cover
Contact Name
Junio Richson Sirait
Contact Email
juniorichson1995@gmail.com
Phone
+6285842776956
Journal Mail Official
juniorichson1995@gmail.com
Editorial Address
Weron Umbulharjo, Cangkringan Sleman, Yogyakarta.
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teologi (JUTEOLOG)
ISSN : 27749355     EISSN : 27754006     DOI : https://doi.org/10.52489/juteolog.v2i1
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) is a double-blind reviewer and open access peer-reviewed journal that focuses on the novelty of theology, biblical exegesis, and Christian service and education practices through quantitative research, and qualitative research (hermeneutics, argumentative, and case studies). This journal publishes original articles, reviews, and also new case reports. Journal Subject: 1. Development of theology and religion 2. Bible Interpretation 3. Biblical Study 4. Educational Science Research 5. Christian Education Research 6. Christian Ethics 7. Pastoral Practice 8. Old Testament and Old Testament Hermeneutics
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2024)" : 6 Documents clear
Becoming a True Worshiper: Analisis Eksegetis Teologis Yohanes 4:23 tentang Penyembahan dalam Roh dan Kebenaran Ardiyanto, Yudha; Sartika, Meitha; Meriyana, Meriyana
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v5i1.209

Abstract

Jurnal ini membahas analisis eksegetis teologis terhadap Yohanes 4:23, yang mengungkapkan konsep penyembahan sejati menurut ajaran Yesus. Dalam ayat tersebut, Yesus menekankan bahwa penyembahan yang benar adalah penyembahan "dalam roh dan kebenaran," yang berarti penyembahan tidak terbatas pada ritual atau tempat tertentu, melainkan harus melibatkan seluruh aspek kehidupan manusia, baik rohani, batiniah, maupun praktis, dan sesuai dengan wahyu Allah yang terkandung dalam Firman-Nya. Jurnal ini mengeksplorasi makna kata-kata kunci dalam teks Yunani, seperti "proskuneo" (penyembahan), "alethinoi" (benar), dan "en pneumati" (dalam roh), untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai prinsip-prinsip penyembahan sejati. Selain itu, jurnal ini juga mengidentifikasi implikasi teologis dari penyembahan sejati, yang berfokus pada transformasi hidup, kejujuran dan otentisitas, serta bagaimana penyembahan harus menjadi gaya hidup yang mencerminkan kedalaman hubungan dengan Allah. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai penerapan prinsip-prinsip penyembahan sejati dalam konteks gereja kontemporer dan kehidupan iman umat Kristiani.
Nilai Kehidupan yang Luhur: Analisis Ajaran Gereja Katolik Tentang Bunuh Diri Kanga, Efrem Nara; Lassol, Friend; Tupamahu, Herman Aditya; Rodi, Rodi
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v5i1.225

Abstract

Hidup manusia dalam ajaran Gereja Katolik memiliki nilai yang mulia dan suci. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa manusia diciptakan oleh Allah sesuai dengan gambar dan rupa-Nya. Oleh karena itu, kehidupan dipandang sebagai anugerah yang harus dihormati dan dilindungi, sehingga segala bentuk penolakan terhadap kehidupan (termasuk bunuh diri) merupakan penolakan terhadap anugerah ilahi. Namun, realitas tragis dan kompleks fenomena bunuh diri membuat Gereja Katolik tidak dapat tetap diam dan kaku dalam ajarannya, melainkan mengambil sikap tegas dan solutif dengan membuka diri terhadap beberapa disiplin ilmu terkait seperti psikologi, kedokteran, dan sosiologi, namun tetap mempertahankan nilai luhur kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif ajaran Gereja Katolik tentang bunuh diri, dengan menelusuri akar teologisnya dalam pandangan manusia sebagai ciptaan yang mulia dalam gambar Allah (imago Dei), perkembangannya secara historis dari zaman kuno hingga era modern, dan penerapannya dalam dokumen Magisterium seperti Evangelium Vitae dan Katekismus Gereja Katolik. Pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur digunakan untuk mendukung penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketegangan antara ajaran tradisional dan belas kasihan pastoral, respons Gereja Katolik dengan memberikan aplikasi praktis, penafsiran ulang nilai kehidupan dalam konteks penderitaan, integrasi wawasan psikologis ke dalam teologi moral Katolik, serta tantangan dan peluang dalam masyarakat pluralistik.
Eksplanatori dan Konfirmatori Pengajaran Rasul Paulus Tentang Manusia Baru Berdasarkan Surat Kolose 3:1-17 Bagi Jemaat GPdI Budi, Budi; Suharto, Daniel; Purwoko, Paulus Sentot
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v5i1.205

Abstract

Setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus sangat penting mengetahui bahwa Yesus Kristus telah membebaskan setiap pribadi dari kehidupan lama ke kehidupan yang baru. Peneliti menemukan beberapa kesalahpahaman mengenai manusia baru seperti yang terdapat dalam Injil Yohanes 3 : 4 dan 7  "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"  Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Ayat diatas menunjukan bahwa tidak semua orang memahami kehidupan baru, lahir baru atau manusia baru. Dalam kitab Kolose ini khususnya pasal 3: 1-17 Rasul Paulus berusaha menjelaskan dalam suratnya dan meneguhkan iman orang percaya kepada Yesus Kristus di Jemaat Kolose dan Rasul Paulus mendorong untuk berusaha mendapatkan hal-hal yang sama dengan pikiran Yesus. Oleh karena itu ada beberapa hal yang menjadi tantangan yaitu di jaman yang serba canggih ini, seperti perkembangan teknologi, meluasnya dan berkembangnya sosial media. Jemaat-jemaat diperhadapkan situasi dan kondisi yang membahayakan pikiran dan tindakan tidak sesuai dengan kehidupan yang baru yaitu manusia baru, karena segala sesuatu dapat di akses secara mudah oleh generasi zaman ini. Alasan inilah yang perlu dipahami, bahwa orang percaya harus berusaha terus menerus untuk memiliki pikiran seperti yang Yesus pikirkan, sehinga orang percaya ini hidup sebagai manusia baru serta benar benar merdeka dari manusia lamanya. 
Strategi Penerapan Caring System sebagai Implementasi Harvest Theology dalam Membawa Jiwa bagi Kristus Litha, Timotius Michael
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v5i1.237

Abstract

Pelayanan penginjilan yang berdampak tidak hanya bergantung pada strategi komunikasi Injil, tetapi juga pada pendekatan relasional yang kontekstual dan berpusat pada kasih. Artikel ini mengkaji penerapan Caring System sebagai bentuk konkret dari Harvest Theology, yaitu teologi penuaian yang menekankan partisipasi aktif umat percaya dalam menggarap ladang misi melalui kasih dan kepedulian pastoral. Dengan metode kualitatif-deskriptif dan pendekatan teologis-pastoral, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai kasih, empati, dan pendampingan rohani dalam Caring System dapat diintegrasikan dalam pelayanan gereja sebagai strategi untuk membawa jiwa kepada Kristus. Hasil kajian menunjukkan bahwa Caring System bukan hanya mendukung proses penginjilan secara emosional dan spiritual, tetapi juga memfasilitasi pertumbuhan rohani berkelanjutan melalui relasi yang bermakna dan komunitas yang mendukung. Oleh karena itu, integrasi Caring System dan Harvest Theology menjadi model pelayanan yang transformatif dalam konteks misi kekinian.
Kepemimpinan Pembapaan dalam Penggembalaan Jemaat Modern Wijaya, Samuel Devianus
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v5i1.250

Abstract

Yesus datang ke dunia dengan misi penyelamatan yang bernilai rohani dan kekal, tetapi sejak Yesus mulai melayani di dalam pelaksanaan-Nya sehari-hari, Dia tidak terlihat eksklusif dengan hanya beredar di lingkungan rohani; Sinagoga, Bait Allah, para Farisi dan Saduki, para imam dan Lewi saja. Bahkan Alkitab mencatat bahwa Yesus menggunakan waktu yang cukup banyak di dalam Bait Allah berbincang-bincang dengan para imam hanya sekali pada saat dia masih kecil. Tetapi sejak pelayanannya dimulai, Dia menyatu dengan masyarakat dari semua tingkatan/strata berbincang dengan bahasa yang membumi tetapi mendorong keluar nilai-nilai dan kualitas kehidupan orang-orang yang bergaul dengan-Nya. Kepemimpinan pembapaan bergerak berdasarkan mandat/panggilan ilahi, tetapi memiliki relasi simetris dengan seluruh tingkatan/strata, bergaul dengan lugas menginternalisasikan nilai-nilai kebenaran Alkitabiah dalam kemasan modern yang tidak terlihat rohani tetapi tetap bergerak dengan otoritas yang dikenali dan diakui oleh orang-orang di sekitarnya, dengan demikian efektifitas kepemimpinannya menghasilkan jemaat, anak-anak atau pengikut-pengikut yang berkualitas, yang secara berkelanjutan mempengaruhi dunia sekelilingnya dengan kekuatan yang lebih besar.
Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Kehidupan Rohani Gen-Z Di GKII Pintu Elok Nanga Pinoh Yakob, Yakob; Yesaya, Yesaya
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v5i1.261

Abstract

Di era digital, perkembangan gadget telah berdampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan umat manusia. Gadget juga memberi dampak negatif pada kehidupan rohani orang percaya, terutama di kalangan jemaat Gen-Z GKII Pintu Elok Nanga Pinoh Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus untuk menggambarkan secara sistematis dan faktual mengenai dampak positif dan negatif gadget terhadap spiritualitas jemaat Gen-Z berdasarkan Kolose 2:6–8". Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget berdampak secara positif untuk kegiatan rohani Gen-Z, serta dampak negatif bagi kehidupan akademis, moral, sosial dan rohani Gen-Z. Peneliti juga menemukan pendeta (Gembala Sidang) dan Badan Pengurus Jemaat (BPJ), guru dan orang tua perlu memiliki pemahaman dan strategi pelayanan rohani yang menyasar kebutuhan serta pergumulan rohani Gen-Z di era digital.

Page 1 of 1 | Total Record : 6