cover
Contact Name
Putu Doddy Heka Ardana
Contact Email
doddyhekaardana@unr.ac.id
Phone
+62361-467533
Journal Mail Official
gradien.ft@unr.ac.id
Editorial Address
Jalan Kampus Ngurah Rai - Padma, Penatih, Denpasar Timur
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Teknik Gradien
Published by Universitas Ngurah Rai
ISSN : 20852932     EISSN : 27970094     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Teknik Gradien adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai. Hal ini bertujuan untuk memediasi dan mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang teknik sipil dan perancangan, dimana pembaca jurnal diharapkan dari peneliti / ilmuwan teknik sipil, peneliti / ilmuwan bidang perencanaan (Arsitektur), mahasiswa di bidang terkait, insinyur, dan praktisi di bidang ini. Jurnal Teknik Gradien menerbitkan jurnal dua kali dalam setahun, yaitu April dan dan Oktober. Ini memungkinkan proses publikasi yang lebih ketat dan memungkinkan dewan editorial memperbaiki kinerja jurnal. Jurnal Teknik Gradien menerbitkan artikel ilmiah di bidang teknik sipil dan perancangan, sebagai berikut. - Rekayasa Struktural, - Teknik Sumber Daya Air, - Teknik Transportasi, - Bidang Geoteknik, - Teknik & Manajemen Konstruksi, - Perencanaan Kota - Rekayasa Geospasial dan Geomatika, - Pelabuhan - Heritage Architecture - Building Technology - Urban Design - Architecture and Tourism Planning - Landscape Architecture. Semua makalah yang dikirimkan akan menjalani proses peninjauan Secara umum, Jurnal Teknil Gradien memprioritaskan makalah yang dapat menunjukkan orisinalitas, kebaruan, dan temuan penting yang dapat bermanfaat bagi minat pembaca. Pemeriksaan kesamaan untuk semua kertas yang dikirimkan akan diterapkan untuk memastikan kualitas kertas. Dalam hal ini, dewan redaksi Jurnal Teknik Gradien berkomitmen untuk memungkinkan makalah berkualitas serta berkontribusi di bidang teknik sipil dan perencanaan.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
ANALISIS SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DESA MANIKLIYU KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI Dwikarna Putra, I Putu; Soriarta, I Ketut; Putra, I Ketut Mahardika
Jurnal Teknik Gradien Vol 17 No 01 (2025): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v17i01.1395

Abstract

Reservoar eksisting di Desa Manikliyu yang diberi nama Reservoar Manikliyu Satu hanya melayani sambungan rumah penduduk Desa Manikliyu yang terletak di hilir reservoar. Sedangkan penduduk yang terletak di hulu Reservoar Manikliyu Satu belum terlayani air bersih. Oleh sebab itu, dibutuhkan pembangunan reservoar rencana atau Reservoar Manikliyu Dua yang terletak di hulu Reservoar Manikliyu Satu sehingga dapat meningkatkan daerah pelayanan air bersih di Desa Manikliyu. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan air bersih di Desa Manikliyu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Hasil perhitungan proyeksi jumlah penduduk di Desa Manikliyu di tahun 2045 berjumlah 2576 jiwa. Debit yang dapat dialirkan sebesar 5 lt/dt. Defisit air terjadi pada tahun 2046 karena kebutuhan air pada tahun tersebut sebesar 5.07 lt/dt. Dari analisis perhitungan volume Reservoar Manikliyu Dua sebesar 100 m3. Berdasarkan volume tersebut, direncanakan dimensi reservoar yaitu: panjang 5 meter, lebar 5 meter, tinggi permukaan air 4 meter dan dengan tinggi jagaan 0,5 meter. Hasil analisis tekanan maksimum pada jaringan pipa transmisi sebesar 10,97 bar. Berhubung tekanan pipa melebihi 10 bar maka sepanjang 300 meter dari pompa digunakan pipa berjenis GIP. Hasil analisis tekanan maksimum pada jaringan pipa distribusi sebesar 6,19 bar maka digunakan jenis pipa PVC bertekanan PN 10. Hasil analisis kecepatan aliran pada jaringan pipa transmisi sebesar 0,64 m/dt. Hasil analisis kecepatan aliran pada jaringan pipa distribusi sebesar 1,13 m/dt dan 0,57 m/dt. Dari hasil analisis diperoleh diameter pipa 100 mm untuk jaringan pipa transmisi dan diameter pipa 75 mm untuk jaringan pipa distribusi.
MITIGASI RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE BOWTIE Istri Lestari, I Gusti Agung Ayu; Kurniari, Krisna; Diputera, I Gede Angga; Prasetya, I Komang Teguh
Jurnal Teknik Gradien Vol 17 No 01 (2025): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v17i01.1396

Abstract

Pembangunan gedung bertingkat memiliki kemungkinana terjadinya kecelakaan kerja yang tinggi. Pada proses berlangsungnya konstruksi banyak pekerjaan yang berpotensi menimbulkan terjadinya kecelakaan kerja. Manajemen risiko penting untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi selama proyek berlangsung. Salah satu pembangunan gedung bertingkat adalah pembangunan Pasar Semarapura yang terletak di Kabupaten Klungkung Bali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mitigasi risiko mayor dalam pembangunan pasar Semarapura dengan menggunakan metode Bowtie. Penelitian diawali dengan melakukan identifikasi risiko khususnya terkait dengan kecelakaan kerja, kemudian dilanjutkan dengan menganalisis risiko untuk mengetahui risiko mayor (mayor risk) dalam pembangunan pasar Semarapura. Risiko yang bersifat mayor dianalisis tindakan mitigasinya lebih lanjut dengan metode Bowtie. Dalam metode bowtie akan dianalisis secara detail mengenai penyebab dan kontrol terhadap penyebab serta dampak dan kontrol terhadap dampak dari risiko yang bersifat mayor (mayor risk). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 7 (tujuh) risiko yang tergolong kedalam risiko mayor seperti: pekerja tertimpa material akibat sling putus pada pekerjaan pondasi, pekerja tertimpa bekisting pada pekerjaan struktur lantai 1 dan 2, pekerja terjatuh pada pekerjaan plat, pekerjaan MEP (Mechanical Electrical Plumbing) dan pekerjaan ACP (Aluminium Composite Panel) serta pekerja terkena pecahan mata gerinda pada pekerjaan keramik. Risiko yang tergolong risiko mayor ini selanjutnya dianalisis dengan metode bowtie dengan hasil yang menunjukkan bahwa dari 7 (tujuh) risiko yang perlu tindakan mitigasi, terdapat 18 penyebab risiko dengan 39 tindakan kontrol terhadap penyebab risiko. Analisis bowtie juga menghasilkan 18 konsekuensi atau dampak risiko dan sebanyak 62 tindakan kontrol atau preventif terhadap segala kemungkinan dampak yang terjadi.
PENGARUH ABU JERAMI DAN ABU DAUN BAMBU TALI SEBAGAI BAHAN SUBTITUSI SEMEN PADA PEMBUATAN BETON Widnyana, I Nyoman Suta; Setiawan, I Wayan Deni
Jurnal Teknik Gradien Vol 17 No 01 (2025): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v17i01.1397

Abstract

Salah satu cara untuk dapat mengurangi penggunaan semen dalam beton yaitu dengan dengan menggunakan abu yang memiliki sifat pozzolan atau banyak mengandung unsur silika dan alumina yaitu, seperti: abu jerami, abu sekam padi dan lainnya. Dalam penelitian ini, memanfaatkan abu jerami dan abu daun bambu tali sebagai substitusi semen, dengan faktor air semen 0,56. Tujuan dari penelitian ini yaitu: untuk mengetahui pengaruh substitusi semen dengan material abu jerami dan abu daun bambu tali terhadap kuat tekan beton. Penelitian ini menggunakan metode experimen dengan total benda uji kubus 15cm x 15cm x 15cm sebanyak 24 buah, terdiri tiga variasi yaitu: (0% AJ : 5% ADB) (5% AJ : 0% ADB) (2,5% AJ : 2,5% ADB) dari berat semen. Setiap variasi dibuat 6 buah benda uji. Mutu beton yang direncanakan adalah f’c = 20 MPa. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7 dan 28 hari.Dari hasil uji didapatkan pengaruh penggantian sebagian semen dengan abu jerami dan abu daun bambu tali terhadap kuat tekan beton dengan prosentase pergantian 5% abu dari berat semen dengan variasi : Penggantian 5% semen menggunakan AJ pada umur 7 hari menghasilkan kuat tekan rata-rata sebesar 10,10 MPa, menunjukan hasil penurunan kuat tekan beton sebesar 3,78 % dan 28 hari sebesar 15,88 MPa, penurunan kuat tekan beton sebesar 4,78 %. Pengantian 5% semen dengan menggunakan ADB pada umur 7 hari menghasilkan kuat tekan rata-rata sebesar 11,84 MPa, menunjukan hasil penurunan kuat tekan beton sebesar 2,04 % dan 28 sebesar 18,47 MPa, penurunan kuat tekan beton sebesar 2,19 %. Penggantian 5% semen dengan 2 jenis abu yaitu AJ dan ADB pada umur 7 hari menghasilkan kuat tekan rata-rata sebesar 11,66 MPa, menunjukan hasil penurunan kuat tekan beton sebesar 2,22 % dan 28 hari sebesar 18,25 MPa, penurunan kuat tekan beton sebesar 2,41 %.
ANALISIS KERUSAKAN, PROGRAM PENANGANAN, DAN ESTIMASI BIAYA REHABILITASI JEMBATAN KUTAI LAMA DENGAN BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM Prabowo, Sigit Herananda; Suwito, Tukimun Darmo; Admaja, Wahyu Mahendra Trias
Jurnal Teknik Gradien Vol 17 No 01 (2025): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v17i01.1399

Abstract

Jembatan Kutai Lama merupakan infrastruktur vital yang menghubungkan Desa Kutai Lama dengan wilayah sekitarnya. Jembatan tersebut sudah beroperasi sekitar 15 tahun. Seiring waktu, berbagai bentuk kerusakan terjadi pada elemen jembatan, seperti retak pada struktur beton, korosi pada rangka baja, serta sistem drainase yang tersumbat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi jembatan, merancang program penanganan, serta mengestimasi biaya rehabilitasi dan pemeliharaan menggunakan Bridge Management System (BMS) yaitu sebuah sistem manajemen yang dikembangkan khusus untuk mengelola jembatan. Tujuan utama dari BMS adalah untuk menyusun agenda, melaksanakan tindakan perawatan, dan melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi jembatan sehingga didapatkan sebuah program perawatan jembatan sesuai dengan kerusakan yang terjadi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui survei lapangan dan analisis dokumen teknis yang dikumpulkan dari hasil survey lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi beberapa elemen jembatan mengalami kerusakan sedang hingga berat, sehingga diperlukan tindakan pemeliharaan rutin, berkala, serta rehabilitasi. Metode perawatan tersebut akan ditentukan berdasarkan tingkat keparahan dari kerusakan yang ada. Untuk pelaksanaan program perawatan tersebut dibutuhkan estimasi biaya perbaikan berdasarkan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Bina Marga 2023 menunjukkan total anggaran sebesar Rp7.879.754.000,00 (tujuh milyar delapan ratus tujuh puluh sembilan juta tujuh ratus lima puluh empat ribu rupiah). Program perawatan jembatan tersebut diharapkan mampu mempertahankan umur rencana (UR) jembatan sesuai perencanaan yang dibuat. Rekomendasi penanganan yang diusulkan mencakup perbaikan elemen beton dengan injeksi epoksi, pengecatan ulang struktur baja, serta penggantian elemen yang rusak. Dengan implementasi program pemeliharaan yang efektif, diharapkan umur layanan jembatan dapat diperpanjang dan keselamatan pengguna tetap terjaga.
EVALUASI KINERJA RUAS JALAN DI KECAMATAN KUTA UTARA Kariyana, I Made; Hiswara, I Putu Raditya; Pratama, I Gede Ardi Yudha; Wirawan, I Gusti Ngurah Bagus Manik Lanang Rai; Dewiyanti, Ni Putu Ditha; Kertayasa, I Gede
Jurnal Teknik Gradien Vol 17 No 01 (2025): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v17i01.1403

Abstract

Kecamatan Kuta Utara, sebagai kawasan wisata utama di Kabupaten Badung, Bali, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan volume kendaraan akibat pertumbuhan aktivitas wisata dan penduduk. Kondisi ini menyebabkan penurunan kinerja ruas jalan yang seringkali tidak mampu menampung volume lalu lintas pada jam puncak. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja tiga ruas jalan utama di wilayah tersebut, yaitu Jl. Raya Padonan (Br. Dama), Jl. Raya Padonan (Br. Aseman Kangin), dan Jl. Raya Batu Bolong. Data survei diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap volume lalu lintas, hambatan samping, dan kecepatan kendaraan pada periode pagi, siang, dan sore. Hasil analisis menunjukkan variasi tingkat pelayanan (LOS) dari D hingga F di ketiga lokasi, dengan tingkat kemacetan yang bervariasi pada lokasi pertama kemacetan tertinggi terjadi pada sore hari, di lokasi kedua kemacetan tertinggi terjadi pada pagi hari, dan di lokasi ketiga kemacetan tertinggi terjadi pada siang hari. Hambatan samping berkategori tinggi (H) ditemukan di lokasi kedua dan ketiga pada sore hari, sementara kecepatan di setiap lokasi bervariasi mengikuti jam puncak dimasing-masing periode, kecepatan kendaraan cenderung menurun pada jam puncak seiring meningkatnya jumlah kendaraan, terutama pada kendaraan berat. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan kapasitas jalan dan pengelolaan hambatan samping sebagai langkah strategis untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan efisiensi lalu lintas.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PEKERJAAN BEKISTING TRADISIONAL DENGAN BEKISTING SEMI SISTEM PADA PROYEK VILLA AQUAMARINE CANGGU Wiradnyana, I Gede Oka; Astrawan, I Komang Alit; Setiawan, I Gede Nik; Pamungkas, Tri Hayatining; Indramanik, Ida Bagus Gede; Partama, I Gusti Ngurah Eka; sumarda, gede
Jurnal Teknik Gradien Vol 17 No 01 (2025): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v17i01.1404

Abstract

Struktur bangunan gedung dewasa ini lebih didominasi oleh beton berupa beton bertulang. Untuk membentuk beton sesuai dengan yang diinginkan diperlukan cetakan beton. Cetakan beton itulah yang kemudian dikenal sebagai bekisting. Seiring berjalannya waktu, harga material bangunan semakin naik. Pihak perencana harus dapat mencari alternatif lain dalam pelaksanaan konstruksi agar proyek tetap berjalan sesuai dengan efisien dari segi biaya tanpa mengurangi mutu dalam pelaksanaanya. Pada beberapa elemen bangunan villa ada yang memiliki biaya besar salah satunya yaitu pada bekisting tradisional. Bekisting Semi Sistem sebagai salah satu alternatif pengganti dari bekisting kayu dapat memungkinkan mengurangi terjadinya waste material karena dapat digunakan berulang kali sesuai kebutuhan dan dapat dijadikan investasi bagi penyedia jasa konstruksi untuk dapat digunakan pada proyek selanjutnya. Metode Deskriptif Komparatif digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis metode pelaksanaan pekerjaan struktur dengan bekisting tradisional dengan semi sistem terhadap biaya. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat dilihat bahwa besar biaya keseluruhan pekerjaan bekisting tradisional kolom dan balok sebesar Rp 29.481.358,00 dan besar keseluruhan biaya pekerjaan bekisting kolom dan balok semi sistem sebesar Rp 53.945.784,00. Selisih biaya dari penggunaan bekisting tradisional dan bekisting semi sistem sebesar Rp 24.464.426,00. Akan tetapi jika penggunaan berapa kali pakai menggunakan bekisting semi sistem memperlihatkan lebih ekonomis dibandingkan dengan bekisting tradisional baik untuk pekerjaan kolom maupun balok.
STUDI KOMPARASI PARAMETER RESPONS SPEKTRUM GEMPA DESAIN SNI 1726-2012 TERHADAP SNI 1726-2019 DAERAH BALI UTARA DAN BALI BARAT Astariani, Ni Kadek; Astika, I Kadek; Juliawan, I Kadek Hendra; Hidayatulah, Syarif; Suarjana, I Gede Purnomo
Jurnal Teknik Gradien Vol 17 No 01 (2025): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v17i01.1405

Abstract

Daerah Bali utara dan Bali barat yang meliputi Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Jembrana merupakan daerah rawan gempa karena memiliki beberapa pegunungan yang melintang di sepanjang kedua kabupaten tersebut. Peraturan gempa yang berlaku saat ini adalah SNI 1726-2019 yang mengadopsi ASCE 7-16, dengan adanya perubahan peraturan tersebut, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap bangunan yang telah dibangun menggunakan peraturan SNI 1726-2012. Terkait dengan adanya pembaharuan tersebut maka dilakukan komparasi parameter respons spektrum gempa SNI 1726-2012 terhadap SNI 1726-2019 dengan memilih 10 lokasi di kedua kabupaten dengan menggunakan kelas situs yaitu tanah keras (SC), tanah sedang (SD), dan tanah lunak (SE). Setiap perubahan pada parameter dan koefisien, baik itu peningkatan maupun penurunan, akan mempengaruhi grafik spektrum respons desain. Dari hasil analisis dengan menggunakan metode rspons spektrum gempa, terlihat bahwa adanya peningkatan beberapa nilai parameter SNI 1726-2019 terhadap SNI 1726-2012 berdasarkan kelas situs atau jenis tanahnya. Untuk parameter SDS dan SD1 pada kelas situs tanah keras (SC), tanah sedang (SD), dan tanah lunak (SE) rata-rata mengalami kenaikan pada grafik respons spektrum dengan menggunakan SNI 1726-2019 jika dibandingkan dengan SNI 1726-2012. Berdasarkan hasil penelitian ini maka sangat perlu dilakukan segera evaluasi keamanan bangunan mengacu SNI-1726:2019 bagi bangunan yang berada di lokasi yang nilai SDS dan SD1 nya mengalami kenaikan.
ANALISIS KAWASAN RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS Eratodi, I Gusti Lanang Bagus; Putri, Dewa Ayu Putu Adhiya Garini; Mbete, Mario Hironimus; Putra, Ach Firdaus Eric
Jurnal Teknik Gradien Vol 17 No 01 (2025): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v17i01.1411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kecelakaan dan lokasi titik rawan kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan Sesetan yang terletak di kawasan Denpasar Selatan. Tingginya mobilitas penduduk pada kawasan ini serta arus transportasi yang tinggi membuat kawasan ini merupakan salah satu kawasan yang paling rentan terhadap kejadian kecelakaan kendaraan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menentukan nilai Angka Ekivalen Kecelakaan (EAN) dan nilai Upper Control Limit (UCL). Beberapa penelitian serupa telah dilakukan, namun pada penelitian ini menggunakan gabungan metode antara observasi langsung dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh jumlah kecelakaan yang terjadi selama periode tahun 2019 hingga 2020 adalah sebesar 19 kejadian. Pada tahun 2019 total nilai AEK 39 dengan Tingkat Kecelakaan sebesar 9,024. Sedangkan pada tahun 2020, nilai AEK yang didapatkan adalah sebesar 54 dengan tingkat kecelakaan sebesar 12,874. Pada tahun 2021 nilai AEK sebesar 36 dengan tingkat Tingkat Kecelakaan mencapai 22,166. Berdasarkan hal tersebut, hasil rekapitulasi perhitungan menunjukan bahwa jumlah lokasi rawan kecelakaan tertinggi berada pada segmen ruas jalan 10. Penelitian mengenai analisis kawasan rawan kecelakaan menjadi salah satu penelitian penting untuk dilakukan mengingat aspek keselamatan transportasi menjadi salah satu fokus poin utama dalam manajemen sistem transportasi. Pada penelitian selanjutnya jenis penelitian ini dapat dikembangkan dengan menggunakan beberapa metodologi yang menggunakan pendekatan berbasis artificial intelligent (AI) ataupun machine learning (ML).
ENERGI POTENSIAL PEGAS DALAM KONSTRUKSI BALOK SEDERHANA BERBAHAN BETON BERTULANG Eka Partama, I Gusti Ngurah
Jurnal Teknik Gradien Vol 8 No 1 (2016): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu benda atau material selalu memiliki massa yang merupakan komponen terpenting dari energi. Nilai energi akan ditentukan oleh massa, dimensi dan jarak dari permukaan bumi. Dimensi terpasang harus efektif dan efesien yang dimaksudkan agar konstruksi aman dalam memikul beban rencana dan biaya yang dibutuhkan tidak berlebih atau tidak boros. Kekuatan bahan adalah pertimbangan utama dalam menentukan kemampuan pikul dari suatu elemen struktur. Kekuatan bahan ditentukan oleh jenis material dan dimensi dari elemen struktur dimaksud. Kemampuan pikul suatu elemen struktur ditentukan oleh kemampuan elemen struktur untuk menyediakan energi potensial pegas yang juga dipengaruhi oleh jenis material dan dimensi elemen struktur. Kemampuan pikul suatu elemen struktur akan diindikasikan oleh nilai tengangan maksimum yang terjadi pada setiap bagian penampang balok dan nilai lendutan atau defleksi dari elemen struktur yang dimaksud. Suatu model struktur balok sederhana dua tumpuan bahan beton bertulang, bentang 10 m, dikerjakan beban terpusat 10 ton dan beban merata penuh 2 t/m. Suatu analisa diperlukan untuk menentukan dimensi balok sehingga mampu memikul beban rencana konstruksi balok sederhana model tersebut. Jumlah nominal energi yang dibutuhkan untuk memikul beban rencana pada konstruksi balok sederhana model dapat dihitung berdasarkan dimensi yang telah ditentukan. Hasil perhitungan mendapatkan model struktur balok sederhana dua tumpuan bahan beton bertulang, bentang 10 m, beban terpusat 10 ton dan beban merata penuh 2 t/m dimensi yang paling efektif dan efesien yang dapat digunakan adalah 45/90 cm. Energi potensial pegas yang dimanfaatkan sehingga mampu memikul beban dalam konstruksi tersebut sebesar 3,74 kJ
MODEL MATEMATIS DALAM ANALISA HIDROLOGI Diasa, I Wayan
Jurnal Teknik Gradien Vol 8 No 1 (2016): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

sungai tersebut. Dalam kasus-kasus tertentu ada yang belum mampu terjawab oleh teorema yang ada dalam hidrologi sehingga terjadi kendala dalam menjawab masalah yang timbul.Debit banjir yang timbul disebabkan berbagai faktor antara lain faktor tinggi hujan, luas DAS dan luas Vegetasi. Untuk itu perlu dilakukan analisa model untuk faktor tersebut.Model adalah bentuk penyederhanaan suatu realita sehingga mudah dipahami dan diartikan. Ada beberapa type model yakni model fisik dan model matematis, model fisik meliputi miniatur, maket,prototipe dan model matematis meliputi formulasi yang diterjemahkan dalam bentuk persamaan matematis yang sederhana dan representatif.Salah satunya adalah model regresi linier berganda dalam bentuk fungsi;