cover
Contact Name
Junio Richson Sirait
Contact Email
juniorichson1995@gmail.com
Phone
+6285842776956
Journal Mail Official
juniorichson1995@gmail.com
Editorial Address
Weron Umbulharjo, Cangkringan Sleman, Yogyakarta.
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teologi (JUTEOLOG)
ISSN : 27749355     EISSN : 27754006     DOI : https://doi.org/10.52489/juteolog.v2i1
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) is a double-blind reviewer and open access peer-reviewed journal that focuses on the novelty of theology, biblical exegesis, and Christian service and education practices through quantitative research, and qualitative research (hermeneutics, argumentative, and case studies). This journal publishes original articles, reviews, and also new case reports. Journal Subject: 1. Development of theology and religion 2. Bible Interpretation 3. Biblical Study 4. Educational Science Research 5. Christian Education Research 6. Christian Ethics 7. Pastoral Practice 8. Old Testament and Old Testament Hermeneutics
Articles 66 Documents
Implementasi Kasih Kristus Sebagai Dasar Hidup Dalam Keluarga Kristen Berdasarkan Efesus 5:22 - 6:3 Di Kalangan Jemaat El- Shadday Gereja Pantekosta Di Indonesia Wamena Kota Kabupaten Jayawijaya Tanrobak, Anike; Suparti, Hana; Uriptiningsih, Ana Lestari
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v4i1.202

Abstract

Today, many Christian families face a variety of problems, which are problems within the family that affect all aspects of life, such as the economy, education, health, children's problems, and various other problems that arise in daily life. Families experiencing problems in their lives often divorce, with obvious consequences for all family members. The absence of Christ's honour and love in a family, even if they are Christians, will cause wounds to their husbands, wives, and children. The Christian family is truly populated by sinners. However, these households are also places where family members recognise that they are sinners and understand the problems that will arise as a result of their sin. It takes realisation that the Christian family needs God to intervene in its household and prevent problems from disrupting their harmony, which will ultimately result in losing Christ. It is imperative to involve God in the household that God has joined together so that families who face problems every day can resolve them according to the truth of God's Word and restore their family harmony.
Keteladanan Orang Tua sebagai Upaya Pencegahan Kecanduan Game Online pada Anak Remaja Sirait, Ramot; Hermanto, Yanto Paulus
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v5i2.214

Abstract

Remaja berusia 12 hingga 21 tahun rentan terhadap kecanduan karena tingginya paparan teknologi dan interaksi sosial dalam dunia maya. Dampak negatif kecanduan ini meliputi gangguan kesehatan, gangguan psikologis, penurunan prestasi akademik, lemahnya huhungan sosial serta serta adana pemborosan keuangan. Artikel ini menjelaskan peran keteladanan orang tua sebagai upaya preventif ketergantungan pada pada remaja. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, studi yang menganalisis materi dari buku dan jurnal yang relevan. Keteladanan orang tua mencakup pengajaran nilai-nilai spiritual, membangun mezbah doa keluarga, membangun komunikasi yang efektif, pengaturan waktu digital yang bijak, partisipasi dalam aktivitas anak, menciptakan lingkuran ruamha yang positif, mengedukasi anak tentang bahaya kecanduan, Konsistensi dalam mendisiplinkan anak, dan menjadi panutan dalam aspek kerohanian dan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran aktif dan teladan hidup orang tua sangat penting dalam pencegahan supaya anak tidak kecanduan .
Peran Suami Sebagai Nabi, Imam dan Raja dalam Keluarga Menjadi Kunci Keluarga Bahagia Subagyo, Heru; Istinatun, Hestyn Natal; Suksmono, Ari
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v4i1.133

Abstract

Banyak dijumpai kehidupan keluarga kristen masa kini yang tidak bahagia hal ini disebabkan mereka belum memahami cara mengelola kehidupan keluarga menurut kehendak Tuhan. Kehidupan keluarga tanpa melibatkan Tuhan didalamnya tidak akan mengalami kebahagiaan. Metode yang digunakan adalah metode deskritif kualitatif. Kesimpulan, keluarga bahagia tercipta ketika seorang suami berperan dalam tiga hal yaitu sebagai Iman, Nabi dan Raja. Sebagai Imam, ia  bertanggunjawab membawa seluruh anggota keluarga beribadah kepada Allah. Sebagai Nabi, ia harus memiliki relasi yang kuat dengan Tuhan. Sebagai Raja, bertanggungjawab dalam mensejahterakan keluarga. Ketiga peran di atas menjadikan suami berperan secara maksimal, berperan secara rohani yaitu membawa keluarga dekat kepada Tuhan (sebagai Iman dan Nabi) dan berperan secara jasmani mampu menyejahterakan keluarga (sebagai raja).
Studi Biblikal 1 Timotius 4:12 tentang Keteladanan Hidup Sebagai Antisipasi Cemooh Terhadap Hamba Tuhan Sihite, Franseda
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v4i2.139

Abstract

Keteladan hamaba Tuhan adalah hal yang sangat dibutuhkan dalam gereja. Keteladanan yang baik akan membawa dampak positif bagi perkembangan gereja. Namun sebaliknya, hamba Tuhan yang hidupnya tidak menunjukan akan mendatangkan cemooh bagi dirinya dan akan merugikan pekerjaan Tuhan itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah menemukan keteladan yang harus dimiliki seorang hamba Tuhan berdasarkan 1 Timotius 4:12. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan eksegesa. Hasil dari penelitian adalah : pertama, membentuk hamba Tuhan yang memiliki keteladanan dalam perkataan. Kedua, membentuk hamba Tuhan memiliki keteladanan dalam tingkah laku. Ketiga, membentuk hamba Tuhan yang memiliki keteladanan dalam kasih. Keempat, membentuk hamba Tuhan yang memiliki keteladan dalam kesetiaan. Kelima bagian tersebut adalah wujud dari hamba Tuhan yang memiliki keteladanan hidup yang menjadi salah satu bagian antisipasi orang-orang untuk mencomooh.
Peranan Roh Kudus Menyatakan Karunia Bernubuat dan Penolong Pada Masa kini, Serta Kaitannya Dengan Ineransi Yoel 2 Suhendra, Suhendra; Situmorang, Kasten
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v4i2.140

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pentingnya Roh Kudus sebagai motor penggerak Karunia bernubuat. Nubuatan nabi Yoel ini terjadi dan digenapi pada hari Pentakosta (Kis 2) ketika murid-murid menerima pencurahan Roh Kudus lalu para murid berbahasa lidah sesuai dengan pemberian Roh kepada mereka, di samping itu mereka bernubuat. Karunia bernubuat ini masih relevan masa kini dan karunia bernubuat akan berakhir sampai yang Sempurna itu datang kedua kali, yakni Yesus Kristus Tuhan. Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa nubuatan berakhir pada zaman para rasul, tetapi nubuatan tetap berlangsung sebagai karunia Roh Kudus. Sehingga penulis berkesimpulan bahwa nubuatan masih ada sampai sekarang ini dan sangat dibutuhkan dalam membangun dan mendewasakan jemaat Tuhan.Roh Kudus juga berperan sebagai penolong dalam hal ini, Sebagai Penegur dosa, Pemandu jalan, Penghias pribadi, Manajer, Pembantu administrasi, pengikat perjanjian, penyelidik hati dan sebagai Guru dalam kehidupan manusia. Ineransi Alkitab menjelaskan bahwa semua firman Tuhan yang ditulis mulai dari Kejadian sampai dengan Wahyu benar adanya dan tidak mengandung kesalahan apapun, karena bersumber dari Allah itu sendiri. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah deskriptif kualitatif, dimana teknik pengumpulan data dengan cara studi pustaka dan kesaksian penulis.
Implementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus Di Kalangan Hamba Tuhan GUPDI Wilayah IX Kabupaten Sekadau Sinardi, Sinardi; Suparti, Hana; Sugiyarto, Kristian Handoyo
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v4i2.203

Abstract

The testaments of the kingdom of heaven and Jesus Christ must be delivered to all people around the world because the Lord Jesus Christ came to the world to save people from demise. The right teaching method can have a great impact on servants of God in delivering and teaching the testament of the kingdom of heaven. These methods can help God's people resolve their problems by learning and teaching God's words. If we look at the Gospel of Mark, we see that the Lord Jesus Christ taught in a very compelling way, which attracted many people to listen to His teaching. As educators, they should emulate the way the Lord Jesus taught. This must be done so that their lessons can have a significant impact on the people they teach. The Bible provides a wealth of information on the teachings taught by the Lord Jesus Christ. The teachings taught by the Lord Jesus Christ always fulfill the needs of His disciples. Scholarly research on the Gospel of Mark found various methods of Jesus' teaching, including discussions, parables, questions and answers, props, and lectures. Every educator, teacher, lecturer, and servant of God of the Pentecostal Messenger Church in Indonesia Region IX Sekadau Regency can use all five of Jesus' teaching methods in the education process, especially in churches and theological schools. Jesus, as a great teacher, has demonstrated an innovative way to teach. He used varied learning methods. So that the growing of faith can be achieved optimally, Christian education in the Church can use Jesus' teaching methods in a way that suits the congregation's circumstances.
Gereja dan Upacara Unan-Unan: Strategi Gereja Mentrasformasi Budaya Gunawan, Yosua; Paulus, Yanto
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v4i2.223

Abstract

Tulisan ini membahas bagaimana gereja dapat mengakomodasi upacara adat Suku Tengger, khususnya upacara unan-unan, dalam konteks kontekstualisasi Injil Kristen. Upacara unan-unan yang melibatkan roh leluhur dan sesaji sering kali bertentangan dengan ajaran Kristen, namun gereja dapat menggunakan pendekatan kontekstualisasi Injil untuk tetap relevan dengan budaya setempat tanpa mengorbankan iman Kristen. Kontekstualisasi Injil adalah usaha untuk menyampaikan pesan Kristen dengan cara yang menghormati budaya lokal, melalui adaptasi bentuk ibadah atau penggunaan simbol lokal yang menggambarkan ajaran Kristen. Dengan cara ini, gereja dapat menginjili masyarakat Tengger secara lebih efektif, menghindari sinkretisme, dan menjaga kebenaran ajaran Injil.
Senjata Makan Tuan: Ahas Sebagai Pola Kemunafikan Terselubung Dalam Reinterpretasi Nubuat Yesaya 7:10-25 Siburian, Herbet Alfredo; Triyanto, Yoel
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v4i2.149

Abstract

Nubuatan nabi Yesaya bagi Raja Ahas dalam Yesaya 7:10-25 perihal Imanuel menjadi polemik bagi kebanyakkan gereja pada kekristenan masa kini. Perdebatan tentang siapakah Imanuel yang sebenarnya, masih mengawang di hadapan beberapa teolog. Namun, tanpa disadari Raja Ahas menjadi tokoh utama yang menciptakan atau memicu terwahyukannya nubuat tentang Imanuel tersebut. Nubuatan Yesaya kerap langsung atau spontan dihubungkan dengan penggenapan di Perjanjian Baru. Namun, dalam artikel ini, penulis mencoba mengulik kembali kisah raja Ahas dalam eksposisi ayat yang direinterpretasikan. Analisis dilakukan dengan tinjauan historis, konteks dan gramatika. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa raja Ahas mendapat serangan balik, ibarat “senjata makan tuan” dalam kemunafikan terselubung yang ada pada diri Ahas.
Becoming a True Worshiper: Analisis Eksegetis Teologis Yohanes 4:23 tentang Penyembahan dalam Roh dan Kebenaran Ardiyanto, Yudha; Sartika, Meitha; Meriyana, Meriyana
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v5i1.209

Abstract

Jurnal ini membahas analisis eksegetis teologis terhadap Yohanes 4:23, yang mengungkapkan konsep penyembahan sejati menurut ajaran Yesus. Dalam ayat tersebut, Yesus menekankan bahwa penyembahan yang benar adalah penyembahan "dalam roh dan kebenaran," yang berarti penyembahan tidak terbatas pada ritual atau tempat tertentu, melainkan harus melibatkan seluruh aspek kehidupan manusia, baik rohani, batiniah, maupun praktis, dan sesuai dengan wahyu Allah yang terkandung dalam Firman-Nya. Jurnal ini mengeksplorasi makna kata-kata kunci dalam teks Yunani, seperti "proskuneo" (penyembahan), "alethinoi" (benar), dan "en pneumati" (dalam roh), untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai prinsip-prinsip penyembahan sejati. Selain itu, jurnal ini juga mengidentifikasi implikasi teologis dari penyembahan sejati, yang berfokus pada transformasi hidup, kejujuran dan otentisitas, serta bagaimana penyembahan harus menjadi gaya hidup yang mencerminkan kedalaman hubungan dengan Allah. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai penerapan prinsip-prinsip penyembahan sejati dalam konteks gereja kontemporer dan kehidupan iman umat Kristiani.
Nilai Kehidupan yang Luhur: Analisis Ajaran Gereja Katolik Tentang Bunuh Diri Kanga, Efrem Nara; Lassol, Friend; Tupamahu, Herman Aditya; Rodi, Rodi
Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52489/juteolog.v5i1.225

Abstract

Hidup manusia dalam ajaran Gereja Katolik memiliki nilai yang mulia dan suci. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa manusia diciptakan oleh Allah sesuai dengan gambar dan rupa-Nya. Oleh karena itu, kehidupan dipandang sebagai anugerah yang harus dihormati dan dilindungi, sehingga segala bentuk penolakan terhadap kehidupan (termasuk bunuh diri) merupakan penolakan terhadap anugerah ilahi. Namun, realitas tragis dan kompleks fenomena bunuh diri membuat Gereja Katolik tidak dapat tetap diam dan kaku dalam ajarannya, melainkan mengambil sikap tegas dan solutif dengan membuka diri terhadap beberapa disiplin ilmu terkait seperti psikologi, kedokteran, dan sosiologi, namun tetap mempertahankan nilai luhur kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif ajaran Gereja Katolik tentang bunuh diri, dengan menelusuri akar teologisnya dalam pandangan manusia sebagai ciptaan yang mulia dalam gambar Allah (imago Dei), perkembangannya secara historis dari zaman kuno hingga era modern, dan penerapannya dalam dokumen Magisterium seperti Evangelium Vitae dan Katekismus Gereja Katolik. Pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur digunakan untuk mendukung penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketegangan antara ajaran tradisional dan belas kasihan pastoral, respons Gereja Katolik dengan memberikan aplikasi praktis, penafsiran ulang nilai kehidupan dalam konteks penderitaan, integrasi wawasan psikologis ke dalam teologi moral Katolik, serta tantangan dan peluang dalam masyarakat pluralistik.