cover
Contact Name
Yasmina Amalia
Contact Email
yasminaamalia@yahoo.com
Phone
+628562553026
Journal Mail Official
adminjmept@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Babarsari No. 2, Tambakbayan, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology
ISSN : 27236854     EISSN : 27981037     DOI : https://doi.org/10.31315/jmept
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology diterbitkan oleh Program Studi Teknik Metalurgi, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta. Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu Februari dan Agustus. Fokus dan ruang lingkup Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology adalah Pengolahan Mineral, Batubara, Metalurgi Ekstrasi, Metalurgi Fisika, Metalurgi Mekanik, dan Pengelolaan Mineral
Articles 129 Documents
ANALISIS KUALITAS TERHADAP BATUGAMPING QUARRY HINGGA TEPUNG KALSIUM KARBONAT HASIL PRODUKSI DI PT. SUGIH ALAMANUGROHO Monika Asworo; Tri Wahyuningsih; Anton Sudiyanto; Olivia Silvi Hermanto; Meindra Setyawan
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 3, No 1 (August 2022)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v3i1.7038

Abstract

Limestone is a rock belonging to the type of sedimentary rock, formed as a result of a natural sedimentation process. Limestone is a type of non-metallic mineral that is used in various sectors, such as in the paint industry, glass industry, plastics, paper industry, liming on agricultural land and is also used in the metal smelting industry. Limestone products produced by PT. Sugih Alamanugroho is in the form of calcium carbonate flour (powder) with sizes of 800 and 1,200 mesh. Before being marketed, calcium flour will go through a series of quality analysis processes to determine moisture content, degree of whiteness and residual weight (+800 mesh). The water content test was analyzed using an infrared moisture determination balance tool, aiming to find out what percentage of the water content contained in limestone and calcium carbonate flour. The degree of whiteness was analyzed using a reflectometer. Residual testing was carried out by weight pf the residue after the drying process was carried out in the oven. Based on the data, the calcium carbonate flour produced has passed the quality test, with a moisture content <0.03%, a whiteness degree >89.6% and a residual weight (+800 mesh) <0.05% in accordance with the quality standards of limestone and calcium flour. carbonates that have been determined by the company. So that the packaging and marketing process can then be carried out.Keywords: Limestone, Calcium Carbonate Flour, Moisture, Whiteness, Residue Weight
ANALISIS PENYEBAB DAN PENCEGAHAN KEAUSAN PADA PICK BREAKER PT. GANDA ALAM MAKMUR- SANGKULIRANG, KALIMANTAN TIMUR indri Ariyanthy Melindah; Riria Zendy Mirahati; Anton Sudiyanto
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 3, No 1 (August 2022)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v3i1.6714

Abstract

Dalam proses produksi batubara pada PT. Ganda Alam Makmur, alat yang digunakan dalam proses crushing batubara yaitu feeder breaker sering mengalami berbagai masalah salah satunya adalah terjadi keausan pada pick breaker. Oleh karena itu, pemeliharaan atau pemeliharaan yang diperlukan sesuai jadwal dan tidak terjadwal untuk memaksimalkan kinerja seluruh mesin agar dapat beroperasi secara maksimal. Pada dasarnya pemeliharaan sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah yang terjadi di pabrik dan kerap kali ditemui dengan waktu yang tidak menentu, sehingga dengan adanya masalah yang terjadi pada alat peng tersebut maka diperlukan analisis tentang keausan. Keausan adalah bahan dari suatu permukaan atau perpindahan dari permukaannya ke bagian yang lain.Keausan yang terjadi pada suatu materi disebabkan oleh adanya beberapa mekanisme yang berbeda dan terbentuk oleh beberapa parameter yang bervariasi meliputi bahan, lingkungan, kondisi operasi, dan geometri permukaan benda yang terjadi keausan. Keausan yang terjadi pada pick breaker di PT. Ganda Alam Makmur disebabkan oleh adanya gangguan antara batubara dan pemutus arus, pembebanan secara berulang-ulang, dan reaksi kimia pada pemutus arus karena adanya kandungan sulfur yang tinggi pada batubara. Hal tersebut dapat dilakukan dengan salah satu cara yaitu hardfacing dengan kawat cobalarc AUSTEX dan Cobalarc 9e. Hardfacing yaitu teknik las menambah material pada permukaan material atau benda kerja yang lain, dan biasanya digunakan untuk komponen-komponen yang aus atau keropos. Kata Kunci : Feeder Breaker, Pick Breaker, Keausan, Hardfacing, Batubara
PENGARUH DEOXIDIZING AGENT PADA MATERIAL ADDITION LADLE FURNACE DI PT GUNUNG RAJA PAKSI, CIKARANG BARAT Muhammad Fendy Saputra; Sudaryanto Sudaryanto
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 3, No 1 (August 2022)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v3i1.6530

Abstract

PT Gunung Raja Paksi bergerak dibidang industri peleburan dan penggilingan baja (Furnace &Steel Rolling), yang meliputi produksi Baja Batangan, Baja Lembaran dan Baja Gulungan yaitu Slab, Billet, Beam Blank, Bloom serta turunannya seperti Hot Rolled Plate & Coil serta turunannya, Baja Profil seperti Angle, WF, H-Beam dan turunannya. Dalam peleburan memiliki proses yaitu Primary Steelmaking (Peleburan), Secondary Steelmaking (Pemurnian), Casting (Pengecoran).Secondary Steelmaking adalah proses pemurnian baja cair yang dilakukan di Ladle Furnace (LF) untuk melayani dapur listrik proses dan menyediakan bahan baku baja cair ke mesin pengecoran kontinyu (CCM). Aktivitas utama di dalam ladle furnace adalah: mengatur temperatur baja cair yang akurat sebagai bahan baku untuk pengecoran. peningkatan kebersihan baja melalui deoksidasi dan desulfurisasi. homogenisasi temperatur dan komposisi kimia dengan menggunakan gas Argon; dan menambahkan alloy untuk mendapatkan spesifikasi yang diinginkan. Material addition pada alumunium killed steel adalah alumunium ingot, alumunium wire, alumunium mix, CaSi wire, CaO, CaF2, carbon riser/calcined petroleum coke, FeSi, SiMn dengan metode casting berupa close casting. Sedangkan material addition pada silicon killed steel adalah serbuk FeSi, SiMn, CaO, CaF2, carbon riser/calcined petroleum coke, dengan metode casting berupa open casting.
PENGARUH PENGGUNAAN ELEKTRODA E7016 DAN E81T1-GC TERHADAP KUAT TEKAN HASIL PENGELASAN SMAW DAN FCAW PADA MATERIAL DNVGL 450 DAN ASTM A694 STRUKTUR PLR (PIG LAUNCHER RECEIVER) PROYEK BP TORTUE SUBSEA PROJECT DI PT MCDERMOTT INDONESIA Arsyi Yogaswara; Untung Sukamto
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 3, No 1 (August 2022)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v3i1.6522

Abstract

PT. McDermott Indonesia, salah satu anak perusahaan dari McDermott International, Inc., merupakan sebuah perusahaan jasa kontruksi minyak lepas pantai yang berfokuskan pada bidang fabrikasi yang merupakan salah satu perusahaan fabrikasi kontruksi lepas pantai terbesar di indonesia dimana mendalami beberapa bidang lainnya seperti project management, engineering, pengadaan material, serta instalasi lepas pantai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan filler elektroda terhadap hasil kuat tekan pada setiap layer pada proses pengelasan material DNVGL 450 dan ASTM A694. Adapun metode pengujian adalah pertama mencari literatur-literatur penunjang, selanjutnya adalah pengumpulan data lapangan, kemudian menganalisis data. Adapun pengelasan dilakukan dengan metode SMAW dengan menggunakan jenis elektroda E 7016 pada bagian root pass dan metode FCAW pada bagian hot pass, fill pass dan cap pass dengan electrode jenis E81T1-GC. Metode tersebut digunakan pada sambungan material DNVGL 450 Dan ASTM A694 yang kemudian hasil pengelasannya dilakukan uji kekerasan Vickers di beberapa sisinya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa penggunaan filler E81T1-GC dan elektroda E 7016 menghasilkan kekerasan logam hasil pengelasan sebesar 1.205,83 HV. Dimana berarti semakin tinggi nilai kekuatan tarik suatu material maka akan tinggi tingkat kekerasannya, namun keuletan material akan menurun (brittle). Nilai tingkat kekerasan suatu material berbanding lurus dengan kekuatan tarik dan brittleness serta berbanding terbalik dengan ductility-nya.
OPTIMALISASI MAINTENANCE MENGGUNAKAN SISTEM INSPECTION GRADE PERALATAN KILANG LANGIT BIRU BALONGAN PT PERTAMINA ( PERSERO ) Ryan Gia Septiana; Muhammad Syukron
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 3, No 1 (August 2022)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v3i1.6507

Abstract

Setiap industri mempunyai sistem maintenance pada peralatannya untuk menjaga kondisi peralatan agar dapat selalu digunakan untuk produksi. Perawatan peralatan pada industri dilakukan dengan melakukan inspeksi pada peralatan secara berkala. Hasil inspeksi akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan perawatan ataupun perbaikan pada peralatan.Peralatan yang dilakukan grading antara lain adalah 31-C-101, 32-C-103, 32-C-101,31-V-101,Angka 31 menjelaskan tentang unit kerja peralatan tersebut. C adalah coloum, dan V adalah Vessel.Damage mecahanisms di tentukan berdasarkan analisa sejarah laporan pemeriksaan,API 571 dan ASME PCC3,sehingga dapat menentukan damage mecahanisms  dan isnpeksi jenis apa yang perlu dilakukan pada peralatan tersebut.Dengan berdasarkan pada API 571 maka akan mendapatkan standar prosedur damage mechanism ,selain itu di ASME PCC3 merupakan referensi untuk menentukan damage mechanism dan juga metode inspeksi yang sesuai dengan damage mecahanisms nya. Walaupun setiap peralatan sudah dilakukan inspeksi secara berkala namun korosi akan tetap terjadi ,tetapi dengan melakukan inspeksi yang tepat maka akan mendapatkan hasil pemeriksaan yang berguna untuk perawatan dan perbaikan pada alat.
STUDI PENGARUH PENAMBAHAN H2O2 TERHADAP KADAR OKSIGEN TERLARUT (DO) DAN % EKSTRAKSI PELINDIAN EMAS DAN PERAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE BOTTLE ROLL TEST (BRT) PADA BIJIH EMAS PT CIBALIUNG SUMBERDAYA Amanda Fahira; Dyah Probowati
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 3, No 1 (August 2022)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v3i1.6681

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, salah satunya seperti emas. PT. Cibaliung Sumberdaya bergerak dibidang ekstraksi emas. Salah satu proses ekstraksi emas di PT. Cibaliung Sumberdaya yaitu pelindian/leaching. roses pelindian berlangsung selama 7 jam di dalam tangki pertama (Tank CII. 01) dengan volume efektif 485 m Tangki tersebut dilengkapi sistem pengadukan (agitasi) yang berfungsi untuk memperluas kontak antara ore dengan senyawa sianida dan sistem aerator yang bertujuan untuk mempercepat reaksi pelarutan emas.Dalam proses pelindian, ditambahkan H2O2 atau hidrogen peroksida yang digunakan sebagai oksidator yang akan mengubah CN menjadi CNO pada proses degradasi sianida di TSF (Tailing Storage Facility). Hidrogen peroksida merupakan senyawa yang reaktif, tidak stabil, mudah mengurai dan mempunyai tingkat kepekaan yang tinggi untuk membebaskan energi (mengurai secara eksotermis) yang salah satu cirinya adalah apabila tersentuh badan atau benda akan terjadi pembebasan panas.Dalam penginjeksian H2O2 ke dalam tangki leaching memerlukan dosis konsentrasi yang pas agar hasil % ekstraksi Au dan Ag yang dihasilkan dapat semaksimal mungkin.  Variable yang digunakan adalah tanpa H2O2, H2O2 5%, dan H2O2 10%.
PENGARUH WAKTU PERENDAMAN LARUTAN NaOH 30% TERHADAP KEKUATAN MEKANIK KOMPOSIT SERAT PANDAN Graha Hardi Firmanda; Sehono Sehono; Dhimas Wicaksono
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 3, No 1 (August 2022)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v3i1.6905

Abstract

Komposit merupakan suatu material yang terdiri dari dua atau lebih campuran material yang berbeda. Komposit pada umumnya terdiri dari dua penyusun yaitu serat dan matriks. Serat pada komposit dapat menjadi dua bagian yaitu alam dan buatan. Untuk membuat komposit lebih ramah lingkungan maka dapat menggunakan serat alam sebagai komposisi dari komposit. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan komposit dengan matriks dari resin epoxy dan utuk serat yang berasal dari serat pandan. Kemudian untuk serat pandan diberikan perlakukan variasi waktu perendaman pada larutan NaOH. Adapun variasi waktu yang dilakukan yaitu 0, 40, 60 dan 80 menit. Setelah dilakukan pembuatan komposit selanjutnya dilakukan pelapisan menggunakan kainfiberglass . Selanjutnya dilakukan pengujian menggunakan alat uji tarik dengan standar ASTM D3039 dan uji impact dengan standar D-256. Hasil dari penelitian ini menunjukkan semakin lama perendaman akan meningkatkan mekanis dari spesimen. Dimana untuk pengujian tarik spesimen dengan waktu perendaman 80 menit dapat menghasilkan nilai tegangan 3.4 kgf/mm 2 , beban maksimum yang dapat dicapai sebesar 541,03 kgf, dan untuk nilai kekuatan tarik maksimal mencapai 31,49 MPa. Untuk hasil uji impact paling tinggi terdapat pada variasi waktu 80 menit dengan nilai 2.3 J dan untuk nilai harga impact 0.0286 J/mm 2 .
Atomic level investigation of Top of Line Corrosion API 5L Grade B Supriyadi Junus
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 3, No 1 (August 2022)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v3i1.7232

Abstract

Analisa kimia air terproduksi fluida yang mengalir melalui jalur pipa API 5L Grade B memiliki kadar chloride (Cl-) yang sangat tinggi. chloride merupakan salah satu senyawa paling agresif terutama dalam keadaan terlokalisasi yang akan mengakibatkan terbentuknya pitting corrosion. Oleh karena itu sebagai upaya untuk mengetahui morfologi korosi secara atomic yang terjadi pada pipa yang terpasang telah dilakukan pengujian komposisi fluida, pengujian laju korosi, pengujian SEM-EDX dan pengujian XRD (X Ray Difraction). Berdasarkan hasil pengujian laboratorium larutan fluida memiliki konsentrasi komposisi kimia chloride 10.000 ppm. Laju korosi pada sampel larutan fluida 5.9 mpy.  pengujian SEM – EDX menampilkan ciri – ciri produk korosi hematite dan magnetite. Adapun pengujian XRD di area yang mengalami pitting corrosion telah mengidentifikasi senyawa senyawa produk korosi dengan terbentuknya oksida. Mekanisme corrosion damage yang terbentuk akibat chloride yang terlokalisasi dan tertutup oleh oksida menyebabkan terbentuknya spot kebocoran di dalam pipa bagian atas (top of line corrosion).
PENGARUH TEMPERATUR DAN HOLDING TIME DALAM PROSES TEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIK PIPA LOW CARBON STEEL LOW ALLOY GRADE X65Q Agris Setiawan; Bayu Yoga Pamungkas
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 3, No 1 (August 2022)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v3i1.6538

Abstract

Baja adalah logam paduan dengan besi sebagai unsur dasar dan karbon sebagai unsur paduan utamanya. Kandungan karbon dalam baja berkisar antara 0.2% hingga 2.1% berat sesuai grade-nya. Fungsi karbon dalam baja adalah sebagai unsur pengeras. Unsur paduan lain yang biasa ditambahkan selain karbon adalah mangan (manganese), krom (chromium), vanadium, dan nikel. Dengan memvariasikan kandungan karbon dan unsur paduan lainnya, berbagai jenis kualitas baja bisa didapatkan. Penambahan kandungan karbon pada baja dapat meningkatkan kekerasan (hardness) dan kekuatan tariknya (tensile strength), namun di sisi lain membuatnya menjadi getas (brittle) serta menurunkan keuletannya (ductility).Perlakuan panas (Heat Treatment) merupakan suatu proses untuk mengubah struktur mikro melalui proses pemanasan dan pengendalian laju pendinginan dengan atau tanpa mengubah komposisi kimia dari logam yang bertujuan untuk menghasilkan sifat sifat logam yang diinginkan. Perubahan sifat logam akibat perlakuan panas dapat mencakup keseluruhan bagian logam atau hanya sebagian dari logam. Uji Tarik merupakan salah satu Destructive Test (DT) yang digunakan untuk menguji kekuatan (Tensile Strength) suatu material/bahan dengan cara memberikan beban (gaya statis) sejajar dengan sumbunya secara lambat atau cepat. Dari hasil pengujian ini akan didapatkan kurva tegangan-regangan yang menampilkan kekuatan luluh, tegangan tarik maksimal, keuletan, elastisitas, dan elongasi dari specimen tersebut
STUDI LITERATUR PEMILIHAN PROSES EKSTRAKSI EMAS BERDASARKAN JENIS PORFIRI DAN LOW SULFIDATION Rifqi Alhady Aziz; Frideni Yushandiana P.G.F
Journal of Metallurgical Engineering and Processing Technology Vol 3, No 1 (August 2022)
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jmept.v3i1.6518

Abstract

Indonesia sebagai negara yang memiliki peran penting dalam penyediaan bahan baku emas untuk dunia sudah tentu harus fokus dalam mengolah emas. Pengolahan emas sendiri umum dijumpai dengan penambahan endapan emas dengan jenis tembaga porfiri dan sulfida rendah (low sulfidation). Kedua jenis tersebut memiliki karakteristiknya masing-masing dan cara pengolahan tersendiri untuk mendapatkan logam emas murni. Mineral tembaga porfiri yang kaya emas memiliki tantangan berupa keterdapatan logam tembaga yang cukup tinggi, kadar emas yang rendah dalam mineral, dan pengotor sulfida. Sedangkan mineral emas low sulfidation memiliki tantangan berupa emas refraktori yang terinklusi dalam senyawa sulfida, kadar emas yang tinggi dengan toanse yang rendah, serta kandungan pengotor sulfida. Tantangan tersebut akan menentukan jalur ekstraksi emas yang sesuai, seperti yang diaplikasikan pada berbagai industri ekstraksi emas di PT NHM, Ok Tedi Mining Ltd, dan berbagai industri ekstraksi emas di Indonesia.

Page 5 of 13 | Total Record : 129