cover
Contact Name
Ishlakhatus
Contact Email
ishlakhatus@iainmadura.ac.id
Phone
+62324333187
Journal Mail Official
educonsilium@iainmadura.ac.id
Editorial Address
State Islamic Institute of Madura Jl. Raya Panglegur Km. 04 Pamekasan East Java
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam
ISSN : 27209709     EISSN : 27162087     DOI : https://doi.org/10.19105
Journal of Edu Consilium is an official, peer-reviewed, open access, and electronic system journal published by Study Program of Islamic Educational Guidance and Counseling, Faculty of Education, State Islamic Institute of Madura. Journal of Edu Consilium publishes research manuscripts, and concept/ theoretical papers in the field of Islamic Educational Guidance and Counseling (career counseling, marriage and family counseling, educational counseling, school and islamic school counseling, counseling in islamic boarding schools, cross- and multicultiral counseling, and developmental counseling) and Population and Family Planning (pre-marriage counseling, marriage and family life, growth and development of adolescence, and parenting).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 97 Documents
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PESERTA DIDIK PROGRAM LAYANAN SISTEM KREDIT SEMESTER Ainun Nafhah; Imam Hanafi
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : State Islamic Institute of Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v1i2.3743

Abstract

Keserdasan emosional, adalah kemampuan untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain. Kecakapan diri anak di usia sekolah tentunya berhubungan erat dengan keterampilan komunikasi interpersonal. Bahkan kontrol diri merupakan salah satu komponen keterampilan emosional. Pakar psikologi emosi, Goleman mengatakan bahwa koordinasi suasana hati adalah inti dari hubungan sosial yang baik. Apabila seseorang pandai menyesuaikan diri dengan suasana hati individu lain atau dapat berempati, orang tersebut akan memiliki emosionalitas yang baik dan akan lebih mudah menyesuaikan diri dalam pergaulan sosial serta lingkungannya. Pada intinya, kecerdasan emosional merupakan komponen yang membuat seseorang menjadi pintar menggunakan emosi, kecerdasan emosional juga menyediakan pemahaman yang lebih mendalam dan lebih utuh tentang diri sendiri dan orang lain. Fokus dari penelitian ini bertujuan: pertama, untuk mengetahui adakah hubungan kecerdasan emosional dengan keterampilan komunikasi interpersonal peserta didik semester 2 ruang 1 program layanan sistem kredit semester (SKS)? kedua, seberapa besarpengaruh kecerdasan emosional dengan keterampilan komunikasi interpersonal peserta didik semester 2 ruang 1 program layanan system kredit semester (SKS) di MTs Negeri 3 Pamekasan? Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat korelasional. Sedangkan sumber data yang diperoleh, yaitu melalui penyebaran angket, observasi, dokumentasi dan wawancara. Informannya adalah peserta didik dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang sangat besar antara kecerdasan emosional dengan keterampilan komunikasi interpersonal perseta didik. Dari analisis data diketahui nilai “r” dengan N atau jumlah responden 31 adalah 0.959. Sedangkan “r” product moment diperoleh nilai 0.335 (dalam taraf kepercayaan 95%) atau 0.456 (dalam taraf kepercayaan 99%). Dengan demikian “r” kerja (0. 959) lebih besar dari harga kritik product momentnya.Dengan demikian hipotesis pertama yang penulis ajukan (ada hubungan kecerdasan emosional dengan keterampilan komunikasi interpersonal peserta didik semester 2 ruang 1 program layanan sistem kredit semester (SKS) di MTs Negeri 3 Pamekasan) diterima.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA Mohammad Diniel Haq; Misnawi Misnawi
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : State Islamic Institute of Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v1i2.3747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru BK dalam menangani siswa yang interaksi sosialnya rendah, dengan menjadikan SMKN 1 Pemekasan sebagai lokasi penelitian. Ada dua fokus yang menjadi kajian utama dalam penelitian ini, yaitu: 1) Bagaimana upaya guru BK dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa di SMKN 1Pamekasan?; 2) Bagaimana faktor pendukung dan penghambat upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa di SMKN 1Pamekasan?. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan teknik analisis data yang digunakan adalah Descriptif Analysis.Untuk memperoleh data, maka digunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu wawancara semi terstruktur, observasi non partisipan dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, dilakukan beberapa upaya meliputi reduksi data (data reduction), paparan data (data display), dan penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/ verifying).Selanjutnya, demi menjamin validitas dan keabsahan data yang diperoleh, makadilakukan teknik triangulasi yang meliputi teknik tringulasi sumber dan teknik tringulasi teori. Berdasarkan analisis yang dilakukan, hasil penelitian tentang upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosialsiswa di SMKN 1 Pamekasan adalah: 1) MemberikanLayanan individu; 2) Layanan bimbingan kelompok; 3) Layanan konsultasi; 4) Home visit. Adapun strategi Guru BK dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling untuk anak yang interaksinya rendah adalah: 1) Bekerja sama dengan wali kelas, wali murid, dan siswa; 2) Adanya bimbingan kelompok yang berbentuk diskusi.Sedangkan faktor penghambat dan pendukung upaya guru BK dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial siswa di SMKN 1 Pamekasan adalah: 1) Faktor pendukung yaitu: a) Dukungan dari pihak sekolah, dalam hal ini kepala sekolah, wali kelas, dan guru terutama guru BK; b) Dukungan sarana dan prasarana yang memadai; c) Dukungan wali murid dan siswa. 2) Faktor penghambat yaitu: a) Siswa cendrung tertutup; b) Keterbatasan waktu; c) Sikap wali murid yang tidak terlalu peduli terhadap permasalahan anaknya.
EFEKTIVITAS TEKNIK ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Muhammad Baihaki
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : State Islamic Institute of Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v1i2.3751

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa, seorang siswa memerlukan adaya dorongan tertentu agar kegiatan belajarnya dapat menghasilkan prestasi belajar sesuai dengan tujuan yang di harapkan sehingga dalam upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa hal itu di perlukan bimbingan kelompok dengan teknik Role Playing guna untuk meningkatkan motivasi belajarnya.Berdasarkan hal tersebut ada dua fokus yang menjadi kajian utama penelitian ini, yaitu: Pertama, Bagaimana gambaran motivasi belajar siswa MTs Mambaul Ulum Batu Gungsing, Palengaan, Pamekasan.?Kedua, Bagaimana pelaksanaan bimbingan kelompok dengan teknik Role Playing dalam meningkatkan motivasi belajar siswa MTs Mambaul Ulum Batu Gungsing, Palengaan, Pamekasan,dari siklus I ke siklus II?. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK) yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Subjek penelitian merupakan 10 siswa kelas IX MTs. Dalam metode pengumpulan data peneliti sebelum melakukan pra tindakan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi, serta hasil IKMS yang dimiki oleh guru BK. Setelah mendapatkan subjek peneliti melakukan tindakan dengan pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar, observasi , dan wawancara tersetruktur. Hasil penelitian dalam pelaksanaan tindakan bimbingan dan konseling menunjukkan bahwa Pertama, Gambaran motivasi belajar siswa motivasi belajar siswa, Berdasarkan analisis data angket yang merupakan pra tindakan di ketahui bahwa dalam katagori sedang yaitu 3 siswa atau 30%, rendah 5 siswa atau 50%, dan sangat rendah 2siswa atau 20%. Kedua, Pelaksanaan bimbingan kelompok dengan teknik Role Playing dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada siklus I siswa yang mengalami perkembangan sebanyak 8 siswa atau 80% yang tidak mengalami perkembangan 2 siswa atau 20% dengan jumlah 4 siswa berada pada kategori tinggi, 2 siswa berada pada kategori sangat tinggi, 3 siswa berada pada kategori sedang, dan 1 siswa berada pada kategori rendah. Pada siklus II siswa yang mengalami perkembangan sebanyak 9 siswa atau 90% dan yang mengalami perkembangat tetap 1 siswa atau 10% dengan jumlah 7 siswa berada pada kategori sangat tinggi, 2 siswa berada pada kategori tinggi, dan 1 siswa berada pada kategori sedang. Dapat di simpulkan dari pelaksanaan tindakan bimbingan dan konseling yang di lakukan oleh peneliti bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik Role Playing dapat meningkatkan motivasi belajar siswa MTs Mambaul Ulum Batu Gungsing, Palengaan, Pamekasan.
IMPLEMENTASI KONSELING RATIONAL EMOTIF BEHAVIOR THERAPY UNTUK MENGUBAH MINDSET NEGATIF SISWA Kholidatul Mutmainah; Muhammad Jamaluddin
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : State Islamic Institute of Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v1i2.3779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengubah mindset negatif siswa terhadap guru bimbingan dan konseling seperti guru bimbingan dan konseling yang di nilai sebagai polisi sekolah, dengan menjadikan MA. Sumber Bungur Pakong Pamekasan sebagai fokus penelitian. Ada tiga fokus yang menjadi kajian utama dalam penelitian ini, yaitu: 1. Bagaimana mindset negatif siswa di MA. Sumber Bungur Pakong Pamekasan. 2. Bagaiamana pelaksanaan konseling REBT untuk mengubah mindset negative siswa kepada guru bimbingan dan konseling di MA. Sumber Bungur Pakong Pamekasan. 3. Dampak konseling REBT terhadap siswa di MA. SumberBungur Pakong Pamekasan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan teknik analisis data yang digunakan adalah Descriptif Analysis. Untuk memperoleh data,maka digunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu wawancara semi terstruktur, observasi non partisipan dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, dilakukan beberapa upaya meliputi reduksi data (data reduction), paparan data (data display), dan penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/ verifying). Selanjutnya, demi menjamin validitas dan keabsahan data yang diperoleh, maka dilakukan teknik triangulasi yang meliputi teknik triangulasi sumber dan teknik triangulasi metode. Berdasarkan analisis yang dilakukan, hasil penelitian tentang implementasi konseling REBT untuk mengubah mindset negatif siswa di MA.Sumber Bungur Pakong Pamekasan: hasil dari penyebaran angket oleh guru bimbingan dan konseling kepada siswa bhawa minset negative siswa di MA. Sumber Bungur Pakong Pamekasan 1. Beberapa siswa cenderung mempunyai mindset negative terhadap guru bimbingan dan konseling. 2. Ada beberapa siswa yang menganggap bahwa guru bimbingan dan konseling di MA. Sumber Bungur sebagai polisi sekolah 3. Ada juga salah satu siswa yang berbeda pendapat dengan siswa yang lain. Siswa disini tidak menganggap guru bimbingan dan konseling di MA. Sumber Bungur sebagai polisi sekolah siswa ini menganggap guru bimbingan dan konseling sebagai teman curhat yang bisa diajak sharing ketika ada masalah. Pelaksanaan layanan konseling REBT untuk mengubah mindset negatif siswa. Sebelum guru bimbingan dan konseling memberikan layanan konseling REBT guru bimbingan dan konseling hendaknya : 1. Membaca do’a sebelum memulai konseling, 2. Mencairkan suasana supaya suasana tidak tegang dan sisa tidak merasa dirinya sdang diintrogasi, 3. Membuat hubungan baikdengan klien/siswa seperti menanyakan kabar, hobbi dan keadaan 4. Lalu memulai layanan konseling dengan tenang. Dampak konseling REBT terhadap mindset negative siswa di MA. Sumber Bungur Pakong Pamekasan. 1. siswa yang telah di berikan layanan konseling REBT pelanggarannya sudah mulai berkurang, 2. Siswa jarang di panggil ke ruang bimbingan dan konseling, 3. Munculnya kesadaran diri pada siswa.
Efektivitas Teknik Cognitive Restructuring Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Siswa Saat Presentasi Di Depan Kelas Di MTs Al-Mukhlishin Galis Jannah, Luluk Atul
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v2i1.4224

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi Teknik Cognitive Restructuring untuk menurnkan tingkat kecemasan siswa saat presentasi didepan kelas. Teknik ini sangat cocok digunakan untuk menurunkan tingkat kecemasan siswa karena dalam teknik Cognitive Restructuring mengubah pola pikir siswa yang negatif menjadi pola pikir yang lebih positif sehingga dapat mengurangi perasaan cemas saat presentasi di depan kelas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan mengambil latar di MTs Al-Mukhlisin Galis. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menguji Teknik Cognitive Restructuringdalam menurunkan tingkat kecemasan siswa saat presentasi di depan kelas di MTs Al-Mukhlisin Galis. penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre-eksperimental dengan pre-test dan post-test yaitu pengukuran awal dan pengukuran akhir. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan wawancara untuk mengetahui perubahan tingkat kecemasan siswa saat presentasi di depan kelas setelah diberikan teknik Cognitive Restructuring. Subjek penelitian sebanyak 6 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis statistik non parametrik dengan uji jenjang bertanda wilcoxon. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa; 1) teknik Cognitive Restructuring dapat menurunk an tingkat kecemasan siswa saat presentasi di depan kelas. 2) terdapat perbedaan skor tingkat kecemasan siswa antara sebelum dan sesudah diberikan teknik Cognitive Restructuring. Berdasarkan hasil uji jenjang wilcoxon diketahui T hitung = 0, N = 6 siswa dengan taraf signifikan 5%, maka T tabel sebesar 1 yang berarti T hitung lebih kecil T tabel (T hitung ≤ T tabel) yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini disimpulkan bahwa teknik Cognitive Restructuring efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan siswa saat presentasi di depan kelas di MTs Al-Mukhlisin. [This research is based on the Cognitive Restructuring Technique to reduce students' anxiety levels when presenting in front of the class. This technique is very suitable to be used to reduce students' anxiety levels because in the Cognitive Restructuring technique it changes negative student thought patterns into more positive ones so as to reduce feelings of anxiety during presentations in front of the class.This research is an experimental study with a background at MTs Al-Mukhlisin Galis. The aim of this research is to test the Cognitive Restructuring Technique in reducing students' anxiety levels during presentations to the class at MTs Al-Mukhlisin Galis. This research uses pre-experimental research with pre-test and post-test, namely the initial measurement and the final measurement. The data collection methods used were questionnaires and interviews to determine changes in students' anxiety levels during presentations in front of the class after being given the Cognitive Restructuring technique. The research subjects were 6 people. The data analysis technique used is the non-parametric statistical analysis technique with the Wilcoxon signed level test.The results showed that; 1) Cognitive Restructuring techniques can reduce students' anxiety levels during presentations in front of the class. 2) there is a difference in students' anxiety level scores between before and after being given the Cognitive Restructuring technique. Based on the results of the Wilcoxon level test, it is known that T count = 0, N = 6 students with a significant level of 5%, then T table is 1 which means T count is smaller T table (T count ≤ T table) which means Ho is rejected and Ha is accepted. It can be concluded that the Cognitive Restructuring technique is effective in reducing students' anxiety levels when presenting to class at MTs Al-Mukhlisin.].
Konseling Indigenous: Kajian Pada Kepatuhan Masyarakat Terhadap Protokol Kesehatan Annajih, Moh. Ziyadul Haq; Fakhriyani, Diana Vidya; Sa’idah, Ishlakhatus
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v2i1.4255

Abstract

Satu tahun berlalu Pandemi melanda bangsa ini, ini segala upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini, seperti pemberlakuan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) pada daerah-daerah tertentu. Namun, upaya-upaya tersebut sampai saat ini belum mampu membuahkan hasil manis. Permasalahannya adalah sebagian besar masyarakat acuh dan lalai memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Karenanya, diperlukan sebuah solusi alternatif pemecahan permasalahan tersebut, yaitu melalui pendekatan budaya lokal (indigenous). Konseling indigenous diyakini dapat mengkonstruk pandangan masyarakat untuk memandang realitas dan permasalahan kehidupan berdasarkan keyakinan dan budayanya sehingga mampu menyadarkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan bahaya Covid-19. [One year after the pandemic hit this nation, all efforts have been made by the government to break the chain of spreading this virus, such as the imposition of PSBB (large-scale social restrictions) in certain areas. However, these efforts to date have not been able to produce sweet results. The problem is that most people are ignorant and neglect to pay attention to and comply with health protocols, such as wearing masks, maintaining distance, and washing hands. Therefore, we need an alternative solution to solving these problems, namely through the local cultural approach (indigenous). Indigenous counseling is believed to be able to construct people's views to view the realities and problems of life based on their beliefs and culture so that they can make people aware of compliance with health protocols and the dangers of Covid-19.]
Pengaruh Kinerja Guru Bimbingan dan Konseling Terhadap Kedisiplinan Siswa SMK Al-Huda Sumbernangka Larangan Pamekasan Fitriana, Anisah
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v2i1.4256

Abstract

Kinerja guru BK merupakan perilaku yang berdampak pada layanan bimbingan dan konseling, yaitu dalam memberikan bimbingan dan pelayanan, membantu semua permasalahan dan perkembangan siswa dalam bidang pribadi-sosial, belajar dan karier, sesuai dengan kebutuhan siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kinerja guru BK terhadap kedisiplinan siswa di SMK Al-Huda Sumbernangka Larangan Pamekasan. Subyek penelitian sebanyak 64 siswa. Tehnik pengumpulan data terdiri dari kuesioner, pengamatan, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi Product Moment dan selanjutnya digunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara kinerja guru BK dengan kedisiplinan siswa, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,556 (rhit > rtabel, 0,556 > 0,2461); 2) Semakin tinggi kinerja guru BK, maka akan semakin tinggi juga tingkat kedisiplinan siswa. Semakin rendah kinerja guru BK, maka akan semakin rendah juga tingkat kedisiplinan siswa; 3) Terdapat pengaruh yang signifikan kinerja guru BK terhadap kedisiplinan siswa. Kinerja guru bimbingan dan konseling berpengaruh terhadap kedisiplinan siswa dengan kontribusi sebesar 31%, sedangkan 69% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dilibatkan dalam penelitian.[The performance of guidance and counseling teachers is a behavior that has an impact on guidance and counseling services, namely in providing guidance and services, helping all problems and student development in the personal-social, learning and career fields, according to student needs. The purpose of this study was to determine the effect of guidance and counseling teacher performance on student discipline at SMK Al-Huda Sumbernangka Larangan Pamekasan. The research subjects were 64 students. Data collection techniques consisted of questionnaires, observations, and documentation. The data analysis technique used Product Moment correlation analysis and then simple linear regression analysis was used. The results showed: 1) There was a positive and significant relationship between the performance of guidance and counseling teachers and student discipline, with a correlation coefficient of 0.556 (rhit> rtabel, 0.556> 0.2461); 2) The higher the performance of the guidance and counseling teacher, the higher the level of student discipline. The lower the performance of the guidance and counseling teacher, the lower the level of student discipline; 3) There is a significant influence on the performance of guidance and counseling teachers on student discipline. The performance of guidance and counseling teachers has an effect on student discipline with a contribution of 31%, while the remaining 69% is influenced by other factors not involved in the study].
Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa Maisunah, Maisunah
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v2i1.4257

Abstract

Banyak siswa yang memiliki masalah dengan ketermpilan komunikasi lisannya, hal ini dapat di temukan di lingkungan sekolah mereka pada siswa kelas VII di MTs. An-Najah I. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini ingin mengetahui: Pertama bagaimana penerapan layanan bimbingan kelompok dengan metode sosiodrama dalam meningkatkan komunikasi lisan pada siswa kelas VII MTs. An-najah I Karduluk, kedua apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan metode sosiodrama dalam meningkatkan komunikasi siswa pada siswa kelas VII MTs. An-Najah I karduluk. Metode penelitian yang digunakan adalah PTBK. Penelitian ini dilaksanakan di MTs. An-Najah I karduluk dengan subyek penelitian seluruh siswa kelas VII sebanyak 20 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus dan setiap siklus memiliki 3 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik sosiodrama dapat meningkatkan kemampuan komunikasi lisan siswa kelas VII MTs An-Najah I. Peningkatan kemampuan komunikasi lisan sebelum tindakan sebesar 46.6. Pada siklus I diperoleh skor rata-rata sebesar 76.09, terjadi peningkatan skor sebesar 29.49. Pada Siklus II diperoleh skor rata-rata 88.40, terjadi peningkatan skor sebesar 12.31 dari siklus I. Sehingga diperoleh peningkatan skor sebesar 41.8 dari pra tindakan hingga siklus II. Faktor pendukung adalah suasana kelas yang kondusif, sedangkan faktor penghambatnya yaitu kurangnya alat-alat pendukung dalam pelaksanaan sosio drama.[Many students experienced oral communication skill problem. One of them is class VII students at MTs. An-Najah I who had low communication skill. Therefore, guidance and counseling services are needed to deliver by the school counselor. Group guidance service with sociodarama tecnique was considered to help increasing students’ communication skill. Based on that, there are two research focuses: First, how is the implementation of group guidance services using the sociodrama technique to improve students’ oral communication skill; second, what are the supporting and inhibiting factors in the implementation of group guidance service using the sociodrama technique in improving students’ communication skill. This research was an Action Guidance and Counseling Research in which conducted at MTs. An-Najah I Karduluk Sumenep with 20 students of grade VII as as the subjects. This research was carried out in 2 cycles and each cycle consist of 3 meetings. The data collection techniques were observation, interview, and documentation. Anda descriptive statistics used as the data analysis technique to find the average and qualitative descriptive analysis. The results of this study indicate that sociodrama technique can improve the oral communication skill of grade VII students of MTs An-Najah I. Students’ oral communication skill score before treatment was 46.6. Then in the first cycle they obtained an average score of 76.09, an increase in the score of 29.49. In Cycle II, an average score of 88.40 was obtained, there was an increase in the score of 12.31 from cycle I. Hence, the total increase was 41.8 from pre-action to cycle II. Moreover, supporting factors of the implementation of group guidance services using the sociodrama technique in improving students’ oral communication skill were a conducive classroom atmospherethe enthusiastic and excitement of the students. While the inhibiting factors were the lack of supporting and the restricted space for playing the sociodarama].
Efektivitas Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa SMK dengan Teknik Assertive Training Putri, Anggi Pratama; Wahyuningrum, Sri Rizqi
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v2i1.4268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kefektifan bimbingan kelompok dalam meningkatkan ketarampilan komunikasi siswa SMK dengan menggunakan teknik assertive training Subjek yang diteliti adalah  siswa SMK yang memiliki tingkat keterampilan komunikasi rendah. Penelitian ini terbatas pada penggunaan Teknik Assertive Training  untuk membantu meningkatkan keterampilan komunikasi siswa SMK. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala keterampilan komunikasi. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen one-group pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat keterampilan komunikasi siswa sebelum dan sesudah mendapatkan intervensi pelatihan bimbingan kelompok dengan teknik assertive training yang dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Selain itu, penelitian ini memiliki nilai rata-rata yang diperoleh berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan perlakuan yang dilakukan dapat berbeda-beda interval peningkatannya bergantung kondisi serta permasalahan yang terjadi di lapangan. Intervensi pelatihan bimbingan kelompok dengan teknik assertive training efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa SMK.[The research aimed at examining the effectiveness of group guidance in improving communication skills of the SMK by using assertive training techniques. The subjects studied is students of SMK Kesehatan Nusantar who had low levels of communication skills. This research is limited to the use of Assertive Training Techniques to help improve communication skills of students of SMK. The data collection method used was the scale of communication skills. This study used a one-group pretest-posttest experimental design. The results showed that there were differences in the level of communication skills of students before and after receiving group guidance training intervention with assertive training techniques which were analyzed using the paired sample t-test. In addition, this study has a different mean value. This shows that the success of the treatment carried out can vary in interval of increase depending on conditions and problems that occur in the field. Group guidance training interventions with assertive training techniques are effective in improving communication skills of students of Vocational School].
Perkembangan Psikoseksual Santri Pada Usia Dini Hasanah, Iswatun; Fithriyah, Imaniyatul; Mufrihah, Arina
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v2i1.4270

Abstract

Anak-anak usia dini terutama pada usia 4 hingga 6 tahun umumnya sudah mulai dikenalkan pada pendidikan formal dan non formal, salah satunya ialah pendidikan di pesantren. Pesantren dipilih oleh orang tua agar anak dapat belajar pengetahuan agama dan pengetahuan umum, serta pembentukan kemandirian dan kedisiplinan yang diharapkan orang tua. Pada santri usia dini, fase perkembangan psikoseksual yang dilalui diantaranya adalah fase falik dan laten. Dua fase krusial yang sangat berpengaruh terhadap kepribadian anak pada masa mendatang. Pada fase falik kepuasan terletak di daerah kemaluan yang normalnya akan mmebentuk identitas dan orientasi seksual anak. Sementara pada fase laten kepuasan terletak pada aspek kognitif dan interaksi sosial yang terealisasi melalui keterbukaan diri untuk berinteraksi dan bersosialiasi dengan lingkungan secara baik.  Kehadiran orang tua sangat dibutuhkan oleh santri untuk bisa melewati fase falik dan laten dengan baik dan menyelesaikan konflik pada dua fase tersebut. Maka dari itu, meski pesantren memiliki tradisi yang kuat dalam pendidikan agama, namun orang tua tetap memiliki tanggung jawab utama dalam pendidikan dan pembimbingan anak-anak mereka.[Children especially at age 4 untill 6 years old have been introduced to formal and non-formal education where pesantren (islamic boarding school) is one of the most popular educatonal institutions in Indonesia. Commonly, pesantren is chosen by parents for their childs’ education to learn both religious and modern knowledge. Furthermore, pesantren education will form students’ independence. During their early-age development phase, santri (students who learn in pesantren) is remain similar to other children who experience psychosexual development; the two crucial stages are phallic and latent stage. Those periods would significantly affect santri’s personality. The phallic stage is closely corresponded to genitalia as the specific erotogenic zone. Normally this stage is related to sexual identity and sexual orientation. Meanwhile, latent period is a time of childs’ exploration into intellectual pursuits and social interactions, it is realized through self-disclosure towards interaction and adaptive socialization with their circumstances. On the other hand, parents are the important figure for children since they need to adapt to their psychosexual development phase including how to resolve several conflicts which may be dealed with them. Therefore, even though pesantren has a strong tradition in religious education, parents steady have main responsibility of their childs’ education and guidance].

Page 2 of 10 | Total Record : 97