cover
Contact Name
Junio Richson Sirait
Contact Email
juniorichson1995@gmail.com
Phone
+6285842776956
Journal Mail Official
juniorichson1995@gmail.com
Editorial Address
Weron Umbulharjo, Cangkringan Sleman, Yogyakarta.
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teologi (JUTEOLOG)
ISSN : 27749355     EISSN : 27754006     DOI : https://doi.org/10.52489/juteolog.v2i1
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) is a double-blind reviewer and open access peer-reviewed journal that focuses on the novelty of theology, biblical exegesis, and Christian service and education practices through quantitative research, and qualitative research (hermeneutics, argumentative, and case studies). This journal publishes original articles, reviews, and also new case reports. Journal Subject: 1. Development of theology and religion 2. Bible Interpretation 3. Biblical Study 4. Educational Science Research 5. Christian Education Research 6. Christian Ethics 7. Pastoral Practice 8. Old Testament and Old Testament Hermeneutics
Articles 87 Documents
Analisis Teologis Pendekatan Gereja Pentakosta terhadap Yohanes 14:6 dan Implikasinya dalam Misi Keselamatan Martuaando Romei Hasibuan; Andreas Eko Nugroho; Yosef Antonius
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v6i2.326

Abstract

Artikel ini menganalisis Yohanes 14:6 dalam perspektif teologis dan implikasinya terhadap misi keselamatan dengan fokus pada pendekatan Gereja Pentakosta di Indonesia. Fenomena perkembangan pluralisme agama, meningkatnya sensitivitas antar-iman, serta tantangan terhadap klaim kebenaran eksklusif menempatkan gereja pada posisi yang membutuhkan kejelasan teologis dan pendekatan pastoral yang relevan. Pernyataan Yesus sebagai “jalan, kebenaran, dan hidup” sering dipahami secara eksklusif sebagai dasar soteriologi Pentakosta, yang menegaskan keselamatan hanya melalui Kristus. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi bagaimana teologi Pentakosta menafsirkan Yohanes 14:6 secara eksegetis sekaligus merespons dinamika sosial-keagamaan dalam konteks Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kajian pustaka, analisis eksegetis, dan penelusuran dokumen resmi serta praktik misi gereja Pentakosta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Pentakosta tidak hanya menekankan eksklusivitas teologis, tetapi juga integrasi pengalaman rohani, peran Roh Kudus, praktik liturgis, dan kesaksian hidup sebagai wujud misi yang dialogis dan transformatif. Kesimpulannya, Yohanes 14:6 dipahami bukan sekadar klaim doktrinal yang kaku, melainkan panggilan misi kontekstual yang meneguhkan identitas iman, membangun relasi harmonis, serta menghadirkan keselamatan Kristus secara personal dan komunal dalam keberagaman masyarakat Indonesia.
Kehadiran yang Mendidik: Telaah Filosofis tentang Peran Orangtua dalam Pengalaman Belajar Anak Usia Sekolah di Rumah Anastasia Runesi
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v6i2.328

Abstract

Fenomena orang tua yang sibuk atau tidak memperhatikan anak-anak sering menjadi masalah yang muncul pada kegagalan anak di sekolah. Korban dari kesibukan itu semakin subur saat kurangnya penanganan dari orang tua dan guru. Penelitian ini mengkaji telaah yang mendalam tentang peran orang tua yang memberikan kontribusi untuk perkembangan anak, khususnya dalam belajar. Metode yang digunakan adalah kualitatif yang menekankan bahwa fenomena di lapangan merupakan bentuk data yang dibangun. Proses pengambilan data dilakukan melalui pemilihan data-data yang berasal dari buku dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian yang didapat ialah keberhasilan anak adalah memandang orangtua di rumah bukan hanya sebagai fasilitator, namun seorang yang dapat memberikan dampak lebih dalam belajar di rumah. Anak dapat menemukan belajar mereka dalam rumah. Pendampingan anak dalam belajar adalah salah satu bentuk hak anak yang harus dipenuhi dan dilakukan oleh peranan orang tua itu sendiri.
Faith-Based Organization dalam Hubungan Internasional: Studi tentang Pengaruh Lembaga Compassion International terhadap Pendidikan di Indonesia dalam Perspektif Teologi Matius 5:14-16 Teofilus Setia Wahyudi; Timotius Sukarna
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v6i2.333

Abstract

Tantangan nasional Indonesia dalam bidang ekonomi, kebudayaan, dan tata kelola sosial menempatkan negara ini dalam keterhubungan yang semakin intensif dengan sistem internasional. Dalam perspektif hubungan internasional kontemporer, interaksi lintas negara tidak hanya melibatkan distribusi kepentingan material, tetapi juga proses konstruksi norma, identitas, dan makna sosial. Artikel ini menganalisis peran Organisasi Berbasis Iman melalui studi kasus Compassion International dan pengaruhnya terhadap sektor pendidikan di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme, penelitian ini memandang Compassion sebagai aktor non-negara transnasional yang berperan dalam difusi norma dan pembentukan identitas kolektif melalui jaringan globalnya. Melalui program pendidikan berbasis komunitas, lembaga ini tidak hanya menyalurkan sumber daya material, tetapi juga mentransmisikan nilai-nilai tentang kepedulian anak, pemberdayaan, dan tanggung jawab sosial yang beroperasi dalam ruang masyarakat sipil global. Interaksi antara identitas religius lembaga, struktur pembangunan internasional, dan regulasi domestik menunjukkan adanya proses socialization dan internalisasi norma dalam praktik pendidikan di tingkat lokal. Perspektif teologis dari Injil Matius 5:14-16 tentang identitas “garam dan terang dunia” digunakan sebagai kerangka normatif untuk memahami konstruksi identitas moral lembaga dalam ruang publik internasional. Dengan demikian, studi ini menegaskan bahwa Organisasi Berbasis Iman merupakan bagian dari dinamika hubungan internasional yang berkontribusi dalam pembentukan tatanan normatif global melalui praktik pendidikan lintas negara.
Eksplanatori dan Konfirmatori Manusia Baru Berdasarkan Efesus 4:17-32 Bagi Jemaat Gereja Bethel Indonesia Rock Idas Noyan Sanggau Antonius Ajon; Sri Wahyuni; Fendy Fendy
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v6i2.282

Abstract

Konsep Manusia Baru dalam Efesus 4:17–32 mengacu pada transformasi hidup secara menyeluruh setelah seseorang menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Hidup sebagai manusia baru menuntut penanggalkan pola hidup lama yang dipengaruhi oleh dosa dan penghayatan identitas baru dalam Kristus. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat konfirmasi manusia baru berdasarkan Efesus 4:17–32 di kalangan jemaat GBI Rock Cabang Idas, Noyan, Sanggau, Kalimantan Barat; dan (2) mengidentifikasi dimensi paling dominan yang memengaruhi konfirmasi tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan instrumen angket skala Likert. Data dianalisis menggunakan SPSS 25 melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, serta uji hipotesis menggunakan confidence interval (taraf signifikansi 5%), uji regresi (F-test), dan one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konfirmasi manusia baru berada dalam kategori tinggi, dengan confidence interval sebesar 249,9485–256,3993. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar jemaat telah menunjukkan perubahan hidup positif, seperti sikap terbuka, kemampuan mengampuni, dan semangat dalam pelayanan. Namun, masih ditemukan tantangan, antara lain keterikatan pada kebiasaan lama seperti mabuk-mabukan, berjudi, serta ketergantungan terhadap praktik-praktik non-Kristiani. Dimensi yang paling dominan dalam membentuk konfirmasi manusia baru adalah “Mengenakan Manusia Baru” (D4), dengan koefisien korelasi 0,967 dan determinasi sebesar 93,6%. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Kristiani secara nyata dalam kehidupan sehari-hari menjadi kunci transformasi rohani jemaat.
Implementasi Pelayanan Misi Berdasarkan Lukas 10:1-12, 17-20 Bagi Para Pendoa Yonathan Bambang Sri Haryanto; Paulus Sentot Purwoko; Timotius Sukarna
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v6i2.329

Abstract

Dalam arus perkembangan dan usaha mempertahankan eksistensi gereja, ada bagian penting gereja yang sering diabaikan oleh umat Kristen yaitu pelayanan misi. Di tengah perubahan zaman ini, muncul kebutuhan yang mendesak untuk kembali kepada pola pelayanan misi yang bersumber dari Firman Tuhan secara murni dan kontekstual. Salah satu pola pelayanan misi yang kuat, namun seringkali kurang diperhatikan, adalah apa yang ditunjukkan oleh Yesus dalam Lukas 10:1-12, 17-20. Dalam bagian ini, Yesus mengutus tujuh puluh murid secara berdua-dua untuk melayani di wilayah yang akan Ia datangi. Tugas ini tidak hanya bersifat penginjilan konvensional, tetapi juga bersifat spiritual, profetik, dan penuh kuasa doa. Tujuan penelitian ini adalah: Pertama, untuk mengetahui besarnya implementasi pelayanan misi berdasarkan Lukas 10:1-12, 17-20 bagi para pendoa di Jaringan Doa Regional 07 Jawa Tengah; Kedua, untuk mengetahui dimensi yang dominan menentukan implementasi pelayanan misi berdasarkan Lukas 10:1-12, 17-20 bagi para pendoa bagi para pendoa di Jaringan Doa Regional 07 Jawa Tengah; Ketiga, untuk mengetahui latar belakang yang dominan menentukan implementasi pelayanan misi berdasarkan Lukas 10:1-12, 17-20 bagi para pendoa di Jaringan Doa Regional 07 Jawa Tengah. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif, dalam pra-penelitian peneliti mengadakan wawancara, maka ada jenis data kualitatif, sumber data yang digunakan adalah data primer, berupa persepsi para responden atas berbagai pernyataan dalam wawancara mengenai variabel terkait. Jadi dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua teknik pengumpulan data, yaitu wawancara dan angket. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, implementasi pelayanan misi berdasarkan Lukas 10:1-12, 17-20 bagi para pendoa di Jaringan Doa Regional 07 Jawa Tengah adalah sedang. Kedua, dimensi yang paling dominan menentukan implementasi pelayanan misi berdasarkan Lukas 10:1-12, 17-20 bagi para pendoa di Jaringan Doa Regional 07 Jawa Tengah adalah melaksanakan pelayanan misi. Ketiga, kategori latar belakang yang dominan menentukan implementasi pelayanan misi berdasarkan Lukas 10:1-12, 17-20 bagi para pendoa di Jaringan Doa Regional 07 Jawa Tengah adalah latar belakang jabatan
A Grammatical and Theological Analysis of the Hitpael Form and the Tree Identification in Genesis 3:8 Isak Suria; David Ming
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v6i2.339

Abstract

This article examines the theological significance of the reflexive verb form hitpael in Genesis 3:8 and investigates the identity of the tree mentioned as Adam and Eve’s hiding place. The study explores how grammatical structures and narrative elements reflect the spiritual condition of fallen humanity. Employing qualitative methods that combine grammatical and narrative analysis of the Hebrew text, the study finds that the hitpael form in vayyithabba' denotes a deliberate, self-directed action motivated by shame and alienation. The singular use of the word "tree" (es) suggests it may refer to the Tree of the Knowledge of Good and Evil, highlighting theological irony. This act of hiding symbolizes humanity’s futile attempt to find refuge in the very object of disobedience, underlining the enduring need for divine grace and restoration.
Implementasi Ajaran Amoris Laetitia dalam Kehidupan Pernikahan Pasangan Katolik Enjel Katarina; Paulinus Tibo
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v6i2.365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi ajaran Amoris Laetitia dalam kehidupan pernikahan pasangan Katolik di Stasi Santo Paulus Seberaya, Paroki Santa Perawan Maria Kabanjahe. Penelitian ini dilatar belakangi oleh berbagai persoalan keluarga seperti konflik rumah tangga, kurangnya komunikasi, dan lemahnya pengendalian emosi dalam kehidupan keluarga. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pasangan suami-istri Katolik, pendamping perkawinan, dan ketua dewan stasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan suami-istri telah mengimplementasikan nilai-nilai Amoris Laetitia melalui komunikasi, keterbukaan, pengampunan, pengendalian emosi, dukungan pasangan, dan kehidupan doa dalam keluarga. Implementasi nilai-nilai tersebut membantu pasangan suami-istri membangun kehidupan keluarga yang harmonis dan lebih dewasa dalam kasih Kristiani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ajaran Amoris Laetitia memiliki peranan penting dalam memperkuat kehidupan keluarga Katolik.