.1475

Abstract

AbstrakSalah satu agenda utama bagi pembangunan nasional adalah sektor ekonomi, khususnya kewirausahaan. Oleh karena itu, pada beberapa skim pengabdian kepada masyarakat peningkatan sektor kewirausahaan atau UMKM digalakkan untuk dapat dikembangankan kepada masyarakat. Harapannya, dengan munculnya pewirausaha-pewirausaha baru, sektor ekonomi masyarakat tumbuh dan semakin mapan, maka sektor lainya seperti pendidikan dan kesehatan dapat semakin terjamin. Berbagai pihak diharapkan menjadi agent of change bagi peningkatan di sektor ekonomi dan UMKM ini. Melalui program KKN PPM, tim Universitas Muhammadiyah Metro mencoba menjadi agen untuk menumbuhkan pewirausaha-pewirausaha baru dengan target khusus yaitu pemuda-pemudi di Kampung Pujokerto Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah. Alasan dipilihnya lokasi ini adalah karena sebagian besar pemuda dan pemudi di Kampung ini merupakan petani turun temurun, yang dipandang dari sisi orientasi kewirausahaannya masih cukup rendah. Metode yang dilaksanakan pada pengabdian ini adalah pendekatan secara personal, FGD, studi banding, dan pelaksanaan kewirausahaan. Hasil pengabdiannya adalah terbentuknya kelompok kewirsausahaan berbasis pemuda yang diberinama Usaha Muda Mudi Mandiri (UM3) dan terciptanya usaha bagi kelompok berupa budi daya pembesaran dan pembenihan ikan lele, serta pelatihan pembuatan souvenir pernikahan berbahan Tali Kur.Kata Kunci: Kewirausahaan berbasis Pemuda, Kelompok wirausaha pemuda, KKN PPMAbstrakOne of the main agendas for national development is the economic sector, especially entrepreneurship. Therefore, in some community service schemes, the entrepreneurship sector or MSME sector enhancement is encouraged so that it can be developed in the community. The hope is that with the emergence of new entrepreneurs, the economic sector of society will grow and become more established, so that other sectors such as education and health can be more secure. Various parties are expected to become agents of change for improvement in the economic sector and MSMEs. Through the KKN PPM program, the University of Muhammadiyah Metro team tries to become an agent to grow new entrepreneurs with a special target, namely young people in Pujokerto Village, Trimurjo District, Central Lampung. The reason for choosing this location is because most of the youth and girls in this village are hereditary farmers, which is considered from the perspective of their entrepreneurial orientation is still quite low. The method used in this service is a personal approach, FGD, comparative studies, and the implementation of entrepreneurship. The result of this dedication was the formation of a youth-based entrepreneurship group called Usaha Muda Mudi Mandiri (UM3) and the creation of a business for the group in the form of raising and hatching catfish, as well as training in making wedding souvenirs from Tali Kur.Keywords: Youth-based entrepreneurship, youth entrepreneur groups, KKN PPM
Sosialisasi Dan Pendampingan Pengurusan Ijin Kuliner Inovasi “Olahan Pangsit” Pasar Jongke Laweyan Surakarta Tri Widianto; Yoshepine Angelina Yulia; Andri Octaviani
SINAR SANG SURYA Vol 5, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v5i1.1289

Abstract

AbstrakStrategi pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting untuk keberhasilan perusahaan umumnya dan pada bidang pemasaran khususnya. Target yang dicapai dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah Memberikan pengetahuan dan  pendampingan dalam proses pembuatan ijin pangan dari dinas Kesehatan ataupun B-POM agar menambah nilai jual produk olahan pangsit. Dengan adanya sosialisasi dan pendampingan peningkatan kualitas produk UMKM dengan Ijin PIRT diharapkan mampu meningkatkan omset penjualan produk. Pelaksanaan pendampingan Pengabdian ini dimulai dengan sosialisasi peningkatan mutu produk agar omset penjualan dapat meningkat. Kegiatan pelaksanaan pengabdian selanjutnya dalam bentuk sosialisasi dan pendampingan terhadap pengemasan produk yang terlihat menarik hingga strategi pemasaran sesuai dengankeadaan new normal saat ini. Selanjutnya kami mendorong pelaku UMKM Eddy group untuk mengurus ijin dalam peningkatan kualitas pangan. Kami menjelaskan bentuk – bentuk makanan apa yang harus didaftarkan ijin pangan PIRT ataupun B-Pom. Proses dalam pembuatan olahan produk yang memenuhi kriteria sesuai dengan standar ijin produk pangan agar terjaga kualitas Kesehatan dan rasa yang terkandung dalam produk yang dihasilkan agar dapat dipasarkan secara luas. Luaran hasil kegiatan dari pengabdian masyarakat yang kami lakukan ini adalah para pelaku UMKM yang tergabung dalam komunitas Eddy Group dapat memahami pentingnya ijin pangan yang telah didaftarkan di dinas Kesehatan ataupun B-Pom untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan dan juga dapat memberikan rasa aman kepada pembeli karena produk telah mendapat pengawasan resmi dari pemerintah serta dapat meningkatkan harga jual produk itu sendiri.Kata kunci : Packaging, Perijinan PIRT, Pemasaran UMKM AbstractMarketing strategy has a very important role for the success of the company in general and in the marketing field in particular. The target achieved from this Community Service activity is to provide knowledge and assistance in the process of making food permits from the Health Office or B-POM in order to increase the selling value of processed dumpling products. With the socialization and assistance to improve the quality of MSME products with a PIRT Permit, it is hoped that it can increase product sales turnover. Implementation of this Community Service assistance begins with the socialization of product quality improvement so that sales turnover can increase. The next service implementation activity is in the form of socialization and assistance on product packaging that looks attractive to marketing strategies according to the current new normal situation. Furthermore, we encourage SMEs, Eddy group, to arrange for permits to improve food quality. We explain what forms of food must be registered for a PIRT or B-Pom food permit. The process in making processed products that meet the criteria in accordance with food product permit standards in order to maintain the quality of health and taste contained in the resulting product so that it can be widely marketed. The outcome of our community service activities is that MSME players who are members of the Eddy Group community can understand the importance of food permits that have been registered at the Health Office or B-Pom to maintain the quality of the products produced and can also provide a sense of security to buyers because the product has received official supervision from the government and can increase the selling price of the product itself.Keywords: Packaging, Food Permits, MSME Marketing
Pemberdayaan Masyarakat Pesantren Berbasis Spiritual-Preneurship Melalui Sistem Pembudidayaan Lele Bioflok Cahaya Khaeroni; Muhammad Nur
SINAR SANG SURYA Vol 5, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v5i1.1478

Abstract

AbstrakPengembangan kewirausahaan pesantren menjadi sesuatu yang perlu untuk dikembangkan dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat kemandirian pada para pengelola pondok pesantren. Hanya saja, sejauh ini masih banyak faktor kendala mengenai minimnya pengetahuan dan wawasan dari pihak pengelola pesantren mengenai pengelolaan wirausaha yang tepat, khususnya dalam hal pembudidayaan lele. Budidaya lele ini dipilih, mengingat peluang pasarnya sebenarnya cukup besar, dan pembudidayaannya cenderung relatif mudah dan praktis. Hanya saja sangat disayangkan, pola pembudidayaan lele yang pernah dicoba sejauh ini masih menggunakan sistem yang cenderung konvensional, sehingga selalu mengalami kegagalan. Padahal jika mau dikelola dengan sistem yang baik dan benar, peluang usaha dari budidaya lele ini bagitu sangat menjanjikan.Beranjak dari persoalan itulah, kegiatan pengabdian ini mencoba menawarkan pola pembudidayaan ikan lele dengan sistem bioflok. Berbeda dengan pola pengelolaan konvensional, sistem ini memungkinkan pembudidayaan ikan dengan lahan yang tidak perlu luas, namun dapat dilakukan dengan sistem tebar bibit ikan yang tinggi, hemat pakan ikan dan sekaligus ramah dari polusi lingkungan. Program ini mengambil tempat di Pondok pesantren Imadul Bilad Putri ‘Aisyiyah Imadul Bilad Kota Metro. Model pendekatan yang dipilih dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Partisipatoris. Pendekatan ini digunakan sebagai sebuah elemen dasar proses pemberdayaan masyarakat berupa partispasi dan mobilisasi sosial (social mobilisation). Target luaran dari kegiatan ini diantaranya, Pertama, Pembuatan kolam lele dengan sistem bioflok, kedua, Pembentukan kelompok/tim pengelola budidaya lele., ketiga, Penerbitan artikel pada jurnal ilmiah ber-ISSN. Kata kunci: Kemandirian Pesantren, pola pembudidayaan lele melalui sistem bioflok AbstractEntrepreneurship development of pesantren is something that needs to be developed with the aim to foster a spirit of independence in the boarding school managers. It's just that, so far there are still many obstacles to the lack of knowledge and insights from the pesantren management regarding proper entrepreneurial management, especially in terms of catfish cultivation. This catfish cultivation was chosen, considering the market opportunity is actually quite large, and cultivation tends to be relatively easy and practical. It's just a pity, the pattern of catfish farming that has been tried so far still uses a system that tends to be conventional, so it always fails. Whereas if it is managed with a good and right system, the business opportunity of catfish cultivation is very promising. Up from that problem, this service activity tries to offer a pattern of catfish farming with a biofloc system. In contrast to conventional management patterns, this system allows fish cultivation with land that does not need to be extensive, but can be done with a high fish seed stocking system, saving fish feed and at the same time friendly from environmental pollution. This program is located at Imadul Bilad Putri Islamic Boarding School 'Aisyiyah Imadul Bilad Metro City. The approach model chosen in the implementation of community service uses a participatory approach. This approach is used as a basic element of the community empowerment process in the form of participation and social mobilization. The output targets of this activity include, first, the making of catfish ponds with biofloc systems, second, the formation of catfish culture management groups / teams. Third, the publication of articles in ISSN scientific journals. Keywords: Islamic Boarding School Independence, catfish cultivation pattern through biofloc system
Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme sebagai Alternatif Desinfektan Alami di Masa Pandemi Covid-19 bagi Warga Km.15 Kelurahan Karang Joang Rima Gusriana Harahap; Nurmawati Nurmawati; Anggoronadhi Dianiswara; Destyariani Liana Putri
SINAR SANG SURYA Vol 5, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v5i1.1505

Abstract

ABSTRAK  Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendapatkan alternatif produk alami sebagai cairan pembersih, desinfektan, dan pupuk organik di masa pandemi covid-19 serta mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Metode pelaksanaan diawali dengan pengumpulan data dan informasi, koordinasi tim dan mitra, tahap persiapan serta kegiatan pelatihan kepada mitra. Inovasi dan kreativitas dalam pembuatan eco-enzyme, hadir sebagai solusi terbaik bagi ibu rumah tangga dalam mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Para ibu rumah tangga memiliki aktivitas baru, bisa lebih menghemat pengeluaran dan secara tidak langsung membantu para petugas kebersihan dalam memilah sampah rumah tangga menjadi sampah organik dan anorganik. Melalui kegiatan ini diharapkan para ibu rumah tangga bisa semakin kreatif dan inovatif dalam mengolah sampah rumah tangga kedepannya. Kata kunci: eco-enzyme, covid-19, sampah, ibu rumah tangga, desinfektanABSTRACT This community service activity aims to obtain alternative natural products as cleaning fluids, disinfectants, and organic fertilizers during the Covid-19 pandemic and reduce the impact of environmental pollution. The implementation method begins with data and information collection, team and partner coordination, preparation stages and training activities for partners. Innovation and creativity in making eco-enzyme are present as the best solution for housewives in processing organic garbage into something more useful. Housewives have new activities, can save more money and indirectly help cleaners in sorting household garbage into organic and inorganic garbage. Through this activity, it is hoped that housewives can be more creative and innovative in treating household garbage in the future.Keywords: eco-enzyme, covid-19, garbage, housewives, disinfectant
Pendampingan Masyarakat Dalam Pengendalian Penyakit Diare Di Kelurahan Sukajawa Baru Kota Bandar Lampung prayudhy yushananta; Mei Ahyanti; Ahmad Fikri; Sarip Usman; Novita Rudiyanti; Yusrizal Yusrizal
SINAR SANG SURYA Vol 5, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v5i1.1572

Abstract

ABSTRAK Penyakit diare pada balita masih menjadi persoalan yang kritis karena menyebabkan 1.400 kematian anak balita setiap tahunnya. Penyakit fecal-oral ini dapat dikendalikan secara mudah dan murah melalui intervensi air bersih dan jamban sehat. Pengabdian masyarakat bertujuan melakukan pendampingan kepada rumah tangga yang belum terakses jamban sehat. Empat tahap kegiatan dilakukan, yaitu melakukan koordinasi dan persamaan persepsi dengan pemegang otoritas wilayah dan kesehatan, melakukan pemeriksaan kualitas mikrobiologi air dan penyuluhan, melakukan pendampingan dalam pembuatan jamban sehat, serta evaluasi. Hasil pemeriksaan kualitas air mendapatkan 93,5% sumber air telah tercemar tinja manusia, akibat pembuangan tinja yang tidak sehat. Pendampingan telah mampu mendorong terbangunnya 30 unit jamban sehat oleh masyarakat secara mandiri, sekaligus percepatan tercapainya status Kelurahan ODF. Pencapaian ini membuktikan terjadinya perubahan perilaku masyarakat dalam BABS. Pemberdayaan masyarakat dengan model pendampingan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, dengan permasalahan yang berbeda. Kata kunci: Diare, jamban sehat, ODF, pendampingan  ABSTRACTDiarrhea disease in children under five is still a critical problem because it causes 1,400 deaths of children under five every year. This fecal-oral disease is controlled easily and cheaply through the intervention of clean water and healthy latrines. Community empowerment aims to assist households that have not used healthy toilets. Four stages of activity have done, coordinating and equating perceptions with regional and health authorities, conducting water microbiological quality checks and counseling, community assistance in making healthy latrines, and evaluating. The water quality inspection found that 93.5% of the water sources were contaminated with E. coli from human tinja. The community empowerment has encouraged the development of 30 healthy latrines by the community independently and accelerates the ODF village's status. This achievement proves a change in community behavior in defecating. Community empowerment can be carried out sustainably with different problems. Keywords: Diarrhea, sanitation, ODF, community empowerment 
Pelatihan Desain Grafis Coreldraw Meningkatkan Kreativitas Karang Taruna Pemuda Mandiri Kelurahan Rejomulyo Meyta Pritandhari; Fajri Arif Wibawa
SINAR SANG SURYA Vol 5, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v5i1.1480

Abstract

ABSTRAK Dalam era milenial dan digital saat ini, dunia desain mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dalam hal ini, khususnya generasi muda perlu dibekali ilmu tentang desain grafis. Pelatihan ini dilakukan di lembaga masyarakat yaitu karang taruna. Karang Taruna Pemuda Mandiri Kelurahan Rejomulyo adalah salah satu Lembaga Kemasyarakatan yang merupakan wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial. Pengurus Karang Taruna Pemuda Mandiri mayoritas adalah pemuda yang masih produktif. Pelatihan untuk meningkatkan kreativitas Karang Taruna Pemuda Mandiri khususnya pada kemampuan desain grafis CorelDRAW guna meningkatkan kreatifitas . Kemampuan dalam menyampaikan ide dan gagasan dalam upaya untuk membangun generasi muda melalui kreativitas karang taruna tentu memerlukan dukungan teknologi informasi dan komunikasi yang dituangkan dalam bentuk spanduk, poster, undangan. Ini semua dapat dilakukan, jika kita dapat menguasai atau memiliki kemampuan desain grafis yang baik. Pada kesempatan kali ini akan dilakukan transfer pengetahuan berupa penguasaan ketrampilan desain grafis menggunakan CorelDRAW. Kata Kunci: CorelDRAW, Kreativitas, Karang Taruna ABSTRACT In today's millennial and digital era, world design is experiencing very rapid development. In this case, especially the younger generation needs to be equipped with knowledge about graphic design. This training is conducted in community institutions, namely youth organizations. Youth Organization Youth Organization Rejomulyo Village is one of the Community Institutions which is a forum for youth development that grows and develops on the basis of awareness and a sense of social responsibility. The board of the Youth Youth Organization for Youth is still productive youth. Training to increase the creativity of the Youth Youth Organization especially in CorelDRAW graphic design skills to increase creativity. The ability to convey ideas and ideas in an effort to build a young generation whose creativity certainly requires the support of information and communication technology as outlined in the form of banners, posters, invitations. This can all be done, if we can master or have good graphic design skills. On this occasion, there will be a transfer of knowledge in the form of mastery of graphic design skills using CorelDRAW. Keywords: CorelDRAW, Creativity, Karang Taruna
Sosialisasi Peran Kader Tuberkulosis (TB) Care Aisyiyah Kabupaten Kediri Terdampak Pandemi Covid-19 Fauziah Hanum; Ajie Hanif Muzaqi; Heylen Amildha Yanuarita
SINAR SANG SURYA Vol 5, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v5i1.1510

Abstract

ABSTRAK Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kasus tuberculosis (TB) terbanyak nomor 2 di dunia setelah India. Maskipun demikian Indonesia telah meraih progress positif dalam penanganan TB selama satu dekade terakhir. Hal tersebut tidak terlepas dari keterlibitan komunitas TB Care Aisyiyah dalam penanganan kasus TB di daerah. Namun terdapat kendala ketika pandemic Covid-19 melanda.  Komunitas TB Care Aisyiyah mengalami beberapa kesulitan menjalankan peran dan fungsinya. Kesulitan tersebut seperti data pasien TB di Kabupaten Kediri tidak bisa dengan mudah didapatkan dari puskesmas-puskesmas dikarenakan terbatasnya informasi yang diberikan oleh puskesmas terdekat. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan bantuan pendampingan penggunaan web conference tentang adaptasi kebiasaan baru pada kader TB Care Aisyiyah   agar program dan kegiatan TB Care Aisyiyah tetap berjalan meskipun ditengah pandemic Covid-19. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah tersusunnya program-program unggulan TB Care Aisyiyah di era adaptasi kebiasan baru, dimana program-program tersebut lebih mengarah kepada advokasi dan pelayanan secara virtual. Kata kunci: Sosialisasi; Tuberculosis; Pandemi; Covid-19ABSTRACTIndonesia is one of the countries that has the second highest number of tuberculosis (TB) cases in the world after India. Even so, Indonesia has made positive progress in handling TB during the last decade. This is inseparable from the involvement of the TB Care Aisyiyah community in handling TB cases in the regions. However, there were obstacles when the Covid-19 pandemic hit. The TB Care Aisyiyah community has experienced several difficulties in carrying out its roles and functions. These difficulties, such as data on TB patients in Kediri District, cannot easily be obtained from the health centers due to the limited information provided by the closest health center. This service aims to provide assistance in the use of web conferences regarding the adaptation of new habits to TB Care Aisyiyah cadres so that TB Care Aisyiyah programs and activities continue to run even in the midst of the Covid-19 pandemic. The result of this service activity is the compilation of excellent TB Care Aisyiyah programs in the era of new adaptation habits, where these programs are more directed towards advocacy and virtual services.Keywords: Socialization, Tuberculosis, Covid-19.
Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Penularan Dan Penyebaran COVID-19 Bambang Murwanto; Sarip Usman; Prayudhy Yushananta
SINAR SANG SURYA Vol 5, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v5i1.1573

Abstract

ABSTRAK Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular berpotensi kematian yang disebabkan SARS-COV2. Meningkatnya kasus COVID-19 dipengaruhi perilaku masyarakat dalam mencegah dan memutus mata rantai penularan. Pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui kegiatan penyuluhan, membagikan masker, hand sanitizer, dan leaflet, memasang poster himbauan, serta pemberian bantuan sarana cuci tangan. Kegiatan dilaksanakan di kelurahan padat penduduk yang besar potensi penyebaran. Pengabdian telah mengedukasi 100 rumah tangga dengan pemberian masker, hand sanitizer, dan leaflet, memasang spanduk di tempat terbuka, serta pemberian dua unit sarana cuci tangan. Pemasangan sarana cuci tangan di Pusat Kesehatan Kelurahan (Poskeskel) dan Balai Kelurahan. Diharapkan, kegiatan pengabdian dapat dilanjutkan dengan melibatkan mitra yang lebih luas. Kata kunci: COVID-19, pengetahuan, pencegahan, penularan ABSTRACTCorona Virus Disease 2019 (COVID-19) is a potentially fatal infectious disease caused by the SARS-COV2. The increasing COVID-19 cases are influenced by people's behavior in preventing and breaking the chain of transmission. Community service aims to increase community knowledge through outreach activities, distributing masks, hand sanitizers, and leaflets, placing appeals posters, and providing hand washing facilities. The activity is carried out in a densely populated urban village with a large potential for distribution. Community service has educated 100 households by giving masks, hand sanitizers, and leaflets, installing banners in the open space, and giving two units of hand-washing facilities. Installation of hand-washing facilities at the Village Health Center (Poskeskel) and the Village Office. It is hoped that community service activities can be continued by involving a wider range of partners. Keywords: COVID-19, knowledge, prevention, transmission
Sosialisasi Permainan Tradisional Dalam Upaya Mengembangkan Karakter Sosial Bagi Siswa Sekolah Dasar Singgih Bektiarso; Sudarti Sudarti; Yushardi Yushardi
SINAR SANG SURYA Vol 5, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v5i1.1487

Abstract

ABSTRAK  Proses pembelajaran berbasis daring selama pandemi Covid-19 menimbulkan berbagai permasalahan bagi anak dan keluarganya, khususnya siswa Sekolah Dasar (SD). Adanya pembatasan sosial menimbulkan rasa jenuh sehingga intensitas penggunaan handphone sebagai media bermain dan hiburan semakin meningkat. Dampak yang dikhawatirkan dari kondisi ini adalah perkembangan karakter sosial anak menjadi terhambat. Anak – anak cenderung bersikap individual, misalnya kurang peduli, kurang sportif, dan kurang bertanggungjawab. Dengan memperkenalkan permainan tradisional kepada anak usia sekolah dasar diharapkan menjadi salah satu alternative solusi. Tujuan dari kegiatan ini yaitu mensosialisasikan permainan tradisional kepada para orang tua siswa Sekolah Dasar (SD) dalam upaya mengembangkan karakter sosial bagi anak. Metode kegiatan yang dilakukan yaitu memberikan penyuluhan dalam bentuk webinar yang diikuti oleh 54  orang tua siswa SD. Pada akhir kegiatan, memberikan kuesioner melalui google form yang berisi 12 pertanyaan atau pernyataan. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa 7,4 % siswa belum pernah bermain dengan permainan tradisional, 64,8% menyatakan pentingnya permainan tradisional untuk anak usia SD, 63% orang tua yakin bahwa permainan tradisional dapat mengembangkan karakter sosial anak. Terdapat  3 permainan tradisional yang pernah dimainkan oleh anak – anak adalah 1) petak umpet (44,4%), 2) layang – layang (27,8%), 3) lompat tali (20,3%). Kesimpulan: bahwa permainan tradisional masih di harapkan bagi orang tua siswa untuk bermain anak – anak yang diyakini mampu mengembangkan karakter sosial anak.Kata kunci: Respon orang tua, permainan tradisional, dan karakter sosialABSTRACT The online-based learning process during the Covid-19 pandemic caused various problems for children and their families, especially elementary school (SD) students. The existence of social restrictions creates a feeling of saturation so that the intensity of using cellphones as a medium for play and entertainment increases. The worrying impact of this condition is that the development of children's social character is hampered. Children tend to behave individually, for example less caring, less sporting, and less responsible. By introducing traditional games to elementary school age children, it is hoped that it will be an alternative solution. The purpose of this activity is to socialize traditional games to parents of elementary school (SD) students in an effort to develop social character for children. The method of the activity carried out was to provide counseling in the form of a webinar which was attended by 54 parents of elementary school students. At the end of the activity, give a questionnaire via google form which contains 12 questions or statements. The results of the questionnaire showed that 7.4% of students had never played traditional games, 64.8% stated the importance of traditional games for elementary school age children, 63% of parents believed that traditional games could develop children's social character. There are 3 traditional games that have been played by children, namely 1) hide and seek (44.4%), 2) kite (27.8%), 3) jump rope (20.3%). Conclusion: traditional games are still expected for parents to play with children who are believed to be able to develop children's social character.Keywords: Parental responses, traditional games, and social characters

Page 1 of 2 | Total Record : 14